Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.

0866

HUBUNGAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP


JUMLAH KARIES ANAK KELAS III - V DI SD MUHAMMADIYAH SANGONAN II
GODEAN YOGYAKARTA

Almujadi1, Taadi2

ABSTRAK

Pengetahuan sangat penting dalam mendasari terbentuknya perilaku yang mendukung kebersihan gigi
dan mulut anak. Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi akibat aktivitas bakteri sehingga terjadi
pelunakan jaringan keras gigi yang diikuti terbentuknya kavitas atau rongga. Penelitian ini bertujuan
mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak terhadap jumlah karies anak kelas III – V
SD Muhammadiyah Sangonan II, Godean.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survey analitik, dengan rancangan pengambilan data
cross sectional. Variabel pengaruh: Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut, variable terpengaruh:
Jumlah karies gigi anak Kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan II Godean. Teknik sampling yang
digunakan dengan Sampling Jenuh yaitu anak Kelas III - V semua dipakai sebagai subyek penelitian sebanyak
60 anak. Teknik pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner dan pemeriksaan langsung.Teknik
analisis data untuk uji hipotesis menggunakan Spearman rank.
Pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut sebagian besar pada kriteria baik yaitu dapa
menjawab 15-20 pertanyaan sebanyak 49 anak (81,7%). Angka karies terbanyak terdapat pada kriteria banyak
yaitu ≥3 karies yaitu sebanyak 34 anak (56,7%). Hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan tentang
kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah karies anak kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan II Godean,
yang dibuktikan dengan nilai signifikasi sebesar 0,408 (sig≥0.05).

Kata kunci : pengetahuan, karies


__________________________________________________________________________________________

ABSTRACT

Knowledge play an important part to build oral and dental hygiene behaviour in children. Dental caries
is one of the hard tissue disease caused by bacterial activity that will make dental hard tissue soften and cavity
will appear. The purpose of this research was to find the relation between oral and dental health knowledge and
dental caries cases among pupils grade III-IV SD Muhammadiyah Sangonan II, Godean.
It was an analytical survey research, with cross sectional sampling. The independent variable was
knowledge about oral and dental health, and the dependent variable was total caries number among pupils
grade III-IV. It used total population sampling, all of the pupils in grade III-IV, with total 60 children, as the
subjects. Questionnaire and direct examination used for the data collection. The data analysis for hypothesis
testing used Spearman rank.
Most of the children have good knowledge about oral and dental health, 49 childs (81,7%) could answer
correctly 15-20 questions. On the other hand, most of the children (34 childs or 56,7%) have ≥3 caries or in
category ‘many caries numbers’. There was no corellation between oral and dental health knowledge and total
caries number among pupils grade III – V SD Muhammadiyah Sangonan II Godean, with significancy 0,408
(sig≥0.05).

Keywords : Knowledge, dental caries


___________________________________________________
1,2)
Dosen Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


: pakalmujadi@yahoo.com

1 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

PENDAHULUAN pengetahuan (Notoatmodjo, 2007).


Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
Gigi adalah salah satu alat pencernakan sebaiknya diberikan sejak usia dini, karena
yang mempunyai fungsi sebagai alat pada usia dini anak mulai mengerti akan
pemotong, alat pengoyak/perobek makanan pentingnya kesehatan serta larangan yang
serta sebagai alat pengunyah makanan. harus dijauhi atau kebiasaan yang dapat
Dengan diketahuinya fungsi-fungsi gigi mempengaruhi keadaan giginya. Pemberian
tersebut maka yang utama adalah agar gigi pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
dapat terpelihara dengan baik dan dapat sebaiknya diberikan pada anak usia sekolah
digunakan sesuai dengan fungsinya (Ferry, 2014).
(Kertasapoetra dan Marsetyo, 2005). Karies gigi adalah gigi berlubang.
Gigi yang tidak dipelihara dengan baik Karies akan mengakibatkan kerusakan
akan menimbulkan penyakit pada gigi yang struktur gigi hingga berbentuk lubang
diantaranya adalah karies gigi. Karies gigi dengan tanda-tanda awal munculnya spot
adalah hasil interaksi dari bakteri di putih seperti kapur pada permukaan gigi
permukaan gigi, plak atau biofilm, dan diet yang selanjutnya akan berubah menjadi
(khususnya komponen karbohidrat yang coklat dan mulai berbentuk lubang (Pratiwi,
dapat difermentasikan oleh bakteri plak 2009). Karies gigi adalah penyakit jaringan
menjadi asam, terutama asam laktat dan keras gigi akibat aktivitas bakteri sehingga
asetat) sehingga terjadi demineralisasi terjadi pelunakan jaringan keras gigi yang
jaringan keras gigi dan memerlukan cukup diikuti terbentuknya kavitas atau rongga
waktu untuk kejadiannya. Peningkatan (Martariwansyah, 2008).
prevalensi karies banyak dipengaruhi oleh SD Muhammadiyah Sangonan II
perubahan dari pola makan. Kini karies gigi Godean merupakan sekolah dasar yang
menjadi penyakit yang tersebar di seluruh terletak di Jowah VI, Sidoluhur, Godean
dunia (Putri, dkk., 2011). yang mempunyai jumlah murid keseluruhan
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan dari kelas I – VI sejumlah 130 anak.
Dasar 2013 menunjukkan banyaknya Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu
kerusakan gigi yang pernah dialami Kepala Sekolah bahwa setiap tahun ajaran
seseorang, baik berupa Decay/D (merupakan baru mendapatkan pemeriksaan rutin atau
jumlah gigi permanen yang mengalami penjaringan kesehatan dari Puskesmas untuk
karies dan belum diobati atau ditambal), anak kelas I. Sedangkan untuk program
Missing/M (jumlah gigi permanen yang kesehatan gigi, baik promotif, preventif
dicabut atau masih berupa sisa akar), dan maupun kuratif pada SD ini belum
Filling/F (jumlah gigi permanen yang telah terjangkau.
dilakukan penumpatan atau ditambal). Penelitian ini bertujuan untuk
Indeks DMF-T menggambarkan tingkat mengetahui hubungan pengetahuan
keparahan kerusakan gigi, yang kesehatan gigi dan mulut anak terhadap
menunjukkan bahwa indeks DMF-T jumlah karies anak kelas III – V SD
Indonesia sebesar 4,6 yang berarti kerusakan Muhammadiyah Sangonan II, Godean
gigi penduduk Indonesia 460 buah gigi per Yogyakarta.
100 orang (Kemenkes RI, 2013).
Pengetahuan atau kognitif merupakan
domain yang sangat penting untuk METODE PENELITIAN
terbentuknya tindakan seseorang (over
behavior). Karena dari pengalaman dan Jenis penelitian yang dilakukan
penelitian ternyata perilaku yang didasari adalah penelitian survey analitik, dengan
oleh pengetahuan akan lebih langgeng rancangan pengambilan data cross sectional
daripada perilaku yang tidak didasari oleh yaitu suatu penelitian untuk mempelajari

2 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko Berdasarkan Tabel 1 di atas,


dengan efek, dengan cara pendekatan atau diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan
pengumpulan data sekaligus pada suatu saat responden kategori baik sejumlah 49
(point time approach). Artinya tiap subjek (81,7%).
penelitian hanya diobservasi sekali saja dan
pengukuran dilakukan terhadap status atau
variable subjek pada saat pemeriksaan Tabel 2. Distribusi Jumlah Karies Anak Kelas III – V
(Notoatmodjo, 2010). Penelitian ini untuk SD Muhammadiyah Sangonan II Godean
No. Kriteria angka karies Jumlah %
mengetahui hubungan pengetahuan 1. Sehat (0) 9 15
kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah 2. Sedikit (1) 8 13,3
karies anak kelas III – V di SD 3. Sedang (2) 9 15
Muhammadiyah Sangonan II Godean 4. Banyak (≥3) 34 56.7
Yogyakarta. Jumlah 60 100
Adapun rancangan penelitian adalah sebagai
berikut : Berdasarkan Tabel 2 diatas, diketahui
bahwa sebagian besar anak mempunyai
X Y banyak karies yaitu sebanyak 34 anak
Keterangan : (56.7%).
X = Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Y = Jumlah karies gigi. Tabel 3. Tabulasi Silang Pengetahuan Kesehatan Gigi
dan Mulut Anak Kelas III – V SD Muhammadiyah
Sangonan II Godean dengan Jenis Kelamin
Pengambilan sampel secara sampel Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total
jenuh, yaitu mengambil semua anak siswa %
kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan
II Godean sebanyak 60 siswa. Untuk Jenis kelamin
mengetahui hubungan pengetahuan Laki-laki 18 6 0 24
Perempuan 31 5 0 36
kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah Total 49 11 0 100
karies anak kelas III – V SD Muhammadiyah (%) (81,7) (18,3)
Sangonan II Godean, maka data yang
diperoleh dari hasil pemeriksaan dan Berdasarkan Tabel 3 diatas, diketahui
kuisioner dihitung dengan menggunakan uji bahwa sebagian besar anak mempunyai
Spearman rank (Riwidikdo, 2009). pengetahuan baik (81,7%).

