Anda di halaman 1dari 14

PROPOSAL

PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT


DOSEN

JUDUL KEGIATAN:
Penyuluhan dan Pembuatan Cemilan Sehat dari Bahan Dasar Jahe (Zingiber
offiinalle)

DOSEN PENGUSUL:
FATHNUR SANI K., M.Farm., Apt. (Ketua)

Dilaksanakan atas biaya


Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu

AKADEMI FARMASI AL-FATAH BENGKULU


SEPTEMBER, 2017

i
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENGABDIAN MASYARAKAT

1. Judul Kegiatan : Penyuluhan dan Pembuatan Cemilan Sehat


dari Bahan Dasar Jahe (Zingiber offiinalle)
2. Bidang Kegiatan : Kesehatan dan Obat
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Fathnur Sani K., M.Farm., Apt.
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIDN : 0219118901
d. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli
e. Fakultas/Jurusan : D3 Farmasi
f. Alamat : Jl. Flamboyan 8 No. 88 Kel. Kebun Kenanga,
Kec. Ratu Agung, Kota Bengkulu
g. Telp/Fax/Email : 085272802213/fathnursani19@gmail.com
4. Jumlah Mahasiswa : 5 Mahasiswa
5. Jangka Waktu Kegiatan : 6 Bulan
6. Lokasi Kegiatan : Desa Talang Alai kecamatan Sukaraja
Kabupaten Seluma kota Bengkulu
7. Sumber Dana : Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
8. Biaya yang Dibutuhkan : Rp 7.059.000

Mengetahui, Bengkulu, 2 September 2017


Direktur AKFAR Al-Fatah Bengkulu Ketua Pelaksana Kegiatan

Fathnur Sani K., M.Farm., Apt.


Agung Giri Samudra, S.Farm., M.Sc., Apt.
NIDN: 0219118901
NIK: 01-198905-17012014-01

Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)


Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu

Setya Enti Rikomah, M.Farm., Apt.


NIK: 02-198803-02092013-01

ii
ABSTRAK (RINGKASAN)

Jahe banyak mengandung berbagai fitokimia dan fitonutrien. Beberapa zat


yang terkandung dalam jahe adalah minyak atsiri 2-3%, pati 20-60%, oleoresin,
damar, asam organik, asam malat, asam oksalat, gingerin, gingeron, minyak
damar, flavonoid, polifenol, alkaloid, dan musilago. Minyak atsiri jahe
mengandung zingiberol, linaloal, kavikol, dan geraniol. Rimpang jahe kering per
100 gram bagian yang dapat dimakan mengandung 10 gram air, 10-20 gram
protein, 10 gram lemak, 40-60 gram karbohidrat, 2-10 gram serat, dan 6 gram abu.
Rimpang keringnya mengandung 1-2% gingerol.
Selain kandungan senyawa gingerol yang bersifat sebagai antioksidan, jahe juga
mempunyai kandungan nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Berkaitan dengan banyaknya kandungan kimia yang dimiliki oleh jahe sehingga
jahe juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Metode kegiatan ini dimulai dari penyuluhan tentang tanaman jahe dan
pemberian pelatihan diversifikasi pengolah produk makanan yang enak untuk
dinikmati.

Kata Kunci: Jahe, diversifikasi, cemilan, sehat

iii
KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas kehadiat Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan
karena berkat rahmat-Nyalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi
Dosen dan Mahasiswa Akademi Farmasi Al-Fatah (AKFAR-AF) Bengkulu ini
dapat terlaksana dengan baik
Proposal kegiatan ini merupakan salah satu bagian akhir kegiatan
pengabdian masyarakat. Dimana akan dibahas tentang hasil yang didapatkan
setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan.
Proposal ini masih sangat banyak terdapat kekurangan. Saran dan kritik
yang sifatnya membangun sangat dibutuhkan bagi tim pelaksana.

