Anda di halaman 1dari 15

Farmaka

Suplemen Volume 16 Nomor 1 263

REVIEW: FARMAKOTERAPI GANGGUAN BIPOLAR


Uzlifatul Zannah, Irma Melyani Puspitasari, Rano Kurnia Sinuraya
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran
Jl. Raya Bandung Sumedang km 21 Jatinangor 45363
uzlifatul.z@gmail.com

ABSTRAK
Gangguan bipolar merupakan salah satu penyakit psikiatri kronis yang menyebabkan perubahan
suasana hati yang tidak normal. Gangguan bipolar ditandai dengan adanya episode mania atau
hipomania disertai episode depresi. Menurut WHO, pada tahun 2004 gangguan bipolar
mempengaruhi sekitar 29,5 juta individu. Gangguan bipolar bersifat kambuhan sehingga
diperlukan pengobatan jangka panjang untuk mencapai keberhasilan terapi. Obat – obat utama
yang digunakan dalam pengobatan gangguan ini adalah agen mood stabilizer, antipsikotik dan
antidepresan. Pada studi ini dibahas mengenai farmakoterapi gangguan bipolar. Data-data yang
digunakan diperoleh dengan penelusuran melalui internet. Berdasarkan hasil review dari 25
sumber data yang didapatkan berupa jurnal ilmiah, e-book dan guideline yang dikeluarkan oleh
American Psychiatric Association dan NIMH. Litium merupakan agen lini pertama yang
digunakan dalam pengobatan gangguan bipolar.
Kata kunci: Bipolar, farmakoterapi, mood stabilizer, antipsikotik, antidepresan

ABSTRACT
Bipolar disorder is one of chronic psychiatric illness that causes abnormal mood swings.
Bipolar disorder is characterized by mania or hypomania episodes accompanied by depression
episodes. According to WHO, in 2004 bipolar disorder affects about 29.5 million individual.
Bipolar disorder is a recurrence illness. Long-term treatment is required to achieve treatment
success. The main medications used in the treatment of this disorder are mood stabilizer,
antipsychotics and antidepressants agents. This study discuss about the pharmacotherapy of
bipolar disorder. The data used in this review is obtained by searching through internet. Based
on a review of 25 sources of data obtained in the form of scientific journals, e-books and
guidelines issued by American Psychiatric Association and NIMH. Lithium is the first-line
agent used in the treatment of bipolar disorder.
Keywords: Bipolar, pharmacotherapy, mood stabilizer, antipsychotics, antidepressants
Diserahkan: 4 Juli 2018, Diterima 4 Agustus 2018

PENDAHULUAN
Gangguan bipolar merupakan bipolar (bipolar affective disorder) atau
gangguan mood kronik yang ditandai gangguan spektrum bipolar (Vieta, 2013).
dengan adanya episode mania atau Bipolar merupakan suatu penyakit
hipomania yang muncul secara bergantian kambuhan, sehingga pengobatan profiklasis
atau bercampur dengan episode depresi. jangka panjang biasanya dianjurkan dan
Gangguan bipolar dapat pula disebut diperlukan untuk mencapai keberhasilan
sebagai depresi manik, gangguan afektif terapi awal (Grande, et al., 2013).
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 264

Pengobatan gangguan bipolar merupakan dengan mood stabilizer (Chisholm-Burns,


tantangan yang sulit dikarenakan penyakit et al., 2016).
ini bersifat berulang, episodik dan Berdasarkan hal tersebut, pada
heterogen (Bauer, et al., 2013). Secara artikel ini diberikan review mengenai
umum terapi bipolar berfokus pada farmakoterapi gangguan bipolar.
stabilisasi dengan tujuan pemulihan gejala POKOK BAHASAN
mania atau depresi pada pasien sehingga Metode
didapatkan mood yang stabil (eutimik). Sumber Data yang Digunakan
Fase pemeliharaan bertujuan untuk Sumber data yang digunakan dalam
mencegah kambuh, mengurangi gejala review artikel ini terdiri dari sumber data
subthreshold, meningkatkan fungsi sosial, primer yang berupa jurnal ilmiah, sumber
mengurangi resiko bunuh diri, dan data sekunder yang berupa e-book serta data
ketidakstabilan mood (Geddes dan tersier berupa situs web.
Mikowitz, 2013; Grande, et al., 2013). Pencarian dan Strategi Pencarian
Pengobatan kedua fase dapat menjadi Strategi pencarian data untuk
sangat kompleks, sebab perawatan untuk memperoleh referensi yang digunakan
meringankan depresi dapat menyebabkan dalam review artikel ini ialah dengan
mania, hipomania, atau frekuensi siklus penelusuran internet pada situs seperti
menjadi lebih cepat (didefinisikan sebagai google.com, google scholar, PubMed,
empat atau lebih episode dalam 12 bulan) PMC, Science Direct serta berbagai situs
dan perawatan untuk mengurangi mania penyedia jurnal lain seperti The Lancet
dapat menyebabkan episode depresi Psychiatry, Wiley Online Library dan
(Geddes dan Mikowitz, 2013). Elsevier. Kata kunci yang digunakan
Terapi utama untuk episode mania diantaranya treatment of bipolar disorder,
pada ganggun bipolar ialah agen mood pharmacotherapy of bipolar, bipolar
stabilizer atau antipsikotik, atau kombinasi treatment, bipolar disorder, bipolar
keduanya. Sedangkan, terapi utama yang disorder treatment approach, mood
digunakan untuk episode depresi pada stabilizer, antipsychotic dan
penderita bipolar ialah agen mood stabilizer antidepressant.
atau antipsikotik tertentu. Antidepresan Kriteria Inklusi dan Eksklusi
dapat digunakan bersama mood stabilizer Referensi yang telah diperoleh
untuk mengurangi resiko terjadinya kemudian diseleksi agar diperoleh data
perubahan suasana hati menjadi mania dan yang sesuai dengan kriteria yang
setelah pasien gagal merespon terapi ditetapkan. Kriteria inkulsi untuk referensi
yang digunakan baik berupa jurnal ilmiah,
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 265

