Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH PROSES INDUSTRI KIMIA

PLASTIK

DISUSUN OLEH:

LOLITA SAFITRI ( 122017046 )

FAIZAL AKBAR ( 122017052 )

ANJAS D. PRATAMA ( 122017053)

Dosen Pembimbing : Netty Herawati ST,MT.

Kelas : III A

PRODI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2018/2019

ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah industri plastik
ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada
Ibu Netty Herawati selaku Dosen mata kuliah Proses Industri Kimia yang telah memberikan
tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon saran dan kritik yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Palembang , 28 Oktober 2018

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………….………………ii

Daftar Isi………………………………………………………………………………….iii

BAB I

Pendahuluan……………………………………………………………………………....4

I. Latar Belakang……………………………………………….………………………....4

II. Rumusan Masalah…………………….…………………………………………….…4

III. Tujuan Masalah……………………………………………..………………………..4

BAB II

Pembahasan………………….………………………………………………………...…6

1. Pengertian Plastik……………………………………………………………………...6

2. -Penggolongan plastik..........................………………..................................................8

-jenis-jenis plastik..........................................................................................................10

-peranan plastik dalam bidang industri.........................................................................12

-proses pembuatan plastik.............................................................................................13

3. Dampak dan penanggulangan dari penggunaan plastic................................................17

-lampiran........................................................................................................................21

BAB III

Kesimpulan dan Saran.......................................................................................................22

Daftar Pustaka...................................................................................................................23

4
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BELAKANG
Kebutuhan masyarakat akan plastik semakin meningkat.Sebagai kemasan,
plastik memiliki banyak keunggulan. Plastik cenderung lebih ringan dibanding
dengan bahan lain, tidak berkarat, mudah dibentuk, murah dantidak mudah pecah.
Hampir semua pusat perbelanjaan masih menggunakan kantong plastik bagi
konsumen. Sebagai contoh, kantong belanja di hipermarket,supermarket, dan
minimarket masih berupa kantong plastik. Demikian pula ditoko-toko lain, seperti
toko buku, bahkan di pasar tradisional. Menurut Prasetyo(2008) plastik yang
dikonsumsi masyarakat Indonesia mencapai 1,5 juta ton atau tujuh kilogram per
kapita. Plastik-plastik tersebut kemudian hanya dibuang setelah sekali
dipakai.Bahkan, sebagian plastik tersebut dibuang di tanah begitu saja. Plastik yang
beredar di pasaran pada umumnya berasal dari polimer sintetis yang tidak
dapatdiuraikan. Menumpuknya sampah plastik di permukaan tanah
menyebabkantertutupnya pori-pori tanah sehingga air tidak dapat diserap ke dalam
tanah.Dengan tidak terserapnya air ke dalam tanah, dalam jangka panjang
dapatmenyebabkan banjir. Bukan hanya di darat, di laut pun, sampah
plastik menyebabkan matinya ribuan hewan laut.Untuk mengatasi hal itu, hingga kini
plastik diolah dengan cara daurulang., plastik hasil daur ulang tersebut memiliki
kualitas yang tidak terlalu bagus.

II. RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan plastik?
2. Bagaimana penggolongan, jenis-jenis plastic, peranan plastic
pada bidang industry dan proses pembuatan plastik?
3. Adakah dampak dari penggunaan plastic dan bagaimana
penanggulangannya ?

III. TUJUAN
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan plastic.
2. Untuk mengetahui bagaimana penggolongan, jenis-jenis plastik,
peranan plastic pada bidang industry dan proses pembuatan
plastik
3. Untuk mengetahui dampak dari penggunaan plastic dan
penanggulangan masalah tersebut.

5
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN PLASTIK
Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Plastik adalah
polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit
molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum ,terdiri dari polimer karbon saja
atau dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. Mereka terbentuk
dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan bisa juga terdiri dari zat. Ada
beberapa polimer alami yang termasuk plastik. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau
fiber sintetik. Nama ini berasal dari fakta bahwa banyak dari mereka "malleable", memiliki
properti keplastikan. Plastik didesain dengan variasi yang sangat banyak dalam properti
yang dapat menoleransi panas, keras, "reliency" dan lain-lain. Digabungkan dengan
kemampuan adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan
plastik digunakan hampir di seluruh bidang industri.

Perkembangan plastik dari keingintahuan laboratorium untuk produk industri yang diakui
telah membawa bahan-bahan baru dan ekonomis dari konstruksi kepada insinyur dan
perancang. Tidak hanya plastik sebagian menggantikan logam dan bahan lain tetapi mereka
juga dapat digunakan dengan mereka. Bahan baku dasar yang umum adalah batu bara,
minyak bumi, kapas, kayu, gas, udara, garam, dan air. Plastik meminjamkan diri pada
aplikasi yang sangat luas karena ketangguhan, ketahanan air, kemudahan fabrikasi, dan
jangkauan warna yang luar biasa. Dalam bab ini istilah plastik mengacu pada bahan kaku
yang dalam proses pembuatannya telah menjadi plastik dalam beberapa tahap tetapi ketika
digunakan kaku, menunjukkan tidak ada atau hanya deformasi sedang dalam penggunaan.
Ini tidak termasuk produk terkait yang dikenal sebagai karet atau elastomer.

