Anda di halaman 1dari 3

Kajian Hj.

Irena Handono
Kajian Peradaban, Pembentengan Aqidah dan Pembinaan Muallaf

Rabu, 07 Januari 2015

Menghapus Stigma Negatif di Wajah Islam


‫اﻟﺴﻼم ﻋﻠﻴﻜﻢ و رﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ و ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ‬

Beberapa waktu belakangan, entah itu dalam pergaulan nasional maupun internasional, Islam tidak henti-hentinya
diserang dari berbagai sisi. Salah satunya dengan menyatakan : Jika Islam adalah agama terbaik, mengapa banyak orang
Islam yang tidak jujur, tidak sapat dipercaya, dan melakukan penipuan, menyuap, dan mengkonsumsi obat-obatan
terlarang?

Ketahuilah, bahwa tidak ada keraguan bahwa Islam merupakan agama paling baik, tetapi media telah dikuasai oleh
orang-orang Barat yang takut pada Islam. Media itu terus memberitakan dan mencetak semua informasi yang
menentang agama Islam. Jika perlu, mereka juga sengaja membuat berita yang salah tentang agama Islam, dan salah
mengutip atau merancang topik yang melebihi batas.
Jika terjadi peledakan bom, lihatlah, yang pertama kali dituduh tanpa bukti-bukti adalah umat Islam! Berita ini dicetak di
halaman terdepan berbagai media, kemudian setelah pelaku peledakan itu teridentifikasi seorang non-Muslim, maka hal
itu dianggap berita yang tidak penting.

Ketika seorang Muslim berusia 50 tahun menikahi gadis berusia 15 tahun atas persetujuan gadis itu, berita ini dicetak
pada halaman pertama. Tetapi ketika seorang non-Muslim berusia 50 tahun memperkosa gadis kecil berusia 6 tahun,
berita ini akan ditulis pada bagian dalam halaman sebagai ''newsbrief''. Padahal setiap hari di Amerika terdapat sekitar
2.713 kasus pemerkosaan tetapi berita ini tidak dicetak oleh media. Kenapa? Karena hal ini sudah menjadi kebiasaan
orang-orang Amerika.

Kita semua sadar memang, jika ada beberapa umat Islam yang tidak jujur, tidak dapat dipercaya, menipu, atau berbuat
tidak baik lainnya, tetapi media hanya mencetak bahwa hanya umat Islam yang berbuat hal semacam itu. Ingat, kambing
hitam (spacegoat) ada di setiap komunitas. Saya tahu umat Muslim juga ada yang menjadi pecandu alkohol dan mereka
bisa meminum lebih banyak daripada non-Muslim yang berada di bawah meja.

Akan tetapi, yang harus disadari bersama, meskipun umat Islam dijadikan kambing hitam, tetapi secara keseluruhan,
Muslim saat ini tetap menjadi komunitas terbaik di dunia. Muslim adalah komunitas terbesar dari semua komunitas yang
tidak mengkonsumsi alkohol secara kolektif, Muslim adalah komunitas yang mampu memberikan sumbangan terbesar
di dunia. Buktikan saja, tidak akan ada satu komunitaspun yang dapat menunjukkan (meskipun hanya sebuah lilin) pada
umat Islam yang memperhatikan kesopanan, ketenangan hati, serta nilai-nilai kemanusiaan dan berbangsa.

Jangan Menilai Mobil dari Sopirnya


Jangan pernah menilai mobil dari sopirnya. Jika Anda ingin menilai betapa bagusnya model keluaran baru mobil
'Mercedes', dan seseorang yang tidak bisa menyetir mobil itu menabrakkannya, siapakah yang akan Anda salahkan?
Mobil itu, atau orang yang menyetirnya? Otomatis Anda akan menyalahkan sang sopir. Untuk meneliti kebagusan mobil
itu, seseorang tidak harus melihat pada sopir, tetapi lihatlah kemampuan dan keistimewaan pada mobil itu sendiri.
Seberapa tinggi kecepatannya, berapa kapasitas bahan bakarnya, fasilitas kenyamanannya dan lain sebagainya. Nah,
meskipun secara jujur kita mengakui argumen yang menyatakan sebagian umat Islam berperilaku buruk, tetapi kita tidak
bisa menilai Islam dai pengikutnya. Apalagi yang dinilai adalah yang buruk-buruk saja. Jika Anda ingin menilai seberapa
bagus agama Islam, maka nilailah menurut sumber yang asli, yaitu Al-Qur'an dan Hadits Shahih.

