Anda di halaman 1dari 14

STT-PLN STT-PLN

Praktikum 1. Modulasi Kolektor 3. Pasang jumper di J2 dan J8.


4. Jumper J3, J4, J5 harus dilepas terlebih dulu.

Tujuan : 5. Hubungkan output function generator 1 ke titik CARRIER.

1. Untuk mempelajari proses terjadinya modulasi kolektor 6. Hubungkan output function generator 2 ke titik INPUT SINYAL.
7. Hubungkan probe osiloskop Channel 1 ke INPUT SINYAL, dan

Alat bantu : Channel 2 ke OUTPUT AM.

1. Osiloskop : 1 buah 4. Kabel Penghubung 8. Nyalakan semua catu daya.

2. Function generator : 2 buah 5. Multitester : 1 buah 9. Atur frekuensi carrier dari function generator di frekuensi sinus

3. Modul Modulasi Kolektor Board 1 sekitar 350 kHz.


10. Atur frekuensi sinyal dari function generator di frekuensi sinus

Perhatikan gambar berikut : sekitar 100 Hz.


11. Carilah gambar terbaik dari modulasi basis dengan mengatur
frekuensi carrier, frekuensi carrier 350 kHz di atas bisa dinaikkan
atau diturunkan untuk memperoleh gambar modulasi yang paling
baik.
12. Hubungkan multitester ke INPUT SINYAL, kemudian carilah nilai
tegangan maksimum yang dapat dicapai dengan memutar AMPL
pada function generator 2 ke titik maksimumnya, kemudian isilah
tabel dibawah ini.

Gambar 1. Modulasi Kolektor

1. Gunakan board #1. Semua function generator dalam keadaan off.


2. Taruh jumper J1 di 2-3, J7 di 4-5.

Praktikum Sistem Telekomunikasi 1 Praktikum Sistem Telekomunikasi 2


STT-PLN STT-PLN

Karakteristik Output (kondisi frekuensi carrier = …... kHz) Karakteristik Frekuensi


Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)
Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)
mV
150 Hz
mV 300 Hz
500 Hz
mV
700 Hz
mV 1 kHz
2 kHz
mV
3 kHz
mV 150 Hz
mV 300 Hz
500 Hz
mV 700 Hz
mV 1 kHz
2 kHz
mV 3 kHz

Derajat modulasi (m) dapat dicari dengan rumus : Karakteristik frekuensi : frekuensi carrier tetap, input level tetap,
frekuensi sinyal variasi dengan level tetap dan cari derajat modulasi pada
A B
m x100% setiap sinyal
A B

Karakteristik output : menjaga frekuensi dan input level konstan, level 13. Lepas J8, apakah perubahan yang terjadi pada gelombang

input berubah dengan frekuensi tetap dan cari derajat modulasi pada setiap modulasinya ?

level input 14. Pasang kembali J8 dan pasanglah jumper di J3 atau J4 atau J5. Apakah
perubahan yang terjadi pada gelombang modulasinya ? Kembalikan
ke posisi sebelumnya.
15. Pindah J1 dari 2-3 ke 1-2. Perubahan apakah yang terjadi ?
Kembalikan ke posisi sebelumnya.
16. Pindah J7 dari 4-5 ke 5-6. Kemudian J6 ke 7-8. Perubahan apakah
yang terjadi? Kembalikan ke posisi sebelumnya.
Praktikum Sistem Telekomunikasi 3 Praktikum Sistem Telekomunikasi 4
STT-PLN STT-PLN

Praktikum 2. Modulasi Basis


Solusi :
 Dalam praktikum ini, arus kolektor menjadi saturasi karena carrier. Tujuan :
Bentuk gelombang output akan menghasilkan derajat modulasi yang 1. Untuk mengetahui proses terjadinya modulasi dengan input sinyal di
besar. Hal ini dikarenakan distorsi carrier terjadi ketika tegangan VCE basis.
lebih rendah daripada arus kolektor saturasi. 2. Untuk mengetahui bandwidth dari modulasi basis.

Alat bantu :
1. Osiloskop : 1 buah 4. Kabel Penghubung
Tugas ! 2. Function generator : 2 buah 5. Multitester : 1 buah
 Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap level sinyal input! 3. Modul Modulasi Basis Board 2
 Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap frekuensi!
Perhatikan skema di bawah ini

Gambar 2. Modulasi Basis

Praktikum Sistem Telekomunikasi 5 Praktikum Sistem Telekomunikasi 6


STT-PLN STT-PLN

13. Gunakan board #2. Semua function generator dalam keadaan off. Karakteristik Output (kondisi frekuensi carrier = …... kHz)
14. Taruh jumper J1 di 2-3, J7 di 4-5. Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)
15. Pasang jumper di J8. mV

16. Jumper J3, J4, J5 harus dilepas terlebih dulu. mV

17. Hubungkan output function generator 1 ke titik CARRIER. mV

18. Hubungkan output function generator 2 ke titik INPUT SINYAL. mV

19. Hubungkan probe osiloskop Channel 1 ke INPUT SINYAL, dan mV


Channel 2 ke OUTPUT AM. mV
20. Nyalakan semua catu daya. mV
21. Atur frekuensi carrier dari function generator di frekuensi sinus mV
sekitar 350 kHz. mV
22. Atur frekuensi sinyal dari function generator di frekuensi sinus mV
sekitar 100 Hz.
23. Carilah gambar terbaik dari modulasi basis dengan mengatur Derajat modulasi (m) dapat dicari dengan rumus :
frekuensi carrier, frekuensi carrier 350 kHz di atas bisa dinaikkan A B
atau diturunkan untuk memperoleh gambar modulasi yang paling
m x100%
A B
baik.
24. Hubungkan multitester ke INPUT SINYAL, kemudian carilah nilai Karakteristik output : menjaga frekuensi dan input level konstan, level
tegangan maksimum yang dapat dicapai dengan memutar AMPL input berubah dengan frekuensi tetap dan cari derajat modulasi pada setiap
pada function generator 2 ke titik maksimumnya, kemudian isilah level input
tabel dibawah ini.

Praktikum Sistem Telekomunikasi 7 Praktikum Sistem Telekomunikasi 8


STT-PLN STT-PLN

Karakteristik Frekuensi

Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)


150 Hz Solusi :
300 Hz 1. Karena range pada modulasi basis sangat sempit, dianjurkan hati-hati
500 Hz
700 Hz dalam menjaga level input carrier dan sinyal informasi. Jika tidak
1 kHz sesuai sinyal berikut mungkin akan muncul.
2 kHz
3 kHz
150 Hz Tugas !
300 Hz 1. Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap level sinyal input!
500 Hz
700 Hz 2. Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap frekuensi!
1 kHz
2 kHz
3 kHz

Karakteristik frekuensi : frekuensi carrier tetap, input level tetap,


frekuensi sinyal variasi dengan level tetap dan cari derajat modulasi pada
setiap sinyal

17. Lepas J8, apakah perubahan yang terjadi pada gelombang


modulasinya ?
18. Pasang kembali J8 dan pasanglah jumper di J3 atau J4 atau J5. Apakah
perubahan yang terjadi pada gelombang modulasinya ? Kembalikan
ke posisi sebelumnya.
19. Pindah J1 dari 2-3 ke 1-2. Perubahan apakah yang terjadi ?
Kembalikan ke posisi sebelumnya.
20. Pindah J7 dari 4-5 ke 5-6. Kemudian J6 ke 7-8. Perubahan apakah
yang terjadi? Kembalikan ke posisi sebelumnya.
Praktikum Sistem Telekomunikasi 9 Praktikum Sistem Telekomunikasi 10
STT-PLN STT-PLN

Praktikum 3. Modulasi Emiter 25. Gunakan board #2. Semua function generator dalam keadaan off.
26. Taruh jumper J1 di 2-3, J7 di 4-5.

Tujuan : 27. Pasang jumper di J8.

1. Untuk mengetahui proses terjadinya modulasi dengan input sinyal di 28. Jumper J3, J4, J5 harus dilepas terlebih dulu.

emitter. 29. Hubungkan output function generator 1 ke titik CARRIER.

2. Untuk mengetahui bandwidth dari modulasi emitter. 30. Hubungkan output function generator 2 ke titik INPUT SINYAL.
31. Hubungkan probe osiloskop Channel 1 ke INPUT SINYAL, dan

Alat bantu : Channel 2 ke OUTPUT AM.

1. Osiloskop : 1 buah 4. Kabel Penghubung 32. Nyalakan semua catu daya.

2. Function generator : 2 buah 5. Multitester : 1 buah 33. Atur frekuensi carrier dari function generator di frekuensi sinus

3. Modul Modulasi Emitter Board 3 sekitar 350 kHz.


34. Atur frekuensi sinyal dari function generator di frekuensi sinus

Perhatikan skema di bawah ini sekitar 100 Hz.


35. Carilah gambar terbaik dari modulasi basis dengan mengatur
frekuensi carrier, frekuensi carrier 350 kHz di atas bisa dinaikkan
atau diturunkan untuk memperoleh gambar modulasi yang paling
baik.
36. Hubungkan multitester ke INPUT SINYAL, kemudian carilah nilai
tegangan maksimum yang dapat dicapai dengan memutar AMPL
pada function generator 2 ke titik maksimumnya, kemudian isilah
tabel dibawah ini.

Gambar 3. Modulasi Emiter

Praktikum Sistem Telekomunikasi 11 Praktikum Sistem Telekomunikasi 12


STT-PLN STT-PLN

Karakteristik Output (kondisi frekuensi carrier = …... kHz) Karakteristik Frekuensi


Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)
Input sinyal A (volt) B (volt) Derajat modulasi (%)
mV
150 Hz
mV 300 Hz
500 Hz
mV
700 Hz
mV 1 kHz
2 kHz
mV
3 kHz
mV 150 Hz
mV 300 Hz
500 Hz
mV 700 Hz
mV 1 kHz
2 kHz
mV 3 kHz

Derajat modulasi (m) dapat dicari dengan rumus : Karakteristik frekuensi : frekuensi carrier tetap, input level tetap,
frekuensi sinyal variasi dengan level tetap dan cari derajat modulasi pada
A B
m x100% setiap sinyal
A B

Karakteristik output : menjaga frekuensi dan input level konstan, level 21. Lepas J8, apakah perubahan yang terjadi pada gelombang

input berubah dengan frekuensi tetap dan cari derajat modulasi pada setiap modulasinya ?

level input 22. Pasang kembali J8 dan pasanglah jumper di J3 atau J4 atau J5. Apakah
perubahan yang terjadi pada gelombang modulasinya ? Kembalikan
ke posisi sebelumnya.
23. Pindah J1 dari 2-3 ke 1-2. Perubahan apakah yang terjadi ?
Kembalikan ke posisi sebelumnya.
24. Pindah J7 dari 4-5 ke 5-6. Kemudian J6 ke 7-8. Perubahan apakah
yang terjadi? Kembalikan ke posisi sebelumnya.
Praktikum Sistem Telekomunikasi 13 Praktikum Sistem Telekomunikasi 14
STT-PLN STT-PLN

Praktikum 4. Demodulasi AM-Transistor


Solusi :
1. Karena range pada modulasi emiter sangat sempit, dianjurkan hati- Tujuan:
hati dalam menjaga level input carrier dan sinyal informasi. 1. Untuk mempelajari proses terjadinya demodulasi dengan transistor.

Tugas ! Alat bantu :


3. Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap level sinyal input! 1. Osiloskop : 1 buah
4. Gambarlah grafik derajat modulasi terhadap frekuensi! 2. Function generator : 2 buah

Gunakan modul dengan gambar berikut ini :

Gambar 4. Demodulasi AM-Transistor

Langkah percobaan:
1. Gunakan board #1. Dan board #4. Semua function generator dalam
keadaan off.
2. Taruh jumper J1 di 2-3, J7 di 4-5.
3. Pasang jumper di J2 dan J8.
Praktikum Sistem Telekomunikasi 15 Praktikum Sistem Telekomunikasi 16
STT-PLN STT-PLN

4. Jumper J3, J4, J5 harus dilepas terlebih dulu. Praktikum 5. Pulse Width Modulation
5. Hubungkan output function generator 1 ke titik CARRIER.
6. Hubungkan output function generator 2 ke titik INPUT SINYAL.
7. Hubungkan output AM OUTPUT dari board #1 dengan AM INPUT Percobaan PWM:
dari board #4. Untuk percobaan berikut perhatikan gambar 5.3 dan 5.4:
8. Taruh J1 pada 1-2 dan J2 pada 5-6.
9. Taruh probe osiloskop di titik 6. Gambar hasilnya dan hitung
frekuensinya.
10. Taruh probe osiloskop di titik AM OUTPUT dan J3 di 7-8 . Gambar
hasilnya. dan hitung frekuensinya.
11. Taruh probe osiloskop di titik AM OUTPUT dan J3 di 8-9 . Gambar
hasilnya. dan hitung frekuensinya.
12. Ubah-ubahlah frekuensi sinyalnya. Apakah perubahan yang anda
Gambar 5.3. Non Inverting Adder Amplifier
lihat?

