Anda di halaman 1dari 12

Makalah Positioning

Radiografi Manus
Proyeksi Posteroanterior dan Oblik

Disusun oleh:
dr. Deborah A.Pakpahan
PPDS Radiologi FKUI-RSCM Semester 1

Sebagai Bagian dari


Program Pendidikan Dokter Spesialis Radiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Jakarta 2018
Pendahuluan
Pemeriksaan radiografi konvensional hingga saat ini masih menjadi modalitas utama dalam
mendiagnosis rheumatoid artritis. Tangan dan pergelangan tangan merupakan area kerangka yang
paling sering dilakukan radiografi dalam berbagai kelompok umur. Hal ini disebabkan karena
tingginya kejadian trauma maupun kondisi degeneratif.2 Radiografi ini sangat berguna dalam
membedakan Rheumatoid artritis dari penyakit lainnya karena memiliki spesifisitas tinggi dan
merupakan prosedur pemeriksaan berbiaya rendah.1 Selain dinilai baik untuk mengevaluasi
struktur tulang, pemeriksaan radiografi konvensional juga dapat memberikan informasi mengenai
jaringan lunak.
Untuk dapat memperoleh informasi yang maksimal dari pemeriksaan radiografi
konvensional, seorang dokter harus mampu menentukan teknik pemeriksaan dan proyeksi yang
tepat sesuai dengan kelainan dan informasi yang ingin diperoleh. Beberapa pusat pelayanan
kesehatan sudah memiliki standar sendiri mengenai proyeksi untuk bagian-bagian tubuh dan
kondisi klinis tertentu. Tetapi penting untuk mengetahui dasar pemilihan proyeksi-proyeksi
tersebut, kelebihan, kekurangan, serta teknik pengerjaannya.

Anatomi
Tangan merupakan organ yang penting yang terletak di bagian ujung distal dari lengan
atas. Terdapat 27 tulang yang membentuk satu tangan dan pergelangan tangan yang dibagi menjadi
tiga kelompok yaitu falang, metacarpal dan karpal. Falang merupakan jari-jari dan ibu jari tangan.
Jumlah tulang falang adalah 14 buah, yang terdiri dari bagian proksimal, medial dan distal falang
yang membentuk setiap jari, sedangkan falang proksimal dan distal membentuk ibu jari.. Masing-
masing falang merupakan gambaran tulang panjang yang mempunyai karakteristik adanya sebuah
basis, shaft dan kepala yang berada di distal. Ibu jari disebut sebagai jari yang pertama, diikuti
dengan jari-jari lainnya sebagai jari ke-2 sampai ke-5.2
Kelima tulang metakarpal membentuk telapak tangan. Tulang -tulang tersebut diberi
nomor sesuai dengan urutan jari-jari, dengan ibu jari sebagai metakarpal pertama dan jari
kelingking sebagai metakarpal kelima dari tangan. Metakarpal juga merupakan gambaran tulang
panjang, dengan tiap-tiap bagian memiliki basis, batang dan kepala.2
Gambar 1. Bagian anterior anatomi tangan dan pergelangan tangan kanan. Gambar 2. Anatomi metakarpal dan
falang kedua.3

Kedelapan tulang karpal membentuk pergelangan tangan. Tulang karpal terdiri dari
proksimal dan distal untuk kemudahan mengenali posisi tersebut. Baris proksimal dari ibu jari
terdiri dari tulang-tulang scaphoid, lunate, triquetrum, dan pisiform. Pada baris distal terdiri dari
tulang-tulang trapezium, trapezoid, capitate, dan hamate. Bagian distal dari radius mempunyai
dua permukaan sendi yang dipisahkan oleh daerah persendian antara skapoid dan lunatum.
Sigmoid notch dari distal radius bersendi dengan distal ulna.2
Sendi interfalang terletak diantara segmen dari setiap falang (Gambar 2). Pada jari-jari,
sendi ini terdiri atas sendi interfalang distal dan sendi interfalang proksimal. Ibu jari hanya
memiliki satu sendi interfalang. Setiap sendi disokong oleh kapsul sendi dan telapak tangan (volar)
dan ligament kolateral. Sendi metakarpofalang terletak antara basis falang proksimal dan kepala
metacarpal. Sendi ini juga disokong oleh kapsul sendi volar dan ligament kollateral, ekspansi
tendon ekstensor pada bagian dorsal. Tulang-tulang sesamoid merupakan tulang kecil yang
terletak pada tendon, sering terdapat pada persendian ini. Sendi intermetacarpal terletak antara
basis yang berdekatan dari empat tulang metakarpal. Sendi karpometakarpal terletak antara basis
metakarpal dengan baris distal dari tulang karpal. Sendi interkarpal merupakan artikulasi antara
karpal tulang ini sendiri.2
Gambar 3. Persendian antar tangan dan pergelangan tangan.2

Radiografi manus
Pemeriksaan radiografi konvensional dasar pada manus dilakukan dalam proyeksi PA, lateral
dan oblik.2
Posteroanterior
Proyeksi ini menunjukkan gambaran semua falang, termasuk jaringan lunak pada ujung
jari, karpal dan metacarpal serta ujung distal radius dan ulna. Secara normal, panjang axis dari
metakarpal kedua sejajar dengan panjang axis dari radius. Garis yang tergambar sepanjang
permukaan sendi bagian distal dari metakarpal keempat dan kelima harus meluas sampai ke
permukaan articular disal metakarpal tiga.2 Sinar X yang terpusat secara vertikal diletakkan
ditengah kepala dari tulang metacarpal ketiga.4
Posisi pasien pada proyeksi PA yaitu duduk disepanjang pinggir meja periksa dengan
lengan yang mendekati meja periksa. Lengan bawah pronasi dan berada pada meja dengan
permukaan telapak tangan kontak dengan film. Jari-jari dipisahkan dan diperluas tetapi dalam
keadaan relaksasi untuk memastikan bahwa jari-jari tersebut tetap bersentuhan dengan film.
Pergelangan tangan disesuaikan sehingga prosessus stiloideus radius dan ulna berjarak sama
dengan film. Bantalan diletakkan pada lengan bawah untuk imobilisasi.4
Gambar 4. Posisi tangan pada radiografi PA5