Plastik dan resin dapat didefinisikan sebagai bahan organik yang dapat digunakan!
mudah dibentuk atau dibentuk oleh tindakan mekanis atau kimia untuk memberikan zat
keras, nonkristalin yang padat pada suhu biasa. Padatan ini mungkin memiliki berbagai zat
yang digabungkan dengannya untuk memberi warna dan kekuatan. Mereka tahan terhadap
aksi banyak bahan kimia dan kondisi atmosfer. Penggunaan bahan plastik untuk aplikasi

6
tertentu tergantung pada komposisinya, sifat khususnya, dan desain bagiannya. Resin
sintetis adalah sumber plastik terbesar dengan peringkat turunan selulosa berikutnya. Besar.
utilitas plastik dapat ditunjukkan dengan mengacu pada beberapa aplikasi khas di berbagai
bidang di mana pasangan baru ini rials sedang diterapkan. Dalam industri otomotif dan
pesawat terbang banyak plastik yang berbeda menemukan penggunaan khusus karena
keindahan, kekuatan, minyak dan ketahanan listrik: Ketahanan dan kekuatan mereka
membuat mereka sangat berguna dalam pembuatan kaca pengaman, roda gigi dilaminasi,
cam, puli, bantalan pelumas diri, kayu lapis, dan sejenisnya. Di. Bidang lain di mana plastik
tidak dapat digunakan sendiri, itu digunakan dalam kombinasi dengan logam, seperti dalam
pembuatan roda kemudi dan dashboard tertutup plastik. Kombinasi ini mengembangkan
sifat terbaik dari masing-masing bahan. Resin jenis akrilik adalah contoh lain dari plastik sintetis
yang diketahui oleh ahli kimia selama bertahun-tahun, tetapi hanya tersedia dalam kuantitas
melalui penelitian industri masa kini. Polimerisasi derivatif asam akrilat dicatat pada awal 1872,
tetapi Rahm melakukan banyak pekerjaan funda-mental pada sintesis dan polimerisasi turunan
asam akrilat. Pada tahun 1931, Perusahaan Rahm dan Haas mulai membatasi produksi akrilat. Metil
metakrilat resin diperkenalkan oleh mereka pada tahun 1936 dalam bentuk lembaran transparan
(Plexiglas) dan oleh Du Pont Company pada tahun 1937 di kedua lembar dan senyawa pencetakan
dengan nama dagang Lucite. Polimer dari turunan asam akrilat dan metilakrilik dicirikan oleh sifat-
sifat penting seperti transparansi tak berwarna, kualitas perekat, elastisitas dan stabilitas terhadap
cahaya, panas sedang, dan pelapukan dan sebagai hasilnya memiliki banyak aplikasi. Polystyrene
adalah salah satu resin sintetis tertua. Ini pertama kali disiapkan pada tahun 1839.
Keberhasilan produksi komersial dari bahan plastik ini dimulai oleh Dow Chemical
Company •, sekitar tahun 1937. Beberapa derivatif stirena dan kopolimer diperkenalkan
selama Perang Dunia Kedua yang lebih baik saya tahan panas dan kekuatan impak daripada
poli-styrene namun mempertahankan karakteristik listriknya yang sangat baik. Sebagai
contoh, plastik kekuatan-dampak-tinggi yang sangat baik diperoleh dengan
mengkopolimerisasi proporsi tinggi stirena dengan butadiena dan kemudian
mencampurkannya dengan karet alam atau sintetis.

7
 KLASIFIKASI PLASTIK

Dalam industri listrik, plastik organik yang dibentuk dan dilaminasi memiliki nilai
nyata sebagai bahan isolasi padat karena sifat elekroniknya yang baik dan kekuatan
mekanik yang relatif tinggi. Resin fenolik digunakan di sebagian besar bagian yang
beroperasi di bawah kondisi tegangan biasa. Untuk frekuensi yang sangat tinggi dan
gradien tegangan yang berat, polistirena memiliki karakteristik yang lebih diinginkan dan
menandingi insulator anorganik terbaik yang sekarang tersedia. Penyelidikan insinyur sipil
atas analisis tegangan telah sangat ditingkatkan dengan bantuan plastik transparan yang
menunjukkan distorsi di bawah tekanan. Dengan membangun model struktural dari plastik
fabrikasi dan dengan menggunakan film film (polos atau warna), efek stres dan regangan
yang diterapkan dapat dipelajari secara menguntungkan untuk perbaikan desain struktural.
Plastik organik telah memasuki persaingan dengan bahan yang lebih tua untuk konstruksi
dalam proses kimia industri. Bahan plastik seperti itu secara inheren tahan terhadap gas
korosif, cairan, dan bahan kimia, dan mereka digunakan dalam bentuk pipa dan perpipaan,
perpipaan, tangki, menara penyerapan, dll. Di bidang plastik seni dekoratif memiliki
lingkup tak terbatas. Mereka telah digunakan untuk "mendandani" semua jenis artikel
dengan menghilangkan kasar kontur dan dengan memberikan hampir semua kombinasi
warna yang mungkin. Klasifikasi. Plastik dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara. Di
atas dasar bahan baku mereka dapat dikelompokkan sebagai resin sintetis, plastik derivatif
selulosa, resin alami, dan produk protein. Klasifikasi bahan baku menunjukkan dua
kelompok utama resin sintetik: Kelompok (1)

a) mereka yang berasal dari tar batubara dan


b) mereka yang menggunakan produk non-asal batu bara.
Kelompok (2) dapat dibagi lagi menjadi

(a) plastik berdasarkan selulosa dan produk tanaman

(b) yang terutama berasal dari hidrokarbon minyak, gas alam, dan asetilena

(c) resin urea

(d) yang berasal dari karet dan alkil klorida.

