Anda di halaman 1dari 30

BUPATI LOMBOK TENGAH

PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

PERATURAN BUPATI LOMBOK TENGAH


NOMOR TAHUN 2016

TENTANG
KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KABUPATEN LOMBOK TENGAH

BUPATI LOMBOK TENGAH,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16


Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Tengah Nomor 6
Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Tengah, perlu
menetapkan Peraturan Bupati tentang Kedudukan,
Susunan Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten
Lombok Tengah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang
Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II Dalam Wilayah
Daerah-Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan
Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 1655);
2. Undang–Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5234);
3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5494);
4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
tahun 2016 Nomor 114 Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5887);
6. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
(Lembaran Daerah Kabupaten Lombok Tengah
Tahun 2016 Nomor 6).

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN


ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN
PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
KABUPATEN LOMBOK TENGAH.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini, yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Lombok Tengah.
2. Bupati adalah Bupati Lombok Tengah.
3. Pemerintah Daerah adalah Bupati beserta Perangkat
Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
daerah.
4. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten
Lombok Tengah.
5. Badan adalah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah Kabupaten Lombok Tengah.
6. Jabatan Fungsional adalah jabatan untuk
melaksanakan tugas pemerintah daerah sesuai dengan
keahlian dan kebutuhan daerah.
BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN

Bagian Kesatu
Kedudukan
Pasal 2
(1) Badan adalah unsur pelaksana urusan penunjang
Kabupaten Lombok Tengah dibidang Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah .
(2) Badan dipimpin oleh Kepala Badan yang berada
dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui
Sekretaris Daerah.
Bagian Kedua
Tugas Pokok

Pasal 3

Badan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan


pemerintahan daerah berdasarkan otonomi daerah dan
tugas pembantuan dibidang Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah.
Bagian Ketiga
Fungsi
Pasal 4
Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud
dalam pasal 3, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah menyelenggarakan fungsi:
a. Penyusunan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup
tugasnya;
b. Pelaksanaan tugas dukungan teknis sesuai dengan
lingkup tugasnya;
c. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas
dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;
d. Pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi
penunjang urusan pemerintah daerah sesuai dengan
lingkup tugasnya ;
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

BAB III
SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
UNSUR ORGANISASI

Bagian Kesatu
Susunan Organisasi
Pasal 5
(1) Susunan Organisasi Badan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah, Terdiri Dari:
A. Kepala Badan.
B. Sekretaris, terdiri dari:
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
2. Sub Bagian Perencanaan;
3. Sub Bagian Keuangan;
C. Unsur Pelaksana adalah Bidang, terdiri dari:
1. Bidang Anggaran membawahi:
a. Sub Bidang Penyusunan Anggaran
Pendapatan;
b. Sub Bidang Penyusunan Anggaran Belanja;
c. Sub Bidang Administrasi Anggaran.
2. Bidang Pembendaharaan membawahi:
a. Sub Bidang Perbendaharaan I;
b. Sub Bidang Perbendaharaan II;
c. Sub Bidang Pengelolaan Kas Daerah.
3. Bidang Akuntansi dan Pelaporan membawahi:
a. Sub Bidang Akuntasi Pendapatan dan
Belanja;
b. Sub Bidang Akuntasi Aset dan Kewajiban;
c. Sub Bidang Pelaporan.
4. Bidang Aset Daerah membawahi:
a. Sub Bidang Pengadaan dan Pengawasan;
b. Sub Bidang Penatausahaan;
c. Sub Bidang Penilaian dan Pemanfaatan.
5. Kelompok Jabatan Fungsional.
(2) Bagan Susunan Organisasi Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah adalah sebagaimana
tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan
dari Peraturan ini.

Bagian Kedua
Tugas Pokok dan Fungsi Unsur Organisasi
Paragraf 1
Kepala Badan
Pasal 6
(1) Kepala Badan mempunyai tugas pokok memimpin,
merencanakan, mengawasi, mengendalikan dan
mengkoordinasikan kegiatan badan dalam
menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan daerah di bidang Pengelolaan Keuangan
dan Aset Daerah.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah mempunyai fungsi:
a. Perumusan dan penetapan Rencana Strategis
(RENSTRA) serta program kerja lingkup badan;
b. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah berdasarkan peraturan
perundang-undang yang berlaku;
c. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Tahunan (RKT), Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan penetapan
kinerja badan;
d. Pelaksanaan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
di bidang pengelolaan keuangan daerah dan
Pengelolaan Aset daerah dengan pemerintah daerah
provinsi, departemen/lembaga pemerintah non
departemen dan /atau instansi terkait sesuai
ketentuan yang berlaku;
e. Perumusan kebijakan dalam rangka penyusunan
pedoman dan petunjuk teknis di bidang pengelolaan
administrasi keuangan daerah dan penilaian serta
ganti rugi aset daerah sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
f. Pengesahan Daftar Pengguna Anggaran (DPA) bagi
satuan kerja perangkat daerah lingkup kabupaten;
g. Pengendalian pelaksanaan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) lingkup kabupaten;
h. Pelaksanaan pembinaan dan petunjuk teknis
sistem penerimaan dan pengeluaran kas daerah
sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
i. Pemantauan pelaksanaan penerimaan dan
pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) oleh bank dan atau lembaga
keuangan lainnya;
j. Pengusahaan dan pengaturan dana yang diperlukan
dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) lingkup kabupaten;
k. Pelaksanaan kebijakan dalam rangka penetapan
Surat Penyediaan Dana (SPD) dan penempatan uang
daerah sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
l. Pelaksanaan pembayaran berdasarkan permintaan
pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas
umum daerah;
m. Penyiapan pelaksanaan pinjaman, pemberian
jaminan dan pemberian pinjaman atas nama
pemerintah daerah;
n. Pelaksanaan pengelolaan utang dan piutang daerah
serta penagihan piutang daerah sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
o. Pelaksanaan sistem akuntansi dan pelaporan
keuangan daerah;
p. Pelaksanaan penyajian informasi keuangan dan
Aset daerah daerah;
q. Pengkoordinasian dan sinkronisasi pengelolaan
administrasi keuangan daerah dan Aset daerah
dengan seluruh satuan kerja perangkat daerah
dan/atau instansi terkait;
r. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD), Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP)
sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
s. pengkajian permasalahan dibidang administrasi
keuangan daerah serta saran-saran pemecahannya
kepada atasan;
t. pengkoordinasi pengumpulan, pengolahan dan
analisa data di bidang keuangan daerah sebagai
bahan penyusunan kebijakan daerah di bidang
pengelolaan keuangan daerah sesuai peraturan
perundang-undang yang berlaku;
u. pengkoordinasian, perumusan, penetapan dan
pelaksanaan kebijakan daerah kabupaten dibidang
aset daerah;
v. pelaksanaan penatausahaan aset daerah lingkup
pemerintah daerah sesuai peraturan yang berlaku;
w. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian aset
daerah lingkup pemerintah daerah sesuai peraturan
yang berlaku;
x. pelaksanaan monitoring dan evaluasi di bidang
kepegawaian, pendidikan dan pelatihan;
y. pelaporan pelaksanaan tugas kepada Bupati melalui
Sekretaris Daerah;
z. pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh Bupati sesuai dengan bidang tugasnya.

