Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN ANALISA SINTESA

PEMBERIAN TERAPI INHALASI DENGAN NEBULIZER


PADA KLIEN DENGAN ASMA ATTACK DI IGD
RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL

DISUSUN OLEH :

ALFIAN MUSA

NIM : G3A017217

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
NAMA MAHASISWA : ALFIAN MUSA
NIM : G3A017217
TANGGAL : 09 JANUARI 2019
TEMPAT : IGD RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL

1. IDENTITAS KLIEN:

Nama pasien : Tn. S


Tgl Lahir : 15-08-1968
Umur : 50 th
No.RM : 238771
Pekerjaan : IRT
Pendidikan : SD
Alamat : Bandengan

2. DIAGNOSA MEDIS : Asma Attack d/d dyspnea

3. DASAR PEMIKIRAN :
Asma merupakan penyakit jalan napas obstruktif intermiten yang bersifat
reversible di mana trakea dan bronkus berespon secara hiperaktif terhadap
stimuli tertentu yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, yang
mengakibatkan dispnea, batuk dan mengi (Smeltzer & Bare, 2002).
Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas. Berbagai sel inflamasi
berperan terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, neutrofil dan
sel epitel. Faktor lingkungan dan faktor lain berperan sebagai pencetus
inflamasi saluran napas pada pasien asma (PDPI, 2003).

Inflamasi saluran napas pada pasien asma merupakan hal yang


mendasari gangguan fungsi yaitu terdapatnya obstruksi saluran napas yang
menyebabkan hambatan aliran udara yang dapat kembali secara spontan
atau setelah pengobatan (Sundaru, 2009). Obstruksi pada pasien asma dapat
disebabkan oleh kontraksi otot-otot yang mengelilingi bronkus yang
menyempitkan jalan napas, pembengkakan membran yang melapisi bronkus
dan pengisian bronkus dengan mukus yang kental (Smeltzer & Bare, 2002).

4. ANALISA SENTESA

Terpapar zat alergen

hiperresponsif sel imun (sel mast,eosinofil, & limfosit T)

obstruksi jalan napas

timbul gejala dyspnea

tubuh kekurangan pasokan o2

takhipnea

pola napas tidak efektif

perlu dilakukan tindakan terapi inhalasi


dengan pemberian obat inhalasi melalui
alat Nebulizer
5. TINDAKAN KEPERAWATAN YANG DI LAKUKAN
Nebulizer

6. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pola napas tidak efektif b/d obstruksi jalan napas d/d takhipnea
7. DATA FOKUS
Ny. S 50 th di bawah ke IGD dengan mengeluh sesak napas, batuk
sudah 2 hari tidak disertai dahak, KU : lemas, tingkat kesadaran pasien
composmetntis, GCS : 15 (E4 M5 V6).
Ds :
 Klien mengatakan semalam tidak bisa tidur karena sesak
(orthopnea)
 Klien mengatakan sesak sedikit berkurang saat posisi semi fowler
 klien mengatakan punya riwayat asma sebelumnya

Do :
 takhipnea (RR : 29 x/m)
 asukultasi terdengar suara wheezing/mengi
 tampak pernapasan cuping hidung
 tampak penggunaan otot bantu napas
 TTV ; RR : 29 x/menit, Spo2 : 95 %, TD : 130/90, N : 95 x/menit,
suhu : 37,4°C

8. PRINSIP TINDAKAN DAN RASIONAL


a. Proteksi diri dengan masker dan handscon
Rasional : minimalkan resiko kontaminasi, dan masuknya kuman ke
dalam tubuh pasien
b. Dengarkan suara nafas menggunakan stetoskop
Rasional : agar mengetahui adanya suara tambahan berupa wezing dan
untuk membandingkan setelah di lakukan tindakan nebulizer
c. Masukan obat kedalam tempat obat pada nebulizer
Rasional : agar di lakukan tindakan nebulizer
d. Memasang tutup adaptor,kemudian menyalakan dengan menekan
tombol ON
Rasional : agar alat bekerja
e. Memasang masker nebulizer pada hidung pasien
Rasional : agar tepat sasaran masuknya uap nebul di saluran pernafasan
pasien
f. Menganjurkan pasien untuk menghirup uap keluar dari nebulizer
melalui hidung keluar lewat mulut selama 15 menit.
Rasional : agar uap pada nebul masuk ke dalam saluran pernafasan
denga sempurna
g. Matikan nebulizer dan melepaskan masker
Rasioanal : agar dapat mendengar apakah masih ada suara nafas
tambahan dengan stetoskop
h. Membersihkan area sekitar mulut pasien dengan tissue
Rasional : agar mulut pasien bersih stelah di lakukan nebulizer

9. TUJUAN TINDAKAN
Nebulizer merupakan alat yang dapat mengubah obat berbentuk
larutan menjadi aerosol secara terus-menerus dengan tenaga yang berasal
dari udara yang dipadatkan atau gelombang ultrasonik. Nebulizer juga
dapat difungsikan untuk memberikan obat pengencer sputum dan pelega
pernapasan melalui inhalasi.

10. BAHAYA YANG MUNGKIN TERJADI AKIBAT TINDAKAN


TERSEBUT DAN CARA PENCEGAHANYA
a. Apabila tindakan nebulizer tidak dilakukan sesuai prosedur seperti
tidak mencuci tangan sebelum melakukan tindakan akan beresiko
terjadinya infeksi nosokomial
Antisipasi : cuci tangan bersih dengan cairan antiseptik, bahan bahan
yang di gunakan harus steril
b. Sungkup nebulizer 1 pasien 1 sungkup untuk menghindari penularan
bakteri antara pasien. (Lutfi Wahyuni,2013)
Antisipasi : satu sungkup harus satu pasien dan harus di bersihkan
setelah pemakaian

11. EVALUASI
S: Pasien mengatakan sesak napas berkurang, napas sudah mulai enak,
hanya masih batuk-batuk sesekali.
O: Ku sedang, kesadaran composmentis, pasien tampak masih batuk
sesekali, tampak sesak berkurang, suara napas wheezing berkurang,
memakai oksigen nasal canul 4 liter/menit.
Vital sign : TD: 130/80 mmHg, N: 88 x/menit, S: 360C, RR: 26
x/menit, SpO2 : 97%.
A: masalah pola napas tidak efektif teratasi sebagian
P: lanjutkan intervensi
 Monitor status RR dan O2
 Pertahankan posisi semi fowler
 Vital sign monitor
 Kolaborasi pemberian nebulizer/8 jam