Gambar 5. Radiografi manus proyeksi PA dan proyeksi anatomisnya.2


Oblique
Posisi pada proyeksi oblik pada tangan adalah tangan berotasi eksternal 45 derajat dengan
jari-jari terbuka. Jari-jari harus terpisah sedikit dan lengan diganjal 45 derajat dengan pad.
Bantalan diletakkan pada lengan bawah untuk imobilisasi. Posisi pasien duduk disepanjang meja
pemeriksa dengan tangan dan lengan bawah mendekati meja pemeriksa. Sinar X yang terpusat
secara vertikal diletakkan ditengah kepala dari tulang metacarpal kelima.4,5
Gambar dengan posisi oblik dapat menilai keselurahan falang, termasuk jaringan lunak
pada ujung jari, karpal dan metacarpal serta ujung distal pada radius dan ulna.4 Indikasi klinis
proyeksi ini juga menilai fraktur dan dislokasi pada tulang-tulang falang, metakarpal, dan semua
sendi pada tangan, serta melihat adanya proses patologis seperti keadaan osteoporosis dan
osteroartritis.5 Derajat rotasi yang benar adalah ketika kepala dari metakarpal pertama dan kedua
tampak terpisah, sementara metakarpal keempat dan kelima tumpeng tindih. Rotasi yang
berlebihan akan memproyeksikan metakarpal dan jari-jari tangan.4

Gambar 6. Posisi tangan pada radiografi oblik4


Gambar 7. Radiografi manus proyeksi oblik dan proyeksi2

Perbandingan Teknik Radiografi Manus di Departemen Radiologi RSCM dengan Teknik di


Literatur

Proyeksi PA

Gambar 8 Teknik radiografi manus proyeksi PA di literatur


Gambar 9. Teknik radiografi manus kanan proyeksi PA di Departemen Radiologi RSCM

Gambar 1. Teknik radiografi manus kiri proyeksi PA di Departemen Radiologi RSCM


Proyeksi Oblik
Gambar 11. Teknik radiografi manus proyeksi oblik di literatur

Gambar 12. Teknik radiografi manus kanan proyeksi oblik di Departemen Radiologi RSCM
Gambar 13. Teknik radiografi manus kiri proyeksi oblik di Departemen Radiologi RSCM
Kesimpulan
Menurut literatur, pemeriksaan radiografi konvensional rutin manus dilakukan dalam
proyeksi posteroanterior (PA) dan oblik dan lateral. Sedangkan proyeksi lateral merupakan
proyeksi tambahan jika diperlukan untuk melihat pergerakan arah fraktur (kearah anterior atau
superior), umumnya pada kecurigaan fraktur.
Dalam praktiknya di Departemen Radiologi RSCM, terkadang radiografi manus hanya
dilakukan dalam proyeksi PA dan PA oblik. Hal ini menjadi sesuatu yang harus diperhatikan
mengingat radiografi manus proyeksi lateral juga penting pada kecurigaan fraktur, untuk melihat
apakah ada pergerakan kearah anterior atau superior pada fraktu. Kekurangan proyeksi ini dapat
menjadi hambatan bagi ahli radiologi untuk menilai adanya pergerakan arah fraktur pada tangan,
jika dijumpai fraktur.
Pasien pada kasus ini dengan kondisi rheumatoid artritis. Ditinjau dari segi teknik
positioning, teknik radiografi manus proyeksi PA dan oblik yang dikerjakan di Departemen
Radiologi RSCM sudah sesuai dengan teknik yang dijelaskan di literatur. Pada pengambilan
gambar dengan posisi posteroanterior, sinar X sudah terpusat secara vertikal ditengah kepala dari
tulang metacarpal ketiga, sesuai dengan literatur. Posisi pasien yang duduk dekat pinggir meja
dengan lengan mendekati meja pemeriksa juga sudah sesuai dengan literatur. Dalam posisi oblik,
awalnya terdapat sedikit kesulitan karena kekakuan pada jari-jari tangan, namun pengambilan
gambarnya sudah sesuai, terlihat dengan tangan pasien yang dirotasikan secara eksternal 45 derajat
dengan jari-jari yang sedikit terbuka.
Daftar Pustaka

1. Llopis E, Kroon HM, Acosta J, Bloem JL. Conventional radiology in Rheumatoid Arthritis.
Radiologic clinics of North America; 2017.
2. McKinnis LN. Fundamentals of Musculoskeletal Imaging. 3rd Edition. Philadelphia: F. A.
Davis Company; 2010.
3. Frank ED, Long BW, Smith BJ. Merrill’s Atlas of Radiographic Positioning & Procedures.
12th Edition. Missouri: Mosby; 2016.
4. Whitley AS, Sloane C, Hoadley G, Moore AD, Alsop CW. Clark’s Positioning in
Radiography. London: Hodder Arnold; 2005.
5. Bontrager KL, Lampignano JP. Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy.
8th Edition. Missouri: Mosby; 2014.

Beri Nilai