Tabel 4. Tabulasi Silang Kriteria Jumlah Karies Anak


HASIL DAN PEMBAHASAN Kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan II
Godean dengan Jenis Kelamin
Penelitian yang dilakukan pada anak Jumlah Karies Banyak Sedang Sedikit Sehat Total
kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan %
II Godean mendapatkan hasil sebagai
berikut: Jenis kelamin
Laki-laki 12 6 5 1 24
Perempuan 22 3 3 8 36
Tabel 1. Kriteria Pengetahuan Kesehatan Gigi dan
Total 34 9 8 9 100
Mulut Anak Kelas III – V SD Muhammadiyah
(%) (56,7) (15) (13,3) (15)
Sangonan II Godean
No Pengetahuan Jumlah (%)
1 Baik 49 81,7 Berdasarkan Tabel 4 di atas,
2 Sedang 11 18,3 diketahui bahwa sebagian besar anak
Jumlah 60 100 mempunyai banyak karies (56,7%).

3 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

Tabel 5. Hasil Uji Spearman Rank antara Pengetahuan Penelitian ini juga sesuai dengan hasil
Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap Jumlah Karies penelitian tentang Hubungan Tingkat
Anak Kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan II
Godean Pengetahuan Orang Tua tentang Karies Gigi
Variabel Penelitian N T p α dengan Jumlah Karies pada Anak TK ABA
Pengetahuan Kesehatan Macanan Madurejo Prambanan Sleman,
Gigi dan Mulut dengan yang menyatakan tingkat pengetahuan tidak
Jumlah Karies Anak berhubungan dengan karies gigi pada anak
Kelas III-V SD 60 0.109 0.408 0.05
TK ABA Macanan (Ranasih, 2012).
Muhammadiyah
Sangonan II Godean Hasil kuesioner yang diperoleh
dengan menunjukkan adanya pengetahuan
Berdasarkan Tabel 5 di atas, yang baik dengan persentase 81,7%, tetapi
diketahui bahwa hasil uji Spearman rank jumlah karies yang banyak yaitu 56,7%
nilai t = 0.109, nilai p = 0.408 dan nilai α = menunjukkan tidak adanya hubungan antara
0.05, yang menunjukkan p ≥ 0.05 yang pengetahuan kesehatan gigi dengan jumlah
artinya tidak ada hubungan yang bermakna karies anak. Kemungkinan dari hasil
antara pengetahuan kesehatan gigi dengan kuesioner yang mempengaruhi tingginya
jumlah karies anak kelas III – V SD jumlah karies anak dikarenakan pada faktor
Muhammadiyah Sangonan II Godean yang mempengaruhi terjadinya karies gigi,
Yogyakarta. anak belum memahami yaitu siswa suka
Berdasarkan hasil penelitian Tabel 1, makan permen ada 26,7% dan tidak segera
menunjukkan bahwa sebagian besar anak paling tidak berkumur-kumur setelah makan
memiliki pengetahuan tentang kesehatan gigi yang manis dan lengket; serta anak
dan mulut yang baik yaitu sebanyak 49 orang mempunyai pengertian yang salah tentang
(81.7%), hal ini berarti sebagian besar anak buah-buahan yang berair dan berserat dapat
dapat menjawab 15-20 pertanyaan. menyehatkan gigi ada 41,7%. Hasil
Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa kuesioner cara menjaga kebersihan gigi dan
sebagian besar anak memiliki jumlah karies mulut, tentang menyikat gigi dilakukan
banyak yaitu 34 anak (56.7%), hal ini berarti bersamaan waktu mandi ada 83,3%, dan
sebagian besar anak memiliki angka karies siswa tidak menyikat gigi sebelum tidur
≥3. malam ada 26,7%. Hal ini didukung hasil
Penelitian ini dilakukan untuk penelitian Widi (2003 cit. Ramadhan, 2016)
mengetahui pengetahuan kesehatan gigi dan yang menyatakan bahwa tingginya
mulut terhadap angka karies anak kelas III – prevalensi karies gigi disebabkan anak tidak
V SD Muhammadiyah Sangonan II Godean. menerapkan pengetahuan kesehatan gigi dan
Analisis data dilakukan menggunakan uji mulut dalam perilaku kesehatan gigi sehari-
Spearman (Tabel 5). Hasil penelitian yang hari atau mungkin setelah memakan
diperoleh menunjukkan bahwa significancy makanan coklat atau sejenisnya tidak
0.408 yang menunjukkan bahwa p≥0,05 menyikat gigi. Pengetahuan anak dalam
yang artinya tidak ada pengaruh yang memelihara kesehatan gigi dan mulutnya
bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi sangat penting untuk menjaga kebersihan
dan mulut terhadap jumlah karies gigi anak rongga mulut dan mencegah terjadinya
kelas III – V SD Muhammadiyah Sangonan karies. Peran orang tua dan guru sangat
II Godean, sehingga dapat disimpulkan dibutuhkan dalam mendidik dan membina
bahwa hipotesis yang menyatakan “ada anak memelihara kesehatan giginya.
hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan Berdasarkan hasil kuesiner yang
mulut dengan jumlah karies gigi anak kelas diperoleh anak suka makan permen dan tidak
III – V SD Muhammadiyah Sangonan II segera berkumur-kumur setelah makan yang
Godean” ditolak. manis dan lengket; serta anak mempunyai
pengertian yang salah tentang buah-buahan

