Anda di halaman 1dari 4

Kloramfenikol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Jump to navigationJump to search
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan.
Informasi dalam artikel ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan
ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan
diagnosis medis.
Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat
medis. Wikipedia bukan pengganti dokter.
Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan
profesional.

Kloramfenikol

Nama sistematis (IUPAC)

2,2-dikloro-N-[(1R,2R)-1,3-dihidroksi-1-(4-nitrofenil)propan-2-il]asetamida[1]

Data klinis

Nama dagang Pentamycetin, Chloromycetin, lainnya[2]

AHFS/Drugs.com monograph

MedlinePlus a608008

Data lisensi US FDA:link


Kat. kehamilan A(AU) C(US)

Status hukum Prescription Only (S4) (AU)℞-only (CA) POM (UK) ℞-only(US)

Rute Topikal (tetes mata), melalui mulut, IV, IM

Data farmakokinetik

Bioavailabilitas 75–90%

Ikatan protein 60%

Metabolisme Hati

Waktu paruh 1,6-3,3 jam

Ekskresi Ginjal (5-15%), feses (4%)

Pengenal

Nomor CAS 56-75-7

Kode ATC D06AX02 D10AF03G01AA05 J01BA01S01AA01 S02AA01S03AA08 QJ51BA01

PubChem CID 298

DrugBank DB00446

ChemSpider 5744

UNII 66974FR9Q1

KEGG D00104

ChEBI CHEBI:17698

ChEMBL CHEMBL130

Data kimia
Formula C11H12Cl2N2O5

Massa mol. 323.1320 g/mol

SMILES eMolecules & PubChem

InChI[tampilkan]

Kloramfenikol merupakan antibiotik yang ditemukan pada tahun 1947[3] dari


kultur Streptomyces venezuelae yang tidak diproduksi secara
sintetik. Kloramfenikol merupakan antibakteri pertama yang berspektrum luas, dengan
mekanisme kerja menghambat sintesis protein dan bersifat bakteriostatik.[4]

Daftar isi

 1Kegunaan (Indikasi)
 2Dosis
 3Efek Samping
 4Kontraindikasi
 5Peringatan
 6Referensi

Kegunaan (Indikasi)[sunting | sunting sumber]


Kloramfenikol biasa digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Kloramfenikol juga digunakan sebagai obat tetes mata untuk mengobati konjungtivitis.[5]

Dosis[sunting | sunting sumber]


Penggunaan oral, injeksi intravena, atau infus: 50 mg/kg bb/hari dibagi dalam 4 dosis (pada
infeksi berat seperti septikemia dan meningitis, dosis dapat digandakan dan segera diturunkan
bila terdapat perbaikan klinis).
Dosis anak: epiglotitis hemofilus, meningitis purulenta, 50—100 mg/kg bb/hari dalam dosis
terbagi. BAYI di bawah 2 minggu: 25 mg/kg bb/hari (dibagi dalam 4 dosis); 2 minggu—1 tahun:
50 mg/kg bb/hari (dibagi 4 dosis).[6]

Efek Samping[sunting | sunting sumber]


Penggunaan kloramfenikol dapat menyebabkan kelainan darah yang reversibel dan ireversibel
seperti anemia aplastik (dapat berlanjut menjadi leukemia), neuritis perifer, neuritis optik, eritema
multiforme, mual, muntah, diare, stomatitis, glositis, hemoglobinuria nokturnal.[7]

Kontraindikasi[sunting | sunting sumber]


Kloramfenikol tidak boleh digunakan pada wanita hamil, menyusui, dan pasien porfiria.[8]

Peringatan[sunting | sunting sumber]


Hindari pemberian berulang dan jangka panjang. Turunkan dosis pada gangguan fungsi hati dan
ginjal. Lakukan hitung jenis sel darah sebelum dan secara berkala selama pengobatan. Pada
neonatus dapat menimbulkan grey baby syndrome. (Periksa kadar dalam plasma.)[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]


1. ^ "Chloramphenicol". PubChem. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-15.
2. ^ Woods, Adrienne L. (2008). Delmar nurse's drug handbook (edisi ke-2009). Clifton Park, N.Y.:
Delmar. hlm. 296. ISBN 9781428361065. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05.
3. ^ Oxford Handbook of Infectious Diseases and Microbiology. OUP Oxford.
hlm. 56. ISBN 9780191039621.
4. ^ C., Sweetman, Sean (2009). Martindale : the complete drug reference (edisi ke-36th ed).
London: Pharmaceutical Press. ISBN 9780853698401. OCLC 317669736.
5. ^ DrugBank, ed. (2017-09-01). "Chloramphenicol". DrugBank.
6. ^ "5.1.8.1 Kloramfenikol | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diakses tanggal 2017-09-21.
7. ^ "5.1.8.1 Kloramfenikol | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diakses tanggal 2017-09-21.
8. ^ a b "5.1.8.1 Kloramfenikol | PIO Nas". pionas.pom.go.id. Diakses tanggal 2017-09-21.