Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PEMERIKSAAN AGREGAT HALUS

PERCOBAAN 1-A

KANDUNGAN LUMPUR

A. MAKSUD dan TUJUAN


a. Dapat menerangkan prosedur pelaksanaan percobaan.
b. Dapat menentukan banyaknya kandungan butir lebih kecil dari 50 micron (lumpur)
yang terdapat dalam pasir.
B. ALAT dan BAHAN
a. Timbangan dengan ketelitian 1 gram.
b. Bejana gelas diameter 10 cm dan tinggi 20 cm.
c. Pengaduk.
d. Cawan.
e. Oven.
f. Pasir kering.
g. Air.
C. PROSEDUR PELAKSANAAN PERCOBAAN
Percobaan kandungan lumpur dengan cara cucian
a. Timbang pasir kering ± 100 gram dalam keadaan kering oven.
b. Masukkan pasir ± 100 gram ke dalam bejana gelas diameter 10 cm dan tinggi 20
cm.
c. Tuangkan air ke dalam bejana gelas sampai pasir jenuh air dan air mencapai
ketinggian ± 12 cm di atas permukaan pasir.
d. Setelah terisi air, kemudian aduk perlahan - lahan sampai keruh dan diamkan
selama ± 1 menit.
e. Buang atau tuang air perlahan - lahan dari bejana gelas sampai air tersisa
setengahnya. Penuangan air dilakukan secara perlahan - lahan agar pasir tidak
ikut terbuang.
f. Setelah itu tambahkan kembali air bersih sampai tingginya ± 12 cm di atas
permukaan pasir.
g. Lalu aduk kembali perlahan – lahan sampai keruh dan diamkan selama ± 1 menit.
h. Buang atau tuang kembali air perlahan – lahan dari bejana gelas sampai iar tersisa
setengahnya.
i. Lakukan pencucian berkali – kali sampai air tetap jernih setelah diaduk.
j. Setelah air jernih buang atau tuang seluruh air. Tuang perlahan – lahan dan jangan
sampai pasir ikut terbuang.
k. Sisa contoh pasir yang telah dicuci ditaruh di cawan dan dipanaskan dalam oven
sampai kering. Setelah kering dan dingin, pasir ditimbang dengan teliti
menggunakan timbangan dengan ketelitian 1 gram.
l. Selisih berat semula dengan berat setelah dicuci adalah bagian yang hilang
(kandungan lumpur atau butiran < 50 micron).
m. Percobaan dilakukan 2 kali, lalu dihitung hasil rata-ratanya.
D. HASIL PERCOBAAN
Sistem Pencucian
Percobaan 1
a. Berat pasir mula – mula = 100 gram
b. Berat setelah dicuci = 88 gram

Berat lumpur = 12 gram


Kandungan lumpur = Berat lumpur
X 100 %
Berat pasir mula – mula K
a
= 12 n
dX 100 %
100 uK
na
= 12% gn
ad
Percobaan 2 nu
a. Berat pasir mula – mula = 100 gram Ln
b. Berat setelah dicuci = 90 gram ug
ma
Berat lumpur = 10 gram pn
urL
Kandungan lumpur = Berat lumpur
=u 100 %
X
𝐵m
Berat pasir mula – mula 𝑒𝑟
Kp
𝑎𝑡
aur
= 10 𝑙𝑢
n𝑚=
d𝑝X 100 %
𝐵
100 𝑢𝑟
u𝑒𝑟 K
𝐵𝑎𝑡
n𝑒𝑟a𝑙𝑢
= 1% g𝑎𝑡n𝑚
a𝑝d
𝑝𝑎
Berat rata – rata = 12 + 10 𝑠𝑖𝑢𝑟
n𝑟u𝐵
%
2 L n
𝑚𝑒𝑟
= 11% u𝑎𝑡
𝑢𝑙 g
𝑎𝑝𝑎a
m
E. SYARAT dan KETENTUAN −𝑠𝑖
p𝑚n𝑟
Syarat dan ketentuan pasir menurut PBI 1971 N.I-2, Pasal 3.3 L Agregat Halus (Pasir) :
ur𝑚
𝑢𝑙
1. Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari𝑎=𝑢𝑙 u5% (ditentukan terhadap berat
× 𝑎
kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah bagian – bagian 𝐵m yang dapat melalui ayakan

1𝑚
𝑒𝑟p
0,063 mm. Apabila kandungan lumpur melampaui 5%, maka 𝑎𝑡 agregat halus harus dicuci.
0
𝑙𝑢ur
𝑢𝑙
F. KESIMPULAN 0 𝑎
𝑚=
Rata – rata kandungan lumpur dengan sistem pencucian hasilnya %
𝑝 × sebesar 11%. Nilai ini tidak
𝐵
memenuhi syarat PBI 1971 N.I, Pasal 3.3 Agregart Halus (Pasir) 𝑢𝑟1 yaitu agregat halus tidak
𝑒𝑟
𝐵𝑎𝑡
boleh mengandung lumpur lebih dari 5%. Sehingga dapat disimpulkan=𝑒𝑟0
𝑙𝑢 bahwa agregat halus
0
𝑎𝑡
𝑚
2.
(pasir) ini tidak memenuhi persyaratan bahan bangunan yang baik untuk digunakan sebagai
%
𝑝𝑎
𝑝
51
bahan konstruksi. 𝑠𝑖𝑢𝑟
00
𝑟𝐵
G. SARAN 𝑚=
×𝑒𝑟
𝑢𝑙𝑎𝑡
2.
1
𝑎𝑝𝑎
51
0𝑠𝑖

00
𝑚𝑟
0
𝑢𝑙×
𝑚
%
𝑎𝑢𝑙
1
×𝑎
=0

1𝑚
1.
a. Dalam percobaan kandungan lumpur dengan sistem pencucian harus dilakukan
dengan hati-hati agar pasir tidak ikut terbuang.
b. Untuk kandungan lumpur yang melebihi batas yang ditetapkan yaitu > 5%, dapat
dilakukan pencucian terlebih dahulu agar kandungan lumpurnya berkurang,
sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi.
H. LAMPIRAN

I. DAFTAR PUSTAKA

KOTORAN ORGANIS AGREGAT HALUS

A. MAKSUD dan TUJUAN


a. Dapat menerangkan prosedur pelaksanaan percobaan.
b. Dapat menentukan prosentase zat organis yang terkandung dalam agregat halus.
B. ALAT dan BAHAN
a. Gelas ukur berkapasitas 250 cc, 2 buah.
b. Pasir kering.
c. NaOH 3%.
d. Air.
e. Plastik.
f. Karet.
C. PROSEDUR PELAKSANAAN PERCOBAAN
a. Masukkan pasir kering ke dalam gelas ukur berkapasitas 250 cc sampai tinggi ± 130
cc.
b. Tambahkan larutan NaOH 3% kedalam gelas ukur sampai meresap ke dalam pasir
(jenuh) setinggi ± 200 cc.
c. Tutup mulut gelas ukur dengan plastik lalu ikt menggunakan karet hingga rapat dan
kocok – kocok gelas ukur tersebut selama ± 30 menit.
d. Diamkan selama 2 jam.
e. Amati dan catat hasil prcobaan mengenai warna, tinggi lapisan pasir, dan tinggi
lapisan lumpur.
D. HASIL PERCOBAAN
Kotoran Organik
a. Tinggi pair + lumpur = 138 cc
b. Tinggi pasir = 128 cc

Tinggi lumpur = 10 cc
Warna NaOH = kuning kecoklatan
Sistem Kocokan
a. Tinggi pasir + lumpur = 142 cc
b. Tinggi pasir = 130 cc

Tinggi lumpur = 12 cc
E. SYARAT dan KETENTUAN
F. KESIMPULAN
G. SARAN
H. LAMPIRAN