Anda di halaman 1dari 57

2017

FUNGSIONALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR


41 TAHUN 1999 TENTANG KEHUTANAN
TERHADAP KASUS TINDAK PIDANA
PEMBAKARAN HUTAN GUNUNG RINJANI

LBH REFORM
[Type the company name]
12/12/2017
IDENTITAS TERDAKWA :

Nama Lengkap : RAMIAH ALS. INAQ SATI ALIAS INAQ RAME


Tempat Lahir : Sakra
Umur/Tanggal Lahir : 56 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Dusun Tibu Borok, Desa Padak Goar, Kecamatan
Sambelia, Kabupaten Lombok Timur
Agama : Islam
Pekerjaan : Tani
Pendidikan : -

Nama Lengkap : SEHABUDIN


Tempat Lahir :Tibu Borok
Umur/Tanggal Lahir : 32 Tahun/03 1984
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Dusun Padak Utara, Desa Padak Goar, Kecamatan
Sambelia, Kabupaten Lombok Timur
Agama : Islam
Pekerjaan : Tani
Pendidikan :-

Nama Lengkap : BAIQ ASIAH


Tempat Lahir : Sakra
Umur/Tanggal Lahir : 53 Tahun/1963
Jenis Kelamin : Perempuan
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Dusun Tibu Borok, Desa Padak Goar, kecamamtan
Sambelia, Kabupaten Lombok Timur
Agama : Islam
Pekerjaan : Tani
Pendidikan : -

Nama Lengkap : SUMARDI ALS. BAPAK SRI


Tempat Lahir : Lumajang
Umur/Tanggal Lahir :44 Tahun/12 Desember 1972
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat Tinggal : Dusun Tibu Borok, Desa Padak Goar, Kecamatan
Sambelia, Kabupaten Lombok Timur
Agama : Islam
Pekerjaan : Tani
Pendidikan : -
Mereka para terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME
bersama dengan terdakwa II SEHABUDIN, terdakwa III. BAIQ ASIAH dan
terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SRI pada hari Rabu tanggal 30 Nopember
2016 sekitar pukul 10.00 Wita atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu Lain
dalam Tahun 2016, bertempat di dalam Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP)
Kelompok Hutan Gunung Rinjani wilayah Kecamalan Sambelia Kabupaten
Lombok Timur tepatnya di Blok Tibo Borok Desa Padak Guar. KecamaTan
Sambelia, Kabupaten Lombok Timur atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat
tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Selong.
yang melakuklm perbuatan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta
melakukan perbuatan, dengan sengaja membakar hutan.

Perbuatan mereka terdakwa tersebut diatas awalnya para Terdakwa yang


merupakan penduduk yang tinggal di dekat dengan Kawasan Hutan Produksi
Tetap (HP) Kelompok Hutan Gunung Rinjani wilayah Kecamatan Sambelia
Kabupaten Lombok Timur tepatnya di Blok Tibo Borok Desa Padak Guar,
Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur merasa tidak suka dengan
Keberadaan PT. Sadhana Arifnusa yang memiliki Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil
Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHK-HTI) di dalam kawasan
Hutan Produksi tetap yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

Kemudian pada waktu dan tempat tersebut diatas, terdakwa I. RAMIAH


ALS. INAQ SA'I'I ALS. INAQ RAME bersama dengan terdakwa II.
SEHABUDIN yang merupakan anak dari terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ
SATI ALS. INAQ RAME pergi menuju kawasan Hutan Produksi Tetap (HP)
Kelompok Hutan Gunung Rinjani wilayah Kecamatan Sambelia Blok Tibo Borok
dimana di ketahui oleh mereka disana kawasan pemanfaatan dari PT. Sadhana
Arifnusa dengan membawa peralatan berupa sebuah korek api untuk menyalakan
api dan sebilah bambu runcing untuk menjalarkan api mereka bermaksud
melakukan pembakaran lahan dimana nantinya di lahan tersebut akan mereka
gunakan untuk bercocok tanam. Sesampainya di kawasan blok Tibo Borok
tepatnya di sebuah Gazebo (berugak) milik PT. Sadhana Arifnusa mereka bertemu
dengan terdakwa III. BAIQ ASIAH yang telah membawa sebuah korek dan
sebilah bambu runcing dan terdakwa IV. SUMARDI ALS. BAPAK SRI yang
membawa korek dan sebuah sabit dengan memiliki maksud yang sama dengan
terdakwa I RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME dan terdakwa II.
SEHABUDIN Karena telah saling mengenal dan memiliki maksud yang sama
mereka para terdakwa kemudian bersama-sama membagi tugas untuk mulai
melakukan pembakaran.

kemudian para terdakwa masing-masing pergi ke tempat berbeda untuk


membuat tiitik-titik api. Seianjutnya terdakwa I pergi dengan terdakwa II
mengumpulkan ranting dan sisa -sisa tebangan kemudian membakarnya dan
menggunakan bambu untuk menjalarkan api tersebut ke sekitar titik dan
berpindah ke titik yang lain sementara terdakwa III dan terdakwa IV bergerak ke
tempat yang berbeda dan membuat titik api sendiri sendiri dengan cara yang
sama.

Akibat dari perbuatan para terdakwa, mengakibatkan kebakaran hutan di


dalam Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) Kelompok Hutan Gunung Rinjani
wilayah kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur seluas kurang lebih 30
(tiga puluh) Ha. Dimana 25 (dua puluh lima) Ha telah ditanami oleh PT. Sadhana
Arifnusa.

Perbuatan mereka terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam


Pasal 78 Ayat (3) Jo. Pasal 50 Ayat (3) huruf d UU R1 No.41 Tahun 1999
Tentang Kehutanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke1 KUHP. Fakta-fakta yang terungkap
dalam pemeriksaan di persidangan secara berturut-turut berupa keterangan Saksi-
Saksi, petunjuk, keterangan Terdakwa dan barang bukti sebagai berikut:
A. KETERANGAN SAKSI
1. Saksi ASMIATI
Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada pokoknya
sebagai berikut:

a) Bahwa benar saksi diperiksa atau didengar keterangannya dalam


keadaan sehat jasmani maupun rohani dan bersedia diperiksa serta
akan memberikan keterangan yang sebenar benarnya.

b) Bahwa benar Saksi akan menerangkan sehubungan dengan adanya


para terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan
Tanaman lndustri (HTl) Blok Tibo Borok pada hari Rabu tanggal 30
Nopember 2016, sekitar Pukul 10.00 Wita benempat di dalam
kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Blok Tibo Borok, Ds. Padak
Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur.

c) Bahwa benar saksi pada Saat kejadian pembakaran hutan tersebut


saksi berada di lokasi pembakaran tersebut sedang melakukan tugas
pengontrolan tenaga kerja dan melihat langsung kejadian tersebut.

d) Bahwa benar saksi awalnya mendapatkan isu dari masyarakat kalau


mau ada pembakaran hutan sehingga saksi naik ke kawasan hutan
pada saat kejadian;

e) Bahwa benar saksi melihat kalau di sepeda motor ada tergantung


minyak tanah yang akan digunakan untuk membakar;

f) Bahwa saksi bekerja pada PT. Sadhana Arif Nusa yang berkantor di
Jln. Raya Montong Baan, No,234, Kec. Sikur, Kab. Lombok Timur
sebagai Supervisor Tanaman di Kawasan HTI Tibo Borok
sebagaimana Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Station
Manager PT. Sadhana Arifnusa Nomor: l6/SK-SAN-0001, tanggal 01
Setember 2016 dan PT. Sadhana Arif Nusa mempekerjakan saksi
sebagai Supervisor Tanaman di Kawasan HTI Tibo Borok
dikarenakan PT. Sadhana Arifnusa adalah Pemegang Ijin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu sebagaiamnan Keputusan Menteri
Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.256/Menhut-II/2011,
tentang Pemberian Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada
Hutan Tanaman Industri (IUPHHIQ HTI) kepada PT. Sadhana
Arifnusa atas Areal Hutan Produksi Seluas + 3.810 (tiga ribu delapan
ratus sepuluh) Hektar di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten
Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa
Tenggara Barat.

g) Bahwa Yang Saksi lihat melakukan pembakaran di Blok Tibu Borok,


Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur yajtu terdakwa I
RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ RAME, terdakwa II
SAHABUDIN, terdakwa III BAIQ ASIAH, terdakwa IV SUMARDI
Als BAPAK SRI.

h) Bahwa benar saksi melihat para terdakwa melakukan pembakaran


dengan cara menyulutkan api ke rumput aiang-alang yang telah kering
yang ada di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Blok Tibo
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur,
selanjutnya para terdakwa kembali menumpukkan ranting-ranting
pohon ke api yang telah menyala tersebut.

i) Bahwa benar para terdakwa tersebut membakar rumput alang-alang,


ranting sisa penebangan dan tanaman Akasia Auri dan Tanaman Ecam
yang baru ditanam oleh PT. Sadhana Arifnusa..

j) Bahwa benar Luas Wilayah kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)


Blok Tibo Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok
Timur yang terbakar pada hari Rabu, tanggal 30 Nopember 2016
tersebut sekitar 30 Ha (tiga puluh hektar), yang mana diantara 30 Ha
(tiga puluh hektar), yang sudah ada tanamannya seluas sekitar 25 Ha
(dua puluh Iima).
k) Bahwa saat itu para terdakwa melakukan pembakaran di tempat yang
berbeda di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok
Tersebut yang mana terdakwa I RAMlAH AIS INAQ SATI Als INAQ
RAME, terdakwa II SEHABUDIN dan terdakwa IV SUMARDI Als
BAPAK SRI menyalakan api di dalam Sub Petak TB3.1 Hutan
Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok, yang mana saat itu terdakwa I
RAMIAH Als. INAQ SATI Als INAQ RAME, terdakwa II
SEHABUDIN dan terdakwa IV SUMARDI Als BAPAK SRI
membakar ranting kering yang telah ditumpukkan. Setelah menyala
selanjutnya lokasi tersebut ditinggalkan dengan kondisi api tetap
menyala. Selanjutnya terdakwa I RAMIAH Als INAQ SATI Als
INAQ RAME, terdakwa III BAIQ ASlAH, terdakwa IV SUMARDI
Als BAPAK SRI dan banyak lagi masyarakat yang saya tidak kenali
bergerak menuju Sub Petak TB9.1. Saat itu saya melihat terdakwa IV
SUMARD1 A15 BAPAK SRI menyalakan api dan membakar rumput
alang-alang yang dilokasi tersebut sementara terdakwa I RAMIAH
Als INAQ SATI Als INAQ RAME dan terdakwa III BAIQ ASIAH
membantu menjalarkan api yang telah menyala tersebut menggunakan
potongan bambu yang dibawanya. Selanjutnya para terdakwa
meninggalkan lokasi tersebut dan membiarkan api menyala semakin
meluas. Melihat akan hal tersebut saksi meminta kepada Scurity
Sadhana untuk mematikan api tersebut secara manual sementara saksi
mengikuti pergerakan para terdakwa yang terus bergerak melakukan
pembakaran di Sub Petak TBl.4, Sub Petak TB9.2 dan sub petak
Iainnya.

l) Bahwa benar saksi mengikuti pergerakan para terdakwa dipinggir


jalan, tepatnya di Sub Petak 13.4 .

m) Bahwa saksi tidak melihat secara pasti alat apa yang digunakan
sebagai sumber api untuk membakar di dalam Kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok tersebut yang jelas saksi melihat
saat itu adalah terdakwa I RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ
RAME, terdakwa II SEHABUDIN, terdakwa III BAIQ ASIAH,
terdakwa IV SUMARDI AIS BAPAK SRI menjalarkan api yang telah
menyala saat itu, yang mana alat yang digunakan oleh para terdakwa
Untuk menjalarkan api tersebut adalah bambu sepanjang sekitar 1,5 m
(satu setengah meter);

n) Bahwa Saat saksi baru datang ke lokasi tersebut. Lahan yang telah
terbakar baru sekitar 30 (tiga puluh) are namun pembakaran tersebut
terus berlanjut hingga luas lahan yang terbakar mencapai 30 (tiga
puluh) Hektar:

o) Bahwa para terdakwa melakukan hal tersebut sebagai bentuk


penolakan atas PT. Sadhana Arifnusa yang memanfaatkan Hutan
Tanaman Industri (HTI) Blok Tibu Borok;

p) Bahwa Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok yang


terdapat bekas pembakarannya ada di wilayah 1 Sub Petak TB3.1 dan
Sub Petak 1.4, Wilayah 2 Sub Petak TB9.1, TB9.2, TB13.4, TB13.5
dan TBl3. Sementara Wilayah 3 Petak TB8.4, dan yang saya lihat
secara langsung adalah pembakaran yang dilakukan oleh terdakwa 1
RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ RAME, terdakwa II
SEHABUDIN, terdakwa III BAIQ ASIAH dan terdakwa IV
SUMARDI Als BAPAK SR] di Kawasan Hutan Tanaman Industri
(HTI) Tibu Borok wilayah 1 Sub Petak TB3.1 dan Wilayah 2 Sub
Petak 9.1.

q) Bahwa yang terbakar saat itu adalah Pohon Akasia Auri dan Pohon
Bcam yang tertanam pada sekitar 25 Ha (dua puluh lima hektar)
Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok, namun saksi tidak tahu
secara pasti jumlah batang dari Pohon Akasia Auri dan Pohon Ecam
yang terbakar saat itu;
r) Bahwa Pohon Akasia Auri dan Pohon Ecam yang ikut terbakar saat
itu berumur antara ] (satu) sampai 6 (enam) bulan dengan ukuran
tinggi antara 40 cm (empat puluh sentimeter) hingga 70 cm (tujuh
puluh sentimeter);

s) Bahwa Akibat pembakaran yang dilakukan oleh para terdakwa


tersebut adalah matinya tanaman yang ditanam oleh PT. Sadhana
Arifnusa di dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu
Borok serta rusaknya ekosistem yang ada di dalam Kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI);

t) Bahwa para terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan


Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok atas ide serta inisiatif
mereka sendiri dan hal tersebut dilakukan secara sadar serta sengaja
saat itu.

u) Bahwa saksi mengenal barang bukti tersebut yang mana 1 (satu)


potong Bambu Runcing dengan diameter 5 cm dan panjang 150 cm; 1
(satu) potong Bambu Runcing dengan diameter 4 cm dan panjang 173
cm merupakan alat yang masing-masing dibawa oleh terdakwa I
RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ RAME dan terdakwa III BAIQ
ASIAH, Sebilah sabit bergagang kayu dibawa oleh terdakwa IV
SUMARDI Als BAPAK SRI

Atas keterangan Saksi tersebut, oleh terdakwa membenarkan.

2. Saksi KODRI
Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada
pokoknya sebagai berikut:

a) Bahwa benar saksi diperiksa atau didengar keterangannya dalam


keadaan sehat jasmani maupun rohani dan bersedia diperiksa serta
akan memberikan keterangan yang sebenar benarnya.
b) Bahwa benar Saksi akan menerangkan sehubungan dengan adanya
para terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI) Blok Tibo Borok pada hari Rabu tanggal 30
Nopember 2016, sekitar Pukul 10.00 Wita bertempat di dalam
kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Blok Tibo Borok, Ds. Padak
Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur.

c) Bahwa benar saksi pada Saat kejadian pembakaran hutan tersebut


saksi berada di lokasi pembakaran tersebut sedang melakukan tugas
pengontrolan tenaga kerja dan melihat langsung kejadian tersebut.

d) Bahwa benar saksi awalnya mendapatkan isu dari masyarakat kalau


mau ada pembakaran hutan sehingga saksi naik ke kawasan hutan
pada saat kejadian;

e) Bahwa benar saksi melihat kalau di sepeda motor ada tergantung


minyak tanah yang akan digunakan untuk membakar;

f) Bahwa saksi bekerja pada PT. Sadhana Arif Nusa yang berkantor di
Jln. Raya Montong Baan, No,234, Kec. Sikur, Kab. Lombok Timur
sebagai karyawan kontrak di Kawasan HTI Tibo Borok sebagaimana
Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Station Manager PT. Sadhana
Arifnusa Nomor: 16/SK-SAN-000], tanggal 01 Setember 2016 dan
PT. Sadhana Arif Nusa mempekerjakan saksi sebagai Karyawan
Kontrak di Kawasan HTI Tibo Borok dikarenakan PT. Sadhana
Ariii'iusa adalah Pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu
sebagaimana Keputusan Mentri Kehutanan Republik Indonesia
Nomor: SK.256/Menhut-I1/2011, tentang Pemberian Ijin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri
(IUPHHK~ HTI) kepada PT. Sadhana Arifnusa atas Areal Hutan
Produksi Seluas i 3.810 (tia ribu delapan ratus sepuluh) Hektar di
Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah dan
Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat.
g) Bahwa Yang Saksi lihat melakukan pembakaran di Blok Tibu Borok,
Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur yaitu terdakwa I
RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ RAME, terdakwa II
SEHABUDIN,terdakwa III BAIQ ASIAH, terdakwa IV SUMARDI
Als BAPAK SRI.

h) Bahwa benar saksi melihat terdakwa para melakukan pembakaran


dengan cara menyulutkan api ke rumput alang-alang yang telah kering
yang ada di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Blok Tibo
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur,
selanjutnya para terdakwa kembali menumpukkan ranting-ranting
pohon ke api yang telah menyala tersebut.

i) Bahwa benar para terdakwa tersebut membakar rumput alang-alang,


ranting sisa penebangan dan tanaman Akasia Auri dan Tanaman Ecam
yang baru ditanam oleh PT. Sadhana Arifnusa.

j) Bahwa benar Luas Wilayah kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)


Blok Tibo Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok
Timur yang terbakar pada hari Rabu, tanggal 30 Nopember 2016
tersebut sekitar 30 Ha (tiga puluh hektar), yangmana diantara 30 Ha
(tiga puluh hektar), yang sudah ada tanamannya seluas sekitar 25 Ha
(dua puluh lima).

k) Bahwa saat itu para terdakwa melakukan pembakaran di tempat yang


berbeda di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok
Tersebut yang mana terdakwa I RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ
RAME, terdakwa II SEHABUDIN dan terdakwa IV SUMARDI Als
BAPAK SRI menyalakan api di dalam Sub Petak TB3.1 Hutan
Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok, yang mana saat itu terdakwa I
RAMIAH Als. INAQ SATI Als INAQ RAME, terdakwa II
SAHABUDIN dan terdakwa IV SUMARDI Als BAPAK SRI
membakar ranting kering yang telah ditumpukkan. Setelah menyala
selanjutnya lokasi tersebut ditinggalkan dengan kondisi api tetap
menyala. Selanjutnya terdakwaI RAMIAH Als INAQ SATI Als
INAQ RAME, terdakwa III BAIQ ASIAH, terdakwa IV SUMARDI
Als BAPAK SRI dan banyak lagi masyarakat yang saya tidak kenali
bergerak menuju Sub Petak TB9.1. Saat itu saya melihat terdakwa 1V
SUMARDI Als BAPAK SRI menyalakan api dan membakar rumput
alang-alang yang dilokasi tersebut sementara terdakwa I RAMIAH
Als INAQ SATI Als INAQ RAME dan terdakwa III BAIQ ASIAH
membantu menjalarkan api yang telah menyala tersebut menggunakan
potongan bambu yang dibawanya. Selanjutnya para terdakwa
meninggalkan lokasi tersebut dan membiarkan api menyala semakin
meluas. Melihat akan hal tersebut saksi meminta kepada Scurity
Sadhana untuk mematikan api tersebut secara manual sementara saksi
mengikuti pergerakan para terdakwa yang terus bergerak melakukan
pembakaran di Sub Petak TB1.4, Sub Petak TB9.2 dan sub petak
lainnya.

l) Bahwa benar saksi mengikuti pergerakan para terdakwa dipinggir


jalan, tepatnya di Sub Petak 13.4.

m) Bahwa saksi tidak melihat secara pasti alat apa yang digunakan
sebagai sumber api untuk membakar di dalam Kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok tersebut yang jelas saksi melihat
saat itu adalah terdakwa I RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ
RAME, terdakwa II SEHABUDIN, terdakwa III BAIQ ASIAH,
terdakwa IV SUMARDI Als BAPAK SR1 menjalarkan api yang telah
menyala saat itu, yangmana alat yang digunakan oleh para terdakwa
untuk menjalarkan api tersebut adalah bambu sepanjang sekitar 1,5 m
(satu setengah meter);

n) Bahwa Saat saksi baru datang ke lokasi tersebut. Lahan yang telah
terbakar baru sekitar 30 (tiga puluh) are namun pembakaran tersebut
terus berlanjut hingga luas lahan yang terbakar mencapai 30 (tiga
puluh) Hektar;

o) Bahwa para terdakwa melakukan hal tersebut sebagai bentuk


penolakan atas PT Sadhana Arifnusa yang memanfaatkan Hutan
Tanaman Industri (HTI) Blok Tibu Borok;

p) Bahwa Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok yang


terdapat bekas pembakarannya ada di wilayah 1 Sub Petak TB3.1 dan
Sub Petak 1.4, Wilayah 2 Sub Petak TB9-1, T3927 T3134, 11313.5
dan TBl3. Sementara Wilayah 3 Petak T1384, dan yang saya lihat
56%” langsung adalah pembakaran yang dilakukan oleh terdakwa I
RAMIAH Als INAQ SATI A15 INAQ RAME, terdakwa II
SEHABUDIN, terdakwa III BAIQ ASIAH dan terdakwa IV
SUMARDI Als BAPAK SRI di Kawasan Hutan Tanaman Industri
(HTI) Tibu BOI‘Ok wilayah 1 Sub Petak TB3.1 dan Wilayah 2 Sub
Petak 9.1.

q) Bahwa yang terbakar saat itu adalah Pohon Akasia Auri dan Pohon
Ecam yang tertanam pada sekitar 25 Ha (dua puluh lima hektar) Hutan
Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok, namun saksi tidak tahu secara
pasti jumlah batang dari Pohon Akasia Auri dan Pohon Ecam yang
terbakar saat itu;

r) Bahwa Pohon Akasia Auri dan Pohon Ecam yang ikut terbakar saat
itu berumur antara 1 (satu) sampai 6 (enam) bulan dengan ukuran
tinggi antara 40 cm (empat puluh sentimeter) hingga 70 cm (tujuh
puluh sentimeter);

s) Bahwa Akibat pembakaran yang dilakukan oleh para terdakwa


tersebut adalah matinya tanaman yang ditanam oleh PT. Sadhana
Arifnusa di dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu
Borok serta rusaknya ekosistem yang ada di dalam Kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI);
t) Bahwa para terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan
Hutan Tanaman Industri (HTI) Tibu Borok atas ide serta inisiatif
mereka sendiri dan hal tersebut dilakukan secara sadar sorta sengaja
saat itu.

u) Bahwa saksi mengenal barang bukti tersebut yangmana 1 (satu)


potong Bambu Runcing dengan diameter 5 cm dan panjang 150 cm; 1
(satu) potong Bambu Runcing dengan diameter 4 cm dan panjang 173
cm merupakan alat yang masing-masing dibawa oleh terdakwa I
RAMIAH Als INAQ SATI Als INAQ RAME dan terdakwa 111
BAIQ ASIAH, Sebilah sabit bergagang kayu dibawa oleh terdakwa IV
SUMARDI Als BAPAK SRI.

Atas keterangan Saksi tersebut, oleh terdakwa membenarkan.

3. Saksi PURNAMA TAO


Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada
pokoknya sebagai berikut:

a) Bahwa benar saksi awalya menerima laporan kalau ada pembakaran


hutan;

b) Bahwa yang melaporkan adanya pembakaran hutan tersebut dari


PT.Sadhana Arifnusa. Bahwa benar saksi menerima laporan itu sekitar
jam 10.00 Wita, kemudian saksi bersama teman anggota Polsek
Sambelia sebanyak 5 orang dan juga ada datang dari POLRES Lotim
datang;

c) Bahwa benar saksi pada saat kejadian berhasil mengamankan


masyarakat yang ada di tempat kejadian sekitar kurang lebih 35 orang;

d) Bahwa benar saksi pada saat datang ke kawasan hutan api sudah
menyala dan asapnya sudah pool;
e) Bahwa benar saksi melihat ada 14 sepeda motor yang parkir dibawah
kawasan hutan;

f) Bahwa benar saksi melihat terdakwa I RAMIAH Als. INAQ RAME


membawa bambu runcing, Terdakwa III BAIQ ASIAH membawa
bambu runcing, terdakwa II SAHABUDIN.terdakwa 1V SUMARDI
Als. BAPAK SR1 membawa sabit;

g) Bahwa benar Saksi telah mengamankan para terdakwa yang melakukan


pembakaran Hutan tersebut pada hari Rabu tanggal 3O Nopember
2016, sekitar pukul 13.00 Wita yang bertempat di dalam kawasan
Hutan Tanaman Industri (HTI) Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur .

h) Bahwa yang telah Saksi amankan karena telah melakukan pembakaran


di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur saat itu adalah terdakwa I RAMIAH Als. INAQ
RAME, Terdakwa III BAIQ ASIAH, terdakwa II
SAHABUDIN,terdakwa IV SUMARDI Als. BAPAK SRI.

i) Bahwa pada saat saksi amankan para terdakwa tersebut sedang berjalan
menuju Pos yang ada dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)
yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur yang mana saat itu ada yang membawa
parang, bambu runcing serta korek api.

j) Bahwa benar saksi mengamankan para terdakwa karena telah


melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri
yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur.

k) Bahwa pada saat kejadian saksi sedang berada di Pos yang ada di dalam
Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur yangmana
saat itu saksi sedang melakukan pengamanan di sana namun saksi tidak
melihat mereka melakukan pembakaran.

l) Bahwa saksi mengetahui para terdakwa melakukan pembakaran di


dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur saat itu karena para terdakwa sendiri yang mengakui
bahwa telah melakukan pembakaran di sana.

m) Bahwa benar saksi melihat para terdakwa melakukan pembakaran dari


blok atas dulu kemudian ke bawah;

n) Bahwa benar saksi melihat para terdakwa melakukan pembakaran dari


bIok atas dulu kemudian ke bawah; . Bahwa para terdakwa melakukan
pembakaran di dalam kawasan hutan tersebut sebagai bentuk
penolakan dari para terdakwa kepada PT.Sadhana Arifnusa karena para
terdakwa mau bercocok tanam dalam kawasan hutan tersebut;

o) Bahwa sebelum di bakar keadaan kawasan Hutan Tanaman Industri


(HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar,
Kec. SambeIia, Kab. Lombok Timur tersebut adalah miiik Negara
Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di Iakukan oleh PT. Sadhana
Arifnusa Lendang Tengak, Dsn. Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok,
Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dalam keadaan
tertanam dengan pohon akasia serta banyak pohon Iainnya serta rumput
sedangkan setelah di bakar pohon aksia, pohon lainya serta rumputnya
dalam keadaan terbakar serta banyak asap yang membumbung.

p) Bahwa Pemilik sebenarnya Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)


yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut adalah Negara Republik
Indonesia namun selanjutnya Negara Republik Indonesia memberikan
Izin Pemanfaatan kepada PT. Sadhana Arifnusa.
q) Bahwa saksi dapat menjelaskan PT. Sadhana Arifnusa dapat melakukan
kegiatan pemanfaatatan Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang
ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Kehutanan Republik Indonesia Nomor: SK.256/Menhut-II/201 1,
tanggal 12 Mei 2011, tentang Pemberian Izin Usaha Pemanfaatan Hasil
hutan kayu pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHK~ HTI) kepada PT.
Sadhana Arifnusa atas areal Hutan Produksi seIuas i 3.810 (tiga ribu
delapan ratus sepuluh) Hektar di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten
Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa
Tenggara Barat.

r) Bahwa maksud serta tujuan para terdakwa melakukan pembakaran di


dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur adalah bentuk Penolakan terhadap keberadaan PT.
Sadhana Arifnusa.

s) Bahwa sebelumnya sejumlah orang tersebut tidak pemah meminta ijin


kepada PT. Sadhana Arifnusa untuk melakukan pembakaran di dalam
kawasan Hutan tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak,
Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok
Timur.

t) Bahwa setelah melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan


Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur lokasi
tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh para terdakwa sebagai tempat
bercocok tanam.

u) Bahwa dengan adanya para terdakwa melakukan pembakaran di dalam


kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak,
Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur
tersebut mengakibatkan matinya hewan serta tumbuhan dan juga
terjadinya polusi udara akibat asap yang di timbulkan.

v) Bahwa pada awalnya pada hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016,


sekitar pukul 10.00 Wita saksi mendapat informasi bahwa di Kawasan
hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur ada
kejadiar. pembakaran.

w) Bahwa benar para terdakwa mengetahui bahwa melakukan pembakaran


di dalam Kawasan Hutan merupakan pelanggaran hukum yang berlaku
di Negara Republik Indonesia dan saksi juga sebelumnya sudah
menghimbau kepada mereka agar tidak melakukan pembakaran di
dalam kawasan Hutan Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak,
Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok
Timur.

x) Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang di tunjukkan didepan


persidangan berupa 3 (tiga) buah korek api Gas, 2 (dua) potong Bambu
runcing, sebilah parang dan sebilah sabit tersebut merupakan barang
bukti yang saksi amankan pada saat kejadian.

Atas keterangan Saksi tersebut, terdakwa membenarkan.

4. Saksi ANDI SEPUJI SUMANTRI SEHARJO


Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada pokoknya
sebagai berikut:

a) Bahwa benar saksi awalya menerima laporan kalau ada pembakaran


hutan;

b) Bahwa yang melaporkan adanya pembakaran hutan tersebut dari


PT.Sadhana Arifnusa. ' Bahwa benar saksi menerima laporan itu
sekitar jam 10.00 Wita, kemudian saksi bersama teman anggota
Polsek Sambelia sebanyak 5 orang dan juga ada datang dari POLRES
Lotim datang;

c) Bahwa benar saksi pada saat kejadian berhasil mengamankan


masyarakat yang ada di tempat kejadian sekitar kurang lebih 35 orang;

d) Bahwa benar saksi pada saat datang kc kawasan hutan api sudah
menyala dan asapnya sudah pool;

e) Bahwa benar saksi melihat ada 14 sepeda motor yang parkir dibawah
kawasan hutan;

f) Bahwa benar saksi melihat terdakwa I RAMIAH Als. INAQ RAME


membawa bambu runcing, Terdakwa III BAIQ ASIAH membawa
bambu runcing, terdakwa II SAHABUDIN.terdakwa 1V SUMARDI
Als. BAPAK SR1 membawa sabit;

g) Bahwa benar Saksi telah mengamankan para terdakwa yang


melakukan pembakaran Hutan tersebut pada hari Rabu tanggal 3O
Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita yang bertempat di dalam
kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur .

h) Bahwa yang telah Saksi amankan karena telah melakukan pembakaran


di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di
Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia,
Kab. Lombok Timur saat itu adalah terdakwa I RAMIAH Als. INAQ
RAME, Terdakwa III BAIQ ASIAH, terdakwa II
SAHABUDIN,terdakwa IV SUMARDI Als. BAPAK SRI.

i) Bahwa pada saat saksi amankan para terdakwa tersebut sedang


berjalan menuju Pos yang ada dalam Kawasan Hutan Tanaman
Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur yang mana saat itu
ada yang membawa parang, bambu runcing serta korek api.

j) Bahwa benar saksi mengamankan para terdakwa karena telah


melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri
yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur.

k) Bahwa pada saat kejadian saksi sedang berada di Pos yang ada di
dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) Lendang Tengak, Dsn.
Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur
yangmana saat itu saksi sedang melakukan pengamanan di sana
namun saksi tidak melihat mereka melakukan pembakaran.

l) Bahwa saksi mengetahui para terdakwa melakukan pembakaran di


dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur saat itu karena para terdakwa sendiri yang mengakui
bahwa telah melakukan pembakaran di sana.

m) Bahwa benar saksi melihat para terdakwa melakukan pembakaran dari


bIok atas dulu kemudian ke bawah; . Bahwa para terdakwa melakukan
pembakaran di dalam kawasan hutan tersebut sebagai bentuk
penolakan dari para terdakwa kepada PT.Sadhana Arifnusa karena
para terdakwa mau bercocok tanam dalam kawasan hutan tersebut;

n) Bahwa sebelum di bakar keadaan kawasan Hutan Tanaman Industri


(HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak
Guar, Kec. SambeIia, Kab. Lombok Timur tersebut adalah miiik
Negara Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di Iakukan oleh PT.
Sadhana Arifnusa Lendang Tengak, Dsn. Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dalam
keadaan tertanam dengan poho akasia serta banyak pohon Iainnya
serta rumput sedangkan setelah di bakar pohon aksia, pohon lainya
serta rumputnya dalam keadaan terbakar serta banyak asap yang
membumbung.

o) Bahwa Pemilik sebenarnya Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI)


yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec.
Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut adalah Negara Republik
Indonesia namun selanjutnya Negara Republik Indonesia memberikan
Izin Pemanfaatan kepada PT. Sadhana Arifnusa.

p) Bahwa saksi dapat menjelaskan PT. Sadhana Arifnusa dapat


melakukan kegiatan pemanfaatatan Kawasan Hutan Tanaman Industri
(HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak
Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor:
SK.256/Menhut-II/201 1, tanggal 12 Mei 2011, tentang Pemberian
Izin Usaha Pemanfaatan Hasil hutan kayu pada Hutan Tanaman
Industri (IUPHHK~ HTI) kepada PT. Sadhana Arifnusa atas areal
Hutan Produksi seIuas i 3.810 (tiga ribu delapan ratus sepuluh) Hektar
di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah dan
Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

q) Bahwa maksud serta tujuan para terdakwa melakukan pembakaran di


dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur adalah bentuk Penolakan terhadap keberadaan PT.
Sadhana Arifnusa.

r) Bahwa sebelumnya sejumlah orang tersebut tidak pemah meminta ijin


kepada PT. Sadhana Arifnusa untuk melakukan pembakaran di dalam
kawasan Hutan tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak,
Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok
Timur.
s) Bahwa setelah melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan
Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur lokasi
tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh para terdakwa sebagai
tempat bercocok tanam.

t) Bahwa dengan adanya para terdakwa melakukan pembakaran di


dalam kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur tersebut mengakibatkan matinya hewan serta
tumbuhan dan juga terjadinya polusi udara akibat asap yang di
timbulkan.

u) Bahwa pada awalnya pada hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016,


sekitar pukul 10.00 Wita saksi mendapat informasi bahwa di Kawasan
hutan Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn.
Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur ada
kejadiar. pembakaran.

v) Bahwa benar para terdakwa mengetahui bahwa melakukan


pembakaran di dalam Kawasan Hutan merupakan pelanggaran hukum
yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan saksi juga
sebelumnya sudah menghimbau kepada mereka agar tidak melakukan
pembakaran di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri yang ada di
Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia,
Kab. Lombok Timur.

w) Bahwa saksi membenarkan barang bukti yang di tunjukkan didepan


persidangan berupa 3 (tiga) buah korek api Gas, 2 (dua) potong
Bambu runcing, sebilah parang dan sebilah sabit tersebut merupakan
barang bukti yang saksi amankan pada saat kejadian.

Atas keterangan Saksi tersebut, terdakwa membenarkan.


5. AHLI SUTIKNO,A.Md
Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada pokoknya
sebagai berikut:

1) Bahwa Ahli bersedia didperiksa dan bersedia memberikan keterangan


sebagai Ahli sesuai keahliannya.

2) Bahwa Ahli sebagai PNS diDinas Kehutanan Provinsi NTB sebagai


Kepala Seksi Perencanaan dan Tata Hutan terhadap seluruh kawasan
hutan Lindung dan Produksi.

3) Bahwa benar ada 30 Hektar kawasan hutan yang dibakar oleh para
terdakwa.

4) Bahwa saksi tahu ada pembakaran hutan dari fhoto yang ditunjukkan
oleh penyidik kepolisian pada saat dimintakan sebagai Ahli.

5) Bahwa dalam kawan hutan tersebut ditanam pohon energi dan pohon
akasia auri yang membutuhkan panen sekitar 5 tahun.

6) Bahwa PT. Sadhana Arifnusa sudah memiliki ijin dari tahun 2011
untuk mengelolan kawasan hutan tersebut.

7) Bahwa perladangan ilegal tidak diperbolehkan;

8) Bahwa sering kali disosialisasikan dengan masyarakat tentang


kawasan hutan namun masyarakat tidak mau diajak kerjasama dengan
PT.Sadhana Arifnusa sehingga masyarakat melakukan pembakaran
sebagai bentuk penolakannya terhadap PT.Sadhana Arifnusa.

9) Bahwa sesuai UU. RI. No. 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan,


berdasarkan Statusnya hutan terbagi menjadi dua yaitu hutan Negara
dan Hutan Hak sementara berdasarkan fungsinya hutan terbagi
menjadi tiga yaitu hutan Konservasi, Hutan Lindung dan Hutan
Produksi.
10) Bahwa dapat saya jelaskan, yang termasuk dalam wilayah pengelolaan
Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman lndustri
(IUPHHK-HTI) di wilayah Kabupaten Lombok Timur yaitu sebagian
luas Kawasan Hutan Produksi Tetap (HP) Kelompok Hutan Gunung
Rinjani Wilayah Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur
seluas 1.881,00 Ha. (seribu delapan ratus delapan puluh satu) Hektar
are.

11) Bahwa dapat AHLI jelaskan, kawasan hutan di sekitar lokasi Padak
Guar, Kecamatan Sambelia berdasarkan penetapan kawasan hutan
Kelompok Hutan Gunung Rinjan’i termasuk dalam fungsi Hutan
Produksi Tetap (HP). '

12) Bahwa yang diberikan izin konsesi Pemanfaatan Kawasan Hutan


Produksi Tetap Tersebut adalah PT. Sadhana Arifnusa berdasarkan
Keputusan Menteri Kehutanan Republik lndonesia Nomor:
SK.256/Menhut-lI/2011, tanggal 12 Mei 2011, tentang Pemberian Ijin
Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri
(IUPHHK-HTI) kepada PT. Sadhana Arifnusa atas Areal Hutan
Produksi Seluas i 3.810 (tiga ribu delapan ratus sepuluh) Hektar di
Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah dan
Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat dan
kawasan tersebut termasuk dalam Kawasan Hutan Produksi.

13) Bahwa kegiatan yang dapat dilakukan oleh PT. Sadhana Arifnusa di
Dalam Kawasan Hutan Produksi tersebut meliputi :

a) Rehabilitasi hutan sesuai dengan kelas perusahaan;

b) Pemeliharaan;

c) Pengamanan;

d) Pembukaan wilayah hutan;


e) Dan pemanenan hasil;

14) Bahwa AHLI menjelaskan, tindakan yang dilakukan 7 (tujuh) orang


melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan jelas jelas tidak
dibenarkan, terlebih aktifitas pembakaran merupakan wilayah izin
Badan Usaha lain dan dapat dikategorikan tindakan sabotase dan
tindakan aparatur penegak hukum menahan para pelaku berdasarkan
ketentuan perundangan dapat dibenarkan sebagai langkah penegakan
hukum.

15) Bahwa AHLI menerangkan pada semua fungsi kawasan hutan dan
pada areal, baik yang sudah dibebani izin maupun yang belum/tidak
dibebani izin dilarang melakukan aktifitas pembakaran hutan dan
lahan sesuai bunyi pasal 50 ayat 3 huruf d UU Nomor 41 Tahun 1999
tentang Kehutanan, bahwa Setiap orang dilarang melakukan
pembakaran lahan.

16) Bahwa aturan yang melarang setiap orang melakukan pembakaran di


dalam kawasan hutan dapat dilihat dalam Pasal 50 ayat (3) Huruf d
UU No. 41 tahun 1999, tentang Kehutanan yang berbunyi, “Setiap
orang dilarang membakar hutan” pelanggaran ini dapat dipidana yang
diatur dalam pasal 78 ayat (3) UU No. 4] tahun 1999, tentang
Kehutanan yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja melanggar
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d,
diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan
denda paling banyak Rp 5. 000. 000. 000, 00 (lima milyar rupiah) ”.

17) Bahwa berdasarkan ketentuan yang ada pada Kementerian


Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak ada satupun aturan yang
dapat membenarkan aktif'ltas pembakaran lahan.

18) Bahwa yang dapat dikategorikan kegiatan pembakaran Kawasan


Hutan yaitu aktivitas persiapan pembukaan Iahan dan pembersihan
lahan melalui pembakaran rating dan seresah hutan yang dikumpulkan
dan kemudian dilakukan pembakaran.

19) Bahwa berdasarkan kronologis tersebut tindakan para tersangka sudah


termasuk dalam kategori melakukan aktivitas membakar hutan dan
lahan dan melakukan tindakan perambahan kawasan hutan serta
bertindak menguasai lahan pada areal yang menjadi tanggung jawab
PT. Sadhana Arifnusa sesuai izin yang diterbilkan oleh Menteri
Kehutanan.

20) Bahwa atas perbuatan terdakwa 1 RAMIAH Als INAQ SAT] Als
INAQ RAME. terdakwa II SEHABUDFN, terdakwa III BAlQ ASIAH
dan terdakwa IV SUMARDI Als BAPAK SRI melakukan
pembakaran hutan berdasarkan bunyi pada pasal 78 ayat (3), “Barang
siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 50 A ya: (3) humfd diancam dengan pidana penjara
paling lama 15 Hima belas) tahun dun denda paling banjmk 5. 000.
000.0000, 00 (lima milyar rupiah)”.

21) Bahwa dampak perbuatan para terdakwa yang melakukan pembakaran


di dalam kawasan Hutan mengakibatkan:

22) Terganggunya aktifnas perencanaan pengelolaan IUP-HHK-HTI PT.


Sadhana Arifnusa;

23) Merehabilitasi ulang;

24) Tertundanya system silvikultur pengelolaan hutan;

25) Mengakibatkan kerugian materi atas kegiatan rehabilitasi yang sudah


berlangsung dan ada potensi kcrugian Negara akibat pembakaran
tersebut;

26) Bahwa AHL1 menjelaskan, tindakan yang harus dilakukan terhadap 7


(tuj uh) orang Terdakwa yang membawa alat alat berupa Bambu
Runcing, SabiL serta bcberapa buah Korek Api Gas yaitu
mengamankan/menyita alat bukti scbagai bukti alat yang telah
digunakan untuk aktivitas.pembakaran.

Atas keterangan Ahli tersebut, dibcnarkan seluruhnya oleh terdakwa.

6. SUMINCAN (Add Charge)


Di bawah sumpah di depan persidangan menerangkan pada
pokoknya sebagai berikut:

1) Bahwa saksi kenal dengan para terdakwa namun tidak memiliki


hubungan keluarga dengannya.

2) Bahwa benar saksi pada hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016, sekitar
pukul 13.00 Wita sedang berada diladang yang saksi;

3) Bahwa benar ladang saksi jaraknya sekitar 6 kilo dengan ladang para.
terdakwa;

4) Bahwa saksi meguasai ladang yang ada di Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dari tahun 2007;

5) Bahwa benar saksi sedang berada ladang pada saat kejadian sedang
membersihkan Iadang karena mau menanam jagung karena sudah
musin hujan.

6) Bahwa saksi dijalan bertemu dengan pak Kapolsek dan Pak Camat;

7) Bahwa benar pada saat kejadian tersebut banyak orang diladang


sekitar 60 orang. 0 Bahwa saksi dari jauh tidak melihat api menjalar.

8) Bahwa benar saksi melihat para terdakwa ada di posko masing-


masing.
9) Bahwa benar pemah dijelaskan kalau nanti akan mau dibagi namun
masyarakat tidak mau diajak ketja sama dengan PT.Sadhana
Arithusa..

10) Bahwa saksi juga di bawa ke Polsek dan Ke Polres.

Atas keterangan saksi tersebut, dibenarkan seluruhnya oleh terdakwa.

B. PETUNJUK

Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 188 KUHAP perbuatan,


kejadiaan atau keadaan yang diperoleh dari keterangan Saksi-Saksi maupun
keterangan terdakwa dalam persidangan, yang karena persesuaiannya, baik antara
yang satu dengan yang lain, maupun dengan tindak pidana itu sendiri,
menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan telah diperoleh persesuaian antara


keterangan para saksi, Ahli dan keterangan para terdakwa sehingga merupakan
suatu petunjuk bahwa benar pada hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016, sekitar
pukul 13.00 Wita yang bertempat di dalam kawasan Hutan Tanaman Industri
(HTI) Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur, telah terjadi tindak pidana yang melakukan perbuatan, yang
menyuruh melakukan dan yang turut serta melalmkan perbuatan dengan sengaja
membakar hutan sesuai Pasal 78 Ayat (3) Jo. Pasal 50 Ayat (3) hurufd UU RI
No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke1 KUHP.
C. KETERANGAN TERDAKWA

1. Terdakwa RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME


Di depan persidangan memberikan keterangan pada pokoknya
sebagai berikut:

1) Bahwa benar terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan


terdakwa telah melakukan pembakaran hutan pada han‘ Rabu tanggal
30 Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di dalam
Kawasan Hutan Tanaman Industn‘ (HTI) yang beralamat di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur.

2) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran karena mau bercocok tanam


lagi setelah terdakwa panen jagung;

3) Bahwa benar terdakwa melakukan pembersihan lahan dengan cara


melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api gas setelah
terdakwa kumpulkan ranting-ranting pohon jagung dan kayu yang
telah ditebang kemudian setelah menyala terdakwajulurkan dengan
bambu yang terdakwa bawa;

4) Bahwa terdakwa menguasai kawasan hutan tersebut mulai tahun 2007


dan terdakwa juga tinggal didalam kawasan hutan tersebut;

5) Bahwa benar terdakwa sehari-harinya bercocok tanam dikawasan


hutan tersebut yang sebelumnya terdakwa menanam jagung dan
karena sekarang mau masuk musim hujan sehingga terdakwa
membersihkan Iahan dengan cara membakar rumput dan ranting
pohon jagung;

6) Bahwa Terdakwa tahu bahwa pemilik sebenamya Kawasan Hutan


Tanaman Industri (HTI) yang berada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut
adalah milik Negara Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di
lakukan oleh PT. Sadhana Arifnusa dan baru dikuasainya sekitar tahun
2016.

7) Bahwa Terdakwa tidak ada memiliki hak sebagian ataupun


keseluruhan untuk dapat membakar ataupun menguasai Hutan
Tanaman lndustri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut.

8) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik dan


masing-masing titik lahan yang dikuasai

9) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengaki Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu bukan atas
seijin dari pejabat yang berwenang atau ijin dari pihak PT. Sadhana
Arifnusa sebelumnya.

10) Bahwa meiakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan Tanaman


Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dengan
menggunakan 1 (satu) buah Korek Api Gas wama putih kombinasi
Merah bertuiiskan Marlboro.

11) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu atas ide
serta inisiatif Terdakwa sendiri dan terdakwa menguasai lahan
didalam kawasan hutan tersebut sekitar 80 Are;

12) Bahwa terdakwa tahu kalau me lakukan pembakaran di dalam


kawasan Hutan tersebut dilarang.

13) Bahwa Terdakwa tinggal didalam kawasan hutan tersebut dan


terdakwa pelihara serta kelola dar kawasan hutan tersebut;
14) Bahwa benar yang tinggal di dalam kawasan hutan tersebut sekitar
600 KK:

2. Terdakwa SEHABUDIN
Di depan persidangan memberikan keterangan pada pokoknya
sebagai berikut:

1) Bahwa benar terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan


terdakwa telah melakukan pembakaran hutan pada hari Rabu tanggal
30 Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di dalam
Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beralamat di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur.

2) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran karena mau bercocok tanam


lagi setelah terdakwa panen jagung; 0 Bahwa terdakwa tinggal dengan
orang tua terdakwa didalam kawasan hutan tersebut.

3) Bahwa benar terdakwa melakukan pembersihan lahan dengan cara


melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api gas setelah
terdakwa kumpulkan ranting-ranting pohon j agung dan kayu yang
telah ditebang kemudian setelah menyala terdakwa julurkan dengan
bambu yang terdakwa bawa;

4) Bahwa terdakwa menguasai kawasan hutan tersebut muiai tahun 2007


dan terdakwa juga tinggal didalam kawasan hutan tersebut;

5) Bahwa benar terdakwa sehari-harinya bercocok tanam dikawasan


hutan tersebut yang sebelumnya terdakwa menanam jagung dan
karena sekarang mau masuk musim hujan sehingga terdakwa
membersihkan lahan dengan cara membakar rumput dan ranting
pohon jagung;
6) Bahwa Terdakwa tahu bahwa pemilik sebenarnya Kawasan Hutan
Tanaman lndustri (HTI) yang berada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut
adalah milik Negara Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di
lakukan oleh PT. Sadhana Arifnusa dan baru dikuasainya sekitar tahun
2016.

7) Bahwa Terdakwa tidak ada memiliki hak sebagian ataupun


keseluruhan untuk dapat membakar ataupun menguasai Hutan
Tanaman lndustri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut.

8) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik.

9) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengaki Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu bukan atas
seijin dari pejabat yang berwenang atau ijin dari pihak PT. Sadhana
Arifnusa sebelumnya.

10) Bahwa meiakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan Tanaman


Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dengan
menggunakan 1 (satu) buah Korek Api Gas wama putih kombinasi
Merah bertuiiskan Marlboro.

11) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan T


anaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambeiia, Kab. Lombok Timur saat itu atas ide
serta inisiatif Terdakwa sendiri dan terdakwa menguasai lahan
didalam kawasan hutan tersebut sekitar 80 Are;.

12) Bahwa terdakwa tahu kalau me lakukan pembakaran di dalam


kawasan Hutan tersebut dilarang.
13) Bahwa Terdakwa tinggal didalam kawasan hutan tersebut dan
terdakwa pelihara serta kelola dar kawasan hutan tersebut;

14) Pahwa terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat titik) di


masing-masing titik lahan yang dikuasai.

15) Bahwa benar yang tinggal dalam kawasan hutan tersebut sekitar 600
KK

3. Terdakwa BAIQ ASIAH


Di depan persidangan memberikan keterangan pada pokoknya
sebagai berikut:

1) Bahwa benar terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan


terdakwa telah melakukan pembakaran hutan pada hari Rabu tanggal
3O Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di dalam
Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beralamat di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur.

2) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran karena mau bercocok tanam


lagi setelah terdakwa panen jagung;

3) Bahwa benar terdakwa melakukan pembersihan lahan dengan cara


melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api gas setelah
terdakwa kumpulkan ranting-ranting pohon jagung dan kayu yang
telah ditebang kemudian setelah menyala terdakwa julurkan dengan
bambu yang terdakwa bawa;

4) Bahwa terdakwa menguasai kawasan hutan tersebut mulai tahun 2007


dan terdakwa juga tinggal didalam kawasan hutan tersebut;
5) Bahwa benar terdakwa sehari-harinya bercocok tanam dikawasan
hutan tersebut yang sebelumnya terdakwa menanam jagung dan
karena sekarang mau masuk musim hujan sehingga terdakwa
membersihkan lahan dengan cara membakar rumput dan ranting
pohon jagung;

6) Bahwa Terdakwa tahu bahwa pemilik sebenamya Kawasan Hutan


Tanaman Industri (HTI) yang berada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut
adalah milik Negara Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di
lakukan oleh PT. Sadhana Arifnusa dan baru dikuasainya sekitar tahun
2016.

7) Bahwa Terdakwa tidak ada memiliki hak sebagian ataupun


keseluruhan untuk dapat membakar ataupun menguasai Hutan
Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut.

8) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik

9) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu bukan atas
seijin dari pejabat yang berwenang atau ijin dari pihak PT. Sadhana
Arifnusa sebelumnya.

10) Bahwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan Tanaman


Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dengan
menggunakan l (satu) buah Korek Api Gas warna putih kombinasi
Merah bertuliskan Marlboro.

11) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu atas ide
sorta inisiatif Terdakwa sendiri dan terdakwa menguasai lahan
didalam kawasan hutan tersebut sekitar 80 Are;

12) Bahwa terdakwa tahu kalau melakukan pembakaran di dalam kawasan


Hutan tersebut dilarang.

13) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik dan


dimasing-masing titik lahan yang dikuasai.

14) Bahwa Terdakwa tinggal didalam kawasan hutan tersebut dan


terdakwa pelihara serta kelola dar kawasan hutan tersebut;

15) Bahwa benar yang tinggal dalam kawasan hutan tersebut sekitar 600
KK.

4. TERDAKWA SUMARDIN ALS. BAPAK LULUQ


Di depan persidangan memberikan keterangan pada pokonya
sebagai berikut:

1) Bahwa benar terdakwa mengerti diperiksa sehubungan dengan


terdakwa telah melakukan pembakaraa halal} pada hari Rabu tanggal
30 Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita bettempat di dalam
Kawasan Hman Tanaman Industri (HTI) yang beralamat di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, D5. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur.

2) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran karena mau bercocok tanam


lagi setelah terdakwa panen jagung;

3) Bahwa bénar terdakwa melakukan pembersihan lahan dengan cara


melakukan pembakaran dengan menggunakan korek api gas setelah
terdakwa kumpulkan ranting-ranting pohon jagung dan kayu yang
telah ditebang kemudian setelah menyala terdakwa julurkan dengan
bambu yang terdakwa bawa;

4) Bahwa terdakwa menguasai kawasan hutan tersebut mulai tahun 2007


dan terdakwa juga tinggal didalam kawasan hutan tersebut;

5) Bahwa benar terdakwa sehari-harinya bercocok tanam dikawasan


hutan tersebut yang sebelumnya terdakwa menanam jagung dan karena
sekarang mau masuk musim hujan sehingga terdakwa membersihkan
lahan dengan cara membakar rumput dan ranting pohon j agung;

6) Bahwa Terdakwa tahu bahwa pemilik sebenarnya Kawasan Hutan


Tanaman Indusm' (HTI) yang berada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut
adalah milik Negara Republik Indonesia namun Pemanfaatnya di
lakukan oleh PT. Sadhana Arifnusa dan baru dikuasainya sekitar tahun
2016.

7) Bahwa benar terdakwa melakukan pembakaran hutan tersebut sebagai


bentuk dari penolakan terdakwa tarhadap keberadaan dari PT.Sadhana
Arifnusa.

8) Bahwa Terdakwa tidak ada memiliki hak sebagian ataupun


keseluruhan untuk dapat membakar ataupua menguasai Hutan
Tanaman Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu
Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur tersebut.

9) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik.

10) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam Kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu bukan atas
seijin dari pejabat yang berwenang atau ijin dari pihak PT. Sadhana
Arifnusa sebelumnya.

11) Bahwa melakukan pembakaran d1 dalam Kawasan Hutan Tanaman


Industri (HTI) yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur dengan
menggunakan 1 (satu) buah Korek Api Gas wama putih kombinasi
Merah bertuliskan Marlboro.

12) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran di dalam kawasan Hutan


Tanaman Industri yang ada di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds.
Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur saat itu atas ide sorta
inisiatif Terdakwa sendiri dan terdakwa menguasai lahan didalam
kawasan hutan tersebut sekitar 80 Are;.

13) Bahwa terdakwa tahu kalau melakukan pembakaran di dalam kawasan


Hutan tersebut dilarang.

14) Bahwa Terdakwa tinggal didalam kawasan hutan tersebut dan


terdakwa pelihara serta kelola dar kawasan hutan tersebut;

15) Bahwa Terdakwa melakukan pembakaran pada 4 (empat) titik dan


dimasing-masing titik lahan yang dikuasai.

16) Bahwa benar yang tinggal dalam kawasan hutan tersebut sekitar 600
KK:
D. BARAN G BUKTI YANG DIAJUKAN DALAM PERSIDANGAN

Barang Bukti yang diaj ukan dalam perkara ini telah disita menurut hukum
oleh karena itu dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian. Bamg Bukti
dalam perkara ini adalah :

1) (satu) buah korek api gas merk X2000;

2) sebilah parang bergagang kayu dengan sarungnya dengan panjang 45 cm.

3) 1 (satu) buah korek api gas merk Clipper wama putih komb'masi merah
bertuliskan Marlboro.

4) 1 (satu) buah korek api gas merk Goal. 0

5) 1 (satu) potong bambu runcing dengan diameter 5 cm dan panjang 150 cm.

6) 1 (satu) potong bambu runcing dengan diameter 4 cm clan panjang 173


cm.

7) Sebilah sabit bergagang kayu.

8) Telah disita secara sah menurut hukum clan digunakan untuk menguatkan
pembuktian. Ketua Majelis Hakim telah memperlihatkan barang bukti
tersebut kepada saksi-saksi dan para terdakwa, oleh yang bersangkutan
telah membenarkannya.

E. ANALISA YURIDIS:

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan maka


sampailah kami pada pembuktian mengenai tindak pidana yang didakwakan
terhadap terdakwa yaitu Dakwaan Tunggal yaitu Melanggar Pasal 78 Ayat (3) Jo.
Pasal 50 Ayat (3) humf d UU R1 No.41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan jo Pasal
55 Ayat (1) kel KUHP sebagai berikut:
1) Barang Siapa;
2) Dengan Sengaja;
3) Membakar Hutan:
4) Yang Melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta
melakukan perbuatan;

Ad. 1. Barang Siapa.

Bahwa yang dimaksud dengan “barang siapa” adalah setiap subyek hukum
sebagai pendukung hak dan kewajiban yang dapat mempertanggung jawabkan
perbuatannya dan tidak digantungkan pada kwalitas / kedudukan tertentu. Bahwa
rumusan ”balang siapa” tersebut menunjuk pada pelaku tindak pidana entah orang
perorangan atau organisasi yaitu siapa orangnya yang harus bertanggungjawab
atas perbuatan atau kejadian yang didakwaan atau setidak tidaknya mengenai
siapa orangnya yang dijadikan para terdakwa dalam perkara ini yaitu terdakwa l.
RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME bersama dengan terdakwa II.
SEHABUDIN, terdakwa III. BAIQ ASIAH dan terdakwa IV SUMARDI ALS.
BAPAK SRI dan para terdakwa telah membenarkan identitasnya yang tercantum
dalam dakwaan kami, sehingga tidak terjadi error in persona bahwa para
Terdakwalah tersangka dalam penyidikan yang diduga telah melakukan tindak
pidana yang menjadi dasar dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Bahwa sejak awai pemeriksaan di persidangan, terdakwa pribadi yang sehat


jasmani serta mampu bertanggung jawab atas perbuatannya, hal ini di tunjukkan
dengan sikapnya dalam memberikan tanggapan terhadap keterangan saksi-saksi
maupun dalam memberikan keterangannya sendiri.

Dengan demikian unsur ini telah terbukti dan terpenuhi.


Ad.2. “Dengan Sengaja.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap .di dipersidangan berupa


keterangan saksi-saksi, keterangan Ahli dan keterangan terdakwa sendiri serta
dengan memperhatikan barang bukti yang diajukan di depan persidangan, antara
satu dengan yang lainnya saling bersesuaian diperoleh fakta hukum bahwa pada
hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016, sekitar pukuI 13.00 Wita bertempat di
dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beralamat di Lendang
Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur,
terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME bersama dengan
terdakwa II. SEHABUDIN, terdakwa 1H. BAIQ ASIAH dan terdakwa IV
SUMARDI ALS. BAPAK SRI telah ditemukan oleh saksi ASMIATI dan saksi
KODRI yang sedang berada didalam kawasan hutan karena sebagai supervisor
dan satpan di PT Sadhana Arifnusa dan kemudian diamankan oleh saksi
PURNAMA TAO dan ANDI SEPUJI SUMANTRI SEHARJO selaku anggota
Polsek Sambelia karena ditemukan sedang melakukan pembakaran didalam
kawasan hutan tersebut tanpa ada ijin dari pemerintah.

Bahwa para terdakwa tahu kalau kawasan hutan Tanaman Industri (HTI)
tersebut dikelola oleh PT Sadhana Arifnusa namun para terdakwa melakukan
pembakaran untuk menunjukkan bahwa para terdakwa tidak setuju dengan
keberadaan dari PT Sadhana Arifnusa tersebut;

Dengan demikian unsur im' telah terbukti dan terpenuhi.

Ad. 3. Membakar Hutan.

Berdasarkan fakta-fakta yang ternngkap di persidangan berupa keterangan


di bawah sumpah para Saksi dan keterangan Terdakwa serta dengan
memperhatikan barang bukti yang diajukan di depan persidangan, antara satu
dengan yang lainnya saling bersesuaian diperoieh fakta hukum bahwa pada hari
Rabu tanggal 30 Nopember 2016, sekitar pukul 13.00 Wita bertempat di dalam
Kawasan Hutan Ianaman Industri (HTI) yang beralamat di Lendang Tengak, Dsn.
Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab. Lombok Timur, terdakwa I.
RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME bersama dengan terdakwa II.
SEHABUDIN, terdakwa III. BAIQ ASIAH dan terdakwa IV SUMARDI ALS.
BAPAK SRI telah ditemukan oleh saksi ASMIATI dan saksi KODRI yang
sedang berada didalam kawasan hutan karena sebagai supervisor dan satpan di PT
Sadhana Arifnusa dan kemudian diamankan oleh saksi PURNAMA TAO dan
ANDI SEPUJI SUMANTRI SEHARJO selaku anggota Polsek Sambelia karena
ditemukan sedang melakukan pembakaran didalam kawasan hutan tersebut tanpa
ada ijin dari pemerintah. Bahwa benar Ahli menjelaskan kalau ingin mengelola
kawasan hutan hams ada ijin dari pemerintah.

Bahwa para terdakwa tahu kalau kawasan hutan Tanaman Industri (HTI)
tersebut dikelola oleh PT Sadhana Arifnusa namun para terdakwa meiakukan
pembakaran untuk menunjukkan bahwa para terdakwa tidak setuju dengan
keberadaan dari PT Sadhana Arifnusa tersebut,

Dengan demikian unsur ini telah terbukti dan terpenuhi.

Ad.4. Yang Melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta
melakukan perbuatan;

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan berupa keterangan


di bawah sumpah para Saksi dan keterangan Terdakwa serta dengan
memperhatikan barang bukti yang diajukan di depan persidangan, antara satu
dengan yang Iainnya saling bersesuaian diperoleh fakta hukum bahwa pada tahun
2007 para terdakwa menguasai Kawasan Hutan Tanaman Indusn'i (HTI) yang
beralamat di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia,
Kab. Lombok Timur dan dijadikan sebagai lahan untuk bercocok tanam clan para
terdakwa juga tinggal dalam kawasan hutan tersebut;

Bahwa pada hari Rabu tanggal 30 Nopember 2016, sekitar pukul 13.00
Wita bertempat di dalam Kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beralamat
di Lendang Tengak, Dsn. Tibu Borok, Ds. Padak Guar, Kec. Sambelia, Kab.
Lombok Timur, terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ SATI ALS. INAQ RAME
bersama dengan terdakwa II. SEPIABUDIN, terdakwa III. BAIQ ASIAH dan
terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SR1 telah ditemukan oleh saksi
ASMIATI dan saksi KODRI yang sedang berada didalam kawasan hutan karena
sebagai supervisor dan satpan di PT.Sadhana Arifnusa dan kemudian diamankan
oleh saksi PURNAMA TAO dan AND] SEPUJI SUMANTRI SEHARJO selaku
anggota Polsek Sambelia karena ditemukan sedang melakukan pembakaran
didalam kawasan hutan tersebut tanpa ada ijin dari pemerintah dengan
menggunakan korek api gas yang dibawa oleh para terdakwa. Bahwa para
terdakwa melakukan pembakaran dilahan dan titik yang dikuasainya.

Dengan demikian unsur ini telah terbukti dan terpenuhi.

Berdasarkan uraian tersebut diatas maka kami selaku Jaksa Penuntut


Umum berpendapat dan berkeyakinan bahwa terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ
SATl ALS. INAQ RAME bersama dengan terdakwa II. SEHABUDIN, terdakwa
III. BAIQ ASIAH dan terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SR1 telah terbukti
secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja
membakar hutan, Yang Melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut
serta melakukan perbuatan” , sehingga harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi
dengan hukuman yang setimpa] sesuai dengan perbuatannya.
Selanjutnya apabila kita perhatikan selama proses persidangan
berlangsung pada diri para terdakwa tidak ditemukan ataupun terungkap adanya
alasan pembenar maupun alasan pemaaf sehingga pada diri para terdakwa
haruslah dianggap sebagai orang yang mampu bertanggung jawab menurut hukum
dan perbuatannya haruslah dipandang sebagai perbuatan yang melawan hukum
sehingga oleh karenanya para terdakwa haruslah dijatuhi pidana sesuai dengan
kesalahannya.

Sebelum kami sampai pada Tuntutan Pidana atas diri para terdakwa
perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan
mengajukan Tuntutan Pidana yaitu:

Hal-hal yang memberatkan:-

Hal-hal yang meringankan:


1) Para terdakwa men gakui perbuatannya dan menyesalinya.

2) Para Terdakwa belum pemah dihukum;

3) Para Terdakwa bersikap sopan dalam persidangan;

4) Para T erdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

5) Terdakwa I sudah lanjut usia dan sakit-sakitan.

Berdasarkan uraian dimaksud kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara


ini, dengan memperhatikan Ketentuan Undang-undang yang bersangkutan.
-------------------------------------M E N U N T U T ---------------------------------------

Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Selong Yang Memeriksa dan


mengadili perkara ini memutuskan:

1) Menyatakan terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ SAT] ALS. INAQ RAME


bersama dengan terdakwa II. SEHABUDIN, terdakwa III. BAIQ ASIAH
dan terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SRI telah terbukti secara sah
dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja
membakar hutan, Yang Melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang
turut serta melakukan perbuatan” sebagaimana diatur dan diancam pidana
dalam Pasal 78 Ayat (3) Jo. Pasal 50 Ayat (3) huruf d UU RI No.41 Tahun
I999 Tentang Kehutanan jo Pasal 55 Ayat (1) ke1 KUHP.
2) Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa I. RAMIAH ALS. INAQ SATI
ALS. INAQ RAME bersama dengan terdakwa II. SEHABUDIN, terdakwa
III. BAIQ ASIAH dan terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SRI dengan
pidana penjara masing-masing selama 6 (Enam) bulan, dengan
dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan, dengan perintah agar
terdakwa tetap ditahan dan Denda Rp.500.000.,(lima ratus ribu rupiah)
Subsidiair I (satu) bulan kurungan;
3) Menyatakan barang bukti berupa:

a) 1 (satu) buah korek api gas merk X2000;

b) sebilah parang bergagang kayu dengan sarungnya dengan panjang 45


cm.

c) I (satu) buah korek api gas merk Clipper wama putih kombinasi merah
bertuliskan Marlboro.
ANALISA

A. KETERANGAN SAKSI
1. SAKSI ASMIATI
Dari keterangan saksi Asmiati di dalam pengadilan tersebut membuat
keterangan-keterangan yang meragukan dalam hal, saksi tahu bahwa telah
terjadi pembakaran hutan di tempat yang berbeda, sedangkan kalau kita
analisa dari keterangan saksi maka tidak mungkin 1 orang melihat
pembakaran hutan di tempat yang berbeda pada waktu pembakaran yang
sama, sedangkan yang di tahu terdakwa mengetahui luas HTI yang terbakar
adalah 30 Ha, dari luas HTI yang terbakar tersebut apakah benar telah
terjadi pembakaran hutan di tempat yang berbeda atau di petak yang
berbeda. Dari keterangan saksi penulis semakin ragu akan kebenaran
keterangan saksi tersebut karena bagaimana bisa seorang saksi yang hanya 1
orang melihat secara bersamaan telah terjadinya pembakaran hutan di
tempat yang berbeda, kecuali saksi Asmiata punya kamera yang digunakan
untuk merekam video tindakan pembakaran para terdakwa tersebut maka
bisa dikatakan sebagai benar telah melihat para terdakwa melakukan
pembakaran.
Saksi memberikan keterangan bahwa saksi tidak melihat alat pembakar
yang digunakan oleh para terdakwa, penulis beranggapan bahwa saksi
hanya mengarang keterangan telah terjadi pembakaran oleh para terdakwa
karena bagaimana saksi bisa tahu kalau para terdakwalah yang melakukan
pembakaran karena para terdakwa belum tentu membawa alat yang bisa
menyebabkan terjadinya pembakaran hutan, siapa tahu par terdakwa
tersebut membawa alat perkebunan seperti parang, cangkul dengan tujuan
untuk mencari sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan makan
keluarganya.
Tak hanya itu bagaimana juga saksi Asmiati tahu bahwa niat para
terdakwa tersebut di dasari karena sebagai bentuk penolakan atas PT.
Shadana Arifnusa Yang Memanfaatkan HTI Blok Tibu Borok, karena
bagaimana saksi Asmiati tahu niat para terdakwa.

2. SAKSI KODRI
Dari keterangan Kodri para terdakwa melakukan pembakaran di tempat
yang berbeda, penulis beranggapan bahwa bagaimana bisa seorang saksi
Kodri saja bisa melihat pembakaran hutan yang luas terbakarnya 30 Ha
secara bersamaan, karena tidak mungkin satu orang melihat telah terjadinya
pembakaran di berbagai tempat dalam waktu yang sama dan wilayah hutan
yang begitu luas.
Dan juga berdasarkan keterangan saksi Kodri yang menyatakan bahwa
yang terbakar 30 Ha dan berlanjut sampai 30 Ha. Pernyataan tersebut
menurut penulis sangat tidak relevan karena bagaimana bisa 30 Ha yang
terbakar dan berlanjut terbakar menjadi 30 Ha, pernyataan tersebut seolah-
olah dibuat-buat karena tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.

3. SAKSI PURNAMA TAO


Saksi dalam menerima laporan tentang telah terjadinya pembakaran
tersebut belum jelas, keterangan saksi tersebut sangat tidak jelas karena
yang memberikan laporan kebakaran hutan tersebut tidak diketahui.
Berdasarkan keterangan saksi bahwa yang melihat pembakaran itu adalah
PT. Sadhana Arifnusa yang merupakan badan hukum bukan manusia yang
dapat melihat pembakaran tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi bahwa telah menerima laporan sekitar
jam 10.00 Wita, sedangkan apabila kita mengkaitakan keterangan dari saksi
Kodri bahwa saksi kodri mengetahui pembakaran itu terjadi pada jam 10.00
Wita, laporan dari pihak PT. Sadhana Arifnusa ke saksi Purnama Tao
sangatlah tidak singkronisasi dengan keterangan saksi kodri mengenai
waktu terjadinya pembakaran, karena waktu atau jam pembakaran dan
laporan terjadi pada waktu yang sama.
Bagaimana bisa 4 terdakwa yang di dakwa telah melakukan pembakaran
hutan tersebut, karena berdasarkan keterangan saksi Purnama Tao ada 35
orang yang dia mankan untuk menduga seseorang melakukan pembakaran
hutan. Dan bagaimana bisa hanya 4 orang saja yang menjadi terdakwa.
Berdasarkan keterangan saksi Purnama Tao yang melihat terdakwa I, II,
III membawa bambu runcing dan terdakwa IV membawa sabit. Apabila kita
melogikakan seseorang yang sedang bawa bambu runcing dan sabit bisa
membakar hutan sangatlah tidak mungkin karena bambu runcing dan sabit
bukan sebagai alat pembakaran hutan.
Mengenai keterangan saksi yang pada saat mengamankan terdakwa
saksi melihat adanya sabit, bambu runcing, parang dan korek api, mengenai
keterangan saksi yang melihat adanmya korek api tersebut itu ada
kemungkinan untuk membakar rokok bukan untuk membakar hutan, karena
40% Warga Negara Indonesia perokok.
Berdasarkan keterangan saksi bahwa para terdakwa diamankan karena
telah melakukan pembakaran hutan, sedangkan bagaiman ia saksi bisa tahu
bahwa terdakwalah yang melakukan pembakaran sedangkan yang kita
ketahu itu saksi merupakan yang melihat, mengalami dan mendengar. Saksi
Purnama Tao disini sebagai yang menerima laporan bukan yang melihat,
mengalami dan mendengar dari terjadinya suatu pembakaran oleh terdakwa.
Keterangan saksi tersebut sangat tidak logis karena bagaimana saksi tahu
bahwa telah terjadi pembakaran Hutan Tanaman Industri yang ada di
lendang Tengak, Dsn Tibu Borok, Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia,
Kabupaten lombok Timur.
Bagaimana saksi bisa melihat pembakaran tersebut yang dilakukan oleh
4 terdakwa yang sudah diamankan di pos, keterangan tersebut sangat tidak
logis karena berdasarkan keterangan saksi terdakwa itu sudah diamankan
dan bagaimana bisa saksi mengetahui telah terjadinya pembakaran oleh 4
terdakwa tersebut karena pada saat saksi melihat pembakaran di blok atas
saksi pada saat itu sedang diamankan di pos.
Bagaiman saksi bisa tahu bahwa dalam HTI tersebut ditanami pohon
akasia dan pohon-pohon lainnya, sedangkan yang kita ketahui saksi yang
bekerja sebagai Polisi yang notabene bukan tugasnya untuk melihat-lihat
hutan sebelum terjadinya kebakaran hutan tersebut.
Bagaiman saksi tahu bahwa yang memiliki izin untuk pengolaan HTI
itu adalah PT, Sadhana Arifnusa, sedangkan yang kita ketahui adalah yang
memberikan izin pengelolaan HTI adalah kementrian kehutanan.

4. Saksi ANDI SEPUJI SUMANTRI SEHARJO


Berdasarkan keterangan saksi bahwa 4 terdakwa tersebut telat di lihat
telah membakar hutan dan bagaimana bisa saksi melihat kejadian
pembakaran tersebut karena saksi bersamaan datang ke tempat pembakaran
dengan saksi Purnama Tao yang notabene keterangannya sama.
Bagaimana saksi bisa tahu bahwa 4 terdakwa tersebut tidak pernah
meminta izin kepada PT. Sadhana Arifnusabahwa akan melakukan
pembakaran HTI. Dan bagaiaman saksi bisa tahu bahwa setelah pembakaran
terhadap HTI tersebut oleh 4 terdakwa akan dijadikan dan dimanfaatkan
untuk bercocok tanam.

5. AHLI SUTIKNO, A, Md.


Mengenai luas HTI yang 30 Ha benar, karena ahli sebagai PNS di
Dinas kehutranan Provinsi NTB. Akan tetapi mengenai masyarakat yang
tidak mau di ajak kerjasama, itu merupakan keterangan yang tidak jelas dan
tidak berdasrkan pengetahuan mengenai perselisihan antara masyarakat
dengan PT, sadhana Arifnusa, karena yang paling mengetahui dari
perselisihan adalah para pihak yaitu masyarakat sekitar hutan HTI dan PT.
Sadhana Arifnusa.
Ahli memberikan keterangan bahwa yyang melakukan pembakaran 7
orang akan tetapi kenapa hanya 4 orang yang menjadi terdakwa, itu
merupakan ketidak adilan terhadap para terdakwa.
Berdasarkan keterangan ahli mengenai pasal 50 ayat (3) Huruf d UU
No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang berbunyi “ setiap orang
dilarang membakar hutan”. Dari bunyi pasal tersebut merupakan kekaburan
norma karena kata hutan tidak di jelaskan jennis hutan apa yang dibakar
tersebut sehingga bisa dikenai pasal tersebut. Karena hutan yang terbakar
merupakan Hutan Tanaman Industri (HTI) bukan Hutan secara keseluruhan.
Pasal tersebut bisa kita ajukan Judicial Review karean adanya kekaburan
noram yang membuat masyarakat banyak dirugikan dan pasal tersebut
bertentangan dengan hak-hak ulayat masyarakat hukum adat yang berhak
menguasai atas tanah ulayat sebagaimana yang termuat dalam UUD 1945.

6. SAKSI SUMNICAN (add Charge)


Saksi mempunyai ladang di sekitar tempat terjadinya pembakaran hutan
dan itu jaraknya 6 KM, berdasarkan keteangannya saksi tidak melihat api
akan ketatpi kemungkinan bisa melihat asap, karena bagaimana bisa ada
asap kalau tidak ada api.
Mengenai keterangan saksi yang sepengetahuannya mengenai kalau
akan terjadi kerjasama antara masyarakat dengan PT. Sadhana Arifnusa
merupakan keterangan yang menimbulkan persoalan atau masalah yang
tidak kita ketahui, karena tidak menjelaskan masalah apa yang terjadi
diantara kedua belah pihak.

B. PETUNJUK
Berdasarkan pasal 188 KUHAP petunjuk diperoleh dari keterangan saksi,
surat dan keterangan terdakwa namun dalam keterangan saksi Kodri dan Saksi
Purnama Tao tidak terjadinya penyesuaian keterangan yang diberikan karena
jam pembakaran yang diketahui saksi Kodri jam 10.00 Wita sedangkan saksi
Purnama Tau tahu bahwa pembakaran dilakukan pada jam 10.00 Wita, tidak
mungkin sepengetahuan saksi yang melihat pembakaran jamnya sama dengan
yang dilihat saksi Purnama Tao.
Berdasarkan fakta-fakta yang telah terjadinya suatu Tindak Pidana pada 30
Nopember 2016 sekitar pukul 13.00 Wita, akan tetapi berdasarkan keteranngan
saksi para terdakwa melakuakn pembakaran pada jam 10.00 Wita, fakta-fakta
persidangan dengan keterangan saksi-saksi tidak adanya penyusuaian.
Mengenai pasal yang di Jungtokan yaitu pasal 78 ayat (3) Jo. Pasal 50 ayat (3)
huruf d UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan Jo. Pasal 55 KUHP ayat (1)
ke 1, pasal 55 KUHP tidak terpenuhi unsurnya karena belum diketahuinya
peran masing-masing terdakwa dalam Tindak Pembakaran tersebut, dan juga
karena masih banyak warga masyarakat yang bereselisih dengan PT. Sadhana
Arifnusa dan kenapa hanya 4 orang saja yang menjadi terdakwa.

C. KETERANGAN TERDAKWA
1. TERDAKWA RAMIAH
Berdasarkan keterangan terdakwa melakukan pembakaran karena mau
bercocok tanam setelah terdakwa panen jagung, alsan terdakwa melakukan
pembakaran karena terdakwa merupakan penduduk asli atau masyarakat asli
di kawasan HTI tersebut. Terdakwa melakukan pembakaran hutan karena
ingin mengurus hutan tersebut karena tidak ada yang mengurusinya,
memang benra yang memiliki izin terhadap pengelolaah 30 Ha HTI tersebut
adalah PT. Sadhana Arifnusa yang diberikan oleh mentri kehutanan.
Terdakwa menguasai kawasan hutan tersebut pada tahun 2007.
Dikuasai karena hak ulayatnya yaitu karena kewenangan masyarakat hukum
adatt atas tanah dalam lingkungan/wilayah/daerah tertentu untuk menguasai
dalam arti mengambil dan memanfaatkan tanah untuk kepentingan
masyarakat hukum dan anggota-anggotanya. Bahkan juga hak ulayat diatur
dalam pasal 3 Undang-undang pokok Agraria.
Berdasarkan keterangan terdakwa mengenai telah mlakukan
pembakaran hutan di 4 titik, merupakan keteranagan terdakkwa yang sangat
menguatkan bahwa ialah yang melakukan Tindak Pidana Pembakaran hutan
karena pengakuan terdakwa merupakan keteranagan yang membuat akim
memutus kasus tersebut dengan amar putusan kesalahan dari si terdakwa.
Karena terdakwa tahu kalau membakar hutan dilarang. Terdakwa
sebetulnya tahu benar dan salah dengan begitu terdakwa dalam keadaan
sehat secara akal pikiran dan bisa di mintai pertanggung jawaban atas
perbuatan tindak pidana yang ia lakukan.
Akan tetapi berdasarkan keterangan terdakwa mengenai yang tinggal
dalam kawasan hutan tersebut 600 KK, yang artinya bahwa kawasan HTI
ini merupakan kawasan hutan atau kawasan penduduk, negara harus jelas
dalam menentukan kawasan hutan yang sebenarnya, karena bisa saja dalam
pengukuran kawasan hutan bisa salah karena tidak pernah melakukan
pengawasan maupun pemanfaatan yang dilakukan negara terhadap kawasan
HTI yang didalamnya ada penduduk sebanyak 600 KK.

2. KETERANGAN TERDAKWA SEHABUDIN


Terdakwa memberikan keterangan melakukan pembersihan lahan
dengan cara melakukan pembakaran hutan. Berdasarkan keterangan saksi
tersebut tujuannya untuk melakukan pembersihan lahan akan tetapi lahan
tersebut merupakan kawasan hutan, sedangkan yang kita ketahui dalam
undang-undang kehutanan orang yang melakukan pembakaran hutan
dikatakan sebagai orang yang patut dikatakan orang tersebut melakukan
tindak pidana pembakaran hutan milik negara yang izin pengelolaanya
adalah PT. Sadhana Arifnusa.
Dengan adanya keterangan tentang terdakwa telah melakukan
pembakaran di 4 tikik membuat hakim dengan tegas dalam putusan tersebut
terdakwa bersalah karena telah melakukan tindak pidana pembakaran hutan.
Begitu halnya dengan keterangan mengenai adanya 600 KK di kawasan HTI
tersebut, artinya bahwa kawasan tersebut bukan kawasan hutan akan tetapi
kawasan penduduk, karena kalau hutan penduduknya tidak ada.

3. TERDAKWA BAIQ AISAH


Berdasarkan keterangan terdakwa dengan pengakuan terdakwa telah
melakukan pembakaran hutan di 4 titik membuat hakim dapat memutus
kasus tersebut dengan kesalahan dari terdakwa karena telah melakukan
tindak pidana pembakaran.
Degan adamnya 600 KK wajar saja melakukan pembakaran untuk
melakukan pembersihan di kawasan tempat terdakwa bercocok tanam,
karena itu kawasan penduduk bukan kawasan hutan.

4. TERDAKWA SUMARDI ALS. BAPAK LULUQ


Berdasarkan keterangan terdakwa mengenai pembakaran hutan yang
dilakukannya di 4 titik membuat keterangan yang menguatkan bahwa
kesalahannya atas perbuatanya sendiri yaitu perbuatan tindak pidana
pembakaran hutan.
Berdasarkan keterangan terdakwa bahwa hutan tersebut di kelolanya
dan memeliharanya, atas dasar itu terdakwa melakukan pembakaran hutan
karena HTI tersebut tidak pernah di kelola maupun dirawat oleh pihak PT.
Sadhan Arifnusa. Dan juga berdasarkan keterangan terdakwa bahwa benar
yang tinggal di dalam hutan tersebut ada 600 KK, dengan adanya 600 KK
yang tinggal di kawasan hutan tersebut seolah-olah kawasan HTI yang
dibakar tersebut merupakan kawasan pemukiman penduduk dan bisa saja
terjadi salah klai wilayah hutan oleh negara karena negara tidak pernah
mengukur ulang kawasan Hutan Gunung Rinjani. Bahkan data mengenai
pengukuran saja belum di jelasakan oleh pihak yang diberi izin terhadap
pengelolaan HTI tersebut yaitu pihak PT. Sadhana Arifnusa.

D. BARANG BUKTI
Barang bukti yang disita:
1. 1 buah korek api gas merk X2000.
Barang bukti korek belum tentu dapat diakatakan sebagai alat pembakar
karena bisa jadi terdakwa membawa korek api di pergunakan untuk
membakar rokok ataupun untuk membakar kayu untuk masak. Pada saat
35 orang diamankan oleh polisi kemungkinan disana banyak yeng
membawa korek api tapi kenapa korek api terdakwa saja yang di jadikan
barang bukti oleh polisi.
2. Sebuah parang bergagang kayu dengan sarungnya dengan panjang 45 cm.
Ketika terdakwa membawa parang kemungkinan bisa menjadi alat untuk
melakukan menerabas atau memotong kayu untuk di jadikan alat
pembakar untuk masak. Dan juga parang tidak bisa di jadikan sebagai alat
pemabakaran hutan karena tidak memiliki daya bakar. Dalam hal
penggunaan parang digunakan untuk memotong kayu saja bukan untuk
membakar hutan.
3. 1 buah korek api gas merk Clipper warna putih kombinasi merah
bertulisakan Marlboro.
korek api tersebut bisa jadi milik 35 orang yang diamankan polisi pada
saat pembakaran tersebut karena polisi belum tidak bisa melihat secara
langsung bahwa yang membawa korek api tersebut adalah terdakwa.
4. 1 buah korek api merk Goal
korek api tersebut bisa jadi milik 35 orang yang diamankan polisi pada
saat pembakaran tersebut karena polisi belum tidak bisa melihat secara
langsung bahwa yang membawa korek api tersebut adalah terdakwa.
5. 1 potong bambu runcing dengan diameter 5 cm dan panjang 150 cm.
Barang bukti bambu runcing tidak bisa dilakukan untuk melakukan
pembakaran hutan karena sifatnya bukan digunakan untuk membakar
hutan melainkan digunakan selain untuk pembakaran hutan.
6. 1 potong bambu runcing dengan diameter 4 cm dan panjang 173 cm.
Bambu runcing dalam hal penggunaanya untuk di jadikan alat untuk
menakut-nakuti pihak PT. Sadhana Arifnusa karena ada perselisihan
dengan masyarakat, jadi bukan digunakan sebagai alat pembakaran hutan.
7. Sebilah sabit.
Sabit digunakan untuk menakut-nakuti pihak PT. Sadhana Arifnusa bukan
untuk membakar Hutan, karena perselisihan antara masyarakat dengan PT.
Sadhana Arifnusa tidak ada penyelesaiannya sebelum terjadinya
pembakaran hutan tersebut, sabit bukan sebagai alat pembakaran.
Terdakwa membawa sabit untuk bercocok tanam karena untuk mencari
nafkah sehari-hari dan untuk menafkahi keluarganya.

F. ANALISA TERHADAP TUNTUTAN JAKSA

Tindak Pidana yang didakwakan terhadap terdakwa yaitu dakwaan Tunggal


yaitu melanggar Pasal 78 ayat (3) Jo. Pasal 50 Ayat (3) huruf d UU No. 41 Tahun
1999 tentang Kehutanan Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP sebagai berikut:

1. Barang siapa
Barang siapa merupakan setiap subyek hukum penanggung hak dan
kewajiban. Dalam rumusan barang siapa tersebut yang harus
bertanggungjawab atas pembakaran hutan tersebut dan subyek hukum
tersebut harus dalam keadaan dewasa menurut UU dan tidak gila atau hilang
akal pikiran. Akan tetapi berdasarkan fakta-fakta menerangkan bahwa bukan
hanya terdakwa I RAMIAH ALS. INAQ SSATI ALS. INAQ RAME bersama
dengan terdakwa II SEHABUDIN, terdakwa III BAOQ AISAH dan
Terdakwa IV SUMARDI ALS. BAPAK SRI saja yang diamankan dalam
pembakaran hutan tersebut tetapi ad 35 orang diamankan akan tetapi kenapa
hanya 4 orang terdakwa ssaja yang menjadi terdakwa dalam kasus
pembakaran hutan tersebut, dan kita ketahui bahwa ada 600 KK yang
bermukim di kawasan HTI tersebut.
2. Dengan sengaja
Berdasarkan fakta-fakta dalam persidanagn berupa keterangan saksi,
keterangan ahli, dan keterangan para terdawa dengan memperhatikan barang
bukti. Antara keterangan saksi Asmiati dan saksi Kodri dengan keterangan
saksi Purnama Tao tidak ada penyesuaian karena waktu saksi Asmiati dan
saksi Kodri melihat langsung pembakaran tersebut tidak sesuai dengan waktu
saksi Purnama Tao, Andi Sepuji Sumantri Seharjo melihat pembakaran
tersebut, bagaimana bisa waktu terjadi pembakaran sama dengan waktu
laporan dari pihak PT. Sadhana Arifnusa, karena untuk sampai ke tempat
pembakaran membutuhkan waktu dari Polsek.
3. Membakar Hutan
Unsur pasal membakar hutan sanagtlah multitafsir karena tidak
menjelaskan Hutan jenis apa yang terbakar. Karena hutan yang terbakar yaitu
Hutan Tanaman Industri, bukan hutan secara umumnya yang terbakar.
Mengenai waktu pembakaran hutan yang keteranagn dari saksi Asmiati dan
Kodri pada jam 10.00 Wita dan waktu pembakaran hutan yang diketahui
dalam persidanagan adalah pada jam 13.00 Wita itu tidak bersesuaian antara
keterangan saksi-saksi dengan fakta-fakta di persidangan.
4. Yang melakuan, yang menyuruh lakukan dan yang turut serta melakukan.
Dari tuntutan jaksa tersebut siapa sebagai pelaku yang melakukan (plegen)
tidak jelas dan tidak diebutkan nama yang melakukan.
Yang menyuruh lakukan (doen plegen) mengenai unsur ini tidak terpenuhi
karena tidak disebutkan nama dari 4 terdakwa tersebut siapa yang menjadi
yang menyuruh lakukan tindak pidana pembakaran hutan, tuntutan jaksa
tersebut sangat tidak jelas karena kita ketahui juga bagaimana bisa hanya 4
orang terdakwa saja yang di dakwa sedangkan kita ketahui ada 35 orang yang
di amankan oleh saksi Purnama Tao dan Andi Sepuji szumantri Seharjo dan
juga berdasarkan keterangan para terdakwa ada 600 KK yang bertempat
tinggal di kawsan HTI dan kenapa hanya 4 terdakwa saja yang di dakwa.
Yang turut serta melakukan perbuatan (made plegen), jaksa dalam
tuntutannya tidak menerangkan siapa yang turut serta melakukan pembakaran
hutan tersebut. Karena berdasarkan keteranagn terdakwa ada 600 KK yang
bermukim di kawsasan HTI tersebut. Tak hanya itu jaksa juga kurang jelas
dalam tuntutannya mengenai siap pelaku utamanya dalam tindak pidanan
pembakaran hutan tersebut, dari itu bagaiman bisa ada (made plegen) kalau
tidak ada pelaku utamanya dalam tindak pidana pembakaran hutan tersebut.
G. KESIMPULAN
Mengenai pasal yang di dakwakan kepada para terdakwa yaitu Pasal 78
ayat (3) Jo. Pasal 50 Ayat (3) huruf d UU No. 41 Tahun 1999 tentang
Kehutanan Jo pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP sangat tidak jelas dan tidak bisa
terpenuhi unsur pasal “Dengan Sengaja” karena yang bermukim disana ada
600 KK di kawasan HTI tersebut dan jaksa tidak mengetahui adanya
pemukiman di kawsan HTI tersebut. Bahkan negara pun tidak pernah
mengurusi tanah tersebut yang tempat para terdakwa membakar hutan.
Bagaimana bisa negara memiliki hutan ditempat adanya pemukiman
penduduk karena berdasarkan 18B ayat (2) UUD 1945 Negara mengakui dan
menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak
tradisonalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan
masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur
dalam undang-undang. Dan juga dalam pasal 3 UUPA berbunyi Dengan
mengingat ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 dan 2 pelaksanaan hak ulayat
dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat,
sepanjang menurut kenyataannya. masih ada, harus sedemikian rupa sehingga
sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan atas
persatuan bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang dan
peraturan-peraturan lain yang lebih tinggi. Dari ketentuan UUD dan UUPA
tersebut yang mengakui hak ulayat tersebut dengan begitu hak-hak masyarakat
yang bermukim di tempat kawasan Hutan Tanaman Industri itu memiliki hak
konstitusi untuk mengelola dan memanfaatkan hutan yang terbakar tersebut.
Unsur pasal “Membakar Hutan” tidak terpenuhi karena kata Hutan
multitafsir dan tidak menjelaskan hutan apa yang dibakar, sedangkan dalam
tuntutan hutan yang terbakar adalah hutan tanaman industri (HTI). Tak hanya
itu penuntut umum dalam dakwaannya menjuntokan pasal pembakaran hutan
dengan pasal 55 KUHP yaitu penyertaan. Dalam dakwaan jaksa unsur pasal
tersebut tidak terpenuhi karena tidak menjelasakan siapa yang melakukan
(pleger), yang menyuruh lakukan (doen plegen, dan yang turut melakuan
(made plegen).