Anda di halaman 1dari 4

1.

BANGSA
Bangsa adalah sekumpulan manusia yang bersatu pada satu wilayah
dan memunyai keterikatan dengan wilayah tersebut. Keinginan
membentuk nation bersama muncul karena adanya persamaan
nasib dan sejarah sehingga menimbulkan persatuan dalam suatu
komunitas masyarakat membentuk kesadaran berbangsa.
Kesamaan itu meliputi aspek budaya, bahasa, agama dan tradisi. Inilah
proses yang mendasari terbentuknya sebuah kesadaran bersatu,
bergabung dan berbangsa di mana pun di seluruh dunia.
Tidak ada rumusan ilmiah yang bisa dirancang untuk mendefinisikan
istilah bangsa secara objektif, tetapi fenomena kebangsaan tetap aktual
hingga saat ini.
Dalam kamus ilmu Politik dijumpai istilah bangsa, yaitu “natie” dan
“nation”, artinya masyarakat yang bentuknya diwujudkan oleh sejarah
yang memiliki unsur sebagai berikut :
1. Satu kesatuan bahasa ;
2. Satu kesatuan daerah ;
3. Satu kesatuan ekonomi ;
4. Satu Kesatuan hubungan ekonomi ;
5. Satu kesatuan jiwa yang terlukis dalam kesatuan budaya.
NEGARA
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi
yang didalamnya terdapat suatu pemerintahan yang mengatur ekonomi,
politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di
dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat,
wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Selain pengertian tersebut. Adapun pengertian-pengertia negara
bedasarkan pendapat beberapa ahli, diantaranya adalah :
 Roger F. Soltau : Negara adalah alat atau wewenang yang mengatur
atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat.
 Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia
atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan
yang sama.
 Prof. Mr. Soenarko : Negara ialah organisasi manyarakat yang
mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku
sepenuhnya sebagai sebuah kedaulatan.
Teori-teori Terbentuknya Negara

a .Teori Perjanjian Masyarakat atau Kontrak Sosial


Teori perjanjian masyarakat beranggapan bahwa negara dibentuk
berdasarkan perjanjian mayarakat. Teori perjanjian masyarakat adalah
teori yang paling mudah dicapai dimana negara tidak merupakan negara
tirani. Penganut teori perjanjian masyarakat mencakup para pakar dan
paham kenegaraan yang absolutis sampai penganut kenegaraan terbatas.
Tokoh-tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Thomas Hobbes,
John Locke, dan J.J. Rousseau.

1. Thomas Hobbes Hobbes


mengemukakan bahwa kehidupan manusia terpisah dalam dua zaman,
yaitu keadaan selama belum ada negara dan keadaan setelah ada negara.
Menurut Hobbes, keadaan alamiah manusia digambarkan sebagai homo
homoni lupus atau manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
Manusia saling bermusuhan, saling berperang satu dengan lainnya.
Keadaan ini apabila berlangsung terus akan mengakibatkan kepunahan
dan kehancuran. Untuk menghindari kepunahan, keadaan alamiah itu
harus diakhiri. Hal ini dilakukan dengan mengadakan perjanjian
bersama individu-individu yang tadinya hidup dalam keadaan alamiah.
Isi perjanjian tersebut adalah segenap individu berjanji menyerahkan
semua hak-hak kodrat mereka yang dimiliki ketika hidup dalam keadaan
alamiah kepada seseorang atau sekelompok orang yang ditunjuk untuk
mengatur kehidupan mereka. Hak-hak yang sudah diserahkan tersebut
tidak dapat ditarik kembali. Dengan perjanjian seperti itu, Hobbes
meletakkan dasar-dasar falsafah dari negara yang .mutlak, teristimewa
negara kerajaan yang absolut.

2. John Locke (1632-1704)


Dalam konsep tentang keadaan alamiah (state of nature), Locke dan
Hobbes memiliki perbedaan. Bila Hobbes melihat keadaan alamiah
sebagai suatu keadaan anarki, Locke sebaliknya melihat keadaan itu
sebagai suatu keadaan yang damai, kehendak baik, gotong royong, dan
pemeliharaan. Sekalipun keadaan itu suatu keadaan ideal, namun Locke
juga merasakan bahwa keadaan itu potensial menimbulkan anarki
karena manusia hidup tanpa organisasi dan pimpinanyang dapat
mengatur kehidupan mereka. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka
setiap individu dalam masyarakat membuat perjanjian yang berujung
pada terbentuknya negara.