Sekretariat
Pasal 7
(1) Sekretariat Badan dipimpin oleh Sekretaris yang
mempunyai tugas pokok Memimpin, merencanakan,
mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan
bawahan dalam penyusunan program dan pelaksanaan
kegiatan yang meliputi urusan perencanaan, keuangan,
umum dan kepegawaian.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Sekretaris mempunyai fungsi:
a. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Tahunan dan Penetapan Kinerja lingkup Badan;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran / Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/
DPA) dan Program Kerja Badan;
c. Pelaksanaan pelayanan Teknis Administratif kepada
seluruh Unit Kerja lingkup Badan;
d. Pengkoordinasian penyusunan Standar Pelayanan
Minimal dan Standar Prosedur Tetap Pelaksanaan
kegiatan lingkup Badan;
e. Perumusan dan penjabaran kebijakan teknis
penyelenggaraan administrasi umum, perencanaan,
keuangan, kepegawaian dan perlengkapan;
f. Pengkoordinasian penyusunan laporan pelaksanaan
tugas Badan;
g. Pengkoordinasian Kepala Bidang, Kepala sub
Bagian, Kepala Seksi dalam melaksanakan tugas
agar terjalin kerjasama yang baik;
h. Pelaksanaan koordinasi, konsultasi dan sinkronisasi
penyelenggaraan tugas kesekretariatan dengan
satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan/ atau
Instansi terkait ;
i. Pelaksanaan pengaturan, pembinaan dan
pengelolaan administrasi umum, perencanaan,
keuangan, kepegawaian dan perlengkapan;
j. Pelaksanaan pengendalian, monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan tugas kesekretariatan;
k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya

Pasal 8
(1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian dipimpin oleh
Kepala Sub Bagian, yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengatur, mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam
penyusunan program dan pelaksanaan kegiaatan
administrasi kepegawaian, rumah tangga, protokol dan
perlengkapan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Umum dan
Kepegawaian mempunyai fungsi:
a. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan
Program Kerja Sub Bagian;
b. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
pengelolaan administrasi kepegawaian, rumah
tangga, protokol, hubungan masyrakat dan
perlengkapan;
c. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data
kepegawaian dan kebutuhan perlengkapan;
d. Pelaksanaan pengadaan, penyimpanan,
pemeliharaan dan pendistribusian perlengkapan
inventaris kantor sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
e. Penyiapan bahan penataan kelembagaan dan
ketatalaksana pelaksanaan tugas Badan;
f. Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan
administrasi kepegawaian lingkup Badan sesuai
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
g. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
pembinaan PNS lingkup Badan;
h. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas pengurus dan
atau penyimpan barang;
i. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Sub Bagian;
j. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 9
(1) Sub Bagian Perencanaan dipimpin oleh Kepala Sub
Bagian, yang mempunyai tugas pokok memimpin,
merencanakan, mengatur mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan melaksanakan
urusan perencanaan, pendataan, pemantauan, evaluasi
dan pelaporan pelaksanaan tugas lingkup Badan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian
Perencanaan mempunyai fungsi:
a. Penyiapan bahan penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan Program Kerja lingkup Badan;
b. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
dibidang perencanaan dan pelaporan;
c. Penyiapan bahan penyusunan rencana Strategis
(renstra) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) serta
Penetapan Kinerja lingkup Badan;
d. Pelaksanaan koordinasi peyusunan rencana dan
program kerja dengan sub unit kerja lain lingkup
Badan;
e. Pengumpulan, pengolahan dan analisis data dalam
rangka penyusunan LKj-IP Badan;
f. Pelaksanaan penyusunan rencana peraturan
Perundang-undangan petunjuk pelaksanaan tugas
Badan;
g. Penyiapan bahan Koordinasi penyusunan Standar
Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Oprasional
Prosedur (SOP) Badan sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
h. Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi bidang
perencanaan lingkup Badan;
i. Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan
administrasi perencanaan lingkup Badan sesuai
ketentuan yang berlaku ;
j. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Sub Bagian;
k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 10
(1) Sub Bagian Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub
Bagian, yang mempunyai tugas pokok Memimpin,
merencanakan, mengatur. mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan pengelolaan dan pelayanan administrasi
keuangan lingkup Badan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Keuangan
mempunyai fungsi:
a. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan
Program Kerja Sub Bagian;
b. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
dibidang pengelolaan keuangan;
c. Penyiapan bahan perumusan dan penjabaran
kebijakan teknis dibidang penyusunan anggaran,
perbendaharaan, penatausahaan dan
pertanggungjawaban keuangan lingkup Badan;
d. Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka
analisis pelaksanaan anggaran, perbendaharaan,
pembukuan dan verifikasi;
e. Pelaksanaan penyusunan dan pengkoordinasian
pembuatan daftar gaji serta tunjangan Aparatur
Sipil Negara (ASN);
f. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Satuan
Pemegang Kas (PPK, PPTK);
g. Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan
administrasi keuangan lingkup Badan sesuai
peraturan perundang-undang yang berlaku;
h. Pengkoordinasi penyusunan laporan keuangan dan
pelaksanaan kegiatan lingkup Badan;
i. Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi
pengelolaan keuangan lingkup Badan;
j. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Sub Bagian;
k. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 3
Bidang Anggaran

