Anda di halaman 1dari 69

LAPORAN PELAKSANAAN

KULIAH KERJA NYATA TEMATIK


SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2017/2018
PAUD BERBASIS REVOLUSI MENTAL
DESA LEBAKAGUNG KECAMATAN KARANGPAWITAN
KABUPATEN GARUT

Disusun oleh :
Kelompok KKN Desa Lebakagung

No Nama NIM Prodi Fakultas


1. Rellyniasih 1500382 Pendidikan Kimia FPMIPA
2. Riky Hidayat 1500504 Pendidikan Teknik Elektro FPTK
3. Ana Nurjanah 1500692 Pendidikan Bahasa Jepang FPBS
4. Suci Dewiyani Fauziah 1500747 Pendidikan Seni Musik FPSD
5. Lingga Leguina Cahya L.S. 1503450 MRL FPIPS
6. Jelita Indrianti 1503881 Kimia FPMIPA
7. Dina Rusyda Khoirini 1503975 Pendidikan Teknik Elektro FPTK
8. Khansa Ratri Haniya 1504417 Teknik Elektro FPTK
9. Ahmad Nuryani 1505481 PJKR FPOK
10. Ulpah Damaiyanti 1506246 PKO FPOK
11. Muhamad Arya Ismail Firdaus 1506875 Pendidikan Seni Musik FPSD
12. Ridwan Firdaus Akbar 1507512 Pendidikan Kimia FPMIPA

LEMBAGA PENELITIAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018
(PAUD BERBASIS REVOLUSI MENTAL)
LENBAR PENGESAHAN

Ketua Kelompok,
Dosen Pembimbing,

Muhamad Arya Ismail Firdaus


Sandey Tantra Paramitha, M. Pd.
NIM. 1506875
NIP. 19820418 200912 1 004

Mengetahui :

Camat Karangpawitan, Kepala Desa Lebakagung,

Rena Sudrajat, S. Sos., M. Si. Aep Saepudin


NIP. 19720824 199203 1 003

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat,


Kewirausahaan, dan pengembangan KKN,

Dra. Katiah, M. Pd.


NIP. 195912201986012001
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahhirobbil‘alamin puji syukur kehadirat Allah swt. yang telah


memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema KKN Tematik PAUD
BERBASIS REVOLUSI MENTAL yang dilaksanakan pada tanggal 28 Desember
2017–31 Januari 2018 di Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan,
Kabupaten Garut.
Laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini disusun untuk memenuhi syarat
kelulusan mata Kuliah Kerja Nyata. Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu
cara untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia masyarakat yang sebenarnya.
Selain itu juga untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan keilmuan
mahasiswa mengenai cara hidup bermasyarakat yang baik. Adapun tujuh program
yang diusung dalam KKN Tematik PAUD Berbasis Revolusi Mental, yaitu
Sosialisasi KKN Tematik PAUD Berbasis Revolusi Mental, Penguatan
Manajemen/Kelembagaan PAUD, Penguatan Tutor PAUD, Penguatan Jaringan
Kemitraan Untuk Mengembangkan PAUD, Pengembangan Media Pembelajaran
di PAUD Berbasis Revolusi Mental, Motivasi dan Penguatan Peran Orangtua
Siswa, dan Penerapan Budaya Revolusi Mental Pada Siswa PAUD dengan
berbasis pada revolusi mental yang meliputi Gerakan Indonesia Bersih, Bersatu,
Mandiri, Tertib, dan Melayani.
Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan
terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, memberikan tuntunan,
dorongan serta saran-saran berharga kepada kami selama melaksanakan Kuliah
Kerja Nyata dan membantu dalam melaksanakan program serta dalam
penyusunan laporan kegiatan, kepada :
1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)
Universitas Pendidikan Indonesia yang telah membimbing kami sebelum,
selama dan sesudah pelaksanaan KKN Tematik PAUD Berbasis Revolusi
Mental di Desa Lebakagung.
2. Bapak Sandey Tantra Paramitha M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang
senantiasa mengarahkan dan memberi motivasi kepada kami selama
pelaksanaan KKN Tematik PAUD Berevolusi Mental di Desa Lebakagung.

i
3. Bapak Rena Sudrajat, S.Sos. M.Si. selaku camat kecamatan Karangpawitan
beserta jajarannya yang telah memberikan izin serta kemudahan kepada
kami untuk melaksanakan program KKN di Kecamatan Karangpawitan.
4. Ibu Ipah selaku ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini yang selalu
memberikan dukungan kepada kami dalam pelaksanaan program KKN di
Desa Lebakagung.
5. Bapak Aep Saepudin Selaku Kepala Desa Lebakagung beserta jajarannya
yang juga telah memberikan izin serta kemudahan kepada kami untuk
menjalankan program KKN di Desa Lebakagung.
6. Seluruh Kepala Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini yang telah membantu
dan mensukseskan program KKN di Desa Lebakagung.
7. Ibu Wida Rahmawati, Ibu Gina, Ibu Nurul Huda, Ibu Lulu, Ibu Ai, Ibu Mia,
Ibu Elis dan Ibu Ismi selaku Guru Pendidikan Anak Usia Dini yang telah
membantu kami selama pelaksanaan program KKN di Desa Lebakagung.
8. Ibu Oos selaku perawat gigi di Puskesmas Cempaka yang telah membantu
kami selama pelaksanaan program KKN di Desa Lebakagung.
9. Seluruh Ketua RW di lingkungan Desa Lebakagung.
10. Seluruh masyarakat Desa Lebakagung yang telah berkontribusi dan
berpartisipasi dalam menjalankan program KKN.
11. Teman-teman seperjuangan yang telah bekerjasama sehingga program KKN
di Desa Lebakagung dapat berjalan dengan lancar.
Kami menyadari bahwa penulisan laporan ini tidak luput dari segala
kesalahan dan kekurangan, maka dari itu kami mohon saran dan kritik yang
membangun. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua terutama bagi
pihak-pihak yang membutuhkan.

Bandung, Januari 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Analisis Situasi ............................................................................................. 1
B. Permasalahan................................................................................................ 2
C. Tujuan .......................................................................................................... 3
D. Target ........................................................................................................... 4
E. Lokasi KKN Tematik ................................................................................... 4
F. Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan............................................ 4
BAB II PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN HASIL PROGRAM ........... 7
A. Perencanaan Program ................................................................................... 7
B. Profil Desa.................................................................................................... 9
C. Pelaksanaan Program ................................................................................. 23
D. Hasil Program ............................................................................................ 45
E. Faktor Pendukung dan Penghambat ........................................................... 47
F. Temuan....................................................................................................... 48
BAB III KESIMPULAN, REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT ............. 49
A. Kesimpulan .................................................................................................. 49
B. Rekomendasi ................................................................................................ 57
C. Tindak lanjut................................................................................................. 58
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................59
LAMPIRAN
lampiran 1 Peta Desa Lebakagung
lampiran 2 Daftar Hadir Mahasiswa Kelompok KKN Tematik
lampiran 3 Dokumentasi

iii
1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Analisis Situasi
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik PAUD Berbasis Revolusi Mental
merupakan program kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN untuk
mendukung program pemerintah guna meningkatkan perilaku yang lebih baik dan
karakter revolusi mental melalui Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia
Tertib, Gerakan Indonesia Bersatu, Gerakan Indonesia Bersih, dan Gerakan
Indonesia Melayani. Kuliah Kerja Nyata Tematik PAUD berbasis revolusi mental
2018 berada dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada
Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia. Adanya kegiatan KKN merupakan
fasilitas bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki sehingga
dapat bermanfaat utnuk masyarakat khususnya di Desa Lebakagung.
Desa Lebakagung adalah salah satu desa yang tercatat di Kecamatan
Karangpawitan Kabupaten Garut. Desa ini terbagi menjadi 3 dusun dan 11 RW.
Mahasiswa KKN yang berjumlah 12 orang ditempatkan di Kampung Cipondok
RW 05 tepat nya di rumah Bapak Lurah. Ditempatkannya mahasiswa KKN di
kediaman Pak Lurah dikarenakan tempat tersebut strategis, dekat dengan kantor
desa, dan 3 PAUD yang menjadi sasaran program.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Desa Lebakagung berikut
beberapa data yang menggambarkan kondisi masyarakat Desa Lebakagung,
diantaranya terdapat perkumpulan ibu-ibu yang disebut ibu “kader” dimana tiap
RW terdapat 5 ibu kader sehingga jumlahnya ada 55 ibu kader dari 11 RW.
Dimana ibu-ibu ini bertugas sebagai perwakilan tiap RW dalam perkumpulan-
perkumpulan tertentu. Adapun PAUD di Desa Lebakagung berjumlah 7 PAUD
yang terdiri dari 3 PAUD, 3 TK dan 1 RA. Umumnya profesi orangtua anak-anak
Usia Dini yang bersekolah di PAUD atau TK ialah pengrajin batu bata, petani
padi dan sayuran, serta ada pula sebagai pengrajin bulu mata palsu.
B. Permasalahan
Berdasarkan analisis situasi yang berada di Desa Lebakagung Kecamatan
Karangpawitan, terdapat beberapa permasalahan, diantaranya:
1. Gerakan Indonesia Tertib
Permasalahannya dalam gerakan Indonesia tertib yang terdapat di desa
Lebakagung adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya penerapan ketertiban bagi anak PAUD.
b. Kurangnya pemberian pengetahuan mengenai kesadaran tertib berlalu lintas.
2. Gerakan Indonesia Bersatu
Permasalahannya dalam gerakan Indonesia bersatu yang terdapat di desa
Lebakagung adalah sebagai berikut:
a. Adanya permasalahan di masa lalu sehingga kurangnya komunikasi antar
warga (Terdapatnya konflik masyarakat antar RW dikarenakan adanya
permasalahan dalam hal jabatan).
b. Kurangnya perkumpulan rutin se-Desa Lebakagung.
c. Pengajian hanya dilakukan di tiap RW saja dan tidak terdapatnya pengajian
gabungan se-Desa. Selain itu, pengajian dilaksanakan dalam taraf keluarga
saja tanpa adanya partisipasi dari warga sekitar.
d. Rasa bangga berlebih terhadap RW atau kampungnya sendiri sehingga
menjadi terkesan meremehkan kampong atau RW yang lainnya.
3. Gerakan Indonesia Bersih
Permasalahannya dalam gerakan Indonesia bersih yang terdapat di desa
Lebakagung adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya MCK yang layak.
b. Kurangnya pengetahuan anak PAUD tentang pentingnya kebersihan diri
sendiri serta kebersihan lingkungan sekitar.
4. Gerakan Indonesia Melayani
Permasalahannya dalam gerakan Indonesia melayani yang terdapat di desa
Lebakagung adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya fasilitas yang baik untuk mengembangkan minat dan bakat anak
PAUD.

2
b. Kondisi ruang belajar PAUD yang ditempati masih kurang layak digunakan
untuk belajar anak-anak PAUD.
c. Minimnya penanda PAUD dari beberapa PAUD.
5. Gerakan Indonesia Mandiri
Permasalahannya dalam gerakan Indonesia mandiri yang terdapat di desa
Lebakagung adalah sebagai berikut :
a. Masih terdapat beberapa PAUD yang kurang meningkatkan kemandirian
dari siswanya semisal dalam menghias ruang kelas masih mengandalkan
orang lain padahal bisa saja anak PAUD dilibatkan dalam proses
menghiasnya seperti membuat hiasan dari kertas dan sebagainya.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
a. Mengubah cara pandang, pola pikir dan sikap orang tua dalam menangapi
pentingnya PAUD untuk anak-anak mereka.
b. Mewujudkan Indonesia yang bersih dan mencintai lingkungan.
c. Mewujudkan Indonesia yang tertib, berdikari, dan bekepribadian.
2. Tujuan Khusus
a. Mensosialisasikan kegiatan KKN Tematik berbasis Revolusi Mental pada
Masyarakat dan Tutor PAUD;
b. Penguatan manajemen dan kelembagaan PAUD serta penguatan tutor
PAUD;
c. Penguatan jaringan kemitraan untuk mengembangkan PAUD;
d. Pengembangan media pembelajaran pada PAUD;
e. Memberikan motivasi dan penguatan pada orang tua AUD;
f. Menerapkan budaya revolusi mental pada anak PAUD yang terdiri dari
Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia
Bersatu, Gerakan Indonesia Bersih, serta Gerakan Indonesia Melayani.

3
D. Target
Target yang ingin dicapai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk
program PAUD berbasis revolusi mental di desa Lebakagung adalah sebagai
berikut:
1. Berubahnya cara pandang, pola pikir dan sikap orang tua dalam menangapi
pentingnya PAUD untuk anak-anak mereka.
2. Terwujudnya Indonesia yang bersih dan mencintai lingkungan.
3. Terlaksananya Indonesia yang tertib, berdikari, dan bekepribadian melalui aksi
nyata masyarakat.
4. Terlaksananya Indonesia bersatu guna mewujudkan perilaku saling menghargai
antar golongan dikalangan masyarakat desa Lebakagung.

E. Lokasi KKN Tematik


Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema PAUD Berbasis revolusi
Mental dilaksanakan di kawasan RW 05 dengan sasaran utamanya PAUD
ADDIHAD dan warga RW 04 serta 05. Selain itu, dilaksanakan pula dikawasan
RW 03 dengan fokus utamanya ialah TK AL-BADIHIYYAH serta kawasan RW
06 dengan fokus utamanya ialah PAUD AT-TAUFIK. Ketiga tempat tersebut
terletak di desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa
Barat.

F. Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan


Kelompok KKN Tematik PAUD Berbasis Revolusi Mental 2017/2018 yang
bertempat di desa Lebakagung, terdiri dari 12 orang mahasiswa Universitas
Pendidikan Indonesia dari berbagai prodi dan fakultas yang dibimbing oleh
seorang dosen pembimbing, yaitu sebagai berikut:
Dosen pembimbing lapangan
NIP : 19820418 200912 1 004
Nama : Dr. Sandey Tantra Paramitha, S. Si., M. Pd.
TTL : Blora, 18 April 1982
Agama : Islam
Jenis kelamin : Laki-laki

4
Alamat : Kp. Sukamaju Desa Kayuambon RT 02/RW 07 No. 100
Telp/HP : 081329726699
Pangkat/Golongan : Penata/IIIC
Prodi : Ilmu Keolahragaan
Pengalaman jadi DPL : 2010-2018 (9 kali)

Data Mahasiswa KKN UPI


Tabel 1.1 Data Mahasiswa KKN Desa Lebakagung

No Nama NIM Prodi Fakultas


1. Rellyniasih 1500382 Pendidikan Kimia FPMIPA
2. Riky Hidayat 1500504 Pendidikan Teknik Elektro FPTK
3. Ana Nurjanah 1500692 Pendidikan Bahasa Jepang FPBS
Suci Dewiyani
4. 1500747 Pendidikan Seni Musik FPSD
Fauziah
Lingga Leguina Manajemen Resort dan
5. 1503450 FPIPS
Cahya. L.S. Leissure
6. Jelita Indrianti 1503881 Kimia FPMIPA
Dina Rusyda
7. 1503975 Pendidikan Teknik Elektro FPTK
Khoirini
8. Khansa Ratri Haniya 1504417 Teknik Elektro FPTK
Pendidikan Jasmani
9. Ahmad Nuryani 1505481 FPOK
Kesehatan dan Rekreasi
Pendidikan Kepelatihan
10. Ulpah Damaiyanti 1506246 FPOK
Olahraga
Muhamad Arya
11. 1506875 Pendidikan Seni Musik FPSD
Ismail Firdaus
Ridwan Firdaus
12. 1507512 Pendidikan Kima FPMIPA
Akbar

5
Adapun struktur organisasi yang dibentuk ketika pelaksanaan Kuliah Kerja
Nyata Tematik Desa Lebakagung PAUD Berbasis Revolusi Mental adalah
sebagai berikut:

Ketua
Muhamad Arya Ismail
Firdaus

Sekretaris Sekretaris
Ridwan Firdaus Akbar Ulpah Damaiyanti

Bendahara Bendahara
Rellyniasih Jelita Indrianti

Acara
Dina Rusyda Khoirini Logistik Humas Konsumsi PDD
Lingga Leguina Cahya Ahmad Nuryani Riky Hidayat Suci Dewiyani Fauziyah Ana Nurjanah
L.S.

6
7

BAB II

PERENCANAAN, PELAKSANAAN DAN HASIL PROGRAM

A. Perencanaan Program
Program Kerja Kuliah Kerja Nyata Tematik PAUD Berevolusi Mental Desa
Lebakagung Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut

Tabel 2.1. Rencana Program Kerja KKN Desa Lebakagung


No Program Kegiatan Sasaran Pelaksanaan Budaya
Pekan
a. Perkumpulan Orangtua
Sosialisasi pertama dan Bersatu
orangtua Desa Desa
KKN kedua bulan
Lebakagung Lebakagung
Tematik Januari
1 PAUD b. Penjelasan
Pekan
Berbasis pada masing-
Tutor pertama dan Bersatu
Revolusi masing tutor
PAUD kedua bulan
Mental PAUD Desa
Januari
Lebakagung
a. Pendataan Sepanjang
Warga Desa
anak-anak usia KKN Melayani
Lebakagung
PAUD berlangsung
Penguatan
TK Al-
Manajemen / b. Pembuatan
2 Badihiyyah 02 Januari
Kelembagaan Papan Identitas Melayani
dan PAUD 2018
PAUD PAUD
Addihad
c. Menghias PAUD 19-28 Januari
Melayani
PAUD Addihad 2018
a. Seminar tutor
Penguatan PAUD se- Tutor Senin, 15
3 Melayani
Tutor PAUD Kecamatan PAUD Januari 2018
Karangpawitan
a. Pengajuan
Penguatan
PAUD Desa
Jaringan
Lebakagung
Kemitraan 25 Januari
4 untuk HIMPAUDI Melayani
Untuk 2018
bergabung
Mengembang
dengan
kan PAUD
HIMPAUDI
Pengembang
a. Lukisan
an Media
profesi,
Pembelajaran
alphabet, PAUD 27-28 Januari
5 di PAUD Melayani
hijaiyyah, Addihad 2018
Berbasis
gedung di
Revolusi
dinding kelas
Mental
Motivasi dan a. Seminar Orangtua
Penguatan terhadap yang Sabtu, 20
6 Peran orangtua se- memiliki Januari 2018 Melayani
Orangtua Desa anak usia
Siswa Lebakagung PAUD
a. GPK (Gerakan Selasa &
Pembiasaan Siswa Jumat, 09 &
Tertib
dan PAUD 19 Januari
Kedisiplinan) 2018
Penerapan b. MORI (Make Siswa Kamis, 11
Mandiri
Budaya an Origami) PAUD Januari 2018
7 Revolusi c. Hisap Busa
Mental Pada (Menghias Siswa
Selasa-Rabu,
Siswa PAUD Tempat PAUD dan
16-17 Januari Mandiri
Sampah dan Tutor
2018
Membuang PAUD
Sampah)
d. Berdasi Siswa Kamis-Jumat, Bersatu

8
(Bernyanyi PAUD 18-19 Januari
Berdendang 2018
dan Edukasi)
e. SGM (Sikat Siswa Rabu , 24
Bersih
Gigi Massal) PAUD Januari 2018
f. Lomba
Mewarnai se- Siswa Kamis, 25
Melayani
Desa PAUD Januari 2018
Lebakagung

B. Profil Desa
1. Sejarah Terbentuknya Desa Lebakagung
Berawal dari keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan
pemerintah yang lebih dekat, lebih efektif dan efisien, maka pada awal tahun
1983 dibentuklah panitia pemekaran desa dan pada waktu itu juga langsung
mengajukan permohonan pemekaran desa kepada pemerintah kabupaten Garut.
Dengan melewati berbagai hal / proses pemekaran yang sesuai dengan
aturan hukum yang berlaku dari mulai penentuan nama Desa, pembagian
wilayah, pembagian kekayaan desa dan lain-lain. Akhirnya pada bulan Maret
1984 Lebakagung resmi menjadi Desa sesuai dengan peraturan Daerah Nomor
15 Tahun 2007 tentang pembentukan Desa baru hasil pembentukan Desa di
Kabupaten garut.
Tabel 2.2. Daftar Kepala Desa dari Awal Pembentukan Sampai Sekarang

No Nama kepala Desa Masa Jabatan


1 Totoh Sudarjo 1984-1988
2 Tatang Saepudin 1988-1995
3 Tatang Saepudin 1995-2003
4 Aep Saepudin 2003-sekarang

9
Tabel 2.3. Kejadian Baik dan Buruk yang Dialami oleh Masyarakat Desa Lebakagung
Kejadian yang
No Kejadian baik/keberhasilan Tahun
buruk/kegagalan
1 Pengangkatan Kepala Desa -
1984
yaitu Bpk. Totoh Sudarjo
2 - Terjadi Kemarau panjang 1982
3 Pemilihan umum legislatif - 1982
4 Pemilihan umum legislatif - 1987
5 Mendapatkan bantuan Raksa -
Desa dari Pemerintah 1995
Provinsi Jawa Barat
6 - Teror Penculikan alim
1996
ulama (Ninja)
7 Pemilihan umum legislatif - 1997
8 ABRI masuk desa - 1997
9 Mundurnya pemerintahan -
Orde Baru diganti dengan 1998
pemerintahan Reformasi
10 Listrik Masuk Desa - 1985
11 Pendirian MTs - 2001
12 Pembangunan Lapang Bolla -
2002
Volly Koreak
13 - Kebakaran Di Kp.
2002
Lebakagung
14 Pembangunan Jalan -
2002
Lebakagung
15 GRHL - 2003
16 Pemilihan Kepala Daerah -
2004
Provinsi Jawa Barat.
17 Pemilihan umum presiden -
dengan pasangan SBY-JK, 2004
Megawati-Hamzah Haz,

10
Agum Gumelar-Haism
Mujadi. Pemenangnya SBY-
JK
18 Pemilihan umum Legislatif - 2004
19 SDN 1 Lebakagung -
2004
mendapatkan bantuan DAK
20 SDN 2 Lebakagung mendapat -
2004
bantuan DAK
21 SDN 3 Lebakagung mendapat -
2005
bantuan DAK
22 Masuknya Program Nasional -
Pemberdayaan Masyarakat
2008
Mandiri Perdesaan (PNPM-
MP)
23 Beton jembatan desa - 2008
24 Pembangunan SMPN 3 -
2009
Karangpawitan
25 Pemilihan Umum Kepala -
2009
Daerah Provinsi Jawa Barat
26 Pemilan Umum Presiden -
dengan calon SBY-Boediono,
2009
JK-Win,Mega-Prabowo.
Pemenangnya SBY-Boediono
27 Pemilu Legislatif - 2009
28 Juara III Lomba Desa tingkat -
2010
Kabupaten

a. Tofografi
Struktur tanah Desa Lebakagung kecamatan karangpawitan secara
umum berupa pesawahan dan pemukiman yang berada pada ketinggian
antara 770 meter di atas permukaan laut, dan suhu rata-rata berkisar antara
28o sampai dengan 30o Celcius. Desa Lebakagung terdiri dari 3 Dusun, 31

11
RT, dan 11 RW. Orbitasi waktu tempuh dari ibu kota kecamatan 8 km
dengan waktu tempuh 15 menit dan dari ibu kota kabupaten 15 km dengan
waktu tempuh 30 menit.
b. Hidrologi dan klimatologi
1) Sungai Ciherang yang merupakan sungai terbesar yang menjadi batas
wilayah desa Lebakagung dengan desa Tanjungsari Kecamatan
karangpawitan.
2) Sungai Cijangala
3) Sungai Cijoho
4) Dan masih banyak sungai yang kecil lainya.
Mata Air yang menghidupi masyarakat desa Lebakagung yang
digunakan untuk kebutuhan sebagai sarana air bersih atau irigasi adalah
sebagai berikut:
1) Mata Air Cinyusu
2) Mata Air Bundrayeun
3) Mata Air Cipondok
4) Mata Air Cicamun
5) Mata Air Cikahuripan
6) Mata Air bojong
7) Dan lain-lain

2. Luas dan sebaran penggunaan lahan


Tabel 2.4. Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan Desa Lebakagung Tahun 2016

Sawah (daerah Air)


Darat (Ha)
(Ha)
½ Tadah Pekerangan Hutan Hutan Lain-
Teknis Pengangonan
Teknis hujan pemukiman rakyat negara lainya
- 48 ha - 14.309 - 5 ha 6.5 ha 2 ha

12
C. Keadaan Sosial
1. Kependudukan
Laju pertumbuhan penduduk desa Lebakagung pada kurun tiga tahun
terakhir, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.5. Jumlah Penduduk Desa Lebakagung Tahun 2013-2016


Jenis kelamin Laju pertumbuhan
No Tahun Jumlah
L P (%)
1 2013 2418 2440 4858 0,2 %
2 2014 2545 2568 5113 0, 5%
3 2015 3385 3145 6530 18 %
4 2016 3291 3324 6615

Jumlah kepala keluarga desa Lebakagung pada tahun 2013 berjumlah


4858 KK, tahun 2015 berjumlah 1.025 KK, sedangkan pada tahun 2015
berjumlah 1.893 KK, jumlah kepala keluarga kurun waktu tiga tahun terakhir
dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.6. Jumlah Rumah Tangga/KK

No Tahun Jumlah Rumah tangga/KK


1 2013 1.025 kepala keluarga
2 2014 1.031 kepala keluarga
3 2015 1.893 kepala keluarga

Sebaran jumlah kepala keluarga desa Lebakagung pada tahun 2015 dapat
dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.7. Jumlah Rumah Tangga/KK, Kepadatan/Km2 dan Sex Ratio Tahun 2016

Jumlah rumah Kepadatan


No Nama dusun Sex ratio
tangga/KK per km2
1 Dusun I 605
2 Dusun II 623
3 Dusun III 665
Jumlah 1.893

13
2. Kesehatan
Tenaga kesehatan yang ada di desa Lebakagung dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
Tabel 2.8. Jumlah Tenaga Kesehatan Tahun 2016

No Tenaga kesehatan Jumlah Ket.


