Anda di halaman 1dari 5

Kepaniteraan Ilmu Geriatri Panti Werdha Hana

Nama : Alfonsius Stefano


NIM : 406162107
Periode 31 Desember 2018 – 2 Februari 2019

Tugas Geriatri

1. Mekanisme Obat DM
Efek samping
Dosis
Obat Mekanisme Keuntungan dan
(mg)
kontraindikasi
Biguanides Menurunkan Tidak Mual dan diare,
-Metformin 500-2500 produksi glukosa hipoglikemia, tidak digunakan
(Glucophage) hati tingkat insulin jika kreatinin
- Metformin XR 500-2000 (glukoneogenesis) rendah, berat ≥1.5 mg/dL,
(Glucophage di hati dan badan turun, hati-hati dengan
XR) meningkatkan meningkatkan pasien gagal
sensitivitas fungsi lemak dan jantung dan
insulin endotelial, gangguan hati
menurunkan
mortalitas
Sulfonilurea Menginduksi Dapat digunakan Hipoglikemia,
-Glipizide 5-40 sekresi insulin pada pasien gagal berat badan naik
(Glucotrol) dari sel beta di ginjal atau hati
- Glipizide XL 2.5-20 pankreas
(Glucotrol XL)
- Glyburide 2.5-20
(DiaBeta,
Micronase)
- Glyburide, 1-8
micronized
(Glynase)
- Glimeperide 1-6
(Amaryl)
- 100
Chlorpropamide
Tiazolidindion Meningkatkan Pasien gagal
-Pioglitazone 15-45 insulin di otot dan jantung grade
(Actos) jaringan adiposa III-IV, pantau
- Rosiglitazone 2-8 fungsi hati
(Avandia)
Metiglinid 0.5-2 (3 Menginduksi Pasien gagal Hipoglikemia
-Repaglinide kali sekresi insulin ginjal Pasien gangguan
(Prandin) sehari) dari sel beta di Onset cepat dan fungsi hati
- Nateglinide 60-120 (3 pankreas paruh waktu
(Starlix) kali pendek
sehari)
Penghambat α- Menghambat Tidak Flatus, tinja
Glukosidase pemecahan hipoglikemia lembek
-Acarbose 25-100 (3 disakarida dan Hati-hati pada
(Precose) kali memperlambat pasien gangguan
- Miglitol sehari) absorbsi gastrointestinal,
(Glyset) 25-100 (3 karbohidrat di sirosis, kreatinin
kali usus halus >2 mg/dL
sehari)
Penghambat 100 (25- Meningkatkan Sekali sehari, Mual dan
DPP-IV 50 pada sekresi insulin tidak muntah
-Sitagliptin gangguan dan menghambat hipoglikemia, Pasien dengan
(Januvia) ginjal) sekresi glukagon menurunkan gangguan ginjal
2.5 dan 5 glukosa dosis diturunkan
- Saxagliptin setiap hari postprandial
(Onglyza)
Penghambat Menghambat Dehidrasi,
SGLT-2 absorbsi glukosa infeksi saluran
- Dapagliflozin 5-10 di tubuli distal kencing
(Forxigra) ginjal

Sumber :
Vail B. Diabetes. Current Diagnosis & Treatment in Family Medicine, 3rd Edition.
2011.USA: The McGrawHill Companies,Inc. Pg. 389-91, 394-96

2. Mekanisme Kerja Obat Antihipertensi


 Diuretik
o Thizaide: inhibitis Na/Cl pump di distal convoluted tubule dan meningkatkan
ekskresi sodium
o Bersifat sebagai vasodilator
o Dapat dikombinasi dengan: beta blocker, ACE-Inhibitor, ARB
 ACE-Inhibitor
o Menurunkan produksi angiotensin 2, meningkatkan jumlah bradikinin,
menurunkan aktivitas saraf simpatis
 ARB
o Memblok reseptor angiotensin 1 dan meningkatkan efek reseptor angiotensin 2
 ACE-I dan ARB
o Dapat sebagai monoterapi
o Bisa dikombinasi dengan: diuretik, CCB, alfa blocker
 Antagonis aldosteron
o Spinorolactone: bersifat non selective antagonis aldosteron, dapat sebagai
monoterapi atau kombinasi dengan diuretik
 Beta blocker
o Menurunkan tekanan darah, menurunkan cardiac output  menuurnkan tekanan
darah dan kontraktilitas jantung
 Alfa blocker
o Menurunkan tekanan darah dengan menurunkan resistensi vaskuler perifer
o Untuk terapi pasien dengan pheochromocytoma
 Agen simpatolitik
o Alfa 2 antagonis: menurunkan efek saraf simpatis  menurunkan peripheral
resistance
 CCB
o Menurunkan vascular resistance lewat blok channel L  mengurangi jumlah ion
Ca intraseluler dan menurnkan vasokontriksi
o Bisa sebagai monoterapi atau kombinasi dengan agen lain
 Vasodilator
o Hydralazine: bersifat antioksidan dan meningkatkan jumlah NO

Sumber: Kasper D, Fauci A, Hauser S, Longo D, Jameson J, Loscalzo J. Harrison's Principles of


Internal Medicine. 19th ed. McGraw Hill Education; 2012.

