Anda di halaman 1dari 9

Tragis, Anak Habisi Ibu Kandung dengan

Tombak

oto: Istimewa
Liputan6.com, Jakarta Tak pernah terbayang seorang ibu akan melahirkan seorang pembunuh.
Apalagi akan membunuh sang ibu kandung.

Peristiwa tragis itu terjadi di Kampung Linau, Kota Belud, Sabah, Malaysia. Seorang anak tega
membunuh ibu kandungnya sendiri, pada Senin, 1 Mei 2017.

Malam itu sekitar pukul 10.40 waktu setempat, korban yang berusia 57 tahun ditemukan
berlumuran darah di ruang tamu oleh salah satu anaknya yang tinggal bersebelahan dengannya.

Malam itu ia mendengar teriakan minta tolong dari sebelah rumah. Ibu malang yang bernama
Teh Jari ini langsung mengembuskan napasnya yang terakhir di tempat kejadian. Dalam
keremangan malam, anak Teh Jari yang bungsu tampak tergesa-gesa keluar rumah, entah mau
pergi ke mana.

Teh Jari yang berprofesi sebagai petani, langsung dilarikan ke rumah sakit di Kota Belud. Namun
nyawanya tak tertolong. Ibu malang ini mengalami luka parah di bagian dada, tangan dan muka.

Diduga perempuan itu ditusuk memakai tombak oleh anak kandungnya sendiri. Polisi bergerak
cepat, mereka langsung mengejar tersangka yang berusia 28 tahun.
“Korban dipukul menggunakan tombak, karena lukanya terlalu parah, nyawanya tak tertolong
lagi,” katanya.

Ia menambahkan, pembunuh ibu kandung itu pernah pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Bukit
Padang, Luyang, Kota Kinabalu.

Komentar:

Penderita Tunarungu
Setubuhi Anak di Bawah
Umur
Jum'at, 5 Mei 2017 - 04:04 WIB
Sinarsin (48) penderita tunarungu warga Kecamatan Sikap Dalam ditangkap Polisi karena
melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial HK.
Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
TEBINGTINGGI - Sinarsin (48) warga Kecamatan Sikap Dalam ditangkap anggota
Polres Empatlawang karena melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak
di bawah umur berinisial HK. Pria yang berkerja sebagai wiraswasta ini
ditangkap anggota Reskrim Polres Empatlawang di rumahnya tanpa perlawanan.

Polres Empatlawang melakukan penangkapan berdasarkan LP/ B / 52/ III


/2017/Sumsel /Res. Empatlawang, 22 Maret 2017.

Kasat Reskrim Polres Empatlawang AKP Roby Sugara menuturkan, persetubuhan


terjadi Minggu 19 Maret lalu saat korban hendak pulang sekolah.

Ketika itu Sinarsin sudah menunggu lalu korban dipanggil untuk diajak pulang
dikarenakan sudah mengenal dengan tersangka. Kemudian korban berjalan
beriringan berjalan kaki dan dibawa ke rumah tersangka.

Sesampai di gudang bawah rumah tersangka melepas baju dan celana korban dan
melakukan pemerkosaan.

Setelah melakukan hal tersebut kemudian tersangka menyuruh korban memakai


pakaiannya kembali dan memberikan uang sebesar Rp5.000.

Lalu tersangka mengatakan kepada korban dengan bahasa isyarat untuk tidak
menceritakan hal ini kepada siapapun.

"Setelah korban diberi uang koran langsung pulang ke rumahnya, namun orang tua
korban (Ibu) merasa curiga karena anaknya tersebut sering jajan makanan di
warung sedangkan ibunya jarang memberikan uang jajan," katanya.

Karena didasarkan curiga tersebut ibu korban menceritakan kepada adiknya (bibi
korban) berinisial Y. Kemudian bibi korban menanyakan langsung kepada HY.

Saat ditanya korban mengaku bahwa sering diberi uang setelah disetubuhi bahkan
sudah empat kali tersangka melakukannya.

"Atas kejadian inilah bibi korban melapor ke Polres Empatlawang atas tindak
tersangka. Saat dibawa ke Polres Empatlawang ternyata Sinarsin mengalami
gangguan tunarungu dan tunawicara tetapi bisa menulis dan mendengar serta
mengakui perbuatannya," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, pemberdayaan


perempuan dan perlindungan anak (DMPDP3A) Kabupaten Empatlawang Humaidi
Saman Sanggar mengecam perbuatan Sinarsin.

Menurutnya, hukuman kebiri selayaknya bisa diterapkan kepada pelaku-pelaku yang


melakukan tindakan bejat.
KOMENTAR:

Penganiaya Anak dan Istri


Damang Adat Pahanduk
Dibekuk Polisi
Sigit Dzakwan
Jum'at, 12 Mei 2017 - 14:41 WIB

Jajaran Polres Palangka Raya, Kalteng berhasil menangkap penganiaya istri dan anak
Damang Pahandut, Marcos Tuwan. Barang bukti yang disita/iNews TV/Sigit D
A+ A-
PALANGKA RAYA - Jajaran Polres Palangka Raya, Kalteng berhasil menangkap
penganiaya istri dan anak Damang Pahandut, Marcos Tuwan. Polisi meringkus
pelakunya di Jalan RT A Milono, Palangka Raya pada Kamis (11/5/2017) sore
sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli mengatakan, pelaku berinisial JNI (18)
ditangkap oleh tim gabungan, Polres Palangka Raya, Polsek Pahandut dan Polda
Kalteng. Tidak ada perlawanan dalam penangkapan tersebut.