Bengkulu, September 2017


Hormat Kami,

Tim Pelaksana

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………….. i
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………… ii
ABSTRAK (RINGKASAN)……………………………………………….. iii
KATA PENGANTAR……………………………………………………… iv
DAFTAR ISI………………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………. 1
1.1 Latar Belakang…………………...………………………… 1
1.2 TujuanKegiatan……………………………………………. 3
1.3 Manfaat Kegiatan………………………...……………….. 3
BAB II TARGET DAN LUARAN…………………………………….... 4
2.1 Permasalah Mitra…………………………………………... 4
2.2 Target dan Sasaran Kegiatan………………………………. 4
2.3 Luaran Kegiatan…………………………………………... 4
BAB III METODE PELAKSANAAN………………………………….. 5
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN…………………………. 6
4.1 Anggaran Biaya………………………………….………… 6
4.2 Jadwal Kegiatan………………………..………………… 7
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….. 8
LAMPIRAN…………………………………………………………………. 9
.

v
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia sangat kaya dengan sumber daya flora. Di Indonesia, terdapat
sekitar 30.000 spesies tanaman, 940 spesies di antaranya dikategorikan sebagai
tanaman obat dan 140 spesies di antaranya sebagai tanaman rempah. Dari
sejumlah spesies tanaman rempah dan obat, beberapa di antaranya sudah
digunakan sebagai obat tradisional oleh berbagai perusahaan atau pabrik jamu.
Dalam masyarakat Indonesia, pemanfaatan obat tradisional dalam sistem
pengobatan sudah membudaya dan cenderung terus meningkat. Salah satu
tanaman rempah dan obat-obatan yang ada di Indonesia adalah jahe (Rukmana,
2000).
Menurut para ahli, jahe (Zingiber officinale Rosc.) berasal dari Asia
Tropik, yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu, kedua bangsa itu
disebutsebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe, terutama
sebagai bahan minuman, bumbu masakan, dan obat-obatan tradisional. Belum
diketahui secara pasti sejak kapan mereka mulai memanfaatkan jahe, tetapi
mereka sudah mengenal dan memahami bahwa minuman jahe cukup memberikan
keuntungan bagi hidupnya (Santoso, 1994).
Jahe banyak mengandung berbagai fitokimia dan fitonutrien. Beberapa zat
yang terkandung dalam jahe adalah minyak atsiri 2-3%, pati 20-60%, oleoresin,
damar, asam organik, asam malat, asam oksalat, gingerin, gingeron, minyak
damar, flavonoid, polifenol, alkaloid, dan musilago. Minyak atsiri jahe
mengandung zingiberol, linaloal, kavikol, dan geraniol. Rimpang jahe kering per
100 gram bagian yang dapat dimakan mengandung 10 gram air, 10-20 gram
protein, 10 gram lemak, 40-60 gram karbohidrat, 2-10 gram serat, dan 6 gram abu.
Rimpang keringnya mengandung 1-2% gingerol (Suranto, 2004).
Selain kandungan senyawa gingerol yang bersifat sebagai antioksidan,
jahe juga mempunyai kandungan nutrisi lainnya yang sangat bermanfaat bagi
tubuh. Berikut kandungan nutrisi jahe tiap 28 g dalam Tabel 1.
Tabel 1. Kandungan Nutrisi Jahe

1
Berkaitan dengan unsur kimia yang dikandungnya, jahe dapat
dimanfaatkan dalam berbagai macam industri, antara lain sebagai berikut: industri
minuman (sirup jahe, instan jahe), industri kosmetik (parfum), industri makanan
(permen jahe, awetan jahe, enting-enting jahe), industri obat tradisional atau jamu,
industri bumbu dapur (Prasetyo, 2003).
Selain bermanfaat di dalam industri, hasil penelitian Kikuzaki dan
Nakatani (1993) menyatakan bahwa oleoresin jahe yang mengandung gingerol
memiliki daya antioksidan melebihi α tokoferol, sedangkan hasil penelitian
Ahmed et al., (2000) menyatakan bahwa jahe memiliki daya antioksidan yang
sama dengan vitamin C.
Jahe yang digunakan sebagai bumbu dapur ternyata juga dapat melindungi
tubuh dari berbagai bahan kimia, hal ini dapat dilihat bahwa jahe dapat
menurunkan kadar glukosa darah, kolesterol dan triasilglyserol pada mencit yang
diinduksi oleh streptozotocin (Al amin et al., 2006) dan juga menurunkan kadar
glukosa darah tikus putih yang diinduksi oleh aloksan (Olayaki et al., 2007).
Rimpang jahe juga bersifat nephroprotektif terhadap mencit yang diinduksi oleh
gentamisin, dimana gentamisin meningkatkan reactive oxygen species (ROS) dan
jahe yang mengandung flavonoid dapat menormalkan kadar serum kreatinin, urea
dan asam urat pada tikus percobaan (Laksmi dan Sudhakar, 2010).
Penelitian yang dilakukan terhadap 24 mahasiswa pesantren yang diberi
minuman jahe selama 30 hari, memberikan hasil bahwa minuman jahe dapat
menurunkan kadar MDA plasma dan meningkatkan kadar vitamin E plasma

