Anda di halaman 1dari 2

Jurnal 1

Hipertensi adalah kondisi tekanan darah sistolik> 140 mmHg dan diastolik> 90 mmHg secara
persisten. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular,
gagal ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan adalah 30,8%. Perilaku
adalah faktor kunci yang menghambat kontrol tekanan darah yang membutuhkan intervensi
untuk mengubah perilaku pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
farmakawan edukasi selebaran hipertensi dan perlakuan yang diberikan terhadap perilaku dan
tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RSUP Dr. H. Moch Ansari
Saleh Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan desain quasi-eksperimental. Data pasien
hipertensi rawat jalan dikumpulkan secara prospektif selama periode April sampai mei 2015.
Penelitian ini melibatkan 45 pasien yang termasuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi.
Pengumpulan data dilakukan dengan untuk menilai tingkat kuesioner perilaku pasien dan data
tekanan darah diambil dari rekam medis mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian leaflet pendidikan hipertensi dan pengobatan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap,
dan praktik secara signifikan (p <0,05). Rata-rata skor pengetahuan dan sikap dalam pengukuran
pra 2,60 ± 0,71, 2,44 ± 0,65 peningkatan pos pengukuran 2,95 ± 0,20, 2,77 ± 0,51 secara statistik
berbeda p = 0 , 00. Rata-rata skor latihan dalam pengukuran awal 2,15 ± 0,85 meningkat pada
pos pengukuran 2,48 ± 0,75 secara statistik berbeda p = 0,03. Tekanan darah sistolik dan
diastolik juga menurun dengan penurunan rata-rata 14,44 ± 9,18 mmHg untuk sistolik dan
diastolik adalah 9,55 ± 10,21 mmHg. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pemberian
brosur pendidikan apoteker dapat meningkatkan perilaku pasien. Selanjutnya, dapat menurunkan
tekanan darah (p <0,05).
Kata kunci: hipertensi, leaflet pendidikan hipertensi dan pengobatan, perilaku, tekanan darah
Jurnal 2