Anda di halaman 1dari 7

JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016

Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Mahasiswa Kimia Umum dalam Penerapan Model
Pembelajaran Concept Attainment

Yusran Khery1 dan Pahriah2


Dosen Pendidika Kimia FPMIPA IKIP Mataram
1
yusrankhery@gmail.com, 2 pahriahkimia@gmail.com

Abstract: The aim of this research was to evaluate correlation student concept understanding and influence
of concept attainment model of learning to their achievement on general chemistry learning. This was
carried out in correlation and quasi experimental form of study. Subject is fisrt year FPMIPA IKIP Mataram
student on academic year 2015/2016 who programming general chemistry lecture. There are 33 student split
on to 20 and 13 successively on experiment and control group. Data was collected by concept understanding
test and learning ecvievment test. Data was analyzed by correllation, regression, and mann whitney test pf
statistic. Research result showed that (1) the higher student concept understanding the greater student
learning achievement on general chemistry lecture by concept attainment model of learning. Value of rcount
(0,969) higher than rtable (0.454) on degree of freedom = 19 and significant value 0.05. The influence of
concept understanding to student learning achievement compatible with regression equation is y=1,194x –
1,353; (2) Concept attainment model of learning was influence student learning achievement. Nilai rata-rata
hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen (61,33) lebih tinggi daripada kelas control (35,9). Value of U1 (27)
< Utable (α=0.05) (67) < U2 (233).

Keywords: Concept Understanding, Learning Achievement, Concept Attainment

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep dan penerapan model
pembelajaran concept attainment terhadap hasil belajar mahasiswa peserta mata kuliah kimia umum. Studi
ini merupakan gabungan antara bentuk penelitian korelasional dan quasi eksperimental. Subjek penelitian ini
adalah mahasiswa tahun pertama FPMIPA IKIP Mataram tahun pelajaran 2015/2016 yang menempuh mata
kuliah kimia umum. Sebanyak 33 mahasiswa terbagi menjadi 20 dan 13 berturut-turut sebagai kelompok
eksperimen dan control. Data dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep dan tes hasil belajar. Data
dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi, dan mann wehitney. Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa: (1) Semakin tinggi pemahaman konsep mahasiswa maka semakin tinggi hasil belajar.
Nilai r= 0,969 lebih besar daripada harga r tabel (0,454) dengan dk = 19 pada taraf signifikansi 0,05 dan
pengaruh perolehan konsep terhadap hasil belajar memenuhi persamaan y=1,194x – 1,353; (2) Ada pengaruh
metode concept attainment terhadap hasil belajar mahasiswa. Nilai rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas
eksperimen (61,33) lebih tinggi daripada kelas control (35,9). Nilai U1 (27) < Utabel (67) < U2 (233).