2
dibandingkan kelompok kontrol yang tidak diberi minuman jahe, dari hasil ini
menyatakan bahwa jahe berperan sebagai antioksidan dalam proses peroksidasi
lipid dimana dapat diukur dari kadar MDA plasma (Zakaria et al., 2000). Ekstrak
jahe ternyata dapat sebagai radioproteksi dengan menurunkan kadar enzim GPx
dan MDA plasma mencit yang diradiasi oleh fast neutron (Nabil et al., 2009).
Berdasarkan permasalahan masih rendahnya pengetahuan masyarakat
tentang manfaat tanaman jahe maka kami tim pengusul mencoba untuk
memberikan penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman jahe serta pembuatan
produk berbahan dasar jahe.

1.2 Tujuan Kegiatan


Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah:
1. Memberikan penyuluhan tentang tanaman jahe dan manfaat yang dapat
dirasakan oleh masyarakat jika mengkonsumsinya.
2. Memberikan pelatihan pembuatan cemilan sehat berbahan dasar jahe.

1.1 Manfaat Kegiatan


Pengabdian kepada msyarakat ini bermanfaat untuk:
1. Menambah ilmu pengetahuan tentang manfaat tanaman jahe bagi
kesehatan.
2. Menambah ilmu cara pembuatan cemilan sehat berbahan dasar jahe
3. Terjalinnya komunikasi ilmiah antara AKFAR-AF dan masyarakat.

3
BAB 2. TARGET DAN LUARAN

2.1 Permasalahn Mitra


Berdasarkan analisa situasi, permasalahan yang dapat dirumuskan antara lain :
1. Pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman jahe masih sangat
sedikit dan perlu di lakukan updating ilmu.
2. Rendahnya pengetahuan tentang cara diversifikasi produk yang berbahan
dasar jahe yang dapat di jadikan cemilan sehat bagi anak-anak. Sehingga
komoditi jahe yang cukup banyak di provinsi Bengkulu belum dapat
diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai ekomomi tinggi.

2.2 Target da Sasaran kegiatan


Target dan sasaran kegiatan ini adalah tersampaikannya informasi tentang
manfaat tanaman jahe serta mendapat pengetahuan cara diversifikasi produk
makanan berbahan dasar jahe yang dapat di jadikan cemilan sehat bagi anak-anak.

2.3 Luaran Kegiatan


Berdasarkan permasalahan diatas maka target luaran yang diharapkan dari
pelaksanaan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang
tanaman jahe serta mendapat pengetahuan cara diversifikasi produk makanan
berbahan dasar jahe yang dapat di jadikan cemilan sehat bagi anak-anak.

4
BAB 3. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT

1. Perencanaan
a) Perizinan ke masyarakat Desa Talang Alai kecamatan Sukaraja Kabupaten
Seluma kota Bengkulu
b) Surat Tugas dari Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
c) Penyuluhan, dan Pembuatan Jajanan Sehat berbahan dasar sehat.
d) Penyusunan program penyuluhan.

2. Pelaksanaan
Pelaksanaan dalam kegiatan ini berupa implementasi Program.
Kegiatan yang dilaksanakan adalah:
a. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat tanaman jahe.
b. Media yang digunakan:
 Alat Peraga sebagai media pembantu.
 LCD, laptop, Speaker
c. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Alat:
Gas Elpiji, Kuali
Bahan:
Jahe, Tepung Maizena, Wijen, Tepung Terigu, dan Coklat Batangan.