4 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

yang berair dan berserat dapat menyehatkan pengetahuannya baik tetapi tidak diikuti oleh
gigi dapat mempengaruhi jumlah karies. kesadaran siswa untuk memelihara keehatan
Makanan yang manis-manis di sekolah dan gigi dan mulutnya maka akan mempengaruhi
kurang sekali dari mereka yang sadar bahwa keadaan karies giginya tidak baik. Hal ini
pentingnya menyikat gigi sesudah makan terjadi karena pengetahuan saja tidak cukup
dan sebelum tidur malam, akan mendukung seseorang untuk memiliki
menyebabkan makanan tersangkut di gigi kesehatan gigi dan mulut yang baik, karena
akan menjadi tempat bakteri-bakteri yang harus diimbangi dengan sikap dan tindakan
menjadi penyebab kerusakan gigi (Gede, yang positif contohnya seperti harus
dkk., 2013) menyikat gigi sesudah makan.
Hasil penelitian ini sesuai dengan Penelitian ini juga sesuai dengan
teori yang menyatakan bahwa selain pendapat bahwa selain tingkat pengetahuan
pengetahuan tentang pengertian karies, juga ada faktor dari pola makan anak.
proses terjadinya karies ada faktor lain dari Makanan bersukrosa memiliki dua efek yang
anak yang menyebabkan terjadinya karies sangat merugikan. Pertama, seringnya
gigi yaitu : asupan makanan yang mengandung sukrosa
1. Kebiasaan anak jajan di sekolah makanan sangat berpotensi menimbulkan kolonisasi
yang manis dan melekat misalnya coklat, Streptococcus mutans, meningkatkan potensi
permen, donat dan lain-lain; setelah karies pada plak. Kedua, plak lama yang
makan jajanan yang manis dan melekat sering terkena sukrosa dengan cepat
anak tidak sikat gigi atau berkumur termetabolisme menjadi asam organik,
sehingga sisa makanan banyak yang menimbulkan penurunan pH plak yang
tertinggal di dalam mulut. drastic (Putri, dkk. 2010).
2. Frekuensi makan anak yang tidak teratur. Dengan demikian hasil penelitian
3. Minum susu di waktu akan tidur. perlu mempertimbangkan adanya faktor lain
4. Anak yang mengalami kesulitan menyikat yang mempengaruhi jumlah karies anak
gigi sedang oang tua sudah mengajari misalnya makanan yang dikonsumsi di luar
menyikat gigi 2 kali sehari namun belum rumah seperti di sekolah, biasanya tidak
mengetahui cara menyikat gigi yang baik bergantung pada orang tua karena waktu
dan benar. Faktor luar juga sangat penting anak berada dibawah pengawasan orang tua
hubungannya dengan terjadinya karies sudah berkurang.
gigi. Beberapa faktor luar yang ada
hubungannya dengan terbentuknya karies
gigi antara lain dipengaruhi oleh faktor KESIMPULAN
usia, jenis kelamin, perilaku, lingkungan 1. Tidak ada hubungan pengetahuan
pengetahuan dan kesadaran serta sikap kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah
terhadap kesehatan gigi dan mulut karies gigi anak kelas III – V SD
(Martariwansyah, 2008). Muhammadiyah Sangonan II Godean,
yang dibuktikan dengan nilai signifikan
Hal ini didukung dengan pendapat, sebesar 0.408 (sig≥0.05),
bahwa mematuhi nasihat untuk menyikat 2. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut
gigi 2 kali sehari setelah sarapan dan baik, yaitu sebagian besar anak dapat
sebelum tidur malam, pergi ke dokter gigi menjawab 15-20 pertanyaan dengan benar
setiap 6 bulan sekali, mematuhi nasihat sebanyak 49 anak (81.7%),
dokter untuk minum obat dan perawatan 3. Anak kelas III – V SD Muhammadiyah
yang sesuai harus dilakukan, hal ini berguna Sangonan II Godean sebagian besar
untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi memiliki jumlah karies banyak, yaitu ≥3
dan mulut (Subroto, 2009). Tambuwun, dkk., gigi karies sebanyak 34 anak (56.7%).
(2014) menyatakan bahwa walaupun