Kata Kunci : Tingkat Perolehan Konsep, Hasil Belajar, dan Concept Attaintment

PENDAHULUAN pada kegiatan-kegiatan yang mendorong dan


Pengajaran ilmu kimia bertujuan supaya memotivasi mahasiswa untuk lebih aktif.
mahasiswa bisa memahami dan menguasai Bagi kebanyakan mahasiswa yang bukan
konsep-konsep kimia, dan keterkaitannya, serta dari jurusan kimia menganggap bahwa mata
mampu menggunakan metode ilmiah, bersikap kuliah kimia merupakan mata kuliah yang sulit,
ilmiah, sebagai bekal dalam memecahkan sehingga mahasiswa sudah terlebih dahulu
masalah yang dihadapi (Arifin, 1995). merasa kurang mampu untuk mempelajari
Menyadari pentingnya mempelajari ilmu kimia kimia. Hal ini mungkin disebabkan penyajian
sebagai upaya dari perkembangan ilmu materi yang tidak bervariasi sehingga kurang
pengetahuan dan teknologi, maka diperlukan menarik minat mahasiswa untuk belajar kimia.
perhatian pengajar untuk meningkatkan Dengan demikian banyak mahasiswa yang
pemahaman mahasiswa dalam menguasai bukan jurusan kimia kurang menguasai konsep-
konsep-konsep dan teori dalam pembelajaran konsep kimia, sehingga mengakibatkan
kimia, yaitu dengan mengarahkan pembelajaran rendahnya prestasi belajar kimia mahasiswa.
Jurnal Pendidikan Mandala 66
JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016
Materi pelajaran pada mata kuliah kimia observasi menunjukkan bahwa kemampuan
umum terdiri dari beberapa pokok bahasan, mahasiswa dalam penamaan beberapa senyawa
salah satunya adalah tata nama senyawa. Pokok sederhana ionik dan kovalen adalah sangat
bahasan tata nama senyawa dipelajari oleh rendah. Kesulitan mahasiswa tersebut dapat
mahasiswa yang mengikuti kuliah kimia umum dilihat dari nilai rata-rata kelas yang rendah.
pada semester I yang bersisikan konsep-konsep Pada tahun akademik 2015/2016 yaitu untuk
bersifat teoritis. Dalam pemahaman konsep tata diperoleh rata-rata 54.
nama senyawa kimia, mahasiswa sebelumnya Menurut hasil penelitian Habiddin (2014),
harus mengetahui nama unsur, lambang unsur, penamaan senyawa ionik dengan ion poliatomik
muatan, bilangan oksidasi dan aturan penamaan dianggap jauh lebih sulit bagi beberapa
senyawa serta penulisan rumus kimianya. mahasiswa. Ini berarti bahwa kelas kimia dasar
Prasyarat tersebut perlu diketahui dan dipahami yang telah ditempuh oleh mahasiswa tahun
agar mahasiswa tidak mengalami kesulitan pertama tidak meningkatkan pemahaman
dalam memahami konsep tata nama senyawa mereka secara signifikan dalam penamaan
kimia. Materi tata nama senyawa membahas senyawa sederhana, implikasi dari penelitian ini
tentang tata cara penamaan senyawa kimia adalah strategi mengajar Kimia Dasar I harus
anorganik dan organik sederhana menggunakan dioptimalkan untuk meningkatkan pemahaman
aturan IUPAC. Menurut jenisnya, tata nama mahasiswa tentang topik ini dengan baik.
senyawa kimia dibagi menjadi tata nama Kesulitan mahasiswa tersebut disampaikan
senyawa organik sederhana dan tata nama juga oleh Dosen yang pernah mengampu mata
senyawa anorganik. kuliah kimia umum diantaranya; (1)
Faizah, dkk., (2012) mengidentifikasi kemampuan awal mahasiswa yang tidak
kesulitan pemahaman siswa pada materi tata seragam, (2) kurangnya motivasi mahasiswa
nama senyawa dan mereka menemukan bahwa dalam belajar kimia, (3) pada materi tata nama
siswa mengalami kesulitan dalam memahami senyawa pengajar sering mengulang-ulang
konsep tatanama IUPAC senyawa anorganik penjelasan materi, hal ini dikarenakan sulitnya
biner logam dan nonlogam tergolong sedang mahasiswa untuk memahami materi tata nama