Barang bukti yang diamankan satu bilah parang, motor Scopy KH 2587 YB dan satu
kuitansi pembelian kalung emas.

"Ini murni curas (pencurian dengan kekerasan). Pelakunya seorang diri dan tidak
ada motif lain. Murni pelaku melakukan curas," kata Lili Warli di Polsek Pahandut,
Jumat (12/5/2017).

Sebelumnya, penganiayaan bermotif pencurian terjadi di Palangkaraya, Kamis


(11/5/2017) dinihari. Korbannya diketahui Albert (anak) dan istri, Kepala Damang
Adat Pahandut Palangkaraya, Marcos Tuwan.

Kedua korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh akibat sabetan senjata
tajam. Namun nyawa keduanya selamat.

Disebutkan, pelaku masuk lewat jendela kamar Albert di rumah Jalan Diponegoro
Palangkaraya sekitar pukul 01.00 WIB. Diduga aksinya ketahui korban, pelaku
menjadi kalap lalu melakukan penyerangan.
Jalan Bareng Pacar Baru,
Widia Disiram Air Keras oleh
sang Mantan
Uun Yuniar
Kamis, 4 Mei 2017 - 13:10 WIB

Ilustrasi/Okezone
A+ A-
PONTIANAK - Lantaran sakit hati, He, warga Kecamatan Pontianak Selatan,
Pontianak, Kalimantan Barat, menyiram mantan kekasihnya, Widia, dengan air
keras, Kamis (4/5/2017) dini hari. Pacar baru Widia, Damara, juga ikut jadi sasaran.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kota Kompol Muhammad Husni Ramli kepada
wartawan mengatakan, He melakukan hal itu karena Widia sudah mendapatkan
pacar baru yakni Damara. Saat kedua korban melintas di Jalan Imam Bonjol,
Kecamatan Pontianak Selatan, He langsung menyiram keduanya dengan air keras.

Pelaku sempat menodongkan senjata tajam ke tubuh korban, namun korban


Damara berhasil menepisnya dan langsung kabur. Saat itulah pelaku langsung
menyiramkan air keras ke tubuh kedua korban.

Lebih kurang tiga jam kemudian, He diciduk Tim Jatanras Satreskrim Polresta
Pontianak Kota di kediamannya di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Pontianak
Selatan. Saat ini, pelaku masih diilakukan pemeriksaan di Mapolresta Pontianak
Kota.

Sementara, Damara hingga saat ini masih menjalani perawatan secara intensif di
RSUD Dokter Sudarso Pontianak akibat luka bakar yang dideritanya. Widia pun saat
ini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

KOMENTAR:

Sopir Taksi Uber Digebuki di


Simpang Bandara
Agus Rizal
Selasa, 2 Mei 2017 - 04:11 WIB

Sopir Uber Taxi, Duli Tri Mustika (46), dipukuli sekitar 8 orang tak jauh dari simpang
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Senin 1 Mei 2017 sekitar pukul 07.30
WIB.Koran SINDO/Agus Rizal
A+ A-
PALEMBANG - Penganiayaan terhadap sopir berbasis online kembali terjadi. Sopir
Uber Taxi, Duli Tri Mustika (46), dipukuli sekitar 8 orang tak jauh dari simpang
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Senin 1 Mei 2017 sekitar pukul 07.30
WIB.

Akibat pengeroyokan tersebut, warga Jalan A Wahab No 47, RT 005/RW 002,


Kelurahan Muntang Tapus, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih ini,
mengalami luka di bibir bagian kiri dan terus mengucurkan darah.

Pria berperawakan kurus ini langsung melaporkan kejadian ini ke Sentra Pelayanan
Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukarame. "Tubuh saya juga masih sakit karena
dipukul oleh mereka (pelaku, red). Saya juga dibanting oleh mereka," ungkapnya
kepada petugas.

Pria yang tinggal di Perumahan Grand City ini menuturkan, sebelum kejadian dirinya
mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jalan Letjen Harun Sohar atau
persinya diseberang The Pit Stop Cafe and Resto sekitar pukul 07.00 WIB.
Selanjutnya, sekitar pukul 07.46 WIB, dia mendapat order dari seseorang bernama
Sandy, yang beralamat di Jalan Gubernur H Asnawi Mangku Alam, Kebun Bunga,
Kecamatan Sukarame.

"Jadi, yang order tersebut minta dijemput di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Saya menolak karena saya tahu tidak boleh, tapi dia memaksa. Jadi saya merasa
seperti diarahkan untuk masuk bandara," kata dia.

Karena merasa yang memesan itu memang benar, dia mengaku berpikir positif.
Hanya saja, dia tetap tidak mau masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin
II. "Ketika saya berhenti di portal pintu masuk bandara, lalu datang sejumlah orang.
Kalau saya hitung sekitar delapan orang. Mereka memukuli dan membanting saya,”
ungkap dia.

Beruntung korban bisa diselamatkan pengemudi mobil pribadi yang melintas.


Korban lalu kembali ke mobilnya dan langsung menuju Polsek Sukarame. Namun
tak urung, darah terus mengucur dari bibir atas sebelah kiri.

Kapolsek Sukarame, M Khalid Zulkarnaen melalui Kanit Reskrim, Iptu Marwan,


membenarkan laporan korban ke Polsek Sukarame. “Kami akan memeriksa
sejumlah saksi terkait penganiayaan terhadap korban untuk proses selanjutnya,”
ujarnya singkat.