e-book maupun situs web yaitu memuat dan tahun publikasinya lebih dari 10 tahun
informasi mengenai gangguan bipolar serta yang lalu.
pengobatan atau farmakoterapi nya, Hasil
memiliki waktu publikasi maksimal 10 Bagan alir dibawah ini
tahun terakhir serta berbahasa inggris. menggambarkan proses pencarian referensi
Untuk kriteria eksklusi, yaitu sumber data yang digunakan. Dari 35 sumber yang
yang tidak memuat informasi yang digunakan, 17 jurnal, 6 ebook dan 2
dibutuhkan, tidak sesuai dengan pokok guideline yang didapatkan dari situs web
bahasan, membahas mengenai penyakit memenuhi kriteria inklusi.
penyerta (komorbid) dari gangguan bipolar

36 data awal yang terdiri dari 28 jurnal


ilmiah, 6 e-book, dan 2 guidline
Ekslusi (n = 11)

• Tahun publikasi lebih dari 10 tahun yang lalu


(n = 3)
• Tidak memuat informasi yang dibutuhkan (n
Inklusi (n = 25) = 4)
• Membahas mengenai komorbid (n = 1)
• Jurnal ilmiah yang memuat informasi dan • Tidak sesuai pokok bahasan (n = 3)
farmakoterapi gangguan bipolar (n = 17)
• Buku farmakoterapi dan buku mengenai
gangguan bipolar (n = 6)
• Guideline yang diperoleh dari web (n = 2)

Gambar 1. Diagram Alur Penelitian


Tabel 1. Hasil review literature mengenai terapi gangguan bipolar
Jenis
Nama
Sumber Penulis/Editor Judul Informasi Utama
Jurnal/Buku/Web
Data
Population study of
disease burden,
management, and
Peningkatan prevalensi
Carlborg, et al., treatment of bipolar
Jurnal Bipolar Disorder dan insiden penderita
2015 disorder in Sweden: a
gangguan bipolar
retrospective
observational registry
study
Prevalence and
Correlates of Bipolar
Arch Gen Merinkangas, et Spectrum Disorder in Prevalensi gangguan
Psychiatry al., 2011 the World Mental bipolar
Health Survey
Initiative
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 266

Jenis
Nama
Sumber Penulis/Editor Judul Informasi Utama
Jurnal/Buku/Web
Data

Faktor risiko terjadinya


Diagnostic Precursors
episode mania,
to Bipolar in Offspring
campuran atau
Am J Psychiatry Axelson, 2015 of Parents with Bipolar
hipomania pada
Disorder: A
keturunan penderita
Longitudinal Study
gangguan bipolar

Young Mania Rating


Scale: how to interpret
the numbers?
International Penggunaan skala
Determination of a
Journal of Methods Lukasiewicz, et YMRS dalam
severity threshold and
in Psychiatrics al., 2013 menentukan tingkat
of the minimal
Research keparahan gejala mania
clinically significant
difference in the
EMBLEM cohort.
Maintaining mood Farmakoterapi
stability in bipolar gangguan bipolar
Evid Based Mental Malhi, et al.,
disorder: a clinical dalam menjaga
Health 2015
perspective on stabilitas mood
pharmacotherapy penderita
Litium dapat
menurunkan risiko
Divalproex, lithium
Collins and bunuh diri pada pasien
Journal of Affective and suicide among
McFarland, sementara divalproex
Disorder Medicaid patients with
2008 memiliki risiko yang
bipolar disorder
lebih besar
dibandingkan litium
Treatment Options in
Efikasi litium dalam
Bipolar Disorder:
mengobati gangguan
Curr Treat Options Lessons from
Kessing, 2015 bipolar yang didukung
Psych Population-Based
oleh data dari studi
Registers with Focus
populasi dan RCT
on Lithium
Perkembangan
farmakoterapi
Recent progress in the
Mitchell, et al., gangguan bipolar,
Future Neurol pharmacotherapy of
2009 terutama mengenai
bipolar disorder
obat-obatan yang
digunakan
Safety and efficacy of
Monoterapi olanzapine
olanzapine
Hum, efektif dan relatif aman
Chen, et al., monotherapy in
Psychopharmacol digunakan dalam
2011 treatment-resistant
Clin Exp, pengobatan episode
bipolar mania: a 12-
mania
week open-label study
Aripiprazole
Aripiprazole efektif
monotherapy in the
digunakan dalam
Journal of Affective Keck, et al treatment of acute
pengobatan dan fase
Disorder (2009) bipolar I mania: A
pemeliharaan bipolar
randomized, double-
mania akut
blind, placebo- and
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 267