5 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

SARAN Status Kebersihan Gigi dan Mulut


1. Bagi tenaga kesehatan, sangat berperan pada Siswa SMA Negeri 9 Manado,
penting dalam meningkatkan pengetahuan Jurnal e-GiGi (eG), Volume 1,
anak tentang kesehatan gigi dan mulut Nomor 2, September 2013, hlm. 84-
dan memotivasi supaya memberikan 88.
perhatian lebih pada anak sedini mungkin,
untuk mencegah terjadinya karies. Martariwansyah. 2008. Gigiku Kuat,
2. Bagi peneliti Mulutku Sehat. Bandung: Karya Kita.
Dengan penelitian ini dapat menambah
pengetahuan dan wawasan terhadap Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan
pengetahuan anak tentang kesehatan gigi Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta:
dan mulut terhadap karies gigi anak usia Rineka Cipta.
Sekolah Dasar. Serta dapat menjadi
referensi bagi peneliti selanjutnya. Pratiwi, D. 2009. Gigi Sehat dan Cantik:
3. Bagi peneliti selanjutnya Perawatan Praktis Sehari-
Penelitian ini hanya meneliti pengetahuan hari.Jakarta: Buku Kompas.
anak sampai pada tingkat memahami.
Bagi peneliti selanjutnya hendaknya Putri HR, Herijulianti E dan Nurjannah N,
meneliti sampai tingkatan selanjutnya 2011. Ilmu Pencegahan Penyakit
misalnya sampai tingkat aplikasi. Jaringan Keras dan Jaringan
Pendukung Gigi, Jakarta : EGC.

DAFTAR PUSTAKA Putri, M. H., Eliza H., dan Neneng N. 2010.


Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan
Ferry, A.B., 2014. Hubungan Pengetahuan Keras dan Jaringan Pendukung Gigi.
Kesehatan Gigi terhadap DMFT dan Jakarta: EGC.
OHIS pada Anak Usia 10-12 tahun di
Makasar. Diunduh 21 Desember Ranasih, I. S. 2012. Hubungan Tingkat
2015 dari http:// Pengetahuan Orang Tua tentang
repository.unhas.ac.id/bitstream/hand Karies Gigi dengan Jumlah Karies
le/skripsi.pdf. pada Anak TK ABA Macanan
Madurejo Prambanan Sleman.
Kementerian Kesehatan RI, 2015. Riset Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes
Kesehatan Dasar 2013, Jakarta. Yogyakarta.

Kertasapoetra dan Marsetyo, 2005. Ilmu Riwidikdo, H. 2009. Statistik Kesehatan.


Gizi, Jakarta, Rineka Cipta. Yogyakarta: Rohima Press.

Ramadhan, A., Cholil, Sukmana, B, I., 2016, Subroto. 2009. Kelainan Jaringan
Hubungan Tingkat Pengetahuan Periodontal. Jakarta: EGC.
Kesehatan Gigi dan Mulut terhadap
Angka Karies Gigi di SMPN 1 Tambuwun, S., Harapan, I.K., Amuntu, S,
Marabahan, Dentino Jurnal 2014, Hubungan Pengetahuan Cara
Kedokteran Gigi, Vol. 1, No. 2, Memelihara Kesehatan Gigi dan
September 2016: 173-176. Mulut dengan Karies Gigi pada
Siswa Kelas I SMP Muhammadiyah
Gede, Y.I., Pandelaki, K, Mariati, N.W., Pone Kecamatan Limboto Barat
2013, Hubungan Pengetahuan Kabupaten Gorontalo, JUIPERDO,
Kebersihan Gigi dan Mulut dengan VOL 3, NO. 2, September 2014.

6 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap


Jurnal Kesehatan Gigi Vol.04 No.1, Juni 2017 ISSN 2407.0866

7 Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap