Anda di halaman 1dari 9

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)

Perumbuhan dan Perkembangan Pada


Masa Bayi

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Tumbuh Kembang Pada Masa Bayi

Subtopik : Tumbuh Kembang Pada Masa Bayi

Tempat : RKB Keperawatan Kelas IA

Hari / Tanggal : Rabu / 21 Oktober 2015

Waktu : 1×30 menit

Tujuan

1. Tujuan Umum

Setelah diberikan penyuluhan selama 1×30 menit, klien mampu mengerti dan memahami
tentang masalah tumbuh kembang pada bayi.

2. Tujuan Khusus

Setelah diberikan penyuluhan selama 1×30 menit diharapkan klien dapat:

1. Menyebutkan pengertian pertumbuhan dan perkembangan dengan benar.


2. Menyebutkan stimulasi tumbuh kembang bayi.
3. Menjelaskan proses tumbuh kembang bayi sesuai umur.
4. Menyebutkan kebutuhan pada masa bayi.

Sasaran : Teman

Strategi Pelaksanaan

1. Hari / Tanggal : Rabu / 21 Oktober 2015


2. Waktu : 11.40 Wita
3. Tempat : RKB Keperawatan Kelas IA
Metode : Ceramah, Tanya Jawab.

Materi Terlampir

Penjelasan.

Mempelajari tumbuh kembang memang sangat menarik karena cara manusia tumbuh
menjadi besar dan berkembang merupakan proses yang mengagumkan dan banyak
menyimpan misteri yang belum terungkap. Istilah tumbuh merupakan peristiwa
bertambahnya ukuran fisik dan structural tubuh, sedangkan perkembangan merupakan
peristiwa bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Laju tumbuh kembang
setiap individu tidak selalu sama.

Ketika dalam kandungan dan dua tahun pertama setelah lahir, proses tumbuh kembang
berlangsung pesat sekali. Selanjutnya berkurang perlahan lahan pada umur 3-4 tahun. Seiring
dengan pertumbuhan jasmaninya terjadi perkembangan jiwa, intelegensi, dan perilaku anak.

Peristiwa tumbuh kembang banyak dipengaruhi oleh faktor genetic, gizi, dan lingkungan.
Faktor genetik diturunkan dari orang tuanya. Dengan demikian, yang dapat diupayakan
adalah peningkatan gizi dan penciptaan lingkungan hidup yang mendukung.

Seperti yang kita ketahui bahwa masa bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit, seperti
flu, diare, bronchitis, atau penyakit infeksi lainnya. Jika anak sering menderita sakit dapat
menghambat atau mengganggu proses tumbuh kembangnya.

1. Pengertian pertumbuhan dan perkembangan


2. Stimulasi tumbuh kembang
3. Proses tumbuh kembang bayi
4. Kebutuhan pada masa bayi

Referensi.

Sulistijani, Dina Agoes, dan Maria Poppy. 2001. Menjaga kesehatan bayi dan balita. Jakarta
: Puspa Swara

Mansur, Herawati, dan Temu Budiarti. 2014. PSIKOLOGI ibu dan anak. Malang : Salemba
Medika

Davies, Lorna dan Mc Donald, Sharon. 2012. Pemeriksaan kesehatan bayi pendekatan
multidimensi. Diterjemahkan oleh Ni putu indri mahayuni. Jakarta : EGC

Media

1. Materi pertumbuhan dan perkembangan


2. Leaflet

Proses Pelaksanaan

NO. Pelaksanaan Kegiatan Petugas Kegiatan Peserta Edukasi


* Mengucapkan salam dan * Menjawab salam dan
perkenalan berespon terhadap kegiatan
yang ada
* Menjelaskan tujuan umum
1. Persiapan 5 menit dan tujuan khusus penyuluhan * Mendengarkan penjelasan
tentang tujuan penyuluhan
* Menggali pengalaman awal
tentang pengertian pertumbuhan * Menjawab pertanyaan
dan perkembangan dari petugas
* Menyampaikan materi
penyuluhan tentang :

1. Pengertian pertumbuhan &


perkembangan

2. Stimulus tumbuh kembang


* Mendengarkan informasi
3. Proses tumbuh kembang selama proses penyuluhan
bayi
2. Pelaksanaan 15 menit * Bertanya secara aktif
4. Kebutuhan pada masa bayi tentang hal-hal yang belum
dipahami selama pross
* Memberikan kesempatan penyuluhan
kepada peserta edukasi untuk
menanyakan hal-hal yang belum
dimengerti

* Menciptakan suasana yang


kondusif saat menyampaikan
materi
* Melakukan evaluasi
pemahaman dengan memberikan
pertanyaan secara langsung * Menjawab pertanyaan
kepada peserta edukasi selama dari petugas
evaluasi
3. Evaluasi 10 menit
* Mendengarkan
* Menyampaikan materi kesimpulan dari materi
penyuluhan penyuluhan

* Terminasi

Evaluasi

Melakukan evaluasi dengan memberi pertanyaan secara langsung disesuaikan dengan tujuan
penyuluhan. Adapun beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam proses evaluasi adalah :

1. Pengertian pertumbuhan & perkembangan


2. Stimulus tumbuh kembang
3. Proses tumbuh kembang bayi
4. Kebutuhan pada masa bayi

Pengorganisasian

1. Moderator : Amanda F. Van Gobel


2. Pemateri : – Puji Riani Ilahude

– Nabila Fricilya Amrain

3. 3. Notulen : Nirwana Polamolo

Lampiran 1 Materi Penyuluhan

Lampiran 2 Absensi

Lampiran Materi

PENDAHULUAN.

Mempelajari tumbuh kembang memang sangat menarik karena cara manusia tumbuh
menjadi besar dan berkembang merupakan proses yang mengagumkan dan banyak
menyimpan misteri yang belum terungkap. Istilah tumbuh merupakan peristiwa
bertambahnya ukuran fisik dan structural tubuh, sedangkan perkembangan merupakan
peristiwa bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh. Laju tumbuh kembang
setiap individu tidak selalu sama.

Ketika dalam kandungan dan dua tahun pertama setelah lahir, proses tumbuh kembang
berlangsung pesat sekali. Selanjutnya berkurang perlahan lahan pada umur 3-4 tahun. Seiring
dengan pertumbuhan jasmaninya terjadi perkembangan jiwa, intelegensi, dan perilaku anak.

Peristiwa tumbuh kembang banyak dipengaruhi oleh faktor genetic, gizi, dan lingkungan.
Faktor genetik diturunkan dari orang tuanya. Dengan demikian, yang dapat diupayakan
adalah peningkatan gizi dan penciptaan lingkungan hidup yang mendukung.

Seperti yang kita ketahui bahwa masa bayi dan balita sangat rentan terhadap penyakit, seperti
flu, diare, bronchitis, atau penyakit infeksi lainnya. Jika anak sering menderita sakit dapat
menghambat atau mengganggu proses tumbuh kembangnya.

TUMBUH KEMBANG BAYI DAN BALITA

1. Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada dasarnya, manusia selalu tumbuh dan berkembang untuk melakukan proses kehidupan.
Hal ini mempengaruhi tubuh manusia itu sendiri. Pertumbuhan berkaitan dengan kuantitas
dan perkembangan lebih pada kualitas.

 Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran berbagai organ tubuh. Pertumbuhan berhubungan
dengan bertambahnya ukuran dan volume serta jumlah sel yang mengakibatkan
bertambahnya ukuran makhluk hidup.

 Perkembangan

Perkembangan adalah proses pematangan fungsi organ tubuh, berkaitan dengan pematangan
sifat dan karakter manusia, lebih bersifat kualitatif.

Kecepatan pertumbuhan pada setiap tahapan usia berbeda beda. Sebagai contoh dapat
diperhatikan penjelasan berikut.

 Otak bayi tumbuh sangat cepat selama dalam proses kandungan dan pertumbuhannya
akan lengkap pada usia 2 tahun.
 Waktu lahir, tengkorak bayi sudah berukuran ¾ dari ukuran dewasa.
 Pertumbuhan organ sex berlangsung lambat pada masa kanak kanak, tetapi melaju
pada masa akil baliq
 Umumnya, pada usia 4 bulan pertama, berat badan bayi 2x lebih besar dibandingkan
waktu baru lahir dan pada usia 4 tahun, panjang / tingginya menjadi 2x lebih besar
dibandingkan waktu lahir.

Pemantauan pertumbuhan dapat dilakukan dengan menimbang berat badan dan mengukur
tinggi badan secara teratur pada waktu tertentu sehingga normal tidaknya pertumbuhan anak
dapat diketahui.

2. Stimulasi Tumbuh Kembang

Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua, agar anak dapat
tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Upaya untuk merangsang
tumbuh kembang anak disebut stimulasi tumbuh kembang anak.

Perkembangan anak meliputi 4 aspek, yaitu :

1. Perkembangan gerak kasar.


2. Perkembangan gerak halus
3. Perkembangan bicara, bahasa, dan kecerdasan, serta
4. Perkembangan pergaulan dan percaya diri.

Jenis perkembangan anak yang perlu di stimulasi sebagai berikut:

 Kemampuan gerak
 Kemampuan berbicara
 Kecerdasan
 Kemandirian/ percaya diri
 Kemampuan bergaul

Stimulasi dapat dilakukan sejak bayi baru lahir. Kegiatan ini sebenarnya tidak memerlukan
waktu khusus, tetapi dapat dilakukan bersamaan dengan kegiatan mengasuh dan merawat
bayi setiap hari seperti saat mandi dan menggantikan popok
Dalam melakukan stimulasi tumbuh kembang, ada beberapa prisip dasar yang perlu
diperhatikan yakni :

1. Stimulasi dilakukan dengan dilandasi rasa cinta dan kasih sayang


2. Lakukan stimulasi dengan cara mengajak bermain.
3. Lakukan stimulasi secara bertahap dan berkelanjutan sesuai umur bayi.
4. Gunakan alat bantu atau permainan yang sederhana dan aman untuk bayi.
5. Memberikan pujian apabila anak berhasil melakukan kegiatan stimulasi.

1. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi

NO. USIA BAYI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN


· Menggerakkan kepala dari sisi ke sisi pada saat posisi
tengkurap

· Cengkraman yang kuat


1. 1 bulan
· Menatap tangan dan jari-jari

· Mengikuti gerakan dengan mata


· Menahan kepala dan leher sebentar pada saat telungkup

· Membuka dan menutup tangan, pukulan diarahkan tanpa arah


2. 2 bulan
· Mulai bermain dengan jari-jari, membuat asosiasi (menangis
berarti digendong atau diberi makan)

· Tersenyum dengan responsif, mengadakan kontak mata


· Meraih dan mengambil objek, kepala tegak saat digendong,
mulai merasakan beban pada kaki

· Mengenggam objek dengan tangan, mengisap ibu jari dan


3. 3 bulan meninju

· Berguman, memekik

· Menirukan anda saat anda menjulurkan lidah, mulai tertawa


· Mendorong badan ke atas dengan tangan pada posisi
telungkup, duduk bertumpu pada lengan

· Mengambil objek, menggenggam seperti menggunakan


sarung tangan
4. 4 bulan
· Tertawa keras, mengamati dengan akurat

· Menikmati bermain dan mungkin menangis ketika dihentikan,


mengangkat lengan sebagai isyarat “gendonglah aku”
5. 5 bulan · Mulai berguling ke salah satu sisi badan
· Belajar memindahkan objek dari tangan yang satu ke tangan
yang lain

· Meniup raspberry (menyemburkan busa)

· Menjangkau mama atau papa dan menangis kalau ditinggal


· Berguling ke sisi kiri dan kanan

· Memakai tangan untuk menyambar objek kecil


6. 6 bulan
· Berceloteh

· Mengenali wajah pengasuh, keluarga dan teman yang sudah


akrab
· Bergerak sedikit – mulai merangkak

· Belajar menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya


7. 7 bulan
· Berceloteh dengan cara yang lebih kompleks

· Merespon ekspresi emosi orang lain


· Duduk tanpa dibantu

· Mulai bertepuk tangan


8. 8 bulan
· Merespon kata-kata yang sudah akrab, melihat ketika
dipanggil

· Bermain permainan interaktif seperti cilukba


· Mungkin mencoba naik/merangkak ke atas tangga

· Menguasai genggaman cubit


9. 9 bulan
· Belajar keberadaan objek — bahwa sesuatu ada bahkan kalau
mereka tidak dapat melihatnya

· Sedang takut-takutnya sama orang asing


· Menarik diri untuk berdiri

· Menyusun dan mengurutkan mainan

10 10 bulan · Melambaikan bye-bye dan mengangkat tangan untuk


mengatakan “naik”

· Belajar memahami sebab akibat. Contoh: saya menangis,


mama datang
11. 11 bulan · Menjelajah menggunakan perabotan
· Membalik halaman saat anda membaca

· Memanggil mama atau papa dengan “mama” atau ” dada”


· Berdiri tanpa dibantu dan mungkin memulai langkah pertama

· Membantu pada saat dipakaikan baju (memasukkan tangan ke


lengan baju)
12. 12 bulan
· Mengucapkan kira-kira 2 sampai 3 kata (biasanya “mama”
dan”dada”)

· Bermain permainan meniru seperti pura-pura sedang nelpon

2. Kebutuhan pada masa bayi

NO. USIA BAYI KEBUTUHAN ESENSIAL JENIS LAYANAN


* Inisiasi menyusui dini

* Pemberian asi ekslusif


Asupan gizi seimbang
* Pemberian makanan bergizi
seimbang bagi ibu

* Suplementasi gizi bagi ibu


* Pencatatan berat dan panjang
lahir
1. Bayi 0-28 hari
* Manajemen terpadu bayi muda
Asupan bayi baru lahir (MTBM) yang mencakup antara
lain, pemeriksaan, kesehatan,
penganan penyakit, injeksi
vitamin, perawatn tali
pusar,menjaga bayi tetap hangat.
Pencegahan penyakit Pemberian imunisasi
Tumbuh kembang normal Stimulasi tumbuh kembang
Akta kelahiran Pencatatan kelahiran
* Pemberian ASI

* makanan bergizi dan suplemen


Asupan gizi seimbang gizi makro pada ibu
2. Bayi 1-12 bulan
* Pemberian ASI dimulai pada
usia 6 bulan
Tumbuh kembang normal * Penimbangan setiap bulan
* Stimulasi dini

* Penyuluhan stimulasi tumbuh


kembang bagi ibu, keluarga, dan
pengasuh lainnya

* Deteksi dan intervensi dini


tumbuh kembang
* Imunisasi lengkap sebelum
Pencegahan & pengobatan usia 1 bulan
penyakit
* Pencegahan penyakit menular