Anda di halaman 1dari 13

c 


    


? •   

Jika kadar glukosa darah belum tercapai dengan pengaturan makan dan latihan jasmani
dilakukan terapi farmakologis.

Intervensi Farmakologis meliputi:

? 3 3 (3bat ipoglikemik 3ral)


? Insulin
? 3
    3 3
¦okasi kerja 3 3 pada tubuh

Digolongkan berdasarkan cara kerjanya:

ë? cemicu sekresi insulin/secretagogue (Sulfonilurea dan Glinit)


ë? cenambah sensitifitas terhadap insulin: Metformin dan Tiazolidindion
ë? cenghambat absorbsi glukosa:penghambat oksidase alfa

?     

^ekerja dengan cara meningkatkan sekresi insulin. Semua Sulfonilurea meningkatkan berat
badan dan beresiko menyebabkan hipoglikemik. Menurunkan GDc sampai 50±70 mg/dl dan
menurunkan bA1c sampai 0.8±1.7%

Semua obat menyebabkan hipoglikemi berat, maka dosis yang diberikan sekecil mungkin dan
harus dimonitor GDc sampai 110-140mg/d¦.

0    •
       •    

r? Sudah tidak digunakan lagi (terutama di US) karena meningkatkan reaksi obat dengan
obat lain.
r? Sangat kuat efek hipoglikeminya (Chlorpropamide): hanya dimetabolisme sebagian
r? Terakumulasi pada ginjal.
r? cada klien gangguan ginjal menyebabkan hipoglikemi memanjang dan berat.


? •    
D? Contoh: Troglitazone (Rezulin), rosiglitazone (Avandia) and pioglitazone (Actos). cada
Maret 2000 Troglitazone ditarik dari pasaran US karena terbukti menyebabkan 60
laporan hepatotoksik.
D? Tiazolidindion bekerja dengan cara meningkatkan sensitifitas insulin pada jaringan otot
dan adipose dan sedikit menghambat produksi glukosa di hati.
D? Relatif aman untuk klien gangguan ginjal karena dimetabolisme di hati dan dikeluarkan
melalui feses.
D? cenggunaan pada klien gangguan hati dapat menyebabkan akumulasi Tiazolidindion.
D? Terjadi sedikit peningkatan volume plasma pada penggunaan obat ini
D? Tiazolidindion kontra indikasi untuk C F III dan IV

c 
       


? 0    


 0 
 
D? ^ekerja dengan cara menghambat absorbsi karbohidrat pada usus halus.
D? ¦ansung menurunkan GDcc. Absorbsi dextrins, maltose, sucrose, and K tergangu
dengan pemberian Acarbose tetapi tidak menghambat penyerapan glucose dan lactose.
D? Dimakan bersamaan suapan pertama.
D? cengobatan dengan Arcabose dapat menurunkan GDc sampai 35±40 mg/dl dan bA1c
sampai 0.4±0.7%.
D? Terapi Acarbose tidak menyebabkan peingkatan berat badan atau hipoglikemik (karena
hanya berefek lokal).
D? Kontra Indikasi: gangguan hepar, ginjal (keatinin>2mg/dl) dan GI
D? Xfek samping: peningkatan flatus, nyeri abdominal, dan diare.


? ^   
D? Mekanisme kerja terutama menurunkan pengeluaran glukosa hati.
D? Mampu meningkatkan sensitifitas terhadap insulin dengan meningkatkan aktifitas
reseptor insulin tirosin kinase, meningkatkan sistesis glikogen dan meningkatkan
transport G¦UT 4 transporter ke dalam plasma membran. Contoh: Metformin. Mampu
menurunkan GDc sampai 50±70 mg/dl dan the bA1c sampai 1.4±1.8%.
D? Tidak begitu berbahaya dalam menyebabkan hipoglikemik
D? Xfek samping yang sering terjadi: ketidak nyamanan Gastrointestinal dan mual. ampir
0.03 kasus/1,000 klien-tahun, mengalami asidosis laktat terutama pada klien yang
mengalami renal insufisiensi dan gangguan hati
D? Metformin tidak direkomendasikan untuk klien dengan kreatinin >1.5 mg/dl.
D? ^aik digunakan bagi klien gemuk.