Jenis
Nama
Sumber Penulis/Editor Judul Informasi Utama
Jurnal/Buku/Web
Data
lithium-controlled
study
A Randomized
Risperidone memiliki
Controlled Trial of
efikasi lebih tinggi
Risperidone, Lithium,
dibandingkan litium
or Divalproex Sodium
Arch Gen Geller, et al., dan divalproex sodium
for Initial Treatment of
Psychiatry 2012 pada saat digunakan
Bipolar I Disorder,
sebagai terapi awal
Manic or Mixed Phase,
episode mania pada
in Children and
anak-anak
Adolescents.
Risperidone for the Risperidone memiliki
treatment of acute efikasi lebih tinggi
mania in children and dibandingkan litium
Hass, et al., adolescents with dan divalproex sodium
Bipolar Disorder
2009 bipolar disorder: a pada saat digunakan
randomized, double- sebagai terapi awal
blind, placebo- episode mania atau
controlled study campuran
Quetiapine Extended
Keefektifan
Release Preliminary
Journal of clinical penggunaan quetiapine
Porcelli, et al., Evidence of a Rapid
Psychopharmacolo extended-release dalam
2014 Onset of the
gy mengatasi depresi
Antidepressant Effect
bipolar
in Bipolar Depression
Maintenance
Treatment for Patients
Penggunaan kombinasi
with Bipolar I
quetiapine + litium atau
Disorder: Results from
Suppes, et al., divalproex
Am J Psychiatry a North American
2009 menurunkan waktu
Study of Quetiapine in
kambuh dari episode
Combination With
mood secara signifikan
Lithium or Divalproex
(Trial 127).
The risk of switch to
mania in patients Penggunaan
with bipolar disorder antidepresan dalam
Viktorin, et al., during treatment with terapi gangguan
Am J Psychiatry
2014 an antidepressant bipolar dapat
alone and in meningkatkan resiko
combination with mania
a mood stabilizer
Evidence-based
guidelines for treating
bipolar disorder:
Journal of
Goodwin, et al., Revised third edition Guideline terapi
Psychopharmacolo
2016 recommendations gangguan bipolar
gy
from the British
Association for
Psychopharmacology
Prevalensi penderita
Prevalence of Bipolar I
McDonald, et gangguan bipolar I dan
Can J Psychiatry and II Disorder in
al., 2015 bipolar II di Kanada
Canada
pada tahun 2012
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 268

Jenis
Nama
Sumber Penulis/Editor Judul Informasi Utama
Jurnal/Buku/Web
Data
Farmakoterapi
gangguan bipolar yang
meliputi informasi
Pharmacotherapy A
Dipiro, et al., seperti definisi,
Buku - Pathophysiologic
2008 epidemiologi,
Approach. 7 ed.
klasifikasi, terapi
farmakologi dan lain-
lain
Farmakoterapi
gangguan bipolar yang
meliputi informasi
Chisholm- Pharmacotherapy
seperti definisi,
- Burns, et al., Principles & Practice
epidemiologi, tanda
2016 Fourth Edition
dan gejala, terapi
farmakologi dan lain-
lain
Informasi mengenai
gangguan bipolar,
Miklowitz and Clinician's Guide to seperti klasifikasi,
-
Gitlin, 2014 Bipolar Disorder. tanda dan gejala, obat-
obat yang digunakan
dan lain-lain
American Diagnostic and Kriteria diagnosa
Psychiatric Statistical Manual of gangguan mental
-
Association, Mental Disorders Fifth (salah satunya
2013 Edition. gangguan bipolar)
Informasi mengenai
gangguan bipolar dan
Wells, et al., Pharmacotherapy terapinya seperti obat-
- 2015 Handbook Ninth obat dan dosis yang
Edition digunakan dalam
farmakoterapi
gangguan bipolar
Managing Bipolar Informasi mengenai
- (Vieta,2013). Disorder in Clinical gangguan bipolar dan
Practice. 3 ed managemennya
Informasi mengenai
gangguan bipolar
Bipolar Disorder in
Web - NIMH, 2012 seperti definisi, tanda
Adult
dan gejala, pengobatan,
dan lain-lain
Practice guideline for
American
the treatment of
Psychiatric Guidline pengobatan
- patients with bipolar
Association, gangguan bipolar
disorder second
2010
edition
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 269

Definisi Bipolar dibandingkan dengan individu yang


Gangguan bipolar merupakan bekerja. Namun, prevalensi gangguan
gangguan mood kronis yang ditandai bipolar tidak selalu berkaitan dengan jenis
dengan adanya episode mania atau kelamin, ras/etnis atau pendapatan
hipomania yang terjadi secara bergantian (Merinkangas, et al., 2011).
atau bercampur dengan episode depresi. Patofisiologi
Gangguan bipolar disebut juga sebagai Patofisiologi bipolar belum
depresi manik, gangguan afektif bipolar sepenuhnya dipahami. Teknik pencitraan
atau gangguan spektrum bipolar (Vieta, seperti post emission tomography (PET)
2013). dan functional magnetic resonance imaging
Epidemiologi (fMRI) digunakan dalam penjelasan
Gangguan bipolar I terjadi hampir mengenai penyebab bipolar. Penelitian-
sama rata pada pria dan wanita dengan penelitian terdahulu befokus pada
prevalensi sebesar 0,4 – 1,6%. Gangguan neurotransmitter seperti norepinefrin (NE),
bipolar II lebih umum terjadi pada wanita dopamine (DA) dan serotonin (Chisholm-
dengan prevalensi sekitar 0,5%. Pada Burns, et al., 2016). Faktor lain yang dapat
sebuah studi populasi, prevalensi bipolar menjadi penyebab gangguan bipolar adalah
secara signifikan lebih tinggi pada wanita faktor genetik Suatu studi keluarga
(Carlborg, et al., 2015; Dipiro, et al., 2008). menunjukkan bahwa keluarga tingkat
Penelitian yang melibatkan gabungan pertama dari penderita gangguan bipolar
sampel dari 61.392 orang yang tinggal di 11 memiliki risiko 7 kali lebih besar terkena
negara, utamanya di Amerika, Eropa dan gangguan bipolar I dibandingkan populasi
Asia, menyebutkan bahwa prevalensi total umum. Risiko seumur hidup gangguan
gangguan bipolar seumur hidup sebesar bipolar pada keluarga penderita ialah 40-
2,4% (0,6% BDI, 0,4% BDII, dan 1,4% 70% untuk kembar monozigot dan 5-10%
subtreshold BD) (Merinkangas, et al., untuk kerabat tingkat pertama lainnya
2011). Pada tahun 2012, prevalensi (Axelson, 2015; Chisholm-Burns et al,
penderita gangguan bipolar I dan bipolar II 2016)
di Kanada berturut-turut adalah 0,87% dan Klasifikasi
0,57%. Prevalensi ini tidak dibedakan atas Gangguan bipolar dapat
jenis kelamin (McDonald, et al., 2015). diklasifikasikan menjadi gangguan bipolar
Prevalensi gangguan bipolar I, gangguan bipolar II yang merupakan dua
menurun seiring pertambahan usia serta tipe utama serta siklotimia dan gangguan
tingkat pendidikan dan prevalensinya pada spektrum bipolar (Dipiro, et al., 2008;
individu yang tidak bekerja lebih tinggi Miklowitz and Gitlin, 2014).
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 270

Gejala • Adanya perasaan tidak berharga atau


Gejala utama gangguan bipolar rasa bersalah.
ialah mania/hipomania dan depresi. Gejala • Penurunan konsentrasi.
dari episode mania diantaranya: • Memiliki pemikiran tidak wajar
• Abnormalitas suasana hati seperti seperti keinginan bunuh diri
euforia. (Miklowitz and Gitlin, 2014).
• Peningkatan energi. Diagnosa
• Peningkatan harga diri. Untuk gangguan bipolar I,
• Penurunan kebutuhan tidur. dibutuhkan setidaknya satu episode mania
• Lebih banyak berbicara dibanding yang berlangsung minimal selama satu
biasanya. minggu (American Psychiatric Association,
• Agitasi psikomotor. 2013).

• Memiliki penilaian yang buruk dan Ciri yang membedakan gangguan

mengambil keputusan secara impulsif bipolar II dari gangguan bipolar I ialah

yang mengarah pada perilaku adanya episode hipomania yang terjadi saat

berbahaya (Miklowitz and Gitlin, ini maupun sebelumnya. Penderita

2014). gangguan bipolar II sering mengalami

Hipomania merupakan episode mania perasaan mudah marah dan sebelumnya

yang lebih ringan dengan gejala yang sama tidak memiliki episode mania secara penuh

namun terjadi dalam waktu yang lebih (American Psychiatric Association, 2013).

singkat, biasanya 4 hari dan biasanya tidak Siklotimia merupakan gangguan

disadari karena tidak berbeda secara mood kronik yang berlangsung minimal 2

signifikan dengan kebiasaan normal tahun (1 tahun pada anak-anak) yang

(Miklowitz and Gitlin, 2014). ditandai dengan adanya perubahan suasana

Episode depresi pada gangguan hati meliputi gejala hipomania yang tidak

bipolar memiliki kriteria diagnosis dan memenuhi kriteria episode hipomania dan

karakterisasi yang sama dengan gejala gejala depresi yang tidak memenuhi kriteria

depresi nonbipolar. Gejala – gejala yang gejala depresi (American Psychiatric

muncul diantaranya: Association, 2013).

