Anda di halaman 1dari 19

Kelompok : VI

Nama Anggota :
Abdul Manan (A1CO15001)
Ahmad Baehaki (A1CO15005)
Baiq Zulfa Khairunnisa (A1CO15018)
Baiq Annida Isma Wardhani (A1CO15013)
Feby Heriska Rosiandini (A1CO15034)
Habibullah (A1CO15037)
Iin Arista (A1CO15050)

Akuntansi Reguler Pagi


Ruang 3.AE.VII
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga bermanfaat dan
dapat menambah wawasan kita semua. Amin.

Mataram, November 2015

Penulis

ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................. ii

Daftar Isi ....................................................................................................................... iii

Bab I Pendahuluan
Latar Belakang .................................................................................................... 1
Rumusan Masalah .............................................................................................. 2
Tufuan Penulisan ................................................................................................ 2
Bab II Pembahasan
Pengertian Pimpinan Menurut Para Ahli ........................................................... 3
Pengertian Kepemimpinan ................................................................................. 4
Fungsi – fungsi Kepemimpinan dan Peran Kepemimpinan dalam Mengambil
Keputusan ........................................................................................................... 4
Teori-teori Kepemimpinan ................................................................................. 8
Tipe dan Gaya Kepemimpinan ........................................................................... 10
Syarat-syarat Kepemimpinan ............................................................................. 11
Tanggungjawab Kepemimpinan ......................................................................... 12
Ciri-ciri Kepimpinan yang Baik ............................................................................ 12
Bab III Penutup
Kesimpulan ......................................................................................................... 15
Saran ................................................................................................................... 15

Daftar Pustaka.............................................................................................................. 16

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang
bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu
tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya para ahli yang mengkaji tentang
kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya tetapi memiliki
maksud yang sama.
Kepimpinan telah ada sejak zaman nenek moyang dalam kehidupan bersosial,
kerjasama dan saling melindungi sudah berkembang bersama peradaban manusia.
Kerjasama tersebut terjadi karena memiliki tujuan yang sama yaitu bertahan hidup.
Kerjasama tersebut menimbulkan kepemimpinan didalamnya. Orang yang ditunjuk
untuk menjadi seorang pemimpin haruslah orang yang tangguh, tegas, bijaksana,
berwibawa, kuat, ulet dan memiliki pengaruh. Sampai saat ini tidaklah mudah untuk
menjadi seorang pemimpin.
Asas – asas kepemimpian yaitu kemanusiaan, efisien, kesejahteraan dan
kebahagiaan yang lebih merata menutu pada taraf hidup yang lebih tinggi.
Dalam teori kepribadian menurut Moejiono (2002) memandang bahwa
kepemimpinan tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin
mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan
pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung
memandang kepemimpinan sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak
langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan
pemimpin (Moejiono, 2002).
Menurut M. Karyadi dalam bukunya Kepemimpinan (Leadership),
mengemukakan pengertian kepemimpinan sebagai berikut : Kepemimpinan adalah
sebagai suatu seni kemampuan untuk mempengaruhi perilaku manusia dan kemampuan
untuk mengendalikan orang-orang dalam organisasi agar supaya mereka sesuai
dengan perilaku yang diinginkan oleh pimpinan organisasi (Karyadi, 1984:64).
Berdasarkan dari definisi di atas, kepemimpinan bukan hanya merupakan
kemampuan tetapi merupakan suatu seni untuk mempengaruhi perilaku orang lain, agar
menuruti perintah pimpinan.
Masih banyak pengertian dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para ahli
yang memiliki maksud atau pengertian yang sama.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengertian pemimpin menurut para ahli?
2. Apa saja pengertian kepemimpinan itu?
3. Apa saja fungsi – fungsi kepemimpinan dan peran kepemimpinan dalam
mengambil keputusan?
4. Apa saja teori-teori kepemimpinan itu?
5. Bagaimana tipe dan gaya kepemimpinan?
6. Apa saja syarat-syarat kepemimpinan?
7. Apa saja tanggung jawab kepemimpinan?
8. Bagaimana ciri-ciri kepemimpinan yang baik?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan
kepada para pembaca tentang kepemimpinan, fungsi – fungsi kepemimpinan, peran
kepemimpinan dalam mengambil keputusan, teori-teori kepemimpinan, tipe dan gaya
kepemimpinan, syarat-syarat kepemimpinan dan ciri-ciri kepemimpinan.

