Anda di halaman 1dari 4

PENEMUAN PENDERITA TB MELALUI

KEGIATAN KETUK PINTU


No. Dokumen : SOP/UKM/477
SOP No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 2-12-2017
Halaman : 1/4

Puskesmas
Dr. I Ketut Indra Wiguna Cakera
Marga II
NIP. 197710032006041002

1. Pengertian Melakukan kegiatan penemuan penderita TB melalui penjaring suspek TB


kegiatan ketuk pintu dengan sasaran kegiatan orang yang berada di
lingkungan rumah penderita TB

2. Tujuan Sebagai acuan dalam pelaksanaan penemuan penderita TB melalui


penjaringan suspek TB melalui kegiatan ketuk pintu.

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Marga II Nomor: 50/SK/Pusk.Mrg II/TA/2017


tentang Ketentuan Menerapkan DOTS di Puskesmas

4. Referensi 1. Permenkes No.67 tahun2016 tetntang penanggulangan tuberkulosis


2. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis (2014)
1. Pot dahak
5. Persiapan 2. Label identitas suspek
3. Form TB.05
4. Register TB.06
5. Alat tulis

6. Prosedur/ 1. Petugas memberitahu kepala dusun dan keluarga penderita TB


Langkah- rencana kunjungan rumah
Langkah 2. Petugas melakukan kunjungan rumah penderita TB
3. Petugas memeperkenalkan diri serta menjelasakan maksud/tujuan
kunjungan.
4. Petugas melakukan anamnesa kepada semua anggota kelurga dan
tetangga yg kontak erat dengan penderita TB:
Apakah mengalami batuk berdahak 2-3 minggu atau lebih, yang diikuti
dengan dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan
lemas, nafsu makan turun, Berat badan turun, malaise, berkeringat
pada malam hari tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu
bulan.
5. Petugas menentukan klien sebagi suspek TB atau tidak.
6. Jika tidak, petugas memberitahu keluarga jika nanti sakit menunjukan
gejala TB segera periksa ke puskesmas atau RS.
7. Jika ya, Petugas memberi penjelasan mengenai pentingnya
pemeriksaan dahak dan cara mengeluarkan dahak yang benar untuk
mendapatkan dahak yang kental dan purulen.
8. Petugas memberi pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan
menyarankan klien mengeluarkan dahak di tempat terbuka .
9. Petugas memeriksa kekentalan,warna, dan volume dahak. Dahak yang
baik untuk pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-
hijauan(mukopurulen), kental dengan volume 3-5 ml. Bila volumenya
kurang, petugas meminta klien batuk lagi sampai volume dahak
mencukupi.
10. Jika tidak ada dahak yg keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan
harus dimusnahkan untuk menghindari kontaminasi kuman TBC
11. Petugas memberi label pada dinding pot dahak yang memuat nomor
identitas sediaan dahak sesuai TB.06
12. Petugas memberi klien pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk
diisi dirumahnya dan disuruh datang besok pagi membawa dahak
paginya.
13. Petugas mengisi formulir permintaan lab. pada Form. TB-05
14. Petugas memberikan KIE pada klien untuk menerapkan etika batuk,
selama menunggu hasil pemeriksaan dahak selesai, dan
meginformasikan hasil pemeriksaan dahak selesai selambat-
lambatnya dalam 2 hari.
15. Petugas mengirim pot dahak yang sdh terisi yang dilampiri form. TB.05
16. Petugas mencuci tangan

7. Bagan Melakukan Petugas menentukan


komunikasi dan anggota klg sebagai
Alir kunjungan suspek TB / tidak
rumah

petugas memberitahu
keluarga jika nanti
sakit dan menunjukan
Tidak gejala TB segera
periksa ke puskesmas
atau RS
ya

Petugas pengelola TB Menunjukan


memberitahu klien cara tempat/bilik
mengeluarkan dahak yang pengambilan
benar dan memberi 1 pot dahak
dahak

Memberi KIE ttg etika


batuk dan infomasi Mengisi buku
hasil pemeriksaan reg.TB.06 dan Memeriksa
dahak form TB-05 kwalitas dahak
dan diberi label

mengirim pot dahak


dilampiri form. Dokumentasi
TB.05

8. Hal-hal Dahak yang berkwalitas mempengaruhi penemuan BTA


Yang Perlu
Diperhatikan

9. Unit Terkait 1. Kepala Puskesmas


2. Penanggung Jawab P2 TB
3. Pelaksana TB (Dokter, Perawat)
4. Bidan Desa
5. Petugas Lab.
6. Keluarga dan masyarakat dilingkungan penderita TB.
7. Kadus / tokoh masayarakat

10. Dokumen 1. Kerangka Acuan Kegiatan


Terkait 2. TB 04 Lab, TB 06, TB 01, TB 02, TB 03 UPK
11. Rekam N Halaman Yang diubah Perubahan Diberlakukan
historis o tanggal
perubahan