(58,36%); senyawa anorganik biner nonlogam senyawa.
dan nonlogam tergolong sedang (58,68%); Berdasarkan fakta di atas, maka perlu
senyawa anorganik yang mengandung ion dikembangkan pembelajaran yang dapat
poliatom tergolong tinggi (70,97%); senyawa mendukung pemahaman mahasiswa dalam
asam anorganik tergolong tinggi (79,98%); mempelajari tata nama senyawa. Model
senyawa basa anorganik tergolong tinggi alternatif yang diusulkan untuk diterapkan
(75,86%). adalah model pembelajaran concept attaintment
Winarsih (2011) meneliti kesalahan konsep (pemerolehan konsep). Dengan menerapkan
pada materi tata nama senyawa biner dan ion model pembelajaran concept attaintment
poliatomik di SMA Negeri 1 Malang. Hasil diharapkan dapat mengatasi kesulitan
penelitiannya menunjukkan beberapa kesalahan mahasiswa dalam memahami konsep tata nama
konsep yang dialami siswa berdasarkan PK senyawa kimia.
(Pilihan Keliru) diantaranya siswa menganggap: Joyce, B. (2011) menyatakan bahwa,
lambang unsur diambil dari huruf awal nama “Pembelajaran concept attainment
unsur, besar muatan kation sama dengan nomor mempertajam dasar keterampilan berpikir”.
golongan, anion dengan jumlah atom O lebih Dari pernyataan Joyce tersebut menunjukkan
sedikit maka besar muatan anion berkurang bahwa model pembelajaran concept attainment
satu. terkandung di dalamnya pengajaran berpikir
Peneliti telah mengobservasi kesulitan mahasiswa, karena di dalam model
mahasiswa tahun pertama FPMIPA IKIP pembelajaran concept attainment ada beberapa
Mataram dalam memberikan penamaan dalam tahapan-tahapan yang harus dilewati, seperti
senyawa sederhana apakah senyawa ionik mengkatagorisasi, pembentukan konsep dengan
sederhana atau senyawa kovalen. Hasil memperhatikan berbagai macam atributnya.
Jurnal Pendidikan Mandala 67
JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016
Beberapa penelitian sebelumnya tentang TELAAH PUSTAKA
penggunaan model pembelajaran concept Concept attaintment termasuk dalam
attaintment antara lain dilakukan oleh Kumar & rumpun model pembelajaran pemerosesan
Mathur (2013) hasil penelitian menunjukkan informasi. Rumpun model ini sesuai untuk
bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pembelajaran MIPA karena rumpun tersebut
model concept attaintment dengan metode bertujuan untuk meningkatkan keterampilan
tradisional dalam hal memahami konsep-konsep berpikir (Joyce, et al., 2011).
fisika. Ostad & Soleymanpour (2014) Model pembelajaran concept attaintment
melaporkan bahwa metode concept attaintment memiliki ciri utama, yaitu berpusat pada
dan penguasaan mengajar dengan kondisi yang aktivitas mahasiswa secara mental untuk
sama mempengaruhi prestasi akademik dan membangun pengetahuannya dengan cara
keterampilan metakognitif mahasiswa dan mengembangkan kemampuan berpikir. Model
dengan demikian metode ini dapat digunakan ini memiliki pandangan bahwa para mahasiswa
untuk meningkatkan prestasi akademik tidak hanya dituntut untuk mampu membentuk
mahasiswa dan keterampilan metakognitif konsep melalui proses pengklasifikasian, akan
dalam kelas. Hasil penelitian Rofi’ati, dkk. tetapi mereka juga harus dapat membentuk
(2014) menyimpulkan bahwa penerapan model susunan konsep dengan kemampuannya sendiri.
pencapaian konsep berbantuan kartu bergambar Pada prinsipnya model pembelajaran concept
berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa attaintment adalah suatu model mengajar yang
pada materi sel. menggunakan data untuk mengajarkan konsep
Namun, bagaimana proses pemerolehan kepada mahasiswa, dimana dosen mengawali