• Perubahan pola tidur (insomnia atau Dalam mengukur tingkat keparahan

hipersomnia) gejala mania dapat digunakan skala rating

• Perubahan pola makan dan berat seperti Clinical Global Impression Bipolar

badan. (CGI-BP) mania scale atau skala spesifik


seperti Mania Rating Scale (MRS) atau
• Kelelahan.
Young Mania Rating Scale (YMRS). Pada
• Retardasi atau agitasi psikomotor.
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 271

CGI, tingkat keparahan dinilai berdasarkan Penggunaannya segera setelah muncul


indikator klinis dan non-klinis, sedangkan episode mania pertama dapat meningkatkan
MRS/YMRS berfokus pada gejala klinis efek jangka panjang (Kessing, 2015).
(Lukasiewicz, et al., 2013). Penggunaan asam valproatee,
Farmakoterapi lamotrigine dan antikonvulsan lain sebagai
Keberhasilan dalam pengendalian mood stabilizer perlu diperhatikan sebab
dan pencegahan kambuhnya gangguan pengunaannya dapat meningkatkan risiko
bipolar didasari oleh pengendalian stabilitas bunuh diri (NIMH, 2012).
mood jangka panjang serta pencegahan Antipsikotik
berlanjutnya episode mania dan depresi Semua antipsikotik atipikal
(Malhi, et al., 2015). memiliki beberapa efikasi untuk gangguan
Mood stabilizer bipolar karena adanya efek antimania.
Pilihan pertama yang digunakan Antipsikotik yang digunakan diantaranya
dalam mengobati gangguan bipolar ialah risperidone, olanzapine, quetiapine,
mood stabilizer seperti litium, divalproex, ziprasidone, aripiprazole, lurasidone dan
karbamazepin dan lamotrigin. Dosis awal asenapine (Chisholm-Burns, et al., 2016;
pemberian litium ialah 600-900 mg/hari dan Mitchell, et al., 2009).
biasanya diberikan dalam dosis terbagi. Monoterapi olanzapine efektif dan
Sedangkan, dosis awal divalproex yang relatif aman dalam mengobati pasien yang
digunakan biasanya 500-1000 mg/hari tidak merespon serta tidak toleran terhadap
(Chisholm-Burns, et al., 2016). litium, asam valproatee dan/atau
Penelitian yang dilakukan oleh karbamazepin, serta dua atau lebih
Collins and McFarland (2008) antipsikotik., namun perlu diperhatikan
menyebutkan bahwa litium dapat efek samping dari olanzapine terutama saat
menurunkan resiko percobaan bunuh diri dosis yang digunakan lebih dari 20 mg/hari
pada subjek penelitian. Pada percobaan (Chen, et al., 2011).
yang sama, ditemukan bahwa pasien Studi yang dilakukan oleh Keck, et
gangguan bipolar yang menggunakan al (2009) menyatakan bahwa aripiprazole
divalproex memiliki resiko lebih tinggi efektif digunakan dalam pengobatan pasien
melakukan percobaan bunuh diri dengan bipolar mania akut dan dapat
dibandingkan dengan pasien yang ditoleransi dengan baik. Dosis yang
menggunakan litium. direkomendasikan untuk terapi gangguan
Secara umum penggunaan litium bipolar adalah 20-30 mg/hari (Chisholm-
dalam fase pemeliharaan lebih unggul Burns, et al., 2016).
dibandingkan valproate dan lamotrigin.
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 272

Pada sebuah studi randomized Penggunaan antidepresan sebagai


control trial menyebutkan bahwa monoterapi berkaitan dengan peningkatan
risperidone memiliki efikasi lebih tinggi resiko episode mania pada pasien bipolar.
dibandingkan litium dan divalproex sodium Namun, tidak terdapat adanya resiko
bila digunakan sebagai terapi awal episode episode mania pada pasien yang
mania atau episode campuran pada menggunakan antidepresan bersamaan
gangguan bipolar I pada pasien pediatrik dengan mood stabilizer (Viktorin, et al.,
dan dewasa dengan dosis efektif harian 0,5- 2014).
2,5 mg dan 3-6 mg, namun risperidone Antidepresan trisiklik seperti
memiliki efek metabolik yang lebih serius imipramine dan despiramine memiliki
(Geller, et al., 2012; Hass, et al., 2009). tingkat respon setara atau lebih rendah dari
Antipsikotik lain yang sering komparatornya seperti fluoxetine,
digunakan ialah quetiapine. paroxetine dan bupropion. Namun, terapi
Penggunaannya bersama dengan litium atau dengan antidepresan trisiklik berkaitan
divalproex pada fase pemeliharaan dengan peningkatan perubahan episode
memiliki efek yang menguntungkan dan mood menjadi mania atau hipomania.
berkaitan dengan penurunan waktu kambuh Penggunaan MAOI aksi ganda (seperti
dari episode mood. Penggunaan quetiapine venlafaxine, duloxetine dan amitriptilin)
extended-release telah dibuktikan efektif memiliki resiko terjadinya perubahan mood
mengatasi gejala depresi dalam 3 hari menjadi mania yang lebih besar
pertama pengobatan (Porcelli, et al., 2014; dibandingkan obat aksi tunggal (terutama
Suppes, et al., 2009). SSRI) (American Psychiatric Association,
Antidepresan 2010; Goodwin, et al., 2016).