Î? !" !"
a.?  #!  
Fungsi utama insulin:
Mengkounter hormon peningkat glukosa dan mempertahankan gula darah normal,
menstimulasi lipogenesis, menurunkan lipolisis dan meningkatkan transport asam amino
ke dalam sel, menstimulasi pertumbuhan, sintesis DNA dan replikasi sel.

b.? !       :


r? DM tipe 1/IDDM
r? DM tipe 2/NIDDM yang tidak berespon dengan pengobatan 3 3
r? DM tipe 2 dengan stress
r? cenurunan ^^ yang cepat
r? Ketoasidosis diabetic

c.? c   : subkutan dan vena (dalam keadaan akut)

Insulin disuntikkan dibawah kulit ke dalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding
perut. Digunakan jarum yang sangat kecil agar tidak terasa terlalu nyeri.

Insulin terdapat dalam 3 bentuk dasar, masing-masing memiliki kecepatan dan lama kerja yang
berbeda:

1.? Insulin kerja cepat.


Contohnya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar.
Insulin ini seringkali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai
puncaknya dalam waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin kerja cepat
seringkali digunakan oleh penderita yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya
dan disutikkan 15-20 menit sebelum makan.
2.? Insulin kerja sedang.
Contohnya adalah insulin suspensi seng atau suspensi insulin isofan. Mulai bekerja dalam
waktu 1-3 jam, mencapai puncak maksimun dalam waktu 6-10 jam dan bekerja selama
18-26 jam. Insulin ini bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama
sehari dan dapat disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang
malam.
3.? Insulin kerja lambat.
Contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Xfeknya baru timbul
setelah 6 jam dan bekerja selama 28-36 jam. Sediaan insulin stabil dalam suhu ruangan
selama berbulan-bulan sehingga bisa dibawa kemana-mana.
cemilihan insulin yang akan digunakan tergantung kepada:

r? Keinginan penderita untuk mengontrol diabetesnya


r? Keinginan penderita untuk memantau kadar gula darah dan menyesuaikan dosisnya
r? Aktivitas harian penderita
r? Kecekatan penderita dalam mempelajari dan memahami penyakitnya
r? Kestabilan kadar gula darah sepanjang hari dan dari hari ke hari

Sediaan yang paling mudah digunakan adalah suntikan sehari sekali dari insulin kerja
sedang. Tetapi sediaan ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal. Kontrol yang
lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yaitu insulin kerja cepat dan
insulin kerja sedang. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur
malam. Kontrol yang paling ketat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin
kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai suntikan insulin kerja cepat tambahan pada siang
hari.

^eberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya;
penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulinnya tergantung kepada makanan, olah raga
dan pola kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam
makanan dan olah raga.

^eberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama
dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh, karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap
insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan
resistansi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

cenyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan dibawahnya pada tempat
suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti
kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak


berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk). Komplikasi tersebut bisa
dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. cada
pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.


•  " 

Terapi gizi medis pada prinsipnya adalah melakukan pengaturan pola makan yang didasarkan
pada status gizi orang dengan diabetes dan melakukan modifikasi diet berdasarkan kebutuhan
individual. Tujuan dari terapi gizi adalah:
1.? Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal dengan keseimbangan asupan
makanan dengan insulin (endogen atau eksogen) atau obat hipoglikemikoral dan tingkat
aktivitas.
2.? Mencapai kadar serum lipid yang optimal.
3.? Memberikan energy yang cukup untuk mencapai atau memperhankan berat badan yang
sesuai.
4.? Memberikan semua unsur makanan esensial (misalnya vitamin dan mineral).
5.? Menghindari dan menangani komplikasi akut orang dengan diabetes yang menggunakan
insulin seperti hipoglikemia, masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani dan
komplikasi kronik diabetes seperti: penyakit ginjal, neuropati, hipertensi dan penyakit
jantung.