Dokter Umum -
1 Medis
Dokter spesialis -
Bidan 3
2 Keperawatan
Perawat 1
Puskesmas -
Polingdes -
3 Partisipasi masyarakat
Postu 1
Paraji 6

3. Pendidikan
Data pendidikan desa Lebakagung mulai dari jumlah guru,murid, jumlah
sekolah, lulusan dan sarana pendidikan kami dituangkan dalam tabel dibawah
ini:
Tabel 2.9. Tingkat Pendidikan Penduduk

No Tingkat pendidikan penduduk Jumlah Prosentase (%)


1 DO/tidak tamat SD 441 8,5 %
2 Tamat SD/Sederajat 2.709 52,2 %
3 Tamat SLTP/sederajat 545 10,5 %
4 Tamat SLTA/Sederajat 368 7,1 %
5 D2 32 0,6%
8 S1 77 2,26 %
9 S2 5 0.5 %
10 S3 3 0.4 %
Jumlah 4.180

14
Tabel 2.10. Data Guru Dan Murid Pada Jenjang Pendidikan

No Uraian PAUD/TK SD SLTP SLTA Jumlah


1 Guru 10 15 8 - 33
2 Murid 80 1.020 375 - 1475

Tabel 2.11. Jumlah Lulusan Sekolah Berdasarkan Jenjang Pendidikan

No Jenjang Pendidikan Jumlah


1 DO SD/sederajat -
1 SD/Sederajat 315
2 SMP/Sederajat 160
3 SMA/Sederajat 48
4 PT 12

Tabel 2.12. Jumlah sarana penddidkan


No Uraian Jumlah
Pondok Pesantren 1
Madarsah Diniyah 5
PAUD/TK 4
SD/Sederajat 5
SMP/Sedearajat 2
SMA/sederajat -
Perguruan tinggi -

4. Kesejahteraan sosial
Masalah kesejahteraan sosial desa Lebakagung didominasi oleh masalah
keluarga miskin, hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua untuk
mengentaskan kemiskinan tersebut, untuk masalah data kesejahteraan sosial,
dapat dilihat di tabel berikut:
Tabel 2.13. Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)

No Masalah kesejahteraan sosial Jumlah Keterangan


1 Anak terlantar
2 Anak nakal
3 Anak balita terlantar

15
4 Anak jalanan
5 Lansia terlantar
6 Pengemis
7 Gelandangan
8 Korban NAPZA
9 PSK
10 Eks Narapidana 3
11 Penyandang Cacat 25
12 Keluarga miskin sosial 645
13 Keluarga bermasalah sosial psykologis -
14 Keluarga rumahnya tidak layak huni 156
16 Wanita rawan sosial ekonomi -
17 Pemulung -
18 Janda PKRI 6
19 Korban bencana alam -
20 Masyarakat yang tinggal didaerah bencana -
alam
21 Komunitas adat terpencil -

5. Ketenagakerjaan
Masalah ketenagakerjaan perdesaan, kami pikir hal ini bukan hanya
berlaku didesa Lebakagung melainkan hampir semua desa mengalami kondisi
yang sama. Hal ini disebabkan oleh proses pembangunan yang tidak merata,
adanya gap anatara kota dan desa. Karena masih kurangnya lapangan
pekerjaan yang ada didesa Lebakagung, mengakibatkan angka pengangguran
cukup tinggi. Penduduk desa Lebakagung pada umumnya bekerja ke daerah
lain yaitu perkotaan. Kalaupun yang bekerja di daerah Lebakagung selain guru
dan dinas lainnya, bekerja disektor non formal seperti kuli, buruh, tani dan
lain-lain. Jumlah tenaga kerja kami tabelkan sebagai berikut:

16
Tabel 2.14. Jumlah tenaga kerja desa Lebakagung Tahun 2016

No Uraian Jumlah
1 Jumlah pencari kerja 63
2 Yang bekerja 1840
3 Belum bekerja 1360
Jumlah 3260

6. Pemuda dan olah raga


Bicara tentang kepemudaan dan olah raga, Pemuda desa Lebakagung
pada beberapa tahun ke belakang sedang giat dengan aktivitas oleh raga
terutama olah raga yang cukup murah biaya namun kemeriahannya tak kalah
dengan olah raga yang lain yaitu Voli dan itu masih berjalan sampai dengan
sekarang terbukti tiap sore hari selalu masyarakat selalu ramai di sekitar
lapangan voli untuk menonton aktivitas permainan voli tersebut dan setiap
minggu selalu kedatangan tamu dari dalam dan luar kota Garut untuk
menjajaki kemampuan dalam olah raga voli. Pemuda desa Lebakagung cukup
lumayan aktif dalam bidang keolahragaan, hal ini ditunjukan oleh
menjamurnya klub-klub khususnya klub voli dan sepak bola. Data klub olah
raga dan sarana lainya kami tabelkan dibawah ini:
Tabel 2.15. Data Klub Olah Raga Desa Lebakagung Tahun 2016

No Klub olah raga Jumlah


1 Klub voli 11
2 Klub Futsal -
3 Klub bulu tangkis 2
4 Klub tenis meja -

17
Tabel 2.16. Data Sarana Dan Prasana Olah Raga Desa Lebakagung Tahun 2016

No Sarana olah raga Jumlah


1 GOR -
2 Lapangan bola volley 13
3 Lapangan Futsal -
4 Lapangan tenis meja -

7. Kebudayaan
Selo soemarjan menyebutkan, budaya adalah hasil rasa, cipta, karsa,
dan karya manusia. Tapi yang dibicarakan “budaya” disini, lebih dititik
beratkan pada aspek seni yang mempunyai nilai (Value) sebagai
pengejewantahan “rasa” yang disebutkan oleh selo soemarjan. Namun hal
tersebut yang lebih kita kenal dengan kesenian, eksistensi kesenian hampir
tidak ada. Entah apa yang menyebabkan hal tersebut, apakah nenek moyang
Daerah Lebakagung tidak mewariskan hal itu atau bagaimana. Yang jelas
kesenaian masyarakat desa Lebakagung hanya ada qosidah rebana dan
Calung yang kami tabelkan dibawah ini:

Tabel 2.17. Data kelompok budaya dan seni desa Lebakagung tahun 2016

No Jenis Jumlah Keterangan


1 Qosidah Rebana 1 Aktif
2 Rudat 1 Aktif
3 Pencak Silat 1 Aktif

8. Tempat peribadatan
Penduduk desa Lebakagung keseluruhan muslim, jadi tempat peribadatan
hanya ada mesjid dan mushola. Datanya ditabelkan dibawah ini:

18
Tabel 2.18. Data Sarana Peribadatan Desa Lebakagung Tahun 2016
No Jenis Jumlah
1 Mesjid 11
2 Mushola/surau 23
3 Gereja -
4 Wihara -
5 Kuil -

D. Keadaan Ekonomi
1. Alokasi dana desa
Alokasi dana desa dari pemerintah tiap tahunnya mengalami kenaikan,
hal ini bisa dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 2.19. Alokasi Dana Desa Desa Lebakagung Tahun 2013-2015

No Tahun Jumlah Keterangan


1 2013 Rp. 126,474,000 Naik
2 2014 Rp. 117,884,000 Turun
3 2015 Rp. 362,400,000 Naik

2. Sumber penerimaan desa lainnya


Sumber pendapatan desa selain dari hal di atas adalah dari tanah carik
dan insentif.
a. Transportasi perhubungan
Panjang jalan utama desa Lebakagung pada tahun 2015 sepanjang 3
km, adapun transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah jasa ojeg,
jalur ke kota kabupaten menggunakan Angkutan Kota yang beroperasi
trayek Perum Cempaka – Terminal Guntur, Cibatu – Terminal Guntur dan
Sukawenging – Terminal Guntur ke kota kabupaten garut.
b. Telekomunikasi dan informasi
Sarana informasi dan komunikasi yang digunakan penduduk desa
Lebakagung adalah telepon genggam (Hand Phone), dikarenakan jasa
telepon rumah belum masuk ke desa Lebakagung.

19
c. Pengairan dan irigasi
Kondisi pengairan dan irigasi di desa Lebakagung sangatlah tidak bisa
diandalkan, disatu sisi kondisi irigasi sendiri yang tidak terpelihara karena
masih konvensional, kedua gunung sebagai penampung air, kondisinya
cukup memprihatinkan karena hampir semua gunung yang mengelilingi
desa Sincangpalay gundul, hal ini diakibatkan oleh alih fungsi lahan dari
perkebunan menjadi pertanian. Kondidisi tersebut, mengakibatkan hampir
semua irigasi hanya terairi ketika musim hujan. Padahal penduduk sebagian
besar menggantungkan hidupnya pada hasil bumi seperti sawah, ladang.
Permasalahan tersebut haruslah kita sikapi secara nyata dan penuh
tanggung jawab, ini adalah tanggung jawab kita bersama yang harus di
selesaikan secara bersama, mengingat air adalah sumber kehidupan
bersama.
d. Air bersih
Pengguna sumber air bersih kami tabelkan dibawah ini:

Tabel 2.20. Jumlah Air Bersih Yang Digunakan Oleh Masyarkat Desa Lebakagung Tahun 2016

No Jenis sumber air bersih yang Jumlah KK


digunakan oleh masyarkat Pengguna
1 PAM -
2 Sumur Pompa -
3 Artesis -
4 Sumur gali 200
5 Fasilitas air bersama 300
6 Kali/sungai -
7 Sumor Bor 2

e. Air limbah
Pertama Air limbah yang dihasilkan dari limbah rumah tangga seperti
nyuci, kakus, dan lain sebaginya masyarakat menggunakan diantaranya
Jamban Umum, sepictank, bahkan ada yang ke sungai, namun mayoritas
pembuangan limabah jenis ini menggunakan jamban.

20
Kedua air limbah yang dihasilkan bukan dari kegiatan rumah tangga
sperti penggilan padi, ternak dan lain sebagainya kebanyakan dibaung
kesolokan yang dialirkan ke sungai.

3. Energi
Hampir 92% rumah yang berada di desa Lebakagung sudah teraliri listrik
milik PLN, hanya ada beberepa masyarakat yang belum tersambung listrik
secara langsung dikarenakan faktor ekonomi. Pada umumnya masyarakat yang
belum mampu memasang listrik secara langsung mengambil dari tetangganya.
Kesimpulannya seluruh masyarakat desa Lebakagung dalam penerangan sudah
menggunakan listrik.

4. Musim
Seperti daerah jawa barat pada umunya, desa Lebakagung mengenal dua
musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
5. Kelembagaan Desa
a. Kondisi Pemerintahan Desa
1) Pembagian wilayah desa
Desa Lebakagung terdiri dari 3 (tiga) dusun 31 RT, sebaran dusun
tersebut adalah:
a) Dusun I (Terletak sebelah Barat)
b) Dusun II (Terletak sebelah Tengah)
c) Dusun III (Terletak sebelah Timur)

21
2) Struktur organisasi desa

BPD KEPALA DESA


LPM Aep Saepudin
PKK

SEKRETARIS
DESA
Uus NB

KAUR KAUR KAUR KAUR


PEMERINTAHAN UMUM KESRA EKBANG
ID. Hidayat U. Abdurahman Oman Iskandar
Muslih

DUSUN I DUSUN II DUSUN III


Salim Odon Iwan

b. Kondisi Pemerintahan Umum


1) Pelayanan catatan sipil
Pelayanan catatan sipil yang banyak digunakan oleh masyarakat
kami tabelkan dibawah ini:
Tabel 2.21. Data Pelayanan Catatan sipil Desa Lebakagung Tahun 2016
No Jenis layanan Jumlah
1 NIK -
2 KK 1307
3 KTP 2000
4 Akta kelahiran 300

2) Perijinan
Jenis perijinan yang sering dibuat oleh masyarkat antara lain:
a) Izin mendirikan bangunan (IMB)
b) Izin orang tua
c) Izin suami

22
3) Aparatur pemerintahan
Tabel 2. Jumlah Aparatur Pemerintahan Dan Anggota Kelembagaan Desa Lebakagung Tahun 2016

No Uraian Jumlah
1 Kepala desa 1
2 Sekretaris desa 1
3 Kepala urusan 5
4 Kepala dusun 3
5 Ketua RT 31
6 Ketua RW 11

C. Pelaksanaan Program
1. Perkumpulan Orangtua Desa Lebakagung
a. Latar Belakang
Desa Lebakagung terdiri atas 11 Rukun Warga. Dari 11 RW tersebut
ada yang lokasinya berdekatan dan ada juga yang lokasinya jauh dari RW
manapun berikut jauh dengan kantor desa seperti RW 08 dan jaraknya lebih
dekat dengan Garut Kota. Jika kita menilik jumlah PAUD yang ada di Desa
Lebakagung, bisa dikatakan bahwa pada setiap RW tidak terdapat PAUD.
Hanya pada beberapa RW yang terdapat PAUD diantaranya RW 01, RW
03, RW 05, RW 06, RW 07, dan RW 11.
Kebijakan pemerintah terkait pentingnya memasukkan anak usia dini
ke pendidikan anak usia dini baru disosialisasikan akhir-akhir ini sehingga
masih ada orang tua yang enggan memasukkan anaknya ke PAUD. Selain
itu, ada beberapa Sekolah Dasar yang masih belum tegas mengikuti
Undang-Undang yang telah dibuat pemerintah perihal penerimaan Siswa/i
baru sehingga beberapa anak dapat diterima di Sekolah Dasar walau tidak
menginjak Pendidikan Anak Usia Dini terlebih dahulu dengan alasan
kasihan jika tidak sekolah ke Sekolah Dasar. Hal lain yang menggelitik
mengenai hal ini yaitu keengganan orang tua untuk mengantarkan anaknya
pergi belajar ke PAUD sehingga lebih memilih untuk tidak memasukkan
anaknya ke PAUD.

23
b. Tujuan
Mensosialisasikan terkait KKN Tematik yang akan dilaksanakan
selama sekitar 35 hari kepada para orangtua.
c. Target
Orang tua se-Desa Lebakagung.
d. Manfaat
Orang tua mengetahui bahwa sedang ada mahasiswa yang melakukan
KKN di Desa Lebakagung dengan tema PAUD Berbasis Revolusi Mental.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Sosialisasi dilakukan dari awal KKN hingga menjelang akhir KKN.
Sosialisasi dengan mengumpulkan warga terealisasi sebanyak 2 kali yaitu
sosialisasi di RW 08 dan di RW 04-05. Sosialisasi dilakukan bersamaan
dengan agenda imunisasi balita (Sosialisasi dilaksanakan setelah imunisasi
dilakukan) dari bidan setempat. Sosialisasi diperuntukan untuk orangtua
warga Desa Lebakagung dengan isi materi sosialisasi yaitu terkait
pentingnya PAUD bagi anak usia dini. Pada pelaksanaannya warga yang
hadir tidak lebih dari 20 orang pada setiap RWnya dan ketika sosialisasi
dilakukan banyak warga yang acuh akan sosialisasi dan langsung pulang
dari tempat sosialisasi sebelum sosialisasi selesai. Selain dengan cara diatas,
cara door to door dilakukan awal KKN dan menjelang akhir KKN tetapi
cara ini dilakukan lebih berfokus pada RW 04 dan 05 yang disebabkan
karena letaknya yang strategis dan atas rekomendasi dari Kepala Desa
Lebakagung yang menurutnya di RW tersebut tingkat kepedulian orang tua
dalam memasukkan anak-anaknya ke PAUD dapat dibilang rendah.
f. Hasil Program
1) Orang tua mendapatkan informasi terkait PAUD.
2) Terlaksana sepanjang KKN dan mengumpulkan warga sebanyak 2
kali.
g. Hambatan
Hambatan yang dialami ketika sosialisasi dilakukan adalah terkait
kurangnya partisipasi warga untuk mengikuti sosialisasi. Orangtua yang
telah mengimunisasi anaknya lebih memilih langsung pulang daripada harus

24
mengikuti sosialisasi. Tidak adanya pengeras suara ketika sosialisasi
sehingga informan harus mengeraskan suaranya ketika berbicara berikut
mencegah orangtua yang pulang terlebih dahulu. Ketika sosialisasi secara
door to door tidak semuanya rumah warga didatangi dikarenakan saat
prosesnya ada beberapa warga yang sedang di bekerja dan tidak ada
dirumahnya.
h. Solusi
Sosialisasi tetap dilakukan berbarengan dengan imunisasi untuk
mencegah orangtua pulang duluan. Selain dari itu, peserta KKN meminta
bantuan bidan dan kader untuk memberitahukan pada orangtua yang hadir
agar tidak pulang terlebih dahulu setelah mengimunisasi anaknya.

2. Penjelasan pada Kepala dan Tutor PAUD


a. Latar Belakang
Tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilimpahkan kepada
kelompok Desa Lebakagung adalah terkait PAUD Berbasis Revolusi Mental
sehingga dibutuhkan koordinasi dan hubungan yang baik dengan setiap
kepala dan tutor yang nantinya di PAUD tersebut akan dilakukan program
yang telah direncanakan. Koordinasi dapat terjalin diawali dengan
komunikasi, sehingga sebelum menjalin koordinasi dibutuhkan komunikasi
terlebih dahulu untuk menjelaskan tujuan dan program yang akan
dilaksanakan.
b. Tujuan
Mengkomunikasikan dan menjalin kerjasama dengan pihak PAUD
melalui Kepala dan tutor untuk membantu menyukseskan program yang
akan diusung.
c. Target
Kepala dan Tutor PAUD se-Desa Lebakagung.
d. Manfaat
Terjalinnya hubungan dan koordinasi yang baik antara peserta KKN,
kepala PAUD dan tutor PAUD serta memudahkan peserta KKN dalam
merealisasikan program yang telah dibuat.

25
e. Deskripsi Pelaksanaan
Penjelasan pada Kepala dan tutor PAUD dilakukan dengan cara
langsung mendatangi PAUD yang satu ke PAUD yang lainnya. Agenda ini
dilakukan secara kondisional dengan jumlah PAUD yang didatangi
sebanyak 7 PAUD. Isi pembicaraan yang diperbincangkan adalah terkait
penjelasan maksud dan tujuan peserta KKN datang ke Desa Lebakagung
serta meminta kerjasama untuk kelancaran program yang akan dilaksanakan
selama KKN berlangsung.
f. Hasil Program
Kepala PAUD dan tutor PAUD mendukung kegiatan-kegiatan yang
diusung oleh peserta KKN.
g. Hambatan
1) Ada tutor yang mengalami kesalahpahaman informasi dikarenakan
ketika penyampaian maksud kedatangan mahasiswa KKN, tutor tersebut
tidak hadir.
h. Solusi
1) Mengkonfirmasi kepda kepala PAUD dan menyampaikan ulang
kembali kepada kepala PAUD agar disampaikan kepada tutor PAUD
kembali.

3. Pendataan Anak Usia Dini


a. Latar Belakang
Database merupakan salah satu patokan bahwa manajemen suatu
lembaga dikatakan baik. Lewat database ini pun sangat bermanfaat sebagai
rekam jejak dari suatu lembaga. Sebelum kegiatan dan program PAUD
dilaksanakan kami meminta data anak usia dini sebagai pegangan dan
panduan bagi kami dalam menentukan program apa saja yang akan diusung
dan disesuaikan dengan jumlah PAUD dan anak usia dini yang terdapat di
Desa Lebakagung.
b. Tujuan
Mengetahui jumlah anak usia dini di Desa Lebakagung.

26
c. Target
Database anak usia dini Desa Lebakagung.
d. Manfaat
1) Peserta KKN mengetahui jumlah anak usia dini di Desa
Lebakagung.
2) Sebagai salah satu sumber informasi yang dapat membantu dalam
pembuatan program.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Dalam pelaksanaanya, peserta KKN meminta data kepada kelurahan
terkait jumlah anak usia dini. Dari permintaan tersebut didapatkan data
jumlah penduduk Desa Lebakagung dan data nama anak usia dini 2 RW
yaitu RW 04 dan RW 05 yang ditulis tangan. Dari data tersebut kemudian
diolah dengan bantuan komputer oleh peserta KKN.
f. Hasil Program
Data anak usia dini Desa Lebakagung RW 04 dan RW 05.
g. Hambatan
Lamanya pemberian data anak usia dini dari pihak kelurahan.
h. Solusi
Terus mem-follow up pada kelurahan dan kepada ibu kader di desa
tersebut.

4. Pembuatan Papan Identitas PAUD


a. Latar Belakang
Salah satu bentuk eksistensi dari adanya suatu PAUD ditandai dengan
adanya papan identitas yang memberikan informasi kepada semua orang.
Dari 7 PAUD yang terdapat di Desa Lebakagung ada 2 PAUD yang belum
memiliki tanda identitas yang layak untuk dipasang yaitu PAUD Addihad
dan TK Al-Badihiyyah. Posisi PAUD Addihad berada di samping jalan RW
03 sedangkan posisi PAUD Addihad sendiri masuk ke dalam gang tidak
seperti PAUD-PAUD lainnya yang terletak di pinggir jalan. TK Al-
Badihiyyah berlokasi di pinggir jalan dan sangat strategis tetapi TK Al-
Badihiyyah belum memiliki tanda pengenal PAUDnya.

27
b. Tujuan
Memberi tanda pengenal pada PAUD agar mudah dicari dan dikenali
(sebagai bentuk eksistensi PAUD).
c. Target
PAUD Addihad dan TK Al-Badihiyyah.
d. Manfaat
Terdapatnya papan informasi sebagai tanda pengenal bagi PAUD
sehinga PAUD tersebut dapat mudah dicari dan dikenali.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Pada PAUD Addihad tanda pengenalnya berupa spanduk yang dicetak
dan dipasang pada tanggal 29 Januari 2018 di pinggir jalan Cipondok RW
05. Sedangkan pada TK Al-Badihiyyah, tanda pengenal terbuat dari logam
dan dilukis secara manual oleh peserta KKN pada tanggal 02 Januari 2018
yang dipasang didepan TK Al-Badihiyyah (pinggir jalan RW 03).
f. Hasil Program
Spanduk dan Pelang Pengenal.
g. Hambatan
-
h. Solusi
-

5. Menghias PAUD
a. Latar Belakang
Belajar di ruang kelas merupakan salah satu pengalaman unik dan
menarik bagi anak usia dini. Karena pengalaman tersebut merupakan
pengalaman kali pertama bagi mereka. Fitrahnya seorang anak suka akan
kebebasan berekspresi. Ketika pengalaman pertamanya belajar di PAUD
kurang membuat mereka berkesan, maka akan membuat mereka cepat bosan
dan enggan bahkan susah untuk belajar. Sehinga untuk mengantisipasinya
adalah ruang kelas yang digunakan mereka belajar dibuat semenarik
mungkin sehingga anak-anak tetap betah untuk belajar. PAUD Addihad
yang terletak di Kampung Cipondok merupakan satu-satunya PAUD yang

28
terletak di RW 04 dan RW 05. Jika kita melihat kondisi PAUD Addihad
bisa dikatakan anak akan mudah bosan ketika sudah memasuki ruang
tersebut. Tembok kelas yang kotor penuh coretan dan tempelan ditambah
dengan tempatnya yang kurang tersoroti matahari membuat suasana kelas
menjadi kurang nyaman untuk digunakan belajar. Sehingga perlu diadakan
perubahan bagi ruang kelas PAUD Addihad agar anak-anak yang belajar di
ruangan sekitar 2x3 meter tersebut nyaman untuk dijadikan tempat belajar.
b. Tujuan
Memperindah ruang kelas PAUD Addihad.
c. Target
Ruang Kelas PAUD Addihad.
d. Manfaat
1) Membuat ruang kelas menjadi indah dan nyaman untuk ditinggali;
2) Menambah semangat anak-anak untuk rajin belajar;
3) Sebagai media pembelajaran bagi anak karena hiasan di dinding
kelas berisi ilmu dan pengetahuan bagi anak.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Menghias PAUD dilakukan pada tanggal 19-28 Januari 2018.
Menghias PAUD dilakukan setiap hari jumat sore sampai minggu. Hal ini
dilakukan agar aktivitas menghias PAUD ini tidak mengganggu aktivitas
belajar dan mengajar. Dinding-dinding PAUD dilukis dengan bertemakan
gedung, pantai, huruf hijaiyyah, angka, alfabet, dan profesi. Kaca PAUD
ditutupi dengan hiasan origami dan langit-langit kelas pun dihias dengan
origami pula. Menghias PAUD ini dilakukan oleh mahasiswa KKN.
f. Hasil Program
Ruang belajar PAUD yang sudah dihias.
g. Hambatan
Kondisi dinding PAUD banyak yang rusak sehingga membuat lama
proses melukis.
h. Solusi
Memperbaiki terlebih dahulu dinding PAUD yang rusak dengan
menambal menggunakan semen.