Gambar 5.4. VCO


Alat yang dibutuhkan :

Praktikum Sistem Telekomunikasi 17 Praktikum Sistem Telekomunikasi 18


STT-PLN STT-PLN

1. Multitester : 2 buah Tegangan input Tegangan 1 Frekuensi PWM


No
2. Osiloskop : 1 buah (Volt) (Volt) (Hz)
1 0.0
3. Function generator : 1 buah 2 0.5
4. Catu daya 0 - 5 volt DC regulator : 1 buah 3 1.0
4 1.5
5. Board #5 dari PST 2 : 1 buah
5 2.0
6 2.5
Langkah-langkah percobaan: 8. Ulangi langkah 5 dengan memindahkan jumper ke J2 dan isilah tabel

1. Matikan catu daya dengan meletakkan posisi saklar di OFF. berikut :

2. Hubungkan catu daya 0 - 5 volt dc dari regulator pada terminal


INPUT, dan GND catu daya ke port GND di terminal input Modul Posisi jumper di J2

PWM. No Tegangan Input Tegangan 1 Frekuensi PWM


(Volt) (Volt) (Hz)
3. Atur frekuensi dari function generator sebesar 10 kHz.
1 0.0
4. Letakkan jumper di J1 terlebih dulu. 2 0.5
5. Letakkan probe 1 osiloskop di output PWM. 3 1.0
4 1.5
6. Hubungkan probe merah (+) multitester pada input PWM dan probe 5 2.0
hitam (-) pada GND. 6 2.5
7. Nyalakan catu daya dan ukur tegangan di titik 1 serta amati bentuk
gelombang pada osiloskop dimana input tegangan dimulai dari 0 volt
sampai 2.5 mV, kemudian isilah tabel berikut :

9. Ulangi langkah 5 dengan memindahkan jumper ke J3 dan isilah tabel


berikut :
Posisi jumper di J1

Praktikum Sistem Telekomunikasi 19 Praktikum Sistem Telekomunikasi 20


STT-PLN STT-PLN

Posisi jumper di J3 Praktikum 6. Dual Tone Multi Frequency (DTMF)


No Tegangan input Tegangan 1 Frekuensi PWM
(volt) (volt) (Hz)
1 0.0 Percobaan DTMF Tx (DTMF Enkoder) :
2 0.5 Perhatikan gambar berikut :
3 1.0
4 1.5
5 2.0
6 2.5

10. Kesimpulan apa yang anda peroleh setelah melakukan percobaan


Modul 5?
11. Apakah fungsi dari C1, C2 dan C3 ?

Gambar 6.4. DTMF Dekoder

Gambar 6.5. DTMF Enkoder


Praktikum Sistem Telekomunikasi 21 Praktikum Sistem Telekomunikasi 22
STT-PLN STT-PLN

Alat bantu :
1. Osiloskop : 1 buah
2. Pencacah frekuensi (frequency counter) : 1 buah 6. Letakkan jumper STE di titik ‘0’ dan GS di titik ‘1’ Kemudian isilah
tabel berikut :
Langkah-langkah percobaan : No STE GS D C B A SEND Frekuensi
1. Matikan catu daya 1 0 1 0 0 0 0 ON
2 0 1 0 0 0 1 ON
2. Lepaskan hubungan antara DTMF Tx dan Rx
3 0 1 0 0 1 0 ON
3. Geser input A,B,C,D dari DTMF Tx ke posisi ‘0’ atau ON 4 0 1 0 0 1 1 ON
4. Letakkan probe osiloskop atau pencacah frekuensi di test point 5 0 1 0 1 0 0 ON
6 0 1 0 1 0 1 ON
5. Letakkan jumper STE di titik ‘0’ dan GS di titik ‘0’ Kemudian isilah 7 0 1 0 1 1 0 ON
tabel berikut : 8 0 1 0 1 1 1 ON
9 0 1 1 0 0 0 ON
10 0 1 1 0 0 1 ON
No STE GS D C B A SEND Frekuensi 11 0 1 1 0 1 0 ON
1 0 0 0 0 0 0 ON 12 0 1 1 0 1 1 ON
2 0 0 0 0 0 1 ON 13 0 1 1 1 0 0 ON
3 0 0 0 0 1 0 ON 14 0 1 1 1 0 1 ON
4 0 0 0 0 1 1 ON 15 0 1 1 1 1 0 ON
5 0 0 0 1 0 0 ON 16 0 1 1 1 1 1 ON
6 0 0 0 1 0 1 ON
7 0 0 0 1 1 0 ON 7. Letakkan jumper STE di titik ‘1’ dan GS di titik ‘0’ Kemudian amati
8 0 0 0 1 1 1 ON
9 0 0 1 0 0 0 ON di osiloskop:
10 0 0 1 0 0 1 ON No STE GS D C B A SEND Frekuensi
11 0 0 1 0 1 0 ON 1 1 0 0 0 0 0 ON
12 0 0 1 0 1 1 ON 2 1 0 0 0 0 1 ON
13 0 0 1 1 0 0 ON 3 1 0 0 0 1 0 ON
14 0 0 1 1 0 1 ON 4 1 0 0 0 1 1 ON
15 0 0 1 1 1 0 ON 5 1 0 0 1 0 0 ON
16 0 0 1 1 1 1 ON 6 1 0 0 1 0 1 ON
7 1 0 0 1 1 0 ON

Praktikum Sistem Telekomunikasi 23 Praktikum Sistem Telekomunikasi 24


STT-PLN STT-PLN

8 1 0 0 1 1 1 ON
9 1 0 1 0 0 0 ON
10 1 0 1 0 0 1 ON
11 1 0 1 0 1 0 ON
12 1 0 1 0 1 1 ON
Percobaan DTMF Tx dan Rx :
13 1 0 1 1 0 0 ON
14 1 0 1 1 0 1 ON 1. Matikan catu daya
15 1 0 1 1 1 0 ON
16 1 0 1 1 1 1 ON 2. Sambungkan hubungan antara DTMF Tx dan Rx
3. Geser input A,B,C,D dari DTMF Tx ke posisi ‘0’ atau ON
8. Letakkan jumper STE di titik ‘1’ dan GS di titik ‘1’ Kemudian amati 4. Letakkan jumper STE di titik ‘1’ dan GS di titik ‘x’ Kemudian isilah
di osiloskop: tabel berikut :
No STE GS D C B A SEND Frekuensi
1 1 1 0 0 0 0 ON
DTMF Tx DTMF Rx
2 1 1 0 0 0 1 ON No
D C B A SEND D C B A STATUS
3 1 1 0 0 1 0 ON
1 0 0 0 0 ON
4 1 1 0 0 1 1 ON
2 0 0 0 1 ON
5 1 1 0 1 0 0 ON
3 0 0 1 0 ON
6 1 1 0 1 0 1 ON
4 0 0 1 1 ON
7 1 1 0 1 1 0 ON
5 0 1 0 0 ON
8 1 1 0 1 1 1 ON
6 0 1 0 1 ON
9 1 1 1 0 0 0 ON
7 0 1 1 0 ON
10 1 1 1 0 0 1 ON
8 0 1 1 1 ON
11 1 1 1 0 1 0 ON
9 1 0 0 0 ON
12 1 1 1 0 1 1 ON
10 1 0 0 1 ON
13 1 1 1 1 0 0 ON
11 1 0 1 0 ON
14 1 1 1 1 0 1 ON
12 1 0 1 1 ON
15 1 1 1 1 1 0 ON
13 1 1 0 0 ON
16 1 1 1 1 1 1 ON
14 1 1 0 1 ON
15 1 1 1 0 ON
16 1 1 1 1 ON

Praktikum Sistem Telekomunikasi 25 Praktikum Sistem Telekomunikasi 26


STT-PLN STT-PLN

Praktikum 7. Pulse Code Modulation (PCM) .................................................................................................................


12. Atur tegangan referensi di titik 2 = 5.10 volt.
Alat bantu : 13. Click tombol DECODING sampai indikator di tombol berwarna
1. Voltmeter digital hijau, kemudian click lagi sampai indikator berwarna putih.
2. Komputer
3. Osiloskop
4. Function generator

Langkah-langkah percobaan :
1. Posisi saklar +5, +12 dan -12 OFF.
2. Hubungkan kabel serial communication dengan RS232 di PC
3. Jalankan program pcm.exe
4. Hubungkan input dengan function generator. Berikan input sinus
frekuensi 10Hz atau frekuensi yang lain
5. Nyalakan catu daya dan function generator
6. Atur tegangan di titik adder = 2.5 volt
7. Click inisialisasi di tampilan program delphi dari pcm.exe
8. Click tombol KUANTISASI sampai indikator di tombol berwarna
hijau, kemudian click lagi sampai indikator berwarna putih
9. Isilah kolom edit u(0-1). Isi angka 0.5 Click tombol CODING
sampai indikator di tombol berwarna hijau, kemudian click lagi
sampai indikator berwarna putih. Apa yang terjadi dengan sinyal
kuantisasi.
10. Ulangi lagi langkah no 9 untuk u yang lain seperti : 0.001, 0.002,
0.003 dan seterusnya.
11. Kesimpulan apa yang anda dapat?
Praktikum Sistem Telekomunikasi 27 Praktikum Sistem Telekomunikasi 28