$•  0    

1.? cengkajian

cengkajian gizi klien termasuk data klinis seperti hasil pemantauan sendiri kadar glukosa
darah, kadar lemak darah (kolesterol total, ¦D¦, D¦, dan trigliserida) dan hemoglobin glikat.
cengkajian gizi juga digunakan untuk mengetahui apa yang mampu dilakukan oleh klien dan
kesediaan untuk melakukannya. Aspek budaya, etnik, dan keuangan perlu dipertimbangkan
untuk mendapatkan kepatuhan klien yang tinggi.

Informasi yang dikumpulkan oleh tim diabetes perlu dicatat pada dokumen medik sehingga
perencanaan penanganan diabetes secara menyeluruh dapat dikembangkan dan semua anggota
tim dapat membantu klien. cengkajian dapat dilakukan melalui wawancara atau dengan
penggunaan kuesioner. Dietisien yang bekerja di ruang perawatan dapat menggunakan kuesioner
yang sederhana. cengkajian hendaknya mampu mengidentifikasi masalah gizi dan miskonsepsi
yang ada.

Î   • #    

asil dari pengkajian gizi diperlukan untuk menentukan tujuan yang akan dicapai. Klien
hendaknya diminta untuk mengidentifikasi apa yang diperlukan dalam penatalaksanaan diabetes
secara keseluruhan.
Tujuan yang ditetapkan hendaknya membantu orang dengan diabetes membuat perubahan
yang positif dalam kebiasaan makan dan latihan jasmani yang akan menghasilkan antara lain
perbaikan kadar glukosa darah dan kadar lemak darah serta memperbaiki asupan gizi.

*! %  0  

Informasi yang didapatkan dari pengkajian gizi dan tujuan yang akan dicapai menentukan
dasar intervensi gizi. Dietisien perlu mempertimbangkan berapa banyak informasi yang perlu
diberikan, kemampuan baca dan tulis klien dan jenis alat peraga yang diperlukan (handout,
video, audiotape, flip chart, food models). Intervensi gizi ditujukan untuk memberikan informasi
praktis pada klien yang dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Intervensi gizi melibatkan 2 tahap pemberian informasi :

‡ Intervensi Gizi Dasar

Tahap ini memberikan gambaran tentang gizi, kebutuhan zat gizi, petunjuk penatalaksanaan gizi
pada diabetes, informasi survival skill yang dianggap perlu untuk klien (membaca label,
penatalaksanaan pada saat sakit)

‡ Intervensi Gizi ¦anjutan

Tahap ini melibatkan penggunaan suatu pendekatan perencanaan makan yang lebih mendalam
seperti menu, penghitungan kalori, penghitungan lemak, daftar bahan penukar, dan lain-lain.

&'%  

Xvaluasi adalah bagian yang sangat penting pada proses terapi gizi medis. Dietisien dan klien
bersama-sama menetapkan hasil intervensi. cada tahap terapi ini, pemecahan masalah mungkin
penting untuk membantu klien menetapkan tujuan baru untuk intervensi gizi lebih lanjut.
cemantauan keadaan glukosa darah dan hemoglobin glikat (AIC). ¦ipid, tekanan darah dan
fungsi ginjal peting untuk mengevaluasi hasil yang berhubungan dengan gizi.

Untuk individu, konsisiten dalam hal pola makan penting oleh karena pola makan yang
konsisten menghasilkan AIC yang lebih rendah daripada pola makan yang serampangan. Tindak
lanjut untuk orang dewasa setiap 6 sampai 12 bulan.

•  0   •  

cerlu ditetapkan perencanaan makan yang berdasarkan asupan makan sehari-hari individu dan
digunakan sebagai dasar untuk mengintegrasikan terapi insulin dengan pola makan dan latihan
jasmani yang biasanya dilakukan. Individu yang menggunakan terapi insulin dianjurkan makan
pada waktu yang konsisten dan sinkron dengan waktu kerja insulin yang digunakan. Selanjutnya
individu perlu memantau kadar glukosa darah sesuai dosis insulin dan jumlah makanan yang
biasa dimakan.

•  0  c •  Î

cenekanan tujuan terapi gizi medis pada diabetes tipe 2 adalah pada pengendalian glukosa, lipid,
dan hipertensi. cenurunan berat badan dan diet hipokalori (pada klien yang gemuk) biasanya
memperbaiki kadar glikemik jangka pendek dan mempunyai potensi meningkatkan control
metabolik jangka lama. cerlu ditekankan bahwa tujuan diet adalah pada pengendalian glukosa
dan lipid. Namun demikian pada sebagian individu penurunan berat badan dapat juga dicapai dan
dipertahankan.

cerencanaan makan hendaknya dengan kandungan zat gizi yang cukup dan disertai
pengurangan total lemak terutama lemak jenuh. cengaturan porsi makanan sedemikian rupa
sehingga asupan zat gizi tersebar sepanjang hari. cenurunan berat badan ringan atau sedang (5-
10kg) sudah terbukti dapat meningkatkan control diabetes, walaupun berat badan idaman tidak
dicapai. cenurunan berat badan dapat diusahakan dicapai dengan baik dengan penurunan asupan
energi yang moderat dan peningkatan pengeluaran energi. Dianjurkan pembatasan kalori sedang
yaitu 250-500 kkal lebih rendah dari asupan rata-rata sehari.

(
   

? (
 
Sebagai sumber energy, karbohidrat yang diberikan pada diabetisi tidak boleh lebih dari
55-65% dari total kebutuhan energy sehari atau tidak boleh lebih dari 70 % jika dikombinasi
dengan pemberian asam lemak tidak jenuh rantai tunggal (MUFA= monounsaturated fatty
acids). cada setiap gram karbohidrat terdapat kandungan energy sebesar 4 kilokalori.
Anjuran untuk pemberian karbohidrat:
1.? Jumlah total karbohidrat dalam makanan lebih berpengaruh pada kadar gula darah
dibandingkan jenis karbohidrat itu sendiri.
2.? Jika menambahkan lemak tidak jenuh (ñ   
  ), karbohidrat total
dapat ditingkatkan sampai 70% total kalori sehari.
3.? Sukrosa tidak perlu dibatasi sebagai penggganti sumber karbohidrat namun jumlah
totalnya tidak melebihi kebutuhan karbohidrat total dalam sehari.
4.? Fruktosa dibatasi tidak lebih dari 60 gram (pada diet 2000 kalori).
5.? cemanis (sukrosa) dapat digunakan secukupnya.
6.? cemanis non kalori seperti aspartame, acesulfam dan sukralosa dapat digunakan.
Î?  
Asupan serat untuk orang dengan diabetes sama seperti orang non diabetes yaitu tidak
lebih dari 3000 mg sehari. ^agi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang dianjurkan
2400 mg Natrium perhari.

*? c 


Menurut consensus pengelolaan diabetes di Indonesia, kebutuhan protein untuk orang
dengan diabetes adalah 10-15% energy. Jika timbul nefropati pada orang dewasa asupan
protein diturunkan menjadi 0,8 g/Kg^^ perhari atau 10% dari kebutuhan energy.

&? • 


Asupan lemak dianjurkan < 10% energy dari lemak jenuh dan tidak lebih dari 10%
energy lemak tidak jenuh ganda, sedangkan selebihnya yaitu 60-70% total energy dari lemak
tidak jenuh tunggal dan karbohidrat. cresentasi asupan energy dari lemak tergantung dari
hasil pemeriksaan glukosa, lipid dan berat badan yang diinginkan. Untuk individu dengan
kadar lipid normal dan dapat mempertahankan berat badan idealnya dianjurkan tidak lebih
dari 30 % asupan energy dari lemak total. Di Indonesia sendiri dianjurkan asupan lemak
adalah 20-25% energy.
Apabila peningkatan ¦D¦ adalah masalah utama, dapat diikuti anjuran diet dislipidemia
tahap II yaitu < 7 % energy total dari lemak jenuh, tidak lebih dari 30 % energy dari lemak
total dan kandungan kolesterol 200 mg/hari.
Apabila peningkatan trigliserida dan V¦D¦ merupakan masalah utama, dilakukan
penurunan berat badan dan peningkatan aktivitas. cerencanaan makan tinggi lemak tidak
jenuh tunggal dapat dilakukan dengan mengguanakan nuts, alpukat dan minyak zaitun.
Namun pada individu yang kegemukan peningkatan asupan lemak dapat memperburuk
kegemukannya.
Klien dengan trigliserida >1000 mg/dl mungkin perlu penurunan semua tipe lemak
makanan untuk menurunkan kadar lemak plasma bentuk kilomikron.