8
2. PENGGOLONGAN, JENIS-JENIS, PROSES PEMBUATAN PLASTIK ,DAN
PERANAN PLASTIK PADA BIDANG INDUSTRI

Plastik dapat digolongkan berdasarkan:

A. Sifat fisikanya
 Termoplastik yaitu plastik yang akan menjadi lunak bila menerima pemanasan, dan
menjadi keras bila suhu turun kembali. Karena itu termoplastik mudah dibentuk dan
dapat didaur- ulang beberapa kali dengan melakukan pemanasan setiap kali
membentuknya.
Contoh :
- resin acrilic - nilon
- polietilen - resin vinil
Termoplastik. Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan
proses pemanasan ulang. Contoh: polietilen (PE), polistiren (PS), ABS, polikarbonat
(PC) namun proses pembuatannya sangat lama, sifat unik yang lama membuatnya.
bahan termoplastik terbaik yang tersedia untuk berbagai tujuan. Meskipun
termoplastik yang lebih baru memiliki banyak kelebihan dibanding pyroxylin, ia telah
menunjukkan peningkatan yang mantap, dalam produksi. Selulosa nitrat ditemukan
sekitar pertengahan abad kesembilan belas dan pertama kali digunakan sebagai
pangkalan plastik pada tahun 1869 oleh John Wesley Hyatt ketika mencari pengganti
gading.
 Termosetting yaitu plastik yang dalam proses pembentukannya memerlukan panas
(untuk melunakkan bahan plastiknya) dan dengan menambahkan unsur kimia
tertentu akan menimbulkan perubahan kimiawi (polimerisasi), sesudah itu plastik
mengeras dan tidak akan menjadi lunak walaupun dipanaskan kembali.
Contoh:
- penolik - resin furan - silikon
- resin amino - epoksida - dan lain-lain
Termosetting juga. Merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur-ulang/dicetak lagi.
Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh: resin
epoksi, bakelit, resin melamin, urea-formaldehida
B. Kinerja dan penggunaanya

9
o Plastik komoditas
 sifat mekanik tidak terlalu bagus
 tidak tahan panas
 Contohnya: PE, PS, ABS, PMMA, SAN
 Aplikasi: barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol
minuman
o Plastik teknik
 Tahan panas, temperatur operasi di atas 100 °C
 Sifat mekanik bagus
 Contohnya: PA, POM, PC, PBT
 Aplikasi: komponen otomotif dan elektronik
o Plastik teknik khusus
 Temperatur operasi di atas 150 °C
 Sifat mekanik sangat bagus (kekuatan tarik di atas 500 Kgf/cm²)
 Contohnya: PSF, PES, PAI, PAR
 Aplikasi: komponen pesawat

C. Berdasarkan jumlah rantai karbonnya

o 1 ~ 4 Gas (LPG, LNG)


o 5 ~ 11 Cair (bensin)
o 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah
o 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk)
o 25 ~ 30 Padat (parafin, lilin)
o 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll)
o

D. Berdasarkan sumbernya

o Polimer alami : kayu, kulit binatang, kapas, karet alam, rambut


o Polimer sintetis:
 Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester, polipropilen, polistiren

10
 Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis
 Polimer alami yang dimodifikasi: seluloid, cellophane (bahan dasarnya
dari selulosa tetapi telah mengalami modifikasi secara radikal sehingga
kehilangan sifat-sifat kimia dan fisika asalnya)

Berikut ini adalah jenis-jenis dari plastic PET (Poly Etylene Therephtalate); HDPE
(High Density Polyethylene); PVC (Poly Vinyl Clhorida); LDPE (Low density
polyethilene); PP (Polypropilene); PS (Polystirene); O (Other), Polyetheen lunak , Poly
Methil Meth Acrylaat (PMMA) , Poly Vynil Chlorida (PVC) lunak , Poly Vynil Chlorida
(PVC) keras.

1. PET – (PolyEthylene Terephthalate)

Tipe dan jenis plastik PET (PolyEthylene Terephthalate) memiliki titik leleh atau lebur yang
sangat tingi. Botol air mineral, botol minuman bersoda, botol shampoo, botol obat kumur dan
botol untuk selai roti merupakan beberapa contoh jenis dan tipe plastik berjenis PET ini.
Daur ulang plastik berjenis jenis dan tipe PET dapat dibuat sebagai karpet dan juga pakaian
berbahan polyester.

2. HDPE – (High Density PolyEthylene)

High Density Polyethylene (HDPE) adalah salah satu tipe dan jenis plastik yang paling
umum digunakan di Amerika Serikat. Kantong plastik, botol susu, botol diterjen, botol lotion
dan botol-botol alat kecantikan dan mandi, merupakan beberapa contoh kegunaan jenis dan
tipe plastik HDPE di kehidupan sehari-hari. Daur ulang HDPE difungsikan untuk
memproduksi produk rumput dan taman, ember, alat-alat perkantoran dan suku cadang
kendaraan bermotor.

3. Vinyl – PVC (PolyVinyl Chloride)

11
Vinyl tidak dibuat dengan bahan alami, namun tipe dan jenis plastik ini dibuat oleh manusia.
Vinyl adalah jenis dan tipe plastik yang dibuat dari etilena yang biasa ditemukan dalam
minyak mentah dan klorin yang biasa ditemukan dalam garam biasa. Vinyl merupakan jenis
plastik yang sangat berbeda dengan plastik lainnya. Vinyl dapat dengan mudah didaur ulang
karena daya tahan nya. Vinyil merupakan produk yang terbuat dari bahan yang memiliki
jangka hidup yang panjang. Tipe dan jenis plastik vinyl biasa digunakan untuk botol minyak
goreng, untuk pengepakan kemasan daging segar dan terkadang tipe dan jenis plastik vinyl
digunakan untuk produk-produk berbahaya seperti botol alat pembersih kaca.