29
6. Seminar Tutor PAUD Se-Kecamatan Karangpawitan
a. Latar Belakang
Sumber Daya Manusia di PAUD salah satunya terdiri dari anak-anak
PAUD dan tutor PAUD. Sebagai salah satu bentuk manajemen dari
Pendidik dan Tenaga Kependidikan, pelatihan bagi tutor-tutor PAUD sangat
diperlukan. Pelatihan atau seminar yang dilaksanakan bertujuan untuk
meningkatkan dan mengupgrade kualitas tutor itu sendiri. Jika kita melihat
kondisi tutor di Kecamatan Karangpawitan khususnya Desa Lebakagung,
kebanyakan tutor PAUD bukan berasal dari lulusan sarjana. Yang menjadi
tutor PAUD kebanyakn merupakan lulusan SMA bahkan ada yang lulusan
SMP menjadi tutor PAUD. Hal ini harus menjadi sorotan lebih dikarenakan
jika kita tinjau usia PAUD ini merupakan usia emas dalam perjalanan hidup
manusia. Karena dari usia PAUD ini menetukan bagaimana anak itu ke
depannya. Oleh karena itulah, perlu dibuat seminar atau transfer informasi
kepada para tutor PAUD di Desa Karangpawitan agar kualitas mereka dapat
ditingkatkan sedikit demi sedikit.
b. Tujuan
1) Memberikan informasi terkait ke-PAUD-an kepada tutor PAUD
2) Sebagai bentuk pelatihan kepada tutor PAUD
c. Target
Tutor PAUD Kecamatan Karangpawitan
d. Manfaat
1) Tutor PAUD dapat mendapatkan informasi terkait ke-PAUD-an
2) Tutor mendapatkan fasilitas seminar yang nantinya bisa menjadi
ilmu dan diterapkan ketika mengajar di PAUD
e. Deskripsi Pelaksanaan
Kegiatan seminar ini dilaksanakan pada tanggal ... Januari 2018 yang
bertempat di Aula Desa Sindanggalih. Kegiatan diisi dengan seminar terkait
ke-PAUD-an. Dari Desa Lebakagung yang menghadiri seminar hanya ada 1
tutor yaitu tutor dari PAUD Addihad.

30
f. Hasil
Terlaksananya seminar tutor PAUD ini dan dari Desa Lebakagung
hanya dihadiri oleh 1 orang tutor yaitu tutor dari PAUD Addihad.
g. Hambatan
Tutor dari Desa Lebakagung tidak bisa menghadiri kegiatan seminar
tersebut, hanya dihadiri oleh 1 orang tutor saja
h. Solusi
Mengkonfirmasi kepada tutor yang lain untuk dapat menghadiri
kegiatan seminar tersebut.

7. Pengajuan PAUD Desa Lebakagung untuk bergabung dengan


HIMPAUDI
a. Latar Belakang
Salah satu kekurangan PAUD di Desa Lebakagung adalah terkait
hubungan antar PAUD. Hubungan 1 PAUD dengan PAUD yang lain masih
kurang baik. PAUD-PAUD di Desa Lebakagung terlihat masih ada
persaingan satu sama lain. Oleh sebab itu diperlukan adanya himpunan antar
PAUD agar PAUD satu dengan PAUD yang lainnya dapat saling belajar
sehingga tidak ada kesenjangan antar PAUD. Maka oleh sebab itulah PAUD
di Desa Lebakagung perlu bergabung dengan HIMPAUDI.
b. Tujuan
Menghimpun PAUD Desa Lebakagung.
c. Target
PAUD se-Desa Lebakagung.
d. Manfaat
PAUD-PAUD di Desa Lebakagung dapat terhimpun sehingga tiap
PAUD dapat saling berbagi.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Mahasiswa KKN sebelumnya menghubungi pihak HIMPAUDI.
Setelah itu pada tanggal 25 Januari 2018 pihak HIMPAUDI datang ke Desa
Lebakagung berbarengan dengan lomba mewarnai. Disana pihak
HIMPAUDI mengobrol dengan mahasiswa KKN, lurah, dan beberapa tutor

31
PAUD. Dan diakhir pembicaraan pihak HIMPAUDI berniat untuk
memasukkan PAUD-PAUD Desa Lebakagung untuk bergabung bersama
HIMPAUDI terkhusus PAUD Addihad.
f. Hasil kegiatan
Rencana memasukkan PAUD-PAUD Desa Lebakagung pada
HIMPAUDI.
g. Hambatan
-
h. Solusi
-

8. Seminar Edukasi
a. Latar Belakang
Desa Lebakagung terdiri dari 11 Rukun Warga (RW). Lokasi 11
Rukun warga Desa Lebakgung ada yang saling berdekatan, dari satu
rukun warga ke rukun warga yang lain, dan adapun yang lokasinya jauh
dari satu RW ke RW lainnya. Ada beberapa RW yang jauh dengan kantor
desa contohnya adalah RW 08 yang jaraknya sangat jauh dengan RW
yang lain. Bahkan lebih jauh jaraknya dengan kantor desa dan jaraknya
lebih dekat untuk pergi ke Garut kota.
Dari hasil yang di dapat, berdasarkan data dari Kantor Desa, dan
hasil penyelidikan maka, bisa dikatakan bahwa pada setiap RW tidak
terdapat PAUD. Hanya pada beberapa RW yang terdapat PAUD
diantaranya RW 01, RW 03, RW 05, RW 06, RW 07, dan RW 11.
Kebijakan pemerintah terkait, pentingnya memasukkan anak usia dini
untuk mengikuti sekolah Pendidikan Anak Usia Sini baru
disosialisasikan akhir-akhir ini. Sehingga masih ada, orangtua yang tidak
memasukkan anak nya untuk mengikuti sekolah PAUD. Hal ini
disebabkan oleh sosialiasisi dari pemerintah masih kurang, pemerintah
memang mensosialisasikan bahwa PAUD itu sangat penting tapi belum
sepenuhnya membuka mata para orang tua disana untuk menyekolahkan
anak mereka ke PAUD. Tidak hanya itu, pandangan orangtua yang

32
memandang PAUD tidak penting untuk anak mereka, karena banyaknya
orangtua yang berpikir bahwa anak mereka sekolah tapi pada akhirnya
hanya akan bekerja sebagai buruh, seperti pegawai pabrik bulu mata yang
terdapat di daerah tersebut, ataupun bekerja sebagai petani, yang tidak
perlu pengetahuan tinggi, ada juga yang berpendapat bahwa
menyekolahkan anak mereka ke PAUD itu biayanya tidak sedikit, belum
lagi makan setiap hari. Mereka berpikir bahwa itu hanya memberatkan
keadaan ekonomi keluarga.
Selain dari itu, ada beberapa Sekolah Dasar yang masih belum
tegas mengikuti Undang-Undang yang telah dibuat pemerintah. Sehingga
beberapa anak, dapat diterima di Sekolah Dasar. Walaupun tidak
menginjak jenjang sekolah Pendidikan Anak Usia Dini terlebih dahulu,
dengan alasan kasihan jika tidak sekolah ke Sekolah Dasar. Adapaun hal
lain yang melatar belakangi seminar ini yaitu, keenganan orangtua untuk
mengantarkan anaknya pergi belajar ke PAUD sehingga lebih memilih
untuk tidak memasukkan anaknya ke PAUD. Dan seperti yang telah
dipaparkan sebelumnya yaitu sikap acuh tak acuhnya orangtua ketika
sosialisasi yang diadakan oleh peserta KKN.
b. Tujuan
1) Memberikan informasi kepada orangtua terkait pentingnya
memasukkan anak usia dini ke PAUD;
2) Memberikan himbauan kepada orangtua agar mendukung dan
berperan serta pada anaknya yang sedang mengenyam pendidikan
anak usia dini;
3) menyadarkan Orangtua bahwa anak anak usia dini membutuhkan
pengetahuan yang lebih.
c. Target
Orangtua yang berada di Desa Lebakagung.
d. Manfaat
1) Orangtua dapat menerima informasi terkait pentingnya memasukkan
anak usia dini ke PAUD;

33
2) Orang tua dapat memiliki kesadaran untuk memberikan dukungan dan
berperan serta terhadap anaknya yang sedang mengenyam pendidikan
di PAUD;
3) Orang tua lebih sadar akan pentingnya Pendidikan pada anak usia
dini.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Kegiatan seminar edukasi ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 20
Januari 2018. Seminar yang dilaksanakan bertemakan “Orang Tua Sebagai
Pilar Utama dalam Revolusi Mental pada Pendidikan Anak Usia Dini”.
Seminar dihadiri oleh 27 peserta dengan rincian peserta adalah orangtua,
ibu-ibu kader, dan ketua RW. Pengisi seminar bernama Ibu Euis dari Dinas
Pendidikan Sub Divisi PAUD. Seminar dilaksanakan dari pukul 10.00-12.00
WIB bertempat di Aula Kantor Desa Lebakagung.
f. Hasil Program
1) Terlaksananya seminar pada tanggal 20 Januari 2018 dengan dihadiri
oleh masyarakat Desa Lebakagung;
2) Masyarakat Desa Lebakagung mendapatkan informasi terkait
pentingnya PAUD dan pentingnya peran orangtua dalam PAUD.
g. Hambatan
1) Acara dimulai tidak sesuai rencana. Rencana awal acara dimulai pada
pukul 08.00 WIB sedangkan pada pelaksanaanya baru dimulai pukul
10.00 WIB;
2) Susahnya warga Desa Lebakagung untuk menghadiri seminar yang
diselenggarakan.
h. Solusi
1) Acara tetap dilaksanakan dengan adanya pereduksian breakdown
acara;
2) door to door mengajak langsung ke rumah-rumah warga untuk
menghadiri seminar dan dilakukannya pengumuman lewat speaker di
beberapa masjid yang terletak di Desa Lebakagung khususnya RW 04
dan RW 05 yang jaraknya berdekatan dengan jarak aula kantor desa.

34
9. GPK (Gerakan Pembiasaan dan Kedisiplinan)
a. Latar Belakang
Masa kanak-kanak merupakan masa emas yang dialami oleh manusia.
Pada masa ini, manusia bisa merasa bebas mengekspresikan apa yang
diinginkannya. Masa ini pun adalah masa dimana senang-senangnya untuk
bermain dan mengeksplor kejadian yang terjadi di muka bumi ini.
Dikarenakan sifatnya yang bebas dan aktif inilah kadangkala pada masa ini
manusia susah untuk diatur. Sama halnya dengan yang kami lihat ketika
kami melakukan KKN Tematik di Lebakagung. Anak-anak pada masanya
memasuki dunia PAUD, aturan-aturan dan gerakan-gerakan pembiasaan
agak sulit diterapkan apalagi jika tidak ada peran langsung dari orang tuanya
dalam hal ini. Mereka agak sulit diatur dan melakukan apa apa dengan
maunya sendiri. Contohnya dalam hal mengantri dan pembiasaan cuci
tangan, masih agak kurang diperhatikan oleh mereka. Selain dari itu, dalam
program ini kami menambahkan adanya keselamatan berlalu lintas dan
keselamatan dari bencana. Hal ini dilakukan karena lokasi PAUDnya dekat
dengan Garut Kota yang notabene disana banyak sekali rambu-rambu lalu
lintas sebagai preventif agar tidak terjadi kecelakaan dan dapat tercipta
keselamatan ketika berkendara. Keselamatan dari bencana dihadirkan
dikarenakan PAUD tersebut berlokasi di dekat dengan gunung dan gunung
berapi. Sehingga dirasa perlu materi ini diberikan sebagai pengetahuan jika
suatu saat bencana terjadi.
b. Tujuan
1) Membudayakan kebiasaan-kebiasaan baik bagi anak-anak usia dini
agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari;
2) Memberikan edukasi kepada anak usia dini terkait keselamatan
dalam berkendara melalui pengenalan rambu-rambu lalu lintas dan
keselamatan dari bencana.
c. Target
PAUD Addihad dan TK Al-Badihiyyah.

35
d. Manfaat
1) Kebiasaan-kebiasaan baik dapat menjadi budaya dalam kehidupan
sehari-hari anak usia dini;
2) Dapat mengetahui keselamatan dalam berkendara dan keselamatan
bencana.
e. Deskripsi Program
Gerakan Pembiasaan dan Keselamatan ini dilakukan sebanyak 2 kali
pada tanggal 09 Januari 2018 dengan bertempat di PAUD Addihad dan 19
Januari 2018 yang bertempat di TK Al-Badihiyyah. Pada program ini anak-
anak PAUD diperkenalkan mengenai gerakan pembiasaan dan keselamatan.
Pada gerakan pembiasaanya, mereka diajarkan bagaimana mengantri dan
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Dalam pelaksanaanya kami
memberikan sedikit materi melalui bantuan media dan mempraktikkan dari
materi yang telah diberikan. Untuk keselamatan dari bencana, kami hanya
memberikan materi melalui video yang ditayangkan lewat media dan tanpa
praktik sedangkan untuk keselamatan lalu lintas, materi diberikan melalui
media dan mempraktikkan apa yang telah disampaikan dengan cara siswa-
siswanya menjadi mobil-mobilan dan kita memberikan rambu lalu lintas
yang telah diajarkan ketika permainan di mulai.
f. Hasil Program
Siswa-siswa PAUD mengetahui beberapa rambu-rambu lalu lintas
yang mesti dipatuhi dan siswa-siswa PAUD mempraktikkan kebiasaan-
kebiasaan baik (mengantri dan mencuci tangan ketika sesudah makan)
ketika mereka berada di sekolah.
g. Hambatan
Dalam pelaksanaanya kami menggunakan media ketika
menyampaikan materinya, tetapi media yang digunakan adalah HP Android
dan Laptop tanpa adanya proyektor. Selain dari itu, rambu-rambu lalu lintas
yang digunakan tidak ada yang berbentuk hardfilenya.
h. Solusi
Solusi yang kami lakukan ketika hambatan tersebut terjadi adalah
membentuk kelompok-kelompok kecil dan kelompok-kelompok tersebut

36
dibimbing oleh minimal satu mentor dan satu laptop untuk menjelaskan
materinya. Terkait rambu lalu lintas yang tidak ada hardfilenya, kami
menggunakan HP Android dalam pelaksanaanya.