2
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemimpin Menurut Beberapa Ahli

Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan


(1999). Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin
subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255). Pemimpin


adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

Kartini Kartono (1994 : 33). Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki
kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga
dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-
aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

C.N. Cooley (1902). Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu
kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara
cermat akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.

Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33). Pemimpin dalam
pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan
mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau
melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah
seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya
dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

Jim Collin. Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah


adalah pemimpin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu
pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja
bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.

Modern Dictionary Of Sociology (1996). Pemimpin (leader) adalah seseorang


yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a
person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).

C.N. Cooley dalam The Man Nature and the Social Order.
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya,
semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan di dalamnya
kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.

J.L. Borwn dalam Psychology and the Social Order. Pemimpin tidak dapat
dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang
memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

3
Kenry Pratt Fairchild dalam Dictionary of Sociologi and Related Sciences.
Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :

 Pertama, pemimpin arti luas, sesorang yang memimpin dengan cara mengambil
inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau
mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau
kedudukan.
 Kedua, pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang
meyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.

Dr. Phil. Astrid S. Susanto. Pemimpin adalah orangyang dianggap mempunyai


pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.

Ensiklopedia Administrasi (disusun oleh Staf Dosen Balai Pembinaan


Administrasi Universitas Gadjah Mada). Pemimpin (Leader) adalah orang yang
melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam situasi tertentu,
melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan
tertentu.

2.2 Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan pada dasarnya merupakan kemampuan yang dimiliki oleh


seseorang dalam menggerakan orang lain agar mau bekerja dengan senang hati untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Masalah kepemimpinan adalah masalah sosial yang di dalamnya terjadi


interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai
tujuan bersama, baik dengan cara mempengaruhi, membujuk, memotivasi dan
mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utama seorang pemimpin dalam
menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam
melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu
melibatkan seluruh lapisan organisasinya, atau anggotanya untuk ikut berperan aktif
sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang positif dalam usaha mencapai
tujuan.

2.3 Fungsi – fungsi Kepemimpinan dan Peran Kepemimpinan dalam Mengambil


Keputusan

Fungsi kepemimpinan merupakan gejala sosial, karena harus diwujudkan dalam


intraksi antar individu di dalam situasi sosial suatu kelompok atau organisasi karena
fungsi kepemimpinan sangat mempengaruhi maju mundurnya suatu organisasi, tanpa
ada penjabaran yang jelas tentang fungsi pemimpin mustahil pembagian kerja dalam
organisasi dapat dapat berjalan dengan baik.

4
Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek, yaitu :

a. Fungsi administrasi yaitu mengadakan formulasi kebijaksanaan administrasi dan


menyediakan fasilitasnya.
b. Fungsi sebagai Top Manajemen yaitu mengadakan planning, organizing,
staffing, directing, commanding, controlling.

Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang efekti, maka kepemimpinan


tersebut harus dijalankan sesuai dengan fungsinya. Beberapa pendapat para ahli tentang
fungsi – fungsi kepemimpinan :

Sondang P. Siagian dalam bukunya Teori dan Praktek Kepemimpinan (Siagian,


1999:47) mengatakan beberapa fungsi kepemimpinan sebagai berikut:

1. Pimpinan sebagai penentu arah dalam usaha pencapaian tujuan


2. Pemimpin sebagai wakil dan juru bicara organisasi dalam hubungan dengan
pihak-pihak di luar organisasi
3. Pemimpin sebagai komunikator yang efektif
4. Pemimpin sebagai mediator, khususnya dalam hubungan ke dalam, terutama
dalam menangani situasi konflik
5. Pemimpin sebagai integrator yang efektif, rasional, objektif dan netral.

Sedangkan menurut Hamdani Nawawi dalam bukunya Kepemimpinan yang


Efektif menyebutkan ada lima fungsi kepemimpinan. Kelima fungsi kepemimpinan itu
adalah:

1. Fungsi instruktif
Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi satu arah, pemimpin sebagai
pengambil keputusan berfungsi memerintahkan pelaksanaannya pada orang-orang yang
dipimpin. Pemimpin sebaga komunikator merupakan pihak yang menentukan apa (isi
perintah), bagaimana (cara mengerjakan perintah), bilamana (waktu memulai,
melaksanakan dan melaporkan hasilnya), dan dimana (tempat mengerjakan perintah)
agar keputusan dapat diwujudkan secara efektif. Fungsi orang yang dipimpin hanyalah
melaksanakan perintah. Inisiatif tentang segala sesuatu yang ada kaitannya dengan
perintah itu, sepenuhnya merupakan fungsi pemimpin.

2. Fungsi konsultatif
Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap pertama
dalam usaha menetapkan keputusan, fungsi pemimpin sebagai konsultan untuk
mendengarkan pendapat, saran serta pertanyaan dari bawahannya, mengenai keputusan
yang akan diambil oleh pemimpin.

3. Fungsi partisipasi
Dalam fungsi ini pemimpin menjalankan serta mengaktifkan orang-orang yang
dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam

5
melaksanakannya. Setiap anggota kelompoknya memperoleh kesempatan yang sama
untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan yang dijabarkan dari tugas-tugas
pokok, sesuai dengan posisi atau jabatan masing-masing. Pemimpin juga tidak hanya
ikut dalam proses pembuatan keputusan dalam fungsi ini pemimpin ikut serta dalam
proses pelaksanaannya.
Fungsi partisipasi ini bukan berarti pemimpin memberikan kebebasan semaunya,
tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak
mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain.

4. Fungsi delegasi
Fungsi ini pemimpin sebagai pemegang wewenang tertinggi harus bersedia dan
dapat mempercayai oran-orang lain, sesuai dengan posisi atau jabatannya, apabila diberi
atau mendapat pelimpahan wewenang.

5. Fungsi pengendalian
Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses dan efektif
mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang
efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal.
Sehubungan dengan itu bahwa fungsi pengendalian dapat diwujudkan melalui kegiatan
bimbingan, pengarahan, koordinasi dan pengawasan.
Dengan bimbingan dan pengarahan, koordiansi dan pengawasan, pemimpin
berusaha mencegah terjadinya kekeliruan atau kesalahan setiap unit atau perseorangan
dalam melaksanakan volume dan beban kerjanya atau perintah dari pimpinannya.
Pengendalian dilakukan dengan cara mencegah anggota berfikir dan berbuat sesuatu
yang cenderung merugikan kepentingan bersama.

Fungsi – fungsi kepemimpinan meliputi kegiatan dan tindakan sebagai berikut :

a. Pengambilan keputusan.
b. Pengembangan imajinasi.
c. Pendelegasian wewenang kepada bawahan.
d. Pengembangan kesetiaan para bawahan.
e. Penggiatan dan pengendalian rencana – rencana.
f. Pemanfaaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya.
g. Pelaksanaan keputusan dan pemberian dorongan kepada para pelaksana.
h. Pelaksanaan control dan perbaikan kesalahan – kesalahan.
i. Pemberian tanda penghargaan kepada bawahan yang berprestasi.
j. Pertanggungjawaban semua tindakan.

Kepemimpiinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam


setiap pengambilan keputusan. Sehingga seorang pemimpin harus bisa membuat
keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan yang ia ambil. Jika seorang pemimpin
tidak mampu bertanggung jawab atas apa yang ia putuskan maka ia tidak pantas di
sebut sebagai seorang pemimpin.

6
Dilain hal, pengambilan keputusan dalam tinjuan perilaku mencerminkan
karakter dari seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya
keputusan yang diambil tidak hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya.
Melainkan memalui beberapa pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan
keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga :

a. Teori keputusan merupakan meteologi untuk menstukturkan dan menganalisis


situasi yang tidak pasti atau beresiko.
b. Pengambilan keputusan merupakan proses mental dimana seorang manajer
memperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser
jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisa data.
c. Pengambilan keputusan adalah proses memilih diantara alternatif – alternatif
untuk mengatasi masalah.

Dalam pelaksanaan mengambil keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu :

1. Proses pengambilan keputusan. Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan,


yaitu :
a. Menemukan masalah
b. Mengidentifikasi masalah
c. Mengformulasikan dan mengembangkan alternatif
d. Mengambil keputusan
e. Mengevaluai keputusan
2. Gaya mengambil keputusan adalah kebiasaan yang dipelajari dan dibatasi oleh
dimensi :
a. Cara berpikir, yang terdiri dari :
 Logis dan rasional : mengolah informasi agar dapat diterima akal pikiran sehat.
 Intuitif dan kreatif : memahami semua secara keseluruhan.
b. Toleransi terhadap ambiguitas
 Kebutuhan yang tinggi untuk menstrukturkan informasi dengan cara
meminimalisir ambiguitas (berbagai tanggapan).
 Kebutuhan yang rendah untuk menstrukturkan informasi, sehingga dapat
memproses banyak pemikiran pada saat yang sama.
Kombinasi diatas menghasilkan beberapa gaya pengambilan keputusan oleh seorang
pemimpin, yaitu :
a. Direktif yaitu toleransi ambiguitas rendah dan mencari rasionalitas. Efisien
mengambil keputusan secara cepat dan berorentasi jangka pendek.
b. Analitik yaitu toleransi ambiguitas tinggi dan mencari rasionalitas. Pengambilan
keputusan yang cermat, mampu menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru.
c. Konseptual yaitu toleransi ambiguitas tinggi dan intuitif. Berorentasi jangka
panjang, seringkali menekan solusi kreatif atas masalah.
d. Behavioral yaitu toleransi ambiguitas rendah dan intuitif. Mencoba mengakhiri
konflik dan mengupayakan penerimaan.

7
Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah
dilakukan. Oleh sebab itu, banyak pemimpin yang menunda untuk mengambil
keputusan. Bahkan ada pemimpin yang kurang berani mengambil keputusan. Metode
pengambilan keputusan dapat dilakukan secara individu, kelompok tim atau panitia,
dewan, komisi dan lain sebagainya

2.4 Teori – teori Kepemimpinan

Para ahli teori kepemimpinan telah mengemukakan beberapa teori tentang


timbulnya seorang pemimpin atau pembentukan kepemimpinan. Dalam hal ini terdapat
3 (tiga) teori yaitu :

a. Teori Genetik
Penganut teori ini berpendapat bahwa, “pemimpin itu dilahirkan dan bukan
dibentuk” [Leaders are born and not made]. Pandangan terori ini bahwa, seseorang
akan menjadi pemimpin karena “keturunan” atau ia telah dilahirkan dengan “membawa
bakat” kepemimpinan. Teori keturunan ini, dapat saja terjadi, karena seseorang
dilahirkan telah “memiliki potensi” termasuk “memiliki potensi atau bakat” untuk
memimpin dan inilah yang disebut dengan faktor “dasar”. Dalam realitas, teori
keturunan ini biasanya dapat terjadi di kalangan bangsawan atau keturunan raja-raja,
karena orang tuanya menjadi raja maka seorang anak yang lahir dalam keturunan
tersebut akan diangkan menjadi raja.

b. Teori Sosial
Penganut teori ini berpendapat bahwa, seseorang yang menjadi pemimpin
dibentuk dan bukan dilahirkan (Leaders are made and not born). Penganut teori
berkeyakinan bahwa semua orang itu sama dan mempunyai potensi untuk menjadi
pemimpin. Tiap orang mempunyai potensi atau bakat untuk menjadi pemimpin, hanya
saja paktor lingkungan atau faktor pendukung yang mengakibatkan potensi tersebut
teraktualkan atau tersalurkan dengan baik dan inilah yang disebut dengan faktor “ajar”
atau “latihan”.
Pandangan penganut teori ini bahwa, setiap orang dapat dididik, diajar, dan
dilatih untuk menjadi pemimpin. Intinya, bahwa setiap orang memiliki potensi untuk
menjadi pemimpin, meskipun dia bukan merupakan atau berasal dari keturunan dari
seorang pemimpin atau seorang raja, asalkan dapat dididik, diajar dan dilatih untuk
menjadi pemimpin.

c. Teori Ekologik
Penganut teori ini berpendapat bahwa, seseorang akan menjadi pemimpin yang
baik “manakala dilahirkan” telah memiliki bakat kepemimpinan. Kemudian bakat
tersebut dikembangkan melalui pendidikan, latihan, dan pengalaman-pengalaman yang
memungkinkan untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang telah dimiliki.
Jadi, inti dari teori ini yaitu seseorang yang akan menjadi pemimpin merupakan
perpaduan antara faktor keturunan, bakat, dan lingkungan yaitu faktor pendidikan,

8
latihan dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan bakat tersebut dapat
teraktualisasi dengan baik.

Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya


mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang
kepemimpinan antara lain :

1. Teori Kepemimpinan Sifat (Trait Theory)


Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian
pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi
yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian
teori ini dikenal “The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat
pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat
kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui
pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain: sifat fisik, mental dan
kepribadian.

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan


kepemimpinan organisasi, antara lain:
a. Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang
tinggi di atas kecerdasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan
berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat
kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.

b. Kedewasaan dan keluasan hubungan social


Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal
maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan
stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panic dan goyah dalam
mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.

c. Motivasi diri dan dorongan berprestasi


Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi
serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada
kinerja yang optimal, efektif dan efisien.

d. Sikap hubungan kemanusiaan


Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para
pengikutnya mampu berpihak kepadanya.

2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi


Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini
memiliki kecenderungan kearah 2 hal, yaitu:

9
 Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin
yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada
dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan
bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
 Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang
memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan
mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan
dilakukan, dan hasil yang akan dicapai

Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana
seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap
hasil yang tinggi pula.

3. Teori kewibawaan pemimpin


Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab
dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik
secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk
melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

4. Teori kepemimpinan situasi


Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus
bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

5. Teori kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang
positif antara pemimpin dengan pengikutnya.

2.5 Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:


1. Tipe Kharismatik
Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga
mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan
pengikutnya timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap
mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

2. Tipe Paternalistik
Tipe Kepemimpinan dengan sifat-sifat antara lain;
a. Menganggap bawahannya belum dewasa
b. Bersikap terlalu melindungi
c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

10
3. Tipe Otoriter
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.

4. Tipe Militeristik
Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:
a. Menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b. Lebih banyak menggunakan system perintah
c. Menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d. Formalitas yang berlebih-lebihan
e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f. Sifat komunikasi hanya sepihak

5. Tipe Demokrasi
Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi
pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap
individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin
menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure
organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan
rencana keputusan, disiplin.

2.6 Syarat – syarat Kepemimpinan

Ada tiga hal penting dalam konsepsi kepemimpinan antara lain:

1. Kekuasaan
Kekuasaaan adalah otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada
pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu
dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.

2. Kewibawaan
Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin
mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.

3. Kemampuan
Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara
teknis maupun social, yang melebihi dari anggota biasa.

Sementara itu Stodgill yang dikutip James A. Lee menyatakan pemimpin itu
harus mempunyai kelebihan sebagai persyaratan, antara lain:

1. Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara, kemampuan menilai.


2. Prestasi, gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.

11
3. Tangggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri, agresif.
4. Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tinmggi, kooperatif, mampu bergaul.
5. Status, kedudukan sosial ekonomi cukup tinggi dan tenar.

2.7 Tanggungjawab Kepemimpinan

Kepemimpinan yang juga merupakan seni dalam mempengaruhi orang lain agar
mau bekerjasama untuk mencapai tujuan, memerlupakan tanggungjawab orang yang
berfungsi sebagai pemimpin. Menurut Drs. Hidjirachman Ranupandojo et.AL., dengan
mengutip pendapat Robert C. Miljus dalam buku Effective Leadership and the
motivation of Human Resources” (1992:152) mengatakan tanggung jawab seorang
pemimpin sebagai berikut :

1. Menentukan pelaksanaan kerja realitas (dalam artian kuantitas, keamanan dan


sebagainya)
2. Melengkapi para karya dengan sumber – sumber dana yang diperlukan untuk
menjalankan tugasnya.
3. Menkonsumsikan karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka.
4. Memberikan susunan hadiah yang sepadan untuk mendorong prestasi.
5. Mendeglasikan wewenang apabila diperlukan dan mengundang partisipasi apabila
memungkinkan.
6. Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan pekerjaan yang efektif.
7. Menunjukkan perhatian pada karyawan.

2.8 Ciri – ciri Kepimpinan yang Baik

Seseorang pemimpin harus memiliki cirri – cirri sebagai berikut :

1. Jujur dan dapat dipercaya


Jujur dan dapat dipercaya adalah modal dasar dari seorang pemimpin. Tidak
hanya anggota tim yang harus memiliki sifat ini. Dengan dilandasi sifat jujur dan dapat
dipercaya maka anggota timnya pun dengan sendirinya akan mengikuti pimpinannya
.
2. Mampu bertanggung jawab
Tidak hanya menyalahkan anggota timnya apabila target yang telah ditentukan
tidak tercapai. Seseorang pemimpin pun harus mampu bertanggung jawab. Karena
seorang pemimpin akan selalu diminta pertanggung jawabannya terhadap apa yang
dipimpinnya dan keputusan yang telah diambil olehnya.

3. Mampu menentukan skala proritas


Seorang pemimpin hendaknya mampu menentukan skala proritas. Dengan skala
proritas anggota timnya mampu bekerja secara optimal dan mampu menyelesaikan
tugas dengan tepat waktu. Pimpinan yang baik mengetahui kapan waktu yang tepat
untuk lembur.

12
4. Mampu mendelegasikan tugas
Seorang pemimpin harus bisa mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat .
selain itu pendelegasian juga merupakan salah satu cara untuk mempercayai anggota
timnya. Sehingga pemimpin mampu menempatkan anggota timnya sesuai dengan
kapasitas masing – masing anggotanya.

5. Cepat menangani dan mengatasi masalah


Responsif dalam mengatasi masalah sangat penting agar masalah yang muncul
dapat cepat tertangani dan mendapat solusi yang tepat. Sehingga permasalahan tidak
terlarut – larut dan tidak menimbulkan permasalahan baru.

6. Memiliki sikap positif


Setiap pemimpin harus memiliki sikap positif. Hal ini sangat penting, karena
dengan sikap positif akan mampu melihat misinya kedepan dengan optimis bukan
sebagai sebuah beban yang harus dipikul.

7. Kemampuan berkomunikasi efektif


Pemimpin perlu berkomunikasi secara efektif agar pesan yang disampaikan
jelas, tidak salah tangkap dan salah arah. Kemampuan ini mutlak dimiliki karena
menyelaraskan semua anggota timnya mencapai tujuan yang ditentukan.

8. Keberanian sosial dan percaya diri


Seseorang pemimpin yang baik memiliki keberanian sosial dan percaya diri
yang tinggi, sehingga pemimpin mampu mengangkat derajat timnya.

9. Mampu mengembangkan setiap anggota timnya


Seorang pemimpin yang baik akan selalu mengembangkan anggota timnya.
Karena dengan sumber daya manusia yang kuat maka tujuan yang telah direncanakan
akan lebih mudah dicapai.

10. Mampu mengendalikan keadaan


Seorang pemimpin dituntut dapat mengendalikan segala keadaan yang terjadi
untuk menstabilkan anggota timnya.

WA. Gerungan menjelaskan bahwa seorang pemimpin paling tidak harus memiliki tiga
ciri, yaitu:
1. Penglihatan Sosial
Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala yang timbul
dalam masyarakat sehari-hari.

2. Kecakapan Berfikir Abstrak


Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas, intelegensi
yang tingggi. Jadi seorang pemimpin harus dapat menganalisa dan mumutuskan adanya
gejala yang terjadi dalam kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.

13
3. Keseimbangan Emosi
Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya belum
mantap dan tidak memililki keseimbangan emosi. Orang yang demikian tidak bisa jadi
pemimpin sebab seorang pemimpin harus mampu membuat suasana tenang dan senang.
Maka seorang pemimpin harus mempunyai keseimbangan emosi.

14
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan


atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok,
memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh
kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi


orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi
proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku
pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan
budayanya.

Kepemimpinan seorang pemimpin memiiki fungsi dan sangat berpengaruh


dalam mengambil suatu keputusan. Tanggung jawab kepemimpinan tidaklah mudah,
seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas semua yang ia putuskan.

Seorang pemimpin yang baik harus memiliki integritas (kepribadian), intelektual


(pengetahuan), intelegensi (spiritual), skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power
atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila
ketujuh isi dari esensi/hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang
pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.

3.2 Saran

Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh


penulis, maka untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendasar lagi, disarankan
kepada pembaca untuk memberikan krtik dan saran yang sifatnya membangun.

15
DAFTAR PUSTAKA
Lira.googlecode.com/file-makalah-kepemimpinan
Blingjamong.wordpress.com/2014/02/07/kepemimpinan-fungsi-tanggung-jawab-dan-
ciri-pemimpin
Ikanteri89.blogspot.com/2014/06/makalah-pengantar-manajemen-kepemimpinan

16