Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KERJA / TERM OF REFERENCE

RKA-KL TA. 2019

PEKERJAAN
REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI. CIKUNTEN I
(1.429 HA), (10,97 KM)

Kabupaten/ Kota Tasikmalaya

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT


DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
B A L A I B E S A R W I L A Y A H S U N G A I C I T A N D U Y
SNVT PELAKSANAAN JARINGAN PEMANFAATAN AIR
Prof. Dr. Ir. H. Sutami No. 1 Telp/Fax. (0265) 741405 JAWA BARAT
Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Cikunten I
Kab/Kota Tasikmalaya ( Outcome 1.429 Ha)
Jaringan Irigasi yang di Rehabilitasi Kegiatan TA. 2019

Kementerian : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Unit Eselon I : Direktorat Sumber Daya Air
Program : Pengelolaan Sumber Daya Air
Hasil (Outcome) : Meningkatnya Kinerja Pengelolaan Sumber Daya Air
Kegiatan : Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan
Jaringan Pengairan Lainnya.
Indikator Kinerja Kegiatan : Luas Layanan Jaringan yang direhabilitasi
Jenis Keluaran (Output) : Jaringan Irigasi yang direhabilitasi
Volume Keluaran (Output) : 10,97
Satuan Ukur Keluaran (Output) : Ha

A. Latar Belakang
1. Dasar Hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah :
a. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan
b. Peraturan Pemerintah Nomor : 23 Tahun 1982 tentang Irigasi
c. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
d. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Negara
e. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2015 tentang Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 15/PRT/M/2015
tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat

2. Gambaran Umum
Jaringan Irigasi Cikunten I merupakan areal irigasi potensial yang dimiliki masyarakat
Jawa Barat khususnya masyarakat petani di Kabupaten khususnya berada di wilayah
kecamatan leuwisari, Sariwangi, Padakembang, Singaparna, dan Cigalontang.. Suplay air
irigasi sebagai sumber air utama pertanian di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya semakin
berkurang, kendalanya akibat kerusakan jaringan irigasi, penurunan kualitas aliran air
Daerah Pengaliran Sungai (DPS) dan peningkatan kebutuhan air non irigasi seperti air
baku dan perkebunan. Apabila kecenderungan ini tidak segera diambil langkah antisipasi,
maka dimungkinkan lahan irigasi berkurang akibat dikonversikan/ pengalih-fungsian.
Kondisi saat ini Saluran Primer dan Saluran Sekunder Cikunten I tersebut mengalami
kerusakan berat karena terjadi pendangkalan dan longsoran tanggul dibeberapa titik. Hal
tersebut mengubah bentuk dan dimensi saluran serta mengakibatkan sedimentasi pada
saluran tersebut. Dampak dari kerusakan yang terjadi pada Saluran Primer dan Sekunder
Cikunten I, yaitu kapasitas pengaliran menjadi berkurang akibat pendangkalan dan
menurunnya kecepatan aliran pada saluran. Kapasitas pengaliran saluran dapat diperbaiki
atau lebih ditingkatkan dengan melakukan rehabilitasi dengan normalisasi saluran,
perbaikan tanggul saluran, bangunan dan pintu irigasi, saluran Pembuang serta Jalan
Inspeksi.
B. Penerima Manfaat
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat khususnya para petani.

C. Strategi Pencapaian Keluaran


1. Metode Pelaksanaan
Metode Pelaksanaan dilaksanakan secara Kontraktual.
2. Tahapan dan Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kegiatan yaitu 300 (Tiga ratus) hari kalender
Tahapan Kegiatan yang dilaksanakan berupa :
TAHAPAN PELAKSANAAN

Tahun 2019 Tahun 2020


No Tahapan Kegiatan Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei
12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5
1 Proses Lelang
2 Tanda Tangan Kontrak
3 Pelaksanaan Pekerjaan
4 Pemeliharaan

No. Tahapan Waktu Pelaksanaan

1. Pelaksanaan Lelang Bulan Desember 2018 s/d Januari 2019


2. Tanda Tangan Kontrak Bulan Februari 2019
3. Pelaksanaan Konstruksi Bulan Februari s/d November 2019
4. Pemeliharaan Bulan Desember 2019 s/d Mei 2020

D. Kurun Waktu Pencapaian Keluaran


Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Cikunten I adalah
10 (Sepuluh) bulan.

E. Biaya
Total biaya untuk pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Cikunten I sebesar Rp.
53.000.000.000,- (Lima Puluh Tiga Milyar rupiah)
terdiri dari :
 Belanja Modal Irigasi : Rp. 52.972.220.000,-
 Honorarium Panitia Pengadaan Barang Dan Jasa (Konstruksi) : Rp. 27.780.000,-

Rincian Anggaran Biaya (RAB) terlampir.Demikian Kerangka Acuan Kerja dibuat untuk di
pergunakan sebagaimana mestinya.

Banjar, Desember 2018


Penanggung Jawab,
Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Citanduy

Wiel Mushawiry Suryana, ST., MT


NIP. 197905192006041002