Tabel.2 Obat-Obatan yang Digunakan dalam Terapi Gangguan Bipolar

Nama Generik Dosis awal Dosis yang biasa digunakan


Litium
900-2.400 mg/hari dalam 2 atau 4
Litium karbonat
300 mg 2x sehari dosis terbagi, lebih disukai dengan
Litium sitrat
makanan
Antikonvulsan (Disetujui FDA)
750-3.000 mg/hari (20-
Divalproex sodium
250-500 mg 2x sehari 60mmg/kg/hari) 1x sehari atau
Asam valproate
dosis terbagi
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 273

Nama Generik Dosis awal Dosis yang biasa digunakan


50-400 mg/hari dalam dosis
terbagi. Dosis harus ditingkatkan
perlahan (contoh: 25 mg/hari
Lamotrigin 25 mg/hari selama 2 minggu, kemudian
ditingkatkan 50 mg/hari dalam
interval mingguan hingga 200
mg/hari)
200-1.800 mg/hari dalam 2-4
Carbamazepine 200 mg 2x sehari
dosisi terbagi
Atipikal Antipsikotik
Aripiprazole 10-15 mg/hari 10-30 mg/hari 1x sehari
Asenapine 5-10 mg 2x sehari sublingual 5-10 mg/hari sublingual
5-20 mg/hari 1x sehari atau dala,
Olanzapine 2,5-5 mg 2x sehari
dosis terbagi
Olanzapine + 6 mg olanzapine + 25 mg 6-12 mg olanzapine + 25-50 mg
Fluoxetine fluoxetine/ hari fluoxetine/hari
50-800/hari dalam dosis terbagi
Quetiapine 50 mg 2x sehari
atau 1x sehari setelah stabil
0,5-6 mg/hari 1x sehari atau dalam
Risperidone 0,5-1 mg 2x sehari
dosis terbagi
40-160 ,g/hari dalam dosis terbagi.
Ziprasidone 40-60 mg 2x sehari
Diminum bersama makanan
Benzodiazepine
Dosis harus disesuaikan
perlahan naik dan turun sesuai
dengan respond dan efek
samping
(Wells, et al., 2015).

PEMBAHASAN antidepresan merupakan agen yang paling


direkomendasikan dan sering digunakan
Gangguan bipolar merupakan
dalam pengobatan gangguan bipolar.
penyakit yang membutuhkan terapi jangka
Berdasarkan studi RCT dan data
panjanng. Mood stabilizer, antipsikotik dan
naturalistik dari pengobatan gangguan
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 274

bipolar selama lebih dari 4 tahun didapatkan Valproate memiliki ekivalensi yang
bukti mengenai efikasi dari agen-agen yang setara dengan litium. Tidak banyak studi
digunakan, dengan urutan dengan basis RCT yang mendukung
litium>valproate>olanzapine>lamotrigin>q ekivalensi valproate, namun terdapat data
uetiapine>carbamazepine (Goodwin, et al., naturalistik yang mendukung penggunaan
2016). valproate sebagai agen alternatif (Goodwin,
Litium merupakan mood stabilizer et al., 2016).
utama yang paling sering digunakan dan Agen mood stabilizer lain yang
dijadikan sebagai “gold standard” umum digunakan ialah lamotrigin.
pengobatan gangguan bipolar terutama Lamotrigin dapat digunakan sebagai
untuk pasien dengan mania sebagai episode monoterapi pada gangguan bipolar II.
yang mendominasi. Sekitar 1/3 dari pasien Untuk gangguan bipolar I, lamotrigin
yang mengunnakan litium dalam terapinya biasanya dikombinasikan dengan agen
tidak menunjukkan adanya perkembangan antimania untuk penggunaan jangkan
episode mayor hingga 10 tahun lamanya. panjang.
Pada studi yang melibatkan 12,662 Agen antipsikotik dapat digunakan
pasien bipolar yang menggunakan litium dalam pengobatan gangguan bipolar. Pada
dan divalproex serta agen-agen, studi open-label yang dilakukan oleh Chen,
menyebutkan bahwa litium dapat et al (2011) terhadap 18 pasien menyatakan
menurunkan risiko bunuh diri pasien yang bahwa monoterapi olanzapine dapat
dibuktikan dengan hanya ditemukannya dipertimbangkan penggunaannya untuk
dua kasus kematian akibat bunuh diri dan pengobatan gangguan bipolar, terutama
15 kasus percobaan bunuh diri jika untuk pasien yang gagal atau tidak toleran
dibandingkan dengan agen lain sepeti terhadap agen antimania lain sebelum
divalproex dan gabapentin (Collins and menggunakan olanzapine. Penelitian ini
McFarland, 2008). dilakukan dengan menghitung total skor
Untuk terapi jangka panjang, litium YMRS (Young Mania Rating Scale) untuk
dapat digunakan sebagai monoterapi dan mengukur hasil terapi. YMRS merupakan
efektif dalam mencegah kambuhnya skala yang digunakan untuk menilai gejala
episode mania, depresi atau campuran mania yang terdiri dari 11 item dan
keduanya. Jika penggunaan litium tidak didasarkan pada kondisi subjektif pasien.
efektif, dengan toleransi yang rendan dan Sebuah studi RCT mengenai
pasien tidak patuh dapat digunakan agen penggunaan risperidone yang dilakukan
lain seperti valproate. oleh Geller, et al (2012) menyebutkan
bahwa risperidon secara signifikan lebih
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 275