10. MORI (Make an Origami)


a. Latar Belakang
Seni melipat kertas merupakan salah satu keterampilan yang dapat
diajarkan bagi anak-anak usia dini. Melalui seni melipat kertas ini saraf
motorik anak dapat teraktifkan dan terlatih. Seni melipat kertas pun dapat
mengasah kemampuan daya ingat anak dan daya imajinasi anak.
Kegiatan ini diusung dikarenakan ada beberapa PAUD yang masih belum
memasukkan seni melipat kertas ini pada jadwal pelajarannya atau masih
dikatakan kurang dalam pelaksanaanya.

b. Tujuan
1) Mengembangkan kreatifitas anak dalam membuat origami
2) Meningkatkan daya pikirnya melalui keterampilan visualisasi
spasial menggunakan tangan sebagai alat belajar
3) Anak mampu mengikuti tahapan-tahapan dalam proses pembuatan
suatu produk/karya
c. Target
PAUD Addihad
d. Manfaat
1) Anak mampu membuat suatu karya dari kertas;
2) Kreatifitas anak dapat berkembang;
3) Kemampuan motorik anak dapat terlatih;
4) Mengembangkan daya imajinasi anak.
e. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2018 yang
bertempat di PAUD Addihad. Siswa yang hadir pada kegiatan ini adalah
sebanyak 8 orang. Sebelum kegiatan siswa/siswi PAUD ADDIHAD
berrolahraga terlebih dahulu di lapangan voli yang ada di seberang lokasi

37
PAUD. Sebelum kegiatan inti dimulai, dikelas siswa/siswi diberikan
pertanyaan terlebih dahulu mengenai kertas lipat. Lalu, siswa/siswi
diberikan beberapa contoh kertas lipat. Dari contoh tersebut siswa/siswi
disuruh memilih bentuk yang mana yang ingin mereka buat. Siswa/siswi
memilih bentuk kelinci dan perahu. Pada kegiatan ini anak-anak
dibimbing untuk membuat dua origami. Ada seorang instruktur (peserta
KKN) yang mencontohkan perlahan cara membuat origami, lalu
mengarahkan di depan kelas. Instruktur (peserta KKN) Dalam
pembuatannya, beberapa dari kami (peserta KKN) juga yang menyebar
ke samping anak-anaknya, untuk melihat bagaimana pekerjaan yang
dilakukan dan membimbing pembuatan bentuk kertas lipat, berdasarkan
arahan yang instruktur berikan. Pada kegiatan ini siswa/siswa juga dilatih
untuk berhati-hati dalam menggunakan gunting, karena pada saat
pembuatan kertas lipat kelinci, diharuskan menggunting bagian yang ada
untuk membentuk sebuah kelinci. Disini pembingbing (peserta KKN)
yang membimbing dan mengarahkan. Setelah kertas lipat semua jadi.
Siswa/siswi menempelkan karya nya ke dalam buku gambarnya masing
masing. Pada kegiatan penutup sebelum pulang, siswa/siswi diberikan
pertanyaan mengenai bentuk dari kertas lipat yang sudah (peserta KKN)
siapkan sebelumnya. Yang bisa menjawab bentuk dari kertas lipat
tersebut, siswa/siswi dibolehkan pulang.
f. Hasil Program
Kertas lipat karya anak-anak PAUD
g. Hambatan
Anak-anak merasa kelelahan dikarenakan sebelum membuat kertas
lipat, mereka melakukan olahraga dulu dilapangan.
h. Solusi
Kegiatan tetap dilakukan dengan waktu yang tidak terlalu lama dan
diselingi dengan hiburan-hiburan serta permainan-permainan. Serta
membuat bentuk yang sederhana dari kertas lipat.

38
11. Hisap Busa (Hias Tempat Sampah dan Buang Sampah)
a. Latar Belakang
Salah satu gerakan pembiasaan yang mesti dilakukan bagi anak usia
dini di PAUD adalah membuang sampah pada tempatnya. Tetapi yang
menjadi permasalahan adalah kurangnya atau minimnya tempat sampah
yang terdapat di PAUD tersebut. Selain minim tempat sampah, penempatan
tempat sampahnya pun jauh dari tempat ruang belajar sehingga hal ini
menyebabkan anak menjadi malas untuk membuang sampah dan akhirnya
mereka menjadi membuang sampah disembarang tempat. Selain dari itu,
sampah yang mereka buang ke tempat sampah, asal membuang sampah
saja. Tidak membuang sampah berdasarkan jenisnya. Oleh sebab itulah,
program Hisap Busa ini dilakukan.
b. Tujuan
1) Meningkatkan kesadaran dan motivasi anak untuk dapat membuang
sampah pada tempatnya;
2) Melatih motorik anak melalui melukis tempat sampah;
3) Memberikan edukasi kepada anak terkait cara memilah sampah ketika
akan membuang sampah.
c. Target
PAUD Addihad dan TK Al-Badihiyyah
d. Manfaat
1) Anak menjadi senang dan terbiasa membuang sampah pada tempatnya
karena tempat sampahnya menarik perhatian anak;
2) Motorik anak menjadi terlatih melalui melukis dengan media tempat
sampah;
3) Anak jadi mengetahui jenis-jenis sampah.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Program ini dilaksanakan sebanyak 2 kali pada tanggal 16 Janauri
2018 di PAUD Addihad dan 17 Januari 2018 di TK Al-Badihiyyah.
Kegiatan pada program ini adalah pertama-tama anak melukis tempat
sampah yang disediakan dengan cat minyak dan mendapat bimbingan
dari peserta KKN,. Kemudian setelah melukis tempat sampah selesai,

39
anak-anak diberi pengetahuan mengenai jenis-jenis sampah dan tata cara
membuang sampah tersebut. Selain pemberian pengetahuan, anak-anak
langsung mempraktekannya dan membuang secara langsung sampah-
sampah tersebut ke tempat sampah yang telah mereka hias sebelumnya.
Tempat sampah yang dihias di PAUD Addihad sebanyak 2 buah
sedangkan di TK Al-Badihiyyah sebanyak 4 buah. Hal ini dilakukan
karena jumlah anak di TK Al-Badihiyyah lebih banyak dibandingkan
dengan PAUD Addihad. Dalam pelaksanaanya pun kami dibantu oleh
tutor PAUDnya sendiri dalam membimbing anak-anak mengecat tempat
sampah.
f. Hasil Program
Tempat sampah yang telah di hias
g. Hambatan
1) Kurangnya jumlah kuas yang digunakan untuk melukis tempat
sampah;
2) Anak-anak yang susah diatur dan malah bermain-main dengan cat
tersebut;
3) Kurang komunikasi antara pantia dengan tutor PAUD sehingga ketika
penejelasan sampah organic dan anorganic tutor langsung mengambil
alih.
h. Solusi
1) Kegiatan melukis tempat sampah dilakukan secara bergiliran;
2) Adanya pembimbingan dari peserta KKN dan tutor ketika
pelaksanaanya;
3) Mengkomunikasikan dan mengambil alih penjelasan mengenai
sampah organik dan anorganik pada peserta kegiatan.

12. Berdasi (Berdendang Bernyanyi dan Edukasi)


a. Latar Belakang
Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dan tentunya Indonesia
memiliki warisan budaya berharga yang sangat banyak sekali. Warisan
budaya ini tentunya harus kita lestarikan terkhusus oleh para penerus bangsa

40
ini. Program ini dihadirkan karena di PAUD-PAUD yang menjadi tempat
KKN kami sudah sangat jarang sekali ada mata pelajaran bernyanyi lagu-
lagu nasional atau lagu-lagu daerah Indonesia. Dan sepatutnya ini harus
dilaksanakan dari usia dini agar rasa nasionalismenya dapat tumbuh dari
sejak kecil.
b. Tujuan
1) Memperkenalkan lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah
Indonesia
2) Memperkenalkan sikap yang harus dilakukan oleh anak ketika
diperdengarkan lagu-lagu nasional
c. Target
PAUD Addihad dan TK Al-Badihiyyah
d. Manfaat
1) Anak mampu mengenal beberapa lagu nasional dan lagu daerah
Indonesia
2) Anak mampu bersikap ketika lagu nasional diperdengarkan
khususnya lagu Indonesia Raya.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Program ini dilakukan sebanyak 2 kali pada tanggal 18 Januari 2018
yang bertempat di PAUD Addihad dan 19 Januari 2018 yang bertempat di
TK Al-Badihiyyah. Kegiatan yang dilakukan pada program ini adalah
menyanyikan secara bersama-sama beberapa lagu nasional sembari
mempraktikkan sikap yang harus dilakukan ketika lagu nasional tersebut
diperdengarkan. Lagu nasional yang diambil diantaranya adalah lagu
Indonesia Raya dan Halo-Halo Bandung. Ketika diperdengarkan lagu
Indonesia Raya, anak-anak diajak melakukan hormat pada bendera merah
putih.
f. Hasil Kegiatan
Anak mampu mengenal lagu-lagu nasional dan daerah
g. Hambatan
Suara instrumen yang digunakan kurang terdengar

41
h. Solusi
Dicoba terus menaikkan volume speaker dan melanjutkan programnya

13. GSM (Gosok Gigi Massal)


a. Latar Belakang
Menyikat gigi merupakan salah satu gerakan pembiasaan yang mesti
diajarkan pada anak sejak usia dini. Karena pada anak usia dini, anak-anak
tidak memperhatikan makanan yang dimakannya sehingga dapat
menyebabkan kerusakan pada giginya. Dan yang menjadi masalah lagi pada
usia tersebut merupakan usia pertumbuhan termasuk pertumbuhan giginya.
Jika kita lihat anak-anak di PAUD Desa Lebakagung, terdapat anak-anak
yang giginya kurang terjaga dan terawatt. Oleh sebab itulah, program ini
diusung sekaligus program ini dilakukan berbarengan dengan pengecekan
kesehatan anak PAUD.
b. Tujuan
Membudayakan sikat gigi bagi anak usia dini
c. Target
PAUD Addihad, TK Al-Badihiyyah, dan TK At-taufik
d. Manfat
1) Anak dapat mengetahui cara gosok gigi yang benar
2) Anak mengetahui kapan harus gosok gigi dan frekuensi gosok gigi
e. Deskripsi Pelaksanaan
Program dilakukan pada tanggal 22 Januari 2018 dengan lokasi di TK
At-Taufik dan TK Al-Badihiyyah. Pada pagi hari sampai pukul 10, program
dilakukan di TK At-Taufik dengan peserta siswa TK At-taufik dan PAUD
Addihad. Kegiatan langsung diisi oleh perawat gigi dari puskesmas.
Pemateri mensosialisasikan bagaimana cara gosok gigi yang benar dan
kapan seharusnya kita menggosok gigi sekaligus dengan frekuensi dari
gosok gigi itu sendiri. Setelah pematerian kemudian anak-anak langsung
mempraktikkan cara menggosok gigi yang baik dan benar tersebut. Setelah
praktik dilaksanakan kemudian dilanjut dengan pengecekan kesehatan mulai
dari cek warna, berat badan, tinggi badan, dan kesehatan. Setelah selesai di

42
TK At-Taufik kemudian kegiatan dilanjutkan ke TK Al-Badihiyyah dengan
pemateri sama dari perawat gigi puskesmas dengan materi yang
disampaikan sama pula dan dilanjut dengan praktik. Setelah itu dilanjut
pada pengecekan kesehatan, tetapi untuk di TK Al-Badihiyyah ini
pengecekan yang dilakukan adalah pengecekan gigi.
f. Hasil Program
Anak mengetahui cara menggosok gigi dan terbiasa untuk menggosok
gigi serta informasi kesehatan anak.
g. Hambatan
Anak-anak yang susah diatur sehingga tidak mendengarkan instruksi
yang diberikan oleh perawat gigi.
h. Solusi
Anak-anak dibimbing oleh peserta KKN dan tutor.

