Anda di halaman 1dari 35

PT.

PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1. TEORI DASAR WATER TREATMENT PLANT

1.1 Kimia Air.

1.1.1 Dasar-dasar Kimia.

ILMU KIMIA adalah ilmu yang mempelajari hakikat, sifat-sifat serta perubahan materi;
mempelajari susunan atau komposisi materi, perubahan enerji yang menyertai perubahan
materi dsb.

Perubahan fisika dan perubahan kimia

Perubahan fisika adalah perubahan yang terjadi pada suatu zat, tetapi komposisi kimianya tidak
berubah, hanya berubah fase, ukuran partikel dsb.Contoh es menjadi air.

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi yang berbeda dari materi
sebelumnya. Contoh : besi menjadi karat.

Unsur

Jika besi dibuat serbuk, serbuk besi adalah besi juga namun ukurannya sangat kecil dan sudah
tidak dapat dibagi lagi. Ada 109 unsur. Unsur bisa logam (metal) atau non-logam (metaloid).

Unsur logam : Argentum (Ag), Aluminium (Al), Chromium (Cr), Calcium (Ca), Magnesium (Mg),
Hydrargyrum (Hg), Cuprum (Cu), Plumbum (Pb), Ferrum (Fe), Aurum (Au), Natrium/Sodium
(Na), Platinum (Pt), Zincum (Zn) dll.

Unsur non-logam : hidrogen (H), oxygen (O), karbon (C), nitrogen (N), flourin (F), Chlorine (Cl),
bromin (Br), iodin (I), belerang (S), Phosphorus, (P) arsen (As) dan silikon (Si).

Senyawa

Senyawa adalah zat yang terbentuk dari dua atau lebih unsur melalui proses kimia. Setiap
senyawa mempunyai sifat yang khas, yang berbeda dari unsur-unsur pembentuknya. Contoh:
hydrogen (H) dan oxygen (O) adalah gas, tetapi gabungan keduanya adalah air (H2O).

Senyawa dengan unsur yang sama membentuk molekul:

H2, O2, N2, F2, Cl2, Br2, I2, P4 (phosphorus), S8 (sulphur)

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 1


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Senyawa yang membentuk molekul dari 2 atau lebih unsur yang berbeda :

H2O, CO2, CaCO3

Apa beda 2H dan 2H2 ?

2H = 2 atom H; 2H2 = 2 molekul H2.

Berapa jumlah atom 3 Al2(SO4)3 ?

Jawab : Al = 3 x2 = 6 atom
S = 3 x 3 = 9 atom
O = 3 x 4 x 3 = 36 atom
Jumlah atom = 6 + 9 + 36 = 51 atom.

Campuran.

Campuran adalah gabungan beberapa zat yang berbeda dan setiap zat itu masih mempunyai
sifat jati dirinya. Misalnya es krim, sirop, pasir pantai, garam kotor dll. Ada berbagai cara
pemisahan zat dari campuran tersebut yaitu melalui penguapan, penyaringan, pengembunan,
pelarutan, penyubliman, distilasi, pembekuan, kristalisasi dan kromatografi.

Cara mengukur jumlah zat dalam campuran adalah dengan prosentase (%). Baik untuk massa
atau volume zat.

massa Zat A
%-massa zat A = --------------------------------------- x 100%
jumlah massa semua zat

. volume Zat A
%-volume zat A = --------------------------------------- x 100%
jumlah volume semua zat

Suatu campuran terdiri dari 5 gram garam dan 7,4 gram gula, berapa persen garam dalam
campuran tersebut ?

Jumlah massa seluruhnya = 5 + 7,4 = 12,4 gram

5
% massa garam = -------- x 100% = 40,3%
12,4

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 2


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Kadang-kadang kadar zat diukur dengan satuan bagian per juta (bpj) atau ppm (part per
million).

Dalam seember air sumur volume 25 liter, terdapat 50 milligram besi dalam bentuk garam
terlarut. Berapa kadar besi dalm air sumur tersebut ?

Rapatan air sumur dianggap 1 g/ml atau 1 kg/liter.

Massa air = rapatan x volume


= 1 g/ml x 25.000 ml
= 25.000 g

massa besi = 50 mg = 0,05 g

massa zat
massa kadar besi = (---------------------------) x 106
massa campuran.

0,05
= --------- x 106
25.000

= 2 bpj ( atau 2 ppm)

Atom.

Bagian yang terkecil dari unsur adalah Atom. Atom dari unsur yang sama adalah identik baik
ukuran, sifat dan massanya. Jika atom bergabung dengan atom yang lain, akan terbentuk
Molekul. Molekul bisa terbentuk dari gabungan atom yang sama (misalnya H2, O2, N2 dll.) atau
atom yang berbeda (H2O, H2SO4 dll). Misal 2 atom hydrogen (H) bergabung dangan 1 atom
oxygen (O) membentuk molekul air (H2O).

Bobot atom Hydrogen = 16 x 10-23 gram

Bobot atom Belerang = 32 x 10-23 gram.

Ion.

Ion adalah partikel penyusun zat. Ion adalah atom atau kelompok atom yg mermuatan listrik.
Senyawa ion terdiri dari ion positif (disebut kation - misal H+, Na+) dan ion negatif (disebut
anion - misal OH-, Cl-). Kedua ion bergabung membentuk senyawa ion atau kristal ion.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 3


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Penamaan Senyawa.

Pemberian nama untuk oksida metaloid (bukan logam) menggunakan:

1=mono; 2= di; 3= tri; 4= tetra; 5 = penta; 6= hexa; 7= hepta; 8 = okta; 9= nona; 10=deca.