u?  )  (  


Untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dilakukan penurunan konsumsi emak
jenuh dan kolesterol. Asupan energy sehari seharusnya terdiri dari lemak jenuh dan
kolesterol tidak lebih dari 300 mg perhari.

å? " 
Sama seperti orang yang tidak menderita diabetes yaitu tidak lebih dari 3000 mg,
sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang dianjurkan 2000 mg
natrium perhari.
º? 
Dalam keadaan normal gula darah tidak terpengaruh dengan pengguanaan alcohol dalam
jumlah sedang apabila diabetes terkendali dengan baik. Alcohol dapat meningkatkan
risiko hipoglikemia pada mereka yang menggunakan insulin atau sulfonil urea.
Anjuran untuk orang dengan diabetes yang tidak bias meninggalkan alcohol:
1.? Alcohol tidak boleh dikonsumsi bila:
a.? Kadar glukosa darah belum terkendali
b.? Kadar trigliserida darah meningkat
c.? Menggunakan obat diabetes generasi pertama karena dapat menyebabkan efek
samping.
d.? Menderita penyakit gastritis, pankreatis, tipe tertentu penyakit jantung dan ginjal.
Alkohol mengandung kalori tinggi sehingga tidak baik unruk kegemukan.
2.? Tidak diminum bila perut kosong karena dapat menyebabkan hipoglikemia
3.? Alcohol mengganggu kesadaran sehingga dapat membuat perecanaan makan tidak
dipatuhi.
4.? ^atasi tidak lebih dari 1-2 minuman saja, tidak lebih dari dua kali seminggu. Untuk
yang menggunakan insulin, tidak lebih dari 2 minuman alcohol (1 minuman alcohol
setara dengan 320 gr bir, 140 gr anggur atau 42 gr distilled spirits).

Ñ?   *    


Apabila asupan gizi cukup, biasanya tidak perlu menambah suplemen vitamin dan
mineral. cemberian kromium menguntungkan pengendalian glikemik bagi mereka yang
kekurangan kromium sebagai akibat nutrisi parenteral.

c    
    
 

? (
 ( 

Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mempertahankan berat badan ideal. Komposisi
energy adalah 45-65% dari karbohidrat, 10-20% dari protein dan 20-25% dari lemak.

Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan diabetes. Di
antaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang besarnya
25-30 kalori/kg ^^ ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa factor yaitu jenis
kelamin, umur, aktivitas, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan.

Cara lain adalah seperti table 1. cara yang lebih gampang lagi adalah dengan pegangan kasar
yaitu untuk pasien kurus 2300-2500 kalori, normal 1700-2100 kalori, dan gemuk 1300-1500
kalori.
•
!(
    
 

 + ( #    ^ 


Gemuk 25 30 35
Normal 30 35 40
Kurus 35 40 40-50

*Kalori/kg ^^ ideal

cerhitungan berat badan idaman dengan rumus ^rocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut:

^ 
 ,-./•^$..

^agi pria dengan tinggi badan di bawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, rumus modifikasi
menjadi :

^ 
  ,•^0..

Sedangkan menurut Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat badan (kg)

Tinggi badan (m2)

Adalah sebagai berikut :

^ ! •  + ,Ñu0ÎÎ-Î

 ! •  c ,Î.$Î&-Î

$    


  

? )    

Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25 kal/kg
^^ untuk wanita dan angka 30 kal/ kg ^^ untuk pria.