4. LDPE (Low Density PolyEthylene)

Low Density PolyEthylene (LDPE) adalah termoplastik yang terbuat dari minyak bumi. Tipe
dan jenis plastik LDPE biasa digunakan sebagai plastik roti, plastik makanan beku (frozen
plastic bags) dan wadah untuk mentega dan margarin. Produsen biasa menggunakan LDPE
untuk menciptakan berbagai macam produk plastik, dari pasokan medis hingga pelapis kertas
(paper coatings).

5. PP (PolyPropylene)

PolyPropylene (PP) adalah tipe dan jenis plastik polimer termoplastik yang digunakan
dalam berbagai macam aplikasi termasuk kemasan dan pelabelan. Selain itu hasil daur ulang
PolyPropylene dapat diproduksi untuk berbagai macam produk tekstil (misalnya tali dan
karpet), alat tulis, peralatan laboratorium dan komponen otomotif.

6. PS (PolyStyrene)

12
Tipe dan jenis plastik PolyStyrene (PS) digunakan hanya untuk bahan-bahan eksklusif seperti
stereofoam, gelas dan piring plastik dan juga karton untuk telur. Bersifat tenggelam di air,
mudah terbakar, asap tebal, dan nyala api oranye kekuningan.PolyStyrene adalah salah satu
jenis dan tipe plastik yang paling banyak digunakan. Skala penggunaan nya kini sudah
menjadi miliaran kilogram per tahun. Daur ulang PolySyrene umumnya digunakan dalam
pembuatan kemasan busa pelindung, isolasi, kaset video, mainan, dan produksi meja kantor.

7. Others

Tipe dan jenis plastik ini merupakan kategori dari semua jenis lainnya dari plastik. Tipe dan
jenis plastik ini biasa digunakan sebagai galon air mineral dan beberapa juga dimanfaatkan
sebagai bahan untuk botol jus.

Food 02 Mengenal Simbol Kode Jenis Plastik dan Bahayanya Di kawasan Uni
Eropadan Amerika Utara, benda berbahan plastik yang boleh digunakan selalu ada
gambar gelas dan garpu atau keterangan tertulis “for food use” atau “for food contact”.
Umumnya kegunaan plastic sangatlah banyak pada kehidupan manusia. Dan
pada bidang industry, plastic biasa digunakan untuk kemasan minuman, selai, minyak
goreng, sambal dan kecap serta penampan plastik dalam kemasan biskuit. kantong
plastik, film, automotif, mainan mobil-mobilan, ember, digunakan untuk kemasan
makanan beku serta bahan pembuat garpu dan sendok plastik. Sedangkan EPS digunakan
untuk wadah makanan siap saji serta gelas kopi/teh/susu berbahan styrofoam

8. Polyetheen lunak
Bersifat mengambang di air, mudah dibentuk, kalau dibakar terjadi tetesan api, asap
warna hitam dan bau seperti lilin.

13
9.Poly Methil Meth Acrylaat (PMMA)
Bersifat tenggelam di air, mudah terbakar, kalau dibakar terjadi percikan api, bau sedikit
manis, dan nyala api kuning kebiru-biruan.

10. Poly Vynil Chlorida (PVC) lunak


Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-
asaman), dan mudah dibentuk.

11. Poly Vynil Chlorida (PVC) keras


Bersifat tenggelam di air, relatif sulit dibakar, bau menyengat dan menusuk (keasam-
asaman), dan susah dibentuk.

o PROSES PEMBUATAN PLASTIK


Plastik terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, klorin,
belerang, dan nitrogen. Awalnya plastik dibuat dari bahan-bahan natural seperti tanduk
hewan, shellac (sekresi serangga kecil), dan getah perca.

Pada tahun 1869, plastik sintetis pertama dibuat dari selulosa, yang merupakan bahan
alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Wesley Hyatt, penemu asal Amerika
menemukan bahwa selulosa nitrat dapat dijadikan plastik dengan menambahkan kamper.
Plastik sintetis pertama yang diakui secara komersial disebut seluloid. Plastik ini
digunakan sebagai bahan pembuat sisir, gigi palsu, bingkai kacamata, dll.

Wadah, kotak, dan tempat sampah plastik secara luas digunakan di seluruh dunia
untuk menyimpan beragam jenis produk cair maupun padat. Penemuan revolusioner
terjadi pada tahun 1951, dua kimiawan muda menemukan polipropilena dan polietilena.
Penemuan ini membuka jalan bagi beragam produk-produk plastik yang kita kenal
sekarang ini. Plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Plastik dapat
dibuat dari beberapa sumber, antara lain:

 Pembuatan Plastik dari Minyak Bumi

14
Pertama-tama, minyak mentah yang baru dipompakan keluar dari dalam tanah
diangkut ke kilang minyak. Pada kilang minyak, minyak mentah harus melalui proses
pemurnian bersama dengan gas alam. Etana, propana, dan berbagai produk petrokimia
lainnya dihasilkan oleh proses pemurnian. Selanjutnya etana dan propana dipecah dengan
menggunakan tungku bersuhu tinggi, etilena dan propilena terbentuk dari proses ini.
Dalam reaktor, etilena dan propilena yang terbentuk digabungkan dengan
katalis untuk membentuk zat seperti tepung. Zat yang seperti tepung ini mirip dengan
detergen bubuk, zat ini merupakan polimer plastik. Dalam pencampuran yang dilakukan
secara terus menerus, beberapa aditif digabungkan dengan polimer, selanjutnya dilakukan
proses ekstrusi, di mana plastik berada dalam bentuk cair.
Plastik yang berada dalam bentuk cair ini dibiarkan mendingin dan kemudian
pelletizer digunakan untuk membentuk polimer menjadi pelet-pelet kecil. Pelet-pelet
plastik ini kemudian dikirim ke para pelanggan. Produsen sisir, botol plastik, gigi palsu,
dll membeli pelet-pelet plastik ini untuk digunakan sebagai bahan pembuatan produk-
produk mereka.