Misal P2O5 = diphosporus pentaoxide. CO2 = Carbon dioxide.

Untuk oksida logam sbb:

Jika oksidanya hanya satu, maka nama logam diikuti kata oksida: K2O (Kaliumoksida), BaO
(Bariumoksida), Al2O3 (aluminiumoksida)

Jika oksidanya ada dua (karena logamnya punya 2 valensi), maka nama logam, diikuti angka
romawi dalam kurung, lalu kata oksida-nya: Cu2O (tembaga (I)oksida), CuO (tembaga
(II)oksida).

Ada juga menggunakan nama Latin yaitu: Cu2O (cupro-oksida, cuproksida), CuO (cuprioksida),
FeO (Fero-oksida, feroksida), Fe2O3 (Feri-oksida). Untuk senyawa asam, asam+nama logam,
misal HCl (asam Chlorida), H2S (asam sulfida); Atau, asam + nama sisa asam, misalnya H2SO4
(asam sulfat), HNO3 (asam nitrat).

Untuk senyawa basa, nama logam + hidroksida, misal KOH (Kalium hidroksida), Ba(OH) 2
(Barium hidroksida). Untuk senyawa garam, disebutkan nama logam, diikuti nama sisa asam.
Misalnya KCl (kaliumchlorida), CUSO4 (Cuprisulfat).

Oksidasi.

Oksidasi adalah reaksi antara sebuah unsur dengan oksigen.

4 Na + O2  2 Na2O

2 Fe + O2  2 FeO

4 Fe + 3 O2  2 Fe2O3

CH4 + 2 O2  CO2 + 2 H2O

Oksidasi juga diartikan sebagai reaksi pelepasan elektron dari suatu zat.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 4


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Reduksi.

Reduksi adalah pengambilan oksigen dari suatu senyawa. Zat pengambil oksigen disebut
Reduktor.

CuO + H2  Cu + H2O

Fe2O3 + 3 H2  2 Fe + 3 H2O

Reduksi juga diartikan sebagai reaksi pengikatan elektron oleh suatu zat. Dalam
persenyawaan NaCl, elektron yang dilepas oleh Natrium, ditangkap oleh atom Cl sehingga
atom Natrium berubah jadi ion positif (Na+), perisrtiwa ini juga disebut peristiwa oksidasi. Atom
netral Chlor juga berubah menjadi ion negatif (Cl-), peristiwa ini juga disebut peristiwa reduksi.
Karena kedua perubahan dari atom netral menjadi ion berjalan bersamaan, maka disebut
peristiwa oksidasi-reduksi.

Na  Na+ + 1e (oksidasi)

Cl + 1e  Cl- (reduksi)

Na + Cl  Na+ + Cl- (oksidasi-reduksi).

1.1.2 Persamaan Reaksi.

Massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama. Banyaknya atom disebelah kiri = banyaknya
atom disebelah kanan.

Hukum kekekalan zat Lavoisier :

Jumlah berat (massa) semua zat sebelum suatu reaksi sama dengan jumlah berat (massa)
semua zat sesudah reaksi tersebut.

Contoh : 7 g besi + 4 g belerang  11 g besi belerang, berapa gram belerang diperlukan untuk
bereaksi dengan 10 g besi ?

Besi 10 g maka belerang = 4/7 x 10 g = 5,71 g

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 5


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berapa gram besi dan belerang untuk membentuk senyawa 30 g besi belerang ?

Besi = 7/ (7+4) x 30 = 19,10 g

Belerang = 4/(7+4) x 30 = 10,90 g.

Contoh mencari persamaan reaksi :

Jika gula tebu (C12H22O11) dibakar dan direaksikan dengan O2 (di-oksidasi) maka yang terjadi
adalah CO2 dan H2O.

C12H22O11 + O2 -- CO2 + H2O

Rumus zat sudah benar, tetapi jumlah atom dikiri dan dikanan belum sama. Kita tulis:

a C12H22O11 + b O2 -- c CO2 + d H2O

C = 12 a = c
H = 22 a = 2d
O = 11a + 2b = 2c + d

Jika a = 1 maka: 12 = c atau c = 12


22 = 2d atau d = 22/2 = 11

11 + 2b =2c + d atau 11 + 2b = 2(12) + 11 atau 2b = 24 + 11 - 11


 2b = 24 maka b=12.

Persamaan ditulis :

1 C12H22O11 + 12 O2 -- 12 CO2 + 11 H2O atau :

C12H22O11 + 12 O2 -- 12 CO2 + 11 H2O

Valensi.

Atom terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton + neutron disebut inti atom. Proton
bermuatan listrik positif dan neutron tidak bermuatan listrik, sedangkan elektron bermuatan
listrik negatif. Dengan demikian muatan inti atom merupakan muatan proton. Proton + neutron
dalam inti atom disebut nukleon.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 6


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Secara keseluruhan dalam atom tersebut bersifat neutral, tidak bermuatan listrik, karena
adanya kesamaan jumlah muatan positif dengan jumlah muatan negatif atau disebut juga:

Jumlah proton = jumlah elektron.

Massa proton hampir sama dengan massa neutron yaitu 1 sma. Massa proton = 1,00758 sma,
sedang massa neutron = 1,00893 sma. Massa elektron sangat kecil yaitu 1/1836 x massa atom
hydrogen. 1 sma=1,66 x 10-24 g.

