Anda di halaman 1dari 6

Nama : Andre Puji Laksono

NPM : 1631010154

Paralel : D

Tugas K3

ULTRAFILTRASI
Filtrasi merupakan metode pemisahan dengan melewatkan suatu cairan dengan
partikel-partikel di dalamnya melalui suatu celah dengan ukuran tertentu. Partikel-partikel
yang memiliki ukuran lebih kecil dari pori penyaring akan melewati filter yang disebut filtrat.
Pada dewasa ini, metode filtrasi yang ada sangatlah beragam. Proses filtrasi dengan
menggunakan membran yaitu mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, nanofiltrasi dan reverse osmosis
dibedakan atas ukuran pori dan tekanan yang digunakan. Pada mikrofiltrasi, membran memiliki
pori antara 0.1 μm sampai 10 μm dengan penggunaan tekanan 0.2-0.6 MPa sedangkan pada
ultrafiltrasi, membran memiliki pori antara 0.001 μm sampai 0.1 μm dengan penggunaan
tekanan 0.2-1.0 MPa. Pada nanofiltrasi, membran memiliki pori antara 1 nm sampai 10 nm
dengan penggunaan tekanan 1.0-4.0 Mpa dan pada reverse osmosis, membran memiliki pori
antara 0.1 nm sampai 1 μm dengan penggunaan tekanan 3.0-10 Mpa. Oleh karena itu,
ultrafiltrasi merupakan metode penyaringan dengan menggunakan membran yang memiliki
pori lebih kecil dari nano filtrasi tetapi lebih besar dari mikrofiltrasi dan digunakan untuk
menyaring partikel dengan berat molekul sekitar 1000- 500,000 Daltons dengan ukuran sekitar
0.1-1 μm.

Ultrafiltrasi adalah variasi dari membran filtrasi dimana terjadi gaya dari liquid
terhadap membran semi permeabel. Suspended solid dan cairan pekat dengan berat molekul
yang besar, dapat tertahan, tetapi air dan cairan pekat dengan berat molekul pencemar yang
kecil dapat melewati membran. Proses pemisahan menggunakan proses ultrafiltrasi biasanya
digunakan di bidang industri dan penelitian untuk penjernihan air karena ukuran yang dapat
diolah adalah air pekat yang mengandung makromolekul yang memiliki berat atom sekitar 103
– 106 Da (1 Da = 0,000714 gram). Pengolahan menggunakan Ultra filtrasi pada umumnya
menggunakan membran berukuran 0.001 mikron – 0.01 mikron.
Ultrafiltrasi merupakan sebuah membrane semipermeable yang digunakan untuk
menyaring partikel seperti: Koloid, Turbidity, Suspended solid, bacteria maupun segala macam
molekul yang berukuran antara 0.1-0.01mikron. Ultrafiltrasi atau UF merupakan suatu metode
penyaringan yang banyak digunakan saat ini. Dimana membrane ini memisahkan antara
partikel kecil dan sebagian zat terlarut dengan air. Membrane Ultrafiltrasi
Ultrafiltrasi digunakan untuk menggantikan proses penyaringan konvensional seperti
Clarifier. Dimana kelebihan dari menggunakan ultrafiltrasi adalah sistem yang digunakan tidak
membutuhkan ruang yang cukup besar seperti pengendapan dengan menggunakan clarifier
pada umumnya. Kelebihan lain yang cukup dipertimbangkan adalah peniadaan zat kimia pada
saat menggunakan clarifier, seperti koagulan, floakulan, pembunuh bacteria dan pengontrol
PH. Kapasitas dari ultrafiltrasi yang sekarang terdapat dipasaran adalah Ultrafiltrasi yang
mempunyai kapasitas 500liter sampai 6000liter untuk 1 batang.

Fungsi utama dari Membran UF adalah untuk menyaring Total Suspended Solid (TSS).
Kemampuan membrane ultrafiltrasi dalam menyaring TSS dapat mencapai 99% jika di
aplikasikan dengan benar untuk setiap desainnya. Ultrafiltrasi selain menggantikan fungsi
dari clarifier, membrane ultrafiltrasi juga banyak digunakan sebelum sistem reverse osmosis.

Prinsip kerja dari ultra filtrasi ini adalah memisahkan molekul berdasarkan pada
molekul yang terlarut. Sistem kerjanya yaitu air masuk dengan tekanan yang rendah kurang
lebih 1.5 bar melalui lubang halus yang memiliki diameter sekitar 0.5-2 mm. Kemudian akan
disaring dengan filter yang memiliki ukuran pori sekitar 0.01-0.05 μm. Molekul yang
ukurannya lebih dari o.05 μm akan tertahan dan akhirnya akan terbuang secara bertahap ketika
dilakukan back fushing atau ketika saat forward flushing.
Tipe-tipe penyaringan Ultrafiltrasi
1. Tipe “Dead End flow” Ultrafiltrasi

Tipe pengaplikasi “Dead end” digunakan oleh para ahli pada saat dimana
seorang user memiliki keterbatasan akan sumber daya air. Dengan digunakannya sistem
“Dead end” maka penghematan air dapat dilakukan. Kelemahannya adalah
membrane ultrafiltration tersebut akan lebih cepat terjadi penumpukan kotoran dan
tersumbat, sehingga membrane harus lebih intensif dilakukan backwash dan flushing.
Normalnya adalah 5 jam pengoperasian sesuai dengan kapasitas setiap membrane
ultrafiltrasi tersebut. Sistem “Dead end” di rekomendasikan pada kondisi air yang tidak
banyak mengandung koloid, bakteria dan protein.

Gambar Ultrafiltrasi Dead End

2. Tipe “Cross Flow” Ultrafiltration

Jenis ini banyak digunakan saat ini, dimana aliran air dilewatkan menyamping
membrane semipermeable. Sehingga penumpukan kotoran dapat di minimalisasi, tetapi
kelemahan dari sistem ultrafiltrasi “Cros Flow”, Kapasitas produksi per unit membrane
UF akan semakin rendah dan terjadi pemborosan air yang cukup tinggi dibandingkan
dengan tipe “Dead End”. System “Cross Flow” di rekomendasikan di kondisi air
banyak mengandung koloid dan total suspended solid yang tinggi.

Gambar Ultrafiltrasi Cross Flow


Ultrafiltrasi juga dibedakan menurut pengaplikasian prosesnya, antara lain Inside out
dan Outside in.
1. “Inside Out”

Untuk pengaplikasian Inside out, maka ultrafiltration itu didesain dimana air
yang masuk dari dalam membrane dan keluar melalui dinding membrane
semipermeablenya. Sistem ini tidak dapat digunakan untuk air baku yang nilai TSS nya
cukup tinggi, maksimal 150ppm. Ultrafiltration membutuhkan pretreatment yang
cukup baik diawal sebelum masuk kedalam membrane yang bersistem “Inside Out”.

2. “Outside In” Ultrafiltration

Sedangkan “Outside in“, Ultrafiltration di desain dengan memasukkan air dari


dinding luar kedalam membrane semipermeablenya. Sistem ini memiliki toleransi yang
tinggi terhadap TSS, tidak membutuhkan filter awal yang intensif, memiliki area filtrasi
yang lebih besar, membutuhkan tekanan angin saat proses pencucian dan membutuhkan
air yang cukup banyak pada saat pencucian membrane ultrafiltrasi.

Membrane semi permeable terdapat beberapa jenis, yaitu “Flat Sheet”, “Spiral
Wound” dan Modul “Hollow Fibre”. Modul “Spiral wound” berbentuk seperti
membran reverse osmosis, dioperasikan secara terus menerus seperti membrane reverse
osmosis, dan untuk modul “Spiral wound” tidak dapat dilakukan pencucian dengan
membalik aliran air untuk mengangkat kotoran yang berada di membrane.
Membrane ultrafiltration “Hollow Fibre” banyak digunakan dalam Membrane
Bioreaktor. Sedangkan Membrane “Flat Sheet” memiliki ukuran yang cukup besar dan
biasanya memiliki kapasitas hasil penyaringan yang tidak terlalu besar.

Terdapat beberapa keuntungan dalam menggunakan UF.

1. Sistem yang lebih mudah diaplikasikan, perawatan, maintenance hingga pemasangan yang
mudah.

2. Dapat menyaring bakteri atau germ yang tahan terhadap chlorine seperti Cryptosporidium
atau bakteri lainnya.

3. Dapat dengan mudah menyaring konsentrat dalam pengolahan air limbah

4. Ruangan yang tidak terlalu besar dibandingan dengan clarifier konventional.

5. Dapat menyaring Film forming pada air sebelum diolah lebih lanjut oleh sistem reverse
osmosis.
Material Membran Ultra Filtration

Terdapat beberapa material yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membrane
semipermeable dari membrane UF. Pemilihan material yang tepat disesuaikan pada kebutuhan,
dengan memperhatikan faktor: Kekuatan, ketahanan, ketahanan akan tingkat keasaman yang
rendah/tinggi atau ketahanan terhadap zat kimia atau zat desifektan tertentu.Antara lain:

1. U-PVC material

Paling banyak digunakan, harga paling murah

2. H-PVDF material

Material ini digunakan pada saat di sistem banyak digunakan zat kimia, dimana material
ini mempunyai ketahanan terhadap zat kimia yang cukup tinggi.

3. PES
4. PS
5. PP ( Polypropelene )
6. PAN

Aplikasi Ultra Fltration

Kegunaan ultrafiltrasi membrane dalam industri cukup beragam. Mencakup pengolahan air
limbah industri, filtrasi pada aeration tank, dan termasuk pengolahan air minum layak
konsumsi. Kegunaan Membrane ultrafiltrasi dalam industri khususunya industri air minum
didesain untuk menghasilkan produk air siap konsumsi. Dengan kualifikasi membran yang
sesuai standar, Membran ultrafiltrasi mampu mem filtrasi dengan ukuran pori 0,01 mm – 1 nm.
Namun, ada beberapa poin penting yang tidak boleh terlewatkan terkait penggunaan membran
filtrasi ini. Diantaranya:

 Bahan baku air yang digunakan wajib bebas dari kontaminan atau bahan beracun yang
berbahaya lain. Terutama bahan berbahaya yang tidak bisa difilter menggunakan
Membran Ultrafiltasi. Oleh karena itu, telah ditetapkan pula perundang-undangan yang
menyatakan keharusan menggunakan sumber mata air penggunungan atau sumber mata
air yang sudah memiliki izin dalam produksi air minum kemasan atau isi ulang.
 Untuk pengolahan air yang akan dikonsumsi dalam lingkungan internal dan tidak untuk
diperdagangkan, maka bahan baku air wajib didapat dari sumber yang ada di lingkungan
setempat. Pastinya bahan baku air wajib memenuhi persyaratan kualitas air yang
terjamin, pekerjaan diserahkan kepada ahlinya, dan melalui proses pengujian akhir guna
memastikan layak tidaknya produk air untuk dikonsumsi.

Memang ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses menghasilkan air untuk
dikonsumsi. Dimana faktor pengaman ekstra yang terintegrasi mulai dari sumber bahan baku
yang akan diolah, perawatan fasilitas fisik, dan kebiasaan orang-orang di lingkungan sekitar
perlu diperhatikan. Hal ini mengingat membran ultrafiltrasi hanyalah salah satu metode untuk
memperoleh air bersih layak konsumsi.