 Membuat Plastik dengan Menambahkan Karbon Dioksida

Sangat luar biasa bahwa plastik dapat dibuat dengan menggunakan minyak bumi.
Akan tetapi dibutuhkan banyak minyak bumi untuk membuat plastik. Berbagai usaha
dilakukan untuk mencegah habisnya sumber daya penting ini. Pada Desember 2009,
perusahaan Novomer mengumumkan dimulainya komersialisasi bahan polypropylene
carbonate (PPC) dengan menggunakan gabungan dari karbon dioksida dan minyak bumi.
Dengan menambahkan karbon dioksida, minyak bumi yang dibutuhkan untuk pembuatan
plastik berkurang sampai setengahnya.

 Pembuatan Plastik dari Jagung

Gula karbohidrat yang terdapat pada jagung dapat digunakan untuk membuat plastik
yang bernama polylactide polymer. Penemuan plastik yang terbuat oleh jagung telah
mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak bumi yang tak terbaharui. Plastik yang

15
dibuat dari jagung ini akan meleleh ketika dipanaskan lebih dari 114°C, karena itu plastik
yang dibuat dari minyak bumi masih digunakan sampai saat ini.

Selain jagung, plastik juga dapat dibuat dengan jeruk. Para ilmuwan masih terus
mencari senyawa yang dapat menggantikan minyak bumi dalam proses pembuatan
plastik. Semoga saja di masa depan akan ditemukan bahan pembuat plastik yang dapat
diperbaharui sebagai pengganti minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui. Sampai saat
itu tiba, ingat agar selalu daur ulang plastik.

CARA PEMROSESAN BAHAN

a. Pencampuran : Untuk memperoleh sifat-sifat tertentu bahan plastik biasanya dicampur


dengan bahan-bahan penambah (additive).

Bahan campuran biasanya terdiri dari:

● Resin

● Stabiliser

● Pewarna

● Plastiser

● Pengisi

b. Prapembentukan : Sebelum dimasukkan ke dalam mesin cetak, bahan yang telah


dicampur biasanya di cetak dahulu dalam bentuk awal (prapembentukan/preforming):

➢ Bahan termoplastik, prapembentukan dilakukan dengan mencetak bahan


mendekati bentuk rongga cetakan, dengan berat jenis yang sama (berarti volumenya juga
sama), sehingga dapat menghemat bahan baku dan mempercepat proses

➢ Bahan termosetting, prapembentukan dilakukan dengan mencetak dingin bahan


dalam bentuk pelet tanpa pengolahan pendahuluan

16
Masing-masing jenis plastik di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda.
Berikut ini beberapa karakteristik jenis-jenis plastik.

PROSES PENCETAKAN

Cetakan Untuk Plastik :

 Bahan cetakan : - baja yang diberi perlakuan panas.


 Pembuatan Cetakan : - dengan pemesinan presisi.
 Faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan cetakan:

✔ Diperlukan tirus dan sudut-sudut tertentu untuk memudahkan mengeluarkan benda


dari cetakan

✔ Diperlukan pen ejector untuk mengeluarkan benda dari cetakan, dan harus diletakkan
di tempat yang tidak mengganggu

✔ Harus diperhitungkan penyusutan bahan yang biasanya berkisar antara 0,003 hingga
0,009 mm per milimeter (0,3-0,9%)

Jenis Cetakan:

a. Cetakan Tekan
b. Cetakan Injeksi

a. Cetakan Tekan:

 Cetakan Tangan :
 Diisi dan dibongkar di atas bangku;
 Pada pres terdapat sarana pemanasan dan pendinginan
 Cetakan semi-automatis :
 Terpasang dengan kokoh pada mesin pres dan dipanaskan atau didinginkan oleh
pelat;
 Pada waktu cetakan membuka, benda dikeluarkan secara automatik dari cetakan
jenis ganda atau tunggal

17
b. Cetakan Injeksi :

 Terdiri dari dua bagian yaitu bagian terpasang (tetap) dan bagian yang dapat
digerakkan;
 Permukaan kedua bagian diselesaikan dengan teliti dan saling menutupi dengan
tepat;
 Ruang cetak harus sentral terhadap saluran turun pada cetakan tetap sehingga bahan
dan tekanan diteruskan secara merata;
 Pen pemandu dilekatkan pada belahan cetakan tetap sehingga menjamin ketepatan
gerak belahan yang satunya;
 Terdapat saluran pendingin pada kedua belahan cetakan dan setelah pendinginan
bahan cendrung menyusut dan terlepas dari dinding cetakan sehingga mudah
dikeluarkan;
 Produk yang masih melekat pada inti belahan cetakan yang dapat bergerak,
dikeluarkan dengan mekanisme ejektor.