14. Lomba Menggambar Desa Lebakagung


a. Latar Belakang
Selain membuat origami, mewarnai juga merupakan salah satu cara
untuk melatih motorik anak. Selain melatih motorik, mewarnai ini
merupakan sarana untuk mengembangkan kreatifitas bagi anak dan juga
dapat menjadi jalan untuk meningkatkan intelegensi anak. Pada saat proses
mewarnai anak harus dapat mewarnai gambar sesuai dengan apa yang ada di
lingkungan sekitar. Selain itu juga anak harus bisa menghapal warna dan
memadukan warna tersebut. Mewarnai ini dijadikan lomba juga dikarenakan
dengan lomba ini bisa melatih anak untuk bersikap sportif dalam suatu
pertandingan.
b. Tujuan
1) Untuk meningkatkan kreativitas anak-anak usia dini di Desa
Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut;
2) Untuk mengenalkan sikap gotong royong yang menjadi karakteristik
bangsa Indonesia;
3) Untuk menstimulasi motorik anak dalam kesenian.

43
c. Target
Anak usia dini (Umur 4-6 tahun) Desa Lebakagung
d. Manfaat
1) Kreativitas anak usia dini Desa Lebak Agung dapat terasah;
2) Motorik anak dapat terlatih dengan mewarnai suatu gambar;
3) Sikap sportif anak dapat terasah;
4) Silaturahmi antar PAUD di Desa Lebakagung.
e. Deskripsi Pelaksanaan
Kegiatan Lomba ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2018
dengan bertempat di lapangan voli Desa Cipondok. Peserta yang mengikuti
kegiatan ini berjumlah 47. Kegiatannya diisi dengan mewarnai sautu
gambar yang bertemakan persatuan. Alat gambar yang digunakan adalah
crayon dan pensil warna. Juri pada perlombaan ini adalah Ibu Ipah dari
HIMPAUDI, perwakilan dari kelurahan, dan Muhamad Arya Ismail Firdaus
selaku perwakilan dari mahasiswa. Dari kegiatan ini didapatkan 6 orang
pemenang dengan 2 kategori yaitu kategori pensil warna dan crayon.
f. Hasil Program
Hasil karya mewarnai anak-anak dan juara perlombaan
g. Hambatan
1) Adanya peserta yang terlambat datang sehingga menghambat fokus
peserta lain
2) Persiapan panitia kurang maksimal
3) Adanya pemadaman listrik dari PLN sehingga sound dan microphone
tidak dapat digunakan
4) Juri dari desa tidak dapat menghadiri acara dan melakukan penjurian
secara full sehingga juri diganti oleh Ketua Pelaksana
5) orangtua masih ada yang membantu peserta
6) Saat menunggu pengumuman pemenang, anak-anak merasa kelelahan
dan merasa bosan karena terlalu lama menunggu
h. Solusi
1) Lebih menekankan kembali mengenai aturan waktu lomba kepada
para peserta

44
2) Panitia harus lebih disiplin dalam me-manage atau untuk menyiapkan
acara juga dalam pembagian tugas.
3) Menyewa genset atau diesel sebagai alternatif energi
4) Mencari juri lain yang dapat mewakili desa atau juri lain
5) Panitia lebih memperingatkan para orangtua agar tidak membantu
peserta dan menekankan sanksi yang diberikan jika hal tersebut
dilakukan.
6) Anak-anak diajak bermain sebelum pengumuman pemenang lomba
diumumkan

D. Hasil Program
Jenis Hasil Kegiatan
No Program
Kegiatan
a. Perkumpulan Orang tua mendapatkan informasi
orangtua Desa terkait PAUD
Lebakagung
Sosialisasi KKN b. Penjelasan Terjalinya kerjasama dan
Tematik PAUD pada masing- hubungan yang baik antara
1
Berbasis Revolusi masing kepala peserta KKN, Kepala PAUD dan
Mental PAUD dan Tutor PAUD
tutor PAUD
Desa
Lebakagung
a. Pendataan Data anak usia dini RW 04 dan 05
anak-anak usia
Penguatan PAUD
Manajemen / b. Pembuatan Spanduk PAUD Addihad dan
2
Kelembagaan Papan pelang identitas TK Al-
PAUD Identitas Badihiyyah
PAUD
c. Menghias Kondisi ruangan kelas PAUD

45
PAUD Addihad yang telah dicat dan
dihias
Terlaksananya seminar tutor
Seminar tutor
PAUD ini dan dari Desa
Penguatan Tutor PAUD se-
3 Lebakagung hanya dihadiri oleh 1
PAUD Kecamatan
orang tutor yaitu tutor dari PAUD
Karangpawitan
Addihad
Pengajuan HIMPAUDI berencana akan
Penguatan
PAUD Desa memasukkan PAUD Desa
Jaringan
Lebakagung Lebakagung ke HIMPAUDI
4 Kemitraan Untuk
untuk bergabung
Mengembangkan
dengan
PAUD
HIMPAUDI
Pengembangan Lukisan profesi, Lukisan profesi, alphabet,
Media alphabet, hijaiyyah, gedung-gedung sebagai
5 Pembelajaran di hijaiyyah, media pembelajaran bagi siswa
PAUD Berbasis gedung di
Revolusi Mental dinding kelas
Masyarakat Desa Lebakagung
Motivasi dan Seminar terhadap
mendapatkan informasi terkait
6 Penguatan Peran orangtua se-Desa
pentingnya PAUD dan pentingnya
Orangtua Siswa Lebakagung
peran orangtua dalam PAUD
Anak-anak terbiasa untuk
a. GPK (Gerakan
mengantri dan mencuci tangan
Pembiasaan
setelah makan ketika istirahat.
dan
Penerapan Anak-anak pun mengetahui
Kedisiplinan)
Budaya Revolusi terkait lampu lalu lintas.
7
Mental Pada Mampu membuat origami
b. MORI (Make
Siswa PAUD sederhana dan dipajang di ruang
an Origami)
kelas sebagai hiasan ruang kelas
c. Hisap Busa Tempat sampah yang telah dilukis
(Menghias oleh siswa dan siswa mampu

46
Tempat membedakan sampah organik dan
Sampah dan anorganik.
Membuang
Sampah)
Anak-anak mampu bersikap
d. Berdasi ketika lagu nasional
(Bernyanyi dikumandangkan dan anak-anak
Berdendang dapat mengikuti lagu-lagu
dan Edukasi) nasional dan daerah yang
dikumandangkan.
Anak-anak menjadi termotivasi
untuk menggosok gigi 2 kali
e. SGM (Sikat sehari dan berani memeriksa gigi
Gigi Massal) ke dokter gigi setiap satu bulan
sekali ketika ada dari tim
kesehatan memeriksa.
f. Lomba Hasil karya mewarnai anak-anak
Mewarnai se- menggunakan pensil warna dan
Desa crayon.
Lebakagung

E. Faktor Pendukung dan Penghambat


Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tentunya tidak jauh
dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun faktor pendukung dan
faktor penghambat dalam pelaksanan program KKN Tematik Desa Lebakagung
adalah sebagai berikut:
1. Faktor Pendukung
a. Terdapatnya PAUD yang jumlahnya cukup banyak;
b. Kepala PAUD, Tutor PAUD, dan anak-anak PAUD yang mudah diajak
kerjasama;
c. Sifat terbuka masyarakat terhadap orang baru.
2. Faktor Penghambat

47
a. Kesediaan masyarakat dalam mengikuti program yang telah dibuat masih
kurang;
b. Kurangnya kendaraan untuk mobilisasi.

F. Temuan
Aktivitas masyarakat yang pernah kami lihat dan perlu ditindaklanjuti di
desa Lebakagung, yaitu:
1. Masih terdapatnya anak-anak yang merokok;
2. Masih kentalnya kepercayaan masyarakat terhadap sembah (tempat keramat).

48
49

BAB III

KESIMPULAN, REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT

A. Kesimpulan
1. Perkumpulan orangtua Desa Lebakagung
a. Persiapan
1) Mengumpulkan informasi terkait Desa Lebakagung (Geografis, jumlah
penduduk, mata pencaharian, jumlah PAUD, dan jumlah anak usia dini)
2) Menyiapkan materi untuk disampaikan ketika perkumpulan bersama
orang tua
b. Pelaksanaan
1) Mendatangi ke rumah ibu kader/tempat imunisasi masing-masing RW
(Terlaksana: RW 04, RW 05, RW 08)
2) Menjelaskan kepada orang tua yang berbarengan dengan kegiatan
imunisasi balita
3) Tanya jawab terkait apa yang sudah disampaikan
c. Hasil
Orang tua memahami terkait apa yang disampaikan (dilihat dari respon yang
diberikan ketika pematerian (Tanya jawab))
d. Evaluasi
Penyampaian terkait KKN ini dilakukan pada waktu tertentu dan tempat
tertentu melalui atas nama Lurah yang mengundang warga
2. Penjelasan pada masing-masing kepala PAUD dan tutor PAUD Desa
Lebakagung
a. Persiapan
1) Informasi terkait lokasi PAUD di Desa Lebakagung
2) Menyiapkan materi yang akan disampaikan ketika perkumpulan nanti
berlangsung
b. Pelaksanaan
1) Mendatangi langsung kepala PAUD dan tutor PAUD di PAUDnya
masing-masing dan bahkan datang langsung ke rumah kepala PAUDnya
2) Menjelaskan maksud kedatangan mahasiswa KKN dan membicarakan
terkait program tentang PAUD ke depan yang akan dilaksanakan
c. Hasil
Terjalinnya kerjasama antar mahasiswa KKN beserta dengan kepala PAUD
dan tutor PAUD.
d. Evaluasi
Perkumpulan kepala PAUD dan tutor PAUD sebaiknya dilakukan pada
waktu tertentu dan tempat tertentu secara bersamaan sehingga akan lebih
efektif.
3. Pendataan anak-anak usia PAUD
a. Persiapan
Mencari informasi terkait kader di Desa Lebakagung
b. Pelaksanaan
1) Mengunjungi kantor kelurahan untuk meminta data
2) Menghubungi kader untuk meminta informasi terkait dana anak usia dini
c. Hasil
Data anak usia dini RW 04 dan RW 05.
d. Evaluasi
Meminta data anak usia dini dari jauh-jauh hari sebelum KKN dilaksanakan
(contohnya H-3) agar tidak terlalu molor mendapatkan informasinya.
4. Pembuatan Papan Identitas PAUD
a. Persiapan
1) Membeli bahan-bahan yang digunakan ketika pembuatan berlangsung
2) Membuat desain spanduk
b. Pelaksanaan
1) Mengecat pelang besi dengan cat minyak selama 1 hari
2) Mencetak desain spanduk yang telah dibuat dan memasangkannya pada
tanggal 30 Januari 2018
c. Hasil
1) Spanduk Identitas PAUD Addihad
2) Pelang identitas TK Al-Badihiyyah

50
d. Evaluasi
Papan identitas yang dibuat sebaiknya dibuat dari bahan yang sama
5. Menghias PAUD
a. Perencanaan
1) Menyiapkan desain gambar yang akan digunakan untuk menghias ruang
belajar PAUD
2) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk menghias PAUD
b. Pelaksanaan
1) Membersihkan tembok ruang belajar PAUD
2) Mengecat dan melukis tembok yang sudah terlihat bersih
3) Memperbaiki dinding PAUD yang sudah terlihat rusak
4) Membersihkan dan merapihkan PAUD sehingga terlihat nyaman dan
enak dipandang
c. Hasil
Ruangan PAUD yang sudah dihias dan dibenahi
d. Evaluasi
Melibatkan anak-anak PAUD dalam proses menghiasnya agar bisa
membuat anak-anak PAUD terkesan
6. Seminar tutor PAUD se-Kecamatan Karangpawitan
a. Persiapan
1) Menyiapkan rangkaian acara yang akan dilaksanakan
2) Menyiapkan tempat pelaksanaan seminar
3) Mempublikasikan dan menyebarkan undangan kegiatan yang akan
dilaksanakan kepada kepala dan tutor PAUD melalui mahasiswa KKN di
desanya masing-masing.
b. Pelaksanaan
1) Dilaksanakan pada tanggal … Januari 2018
2) Materi yang disampaikan terkait ke-PAUD-an
3) Tutor PAUD dari Desa Lebakagung yang hadir hanya berjumlah 1 orang
yaitu dari tutor PAUD Addihad.
c. Hasil
Kepala dan tutor PAUD mendapatkan informasi terkait ke-PAUD-an