Î?  

r? cada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orang
dewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kg/kg ^^.
r? Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anak-anak
lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori untuk tiap tahunnya.
r? cenurunan kebutuhan kalori di atas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap decade antara
40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, di atas 70 tahun
dikurangi 20%.

*?  %      #

Jenis aktivitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktivitas
dikelompokkan sebagai berikut :

r? Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%


r? Ringan : pegawai kantor, pegawai took, guru, ahli hokum, ibu rumah tangga dan lain-lain
kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal.
r? Sedang : pegawai di industry ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang,
kebutuan dinaikkan menjadi 30% dari basal.
r? ^erat : petani, buruh, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan ditambah
40%.
r? Sangat berat : tukang becak, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah 50% dari
basal.

&? (   

cada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/ hari dan ada trimester II dan III 350
kalori/hari. cada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari.

u?    

Infeksi, trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori
sebesar 13% untuk tiap kenaikan 1 derajat celcius.

å? ^ 


^ila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada tingkat


      

^0 

Gula dan produk lain dari gula dikurangi, kecuali pada keadaan tertentu, misalnya pasien dengan
diet rendah protein dan yang mendapat makanan cair, gula boleh diberikan untuk mencukupi
kebutuhan kalori, dalam jumlah terbatas. cenggunaan gula sedikit dalam bumbu diperbolehkan
sehingga memungkinkan pasien dapat makan makanan keluarga. Anjuran penggunaan gula
untuk orang dengan DM sama dengan untuk orang-orang normal yaitu tidak lebih dari 5%
kebutuhan kalori total.

 
  
    

Untuk perencanaan pola makan sehari, pasien diberi petunjuk berapa kebutuhan bahan makanan
setiap kali makan dalam sehari dalam bentuk cenukar (c). lihat lampiran I. berdasarkan pola
makan pasien tersebut dan Daftar ^ahan Makanan cenukar, dapat disusun menu makanan
sehari-hari.

^ c  

Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan ukuran tertentu
dan dikeompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat arang. Setiap
kelompok bahan makanan dianggap mempunyai nilai gizi yang kurang lebih sama.

Dikelompokkan menjadi 8 kelompok bahan makanan yaitu :

r? Golongan I : bahan makanan sumber karbohidrat.


r? Golongan II : bahan makanan sumber protein hewani
r? Golongan III : bahan makanan sumber protein nabati
r? Golongan IV : sayuran
r? Golongan V : buah-buahan
r? Golongan VI : susu
r? Golongan VII : minyak
r? Golongan VIII : makanan tanpa kalori

* •! ")  "!

Manfaat olah raga bagi klien DM:

ë? Meningkatkan kontrol GD
ë? Menurunkan resiko penyakit KV, jika dilakukan minimal 30 menit,3-4kali/minggu
sampai R mencapai 220-umur/menit
ë? Menurunkan ^^
ë? Menimbulkan kegembiraan

Sebelum melakukan olah raga, klien DM:

ë? Melakukan evaluasi medis


ë? Diidentifikasi kemungkinan adanya masalah mikro dan makroangiopati yang akan
bertambah buruk dengan olah raga
Jenis olah raga:

ë? Rekreasional maupun profesional sport boleh dilakukan oleh klien DM


ë? indari olah raga dengan kontak tubuh
ë? Informasi yang perlu disampaikan pada klien
ë? Cek gula darah sebelum olah raga, cek apakah butuh tambahan glukosa

 •! ")  "!

ë? indari dehidarasi, minum 500cc


ë? Diperlukan teman selama berolah raga
ë? cakai selalu tanda pengenal sebagai diabetisi
ë? Selalu bawa makanan sumber glukosa cepat:permen, jely
ë? Makan snack sebelum mulai
ë? Jangan olah raga jika merasa µtak enak badan¶
ë? Gunakan alas kaki yang baik

Kasus: