Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN JARINGAN KOMPUTER

IP ADDRESS

Nama : Reski Wahyuni

NIM : 425 14 014

Kelas : 1 A TKJ

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

2015
IP ADDRESS

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Setelah melaksanakan praktikum diharapkan Mahasiswa mampu:
1. Menyebutkan lima kelas IP address
2. Menggambarkan karakteristik dan penggunaan lima kelas IP address
3. Mengidentifikasi kelas sebuah IP address berdasarkan bilangan jaringan
4. Menentukan bagian mana dari sebuah IP address merupakan network ID dan host ID
5. Mengidentifikasi IP host address yang valid dan invalid berdasarkan aturan IP address
6. Menyatakan range IP address dan default subnet mask untuk setiap kelas

II. DASAR TEORI


Alamat IP Versi 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis
pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat
mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di
seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat
4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamat IP versi 4 tersebut adalah
255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai-nilai host yang dapat
ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh
dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4
adalah 192.168.0.3.

Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-
decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa
buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka
nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian
nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask
jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
a. Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus
untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen
jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun
demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah
segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut
sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus
memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik
dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak
dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah
masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
b. Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya
yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh
bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di
mana ia berada.

Jenis-jenis Alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
a. Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka
jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam
komunikasi point-to-point atau one-to-one.
b. Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node
IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi
one-to-everyone.
c. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau
beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast
digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas Alamat
Pada RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet
pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4
adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-
order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan
menggunakan representasi desimal.

Oktet 127 dari IP address kelas A tidak dapat digunakan dan dicadangkan untuk fungsi loopback dan
diagnosis.

Terdapat 5 kelas IP addresses (A sampai E). Hanya 3 kelas pertama yang digunakan
secara komersial. Kelas A IP address harus dimulai antara 1 dan 126. Subnet mask default
kelas A menggunakan bilangan biner 1 seluruhnya (desimal 255) untuk menutupi 8 bit
pertama dari kelas A IP address. Subnet mask default membantu router dan host
menentukan apakah host tujuan berada dalam jaringan tersebut. Karena hanya ada 126
jaringan kelas A, sisa 24 bits (3 oktet) dapat digunakan untuk host. Setiap jaringan kelas A
dapat memiliki 224 atau lebih dari 16 juta host. Jaringan kelas A biasanya dibagi ke dalam
grup yang lebih kecil atau disebut subnet dengan mengubah subnet mask sebagaimana
akan dibahas dalam praktikum berikutnya.
Bagian network atau host dari IP address tidak boleh 0 semuanya atau 1 semuanya.
Sebagai contoh, IP address kelas A 118.0.0.5 adalah sebuah IP address yang diperbolehkan
karena bagian network (8 bit pertama) tidak 0 semuanya atau 1 semuanya dan bagian host
(24 bit terakhir) tidak 0 semuanya atau 1 semuanya. Jika bagian host 0 semuanya akan
menjadi alamat jaringan itu sendiri. Jika bagian host 1 semuanya akan menjadi broadcast
untuk alamat jaringan tersebut.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Router Cisco seri 2800 (1 buah)
2. Switch (2 buah)
3. PC (12 buah)
4. Simulator Packet Tracer

IV. PERCOBAAN & TUGAS


TUGAS 1. Kelas-kelas IP Address dan Karakteristiknya
Gunakan tabel IP address dan materi tentang kelas-kelas IP address untuk menjawab
pertanyaaan-pertanyaan berikut.
1. Berapa rentang desimal dan biner untuk oktet pertama dari IP addresses kelas "B" yang
mungkin?
Desimal: Dari: ____128____ Sampai: ____191____
Biner : Dari : 10000000 Sampai: 10111111
2. Oktet ke berapa yang menyatakan akan bagian network dari sebuah IP address kelas C?
Oktet ke-1,2,& 3
3. Oktet ke berapa yang menyatakan bagian network dari sebuah IP address kelas A?
_Oktet Pertama_
TUGAS 2. Menentukan bagian host dan network dari IP address
Tentukan kelas, n etwork address atau ID, bagian host, broadcast address untuk masing-
masing IP address berikut dan subnet mask default.
1. Isilah tabel berikut:
IP Address Host Kelas Network Host Address Broadcast Subnet Mask
Address Address Default

216.14.55.137 C 216.14.55.0 216.14.55.137 216.14.55.255 255.255.255.0

123.1.1.15 A 123.0.0.0 123.1.1.15 123.255.255.255 123.0.0.0

150.127.221.244 B 150.127.0.0 150.127.221.244 150.127.255.255 150.127.0.0

194.125.35.199 C 193.125.35.0 194.125.35.199 192.125.35.255 192.125.35.0

175.12.239.244 B 175.12.255.255 175.12.239.244 175.12.255.255. 175.12.0.0


2. Diketahui sebuah IP address 142.226.0.15
a. Berapakah bilangan biner yang setara dari oktet kedua? 11100010
b. Termasuk kelas apakah IP address tersebut? _Kelas B
c. Apakah network address dari IP address ini? 142.226.0.0
d. Apakah IP address tersebut diperbolehkan(Ya/Tidak) ? Ya.
e. Mengapa? Karena alamat tersebut termasuk kelas B , meskipun octet ke-3 dengan
dengan alamat IP adalah 0. Alamat IP dengan menggunakan 2 oktet host dan 2 oktet
Network Id yang jangkauan pemakaian Host Id lebih banyak dibanding kelas B.
3. Berapa jumlah host maksimum yang dapat Anda miliki dari sebuah jaringan kelas A?
16.777.214 Host
4. Berapa jumlah jaringan kelas B yang ada? 16.384 Network
5. Berapa jumlah host yang dapat dimiliki oleh sebuah jaringan kelas B ? 65.534 Host
6. Berapa jumlah oktet yang ada dalam sebuah IP address? ____4 Oktet____ Ada berapa bit
dalam satu oktet? ____8 Bit___

TUGAS 3. Menentukan IP address host yang diperbolehkan untuk jaringan komersial


Untuk IP addresses host berikut, tentukan mana yang diperbolehkan untuk jaringan
komersial seperti digunakan untuk sebuah workstation, server, printer, router, dsb.dan mengapa?

IP Address Diperbolehkan? Mengapa?


(Ya/Tidak)

150.100.255.255 Tidak Karena termasuk IP Broadcast

175.100.255.18 Ya Merupakan IP Kelas B dgn 65.534 host

195.234.253.0 Tidak Karena temasuk Network ID

100.0.0.23 Ya Karena termasuk kelas C dengan jumlah 254 host

188.258.221.176 Ya Karena termasuk kelas B

127.34.25.189 Tidak Karena termasuk IP Loopback

224.156.217.73 Tidak Termasuk IP kelas D & bukan u/ komersial


TUGAS 4. Mengimplementasikan IP address pada jaringan
Buatlah jaringan komputer seperti gambar berikut menggunakan packet tracer dan
ketentuan pemberian IP address adalah sebagai berikut:
1. LAN 1 menggunakan IP address kelas B sedangkan LAN 2 menggunakan IP address
kelas C.
2. Gunakan first IP address dari host sebagai alamat gateway dari masing-masing LAN.
3. Gunakan perintah PING untuk menguji konektivitas masing-masing jaringan.

Jawab :

Analisa : Jaringan computer dengan menggunakan 1 router den 2 buah switch dengan beberapa
PC yang saling berhubungan satu sama lain dengan pemberian alamat IP yang berbeda pada
setiap Perangkat. Yang diberi alamat IP hanya Router dan PC akan tetapi Switch dapat memilah
data paket yang akan diteruskan/dikirim dan berfungsi untuk menyambungkan.

Analisa : Pemberian alamat pada setiap PC.PC dengan BG Hijau diberi alamat IP Kelas
B batas untuk octet pertama 128 s/d 191. Untuk dapat terhubung ke-jaringan yang warna
BG biru dengan IP yang berbeda, harus diberikan gateway dan yang berfungsi sebagai
gateway adalah router sebagai gerbang bagi mereka.

Analisa : Pada PC jaringan computer yang warna Background biru diberi alamat IP kelas
C dengan /24 dengan jumlah host yang bias terhubung sebanyak 254 host dengan
menggunakan default gateway. Penggunaan pemberian alamat jaringan untuk
menandakan alamat internet protocol dari suatu jaringan tersebut. Disini dibedakan
dengan penggunaan kelas IP yang masing-masing mempunyai banyak host yang bias
terhubung dalam suatu jaringan baik local maupun interlokal.

Analisa : setelah melakukan pengalamatan untuk masing-masing PC, kita memberi


alamat pada gateway router yaitu FastEthernet0/0(130.29.1.1 , subnetmask : 255.255.0.0)
untuk gateway BG jaringan computer warna hijau dan FastEthernet0/1(192.168.29.1,
subnetmask : 255.255.255.0) untuk default gateway warna biru dengan cara men-on kan
port status karena jika tidak jaringan tidak tersambung saat melakukan Ping ke jaringan
yang disebelahnya.
Analisa : lakukan Ping untuk mengecek konektivitas dari suatu computer sendiri maupun
antar suatu computer. Pengecekan dilakukan dengan terlebih dahulu mengecek ipconfig
dari PC tersebut, jika alamat sudah benar, lakukan ping satu jaringan terlebih dahulu
kemudian menuju ke gateway alamat jaringan.
Analisa : lakukan ping untuk alamat IP kelas B , missal 130.29.1.5 dengan jika reply
berarti koneksi jaringan telah tersambung dan mendapat respon balasan.
Analisa : ping ke Gateway dengan alamat IP 192.168.29.1 (kelas A) dan ping ke gateway
kelas B (ip : 130.29.1.1), jika replay berarti telah tersambung ke gateway alama Ip yang
berbeda dan kelas berbeda. Meskipun alamat IP yang berbeda tapi untuk
menyambungkan alamat yang berbeda harus mengunakan gateway .
V. KESIMPULAN
Sebagai kesimpulan untuk percobaan bahwa antara pengalamatan IP yang berbeda dapat
saling terhubung meski dengan kelas yang berbeda dengan menggunakan gateway untuk
menghubunkan IP yang berbeda. Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah
sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4. Dalam suatu alamat IP ada yang dikatakan Network ID dan
Host ID. Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan
khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.