baik dibandingkan litium dan divalproex menggunakan dua dosis quetiapine


untuk terapi mania akut pada pediatri diukur extended-release (300 mg dan 600 mg)
berdasarkan hasil terapinya (CGI-BP-IM). menujukkan tidak adanya perbedaan efikasi
Hasil ini didukung dengan adanya studi antara kedua dosis ini. Namun, pada subjek
yang menemukan bahwa penggunaan yang menggunakan dosis 600 mg
antipsikotik generasi kedua untuk episode menunjukkan tingkat terjadinya hipotensi
mania pada pasien anak-anak memiliki yang lebih tinggi. Onset aksi dari quetiapine
efikasi lebih tinggi dibandingkan plasebo. dapat dibandingkan dengan plasebo dapat
Respon yang ditunjukkan dengan dilihat 1 minggu setelag pengobatan
penggunaan risperidone pada dosis rendah (Porcelli, et al., 2014).
dapat menjadi alternatif pengobatan pada Sementara, efikasi dan keamanan
gangguan bipolar. penggunaan antidepresan pada pasien
Penelitiam yang dilakukan oleh depresi bipolar merupakan isu yang
Hass, et al (2009) menunjukkan bahwa kontroversial. Penggunaan antidepresan
penggunaan monoterapi risperidone pada dikaitkan dengan peningkatan resiko mania.
pasien anak-anak dan remaja menujukkan Terdapat beberapa studi yang mendukung
adanya penurunan gejala mania secara resiko penggunaan antidepresan yang
signifikan pada pemberian dosis 0,5-2,5 menginduksi gejala mania atau hipomania,
mg/hari dan 3-6 mg/hari. Peningkatan yang salah satunya adalah studi RCT mengenai
besar juga terjadi pada subjek yang antidepresan yang digunakan sebagai terapi
menerima risperidone dibandingkan subjek bersama dengan mood stabilizer yang
yang menerima plasebo pada 7 hari dilakukan Stanley foundation.
pengobatan awal. Efikasi kedua dosis SIMPULAN
tersebut diperkuat dengan tingginya respon Gangguan bipolar merupakan salah
klinik yang ditunjukkan pasien. Pengukuran satu gangguan mood kronik yang
data penelitian ini mengindikasikan bahwa memerlukan pengobatan jangka panjang.
rasio manfaat-resiko pengobatan gangguan Agen-agen terapi yang umum digunakan
bipolar dengan dosis 0,5-2,5 mg/hari lebih dalam pegobatan diantaranya litium yang
baik dibandingkan rentang dosis merupakan “gold standard” dalam
risperidone yang lebih tinggi. pengobatan gangguan bipolar, divalproex
Penggunaan agen antipsikotik lain atau valproate, lamotrigin, olanzapine,
seperti quetiapine juga telah dibuktikan risperidone, quetiapine dan agen
dapat mengatasi gejala depresi. Penggunaan antidepresan.
quatiapine extended-release terbukti efektif UCAPAN TERIMAKASIH
dan dapat ditoleransi dengan baik. Studi
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 276

Penulis mengucapkan rasa syukur Bauer, M., et al. 2013. Drug Treatment
Patterns in Bipolar Disorder: Analysis
kepada Allah SWT karena atas karunia-Nya
of Long-term Self-reported Data.
penulis dapat menyelesaikan review artikel International Journal of Bipolar
Disorders, 1(5): 1-8.
ini. Penulis juga mengucapakan terima
kasih kepada kedua orang tua yang Carlborg, A., et al. 2015. Population study
of disease burden, management, and
senantiasa mendukung dan mendoakan, treatment of bipolar disorder in
kepada ibu Irma Melyani Puspitasari, PhD., Sweden: a retrospective observational
registry study. Bipolar Disorder,
MT., Apt selaku dosen pembimbing yang 17(1): 76-85.
telah bersedia meluangkan waktu untuk Chen, J., et al. 2011. Safety and efficacy of
membimbing dan memberikan masukan– olanzapine monotherapy in treatment-
resistant bipolar mania: a 12-week
masukan dalam penulisan review artikel ini open-label study. Hum,
serta dosen mata kuliah metodologi Psychopharmacol Clin Exp, 26: 588–
595.
penelitian yang telah memberikan ilmunya
Chisholm-Burns, MA., et al. 2016.
kepada penulis. Pharmacotherapy Principles &
Practice Fourth Edition. New York:
McGraw-Hill Education.
KONFLIK KEPENTINGAN
Collins, JC and BH McFarland. 2008.
Tidak terdapat potensi konfilik Divalproex, lithium and suicide
kepentingan dengan penelitian, kepenulisan among Medicaid patients with bipolar
disorder. Journal of Affective
dan atau publikasi atikel ini. Disorder, 107: 23–28.
Dipiro, J. T. et al., 2008. Pharmacotherapy
DAFTAR PUSTAKA A Pathophysiologic Approach. 7 ed.
New York: McGraw Hill.
American Psychiatric Association. 2010.
Geddes, JR and DJ Mikowitz. 2013.
Practice guideline for the treatment of
Treatment of Bipolar Disorder. The
patients with bipolar disorder second
Lancet, 381(9878): 1672-1682.
edition. Available online at
https://psychiatryonline.org/pb/assets Geller, B., et al. 2012. A Randomized
/raw/sitewide/practice_guidelines/gui Controlled Trial of Risperidone,
delines/bipolar.pdf [Accessed at June, Lithium, or Divalproex Sodium for
13th 2018]. Initial Treatment of Bipolar I
Disorder, Manic or Mixed Phase, in
American Psychiatric Association. 2013.
Children and Adolescents. Arch Gen
Diagnostic and Statistical Manual of
Psychiatry, 69(5): 515-528.
Mental Disorders Fifth Edition.
Washington DC: American Goodwin, GM., et al. 2016. Evidence-based
Psychiatric Publishing. guidelines for treating bipolar
disorder: Revised third edition
Axelson D., et al. 2015. Diagnostic
recommendations from the British
Precursors to Bipolar in Offspring of
Association for Psychopharmacology.
Parents with Bipolar Disorder: A
Journal of Psychopharmacology,
Longitudinal Study. Am J Psychiatry,
30(6): 495-553.
Vol. 172(7): 638-646.
Grande, I., et al. 2013. Patterns of
Pharmacological Maintenance
Farmaka
Suplemen Volume 16 Nomor 1 277

Treatment in A Community Mental Survey Initiative. Arch Gen


Health Services Bipolar Disorder Psychiatry, 68(3): 241-251.
Cohort Study (SIN-DEPRES).
International Journal of Miklowitz, DJ and MJ Gitlin. 2014.
Neuropsychopharmacology, 16: 513- Clinician's Guide to Bipolar
523. Disorder. New York: The Guilford
Press.
Haas, M., et al. 2009. Risperidone for the
treatment of acute mania in children Mitchell, PB, et al. 2009. Recent progress in
and adolescents with bipolar disorder: the pharmacotherapy of bipolar
a randomized, double-blind, placebo- disorder. Future Neurol, 4(4): 493-
controlled study. Bipolar Disorder, 508.
11: 687-700. NIMH. 2012. Bipolar Disorder in Adult.
Keck, PE., et al. 2009. Aripiprazole Available online at
monotherapy in the treatment of acute https://infocenter.nimh.nih.gov/pubst
bipolar I mania: A randomized, atic/NIH%2012-3679/NIH%2012-
double-blind, placebo- and lithium- 3679.pdf [Accessed at June, 13th
controlled study. Journal of Affective 2018].
Disorder, 112: 36 – 49. Porcelli, S., et al. Quetiapine Extended
Kessing, LV. 2015. Treatment Options in Release Preliminary Evidence of a
Bipolar Disorder: Lessons from Rapid Onset of the Antidepressant
Population-Based Registers with Effect in Bipolar Depression. Journal
Focus on Lithium. Curr Treat Options of clinical Psychopharmacology,
Psych, 2(3): 218-228. 34(3): 303-306.

Lukasiewicz, M., et al. 2013. Young Mania Suppes, T., et al. 2009. Maintenance
Rating Scale: how to interpret the Treatment for Patients with Bipolar I
numbers? Determination of a severity Disorder: Results from a North
threshold and of the minimal American Study of Quetiapine in
clinically significant difference in the Combination with Lithium or
EMBLEM cohort. International Divalproex (Trial 127). Am J
Journal of Methods in Psychiatrics Psychiatry, 166: 476-488.
Research, 22(1): 46-58. Vieta, E. 2013. Managing Bipolar Disorder
Malhi, GS, et al., 2015. Maintaining mood in Clinical Practice. 3 ed. London:
stability in bipolar disorder: a clinical Springer Healthcare.
perspective on pharmacotherapy. Evid Viktorin, A., et al. 2014. The risk of switch
Based Mental Health, 18(1): 1-6. to mania in patients
McDonald, KC, et al. 2015. Prevalence of with bipolar disorder during treatment
Bipolar I and II Disorder in Canada. with an antidepressant alone and in
Can J Psychiatry, 60(3): 151-156. combination with a mood stabilizer.
Am J Psychiatry, 171(10): 1067 –
Merikangas, KR., et al. 2011. Prevalence 1073.
and Correlates of Bipolar Spectrum
Disorder in the World Mental Health Wells, BG., et al. 2015. Pharmacotherapy
Handbook Ninth Edition. New York:
McGraw-Hill Education.