Kemudian jika Anda ingin menyelidiki dengan mudah seberapa bagus kualitas mobil tadi, maka pilihlah seseorang yang
ahli menyetir mobil. Sama seperti pengikut Islam terbaik dan patut dicontoh, dimana Anda bisa menilai Islam dari segala
tindak-tanduknya, dan dialah utusan terakhir Allah SWT, yakni Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi Wasallam. Selain umat
Islam, ada seorang ahli sejarah yang tidak berprasangka buruk bahkan menyatakan bahwa Nabi Muhammad adalah
manusia terbaik. Menurut Michel H. Hart yang menulis buku berjudul ''The Hundred Most Influential Men in History'',
peringkat teratas yaitu posisi pertama diraih oleh junjungan kita, Rasulullah Muhammad Shalallahu 'alaihi Wasallam.
Bahkan ada beberapa non-Muslim yang memberi penghargaan pada Nabi Muhammad, seperti Thomas Carlyle, La
Martine, dan masih banyak lagi yang lain.

Fakta yang Disembunyikan: Breivik, Teroris Kristen

Kalau saya memaparkan fakta-fakta sejarah tentang


pembantaian umat Islam yang dilakukan kaum Kristen di
Spanyol, maka saya akan dianggap jadul, karena itu fakta
lama. Tapi bagaimana kalau fakta yang saya paparkan
berikut adalah fakta baru?

EUROPOL (lembaga penegakkan hukum di


Eropa yang bekerja untuk membantu negara-
negara anggota Uni Eropa untuk memerangi
terorisme) mengungkapkan dalam laporan
tahunan mereka pada tahun 2007-2009 bahwa
99,6% tindak terorisme di Eropa dilakukan oleh
non Muslim, dimana 84,8% dilakukan oleh
Anders Behring Br eivik kelompok separatis yang sama sekali tidak ada
kaitannya dengan Islam dan Muslim.

Breivik membuat sebuah dokumen jauh hari sebelum ia melancarkan aksi teror yang kemudian ia
beri judul "2083-A European Declaration of Independence" yang terdiri lebih dari 800 ribu kata,
2083, adalah angka yang merujuk pada bilangan tahun dimana Breivik berkhayal pada saat itu cita-
cita utamanya akan terwujud : yakni Eropa dengan kultur tunggal Kristen, tanpa Islam, maupun
kaum Muslim.

Dalam manifestonya Breivik menggambarkan dunia Barat dan Islam terkunci dalam suatu
peperangan abadinya yang hingga kini telah berlangsung selama 1300 tahun. Islam diidentikkan
dengan gambaran wujud tertentu yang memiliki agen-agen jahat yang tidak pernah lelah berusaha
memusnahkan orang-orang Kristen Eropa.
Mengapa Breivik mengebom dan me mbantai orang yang tak berdosa???

Breivik berdalih semua itu ia lakukan kar ena perintah Tuhan, sesuai dengan ayat Bibel :

Ulangan 9:3

"Maka ketahuilah pada hari ini, bahwa Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan di depanmu
laksana api yang menghanguskan, Dia akan memusnahkan mereka dan Dia akan
menundukkan mereka di hadapanmu. Demikianlah engkau akan menghalau dan
membinasakan mereka dengan segera, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhan." 

Ulangan 33:27

"Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan
yang kekal. Ia mengusir musuh dari d epanmu dan berfirman : Punahkanlah !"

Sangat disayangkan, sebagaimana kita ketahui bahwa pihak kepolisian Norwegia telah
menangkap tangan pelaku teror, Anders Behring Breivik pada Jumat sore 22 Juli 2011 di pulau
Utoya, tempat dia menghaburkan amunisi senjata api ke tubuh para remaja peserta kemah. Breivik
ditangkap di tempat kejadian perkara berikut dengan senjata yang dia gunakan untuk melakukan
pembantaian.

Namun demikian, bukan fakta mengenai profil pelaku yang diberikan oleh media massa, tetapi
fitnah, tuduhan berikut dengan "dasar analisa" -yang sama sekali tidak memiliki pijakan kuat- yang
menyatakan bahwa pelakunya adalah Muslim.

Tujuan utama Breivik adalah mengusir Muslim dan melarang eksistensi Islam di segala belahan
bagian Eropa khususnya Eropa Barat. Ia mengklaim dirinya adalah seorang tentara perlawanan
terhadap "Imperialisme Islam". Dalam pandangannya Islam sedang meng"kolonisasi" Eropa
dengan cara menyumbang angka kelahiran yang tinggi dan immigrasi Muslim dari benua Asia-
Afrika.

Hingga 2 hari kejadian pengeboman dan pembantaian puluhan pemuda Norwegia, seluruh pers di
Norwegia menyatakan bahwa pelaku pengeboman dan pembantaian itu terkait dengan Al Qaeda,
atau kelompok muslim fundamentalis.

Jangan Berlebih-Lebihan !
 
Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak
benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat
dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia),
dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". (QS Al-Ma'idah:77)
 
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada
kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah
nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah
mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Al-
Baqarah:109)
 
ِ ‫وَ اﻟﺴﻼَمُ ﻋَ ﻠَ ْﻴﻜُ ْﻢ وَ رَ ْﺣﻤَ ُﺔ‬
ُ َ ‫اﻟﻠﻪ وَ ﺑَﺮَ ﻛ‬
 ‫ﺎﺗ ُﻪ‬