Anda di halaman 1dari 2

SOAL II.A No.

2 Ringkasan Jurnal Dalam Satu Pragraf

Jurnal Nasional
Judul Penelitian: Reabilitas Daya Dukung Pondasi Tiang Bor Berdasarkan Formula
Reese & Wright dan Usulan Load Resistance Factor Design dalam Perencanaan Pondasi
Tiang Bor Studi Kasus Proyek Jakarta.
Pada perencanaan pondasi dari segi pembebanan menganggap karakter beban memiliki
kesamaan sehingga perencanaan pondasi menggunakan angka faktor yang umum digunakan.
Sebenarnya karakteristik beban dapat berbeda-beda tergantung dari segi umur bangunan,
semakin lama bangunan tersebut maka beban yang diterima oleh bangunan akan menerima
beban yang lebih besar. Studi terdahulu meneliti terhadap daya dukung pondasi tiang
pancang dengan menggunakan metode First Order Reliability Method (FORM) (Afologan,
Opeyemi,2008) dan metode Load Resistance Factor Design (McVay et.al, 2000). Maka dari
itu dibutuhkan penelitian tentang angka keamanan yang lebih dapat dipercaya dalam
perencanaan pondasi berdasarkan tingkat resiko yang diinginkan. Tujuan dari
penelitianTahapan penelitian yang harus dilakukan adalah mencari data formula standar
perhitungan perencanaan pondasi di Jakarta dan didapatkan formula yang digunakan adalah
Reese dan O’Neil (1988) serta Reese dan Wright (1977), selanjutnya untuk menentukan
Safety Index dibantu menggunakan Advance First Order Reliability Method, dan untuk
mendapatkan multi angka keamanan berdasarkan umur bangunan dan asumsi distribusi
beban digunakan Load Resistance Factor Design (LRFD). Setelah didapatkan multi angka
keamanan berdasarkan data perencanaan pondasi yang sudah ada dilakukan peninjauan
perencanaan pondasi dengan menggunakan metode Advance First Order Reliability, apakah
sudah memenuhi kriteria perencanaan dan dapat diterimanya angka safety index yang
didapatkan. Topik-topik kajian pustaka dan variabel yang didapatkan yaitu : Safety Index,
Advance First Order Reliability Method, Load Resistance Factor Design (LRFD), Metode
Reese dan Wright, Allowable Stress Design (ASD), First Order Reliability Method (FORM).
Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil penelitian yaitu safety index sebesar 2.68 dengan
analisis statistika dengan menggunakan Advance First Order Reliability Method, dapat
diartikan bahwa perencanaan selama ini yang dilakukan sangat konservatif ( bersikap
mempertahankan keadaan) dengan menggunakan angka kemanaan 2,5 atau 3 yang umum
digunakan.
Jurnal Internasional
Judul Penelitian: Stabilization Of Residual Soil With Rick Husk Ash And Cement
Penggunaan abu sekam padi dipilih sebagai alternative untuk menstabilkan tanah, pemilihan
penggunaan abu sekam padi dikarena biaya yang dibutuhkan lebih rendah dika dibandingkan
penggunaan semen. Penggunaan abu sekam padi memungkinkan meningkatkan sifat-sifat
tanah. Beberapa penelitian terdahulu sudah dilakukan yaitu tentang stabilitas tanah dengan
limbah industri kapur (Kamon dan Nontananandh) dan hasil pembakaran limbah zaitun
(Attom dan Al-Sharif). Maka dari itu dibutuhkan penelitian untuk mendapatkan bahan
alternatif sebagai menstabilkan tanah dengan biaya yang lebih rendah. Tujuan dari penelitian
ini untuk menguji potensi hasil pertanian seperti abu sekam padi sebagai bahan menstabilkan
tanah dan mengetahui efek pada konsitensi kepadatan dan kekuatan tanah. Tahap penelitian
yang dilakukan adalah Pengujian Batas – Batas Atterberg, Pengujian Compaction, Pengujian
Unconfined Compressive Strength (UCS) dan Durability, Pengujian California Bearing
Ratio (CBR), Pengujian X – Ray diffraction dan SEM untuk mengetahu struktur anah secara
lebih detail. Topik – topik kajian pustaka dan variabel yang didapatkan adalah Abu Sekam
Padi (Rice Husk Ash), Cement, California Bearing Ratio (CBR), Unconfined Compressive
Strength (UCS) dan Durabily, Batas – Batas Atterberg, Compaction (Pemadatan),
Stabilization, Residual Soil, dan X – Ray diffraction dan SEM. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan dengan tahapan pengujian tersebut didapatkan hasil dari penggunaan semen dan
abu sekam padi dapat mengurangi plastisitas tanah residual dan meningkatkan nilai OMC,
test UCS, dan nilai CBR tanah. Dengan nilai maksimal CBR yang dicapai yaitu sebesar
sebesar 60% dengan kombinasi 4% semen dan 5% abu sekam padi. Dan persentase campuran
semen dan abu sekam padi dengan jumlah optimal yaitu 6-8% semen dan 15-20% abu sekam
padi untuk memperbaiki sifat- sifat tanah.