Anda di halaman 1dari 13

10 Cara ampuh mencegah diabetes

Senin, 1 Juli 2013 12:43 Reporter : Destriyana




 91
SHARES

ilustrasi diabetes. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/bogdanhoda

Merdeka.com - Diabetes adalah penyakit serius yang kasusnya meroket dalam beberapa tahun
terakhir. Jutaan orang di dunia didiagnosis terjangkit diabetes karena gaya hidup tidak sehat dan
kurang berolahraga. Sebelum terlambat, berikut adalah 10 cara mencegah diabetes, seperti
dilansir Times of India.

BERITA TERKAIT

 Periksa Mulut Secara Rutin Bisa Hindarkan Kamu dari Kanker Mulut
 Ini Beda Manfaat Mandi di Pagi Hari dan Sebelum Tidur
 Pakai Bra Ternyata Buat Payudara Kamu Lebih Kendur

1. Tahu apa itu diabetes

Sebelum memulai tindakan pencegahan terhadap diabetes, sangat penting untuk mengetahui apa
sebenarnya diabetes itu. Setelah Anda akrab dengan penyakit ini, Anda dapat memulai terapi
pencegahan Anda dengan mudah.
2. Mengurangi porsi makan

Mengurangi porsi makan setiap hari bisa menjadi cara terbaik untuk menghindari diabetes.

3. Olahraga

Berolahraga setiap hari membantu menjaga berat badan yang sehat, menurunkan kadar gula
darah dan meningkatkan sensitivitas Anda terhadap insulin. Jadi, berolahragalah setiap hari
selama minimal 30 menit untuk menjaga tingkat gula darah dalam rentang normal.

4. Menurunkan berat badan

Berat badan berlebih dapat menjadi memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Jadi,
pastikan bahwa Anda dapat menurunkan berat badan dan menjaganya tetap normal.

5. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari.
Hal itu membantu mengurangi risiko terkena diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya
membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

6. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat
meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi
tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya.

7. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua
minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar
gula darah Anda.

8. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat
menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari.
Mereka akan membantu Anda mencegah diabetes.

9. Hindari stres

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres
dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan.

10. Tidur nyenyak


Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk mencegah diabetes.
Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan
tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak
nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Inilah sepuluh cara mencegah diabetes. Sebelum terlambat, Anda bisa melakukan pencegahan
sejak dini dan memulai gaya hidup sehat. [des]

7 Cara Sederhana untuk Mencegah Darah


Tinggi (Hipertensi)
Oleh Nimas Mita Etika M Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat
Medical Review Team.

 67Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)67


 Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)
 Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku juga untuk kondisi tekanan darah
tinggi yang telah menjadi penyebab utama dari tingginya angka kematian di dunia. Tekanan
darah tinggi atau hipertensi adalah gangguan kesehatan yang sering kali telat dideteksi dan suka
diremehkan. Padahal, dari tekanan darah tinggi Anda dapat mengalami berbagai penyakit kronis
lainnya.

Namun tenang, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah hipertensi.
Lakukan 7 cara ini jika ingin mencegah hipertensi
1. Mengubah pola makan

Pola makan yang buruk sangat mungkin menyebabkan tekanan darah melonjak. Maka itu, Anda
harus mengurangi makanan yang tinggi natrium yang banyak terkandung dalam garam dapur
serta makanan olahan, supaya tekanan darah tetap normal.

Sebaliknya, untuk mencegah hipertensi Anda dapat memilih makanan yang tinggi kalium yang
dapat membantu menjaga tekanan darah stabil. Kalium dapat Anda temukan dalam kentang,
pisang, alpukat, ikan, dan susu.

Tak hanya itu, makanan rendah lemak serta makanan berserat seperti buah-buahan, sayur, serta
biji-bijian utuh juga dianjurkan untuk dikonsumsi.

Saat ini sudah ada beberapa jenis diet yang ditujukan untuk orang yang memiliki darah tinggi,
seperti diet DASH. Dengan menerapkan diet ini, Anda harus mengonsumsi asupan serat yang
tinggi, sumber protein dengan kandungan lemak yang rendah, membatasi natrium, serta
menghindari makanan dengan kolesterol tinggi.

Jangan lupa juga untuk minum air putih yang cukup, karena kekurangan cairan akan
memengaruhi jumlah natrium di dalam tubuh.
2. Olahraga rutin

Jangan membayangkan Anda harus menjadi seorang atlet untuk bisa berolahraga rutin. Saat ini
olahraga sudah jadi kebutuhan semua orang karena dapat menjaga kesehatan tubuh secara
umum, termasuk mencegah hipertensi.

Faktanya, orang yang berolahraga rutin memiliki risiko hipertensi yang lebih rendah ketimbang
yang tidak melakukan olahraga sama sekali.

Untuk menjaga tekanan darah tetap normal, sebaiknya lakukan olahraga selama 2 jam hingga 30
menit per minggu. Tak perlu olahraga yang terlalu sulit, cukup jalan santai, jogging, atau
bersepeda saja sudah dapat mencegah hipertensi.

Sementara anak-anak dan remaja dianjurkan untuk berolahraga selama satu jam setiap hari
supaya tubuhnya tetap bugar dan terhindar dari risiko hipertensi.
3. Jaga berat badan ideal

Faktanya, orang yang memiliki berat badan berlebih, entah itu overweight atau obesitas
mempunyai 2 sampai 6 kali peluang lebih besar mengalami hipertensi. Oleh karena itu, usahakan
untuk menjaga berat badan tetap ideal, karena tak hanya bisa mencegah hipertensi tapi dengan
begitu Anda bisa menurunkan berbagai risiko penyakit lainnya.

Mulai sekarang, ubah gaya hidup Anda supaya berat badan turun dan akhirnya berada di angka
yang ideal. Mengurangi sekitar 4-5 kg berat badan yang berlebih, sudah dapat menurunkan risiko
tekanan darah tinggi.
4. Mengurangi minum alkohol

Terlalu banyak dan sering minum alkohol dapat membuat tekanan darah melonjak. Tak hanya
itu, kebanyakan minuman beralkohol memiliki kandungan kalori yang tinggi dan bisa
menyebabkan berat badan juga naik.
5. Berhenti merokok

Hipertensi adalah salah satu efek samping buruk yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan merokok.
Merokok juga dapat membuat Anda terkena berbagai penyakit kronis seperti stroke, penyakit
jantung, dan serangan jantung.

Jadi, hentikan kebiasaan merokok Anda mulai sekarang.


6. Kelola stres dengan baik

Stres dapat membuat tekanan darah naik sesaat. Namun, jika Anda tidak mengelola stres dengan
baik maka tekanan darah akan terus tinggi dan bisa menimbulkan kondisi hipertensi.

Stres memang wajar terjadi, tapi yang paling penting bagaimana Anda mengelolanya dengan
baik. Lakukan hal-hal yang bisa membuat Anda rileks, seperti mendengarkan musik, meditasi,
atau yoga.
7. Cek tekanan darah secara berkala

Memeriksa tekanan darah dengan rutin itu penting dilakukan, karena dengan begitu Anda dapat
mengetahui apakah tekanan darah Anda normal atau tidak. Anda dapat memeriksa tekanan darah
di rumah atau dengan bantuan tim medis.

Bila hasil tekanan darah Anda di antara 120-139/80-89 mmHG, ini tandanya Anda mengalami
prehipertensi. Kondisi ini sangat mungkin menyebabkan hipertensi, meski begitu tetap bisa
dicegah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat

Faktor Penyebab Hipertensi


Bagikan
DokterSehat.Com – Hipertensi merupakan salah satu penyakit turunan yang banyak diderita oleh
penduduk Indonesia. Oleh karena itu sangatlah penting untuk mengetahui faktor penyebab
penyakit turunan ini sejak dini.

Penyebab hipertensi
Berdasarkan etiologinya, hipertensi dibagi menjadi:

1. Hipertensi esensial ( primer/idiopatik ).


Lebih dari 90% kasus hipertensi termasuk dalam kelompok ini. Yang menjadi penyebab jenis ini
adalah faktor genetik ( terlihat dari adanya riwayat penyakit kardiovaskuler dari keluarga,
sensitivitas pada natrium, kepekaan terhadap stress, peningkatan reaktivitas vaskular terhadap
vasokonstriktor, dan resistensi insulin ) dan faktor lingkungan ( makan garam berlebihan, stress
psikis, dan obesitas ).
2. Hipertensi sekunder
Prevalensinya hanya sekitar 5-8% dari seluruh penderita hipertensi. Hipertensi ini dapat
disebabkan oleh penyakit ginjal (hipertensi renal), penyakit endokrin (hipertensi endokrin), obat
dan lain-lain.

Faktor risiko hipertensi


Faktor risiko terjadinya hipertensi yaitu, sebagai berikut :

 Usia
Risiko terjadinya hipertensi meningkat sesuai dengan peningkatan usia. Pada usia pertengahan
tahun, laki – laki lebih berisiko untuk mengalami hipertensi sedangkan wanita lebih berisiko
untuk mengalami hipertensi setelah menopause.
 Ras
Hipertensi lebih sering terjadi pada ras hitam, seringkali terjadi pada usia muda jika
dibandingkan dengan ras kulit putih putih. Komplikasi serius, seperti stroke dan serangan
jantung, lebih sering terjadi pada ras kulit hitam.
 Riwayat keluarga
 Overweight atau obesitas
Individu dengan overweight dan obesitas memiliki risiko untuk mengalami hipertensi. Semakin
tinggi berat badan seseorang, semakin besar pasokan darah yang diperlukan untuk mencukupi
kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan. Seiring dengan peningkatan volume yang melalui
pembuluh darah, maka tekanan pada dinding kapiler pun meningkat.
 Kurang aktif bergerak.
Individu yang kurang aktif secara fisik memiliki kecenderungan memiliki denyut jantung lebih
tinggi. Semakin tinggi detak jantung, semakin berat jantung harus bekerja di setiap kontraksi dan
semakin kuat tekanan pada arteri. Selain itu, kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko
kegemukan.
 Merokok
Merokok tidak hanya akan meningkatkan tekanan darah sementara tetapi zat kimia yang
terkandung di dalamnya akan merusak permukaan dinding arteri, hal ini akan menyebabkan
arteri akan menyempit, dan tekanan darah akan meningkat.
 Diet tinggi garam ( sodium)
Diet tinggi garam dapat menyebabkan retensi cairan tubuh yang akan meningkatkan tekanan
darah.
 Diet kurang potasium
Potasium membantu menyeimbangkan kadar sodium dalam sel. Diet kurang potasium akan
menyebabkan akumulasi sodium dalam darah.
 Diet kurang vitamin D
Mekanisme defisiensi vitamin D dengan peningkatan tekanan darah belum sepenuhnya
dimengerti. Vitamin D diduga berefek pada enzim yang diproduksi oleh ginjal yang akan
mempengaruhi tekanan darah.
 Alkohol
Mengkonsumsi banyak alkohol dapat menyebabkan tubuh melepaskan hormon yang dapat
meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.
 Stres
 Penyakit kronik
 Individu yang menderita kolesterol, diabetes, penyakit ginjal kronik berisiko untuk mengalami
hipertensi