5
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Biaya
No Nama Barang Satuan Harga Jumlah
Honorarium Kegiatan
1 Ketua 1 Orang Rp 1,200,000 Rp 1,200,000
2 Anggota 1 Orang Rp 700,000 Rp 700,000
Alat dan Bahan
1 Blok Note 35 Buah Rp 8,000 Rp 280,000
2 Pena Faster 35 Buah Rp 3,000 Rp 105,000
3 Spidol Permanen 2 Buah Rp 12,000 Rp 24,000
4 Stopmap Plastik 35 Buah Rp 10,000 Rp 350,000
5 HVS A4 4 Rim Rp 60,000 Rp 240,000
6 ATK 1 Paket Rp 100,000 Rp 100,000
7 Tinta Printer 4 Buah Rp 50,000 Rp 200,000
8 Flashdisk 1 Buah Rp 200,000 Rp 200,000
9 Plastik Bening (1/4 Kg) 1 Pack Rp 50,000 Rp 50,000
10 Plastik Motif 1 Pack Rp 50,000 Rp 50,000
11 Kertas Minyak 1 Pack Rp 50,000 Rp 50,000
12 Jahe 10 Kg Rp 25,000 Rp 250,000
13 Tepung Terigu 6 Kg Rp 15,000 Rp 90,000
14 Coklat Batangan 10 Kotak Rp 65,000 Rp 650,000
15 Tepung Maizena 10 Bungkus Rp 5,000 Rp 50,000
16 Wijen 3 Bungkus Rp 10,000 Rp 30,000
17 Gas Elpiji 2 Kali Rp 30,000 Rp 60,000
18 Steples 2 Buah Rp 35,000 Rp 70,000
Perjalanan
1 Biaya Perjalanan Survei 2 Orang Rp 75,000 Rp 150,000
2 Biaya Perjalanan Uji Pendahuluan 2 Orang Rp 75,000 Rp 150,000
3 Biaya Perjalanan Pelaksanaan Kegiatan 2 Orang Rp 75,000 Rp 150,000
4 Biaya Perjalanan Pelaksanaan Kegiatan 2 Orang Rp 75,000 Rp 150,000
Lain-lain
1 Konsumsi (Makan Siang dan Snack) 35 Orang Rp 30,000 Rp 1,050,000
2 Pengadaan Handout 35 Orang Rp 6,000 Rp 210,000
3 Administrasi Surat Menyurat 1 Paket Rp 250,000 Rp 250,000
4 Dokumentasi 1 Paket Rp 200,000 Rp 200,000
Total Rp7,059,000

6
4.2 Jadwal Kegiatan
Nama Kegiatan Bulan Ke-
1 2 3 4 5 6
Survei Lokasi yang Menjadi Sasaran
Menentukan Tema yang di Butuhkan
Masyarakat
Pembuatan Proposal
Pengajuan Proposal ke Perguruan Tinggi
Pelaksanaan Kegiatan
Laporan Akhir Pengabdian Masyarakat

7
DAFTAR PUSTAKA

Ahmed R.S., Seth V dan Banarjee B.D., 2000. Influence of dietary ginger
(Zingiber officinale Rosc.) on antioxidant defense system in rat: comparison
with ascorbic acid, Indian Journal of Experimental Biology, 38(6): 604-606.

Al-Amin Z.M., Martha T., Khaled K.A., Riitta P.S dan Muslim A., 2006.
Antidiabetic and hypolipidaemic properties of ginger (Zingiber officinale) in
streptozotocin-induced diabetic rats, The British Journal of Nutrition, 96(4):
660–666.

Laksmi BVS dan Sudhakar M, 2010. Protective effect of Zingiber officinale on


Gentamicin- induced Nephrotoxicity in Rats, International Journal of
Pharmacology, 6(1): 58-62.

Nabil G.M, Atef M.M dan Elhag M.A, 2009. Radioprotective effect of dietary
ginger (Zingiber officinale Rosc.) against Fast Neutron- induced oxidative
stress in rats, World Applied Sciences Journal, 6(4): 494-498.

Olayaki L.A, Ajibade K.S, Gesua S.S dan Soladoye A.O, 2007. Effect of Zingiber
officinale on Some Hematologic Values in Alloxan-Induced Diabetic Rats.
Pharmaceutical Biology, 45(7): 556 – 559.

Prasetyo, Y, T. 2003. Instan: Jahe, Kunyit, Kencur, Temulawak. Yogyakarta:


Kanisius

Rukmana, R. 2000. Usaha Tani Jahe. Kanisius. Yogyakarta.

Santoso. 1994. Jahe Gajah. Jakarta: Kanisius. Entjang, Indian.

8
LAMPIRAN
Lampiran 1. Pembagian Tugas Selama Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Nama Pelaksana Bidang Ilmu Waktu Pelaksanaan Tugas

Ketua: Farmakologi dan 6 Bulan Menentukan tema


Farmasi Klinis kegiatan dan
Fathnur Sani K. melakukan
Penyuluhan tentang
Jahe

Anggota: Farmakologi dan 6 Bulan Demo Pembuatan


Farmasi Klinis Cemilan Sehat
Nurfijrin Ramadhani

Anggota: Mahasiswa Farmasi 6 Bulan Survei Lokasi


Kegiatan, penyiapan
alat dan bahan
kegiatan dan
pengurusan izin
kegiatan