3. Mekanisme kematian pada kadar PO2 tinggi


 PO2 tinggi  hiperoxia  menginduksi terbentuknya ROS lebih banyak  mengganggu
keseimbangan antara oksidan dan antioksidan  kerusakan sel sampai kematian sel
 Paparan oksiden tinggi  merusak dinding bronkus dan alveolus  edem paru dan
atelektasis
 Jika oksigen berlebih diberikan pada tekanan atmosfer tinggi (1,6 - 4) akan terjadi
toksisitas pada sistem saraf pusat yaitu kejang diikuti koma dalam 30-60 menit

Sumber: Mach WJ, et al. Consequences of hyperoxia and the toxicity of oxygen in the lug.
Review article. Nursing Research and Practice. 2011; 2011.

4. Mekanisme kematian pada kadar PO2 rendah


 PO2 rendah terdeteksi oleh sistem kemosensorik dengan cepat memodulasi ventilasi
pulmoner serta perfusi
o Respon ini dipengaruhioleh badan karotid, badan neuroepitelial di jalan nafas, dan
otot polos vaskular
o Rendahnya kadar O2  tertutupnya kanal kalium  depolarisasi sel, terbukanya
kanal kalsium dan memprovokasi pengeluaran neurotransmiter (katekolamin dan
asetilkolin) dan aktivasi serat saraf eferen sensorik dilatasi pembuluh darah
perifer (karena terjadi penurunan ATP) kalium intrasel keluarrelaksasi dan
pembuluh darah pulmoner akan konstriksi karena terjadinya inhibisi pengeluaran
kalium intraseldepolarisasi yang menyebabkan masuknya kalsium ke intrasel
membuat kontraksi
o Berkurangnya O2  produksi ATP rendah depolarisasi sel, influx kalsium
yang tidak terkontrol, dan aktivasi fosfolipase dan protease kalsium-
dependensel membengkak, hidrolisis komponen sel, dan selanjutnya nekrosis
sel
o Keadaan kurang oksigen akan menyebabkan gangguan aliran darah terutama di
otak dan jantung

Sumber: Michiels C. Physiological and pathological responses to hypoxia. Am J Pathol. 2004


Jun; 164(6): 1875-1882.
5. Mekanisme kematian pada kadar PCO2 tinggi
 PCO2 tinggi  menginduksi terjadinya vasodilatasi serebral
 Jika cukup berat  peningkatan TIK dan papil edema  meningkatkan risiko herniasi
otak dan kematian
Sumber: Patel S, Sharma S. Physiology, acidosis, respiratory. [Updated 2018 Jan 25]. In:
StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2018 Jan.
6. Mekanisme kematian pada kadar PCO2 rendah
 PCO2 rendah  peningkatan resistensi jalan nafas karena terjadinya bronkospasme dan
meningkatkan permeabilitas di mikrovaskular
 Rendahnya PCO2  menurunnya transport oksigen  meningkatkan demand oksigen,
memfasilitasi trombosis dengan meningkatkan jumlah trombosit dan agregasi
trombosit spasme koroner

Sumber: Solano ME, Castillo IB, Mejia MC. Hypocapnia in neuroanesthesia: current situation.
Columbia J Anesthesiology. 2012 May; 42(2): 137-144.

7. Peran Oksigen pada manusia :


Oksigen berperan terutama pada respirasi aerob, dimana pada respirasi aerob dihasilkan lebih
banyak ATP yang berfungsi dalam pompa Na dan Kalium dalam tubuh.
8. Grading OA :
Klinis :
 Grade 1 : tidak ada rasa nyeri
 Grade 2 : Nyeri setelah beraktivitas harian dan merasa sendi menjadi lebih kaku
 Grade 3 : Nyeri pada saat melaksanakan aktivitas, kaku pada sendi terasa lebih sering
 Grade 4 : Nyeri yang berat pada saat berjalan atau menggerakkan sendi
Radiologis :
 Grade 1 : kemungkinan besar tidak ada penyempitan celah sendi, osteofit mungkin tidak
ada
 Grade 2 : ada osteofit, penyempitan celah sendi bisa ada atau tidak
 Grade 3 : osteofit multiple, ada penyempitan celah sendi
 Grade 4 : osteofit multiple , penyempitan celah sendi yang parah, ada sclerosis,
deformitas

9. Peran Albumin :
 Mengatur tekanan osmotik darah
 Media transport
 Mengikat obat, mis : warfarin, digoksin, OAINS, midazolam, thiopental.

1 unit insulin menurunkan 50mg/dL kadar gula darah, dapat bervariasi 30-100mg/dL sesuai
dengan sensitivitas insulin individu
Sumber : diabetesteachingcenter@ucsfmedctr.org