3. DAMPAK DAN PENANGGULANGAN DARI PENGGUNAAN PLASTIK

Dampak penggunaan plastik pada kesehatan

Kantung dan kemasan plastik memang murah, praktis, dan mudah didapat. Sayangnya
jenis pengemas ini tidak selalu aman bagi kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM) telah memperingatkan publik supaya berhati-hati dalam menggunakan kemasan
plastik untuk makanan. Beberapa jenis kemasan plastik berpotensi menimbulkan gangguan
kesehatan termasuk diantaranya kantung plastik “kresek” berwarna serta kemasan plastik
berbahan dasar polistiren dan polivinil klorida (PVC). Kantung plastik “kresek” dibuat dari
plastik bekas yang riwayat penggunaannya tidak jelas melalui proses daur ulang yang tidak
terjamin kebersihannya.
Proses daur ulang dalam pembuatan plastik “kresek” juga menggunakan bahan kimia
tertentu. Kemasan plastik berbahan PVC juga tidak sepenuhnya aman. Monomer vinil
klorida pada PVC dapat terlepas ke dalam makanan bila berinteraksi dengan bahan yang
berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas.
Pembuatan kemasan plastik PVC terkadang menggunakan penstabil berupa timbal (Pb),

18
kadmium (Cd), dan timah putih (Sn) untuk mencegah kerusakan serta senyawa ester ptalat
dan ester adipat untuk melenturkan. Bahan-bahan tambahan itu bisa terlepas dan bercampur
dengan makanan sehingga berisiko membahayakan kesehatan. Pb merupakan racun bagi
ginjal, Cd racun bagi ginjal dan memicu kanker, senyawa ester ptalat dapat mengganggu
sistem endokrin,
BPOM telah melakukan pengujian terhadap 11 sampel kemasan plastik berbahan PVC
dan menemukan satu diantaranya tidak memenuhi syarat karena residu timbalnya melebihi
ambang batas maksimal. Kemasan makanan “styrofoam”–merek dagang pabrik Dow
Chemicals untuk produk berbahan dasar “expandable polystyrene” atau “foamed
polystyrene”– juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan.
Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang
berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Untuk memastikan
keamanan produk kemasan makanan berbahan plastik BPOM melakukan sampling dan
pengujian terhadap 17 jenis kemasan “styrofoam”.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua kemasan plastik “styrofoam” aman


digunakan karena residu monomer stirene-nya hanya berkisar antara 10-30 bagian per juta.
Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari
polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP).

Dampak penggunaan plastic pada lingkungan

Salah satu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini
masih tetap menjadi “PR” besar bagi bangsa Indonesia adalah faktor pembuangan limbah
sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola.
Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi
atau terurai dengan sempurna. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah
dan air tanah. Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya
bagi kesehatan yaitu jika proses pembakaranya tidak sempurna, plastik akan mengurai di
udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia. Dampaknya
antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf
dan memicu depresi.

19
Kantong plastik juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-saluran air, tanggul.
Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk. Diperkirakan,
500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-
sampah ini dibentangkan maka, dapat membukus permukaan bumi setidaknya hingga 10
kali lipat.

Sejak proses produksi hingga tahap pembuangan, sampah plastik mengemisikan gas
rumah kaca ke atmosfer. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel
minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Proses produksinya sangat tidak hemat energi.
Pada tahap pembuangan di lahan penimbunan sampah (TPA), sampah plastik mengeluarkan
gas rumah kaca.

Berbagai upaya menekan penggunaan kantong plastik pun dilakukan oleh beberapa
Negara. Salah satunya dengan melakukan upaya kampanye untuk menghambat terjadinya
pemanasan global. Sampah kantong plastik telah menjadi musuh serius bagi kelestarian
lingkungan hidup. Jika sampah bekas kantong plastik itu dibiarkan di tanah, dia akan
menjadi polutan yang signifikan. Kalau dibakar, sampah-sampah itu pun akan secara
signifikan menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer. Namun yang menjadi persoalan
adalah dampak negatif sampah plastik ternyata sebesar fungsinya juga.

Cara meangatasi permasalahan dampak penggunaan plastik

Ada banyak alternatif yang ditawarkan untuk mengurangi konsumsi dan dampak buruk
plastik bagi lingkungan seperti mendaur ulang dan menggunakan plastic biodegradable.

Mendaur ulang sampah plastic adalah salah satu alternative yang bisa dipilih untuk
mengatasi limbah plastic yang sangat banyak dan mencemari lingkungan.

Biodegradable berarti dapat diuraikan oleh mikroorganisme di alam. Hal yang


membedakan plastik biodegradable dengan plastik pada umumnya adalah komposisi
penyusun plastik tersebut. Jika pada umumnya bahan plastik adalah polymer (polymer
adalah rangkaian karbon yang sangat panjang dan sulit untuk diuraikan), namun bahan
plastik biodegradable adalah bahan alami seperti tumbuh – tumbuhan. Salah satu material

20
yang paling sering digunakan untuk plastik biodegradable adalah pati jagung. Plastik yang
berasal dari pati jagung tentu saja dapat terurai di alam karena plastik ini dibuat dari bahan
alami. Sayangnya, plastik yang terbuat dari pati jagung ini memiliki proses pembuatan yang
sangat mahal. Hal ini mengakibatkan plastik biodegradable ini cukup sulit untuk menggeser
plastik biasa di pasaran.

Selain plastik yang terbuat dari pati jagung, plastik biodegradable juga dapat dibuat dari
bahan sintetis, namun tetap dapat diuraikan oleh lingkungan, contoh dari bahan sintetis
pembuat plastik biodegradable ini adalah Polylactic Acid, Polybutylene Succinate,
Polycaprolactone dan lain – lain.

