Anda di halaman 1dari 19

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional. Menurut

Notoatmodjo (2010), deskriptif korelasional merupakan penelitian atau

penelaahan hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau

sekelompok subjek. Desain ini dipilih karena peneliti akan mencoba untuk

menyelidiki hubungan penggunaan gadget dengan obesitas pada remaja di

SMK Negeri 1 Salatiga.

Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan cross sectional.

Pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang menekankan pada waktu

pengukuran data hanya dengan satu kali pada satu saat (Nursalam, 2008).

Pengukuran variabel penggunaan gadget dan obesitas dalam penelitian ini

hanya akan diukur satu kali pada satu saat.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Salatiga, pada bulan

November 2017.
C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Notoatmodjo (2010), populasi adalah keseluruhan objek

penelitian atau objek yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini adalah

remaja usia 15 – 17 tahun di SMK Negeri 1 Salatiga yang meliputi

kelas 10,11,dan 12. Berdasarkan hasil identifikasi data siswa baru

tahun ajaran 2017/2018 diperoleh jumlah siswa sebanyak 1.324 siswa.

Peneliti selanjutnya menjadikan data tersebut sebagai populasi

penelitian.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2010). Sampel penelitian ini adalah

remaja usia 15 – 17 tahun di SMK Negeri 1 Salatiga. Populasi dalam

penelitian ini sudah diketahui jumlahnya, sehingga untuk menentukan

besar sampel peneliti menggunakan rumus Slovin dengan tingkat

kepercayaan 10%, sebagai berikut :

N
𝑛=
1 + N(d)²

Keterangan :

N : jumlah populasi

n : besar sampel
d : tingkaat signifikan (10%)

Berdasarkan rumus tersebut maka perhitungan sampel dalam

penelitian ini adalah :

N
𝑛=
1 + N(d)²

1324
𝑛=
1 + 1324(10%)²

𝑛 = 92,97 dibulatkan menjadi 93 responden

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus slovin

dengan tingkat kepercayaan 10%, maka diperoleh jumlah sampel

sebanyak 93 responden.

3. Teknik sampling

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan cara

proportionate stratified random sampling. Menurut Notoatmodjo

(2010), proportionate stratified random sampling digunakan bila

populasi mempunyai anggota atau unsur yang tidak homogen dan

berstrata secara proporsional. Strata yang dimaksudkan dalam

penelitian ini adalah kelas X, XI, dan XII. Pelaksanaan pengambilan

sampel dengan proportionate stratified random sampling mula-mula

menetapkan unit-unit anggota populasi dalam bentuk sub populasi

yang didasarkan pada karakteristik umum dari anggota-anggota


populasi yang berbeda-beda, kemudian dari masing-masing sub

populasi diambil sampel yang mewakilinya.

Penentuan sampel untuk masing-masing tingkatan dilakukan dengan

cara penunjukkan dengan menggunakan pensil secara acak

berdasarkan daftar nama siswa dari tiap tingkatan dengan

memperhatikan proporsi pada masing-masing tingkatan, dengan cara

undian yang selanjutnya disajikan pada tabel 3.1, sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jumlah Sampel Penelitian dan Penyebarannya

Kelas Populasi Proporsi Sampel

1. Kelas X 463 463/1324 x 93 33

2. Kelas XI 418 418/1324 x 93 29

3. Kelas XII 443 443/1324 x 93 31

Jumlah 93

Guna mengendalikan faktor lain yang mempengaruhi penelitian ini

digunakan kriteri inklusi dan eksklusi. Adapun kriteria pengambilan

sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut :

1. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian pada

populasi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :


a. Remaja usia 15 – 17 tahun

b. Mempunyai dan menggunakan gadget

c. Bersedia menjadi responden

2. Kriteria eksklusi adalah sebagian subyek yang memenuhi kriteria

inklusi harus dikeluarkan karena berbagai sebab. Kriteria eksklusi

dalam penelitian ini adalah :

a. Tidak mempunyai gadget

b. Sedang dalam program diet khusus sebagai bagian dari terapi

penyakit tertentu.

c. Mengalami obesitas dikarenakan faktor genetik.

D. Variabel Penelitian

1. Variabel Independen

Variabel independen atau bebas merupakan variabel yang menjadi

sebab perubahan atau variabel yang dapat mempengaruhi variabel lain.

Variabel independen yang diteliti dalam penelitian ini adalah

penggunaan gadget.

2. Variabel Dependen

Variabel dependen atau terikat merupakan variabel yang dipengaruhi

atau yang menjadi akibat karena variabel independen. Variabel


dependen yang diteliti dalam penelitian ini adalah obesitas pada

remaja.

E. Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi Operasional

Variabel Definisi Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Operasional

Variabel Aktivitas Kuesioner Ketergantungan : Ordinal

bebas : berulang-ulang yang terdiri ≥ 31 untuk laki-

penggunaan yang dari 10 laki & ≥33 untuk

gadget dilakukan pernyataan perempuan

menggunakan dengan
Normal : < 31
alat elektronik penilaian 6
untuk laki-laki &
seperti kategori skala
< 33 untuk
smartphone, likert :
perempuan
laptop, tablet
1: sangat tidak
PC dan video setuju

game. 2: tidak setuju

3: kurang tidak
setuju

4: kurang
setuju

5: setuju

6: sangat setuju
Variabel Status gizi Penimbangan 1. Obesitas Nominal

terikat : yang berat badan


z-skor ≥ 2SD
obesitas dinyatakan dengan
2. Gemuk >1 SD –
pada dengan Indeks Timbangan
2 SD
remaja Massa Tubuh (kg) dan

(IMT)/U pengukuran 3. Normal : -2 SD

tinggi badan s/d 1 SD


IMT
dengan
merupakan 4. Kurus : -3 SD
meteran (cm)
hasil ukur s/d -2 SD
kemudian
antara BB dan
dihitung 5. Sangat kurus : <
TB{BB(kg)/
IMT/U nya -3 SD
2
TB(m )}

F. Metode Pengumpulan Data

1. Jenis dan Sumber Data

a. Data Primer

Data primer pada penelitian ini di dapat langsung oleh peneliti

dengan cara membagikan kuesioner SAS-SV kepada siswa di SMK

Negeri 1 Salatiga untuk mengukur penggunaan gadget mereka


dalam kategori ketergantungan atau tidak. Responden yaitu siswa

siswi di SMK Negeri 1 Salatiga dipersilahkan untuk mengisi

kuesioner yang telah dibagikan setelah mendapatkan instruksi dari

peneliti cara pengisian kuesioner. Selanjutnya hasil dari pengisian

kuesioner oleh siswa siswi tersebut dikumpulkan dan dinilai serta

diinterpretasikan oleh peneliti untuk mendapatkan kesimpulan dari

kuesioner tersebut.

Peneliti melakukan pengukuran variabel obesitas dengan

menggunakan timbangan berat badan injak ( timbangan kg), alat

ukur tinggi badan ( meteran (cm)), dan midline.

b. Data Sekunder

Data sekunder yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini

yaitu data jumlah siswa di SMK Negeri 1 Salatiga. Data sekunder

dalam penelitian ini diperoleh peneliti dengan cara melakukan

identifikasi ulang data siswa tahun ajaran 2017/2018 melalui

bagian tata usaha SMK Negeri 1 Salatiga. Data sekunder dalam

penelitian ini diambil oleh peneliti setelah mendapatkan ijin

penelitian dari kepala sekolah SMK Negeri 1 Salatiga melalui

bagian tata usaha sekolah. Berdasarkan hasil pengumpulan data

sekunder diperoleh jumlah siswa tahun ajaran 2017/2018 sebanyak

1.324 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas 10,11, dan 12.
2. Alat pengumpulan data

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data

adalah data primer yaitu kuesioner skala ketergantungan smartphone

(SAS-SV) dan lembar rekap IMT. Adapun alat dan bahan penelitian

adalah sebagai berikut :

a. Timbangan berat badan (Timbangan Kg)

b. Alat ukur tinggi badan (Meteran (cm))

c. Kuesioner sebanyak 10 pertanyaan dengan pilihan jawaban

menggunakan kategori skala likert. Terdapat 6 kategori mulai dari

1:”sangat tidak setuju”, 2:”tidak setuju”, 3:”kurang tidak setuju”,

4:”kurang setuju”, 5:”setuju”, 6:”sangat setuju”. Total skor berkisar

antara 10 sampai 60, dengan skor tertinggi menjadi kehadiran

maksimum ketergantungan smartphone. Pengguna yang

ketergantungan memiliki skor SAS-SV dengan nilai cut-off point

≥31 untuk anak laki-laki dan nilai cut-off point ≥33 untuk anak

perempuan.

3. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data yang dilakukan adalah :

a. Peneliti mengajukan permohonan izin penelitian kepada

Universitas Ngudi Waluyo Ungaran kemudian diserahkan surat

izin tersebut kepada kepala sekolah SMK Negeri 1 Salatiga.


b. Setelah mendapatkan ijin penelitian dari kepala sekolah SMK

Negeri 1 Salatiga peneliti melakukan identifikasi data calon

responden dengan meminta data seluruh remaja di SMK Negeri 1

Salatiga ke bagian tata usaha.

c. Peneliti membuat undian untuk mendapatkan jumlah sampel yang

diteliti dengan berdasarkan nomor induk siswa.

d. Peneliti dibantu oleh kepala sekolah untuk mengumpulkan remaja

di beberapa ruang kelas sebagai calon responden yang terpilih dari

hasil undian.

e. Peneliti melakukan sosialisasi kepada calon responden yaitu

mengadakan pendekatan dengan memperkenalkan diri serta

memberikan penjelasan tentang tujuan dan manfaat penelitian.

f. Calon responden yang setuju membantu penelitian maka

dipersilahkan untuk membaca lembar persetujuan kemudian

diminta untuk menandatangani sebagai bukti bahwa sukarela ikut

berpartisipasi dalam penelitian.

g. Peneliti menjelaskan cara pengisian kuesioner kepada responden,

selanjutnya dibagikan kuesioner dan diminta untuk melakukan

pengisian kuesioner.

h. Peneliti melakukan pendampingan ketika responden melakukan

pengisian kuesioner untuk mengantisipasi jika ada pertanyaan yang


tidak dipahami oleh responden, peneliti dapat membantu

menjelaskan maksud dari pertanyaan tersebut.

i. Peneliti menarik kembali kuesioner yang sudah terbagi dan

diperiksa kelengkapan. Apabila ada jawaban yang kurang lengkap,

peneliti meminta responden untuk melengkapi kembali.

j. Kemudian dilakukan penimbangan berat badan dengan

menggunakan timbangan berat badan skala kilogram (Kg) dan juga

dilakukan pengukuran tinggi badan dalam skala meter (m).

k. Setelah itu peneliti melakukan perhitungan Indeks Massa Tubuh

(IMT) berdasarkan hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan

responden.

l. Setelah didapatkan Indeks Massa Tubuh (IMT), maka dilakukan

penentuan obesitas berdasarkan kriteria standar yang telah

ditetapkan oleh WHO dari IMT tersebut.

m. Setelah selesai pengambilan data, peneliti menyimpulkan hasil dari

kuesioner yang telah diisi oleh responden berdasarkan interpretasi

hasil dari kuesioner SAS-SV.

n. Selanjutnya data dari rekapitulasi IMT dan interpretasi kuesioner

dikumpulkan untuk selanjutnya akan diolah dan dianalisis.


G. Etika Penelitian

1. Informed Consent

Peneliti dan asisten menjelaskan judul penelitian, tujuan dari penelitian

serta manfaat penelitian kepada calon responden. Responden yang

bersedia berpartisipasi dalam penelitian, maka diminta untuk

menandatangani surat Informed Consent, apabila responden menolak

untuk berpartisipasi maka peneliti dan asisten tidak memaksa dan tetap

menghormati hak calon responden. Peneliti mendapatkan semua

responden bersedia menandatangani lembar persetujuan menjadi

responden dan peneliti tidak menjumpai responden yang menolak

untuk menandatangani lembar persetujuan menjadi responden.

2. Anonymity

Peneliti dan asisten menjaga kerahasiaan identitas responden, dimana

peneliti dan asisten tidak mencantumkan nama responden, namun

hanya menulis kode nama inisial. Hal tersebut untuk mengantisipasi

ketika ada responden yang tidak merasa nyaman ketika identitasnya

terpublikasi.

3. Confidentiality

Peneliti dan asisten menjamin kerahasiaan semua informasi yang

diberikan oleh responden dan dijaga hanya digunakan untuk

kepentingan penelitian. Peneliti dan asisten tidak mempublikasikan


hasil penelitian kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan dan

memusnahkan kuesioner yang sudah terisi setelah penelitian ini

selesai.

4. Beneficiency

Peneliti memperhatikan keuntungan yang bisa diperoleh responden

yaitu mendapatkan informasi terkait dengan penggunaan gadget

dengan obesitas pada remaja.

H. Pengolahan Data

Berdasarkan hasil pengambilan data, dikumpulkan dan diolah manual,

tujuannya untuk menyederhanakan seluruh data yang terkumpul dan

menyajikan dalam susunan yang lebih rapi. Pengolahan data yang

dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu :

1. Editing

Peneliti dalam tahapan ini melakukan pemeriksaan data, kelengkapan

pengisian, kesalahan dan konsistensi dari setiap jawaban. Editing

dilakukan peneliti dan asisten peneliti di tempat pengumpulan data.

Peneliti dan asisten peneliti telah melakukan proses pengumpulan

editing dan semua kuesioner telah terisi lengkap oleh responden.

2. Scoring
Peneliti kemudian memberikan skor pada kuesioner penggunaan

gadget yaitu :

1: sangat tidak setuju

2: tidak setuju

3: kurang tidak setuju

4: kurang setuju

5: setuju

6: sangat setuju

3. Coding

Peneliti melakukan coding untuk mempermudah proses pengolahan

data. Peneliti memberikan kode pada data yang diperoleh untuk

mempermudah dalam pengelompokan dan klasifikasi data. Setiap item

jawaban pada lembar kuesioner diberi kode sesuai dengan karakter

masing-masing. Pemberian kode untuk variabel penggunaan gadget

yaitu :

a. Normal diberikan kode 1

b. Ketergantungan diberikan kode 2

Pemberian kode untuk status gizi :

a. Sangat kurus : skor 1


b. Kurus : skor 2

c. Normal : skor 3

d. Gemuk : skor 4

e. Obesitas : skor 5

4. Tabulating

Peneliti melakukan tabulating atau penyusunan data hasil koding

sedemikian rupa agar dengan mudah dijumlahkan, disusun dan ditata

untuk disusun dan dianalisis.

5. Entering

Peneliti memasukkan data coding yang telah ditabulasi data kedalam

komputer untuk selanjutnya dilakukan analisa data dengan

menggunakan program microsoft excel.

6. Transfering

Peneliti melakukan pemindahan kode-kode ke dalam suatu sistem

tertentu, dalam hal ini peneliti menggunakan komputer dari program

microsoft excel ke program SPSS versi 16.0.

7. Cleansing
Peneliti memastikan bahwa seluruh data yang dimasukkan ke dalam

program pengolah data sudah sesuai dengan sebenarnya atau untuk

mencari ada kesalahan atau tidak pada data yang sudah di entry.

I. Analisis Data

Data yang sudah di cleansing kemudian dilakukan analisis secara bertahap

sesuai tujuan penelitian, meliputi :

1. Analisis univariat

Peneliti melakukan analisa yang menggambarkan setiap variabel

(variabel independen dan variabel dependen) dengan menggunakan

proporsi, sehingga tergambar variabel yang diteliti. Analisis univariat

dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan :

a. Penggunaan gadget pada remaja di SMK Negeri 1 Salatiga.

b. Obesitas pada remaja di SMK Negeri 1 Salatiga.

Analisis data dinyatakan dalam bentuk distribusi frekuensi dan

persentase kemudian dianalisis secara univariat untuk

menggambarkan.

Untuk memperoleh presentase (P) dihitung dengan rumus :

X
𝑃= × 100%
N

Keterangan : N : Jumlah skor total


P : Presentase

X : Jumlah skor yang didapat

2. Analisis bivariat

Analisis bivariat yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga

berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2010). Analisis bivariat

dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan hubungan

penggunaan gadget dengan obesitas pada remaja di SMK Negeri 1

Salatiga yang diolah dengan menggunakan program pengolahan data

Statistikal Product and Service Solutions (SPSS) versi 16.0.

Menurut Dahlan (2014) untuk menentukan atau memilih uji hipotesis

korelatif bergantung kepada beberapa hal, yaitu :

a. Hipotesis korelatif wajib digunakan bila variabel yang

dihubungkan adalah variabel numerik dan numerik. Uji korelasi

yang digunakan adalah pearson bila salah satu variabel

berdistribusi normal. Jika sebaran data tidak normal maka

dilakukan transformasi data. Jika hasil transformasi tidak normal

maka digunakan uji Rank Spearman.

b. Untuk masalah lainnya (hubungan kategorik-kategorik dan

kategorik- numerik), secara statistik dapat digunakan hipotesis

korelatif maupun komparatif.


Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Chi Square yaitu uji

yang digunakan untuk menguji perbedaan proporsi/ persentase antara

beberapa kelompok data. Dilihat dari segi datanya, uji Chi Square dapat

digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel kategorik dengan

variabel kategorik.

Rumus Chi Square yang digunakan :

(fo − fh)²
𝑥² = ∑
fh

Keterangan :

x2 : Chi quadrat

fo : frekuensi yang diobservasi

fh : frekuensi yang diharapkan

Hasil dikatakan ada hubungan bila nilai p value ≤ 0,05. Bila hasil uji Chi

Square didapatkan hasil nilai p value > 0,05 maka tidak ada hubungan.
Daftar Pustaka

Dahlan S. (2014). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan : deskriptif, bivariat,


dan multivariat, dilengkapi aplikasi menggunakan SPSS, 6ed, Epidemiologi
Indonesia. Jakarta : Salemba Medika

Notoatmodjo. (2010). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Nursalam. (2008). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu


keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung :


Alfabeta