Pasal 11
(1) Bidang Anggaran dipimpin oleh Kepala Bidang yang
mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan,
mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan
bidang dalam rangka pembinaan teknis penyelenggaraan
pelaksanaan perencanaan, penyusunan dan
pengadministrasian Anggaran Daerah ;

(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Anggaran
mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis
Bidang Anggaran;
b. Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka
perencanaan, Anggaran Pendapatan, Belanja, dan
pengadministrasian Anggaran Daerah;
c. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja dan
pelaksanaan program di bidang perencanaan
Anggaran Pendapatan, penyusunan Anggaran
Belanja dan pengadministrasian Anggaran Daerah;
d. Pelaksanaan verifikasi Rencana Kerja Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD);
e. Penyusunan Rancangan Perda APBD dan
Rancangan Perubahan Perda APBD;
f. Penyusunan Rancangan Penjabaran Perda APBD
dan Rancangan Perubahan Penjabaran APBD;
g. Pelaksanaan verifikasi Dokumen Pelaksanaan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-
SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-
SKPD);
h. Pelaksanaan pemrosesan pengesahan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPA-SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan
Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPPA-SKPD);
i. Pelaksanaan fasilitasi tugas Tim Anggaran;
j. Pelaksanaan penyiapan bahan Nota keuangan
rancangan APBD dan rancangan perubahan APBD;
k. Pelaksanaan penyusunan rancangan APBD dan
rancangan Perubahan APBD;
j. Pendokumentasian dan distribusi APBD dan
Perubahan APBD;
k. Penyiapan penetapan penerima hibah daerah dalam
bentuk uang;
l. Penyusunan, pendokumentasian dan
pendistribusian Naskah Perjanjian Hibah Daerah
dalam bentuk uang;
m. Pelaksanaan pengendalian pagu anggaran dalam
rangka pelaksanaan APBD;
n. Pelaksanaan koordinasi penetapan target dan
realisasi pemungutan Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah;
o. Penyiapan bahan dalam rangka pemeriksaan dan
tindak lanjut Hasil Pemeriksaan;
p. Pelaksanaan Standar Operasional dan Prosedur
(SOP) dan pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal
(SPM);
q. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
r. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas bidang;
s. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 12
(1) Sub Bidang Penyusunan Anggaran Pendapatan
dipimpin oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai
tugas pokok memimpin, merencanakan,
mengkoordinasi, mengawasi dan mengendalikan
kegiatan bawahan dalam melaksanakan Penyusunan
Anggaran Pendapatan.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang
Penyusunan Anggaran Pendapatan mempunyai fungsi:
b. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan teknis sub bidang perencanaan Anggaran
Pendapatan Daerah;
c. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan
pelaksanaan program di sub bidang perencanaan
Anggaran Pendapatan Daerah;
d. Pelaksanaan Koordinasi bidang Pendapatan dengan
Badan Pengelola Pendapatan Daerah;
e. Pelaksanaan Penyusunan Anggaran Pendapatan
Daerah;
f. Penyiapan bahan Verivikasi Bantuan Sosial dan
hibah daerah oleh SKPD Teknis;
g. Penyiapan penetapan penerima Bantuan Sosial dan
hibah daerah dalam bentuk uang;
h. Penyusunan Naskah Perjanjian Bantuan Sosial dan
hibah daerah dalam bentuk uang;
i. Pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan
Standar Operasional dan Prosedur (SOP);
j. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
k. Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
l. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas bidang;
m. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 13
(1) Sub Bidang Penyusunan Anggaran Belanja dipimpin
oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan Penyusunan Anggaran
Belanja.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang Belanja
Penyusunan Anggaran mempunyai fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan teknis sub bidang penyusunan Anggaran
Daerah;
b. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan
pelaksanaan program di sub bidang penyusunan
Anggaran Daerah;
c. Pelaksanaan verifikasi Rencana Kerja Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD);
d. Penyiapan bahan pelaksanaan fasilitasi tugas Tim
Anggaran;
e. Penyusunan Nota Keuangan Rancangan APBD dan
rancangan perubahan APBD;
f. Pelaksanaan Penyusunan Rancangan APBD dan
Rancangan Perubahan APBD;
g. Pendampingan Tim Anggaran dalam Pembahasan
Rancangan Perda APBD dan Rancangan Perubahan
Perda APBD di Tingkat Badan Anggaran dan Tingkat
Komisi;
h. Penyusunan Hasil Pembahasan Rancangan Perda
APBD dan Rancangan Perubahan Perda APBD
berdasarkan Persetujuan Bersama Antara Kepala
Daerah dan DPRD sebagai bahan evaluasi Gubernur;
i. Penyusunan Rancangan Penjabaran Perda APBD dan
Rancangan Perubahan Penjabaran APBD sebagai
bahan Evaluasi Gubernur;
j. Penyusunan Perda APBD, Perbup. Penjabaran APBD
dan Penyusunan Perda Perubahan APBD, Perbup.
Perubahan Penjabaran APBD Hasil Evaluasi
Gubernur;
k. Pelaksanaan verifikasi Dokumen Pelaksanaan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-
SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-
SKPD);
l. Pelaksanaan pemrosesan pengesahan Dokumen
Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat
Daerah (DPA-SKPD) dan Dokumen Pelaksanaan
Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(DPPA-SKPD);
m. Pelaksanaan dan pendampingan fasilitasi tugas-
tugas Tim Anggaran;
n. Penyusunan Anggaran Kas;
o. Pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan
Standar Operasional dan Prosedur (SOP);
p. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
q. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
r. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas sub bidang;
s. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 14
(1) Sub Bidang Administrasi Anggaran dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan Administrasi Anggaran;
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Administrasi
Anggaran mempunyai fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan
kebijakan teknis sub bidang administrasi Anggaran
Daerah;
b. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan
pelaksanaan program di bidang administrasi
Anggaran Daerah;
c. Pendokumentasian dan distribusi APBD dan
Perubahan APBD;
d. Pendokumentasian dan pendistribusian Naskah
Perjanjian Hibah Daerah dalam bentuk uang;
e. Pelaksanaan pengendalian pagu anggaran dalam
rangka pelaksanaan APBD;
f. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran
(DPPA);
g. Pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan
Standar
h. Pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan
Standar Operasional Prosedur (SOP);
i. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
j. Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
k. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas sub bidang;
l. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 4
Bidang Perbendaharaan
Pasal 15
(1) Bidang Perbendaharaan dipimpin oleh Kepala Bidang
yang mempunyai tugas pokok memimpin,
merencanakan, mengatur, mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan sebagian tugas Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah di bidang Perbendaharaan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Perbendaharaan
mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis
Bidang Perbendaharaan
b. Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka
perencanaan teknis perbendaharaan dan
pengelolaan kas;
c. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program
di bidang perbendaharaan dan pengelolaan kas
d. Pemrosesaan penetapan rekening untuk BUD,
Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan;
e. Penyusunan petunjuk teknis pengelolaan keuangan
daerah di bidang perbendaharaan dan pengelolaan
Kas;
f. Pengendalian pelaksanaan belanja APBD;
g. Menyusun bahan penetapan pengelola keuangan
SKPD/SKPKD;
h. Pengendalian pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
(DPA-SKPD) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan
Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA-
SKPD);
i. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran PPKD
(DPA-PPKD) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan
Anggaran PPKD (DPPA-PPKD);
j. Pelaksanaan pemantauan penerimaan dan
pengeluaran APBD oleh bank pemerintah yang telah
ditunjuk;
k. Pengaturan dana yang diperlukan dalam
pelaksanaan APBD;
l. Pelaksanaan penyimpanan uang daerah;
m. Pelaksanaan penempatan uang daerah dan
pengelolaan/ penatausahaan investasi;
n. Pelaksanaan pembayaran berdasarkan permintaan
pejabat pengguna anggaran atas beban rekening kas
umum daerah;
o. Penyiapan bahan pelaksanaan pinjaman daerah;
p. Penyiapan bahan pengelolaan utang dan piutang
daerah;
q. Pelaksanaan pengkoordinasian piutang daerah;
r. Penyajian informasi keuangan daerah;
s. Pelaksanaan sebagian fungsi Kuasa BUD;
t. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran
(DPPA);
u. Pelaksanan Standar Operasional Prosedur (SOP);
v. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
w. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas bidang;
x. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.
Pasal 16
(1) Sub Bidang Perbendaharaan I (satu) dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengatur, mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan Pelaksanaan Perbendaharaan pada
Belanja Tidak Langsung di SKPD dan PPKD serta
Pengeluaran Pembiayaan di PPKD.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang
Perbendaharaan I (satu) mempunyai fungsi:
a. Menyiapkan bahan penyusunan pedoman teknis,
koordinasi, fasilitasi, pengkajian bahan dan
pengendalian pengeluaran kas pada Belanja tidak
langsung dan Pengeluaran Pembiayaan;
b. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan
pelaksanaan program di sub bidang Perbendaharaan
I (satu);
c. Pelaksanaan verifikasi meneliti dokumen SPM
Belanja Gaji, Tunjangan, Hibah, Bantuan social dan
Pengeluaran Pembiayaan;
d. pelaksanaan proses penerbitan SP2D Untuk Gaji,
Tunjangan, Hibah, Bantuan Sosial dan Pengeluaran
Pembiayaan dan pemeriksaan kebenaran daftar
penguji SP2D;
e. Pelaksanaan penginputan data perubahan gaji,
menerbitkan dan menatausahakan daftar gaji
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai
ketentuan yang berlaku dan menyusun laporan
pelaksanaan;
f. Pelaksanaan verifikasi dan pemrosesan penerbitan
Surat Ketetapan Pemberhentian Pembayaran
(SKPP);
g. Pengadministrasian pemungutan dan pemotongan
pihak Ketiga untuk lingkup pembayaran pada
perbendaharaan I (satu);
h. Penyusunan kebijakan dan pedoman pelaksanaan
APBD;
i. Pengendalian pelaksanaan APBD Pada lingkup kerja
Perbendaharaan I (satu);
j. Pelaksanaan pembayaran berdasarkan permintaan
pejabat penggunaanggaran atas beban rekening Kas
Umum Daerah pada lingkup kerja Perbendaharaan I
(satu);
k. Penyiapan bahan pelaksanaan pinjaman dan
pemberian jaminan atas nama Pemerintah Daerah;
l. Penyiapan bahan pengelolaan utang dan piutang
daerah;
m. Penyajian data dan informasi pada lingkup kerja
perbendaharaan I (satu;)
x. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran
(DPPA) pada sub Bagian Perbendaharaan I (satu);
t. Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP)
pada sub bidang perbendaharaan I (satu);
u. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPIP);
v. Pengkoordinasian penyusunan dan penyiapan
pengkajian bahan kebijakan pedoman teknis,
pembinaan dan pengendalian pelaksanaan
pengeluaran pada Sub bid Perbendaharaan I sesuai
ketentuan yang berlaku;
w. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas sub bidang;
x. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 17
(1) Sub Bidang Perbendaharaan II (dua) dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan Perbendaharaan pada
Belanja Langsung di seluruh SKPD Kabupaten Lombok
Tengah.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang
Perbendaharaan II (dua), mempunyai fungsi:
a. Perumusan dan penetapan program kerja sub
bidang;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan program kerja sub bidang;
c. Penyiapan koordinasi, fasilitasi, pengkajian bahan
dan pengendalian pengeluaran kas pada Belanja
langsung di seluruh SKPD Lingkup Kabupaten
Lombok Tengah.
d. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan
pelaksanaan program di sub bidang
Perbendaharaan II;
e. Pelaksanaan verifikasi Ulang SPJ UP, GU dan TU
SKPD;
f. Pelaksanaan verifikasi meneliti dokumen SPM LS
selain Gaji dan SPM UP,GU dan TU dalam proses
penerbitan SP2D;
g. Pelaksanaan proses penerbitan SP2D Belanja
Langsung dan pemeriksaan kebenaran daftar
penguji SP2D;
h. Pengadministrasian pemungutan dan pemotongan
pihak Ketiga untuk lingkup pembayaran pada
perbendaharaan II;
i. Penyusunan kebijakan dan pedoman pelaksanaan
APBD;
j. Pengendalian pelaksanaan APBD Pada lingkup
kerja Perbendaharaan II;
k. Pelaksanaan pembayaran berdasarkan permintaan
pejabat pengguna anggaran atas beban rekening
Kas Umum Daerah pada lingkup kerja
Perbendaharaan II;
l. Penyajian data dan informasi pada lingkup kerja
perbendaharaan II;
m. Pelaksanaan Dokumen PelaksanaanAnggaran
(DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan
Anggaran (DPPA) pada sub Bagian
Perbendaharaan II;
n. Pelaksanaan Standar Operasional dan Prosedur
(SOP) pada sub bidang perbendaharaan II;
o. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern;
p. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas sub bidang;
q. pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 18
(1) Sub Bidang Pengelolaan Kas Daerah dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan Sub bidang Pengelolaan
Kas Daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang Pengelolaan
Kas Daerah mempunyai fungsi:
a. Perumusan dan penetapan program kerja sub
bidang;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan program kerja sub bidang;
c. Penyiapan bahan penyusunan pedoman teknis,
koordinasi, fasilitasi, pengkajian bahan dan
pengendalian terkait pengelolaan kas di sub bidang
pengelolaan Kas Daerah;
d. Penyusunan penyiapan bahan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan teknis perencanaan dan
pelaksanaan program di sub bidangKas Daerah;
e. Penyiapan pemrosesan penetapan rekening daerah
baik untuk BUD, bendahara pengeluaran dan
bendahara penerimaan;
f. Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data
dalam rangka penyusunan anggaran Kas;
g. Pelaksanaan rekonsiliasi pengeluaran kas
berdasarkan SP2D dengan SKPD dalam rangka
pengen dalian kas;
h. Penyusunan Buku Kas Umum BUD;
i. Pelaksanaan control pemungutan dan pemotongan
pihak Ketiga;
j. Pemantauan pelaksanaan penerimaan dan
pengeluaran APBD oleh bank pemerintah yang telah
ditunjuk;
k. Pengusahaan dana–dana masuk secepatnya ke Kas
Daerah;
l. Pelaksanaan pengaturan dana yang diperlukan
dalam pelaksanaan APBD;
m. Penyiapan bahan pemantauan penerimaan dan
pengeluaran APBD oleh bank dan/ataulem
bagakeuangan lain yang ditunjuk;
n. Pelaksanaan rekonsiliasi arus kas dan koordinasi
dengan bank pemerintah yang ditunjuk;
o. Penyusunan dan penyediaan laporan arus kas dan
operasional secara periodik;
p. Pelaksanaan penyimpanan uang daerah atas nama
rekening KasUmum Daerah;
q. Pemeriksaan, analisis dan pengevaluasian
penerimaan dan pengeluaran kas;
r. Pelaksanaan penempatan uang daerah
danpengelolaan/ penatausahaan investasi;
s. Penyiapan data keadaan kas untuk pengelolaan
utang dan piutang daerahserta pinjaman daerah;
t. Penyajian data dan informasi keadaan kas daerah;
u. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)
dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran
(DPPA);
v. Pelaksanaan Standar Operasional dan Prosedur
(SOP);
w. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern;
x. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
tugas sub bidang;
y. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 5
Bidang Akuntansi dan Pelaporan
Pasal 19
(1) Bidang Akuntansi dan Pelaporan dipimpin oleh Kepala
Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin,
merencanakan, mengatur, mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan sebagian tugas Badan pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah dalam kegiatan Bidang
Akuntansi dan Pelaporan.
(2) Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Bidang Akuntansi dan
Pelaporan mempunyai fungsi :
a. Perumusan dan palaksanaan kebijakan teknis di
Bidang Akuntansi dan Pelaporan;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja/
Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan
program kerja sub bidang di bawahnya;
c. Perumusan kebijakan teknis pembinaan,
pengawasan dan pengendalian program kerja bidang
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
d. Pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka
perencanaan teknis akuntansi dan pelaporan;
e. Penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program,
di bidang akuntansi dan pelaporan;
f. Pelaksanaan analisis data dan penyiapan bahan
penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk
teknis dalam pelaksanaan akuntansi dan pelaporan
pemerintah daerah maupun satuan kerja perangkat
daerah (SKPD);
g. Pembinaan kepada unit kerja terkait dalam rangka
pelaksanaan akuntansi dan pelaporan pemerintah
daerah maupun satuan kerja perangkat daerah
(SKPD);
h. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja terkait
sesuai dengan tugasnya dalam rangka kelancaran
pelaksanaan tugas;
i. Pelaksanaan pembukuan sampai dengan pelaporan
keuangan daerah dalam rangka penyusunan
Laporan Keuangan Daerah dan Pertanggungjawaban
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah;
j. Pelaksanaan peyusunan laporan berkala tentang
Laporan Keuangan Daerah (Sistem Informasi
Keuangan Daerah);
k. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja lain
dan/atau lembaga/organisasi terkait sesuai bidang
tugasnya;
l. Pelaksanaan pemberian petunjuk kepada Kepala Sub
Bidang dan/staf untuk kelancaran pelaksanaan
tugas;
m. Pelaksanaan pengendalian pelaksanaan tugas Kepala
Sub Bidang dan/staf berdasarkan rencana kerja
yang telah ditetapkan;
n. Pelaksanaan monitoring, evaluasi serta pelaporan
dalam lingkup Bidang Akuntansi dan Pelaporan;
o. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang
diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang
tugasnya.
Pasal 20
(1) Sub Akuntansi Pendapatan dan Belanja dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan sebagian tugas bidang akuntasi dan
pelaporan di sub bidang Akuntansi Pendapatan dan
Belanja.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Akuntansi
Pendapatan dan Belanja, mempunyai fungsi:
a. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis
operasional Sub Bidang Akuntansi Pendapatan dan
Belanja;
b. perumusan dan penetapan program kerja sub
bidang;
c. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan program kerja sub bidang;
d. Penyiapan dan pengumpulan data dan bahan Sub
Bidang Akuntansi Pendapatan dan Belanja sebagai
bahan penyusunan rencana kegiatan;
e. Penyiapan bahan rancangan peraturan kepala
daerah tentang kebijakan akuntansi, khususnya
terkait kebijakan akuntansi pendapatan dan belanja;
f. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan, pedoman
dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan akuntansi
pendapatan dan belanja PPKD maupun akuntansi
satuan kerja perangkat daerah (SKPD);
g. Pelaksanaan pembinaan dan asistensi kepada unit
kerja terkait dalam rangka pelaksanaan akuntansi
pendapatan dan belanja PPKD maupun satuan kerja
perangkat daerah (SKPD);
h. Pelaksanaan akuntansi penerimaan kas dan
pengeluaran PPKD berdasarkan transaksi bukti-
bukti yang sah serta menyusun rekapitulasi
pendapatan dan belanja sebagai bahan input data
realisasi pendapatan dan belanja;
i. Penyiapan bahan dan pelasksanaan rekonsiliasi
data pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan
satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan
menyajikan dalam berita acara rekonsiliasi (BAR);
j. Penyiapan bahan dan pelasksanaan rekonsiliasi
data pendapatan, belanja dan pembiayaan dengan
Bidang Perbendaharaan untuk bahan penyusunan
Laporan Realisasi Anggaran PPKD;
k. Melaksanakan koordinasi dengan unit kerja lain
dan/atau lembaga/organisasi terkait sesuai bidang
tugasnya;
l. Pelaksanaan pengendalian pelaksanaan tugas staf
berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
m. Pelasanaan evaluasi kegiatan staf untuk mengetahui
kesesuaiannya dengan rencana kerja;
n. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
dalam lingkup Sub Bidang Akuntansi Pendapatan
dan Belanja;
o. Pelaksanaan tugas - tugas kedinasan lain yang
diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang
tugasnya.

Pasal 21
(1) Sub Bidang Akuntansi Aset dan Kewajiban dipimpin
oleh Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi
dan mengendalikan kegiatan bawahan dalam
melaksanakan sebagian tugas bidang Akuntansi dan
Pelaporan di sub bidang Akuntansi Aset dan Kewajiban.
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang Akuntansi
Aset dan Kewajiban, mempunyai fungsi:
a. perumusan dan penetapan program kerja sub
bidang;
b. pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan program kerja sub bidang;
c. perumusan kebijakan teknis pembinaan,
pengawasan dan pengendalian program kerja sub
bidang sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
d. Penyiapan dan pengumpulan data dan bahan Sub
Bidang Akuntansi Aset dan Kewajiban sebagai bahan
penyusunan rencana kegiatan;
e. Penyiapan bahan rancangan peraturan kepala
daerah tentang kebijakan akuntansi, khususnya
terkait kebijakan Akuntansi Aset dan Kewajiban;
f. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan, pedoman
dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan akuntansi
Aset dan Kewajiban PPKD maupun Akuntansi Aset
dan Kewajiban satuan kerja perangkat daerah
(SKPD);
g. Pelaksanaan pembinaan dan asistensi kepada unit
kerja terkait dalam rangka pelaksanaan Akuntansi
Aset dan Kewajiban PPKD maupun satuan kerja
perangkat daerah (SKPD);
h. Pelaksanaan pembinaan dan asistensi kepada unit
kerja terkait dalam rangka pelaksanaan akuntansi
aset dan kewajiban PPKD maupun satuan kerja
perangkat daerah (SKPD);
i. Pelaksanaan akuntansi aset dan selain kas kecuali
kas terkait dengan pembiayaan PPKD berdasarkan
transaksi bukti-bukti transaksi yang sah sebagai
bahan input data realisasi pembiayaan dan neraca;
j. Penyiapan bahan dan pelaksanaan rekonsiliasi data
terkait aset tetap dan/atau belanja modal dengan
Bidang Pengelolaan Aset BPKAD dan SKPD dalam
rangka pelaksanaan koordinasi, integrasi dan
sinkronisasi data aset tetap/barang milik daerah
sebagai bahan penyusunan Neraca;
k. Penyiapan bahan dan pelaksanaan rekonsiliasi
terkait data pendapatan asli daerah dengan Badan
Pengelolaan Pendapatan Daerah dan SKPD terkait,
khususnya terkait data Surat Ketetapan Pajak
Daerah (SKP-D) dan Surat Ketetapan Retribusi (SKR-
D) dalam rangka sinkronisasi data Piutang Pajak
dan Retribusi Daerah sebagai bahan penyusunan
Neraca;
l. Penyiapan bahan dan pelaksanaan rekonsiliasi data
dengan unit kerja/bidang terkait lainnya dalam
rangka sinkronisasi data aset dan kewajiban lainnya
sebagai bahan penyusunan Neraca;
m. Penyiapan bahan dan menghimpun Laporan
Keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
sebagai bahan penyusunan Neraca;
n. Penyiapan dan pengumpulan data-data lain yang
diperlukan.
o. Pelaksanaan koordinasi dengan unit kerja lain
dan/atau lembaga/organisasi terkait sesuai bidang
tugasnya;
p. Pelaksanaan pengendalian pelaksanaan tugas staf
berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
q. Pelasanaan evaluasi kegiatan staf untuk mengetahui
kesesuaiannya dengan rencana kerja;
r. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
dalam lingkup Sub Bidang Akuntansi Pendapatan
dan Belanja;
s. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang
diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang
tugasnya.
Pasal 22
(1) Sub Bidang Pelaporan dipimpin oleh Kepala Sub Bidang
yang mempunyai tugas pokok memimpin,
merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi dan
mengendalikan kegiatan bawahan dalam melaksanakan
sebagian tugas Bidang Akuntansi dan Pelaporan di Sub
Bidang Pelaporan .
(2) Untuk melaksanakan tugas Pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang Pelaporan
mempunyai fungsi:
a. Perumusan dan penetapan program kerja sub
bidang;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran
(RKA/DPA) dan program kerja sub bidang;
c. Perumusan kebijakan teknis pembinaan,
pengawasan dan pengendalian program kerja sub
bidang sesuai ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
d. Penyiapan dan pengumpulan data dan bahan Sub
Bidang Pelaporan sebagai bahan penyusunan
rencana kegiatan;
e. Penyiapan bahan penyusunan kebijakan, pedoman
dan petunjuk teknis dalam pelaksanaan Pelaporan
Keuangan Daerah maupun Pelaporan Keuanganan
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);
f. Pelaksanaan pembinaan dan asistensi kepada unit
kerja terkait dalam rangka Penyusunan Laporan
Keuangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD);
g. Pengumpulan dan pengolahan data serta informasi
yang berhubungan dengan Laporan Keuangan
Daerah;
h. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD;
i. Pelaksanaan konsolidasi Laporan Keuangan PPKD
dengan Laporan Keuangan SKPD menjadi Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah;
j. Penyiapan bahan dan penyusunan laporan
pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja
(APBD) secara berkala meliputi laporan bulanan,
triwulanan, dan laporan semesteran.
k. Penyiapan bahan dan penyusunan Laporan
Keuangan Akhir Tahun dalam rangka review LKPD
oleh Inspektorat;
l. Penyiapan bahan dan penyusunan Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah untuk disampaikan
kepada BPK-RI.
m. Penyiapan bahan-bahan yang diperlukan dan
memfasilitasi kegiatan pemeriksaan (audit) Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan
oleh BPK-RI.
n. Penyiapan Rancangan Peraturan Daerah tentang
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD;
o. Penyiapan Rancangan Peraturan Bupati tentang
Penjabaran Pertanggungjawaban APBD;
p. Penyiapan bahan dan penyusunan laporan-laporan
atau informasi keuangan lainnya sesuai dengan
permintaan pemangku kepentingan, baik Pemerintah
Propinsi, Kementerian Keuangan, Kemernterian
Dalam Negeri dan/atau pemangku kepentingan
lainnya;
q. Penyiapan bahan-bahan yang diperlukan dan
memfasilitasi kegiatan pemeriksaan di lingkungan
BPKAD, baik yang dilaksanakan oleh BPK-RI, BPKP,
Inspektorat Provinsi maupun Inspektorat Kabupaten
atau Pemeriksa lainnya.
r. Penghimpunan, pendokomentasian dan
penyimpanan semua informasi terkait Pelaporan
Keuangan Pemerintah Daerah;
s. Pelaksanaan pengendalian pelaksanaan tugas staf
berdasarkan rencana kerja yang telah ditetapkan;
t. Pelasanaan evaluasi kegiatan staf untuk mengetahui
kesesuaiannya dengan rencana kerja;
u. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
dalam lingkup Sub Bidang Akuntansi Pendapatan
dan Belanja;
v. Pelaksanaan tugas-tugas kedinasan lain yang
diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang
tugasnya.

Paragraf 6
Bidang Aset Daerah
Pasal 23
(1) Bidang Aset Daerah dipimpin oleh Kepala Bidang yang
berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada
kepala badan yang mempunyai tugas pokok memimpin
dan mengkoordinasikan kegiatan Sub Bidang yang
berada dibawahnya dalam rangka pelaksanaan kegiatan
pengelolaan aset daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Kepala Bidang Aset Daerah mempunyai
fungsi:
a. Perumusan dan penetapan program kerja dan
Penetapan Kinerja Bidang;
b. Pengkoordinasian penyusunan Rencana Kerja
Anggaran/Dokumen Pelaksanaan Anggaran (RKA/
DPA) dan Program Kerja sub bidang dibawahnya;
c. Perumusan pedoman dan petunjuk teknis dibidang
pengelolaan aset daerah;
d. Perumusan pedoman dan petunjuk teknis dibidang
penilaian dan ganti rugi aset daerah;
e. Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi
pengelolaan aset daerah sesuai ketentuan yang
berlaku;
f. Penyiapan bahan perumusan pedoman dan petunjuk
teknis bidang aset daerah sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
g. Penyiapan bahan koordinasi, konsultasi dan
sinkronisasi di bidang pengelolaan aset daerah dengan
pemerintah daerah provinsi, departemen/lembaga
pemerintah non departemen dan /atau instansi terkait
sesuai ketentuan yang berlaku;
h. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dibidang
pengelolaan aset daerah;
i. Pengkoordinasian, perumusan, penetapan dan
pelaksanaan kebijakan daerah kabupaten dibidang
aset daerah;
j. Pengelolaan pelaksanaan pengadaan aset daerah
lingkup pemerintah daerah sesuai peraturan yang
berlaku;
k. Pelaksanaan penata usahaan aset daerah lingkup
pemerintah daerah sesuai peraturan yang berlaku;
l. Pelaksanaan pengawasan aset daerah lingkup
pemerintah daerah sesuai peraturan yang berlaku;
m. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas;
n. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 24
(1) Sub Bidang Pengadaan dan Pengawasan dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan
kegiatan dalam pengadaan dan pengawasan aset daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Kepala Sub Bagian Pengadaan dan
Pengawasan mempunyai fungsi:
a. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan program
kerja Sub Bagian;
b. Penyiapan bahan perumusan pedoman dan petunjuk
teknis pengadaan dan pengawasan aset daerah
sesuai ketentuan yang berlaku;
c. Penyiapan bahan pengadaan dan pengawasan aset
daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
d. Pengumpulan, pengolahan dan analisa data di bidang
pengadaan dan pengawasan aset daerah sebagai
bahan penyusunan rencana dan program kerja sub
bidang;
e. Pelaksanaan pengadaan dan pengawasan aset daerah
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f. Pelaksanaan pengamanan status kepemilikan barang
aset daerah sesuai peraturan perundang-undangan.
g. Pengkajian dan pemberian pertimbangan teknis
terhadap permasalahan di bidang pengadaan dan
pengawasan aset daerah;
h. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas sub bagian;
i. Pelaksanaan tugas-tugas lainnya yang dilimpahkan
oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Pasal 25
(1) Sub Bidang Penatausahaan dipimpin oleh Kepala Sub
Bidang yang mempunyai tugas pokok memimpin,
mengatur, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan
dalam penatausahaan aset daerah.
(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang
Penatausahaan mempunyai fungsi:
a. Penyusunan Rencanan Kerja Anggaran/Dokumen
Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan program kerja
Sub Bidang;
b. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
penatausahaan aset daerah;
c. Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi
penyelenggaraan penatausahaan aset daerah;
d. Pelaksanaan pembukuan barang daerah baik barang
bergerak dan barang tidak bergerak sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
e. Mengiventarisir dan analisis data aset daerah;
f. Pelaksanaan pemberian izin penggunaan barang
milik daerah;
g. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Sub Bagian;
h. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
Pasal 26
(1) Sub Bidang Penilaian dan Pemanfaatan dipimpin oleh
Kepala Sub Bidang yang mempunyai tugas pokok
memimpin, mengatur, mengawasi dan
mengkoordinasikan kegiatan dalam penilaian dan ganti
rugi aset daerah.