konsep terjadi dan mempengaruhi keberhasilan pengajaran dengan menyajikan data atau contoh
belajar mahasiswa pada mata kuliah kimia kemudian mahasiswa diminta mengamati data
umum melalui penerapan model pembelajaran tersebut (Anjum, 2014). Model pembelajaran
concept attainment masih sangat perlu untuk concept attaintment dapat digunakan untuk
dipelajari. Seberapa besar tingkat perolehan semua umur. Model concept attainment juga
konsep mahasiswa dan pengaruhnya terhadap dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep
hasil belajar pada mata kuliah kimia umum yang sederhana. Model pembelajaran concept
melalui penerapan model pembelajaran concept attaintment lebih tepat digunakan ketika
attaintment sangat perlu untuk diungkap. pelaksanaan pembelajaran lebih dititik beratkan
Bagaimana mahasiswa bisa berhasil dalam mata pada pengenalan konsep baru, sehingga dapat
kuliah kimia umum melalui penerapan model melatih kemampuan berfikir induktif dan
concept attainment bisa menjadi rekomendasi berfikir analisis (Hadi dan Sulistyo, 2014).
perbaikan pembelajaran dan penelitian lanjutan. Adapun tahapan-tahapan model
Maka dari itu, peneliti tertarik untuk melakukan pembelajaran concept attaintment adalah
penelitian berjudul ” analisis tingkat perolehan sebagai berikut:
konsep dan pengaruhnya terhadap hasil belajar 1. Tahap Penyajian dan Identifikasi Data
mahasiswa dalam pembelajaran kimia umum Pada tahapan ini dosen menyajikan data
dengan model concept attainment”. yaitu berupa contoh-contoh konsep yang
Berdasarkan latar belakang di atas maka dipelajari oleh mahasiswa atau contoh “yes” dan
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah contoh-contoh yang tidak sesuai dengan konsep
sebagai berikut. yang sedang dipelajari atau contoh “no”. Dalam
1. Bagaimana pengaruh tingkat perolehan penyajian contoh “yes” dan contoh “no” ini
konsep terhadap hasil belajar mahasiswa dosen menyajikannya dalam bentuk LKM
dalam pembelajaran kimia umum dengan (Lembar Kerja Mahasiswa). Kemudian
model concept attainment? mahasiswa mengidentifikasi konsep dengan
2. Apakah ada pengaruh pembelajaran kimia cara membuat ciri-ciri konsep membandingkan
umum dengan model concept attainment ciri-ciri contoh dari contoh “yes” dan contoh
Terhadap hasil belajar mahasiswa? “no” melalui LKM. Penggunaan LKM dalam
pembelajaran akan mempermudah mahasiswa
Jurnal Pendidikan Mandala 68
JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016
untuk memperoleh konsep yang sedang mendiskusikan strategi mahasiswa dalam
dipelajri. Setelah mahasiswa membandingkan memperoleh konsep dan memahami konsepnya.
ciri-ciri dari contoh “yes” dan contoh “no” dan Apabila konsep yang mereka peroleh salah,
dengan berfokus pada ciri-ciri contoh “yes” maka apakah mereka mengganti strategi berfikir
maka mahasiswa mendefinisikan konsep mereka untuk memperoleh konsep pelajaran
pelajaran. mereka yaitu dengan berfokus kepada ciri-ciri
2. Tahap Pengujian Pemerolehan Konsep dan juga juga berfokus pada konsep yang
Pada tahap ini, telah tersaji di dalam LKM, dipelajari.
yaitu mahasiswa diminta untuk memberikan
contoh-contoh tambahan dari materi pelajaran, METODE PENELITIAN
kemudian mengelompokkan contoh-contoh Bentuk Penelitian ini adalah gabungan
tambahan tersebut kedalam contoh “yes” atau antara bentuk korelasional dan quasy
contoh “no” eksperimen dengan rancangan sebagaimana
3. Tahap Analisis Strategi Berfikir ditunjukkan pada Gambar 1.
Pada tahapan ini, mahasiswa
menyampaikan strategi berfikirnya dalam
memperoleh konsep yang telah dipelajari, yaitu
dengan cara berbagi dengan seluruh kelas dan