Keuntungan dari plastik jenis ini tentunya sangat jelas, yaitu dapat mengurangi limbah
plastik yang ada di Bumi. Bagaimanapun, plastik ini masih memiliki kekurangan yaitu dapat
menambah emisi gas CO2. Gas yang dihasilkan termasuk ke dalam gas efek rumah kaca
yang akan semakin memperparah pemanasan global. Beberapa hal yang dipertimbangkan
mengenai penggunaan plastik yang lebih baik adalah dengan Oxo Biodegradable (OBD)
Plastics, yaitu plastik yang dapat terurai hanya dengan Oksigen dan cahaya matahari.

Tetapi pada kenyataannya plastik oxium tidak dapat mengurai secara alami, apa yang
dimiliki plastik oxium dan tidak dimiliki kantung kresek biasa hanyalah kemampuan
memecah diri jika terkena panas atau cahaya.

Plastik oxium tetap sangat sulit untuk terurai secara alami, karena sebagian besar
komponen penyusunnya adalah minyak bumi. Jadi yang dimaksud dengan degradable pada
plastik oxium adalah dapat terpecah dengan mudah, bukan mudah terurai secara alami.
Kecuali jika tertera tulisan “100% BIODEGRADABLE”, ini berarti benar-benar bisa terurai
secara alami secara cepat, dan biasanya plastik dengan sifat ini disebut “bioplastik”.

Bioplastik adalah plastik atau polimer yang secara alamiah dapat dengan mudah
terdegradasi baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca (kelembaban dan
radiasi sinar matahari). Bioplastik terbuat dari sumber biomassa seperti minyak
nabati, amilum jagung, klobot jagung, amilum ercis, atau mikrobiota.

21
Beberapa, bioplastik dirancang untuk mudah terurai. Bioplastik yang dirancang untuk
terurai dapat memecah baik dalam lingkungan anaerobik atau aerobik, tergantung pada
bagaimana mereka diproduksi. Ada berbagai bioplastik yang dibuat, mereka dapat terdiri
dari pati, selulosa, atau biopolimer lainnya. Beberapa aplikasi umum bioplastik adalah
kemasan bahan, peralatan makan, kemasan makanan, dan isolasi.

Kurangi penggunaan kantong plastik sekarang juga dan gunakan tas kain setiap kali
berbelanja. Jika hanya membeli sedikit, masukan barang belanjaan ke dalam tas. Ingatkan
orang rumah atau teman kamu untuk selalu membawa tas kain saat belanja. Hubungi
supermarket, mall dan toko buku langganan kamu untuk berhenti memberikan kantong
plastik. Namun seperti diungkapkan anggota Dewan Pakar Dewan Pemerhati Kehutanan
dan lingkungan Tatar Sunda (DPLKTS) Sobirin, pengolahan sampah menjadi solusi
terbaik. Jika rumah tangga atau komunitas terkecil di lingkungan belum bisa
mengolahnya, di daur ulang, maka pemilahan menjadi langkah kecil terbaik.

Lampiran

 Proses penguraian plastic .

22
BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Istilah plastik mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik. Plastik adalah
polimer; rantai panjang atom mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit
molekul berulang, atau "monomer". Plastik yang umum ,terdiri dari polimer karbon saja atau
dengan oksigen, nitrogen, chlorine atau belerang di tulang belakang. Dengan kemampuan
adaptasinya, komposisi yang umum dan beratnya yang ringan memastikan plastik digunakan
hampir di seluruh bidang industri. Plastik dapat digolongkan berdasarkan sifat fisikanya,
kinerja dan penggunaannya, berdasarkan jumlah rantai karbonnya dan berdasarkan
sumbernya. Berikut ini adalah jenis-jenis dari plastic PET (Poly Etylene Therephtalate);
HDPE (High Density Polyethylene); PVC (Poly Vinyl Clhorida); LDPE (Low density
polyethilene); PP (Polypropilene); PS (Polystirene); O (Other).

Penggunaan plastic dapat berdampak pada gangguan kesehatan dan pencemaran


lingkungan, cara mengatasinya dengan plastic degradable yang dapat terurai dengan
mikroorganisme, panas dan cahaya.

SARAN

Jangan membuang plastic disembarang tempat, dan jangan mengunakan plastic untuk
membukus atau menaruh makan panas kedalam plastik karena senyawa plastic dapat
berpindah ke makan tersebut. Plastic juga bahan yang membutuhkan waktu lama terurainya
maka dari tu buanglah sampah plastic pada tempat yang disesuaikan agar tidak menyebabkan
pencemaran lingkungan dan banjir.

23
DAFTAR PUSTAKA

Nauth, Raymond, "Kimia dan Teknologi Plastik," Reinhold Publishing Corporation, New York,
1947.

Meyer, K. H., diterjemahkan oleh L. E. R. Picken, "Polimer Tinggi Alami dan Sintetis,"

2d ed., Interscience Publishers, Inc., New York, 1950. /

Simonds, H. R., A. J. Weith, dan M. H Bigelow, "Handbook of Plastics," 2d ed., D. Van


Nostrand Company, Inc., New York, 1949.

http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_xi/jenis-jenis-utama-plastik-dan-
cara-pembuatan-plastik/
http://www.healthylife.com/plastik_ diakses pada tanggal 09 November 2010 pukul 19.30 wib.

http://www.wikipedia.com/ diakses pada tanggal 10 November 2010 pukul 19.40

http://alkhalayani.wordpress.com/2013/03/18/makalah-plastik/

http://ivyannoproject.com/2012/06/29/yuk-kenali-tipe-dan-jenis-plastik-disekitarmu

24
Soal pilihan ganda dan essay

1. Plastik yang mengeras secara permanen setelah dipanaskan disebut plastik .... *

A.Termoplas

B. PET

C. Termoset

D. Termokopel

2.Berikut adalah ketentuan untuk botol plastik berbahan PETE/PET, kecuali ....