(2) Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana


dimaksud pada ayat (1), Kepala Sub Bidang Penilaian
dan Pemanfaatan mempunyai fungsi:

a. Penyusunan Rencanan Kerja Anggaran/Dokumen


Pelaksanaan Anggaran (RKA/DPA) dan program kerja
Sub Bidang;
b. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
penilaian dan ganti rugi aset daerah;
c. Penyiapan bahan koordinasi dan konsultasi
pelaksanaan penilaian dan ganti rugi aset daerah;
d. Pengumpulan, pengolahan dan analisa data nilai aset
daerah;
e. Pelaksanaan penilaian dan ganti rugi barang daerah
baik barang bergerak dan barang tidak bergerak
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
f. Penyiapan bahan pedoman dan petunjuk teknis
bidang penilaian dan ganti rugi aset daerah;
g. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan tugas Sub Bagian;
h. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang dilimpahkan oleh
atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Paragraf 6
Kelompok Jabatan Fungsional

Pasal 27
Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas pokok Badan sesuai dengan
keahlian dan kebutuhan.

Pasal 28
(1) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud
dalam pasal 27 terdiri dari tenaga dalam jenjang
jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai
kelompok sesuai dengan bidang keahliannya;
(2) Setiap kelompok jabatan fungsional sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh tenaga fungsional
senior yang ditetapkan oleh Bupati dan bertanggung
jawab kepada kepala Badan;

(3) Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada


ayat (1) ditentukan berdasarkan sifat, jenis, kebutuhan
dan beban kerja;

(4) Jenis dan jenjang jabatan fungsional sebagaimana


dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai peraturan
perundang-undangan.
BAB IV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 29

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal


diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan
pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya
dalam Berita Daerah Kabupaten Lombok Tengah.

Ditetapkan di Praya
pada tanggal 30 Desember 2016

BUPATI LOMBOK TENGAH,

H. MOH. SUHAILI FT.


Diundangkan di Praya
pada tanggal 2016

SEKRETARIS DAERAH,

H. NURSIAH

BERITA DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2016 NOMOR


Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Daerah Kab. Lombok Tengah Lampiran : Peraturan Bupati Lombok Tengah
Nomor : Tahun 2016
Tanggal :
Tentang : Rincian Tugas Pokok dan Fungsi Badan
Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Lombok Tengah
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN LOMBOK TENGAH

KEPALA BADAN

KELOMPOK JABATAN
FUNGSIONAL

SEKRETARIAT

Bidang Bidang Bidang Bidang


Anggaran Pembendaharaan Akuntansi dan Aset Daerah Sub Bagian
Pelaporan Umum dan
Kepegawaian

Sub Bidang
Sub Bidang Sub Bidang Akuntansi Sub Bidang Pengadaan Sub Bagian
Pembendaharaan I
Penyusunan Anggaran Pendapatan & Belanja dan Pengawasan Perencanaan
pendapatn

Sub Bidang Sub Bidang Sub Bidang Sub Bidang


Sub Bagian
Penyusunan Anggaran Pembendaharaan II Asset dan Kewajiaban Penatausahaan
Keuangan
Belanja

Sub Bidang Sub Bidang Sub Bidang Sub Bidang


Administrasi Anggaran Pengelolaan Kas Pelaporan Penilaian & Pemanfaatan
Daerah

BUPATI LOMBOK TENGAH,

H. MOH. SUHAILI FT