Menurut John Locke, negara terbentuk melalui dua tahap perjanjian.

(a) Tahap pertama, pactum unionis, yaitu perjanjian antar individu


untuk membentuk negara.

(b) Tahap kedua, pactum subjectionis, yaitu perjanjian antara individu


dengan negara (penguasa). Dalam perjanjian ini, individu-individu tidak
menyerahkan seluruh hak-hak alamiah mereka, seperti hak asasi, karena
hak tersebut tidak dapat dilepaskan oleh siapapun termasuk oleh
individu itu sendiri. Bahkan menurut John Locke, fungsi utama
perjanjian masyarakat adalah menjamin dan melindungi hak-hak kodrat
tersebut. Dengan ajaran ini, lahirlah negara konstitusional dan bukan
negara absolut.

3. Rousseau (1712-17751)
Rousseau juga memisahkan suasana kehidupan manusia dalam dua
zaman, zaman pranegara dan zaman bernegara. Keadaan alamiah itu
diumpamakan sebagai keadaan sebelum manusia melakukan dosa, yaitu

suatu keadaan yang aman dan bahagia. Dalam keadaan alamiah, hidup
individu bebas dan sederajat dimana semua hal dihasilkan sendiri oleh
individu dan individu itu puas. Jika Hobbes hanya mengenal pactum
subjektionis dan John Locke mengenal dua perjanjian masyarakat,
yaitupactum unionis dan pactum subjektionis maka Rousseau hanya
mengenal pactum unionis, yaitu perjanjian antar individu untuk
membentuk negara. Pemerintah, sebagai pimpinan organisasi dan
merupakan wakil, dibentuk dan ditentukan oleh yang berdaulat. Yang
berdaulat adalah rakyat seluruhnya melalui kemauan umum. Dengan
konstruksi perj anj ian masyarakat itu, Rousseau menghasilkan bentuk
negara yang kedaulatannya berada dalam tangan rakyat melalui
kemauan umumnya. Mereka adalah peletak dasar paham kedaulatan
rakyat atau jenis negara yang demokratis, yaitu rakyat berdaulat dan
penguasa-penguasa negara hanya merupakan wakil-wakil rakyat.
b. Teori Ketuhanan
Teori Ketuhanan dalam teori asal mula terjadinya negara juga dikenal
dengan doktrin teokratis. Teori ini bersifat universal, dalam arti dianut
oleh negara-negara barat dan negara-negara timur baik dalam teori
maupun praktik. Doktrin ini mengemukakan bahwa negara-negara
dibentuk oleh Tuhan dan hak-hak Raja untuk memerintah dan bertahta
sebagai raja berasal dari Tuhan. Dia memperoleh kekuasaan dari Tuhan,
raja adalah bayangan Tuhan di Bumi. Raja dan pemimpin negara hanya
bertanggung jawab kepada Tuhan dan tidak kepada siapapun.
c. Teori Kekuatan
Teori kekuatan, secara sederhana, dapat diartikan bahwa negara adalah
hasil dominasi dari kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah.
Negara terbentuk dengan penaklukkan dan pendudukan dari suatu
kelompok etnis yang lebih kuat atas kelompok etnis yang lebih lemah.
Dalam teori kekuatan, faktor kekuatanlah yang dianggap sebagai faktor
tunggal yang menimbulkan negara. Negara dilahirkan karena
pertarungan kekuatan dan yang keluar sebagai pemenang adalah
pembentuk negara.
d. Teori Organis Konsepsi organis tentang hakikat dan asas mula negara
adalah suatu konsep biologis. Negara dianggap atau disamakan dengan
mahkluk hidup, manusia atau binatang. Kehidupan korporat dari negara
dapat disarriakan sebagai tulang belulang manusia, undang-undang
sebagai urat syaraf, raja sebagai kepala, dan para individu sebagai daging
mahlduk hidup itu.
e. Teori Historis
Teori historis atau teori evolusionistis merupakan teori yang
menyatakan bahwa lembaga-lembaga sosial tidak dibuat, tetapi tumbuh
secara evolusioner sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan manusia.
Sebagai lembaga sosial yang diperuntukkan guna memenuhi kebutuhan-
kebutuhan manusia maka lembaga-lembaga itu tidak luput dari
pengaruh tempat, waktu, dan tuntutan-tuntutan zaman. Negara bermula
dari keltlarga dan masyarakat serta berkembang menjadi suku bangsa.