51
d. Evaluasi
1) Publikasi yang lebih digencarkan lagi
2) memfollow up tutor PAUD H-1 kegiatan agar dapat menghadiri kegiatan
tersebut
7. Pengajuan PAUD Desa Lebakagung untuk bergabung dengan HIMPAUDI
a. Persiapan
1) Mengkomunikasikan kondisi PAUD Desa Lebakagung dengan pihak
HIMPAUDI
2) Mempersiapkan undangan bagi perwakilan HIMPAUDI
b. Pelaksanaan
Perwakilan dari HIMPAUDI datang saat acara lomba mewarnai dan
mengobrol dengan pihak perwakilan mahasiswa.
c. Hasil
HIMPAUDI akan memasukkan PAUD Desa Lebakagung menjadi bagian
anggotanya.
d. Evaluasi
Diadakan pertemuan khusus antara HIMPAUDI dan Perwakilan dari PAUD
se-Desa Lebakagung agar terlihat resmi.
8. Lukisan profesi, alphabet, hijaiyyah, gedung di dinding kelas
a. Persiapan
1) Mendesain sketsa gambar di kertas
2) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melukis
b. Pelaksanaan
1) Membersihkan tembok yang akan dijadikan media untuk melukis
2) Menggambar sketsa di tembok
3) Mewarnai sketsa yang telah dibuat dengan cat minyak
4) Membersihkan bekas proses pengecatan
c. Hasil
Lukisan sebagai media pembelajaran bagi anak
d. Evaluasi
-

52
9. Seminar terhadap orangtua se-Desa Lebakagung
a. Persiapan
1) Menyiapkan rangkaian acara dan perangkat acara seminar yang akan
dilaksanakan
2) Menyebarkan undangan kepada para warga melalui ketua RW
3) Menyiapkan tempat pelaksanaan seminar
4) Menyiapkan konsumsi
b. Pelaksanaan
1) Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan pemateri Bu Euis dari pihak Dinas
Pendidikan
2) Mempublikasikan kegiatan dengan cara mempublikasikan di masjid-
masjid
3) Mengajak warga untuk hadir dengan mendatangi setiap rumah warga di
RW 04 dan RW 05
c. Hasil
Warga atau orangtua mendapatkan informasi terkait ke-PAUD-an
d. Evaluasi
1) Publikasi kegiatan jangan sampai mendadak dipublikasikan
2) Acara dibuat lebih menarik lagi dan lebih persuasive agar banyak warga
yang datang
10. GPK (Gerakan Pembiasaan dan Kedisiplinan)
a. Perencanaan
1) Menyiapkan materi yang akan disampaikan kepada anak-anak
2) Menyiapkan media yang akan digunakan ketika penyampaian materi
3) Pembagian tugas bagi mahasiswa KKN
b. Pelaksanaan
1) Penyampaian materi dilakukan oleh 2 orang dari mahasiswa KKN
2) Penyampaian materi dibantu dengan media android dan laptop
3) Dilakukannya pengelompokkan bagi anak-anak ketika pemateriannya dan
setiap kelompok dibimbing oleh satu orang tutor
4) Mempraktikkan atau mensimulasikan materi yang telah disampaikan
5) Mengadakan quiz bagi anak-anak terkait materi yang telah disampaikan

53
c. Hasil
1) Anak mengetahui terkait rambu-rambu lalu lintas dan keselamatan ketika
bencana
2) Anak mempraktikkan gerakan pembiasan dalam kehidupan sehari-
harinya di PAUD
d. Evaluasi
1) Menyediakan media yang berbahan hardfile agar dapat digunakan untuk
kedepannya
2) Menyiapkan proyektor sebagai alat bantu media ketika menjelaskan
materi sehingga tidak perlu diadakan adanya pengelompokkan ketika
pematerian
11. MORI (Make an Origami)
a. Perencanaan
1) Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk pelaksanaan program
2) Memilih origami apa yang akan dibuat dan berlatih dahulu sebelum
pelaksanaan
b. Pelaksanaan
1) Membagikan kertas lipat kepada anak masing-masing 3 kertas
2) Membuat origami dengan instruksi dari seorang instruktur dan setiap
anak dibimbing oleh mahasiswa KKN yang lain
3) Menempelkan dan memajang karya yang telah dibuat dibuku gambar
mereka
c. Hasil
Origami hasil karya anak usia dini
d. Evaluasi
Lebih banyak lagi membuat origaminya dan origami yang dibuat sesuai
dengan apa yang anak inginkan
12. Hisap Busa (Menghias Tempat Sampah dan Membuang Sampah)
a. Perencanaan
1) Membeli alat dan bahan yang digunakan (Tempat sampah, cat minyak,
tinner, dan kuas)
2) Mengecat tempat sampah dengan warna dasar

54
3) Membuat sketsa pada tempat sampah yang sudah diberi warna dasar
4) Menyiapkan dan mencampurkan cat minyak yang akan digunakan
b. Pelaksanaan
1) Dilakukan sebanyak 2 kali (1 hari di PAUD Addihad dan 1 hari di TK
Al-Badihiyyah)
2) Pembagian kelompok menjadi 2 kelompok (PAUD Addihad) dan 4
kelompok (TK Al-Badihiyyah) saat melukis tempat sampah
3) Membimbing anak-anak yang sedang melukis (oleh mahasiswa KKN dan
Tutor PAUD)
4) Menjelaskan terkait jenis sampah dan mempraktikkan membuang sampah
berdasarkan jenisnya
5) Melaksanakan quiz bagi anak-anak terkait membuang sampah
6) Melukis dilakukan secara bergiliran tiap anak dikarenakan keterbatasan
kuas
c. Hasil
1) Tempat sampah yang sudah dihias dengan jumlah berdasarkan jenis
sampah (sampah organik dan sampah anorganik)
2) Anak dapat membedakan jenis sampah
d. Evaluasi
Saat melukis harus setiap anak memegang satu kuas
13. Berdasi (Bernyanyi Berdendang dan Edukasi)
a. Perencanaan
1) Menyiapkan soundtrack lagu nasional dan lagu daerah
2) Menyiapkan sound system
b. Pelaksanaan
1) Menyanyikan beberapa lagu nasional dan lagu daerah dengan diiringi
instrumen
2) Menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil sikap hormat pada bendera
merah putih
c. Hasil
1) Anak-anak mulai menghapal lagu-lagu nasional

55
2) Acara terlaksana selama 2 kali (1 hari di PAUD Addihad dan hari
berikutnya di TK Al-Badihiyyah)
d. Evaluasi
Pengiring lagu sebaiknya berupa alat musik agar anak-anak menjadi lebih
semangat lagi dalam bernyanyinya
14. SGM (Sikat Gigi Massal)
a. Perencanaan
1) Membeli alat dan bahan yang dibutuhkan (Sikat gigi dan pasta gigi)
2) Menyiapkan gelas sebagai tempat air kumur-kumurnya
3) Menghubungi dan menjalin kerjasama dengan pihak puskesmas
4) Mengirimkan surat kerjasama dengan puskesmas
5) Menyosialisasikan kepada PAUD untuk menyiapkan tempat dan sikat
gigi untuk anaknya ketika pelaksanaanya nanti
b. Pelaksanaan
1) Dilaksanakan satu hari pada dua tempat yang berbeda (TK At-Taufik dan
TK Al-Badihiyyah)
2) Pematerian diisi oleh perawat gigi puskesmas dengan materi terkait cara
menyikat gigi yang baik dan yang benar
3) Praktik sikat gigi dengan bimbingan perawat gigi dan dibantu oleh
mahasiswa KKN dan tutor PAUD
4) Pemeriksaan kesehatan anak-anak PAUD (Tinggi badan, berat badan,
kesehatan badan, dan kesehatan gigi)
c. Hasil
1) Anak-anak mulai terbiasa untuk menyikat gigi setiap 2 kali sehari
2) Program sikat gigi terlaksana di 3 PAUD dengan bekerja sama dengan
pihak perawat gigi puskesmas
d. Evaluasi
1) Menyediakan tempat yang luas saat pelaksanaan kegiatan
2) Saat praktik, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dan
dibimbing oleh satu orang tutor

56
15. Lomba Mewarnai se-Desa Lebak Agung
a. Perencanaan
1) Menyiapkan sketsa gambar yang akan digunakan untuk lomba mewarnai
2) Menyiapkan tempat untuk melangsungkan kegiatan
3) Mengundang dan mempublikasikan kegiatan (melalui surat dan
pengumuman lewat masjid-masjid)
4) Menghubungi dan menyiapkan juri yang akan menilai hasil lomba
5) Menyiapkan hadiah bagi pemenang
6) Menyiapkan rangkaian kegiatan lomba mewarnai
b. Pelaksanaan
1) Acara dimulai dengan pembacaan tilawah dan sambutan-sambutan
2) Mewarnai dimulai dari pukul 09.30
3) Pengumuman pemenang disampaikan ketika akhir acara dengan
pemenang dibagi menjadi dua kategori (pensil warna dan crayon)
4) Bermain bersama anak-anak ketika menunggu pengumuman hasil
perlomnbaan
c. Hasil
Hasil karya mewarnai anak-anak
d. Evaluasi
1) Dibuat lebih menarik lagi acaranya dan ketika mengisi kekosongan
sebelum pengumuman pemenang bisa diisi dengan menonton bareng
agar anak-anak tidak merasa kelelahan.
2) Dipertegas kembali aturan perlombaan agar tidak terjadi kesalahpahaman
B. Rekomendasi
1) Program yang dibuat dapat mencakup seluruh PAUD yang ada di Desa
Lebakagung
2) Persiapan program harus dipersiapkan dengan matang dan program
disesuaikan lagi dengan kebutuhan PAUD di Desa Lebakagung’
3) Melibatkan orang tuanya ketika anak-anaknya mengikuti program yang
dibuat agar tercipta kedekatan antara anak dan orang tua
4) Program dibuat lebih menarik lagi
5) Membuat database PAUD

57
C. Tindak lanjut
1) Kegiatan terkait gerakan pembiasaan harus ditindaklanjuti bagaimana
keberjalanannya
2) Media pembelajaran yang dibuat berupa lukisan harus ditindaklanjuti
apakah ketika pembelajaran digunakan atau tidak
3) Menindaklanjuti peran dan keterlibatan orang tua terhadap pendidikan anak
usia dini
4) Pelatihan secara berkala bagi tutor PAUD dipastikan terus berjalan

58
DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. (2017). Jendela Pendidikan dan Kebudayaan. Retrieved February


05, 2018, from jendela.kemdikbud.go.id:
http://jendela.kemdikbud.go.id/assets/public/EDISI_18_2017.pdf
Sundari, L. H. (2015). Pentingnya Kebersihan. Dipetik February 03, 2018, dari
www.kompasiana.com:
https://www.kompasiana.com/liasundari/pentingnya-
kebersihan_55b9dc68f47a6149142361c9
Wijana, D., & Widarmi. (2014). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.
Bandung: Universitas Terbuka.
Wulandary, H. (2014). Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat pada Anak Usia Dini. Shautut Tarbiyah, 30(1), 69-85.

59
Lampiran 2 Daftar Hadir Mahasiswa Kelompok KKN Tematik
DAFTAR HADIR MAHASISWA KELOMPOK KKN TEMATIK
PAUD BERBASIS REVOLUSI MENTAL
DESA LEBAKAGUNG KECAMATAN KARANGPAWITAN KABUPATEN GARUT

Pertemuan
27- 28- 29- 30- 31- 01- 02- 03- 04- 05- 06- 07- 08- 09- 10- 11- 12- 13-
No Nama NIM
12- 12- 12- 12- 12- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01-
2017 2017 2017 2017 2017 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018
1. Rellyniasih 1500382       UAS UAS UAS         
Riky
2. 1500504                  
Hidayat
Ana
3. 1500692                  
Nurjanah
Suci
4. Dewiyani 1500747                UAS UAS 
Fauziah
Lingga
5. Leguina 1503450                  
Cahya L.S.
Jelita
6. 1503881       UAS UAS UAS         
Indrianti
Dina
7. Rusyda 1503975                  
Khoirini
Khansa
8. Ratri 1504417                  
Haniya
Ahmad
9. 1505481       UAS UAS UAS UAS UAS UAS UAS     
Nuryani
Ulpah
10 1506246       UAS UAS UAS UAS UAS       
Damaiyanti
Muhamad
11. Arya Ismail 1506875                  
Firdaus
Ridwan
12. Firdaus 1507512       UAS UAS UAS         
Akbar
Pertemuan
14- 15- 16- 17- 18- 19- 20- 21- 22- 23- 24- 25- 26- 27- 28- 29- 30- 31-
No Nama NIM
01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01- 01-
2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018 2018
1. Rellyniasih 1500382                  
Riky
2. 1500504                  
Hidayat
Ana
3. 1500692                  
Nurjanah
Suci
4. Dewiyani 1500747                  
Fauziah
Lingga
5. Leguina 1503450                  
Cahya L.S.
Jelita
6. 1503881                  
Indrianti
Dina
7. Rusyda 1503975                  
Khoirini
Khansa
8. Ratri 1504417                  
Haniya
Ahmad
9. 1505481     UAS UAS UAS UAS UAS UAS UAS UAS      
Nuryani
Ulpah
10 1506246                  
Damaiyanti
Muhamad
11. Arya Ismail 1506875                  
Firdaus
Ridwan
12. Firdaus 1507512                  
Akbar