Anda di halaman 1dari 3

ASESMEN NYERI

No. Dokumen No.Revisi Halaman


0 1/ 2

Ditetapkan
Direktur
Tanggal Terbit:
SPO
dr. Slamet Widodo
NIK.01.2014.009

Pengertian Merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak


menyenangkan, yang berkaitan denga kerusakan jaringan yang nyata
atau yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan jaringan. Dan
bersifat subjektif dimana individu mempelajari apa itu nyeri, melalui
pengalaman yang berlangsung berhubungan dengan luka yang dimulai
dari awal masa kehidupannya.

Tujuan 1. Mengevaluasi rasa nyeri


2. Membantu membedakan tingkat beratnya suatu penyakit, durasi
nyeri
dan nyeri yg ditimbulkan apabila diam atau bergerak
3. Membantu diagnosis yang akurat
4. Mengetahui rencana pengobatannya
5. Mengevaluasi efektifitas pengobatan
6. Sebagai acuan dalam melaksanakan Asesmen nyeri

Kebijakan SK Direktur No.96/SKEP-RSSM/2011 tentang kebijakan pelayanan


Rumah Sakit.
Prosedur 1. Pasien dalam posisi tenang dan nyaman
2. Memberi tahu pasien/keluarga bahwa akan ditanyakan tentang rasa
nyeri dan lokasi nyeri
3. Siapkan instrument intensitas nyeri untuk diisi
4. Menentukan tes skala nyeri sesuai dengan usia dan kondisi :
- Untuk pasien dewasa dengan usia . 7 tahun, gunakan skala nyeri
VAS
atau NRS
- Untuk usia 3-7 tahun dan dewasa yang tidak dapat
menggambarkan intensitas nyerinya gunakan WONG BAKER
FACES PAIN SCALE. ( Ganbar wajah tersenyum – cemberut –
menangis )
- Untuk usia 6 bulan-3 tahun gunakan skala nyeri FLACC ( Face-
ASESMEN NYERI

No. Dokumen No.Revisi Halaman


0 1/ 2

Ditetapkan
Direktur
Tanggal Terbit:
SPO
dr. Slamet Widodo
NIK.01.2014.009

Legs- Activity-Cry-Consolability )
- Untuk 0-6 bulan, gunakan skala nyeri menangis ( Cries Pain Scale
)
5. Perawat dan dokter akan menanyakan hal yang memperberat dan
memperingan nyeri pada pasien.

Prosedur 6. Ditanyakan juga deskripsi nyeri ( Lokasi nyeri, kwalitas nyeri atau
penyebab nyeri, lamanya nyeri dan factor pemicu nyeri )
7. Tanyakan efek nyeri terhadap aktifitas sehari-hari
8. Tanyakan riwayat penanganan nyeri sebelumnya dan efektifitasnya (
ada
atau tidak )
9. Tanyakan obat-obat yang dikonsunsi pasien ( ada atau tidak )
10. Setelah selesai melakukan asesmen, tentukan skala intensitas nyeri
dan
tipe nyeri dan dokumentasikan dalam status medis pasien.
ASESMEN NYERI

No. Dokumen No.Revisi Halaman


0 1/ 2

Ditetapkan
Direktur
Tanggal Terbit:
SPO
dr. Slamet Widodo
NIK.01.2014.009

Unit terkait - INSTALASI IRNA


- INSTALASI IRJA
- INSTALASI UNIT GAWAT DARURAT