Jika massa atom Hydrogen = 1,00758 sma (dibulatkan menjadi 1 sma) maka massa elektron
adalah : = 1/1836 x 1,00758 sma

= 0,00055 sma.

Nomor massa suatu unsur = jumlah proton + jumlah neutron (karena massa elektron sangat
kecil, jadi diabaikan).
A
Lambang unsur ditulis sebagai berikut :

35
Misal : Cl Jumlah elektron = 17;jumlah proton = 17;
17 Jumlah neutron = 35 -17 = 18

artinya: Isotop adalah beberapa unsur yang sama tetapi mempunyai massa atom yang
berbeda. Misalnya :
35 37
Cl ; Cl
17 17

Electron selalu mengelilingi proton dalam suatu orbit (lintasan), bisa berupa lingkaran bulat atau
ellips. Orbit bisa lebih dari satu. Orbit yang banyak (berlapis-lapis lintasan) itu dinamai : kulit
elektron dan diberi nama kulit elektron K, L, M, N, O, P, Q .

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 7


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 1. Kulit Atom.

Setiap orbit boleh berisi satu atau lebih elektron, dinyatakan dengan 2e, 4e, 8e dst.. Elektron
pada lingkaran orbit terluar, dapat mudah lepas dan berpindah ke orbit unsur yang lain. Elektron
pada orbit terluar bisa berisi 1 sampai 7 elektron dan tidak pernah sampai 8. Karena sifat yang
tidak stabil ini, atom unsur2 tak mulia selalu cenderung menstabilkan diri, artinya selalu
berusaha untuk memperoleh kulit terluar yang terisi penuh (yaitu 8 elektron) sampai
keadaannya menyerupai atom unsur-unsur mulia.

Salah satu caranya adalah melepas satu elektron, misalnya terjadi pada atom Natrium (Na):

Gambar 2. Pelepasan Electron Atom Na.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 8


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Dengan melepas sebuah elektron-nya, atom Natrium yang semula bermuatan netral, kini
menjadi bermuatan positif, karena ada kelebihan 1 muatan positif, maka ditulis Na+ dan disebut
ion Natrium.

Ebaliknya terjadi pada atom Chlor (Cl). Pada kulit terluarnya terdapat 7 elektron. Maka untuk
melengkapi elektron ini sampai penuh (yaitu 8 elektron), Atom Chlor tinggal mengambil 1
elektron lagi dari luar. Karenanya atom chlor sekarang kelebihan 1 elektron, sehingga
bermuatan negatif, menjadi ion Chlor (Cl-).

Kedua ion yang berlawanan muatan ini saling tarik menarik (ikat mengikat) dengan perantaraan
gaya elektrostatik dan membentuk satu senyawa Na+Cl- atau cukup ditulis NaCl. Unsur-unsur
Na dan Cl yang hanya melepas atau mengambil 1 elektron, disebut unsur ber-valensi
(bermartabat) 1.

Atom2 lain seperti Ca yang dapat melepas 2 elektron, disebut ber-valensi 2 sedangkan Al
dapat melepas 3 elektron, maka disebut ber-valensi 3.

Ca  Ca ++ + 2e

Al  Al+++ + 3e

Jadi Valensi (martabat) suatu unsur adalah :

Bilangan yang menyatakan berapa banyak elektron yang dapat dilepaskan atau diambil oleh
atom unsur itu pada waktu membentuk persenyawaan.

Gambar 3. Penambahan Electron atom Cl.

Asam.

Asam adalah suatu zat yang mempunyai rasa masam dan mengubah kertas lakmus biru
menjadi merah. Asam dibagi menjadi dua golongan yaitu asam organik dan asam anorganik.
Asam organik umumnya ditemukan dalam tumbuh-tumbuhan dan binatang (misalnya asam
cuka, asam jeruk), sedangkan asam anorganik (disebut juga asam mineral) diperoleh dari
mineral-mineral dalam tanah (asam accu, asam chlorida).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 9


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Asam dikenal dengan karakter H dimuka senyawa dan bermuatan positif, misalnya :

HNO3  H+ NO3-

H2SO4  H+ SO4=

H3PO4 -> H+ PO4 ≡

Jika suatu asam dihilangkan H-nya, maka tinggallah sisa asam. Jadi ikatan antara H+ dan sisa
asam- dapat terlepas jika dilarutkan didalam air. Pelepasan ion H+ tidak sama kuatnya bagi
berbagai jenis asam. Asam-asam yang mudah melepaskan ion H+, disebut asam kuat,
sedang asam-asam yang sukar melepaskn H+-nya disebut asam lemah.

Contoh asam-asam kuat :HCl, HBr, HJ, HNO3, H2SO4

Asam-asam yang lemah : asam cuka (CH3COOH), asam sianida (HCN).

Larutan disebut asam jika pH < 7.

Basa.

Basa adalah suatu zat yang mempunyai rasa seperti air sabun (pahit, licin) dan mengubah
kertas lakmus merah menjadi biru. Basa dikenal dengan karakter OH (hidroksida) dibelakang
senyawa dan bermuatan negatif, misalnya :

NaOH  Na+ OH-

KOH  K+ OH-

Ca(OH)2  Ca++ OH-


OH-

Al(OH)3  Al+++ OH-


OH-
OH-

Fe(OH)3

Sn(OH)4

Ba(OH)2

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 10


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Basa dibentuk dari Oksida logam + air, misalnya :

K2O + H2O  2 KOH

BaO + H2O  Ba(OH)2

Larutan disebut basa jika pH > 7

Garam.

Kita mengenal beberapa garam misalnya :garam dapur (NaCl) dan juga garam Inggeris
(MgSO4). Garam adalah zat-zat yang terdiri dari logam dan sisa asam. Logam bermuatan
positif, sedang sisa asam bermuatan negatif. Karena kedua muatan listriknya sama besar,
maka molekul garam bersifat netral.

Jika garam dilarutkan kedalam air, maka ikatan logam dan sisa asam dapat terlepas.
Pemisahan yang membentuk ion-ion bermuatan listrik ini akan memenuhi air dan inilah yang
menyebabkan arus listrik dapat mengalir. Larutan air yang penuh dengan ion2 logam dan sisa
asam, disebut larutan elektrolit. Air laut adalah elektrolit. Air laut banyak mengandung garam
NaCl.

Garam dibentuk dengan berbagai cara :

a. Basa + asam  Garam + Air

2 NaOH + H2SO4  Na2SO4 + 2 H2O

Ca(OH)2 + 2 HCl  CaCl2 + 2 H2O

2 Al2(SO4)3 + 3 H2SO4  Al2(SO4)3 + 6 H2O

b. Oksida basa + asam  garam + air

FeO + H2SO4  FeSO4 + H2O

Al2O3 + 6 HCl  2AlCl3 + 3 H2O

c. Basa + Oksida asam  Garam + Air

2 KOH + SO3  K2SO4 + H2O

3 Ca(OH)2 + P2O5  Ca3(PO4)2 + 3 H2O

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 11


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

d. Oksida basa + oksida asam  garam

Na2O + SO2  Na2SO3

CaO + N2O5  Ca(NO3)2

e. Logam + garam  garam lain + logam lain

Sebelumnya lihat deret Volta (deret keaktifan logam) dibawah ini:

K – Na – Ca – Mg – Al - Mn – Zn – Fe – Ni – Sn – Pb – [H] – Cu – Hg – Ag – Pt – Au.

Logam yang disebelah kiri lebih aktif dari logam yang disebelah kanannya. Misalnya logam K
dapat mendesak/mengusir keluar logam Fe dari senyawa FeCl3.

K + FeCl3  3 KCl + Fe

Tetapi sebaliknya, logam Fe tak bisa mendesak logam K dari senyawa garamnya.

Contoh lain : Ca + ZnSO4  CaSO4 + Zn

f. Logam + Asam  garam + H2

Fe + HCl  FeCl2 + H2

2 Al + 3 H2SO4  Al2(SO4)3 + 3 H2

Tetapi logam2 disebelah kanan [H] dengan larutan asam tidak berreaksi.

Cu + H2SO4  tidak bereaksi

Au + HCl  tidak bereaksi.

Garam asam. Jika didalam senyawa garam masih terdapat atom H disebut garam asam:

NaHCO3, NaH2PO4

Garam Basa. Jika didalam senyawa garam masih terdapat hidroksida OH disebut garam basa:

Mg(OH)Cl, Fe(OH)2NO3

Garam Rangkap. Garam rangkap adalah campuran lebih dari satu garam.

KCl.MgCl2, CaCO3.MgCO3

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 12


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.1.3 Zat-zat Yang Terkandung Dalam Air.

Karena sifat air mudah melarutkan zat-zat, maka di alam kita sangat sukar mendapatkan air
murni, hanya terdapat dalam lapisan tanah yang sangat dalam, karena itulah air di alam kita
banyak mengandung zat-zat terlarut. Kandungan air dapat berupa:

Kandungan Gas-gas

Konsentrasi Oksigen dan Karbon dioksida yang terlarut dalam air pengisi juga dibatasi. Di unit,
gas O2, CO2 tersebut dibuang lewat Deaerator, sedang O2 diikat Seperti carbon dioksida (CO2),
sulfur dioksida (SO2), sulfur triokskia (SO3), oksigen (O2), dan lain-lain. Air yang mengandung
gas-gas tersebut akan bersifat korosif, yaitu:

CO2 + H2O  H2CO3 + Fe  FeCO3 + H2

SO2 + H2O  H2SO3 + Fe  FeSO3 + H2

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 13


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

SO3 + H2O  H2SO4 FeSO4


asam garam

sedangkan gas oksigen tersebut bersifat oksidator.

Fe + 2 H2O + O2  Fe(OH)2

4Fe(OH)2 + 2H2O + 02  4 Fe(OH)3

Gas larut yang lain: N2 dan Cl2. Gas N2 tidak berbahaya, muncul akibat reaksi hydrazine dan
oksigen dan dibuang lewat Deaerator.

Biasanya yang diukur sebagai larutan gas adalah oksigen terlarut. Oksigen terlarut diukur
menggunakan oksigen Analyzer dalam satuan ppm (part per millon= 1/1.000.000). Karena
kandungan gas (O2, CO2) dapat menimbulkan korosi pada material, sehingga oleh injeksi
Hydrazine (N2H4), diubah menjadi air (H2O).

Problem Akibat Bertambahnya Gas Terlarut

Gas terlarut dapat menyebabkan korosi pada pipa air, pipa penukar panas dan ketel.

Cara mengatasi : Deaerasi, penambahan hydrazine, amonia dan Sodium Sulfite.

Kandungan Chlorine.

Chlorine (Cl-) merupakan unsur yang berasal dari air alut (NaCl). Chlorine yang larut dalam
air/uap dapat menimbulkan korosi pada pipa-piap ketel dan superheater. Kandungan chlorine
dapat diukur dengan alat spektrophotometer dalam satuan ppm.

Problem Akibat Bertambahnya Kandungan Chlorine

Kandungan chlorine akan menambah jumlah padatan teriarut dalam air serta akan
memacu laju korosi.

Cara mengatasinya: Pengolahan air dengan nienggunakan Demineralizer Plant (Resin Anion),
Dilakukan Blow Down Pada sikius PLTU.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 14


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Kandungan Silika (SiO2).

membahayakan unit, seperti deposit pada pipa-pipa PLTU/HRSG dan dapat berdeposit ke
turbin.

Dalam pengolahan air melalui Demineralizer Plant, Silika dapat ditangkap oleh resin anion,
sehingga kandungan silika Silika ( SiO2) merupakan unsur utama dari pasir dan tanah liat. Silika
dapat larut dalam air dan dalam uap pada suhu dan tekanan tinggi. Kandungan silika terlarut
dapat ditentukan dengan alat Spectrophotometer oleh petugas laboratorium, dan besarnya
silika terlarut dalam air ketel dibatasi tergantung dari tekanan kerja ketel.

Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa makin besar tekanan kerja ketel, makin rendah kadar
silika yang diizinkan.

Gambar 4. Laju Silika Terhadap Tekanan Boliler.

Silika tidak mudah dihilangkan dari air, sehingga bila air pengisi PLTU/HRSG tidak diolah
terlebih dahulu, maka akan dalam air hasil pengolahan akan mencapai lebih kecil dari 0,02
ppm.

Problem akibat bertambahnya kandungan Silika. Kandungan silika akan membentuk kerak
dalam ketel. Sistem air pengisi dan dapat menempel pada sudu turbin
sebagai kerak keras (deposit).

Cara mengatasi: Pengolahan air dengan menggunakan Demineralizer Plant (Resin Anion),
dilakukan Blowdown pada sistem PLTU,

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 15


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Kandungan Asam atau Basa.

Kandungan zat cair dalam air dapat berupa asam, seperti asam khiorida (HCl), asam sulfat
(H2SO4), atau basa amoniak cair (NH4OH), juga minyak, yang umumnya berasal dari limbah
industri.

Asam-asam dalam air mengakibatkan air bersifat korosif terhadap peralatan dari logam,
sedangkan amoniak cair korosif terhadap peralatan yang terbuat dari tembaga (Cu), kuningan
(CuZn), aluminium brass (CuAl) dan lain-lain.

Cu +O2 + 8 NH4OH  2 Cu (NH3)4 (OH)2 + 6 H20

Kandungan Padat.

Air yang tidak murni selalu mengandung padatan yang dapat dibedakan menjadi 3 kelompok
berdasarkan besarnya partikel.

a. Padatan terlarut

b. Padatan tersuspensi dan koloid

c. Padatan sedimen

a. Padatan terlarut.

Padatan ini terdiri dari senyawa-senyawa organik yang larut dalam air, seperti kalsium khlorida
(CaCI2), magnesium sulfat (MgSO4), magnesium khlorida (MgCl2), natrium khlorida (NaCI),
natrium silikat (Na2SiO3).

Garam-garam kalsium dan magnesium menjadikan air bersifat sadah dapat menimbulkan
gangguan teriadinya kerak (CaC3, CaSO4) dan lumpur (MgCO3, Mg(OH)2).

Ca(HCO3)  CaCO3 + H2O + CO2

CaCl2 + SO42-  CaSO4 + 2 Cl-

CaCl2 + CO32-  CaCO3 + 2 Cl-

Kerak

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 16


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Mg(HCO3)  MgCO3 + H2O + CO2

Mg SO4 + CO32-  MgCO3 + SO42-

Mg Cl2 + CO32-  MgCO3 + 2 Cl-

Lumpur

Garam magnesium umumnya tidak stabil, mudah terhidrolisa dan membentuk asam, sehinggga
air akan bersifat korosif.

Mg Cl2 + 2 H20  Mg(OH)2 + 2 HCL

Garam natrium silikat ( Na2SiO3) dalam air panas juga akan terhidrolisa, menghasilkan kerak
silika yang sangat keras seperti porselin, kristalnya sangat kecil, padat dan rapat.

Na2Si 03 + H2O  NaOH + H2 SiO3

H2SiO3 dapat terurai menjadi H2O dan SiO2. Garam-garam khlorida seperti natrium khlorida
(NaCI) dalam air dapat menjadikan air korosif.

b. Padatan tersuspensi dan koloid.

Padatan jenis ini menyebabkan air menjadi keruh, tidak larut, tidak dapat mengendap langsung,
seperti tanah liat, koloid, termasuk koloid silikat. Tanah liat ini dalam bentuk suspensi dapat
berbulan-bulan, kecuali bila keseimbangannya terganggu oleh zat-zat lain, seperti tawas (alum),
sehingga terjadi penggumpalan dan mengendap. Koloid silikat sering lolos dalam proses
pengolahan air, sehingga terjadi kerak keras di daerah panas. Contoh-contoh padatan
tersuspensi: lumpur, pasir, microorganisme dan koloidal dimana kandungan ini dapat
menyebabkan adany warna dalam air.

c. Padatan ter-endap (Sedimen)

Sedimen adalah padatan yang dapat langsung mengendap jika air didiamkan. Padatan yang
mengendap tersebut terdiri dari partikel-partikel padai yang berukuran lebih besar dari padatan
tersuspensi, relatif besar dan berat, seperti pasir (SiO2), lumpur. Padatan ini sering
menimbulkan erosi pada material dan penyumbatan aliran air.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 17


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Kandungan micro organisme

Micro organisme seperti ganggang dan bakteri akan dapat tumbuh dengan baik pada sistem air
terbuka.

Zat padat terlarut atau disebut juga Total Dissolved Solid (TDS) merupakan jumlah konsentrasi
zat padat seperti silika dan garam-garam yang terlarut didalam air. Seperti halnya siiika
konsentrasi zat padat dalam air ketel juga dibatasi supaya tidak menimbulkan carry over, yaitu
terbawanya zat-zat padat bersama uap air kedalam superheater dan turbin.

Tabel dibawah ini menunjukan Total Dissolved Solid yang diizinkan menurut A.B.M.A (American
Boiler Manufacturer Association):

Problem Akibat Bertambahnya Zat Padat Terlarut. Zat padat terlanit akan menyebabkan
bertambahnya laju pengerakan dan korosi.

Cara mengatasi: Pengolahan air dengan Demineralizer Plant (Resin Anion dan Kation).
Dilakukan Blow Down.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 18


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.1.4 pH.

pH (exponen Hydrogen) adalah derajat kesamanan atau kebasaan suatu larutan yang
dinyatakan sebagai logaritma dari kebalikan konsentrasi ion Hidrogen (H+).

1
pH = -log (H+) = log ------
(H+)

H+ adalah konsentrasi ion hidrogen dalam mol/liter.

pH juga didefinisikan sebagai konsentrasi ion (H+) atau pH adalah aktivitas ion (H+) dalam
grek/liter. pH digunakan untuk mengukur keasaman atau kebasaan suatu larutan. Batasan pH
o
diukur pada temperatur 25 C.

Sifat asam dan basa suatu larutan tergantung pada nilai relatif (H+) dan (OH-), bila (H+) > (OH-),
maka larutan bersifat asam, sedangkan bila (H+) = (OH-) seperti pada air murni, larutan bersifat
netral (pada kenyatannya air murni sedikit bersifat asam karena adanya CO2 yang larut). Bila
(OH-) > (H+), maka larutan bersifat basa,

3 3
Kosentrasi ion biasanya dinyatakan dalam satuan mole dm (1 dm = 1 liter). Jadi sebagai
contoh konsentrasi H+ dalam 0,1 M NaOH adalah 0,000 000 000 0001 mole dm atau 10-3 M.
Penulisan dengan cara itu kurang praktis, karena itu untuk memudahkan penulisan konsentrasi
H+ dan OH-, Sorensen mendefinisikan potensial konsentrasi ion hidrogen atau pH seperti yang
telah disebutkan diatas. Jadi suatu larutan yang mengandung H+ sebesar 10-3 M akan
mempunyai pH sebesar 3. Demikian pula dengan pOH. Didefinisikan sebagai:

pOH = - log(OH-)

Karena dalam larutan encer Kw (hasil kali ion air) pada 25 oC adalah 1014, maka dapat ditulis:

(H+) (OH-) = 1014 .

log(H+)(OH-) = -log 1014

log (H+) – log (OH-) = 14

pH + pOH = 14

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 19


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Secara umum dapat dikatakan bahwa bila:

pH = 7  larutan bersifat netral

pH < 7  larutan bersifat asam

pH > 7  larutan bersifat basa

Nilai pH

0 7 14

Semakin bersifat Semakin bersifat


asam basa

Netral

Gambar 5. Chart Konsentarasi pH.

Dengan demikian keasaman dan kebasaan suatu larutan dapat dinyatakan dalam bentuk
eksponen ion hidrogen yaitu berkisar antara 0 -14.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pengukuran pH suatu larutan adalah:

a. Derajat desosiasi (penguraian)

b. Konsentrasi ion hidrogen

c. Suhu larutan.

Propblem Akibat Perubahan pH. pH bernilail sesuai dengan kelarutan asam atau basa
dalam air. pH air pengisi ketel harus sesuai dengan batas yang
dipersyaratkan pada PLTU. Jika terjadi perubahan pH yang
menyebabkan pH terlalu asam atau terlalu basa, maka akan
menyebabkan korosi atau deposit.

Cara mengatasi: pH dapat dinaikan dengan penambahan basa dan diturunkan dengan
penurunan asam. pH turun bersama dengan kenaikan temperatur. Injeksi
ammonia dapat menaikn pH. Pengaruh temperatur terhadap pH dinyatakan
dalam diagram berikut,

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 20


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 6. Pengaruh temperatur terhadap pH.

pH air penambah harus mempunyai harga 8,8 – 9,2. Untuk mencapai ini, injeksikan ammoniak
(NH4OH). Air pengisi harus mempuny pH = 8,8 – 9,2 dengan kadar oksigen < 0,01 ppm. Untuk
mengatur pH ini, injeksikan Ammoniak atau morpholine. Sedang Oxygen-nya dihilangkan
dengan hydrazine (N2H4) atau Na2SO3.

Injeksi Na3PO4 kedalam drum ketel memberikan manfaat sbb :

- melunakkan garam-garam dan kerak

- dapat menaik pH

- dapat mempertahankan silika dalam bentuk ionized-nya (Na2 Si O3).

1.1.5 Kesadahan (Hardness).

Air secara umum dibagi dua, yaitu : air sadah (hard) dan air lunak (soft). Air lunak adalah air
yang banyak mengandung : KCl, KNO3, K2SO4, NaCl, NaNO3, HCO3, Na2SO4. Air lunak jika
dipanaskan dalam ketel tidak membentuk kerak. Contoh reaksi penguraian air lunak:

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 21


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Air sadah (air keras) adalah air yang mengandung garam Ca dan Mg. Misalnya: MgCl2, MgCO3,
MgSO4, Mg(HCO3)2, CaCl2, CaCO3, CaSO4, Ca(HCO3)2. Air sadah, jika dipanaskan dalam
ketel akan membentuk kerak. Contoh reaksi penguraian air sadah :

Kesadahan atau (hardness) juga dibagi dua yaitu: kesadahan sementara (carbonate hardness)
dan kesadahan tetap (non-carbonate hardness, permanent hardness). sekema air secara
umum bisa dilihat dibawah ini:

Air sadah
sementara
(berbetuk
bicarbonat)
Air sadah
(mengandung garam2 Ca
Air sadah tetap
dan Mg)
(berbentuk
selain
bicarbonat)
Air tidak sadah
(tidak mengandung
garam2 Ca dan Mg)

Kesadahan Sementara ( Temporary hardness).

Adalah kesadahan yang disebabkan oleh garam-garam Ca dan Mg dalam bentuk senyawa
bikarbonat (HCO3) dan Carbonat (CO3). Air yang mengandung Ca(HCO3): atau Mg (HCO3)
bersifat sadah sementara, karena bila dipanaskan hilang kesadahannya.

Reaksinya: Ca ( HCO3)2 : Ca CO3, + CO2 + H20


Dipanaskan

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 22


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

a. Carbonat Removal.

Menghilangkan unsur-unsur yang mempengaruhi air dengan reaksi pengendapan.

Prinsip kerja :

- Penghilangan carbonat dengan Kapur Ca(OH)2

- Karena ada zat-zat yang tidak mengendap dengan kapur, maka diendapkan dengan
NATRIUM CARBONAT (Na2CO3).

- Penghilangan sisa-sisa di unsur yang masih ada dengan TRI NATRIUM


PHOSPHATE (Na3 PO4)

Penghilangan carbonat dengan Trinatrium phosphat akan memberikan reaksi sebagai berikut.

3 CaCO3 + 2 Na3PO4  Ca3(PO4)2 + 3Na2CO3

Untuk menghilangkan sisa dari carbonat dimasukkanlah Trinatrium phosphat sehingga akan
memberikan reaksi sebagai berikut.

Ion Exchanger atau Resine atau penukar ion. Suatu produksi berbentuk bola, elastis dan
tidak larut dalam air yang mempunyai sifat dapat mengadakan pertukaran ion.

Kesadahan Permanen ( Permanen Hardness)

Kesadahan permanen disebabkan oleh adanya larutan kalsium atau magnesium sulphate dan
kloride didalam air dan tidak dapat dihilangkan dengan cara pemanasan air tersebut. Ia berupa
garam-garam sulfat, chloride, nitrat dari Ca dan Mg. Kesadahan dapat diklasifikasi
sebagaimana tabel dibawah ini:

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 23


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Konsentrasi suatu larutan garam adalah jumlah garam itu dalam suatu volume dimana
konsentrasi masing-masing unsurnya dinyatakan dalam mg/liter atau ppm.

Beberapa istilah yang digunakan untuk mempermudah menentukan konsentrasi larutan:

- Normalitet = N

- Equivalent = Eq
o
- Derajat (Perancis) = F

Normalitet = gram equvalent zat per liter pelarut atau grek zat/liter.

Berat Molekul
Grek = -----------------------
Valensi

Larutan yang berisi 1 grek X/liter disebut larutan normal yang mempunyai Normalitet = 1 N.

Equvalent adalah sinonim dengan Normalitet.

Larutan Normal adalah.gram equivalent suatu zat tertentu. Semua zat kimia yang gram
equivalent sama akan sebanding. Jika M = Berat Molekul dan e = equivalent Rumus kimianya
dalam 1 liter air ( grek/liter ).

M 36,5
Contoh : HCl 1 N = ----- = --------- = 36,5 gr/l.
e 1

M 40
NaOH 1 N = ------- = -------- = 40 gr/l
e 1

Derajat Perancis besarnya sbb:

1 oF = 1/5 m. eq atau

1
1 oF = -------- equvalent
5.000

1N
1 oF = -------- (larutan normal)
5.000

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 24


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Disamping derajat Perancis (oF), juga dikenal derajat Jerman (oD), derajat Inggris (oE) dan
ppm Calciumcarbonate (CaCO3) sebagai pengukur kesadahan air. Dimana

1 oD = 10 mg CaCO3/liter

1 oF = 10 mg CaCO3/liter

o
1 E = 1 grain CaCO3/imp.gln.

Untuk air ketel PLTU kesadahan harus = 0.

Total hardness (TH) adalah jumlah kesadahan sementara ditambah kesadahan tetap.

Kerak (Scale) disebabkan oleh garam COLD SOLUBLE SALT

Garam-garam ini jenuh di daerah panas dan larut didaerah dingin. Garam-garam ini menjadi
kerak pada daerah panas, misalnya drum ketel.

Gambar 7. Pengerakan Pada Daerah Panas.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 25


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Mencegahnya: Injeksi trinatrium phophate dan water treatment

Lumpur disebabkan oleh garam HOT SOLUBLE SALT.

Garam-garam ini jenuh didaerah dingin dan larut didaerah panas. Larutan ini disebut lumpur
garam. Lumpur garam banyak terdapat dalam drum ketel.

Gambar 8. Lumpur Garam.

Jenis garam ini antara lain: Garam-garam Natrium dan Kalium. Sedang yang jenuh adalah
Mg(OH)2 - Magnesium Hydroxide

Mencegahnya: Lumpur di BLOW DOWN

1.1.6 Alkalinity

Alkalinity menunjukan jumlah alkali tanah (Ca++, Mg++ dari senyawa-senyawa carbonat,
bicarbonat, hydroksida dan fosfat) didalam air. Alkalinity ditentukan dengan larutan asam.

Tujuan dari alkalinity adalah untuk mengetahui konstituent tertentu dalam air. P & m alkalinity
didapt dengan men-titrasi air sampai mencapai pH tertentu dengan suatu larutan asam keras
yang diketahui kenormalannya (umumnya 0,1 N HCl atau 0,1 N H2SO4).

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 26


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Untuk penentuan dengan T.A (p-alkinity) perubahan warna terjadi pada pH 8,3 (merah jadi tak
berwarna). Untuk penentuan dengan T.A.C (m-alkalinity) dipakai indikator methyl orange
dimana perubahan warna terjadi pada pH 4,3 (kuning jadi orange ke merahan).

1.1.7 Conductivity

Conductivity adalah daya hantar listrik atau kesanggupan air/larutan dalam menghantarkan arus
listrik. Arus listrik dapat mengalir melalui zat cair sebagai akibat dari gerakan ion-ion yang
bermuatan listrik; makin banyak ion-ion dalam air, berarti makin tidak murni air tersebut
(banyak mengandung garam), makin tinggi harga conductivitynya, dan makin mudah
menghantarkan listrik. Air murni tidak menghantarkan arus listrik tetapi larutan elektrolit seperti
asam HCl. Caustic (NaOH) dan garam-garam mempunyai conductivity yang besar. Pegukuran
kesanggupan air atau larutan untuk menghantar listrik diukur dalam Siemen/cm dari 1 cm 3
larutan pada suhu tertentu. Air dengan zat-zat terlarut sebesar 0,5 mg/l (ppm) akan memberikan
daya hantar 1 μS/cm. Catatan : 1 mg/l = 1 ppm.

Makin tinggi conductivity air, berarti pula air itu cenderung mempercepat terjadinya korosi
eletrokimia didalam sistem unit. Oleh sebab itu dengan adanya Demineralizer Plant, diharapkan
didapat air dengan conductivity mencapai < 0,2 μS/cm.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 27


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Satuan conductivity adalah : μS / cm = μS. cm-1

μ. mhos/cm = μ. Mhos.cm-1

μ. Ω-1/cm = μ. Ω-1.cm-1

Alat ukurnya disebut conductivity meter.

1.1.8 Carry Over


Butir-butir air mengandung garam yang larut dalam uap. Carry over dapat diketahui dari
conductivity uap.

- Goncangan atau gelombang yang besar dalam ketel, sehingga air mencapai uap.

- Terjadinya busa pada permukaan air ketel, sehingga busa mencapai uap.

Busa terjadi karena:

- Total solid tinggi dalam air ketel.

- Total akalinity tinggi dalam air ketel.

Busa dapat dicegah dengan :

- Sering dilakukan blow down.

- periksa total alkalinity dengan baik.

Akibat Carry over: Karena superheater panas, uap kering, garam-garampun kering dan
menempel di Superheter, tentu saja korosi jelas ada.

Bahayanya justru garam-garam yg mengendap tersebut bersifat “low thermal conductivity”


(penghantar panas rendah) akibatnya efisiensi superheater turun dan adanya pembengkakan
pipa-pipa superheater, yang suatu ketika dapat pecah.

EndapanTurbin

Apabila garam (akibat carry over) sampai ke Turbine akan mengendap atau justru mengikis
sudu-sudu Turbin, yang jelas akan menurunkan efisiensi Turbin.

Mencegah Carry-over: Ketel diperlengkapi dengan Separator atau Steam Scrubber.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 28


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.1.9 Korosi

Korosi akibat adanya pengiriman ion-ion Metal yang tentu saja mudah mempengaruhi unsur-
unsur lainnya. Reaksi ionisasinya

M  M+ + e-

metal ion metal electron

Korosi besi oleh air .

Besi bila dicelupkan dala air akan mengalami korosi karena ion-ion metal besi mempengaruhi
ion-ion air.

Gambar 9 Proses Terjadinya Korosi.

Ternyata didalam air besi dirubah menjadi karat {Fe(OH)2} Perubahan besi oleh air dipengaruhi
oleh pH.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 29


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Gambar 10. Perubahan Air Besi Menjadi Karat.

Pencegahan korosi besi oleh air

Korosi besi oleh air dapat dicegah dengan membuat jenuh air terhadap Ferro hidroxide dan
ternyata dapat diatur dengan mengatur pH air. pH = 9,6 adalah air jenuh terhadap Ferro
hydroxide.

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 30


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

1.1.10 Pengontrolan Kualiatas Air Limbah.

Air limbah dan proses regenerasi demineralizer plant, sebelum dibuang harus dinetralisasi lebih
dahulu, agar tidak mencemari lingkungan. Air limbah dikontrol dengan besarnya pH yaitu
dengan menginjeksikan asam HCl bila pH limbah tinggi atau injeksi Caustic NaOH bila pH
rendah, sampai pHmencapai yang diijinkan antara 7- 9.

Unsur-Unsur Yang Dianalisa Dalam Air

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 31


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 32


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 33


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 34


PT. PLN (PERSERO)
TEORI DASAR WATER TREATMENT
PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Berbagi dan Menyebarkan Ilmu Pengetahuan Serta Nilai-Nilai Perusahaan 35