A. Untuk air panas

B. Untuk botol air mineral

C. Untuk botol jus

D. Sekali pakai

3. Plastik yang paling baik untuk tempat makanan dan minuman berkode recycle ....

A. 3

B. 7

C. 1

D. 5

4. Berikut adalah ketentuan pemakaian plastik yang digunakan untuk botol susu cair, kecuali ....

A. Dapat dipakai berulang kali

B. Hanya sekali pakai

C. Berwarna putih susu

D. Menggunakan bahan HD

5. Plastik yang harus dihindari karena mengandung styrene adalah plastik dengan bahan ....

A. PS (polystyrene)

B. PVC (polyvinyl chloride)

C. PP (polypropylene)

25
D. PC (polycarbonate)

6. Plastik yang paling cocok digunakan sebagai tempat makanan dan minuman adalah plastik berbahan
....

A. Polypropylene

B. Polyethylene terephtalate

C. Polyvinyl chloride

D. Polystyrene

7. Plastik yang mudah didaur ulang adalah ....

A. Recycle 2

B. Recycle 3

C. Recycle 4

D. Recycle 1

8. Busa kasur merupakan contoh plastik ....

A. Poliuretana

B. Bakelit

C. Termoplas

D. Polyethylen

9. Plastik yang dapat dilunakkan dan dicetak secara berulang-ulang adalah ....

A. Poliuretana

B. Polystyrene

C. Bekalit

D. Polyvinyl chloride

10. Polycarbonate berbahaya jika digunakan sebagai tempat makanan karena ....

A. Merusak organ dalam

B. Mengeluarkan bisphenol-A

26
C. Larut dalam lemak

D. Masuk dalam makanan panas

1. Apakah yang dimaksud dengan plastik?

Jawaban : Plastik adalah produk yang memakai polimer sebagai bahan utamanya. Polimer paling
banyak dijumpai berbasis pada penguatan karbon dan oleh karenanya merupakan molekul
organik dengan berat molekul organik dengan berat molekul paling tinggi, yang berasal dari
minyak, gas dan batubara.

2. Bagaimana dengan penggunaaan CFC pada produk plastik?

Jawaban : ChloroFluoroCarbon (CFC) digunakan di masa lalu untuk membuat plastik berbusa.
Sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran akan lapisan ozon, para produsen polystyrene (PS)
secara sukarela menghilangkan penggunaan CFC diakhir tahun 1980-an.

3. Apakah yang dimaksud dengan plastik daur ulang?

Jawaban : Plastik daur ulang adalah plastik yang diproses ulang berasal dari limbah satu jenis
plastik, misalnya jenis plastik polietilen dengan kode daur ulang 04 (Low Density Polyethylene,
LDPE) didaur ulang sehingga menghasilkan plastik daur ulang.

4. Mengapa kita memerlukan beragam jenis plastik?

Jawaban : Tembaga, perak dan aluminium semuanya merupakan logam, namun masing-masing
memiliki sifat unik. Kita tidak membuat mobil dengan menggunakan perak / kaleng bir dari
tembaga karena sifat-sifat dari logam-logam ini bukanlah pilihan terbaik untuk produk akhirnya.
Demikian juga dengan plastik, dimana semua produk plastik saling terkait, masing-masing resin
memiliki sifat yang membuatnya paling sesuai untuk aplikasi tertentu. Plastik membuat hal ini
memungkinkan karena sebagai kelompok bahan, mereka ini sangat berguna untuk berbagai
kebutuhan.

5. Sebutkan jenis-jenis plastik ?

Jawaban : 1. Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET)

2. High-Density Polyethylene (HDPE)

3. Polyvinyl Chloride (PVC atau V)

6. Apa kelebihan dan kekurangan plastik?

Jawaban : Kelebihannya yaitu : praktis digunakan, murah, dan tahan lama

Kekurangannya yaitu : mudah terbakar dan tidak ramah lingkungan

7. Sebutkan bahaya penggunaan plastik?

Jawaban : a. Plastik pembungkus makanan sebabkan kanker

27
b. Bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehata

8. Bagaimana tips-tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik?

Jawaban : a. Mengisi kembali botol minuman bekas dengan air matang dari rumah jika
berpergian atau dapat menggunakan travel mug saat kekantor, kampus dan sekolah.

b. Membawa sendiri tas plastik dari rumah dalam jumlah besar atau seperlunya dan
memadai bila merencanakan untuk berbelanja.

c. Mengumpulkan dan memberikan sampah plastik kepada pemulung, tidak membuang


dan membakarnya, karena pembakaran plastik dapat menimbulkan pencemaran udaran dan
meracuni tanah.

d. Memanfaatkan ulang botol atau wadah plastik untuk pot tumbuhan atau bentuk
pekerjaan tangan yang lain.

9. Sebutkan dan jelaskan sifat fisik plastik?

Jawaban : a. Termoplastik, merupakan jenis plastik yang bisa didaur ulang atau dicetak lagi
dengan proses pemanasan ulang. Contoh : Polietilen (PE), Polistiren (PS)

b. Termoset, merupakan jenis plastik yang tidak bisa didaur ulang atau dicetak lagi.
Pemanasan ulang akan menyebabkan kerusakan molekul-molekulnya. Contoh : resin epoksi,
bakelit, resin melamin, urea-formaldehida.

10. Apa ciri-ciri plastik daur ulang yang tidak layak digunakan untuk mengemas makanan?

Jawaban : Ciri-cirinya adalah kantong plastik kresek yang jernih atau sedikit buram, tembus
pandang, dan tidak bebau tajam.

28