Anda di halaman 1dari 7

P U T U S A N

Nomor : Reg.212/Pid.B/2018/PN.BNA
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Jantho yang mengadili dan memeriksa Perkara Pidana Biasa dalam Tingkat
Pertama, telah menjatuhkan Putusan di bawah ini terhadap Terdakwa:
Nama : Irgun Kurniawan
Tempat lahir : Banda Aceh
Umur/tanggal lahir : 20 tahun / 15 Oktober 1998
Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : jl. Seroja Gampong Peurada Kec. Syiah Kuala Kota Banda Aceh
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Terdakwa didampingi Advokat Putri Ayuni, S.H. berdasarkan Surat Kuasa Khusus
tanggal 05 September 2018.
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh telah membaca Surat Pelimpahan Perkara dari
Jaksa Penuntut Umum Nomor Reg.212/Pid.B/2018/PN.BNA berikut Surat Dakwaan serta surat
lainnya yang bersangkutan dengan perkara ini.
Telah membaca dan memperhatikan pula Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Jantho
tanggal 05 September 2018 Nomor : Reg.212/Pid.B/2018/PN.BNA Menimbang juga Terdakwa
telah didakwa dengan Dakwaan sebagai berikut:
Surat Dakwaan
Untuk Acara Pemeriksaan Biasa
I. Reg.212/Pid.B/2018/PN.BNA
II. Terdakwa:

Nama : Irgun Kurniawan


Tempat lahir : Banda Aceh
Umur/tanggal lahir : 20 tahun / 15 Oktober 1998
Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : Jl. Seroja Gampong Peurada Kec. Syiah kuala Kota Banda Aceh
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa

II. Penahanan
Ditahan penyidik POLRI sejak tanggal 15 Agustus 2018 s/d 20 Agustus 2018
III. Dakwaan Komulatif
Dakwaan I:
Bahwa terdakwa , Pada hari RABU, Tanggal 15 Agustus 2018, sekitar jam 09.00 WIB,
atau setidak – tidaknya pada waktu lain dalam bulan Agustus 2018, atau setidak – tidaknya pada
waktu lain dalam Tahun 2018, bertempat di Kota Banda atau setidak – tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh ,Mengambil Barang
Sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki
secara melawan hukum, perbuatan sebagai mana terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut :

Bahwa berawal ketika saksi korban Anggi Astari pergi ke kamar mandi meninggalkan
Hanphone dan laptopnya untuk di charge di atas meja belajar dalam kamar kosnya, lalu
terdakwa Irgun Kuniawan masuk ke dalam pekarangan rumah mengambil linggis kemudian
merusak jendela kamar korban dan mengambil Handphone Iphone 7+ seharga Rp. 10.000.000
dan laptop Asus Rog seharga Rp. 16.980.000 milik korban yang sedang di charge.
Terdakwa kemudian terkejut ketika saksi korban keluar dari kamar mandi, terdakwa lalu
berlari, sementara itu saksi korban berteriak “Maling”. Selanjutnya terdakwa bertemu saksi Rico
yang merupakan tetangga korban yang sedang membersihkan halaman rumahnya saat berlari,
Saksi rico terkejut lalu meleparkan sapu yang dipegangnya kepada terdakwa
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sesuai dengan Pasal 363 ayat (1) angka 5 KUHP
Dakwaan II:
Bahwa terdakwa , Pada hari RABU, Tanggal 13 Agustus 2018, sekitar jam 09.00 WIB,
atau setidak – tidaknya pada waktu lain dalam bulan Agustus 2018, atau setidak – tidaknya pada
waktu lain dalam Tahun 2018, bertempat di Kota Banda atau setidak – tidaknya pada tempat lain
yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Banda Aceh ,Mengambil Barang
Sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki
secara melawan hukum, perbuatan sebagai mana terdakwa lakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa berawal ketika saksi korban Anggi Astari pergi ke kamar mandi meninggalkan
Hanphone dan laptopnya untuk di charge di atas meja belajar dalam kamar kosnya di dekat
jendela, lalu terdakwa Irgun Kuniawan masuk ke dalam pekarangan, melihat jendela yang tidak
terkunci lalu membukanya kemudian mengambil Handphone Iphone 7+ seharga Rp. 10.000.000
dan laptop Asus Rog seharga Rp. 16.980.000 milik korban yang sedang di charge.
Terdakwa kemudian terkejut ketika saksi korban keluar dari kamar mandi, terdakwa lalu
berlari, sementara itu saksi korban berteriak “Maling”. Selanjutnya terdakwa bertemu saksi Rico
yang merupakan tetangga korban yang sedang membersihkan halaman rumahnya saat berlari,
Saksi rico terkejut lalu meleparkan sapu yang dipegangnya kepada terdakwa
Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sesuai dengan Pasal 362

Menimbang bahwa dipersidangan telah didengar keterangan Saksi-saksi dan Terdakwa sebagai
berikut:
A. Barang bukti

Handphone Iphone 7+
Laptop Asus Rog
Sebilah linggis
1 buah sapu

B. Keterangan Saksi
1. Saksi atas nama Ricco, sebagai tetangga dari korban yang memberikan kesaksian sebagai
berikut :
 Bahwa benar saksi menerangkan diperiksa dalam keadaan sehat jasmani dan
rohani sehubungan dengan kasus tindak pidana pencurian
 Bahwa benar pada waktu kejadian saksi berada di halaman depan rumahnya
sendiri Jl. Senang Damai Gampong Damai Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh
yang selanjutnya disebut TKP (Tempat Kejadian Perkara).
 Bahwa benar saksi mendengar teriakan maling dari rumah korban pada saat saksi
sedang menyapu halaman depan rumahnya, kemudian saksi melihat terdakwa
berlari melewati halaman depan rumah saksi dengan membawa handphone dan
laptop milik korban, secara relfleks saksi melempar sapu yg digunakannya untuk
membersihkan halaman depan rumahnya ke arah terdakwa dan mengenai kepala
terdakwa yang mengakibatkan terdakwa kehilangan keseimbangannya saat berlari
lalu tercebur ke dalam kolam di halaman depan rumah saksi yang beralamat
seperti tersebut diatas.
 Bahwa benar pada saat tindak pidana terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP)
hanya ada saksi dan terdakwa saja, tidak ada saksi lain lagi yang berada disana.
2. Saksi korban atas nama Anggi Astari, sebagai korban dari tindak pidana pencurian ini
yang memberikan kesaksian sebagai berikut :
 Bahwa benar saksi korban mengalami kejadian tindak pidana pencurian yang
dilakukan oleh terdakwa kepada saksi korban dengan mengambil barang milik
saksi korban yaitu berupa Handphone Iphone 7+ seharga Rp. 10.000.000 dan
laptop Asus Rog seharga Rp. 16.980.000 milik korban yang sedang di charge.
 Bahwa benar pada hari Rabu, tanggal 15 Agustus 2018, sekitar jam 09.00 WIB
terdakwa melakukan pencurian di rumah saksi korban dengan mengambil barang
milik saksi korban yaitu berupa Handphone Iphone 7+ seharga Rp. 10.000.000
dan laptop Asus Rog seharga Rp. 16.980.000 milik korban yang sedang di charge
di atas meja belajar yang berdekatan dengan jendela kosnya pada saat saksi
korban sedang di kamar mandi.
 Bahwa benar setelah saksi korban keluar dari kamar mandi, saksi korban melihat
terdakwa masuk kedalam kamar kos saksi korban sambil mengambil Handphone
Iphone 7+ dan Laptop Asus Rog milik saksi korban yang sedanng di charge di
atas meja lalu saksi korban langsung berteriak maling terhadap terdakwa, seketika
terdakwa melarikan diri melalui jendela dan meninggalkan kamar kos saksi
korban.
 Bahwa benar saksi korban tidak kenal dengan terdakwa.

C. Keterangan Terdakwa
Bahwa telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pengerusakan. Bahwa
berdasarkan pengakuan terdakwa di dalam persidangan yang menyatakan ia melakukan tindak
pidana tersebut karena dalam keadaan khilaf dan tidak sadar karena pada saat itu ia sedang
membutuhkan uang dan melihat kesempatan suasana sedang sepi dan juga keadaan mendukung
untuk melakukan pencurian kepada korban Anggi.
Menimbang bahwa Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan Tuntutannya yang pada
pokoknya tetap pada Dakwaan semula yang mendakwa Terdakwa dengan pasal 362 KUHP yang
mengatakan bahwa Terdakwa secara Sah telah melakukan Tindak Pidana “pencurian”.
Komulatif 363 ayat (1) angka 5 KUHP yang mengatakan bahwa Terdakwa secara sah telah
melakukan Tindak Pidana “pencurian dengan pengerusakan”.
Menimbang bahwa atas Tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut, Terdakwa melalui
Advokatnya telah melakukan Pembelaan/Pledoi yang diajukan secara tertulis dan juga dibacakan
di muka persidangan pada tanggal 04 Oktober 2018 yang pada pokoknya mengemukakan
sebagai berikut:
Bahwa Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan
tindak pidana yang didakwakan Primair serta dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum di dalam
surat dakwaan, terdakwa Irgun Kurniawan tidak sempat memiliki atau menjual barang tersebut
karena tidak berhasil melarikan diri.
Menimbang bahwa kini Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah Dakwaan Jaksa
Penuntut Umum tersebut dapat dipersalahkan kepada Terdakwa.
Menimbang bahwa Jaksa Penuntut Umum menyusun Dakwaan secara komulatif
karenanya setiap dakwaan harus dibuktikan
Dakwaan I melanggar Pasal 362 KUHP;
Dakwaan II melanggar Pasal 363 ayat 1 angka 5 KUHP;
Menimbang, bahwa unsur-unsur dari Pasal 362 dan 363 Ayat (1) Angka 5 KUHP adalah:

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan, maka sampailah kami pada


pembuktian mengenai unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan, yaitu Pasal 362 tentang
pencurian dan Pasal 363 ayat (1) angka 5 KUHP tentang pencurian diperberat maka kami Jaksa
Penuntut Umum akan langsung membuktikan Dakwaan yang menurut kami terbukti
dipersidangan yaitu Dakwaan Pasal 362 tentang pencurian dan Pasal 363 ayat (1) angka 5 KUHP
tentang pencurian diperberat, dengan unsur-unsur sebagai berikut :

1 Unsur “barangsiapa”
Yang dimaksud barangsiapa disini adalah setiap orang sebagai subyek hukum yang dapat
dipertanggungjawabkan atas perbuatan pidana yang dilakukannya. Dalam hal ini
menunjuk kepada Irgun Kurniawan yang diajukan dalam persidangan, dimana selama
dalam persidangan yang bersangkutan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta
selama persidangan tidak ditemukan adanya alasan pemaaf maupun alasan pembenar
yang dapat menghapuskan hukuman, oleh karenanya yang bersangkutan dapat
bertanggungjawab atas perbuatan pidana yang telah dilakukannya, dengan demikian
unsur ini telah terbukti.
2 Unsur “ Mengambil barang sesuatu”
Unsur ini dapat kami buktikan berdasarkan fakta-fakta sbb :
- Bahwa benar terdakwa pada sekitar bulan Oktober 2018 ketika beberapa kali melintas
di depan rumah korban terdakwa sudah mengintainya, dan melihat ada kesempatan untuk
melakukan pencurian.
- Bahwa benar pada tanggal 15 Agustus 2018 jam 09:00 WIB terdakwa melakukan
pencurian terhadap korban dengan mengambil sebuah handphone merk Iphone 7+ dan
laptop merk Asus Rog dengan cara mencungkil jendela kamar kos korban dan masuk
kedalamnya untuk mengambil barang tersebut dan kemudian melarikan diri saat korban
mengetahui terdakwa masuk ke dalam kamar kosnya.
Bahwa dengan demikian unsur mengambil disini telah terbukti.
3 Unsur “yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain”
Unsur ini dapat kami buktikan berdasarkan fakta-fakta sbb :
- Bahwa benar sebuah handphone Iphone 7+ dan sebuah laptop Asus Rog adalah bukan
milik terdakwa tetapi milik korban sepenuhnya
- Bahwa benar terdakwa sebelumnya tidak pernah ijin dengan korban untuk mengambil
sebuah handphone Iphone 7+ dan sebuah laptop Asus Rog
Dengan demikian unsur ini juga telah terbukti.
4 Unsur”dengan maksud dimiliki secara melawan hak”
Unsur ini dapat kami buktikan berdasarkan fakta bahwa benar setelah terdakwa
mengambil handphone Iphone 7+ dan laptop Asus Rog kemudian melarikan diri dan
berniat untuk menjual barang tersebut, tetapi terdakwa tidak berhasil melarikan diri.
Dengan demikian unsur ini juga telah terbukti.

Hal-hal yang memberatkan:


1. Sifat dari perbuatan terdakwa

Hal-hal yang meringankan:


1. Terdakwa berlaku sopan selama persidangan;
2. Terdakwa belum pernah dihukum.
3. Terdakwa mengakui terus terang dan menyesali perbuatannya lagi.

Setelah membaca dan seterusnya;


Menimbang dan seterusnya;
Mengingat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, Pasal 363 ayat 1 angka 5 KUHP tentang
Pencurian yang di perberat, serta pasal-pasal lain dan Peraturan perundang-undangan yang
bersangkutan dengan perkara ini.

M E N G A D I LI
1. Menyatakan Terdakwa IRGUN KURNIAWAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan
bersalah melakukan Tindak Pidana Pencurian komulatif Tindak Pidana Pencurian dengan
pengrusakan.
2. Menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa pidana penjara selama 4 (empat) tahun 5 (lima)
bulan di potong masa tahanan.
3. Menyatakan barang bukti berupa:
1 (satu) unit handphone merk Iphone 7+
1 (satu) unit laptop merk Asus ROG dikembalikan kepada korban .-
4. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah).
Demikianlah diputuskan dalam Permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banda
Acrh pada hari tanggal 19 Oktober 2018 oleh kami FIQHRI GEMILANG ASMARA JUNAIDI
PUTRA, S.H.M.HUM sebagai Hakim Ketua Majelis, PUTRI WAHYUNI, S.H. dan SHAFIRA,
S.H. masing-masing selaku Hakim Anggota, dimana Putusan diucapkan pada hari ini juga dalam
sidang yang dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua Majelis tersebut, dengan
didampingi oleh Hakim-hakim Anggota serta dibantu oleh NINI AFRIANI, S.H,. sebagai
Panitera Pengganti dan Juga dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum ADIA NANDA PUTRA,S.H.,
dan serta Advokat Terdakwa PUTRI AYUNI,S.H., dan Terdakwa sendiri.demikian.

Banda Aceh,19 Oktober 2018


HAKIM KETUA

FIQHRI GEMILANG ASMARA JUNAIDI PUTRA,S.H.,M.H.

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

PUTRI WAHYUNI,S.H. SHAFIRA,S.H.

PANITERA PENGGANTI

NINI AFRIANI,S.H.