Pemahaman Hasil
Konsep Belajar

(1)
Kelas Perlakuan Posttest
E CA PK1, HB1
K Kon HB2
(2)
Gambar 1 Rancangan Penelitian (1) korelasional (2) quasi eksperimen
Keterangan:
E = Kelas Eksperimen yang dibelajarkan dengan metode concept attainment
K = Kelas control yang dibelajarkan dengan metode konvensional
CA = Metode pembelajaran Concept Attainment
Kon = Metode pembelajaran konvensional
PK1 = Perolehan konsep mahasiswa kelas eksperimen sesudah perlakuan
HB1 = Hasil Belajar mahasiswa kelas eksperimen sesudah perlakuan
HB2 = Hasil Belajar mahasiswa kelas kontrol sesudah perlakuan

Subyek dalam penelitian ini adalah merupakan variable terikat dalam kedua
mahasiswa FPMIPA IKIP Mataram semester I rancangan tersebut.
tahun pelajaran pelajaran 2016/2017 yang Instrumen pengukuran yang digunakan
menempuh mata kuliah Kimia Umum. Subjek terdiri dari tes pemahaman konsep dan tes hasil
berjumlah 33 mahasiswa yang terbagi menjadi 2 belajar. Tes pemahaman konsep digunakan untuk
kelas. Kelas eksperimen terdiri dari 20 orang mengumpulkan data konsep yang diperoleh
mahasiswa sendagkan kelas control terdiri dari mahasiswa. Tes ini dibuat dengan pendekatan
13 orang mahsiswa. concept attainment. Instrument ini berupa soal
Dalam rancangan korelasional, variable essay yang terdiri dari penyajian contoh atau
bebas yakni pemahaman konsep sedangkan data, perolehan konsep (melalui pertanyaan),
dalam rancangan quasi eksperimental, metode penerapan konsep dalam kasus terkait.
pembelajaran concept attainment bertindak Tes hasil belajar disusun untuk mengetahui
sebagai variable bebas. Sedangkan hasil belajar hasil belajar mahasiswa terhadap materi
Jurnal Pendidikan Mandala 69
JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016
pelajaran setelah diberi perlakuan (Arikunto, HASIL DAN PEMBAHASAN
2009). Bentuk tes yang digunakan adalah tes Deskripsi Data Hasil Penelitian
objektif pilihan ganda yang berjumlah 18 soal Tingkat Pemahaman Konsep
dengan lima alternatif jawaban. Deskripsi tingkat perolehan konsep
Pengaruh tingkat perolehan konsep mahasiswa di kelas eksperimen yang
terhadap hasil belajar diuji dengan uji korelasi dibelajarkan dengan metode concept attainment
dan analisis regresi linier sederhana. Uji ini tersaji dalam tabel 1.
dipakai untuk menganalisis hubungan linier Tabel 1. Tingkat Perolehan Konsep
antara 1 variabel independen dengan 1 variabel Mahasiswa
dependen (Sugiyono, 2011). Persamaan korelasi Eksperimen
dan regresi dilakukan dengan bantuan Ms-Office Rata-rata 47.01
Excel 2007 for Windows, sehingga diperoleh
Tertinggi 83.33
persamaan:
Y = a + bX Terendah 27.78
Keterangan Standar Deviasi 16.1359
Y = Nilai prediksi variabel Varian 260.3672
dependen (Hasil Belajar) Jumlah Data 20
a = Konstanta, nilai Y jika X = 0
b = Koefisien regresi Hasil Belajar
X = Variabel independen Deskripsi data hasil belajar mahasiswa
(Pemahaman Konsep) tersaji pada tabel 2.
Ada atau tidaknya pengaruh metode
pembelajaran concept attainment terhadap hasil Tabel 2. Deskripsi Hasil Belajar Mahasiswa
belajar diuji dengan uji Mann Whitney dengan Kelas
persamaan dalam Sugiyono (2014:153). Uji ini Komponen
dipilih karena syarat jumlah data tidak Eksperimen Kontrol
terpenuhi. Hipotesis yang diuji yakni: Rata-rata 61.33 35.90
H0: tidak ada pengaruh metode concept Tertinggi 100.00 86.67
attainment terhadap hasil belajar Terendah 40.00 13.33
Ha: Ada pengaruh metode concept attainment Standar
terhadap hasil belajar 19.2976 18.16355
Deviasi
Pedoman dalam pengambilan keputusan Varian 372.398 329.9145
adalah hanya jika Nilai Uterkecil<Utabel<Uterbesar
Jumlah Data 20 13
maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Analisis Data dan Pembahasan
Hubungan Tingkat Perolehan Konsep
dengan Hasil Belajar
Analisis hubungan tingkat perolehan
konsep dengan hasil belajar dilakukan
menggunakan bantuan Microsoft office excel for
windows. Hasil analisis disajikan dalam gambar
2.

Jurnal Pendidikan Mandala 70


JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016

Hubungan Perolehan Konsep dan Hasil Belajar


120,00
y = 1,194x - 1,3536
100,00 R² = 0,9388
Hasil belajar 80,00
60,00
40,00
20,00
0,00
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00
Tingkat Pemahaman Konsep

Gambar 2. Hubungan Perolehan Konsep dan Hasil Belajar

Dalam gambar 2 dapat dilihat nilai r2 = 4.2.2 Pengaruh Metode Concept Attainment
0,938 dan r= 0,969 yang lebih besar daripada terhadap Hasil Belajar
harga r tabel (0,454) dengan dk = 19 pada taraf Data hasil belajar dianalisis
signifikansi 0,05 (Sugiyono, 2014) yang menggunakan uji U Mann Whitney untuk
bermakna terdapat hubungan yang signifikan menguji hipotesis karena jumlah data yang kecil
dan sangat kuat antra tingkat perolehan konsep dan tidak memenuhi syarat untuk pengujian
mahasiswa yang dibelajarkan dengan metode hipotesis menggunakan metode uji 71tatistic
concept attainment terhadap hasil belajarnya. parametris.
Pengaruh tingkat perolehan konsep terhadap Tabel 3. Ringkasan Uji U data Hasil Belajar
hasil belajar memenuhi persamaan regresi Komponen Nilai
y=1,194x – 1,353. Jumlah data kelas eksperimen (N1) 20
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jumlah data kelas kontrol(N2) 13
ada korelasi yang positif antara tingkat Total rangking kelas eksperimen (R1) 443
perolehan konsep dengan hasil belajar
Total ranking kelas control (R2) 118
mahasiswa dalam pembelajaran menggunakan
Nilai U1 27
metode concept attainment. Semakin baik
perolehan konsep maka semakin baik pula hasil Nilai U2 233
belajar. Maka dari itu, agar mahasiswa bisa Utabel(n1=20, n2=13,α = 0,05) 67
berhasil dalam pembelajaran kimia khususnya
kimia umum/kimia dasar, maka konsep-konsep Hasil uji menunjukkan nilai U1 < Utabel
kimia harus dapat dikuasai dengan baik dan < U2. Ini menunjukkan bahwa U1 berbeda
benar terlebih dahulu. Tidak menguasai konsep signifikan dari U2. Maka dari itu, H0 ditolak
atau memahami konsep dengan keliru, atau dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan
memahami sebagian konsep kimia dan tidak bahwa ada pengaruh metode concept attainment
memahami sebagian yang lain, akan bisa terhadap hasil belajar.
berujung pada perolehan hasil belajar yang tidak Hasil penelitian menunjukkan bahwa
memuaskan dalam belajar kimia. rata-rata hasil belajar kels eksperimen lebih
tinggi daripada kontrol. Begiru pula dengan
total rangking kelas eksperimen jauh lebih
tinggi daripada kontrol. Hasil ini bisa menjadi
rekomendasi untuk penggunaan metode concept
attainment dalam pembelajaran kimia
khususnya dalam pembelajaran kimia
Jurnal Pendidikan Mandala 71
JUPE, Volume 1 ISSN 2548-5555 Desember 2016
umum/kimia dasar di universitas guna Mathematics and Sciences 2014,
membantu mahsasiswa menguasai konsep kimia Yogyakarta State University, 18-20 May
dengan baik dan benar dan memperoleh hasil 2014.
belajar yang memuaskan. Hadi, C.F., 2014. Pengembangan perangkat
SIMPULAN pembelajaran dengan model concept
Berdasarkan hasil penelitian dapat attainment pada mata pelajaran
disimpulkan bahwa: memperbaiki sistem penerima televisi siswa
1. Semakin tinggi tingkat perolehan konsep kelas XI-TAV SMK Negeri 1 Sidoarjo.
mahasiswa maka semakin tinggi hasil Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume
belajar. Nilai r= 0,969 lebih besar daripada 03 nomor 02 tahun 2014, 303-310.
harga r tabel (0,454) dengan dk = 19 pada Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. 2011. Model
taraf signifikansi 0,05 dan pengaruh of Teaching – Model Pengajaran Edisi
perolehan konsep terhadap hasil belajar Kedelepan, Terjemahan oleh Achmad
memenuhi persamaan y=1,194x – 1,353. Fawaid dan Ateilla Mirza. Penerbit
2. Ada pengaruh metode concept attainment Pustaaka Pelajar : Yogyakarta.
terhadap hasil belajar mahasiswa. Nilai Khan, Gul Nazir. 2011. Effect of Student’s
rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas Team Achievement Division (STAD) on
eksperimen (61,33) lebih tinggi daripada Academic Achievement of Students.
kelas control (35,9). Hasil uji menunjukkan Journal Asian Social Science
nilai U1 (27) < Utabel (67) < U2 (233). Vol. 7, No. 12; December 2011.
UCAPAN TERIMA KASIH Kumar, A. & Mathur, M. 2013. Effect of
Ucapan terima kasih kami tujukan kepada Concept Attainment Model on Acquisition
IKIP Mataram yang telah memberikan dana of Physics Concepts. Journal of
sehingga dapat terlaksananya penelitian ini. Educational Research 1(3): 165-169, 2013.
DAFTAR PUSTAKA Ostad, G., & Soleymanpour, J. 2014. The
Anjum, S.K. 2014. A Study Of Effect of Impact of Concept Attainment Teaching
Concept Attainment Model On Model and Mastery Teaching Method on
Achievement Of Geometric Concepts of Female High School Students' Academic
VIII Standard Students Of English Medium Achievement and Metacognitive Skills.
Students Of Aurangabad City. Scholarly International Journal of Innovative
Research Journal for Interdisciplinary Research in Science, Engineering and
Studies. Nov - December, 2014. Vol-II/XV. Technology. Vol. 3, Issue 2, February 2014.
ISSN 2278-8808. ISSN: From-8753.
Arifin, M. 1995. Pengembangan Program Rofi’ati, N., Herlina, L., & Sumadi. 2014.
Pengajaran Bidang Studi Kimia. Surabaya: Penerapan Model Pencapaian Konsep
Airlangga University Press. Berbantu Kartu Bergambar terhadap Hasil
Dasna & Sutrisno. 2006. Model-model Belajar Siswa pada Materi Sel di SMA.
Pembelajaran Konstruktivistik dalam Unnes Journal of Biology Education. Vol 3,
Pembelajaran Sains-Kimia. Malang. No 2 (2014).
Faizah, L.S., Afandy D., Su`aidy, M. 2013. Sugiyono, 2014. Statistika untuk Penelitian.
Studi Pemahaman Konsep Tata Nama Bandug: Alfabeta
IUPAC Senyawa Anorganik Siswa Kelas X Sugiyono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif,
SMA Negeri 9 Malang Semester 2 Tahun Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta
Ajaran 2012/2013. Jurnal Pendidikan Winarsih, Hayu. 2011. Identifikasi Konsep
Kimia. Vol.2, No.2 (2013). Sukar dan Kesalahan Konsep Tata Nama
Habiddin. 2014. The 1st Year Chemistry Senyawa Biner dan Ion Poliatomik Siswa
Undergraduate Students’ Understanding In SMA Negeri 1 MalangTahun Ajaran
Naming Simple Compounds. Proceeding of 2009/2010. Skripsi. Fakultas Universitas
International Conference On Research, Malang.
Implementation And Education Of
Jurnal Pendidikan Mandala 72