Anda di halaman 1dari 4

BUDIDAYA HIDROPONIK DI KPPN LUWUK

Zaman sekarang bertanam tak lagi harus menggunakan tanah. Berbagai metode bercocok
tanam bisa digunakan bagi yang ingin menekuninya. Salah satunya adalah bertanam secara
hidroponik. Hidroponik sendiri adalah suatu cara bertanam tanpa media tanah. Di negara-negara
berkembang seperti Indonesia saat ini di mana tanah atau iklim tidak ramah terhadap pertanian,
hidroponik menawarkan cara untuk menumbuhkan tanaman pangan dengan mudah dan juga di
daerah dimana tanah telah kehilangan nutrisi atau tanah subur sulit didapat, hidroponik dapat
menjadi alternatif ideal untuk bercocok tanam.
Sejalan dengan program penghematan listrik, air, dan kertas sebagai bagian dari kegiatan
program Go-green maka Menteri Keuangan yang telah menginstruksikan kepada Wakil Menteri
Keuangan, para Pejabat Eselon I, para Pimpinan Satuan Kerja Organisasi eselon II/III/IV, para
Pejabat Pembuat Komitmen, dan para Pejabat Fungsional/Pegawai dilingkungan Kementerian
Keuangan melalui Instruksi Menteri Keuangan Nomor 346/IMK.01/2017 tanggal 17 April 2017
tentang Gerakan Efisiensi Sebagai Bagian Implementasi Penguatan Budaya Kementerian
Keuangan, antara lain agar melaksanakan upaya efisiensi anggaran birokrasi.
KPPN Luwuk sebagai salah satu instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan
perlu mengambil bagian dan turut serta guna mensukseskan program yang dimaksud. Guna
merealisasikan keikutsertaan dalam program tersebut, maka dilakukanlah kegiatan budidaya
tanaman hidroponik di lingkungan KPPN Luwuk agar dapat mewujudkan lingkungan kerja yang
ramah lingkungan. Sebelum menerapkan budidaya tersebut para pegawai KPPN Luwuk
membuat suatu kegiatan untuk mengikuti pelatihan bercocok tanam hidroponik yang bertujuan
memberikan bekal pengetahuan teknik dan penerapan budidaya tersebut untuk para pegawai
sekaligus memberikan pengetahuan tambahan bagi para pegawai yang menjelang usia pensiun
untuk usaha sampingan nantinya.
Sebelumnya beberapa ahli patologis tanaman juga melakukan percobaan dan penelitian
untuk dapat melakukan bercocok tanam tanpa media tanah sebagai media tanam, sehingga pada
masa itu bermunculan istilah-istilah: “Nutri Culture”, “Water Culture”, “Gravel Bed Culture”,
dan istilah ”Soilless Culture” (Roberto, 2003).
Kata hidroponik sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu "hydro" yang berarti air dan
"ponics" yang artinya daya atau tenaga kerja. Jadi menanam dengan sistem hidroponik artinya
menanam menggunakan media air atau tenaga kerja air. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless
culture atau budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Jadi hidroponik berarti
budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam .
Menanam dengan teknik hidroponik berarti kita bercocok tanam dengan memperhatikan
pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman yang bersangkutan, atau istilah lainnya
bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air yang mengandung nutrisi yang dibutuhkan
tanaman. Rupanya masyarakat sudah menyadari pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Dimana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi
(unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini peranan tanah adalah untuk
penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi untuk kemudian bisa diserap
tanaman.
Adapun terdapat dua cara bertanam hidroponik yaitu teknik larutan statis dan teknik
larutan air. Maksud dari teknik larutan statis sendiri adalah larutan nutrisi tak perlu dialirkan. Di
dalam teknik menanam hidroponik larutan statis, tanaman akan disemai pada sebuah media
seperti ember, tangki, atau bisa juga memakai bak semen. Usahakan memilih media dengan
warna gelap atau yang tidak tembus dengan cahaya. Tujuannya untuk menghindari adanya
pertumbuhan lumut di dalam wadah larutan. Jika adanya wadah yang transparan atau bening,
bungkus terlebih dahulu dengan plastik hitam atau memakai alumunium foil yang tak tembus
dengan cahaya matahari. Sebab larutan nutrisi tidak dialirkan, ketinggian larutan usahakan selalu
rendah sampai akar tanaman di atas larutanm agar tanaman bisa mendapatkan oksigen dengan
baik.Agar menghasilkan gelembung oksigen di dalam larutan, bisa memakai pompa akuarium.
Lartuannya bisa diganti secara teratur, bisa setiap minggu atau jika laurtan sudah di bawah
ketinggian yang ditentika bisa dengan mengisi lagi memakai ari atau larutan nutrisi yang baru.
Sedangkan untuk teknik larutan air adalah sebuah cara budidaya hidroponik yang
dikerjakan dengan cara mengalirkan air nutrisi secara terus menerus dari tangki tampungan air
nutrisi melewati akar tanaman. Dengan teknik ini sebenarnya lebih gampang untuk mengaturnya
sebab larutan nutrisi dan suhu bisa diatur dari tangki. Salah satu dari teknik yang biasa digunakan
untuk budidaya hidroponik larutan air yaitu dengan teknik lapisan nutrisi atau nutrient film
technique (NFT). Teknik hidroponik NFT ini memakai parit buatan yang dibuat dari lempengan
logam yang tipis anti karat, dan tanamannya disemai di paritnya. Disaluran paritnya dialirkan air
mineral dengan nutrisi yang menjadikan di sekitar tanaman terbentuk lapisan yang tipis yang
bisa digunakan untuk makanan tanaman.
Dari hasil pelatihan yang telah kami ikuti maka para pegawai KPPN luwuk telah
mempraktekkan budidaya tanaman hidroponik dilingkungan kerjanya dengan menggunakan
tehnik lapisan nutrisi atau nutrient film technique (NFT). Teknik ini dpilih dengan alasan agar
tanaman yang tumbuh dalam lapisan polyethylene degan akar tanaman terendam dalam air yang
nutrisinya disirkulasikan secara terus menerus dengan menggunakan pompa sehingga dapat lebih
hemat waktu dan energi dalam perawatannya karena tidak perlu melakukan penyiraman tanaman
secara manual.
Kelebihan tanaman hidroponik yaitu :
1. Penggunaan lahan yang lebih efisien
2. Produksi tanaman tanpa media tanah.
3. Periode tanam lebih pendek
4. Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah.
5. Tenaga kerja yang diperlukan lebih sedikit.
Budidaya tanaman hidroponik ini juga bisa digunakan sebagai alternatif pendukung
produktivitas di masa pensiun untuk sarana pengembangan diri dan menuangkan kreativitas serta
menjaga tingkat keaktifan di masa pensiun serta memberikan keuntungan yang maksimal. Laju
pertumbuhan tanaman hidroponik bisa mencapai 50% lebih cepat dibandingkan tanaman yang
ditanam menggunakan media tanah pada kondisi yang sama, tanaman hidroponik juga dapat
tumbuh sehat, kokoh dan bersih serta ramah lingkungan karena tidak memerlukan penyiraman
sama sekali atau penggunaan herbisida dan pestisida. Nah setelah membaca artikel ini tertarik
bukan untuk mempraktekkannya di rumah anda?