Anda di halaman 1dari 17

TUGAS

OTOMASI SISTEM PRODUKSI


DOSEN PEMBIMBING

IPUNG KURNIAWAN S.T, M. T

DISUSUN OLEH :

Dwi Ria Doni (16.06.K2.006 )

TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI CILACAP

Jl. Dr. Soetomo No. 1 Sidakaya, Cilacap 53212 Jawa Tengah


E-mail : poltec@politeknikcilacap.ac.id, Website : www.politeknikcilacap.ac.id
Telp : (0282) 533329, 537992, Fax : (0282)533329
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan anugerah-NYA,
sehingga penulis dapat menyelasaikan makalah mengenai “OTOMASI SISTEM
PRODUKSI”. Makalah ini bertujuan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa,
khususnya bagi mahasiswa Teknik Mesin.

Pada kesempatan ini pula penulis juga tak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang
sebesar – besarnya kepada :

1. Bapak Ipung Kurniawan S.T selaku PENGAMPU POLITEKNIK NEGERI


CILACAP yang telah memberikan banyak dukungan dalam penyusunan makalah ini.
2. Rekan mahasiswa POLITEKNIK NEGERI CILACAP yang telah banyak membantu
memberikan masukan dalam penyusunan makalah ini.
3. Seluruh Staf dan karyawan POLITEKNIK NEGERI CILACAP yang sudah banyak
memberi bantuan dan dukungan dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dan masih
banyak kekurangannya. Untuk itu sumbang saran dan kritik dari bapak serta rekan mahasiswa
sangat kami harapkan untuk dapat menyempurnakan makalah kami berikutnya.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih pada semua pembaca dan berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Cilacap, OKTOBER 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 1


DAFTAR ISI............................................................................................................................. 2
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 2
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 3
1.2 Perumusan Masalah..................................................................................................... 3
1.3 Maksud dan Tujuan ..................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................... 4
2.1 Sejarah Otomasi Sistem Industri ................................................................................. 4
2.2 Pengertian Sistem Otomasi ......................................................................................... 4
2.3 Elemen Dasar Sistem Otomasi .................................................................................... 5
2.4 Alasan Perlunya Sistem otomasi ................................................................................. 7
2.5 Jenis Otomasi .............................................................................................................. 9
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................... 15
4.1 Kesimpulan................................................................................................................ 15
4.2 Saran .......................................................................................................................... 15

BAB I PENDAHULUAN

2
1.1 Latar Belakang

Otomasi sistem produksi adalah suatu sistem pada dunia industri yang mana proses
produksi bahan baku dikerjakan dengan cara otomatis sampai dengan bahan baku tersebut
menjadi bahan jadi yang sesuai dengan rancangan. Pada otomasi sistem produksi ini semua
proses bembuatan produksi dilakukan secara otomatis baik secara mekanikal maupun
electrical yang dioperasikan menggunakan sistem berbasis komputerisasi.
Adapun sejarah perkembangan sostem otomasi ini bermula dari governor sentrifugal
yang berfungsi untuk mengontrol kecepatan mesin uap yang dibuat oleh james watt pada
abad ke-18.
1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan di atas, maka perumusan masalah pada
pembuatan makalah ini adalah :

A. Sejarah sistem otomasi


B. Pengertian sistem otomasi
C. Jenis otomasi manufaktur

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari pembuatan makalah tentang ”OTOMASI SISTEM INDUSTRI” ini


adalah untuk mempermudah mahasiswa mengenal, mempelajari, dan mampu memahami
tentang otomasi sistem industri.

Adapun tujuan dari pembuatan makalah adalah :


A. Mengetahui sejarah sistem otomasi
B. Mengetahui pengertian sistem otomasi
C. Mengetahui jenis otomasi manufaktur

3
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Otomasi Sistem Industri

Perkembangan teknologi dapat ditelusuri dari perkembangan alat – alat meknik


dasar. Alat mekanik dasar seperti roda, berkembang sekitar 3200 SM, pengunkit mesin
derek 600 SM, roda sisir 1000 M dan roda gigi sekitar pada abad pertengahan. Alat – alat
dasar itu ditemukan kembali pada tahun 1765, yaitu mesin uap yang ditemukan oleh
James Watt, yang digunakan untuk menghasilkan energi dan untuk mengoperasikan
mesin lainnya, seperti mesin bor dan kereta lokomotif. Kemampuan untuk menghasilakn
energi dan memindahkan untuk operasi proses merupakan satu diantara tiga elemen dasar
sistem otomasi.

Setelah penemuan pertama mesin uap tahun 1765, James Watt dan timnya
mengembangkan teknik kontrol mesin uap dengan menggunakan Flying Ball Governor,
yang dapat mengendalikan on/off mesin secara otomatis. Flaying Ball governor
merupakantipe yang cukup penting dalam otomasi yaitu sistem kontrol.

2.2 Pengertian Sistem Otomasi

Secara harfiah pengertian otomasi adalah teknik untuk membuat perangkat, proses,
atau sistem berjalan secara otomatis, status pada saat dioperasikan secara otomatis,
mengendalikan operasi secara otomatis perangkat, proses, atau sistem dengan alat mekanis
atau elektronis yang menggantikan organ manusia untuk observsi, usaha, dan pengambilan
keputusan. Lawan dari otomasi adalah proses manual. Sistem otomasi dapat didefinisikan
sebagai suatu tekhnologi yang berkaitan dengan aplikasi mekanik, elektronik dan sistem yang
berbasis komputer (komputer, PLC atau mikro). Semuanya bergabung menjadi satu untuk
memberikan fungsi terhadap manipulator (mekanik) sehingga akan memiliki fungsi tertentu.
Ide dasar otomasi:

1. Penggunaan elektrik dan/atau mekanik untuk menjalankan mesin/alat tertentu

2. Disertai “otak” yang mengendalikan mesin/alat tersebut.

3. Agar produktivitas meningkat dan ongkos menurun.

Dengan semakin berkembangnya komputer maka peran-peran dari sistem otomasi


konvensional yang masih menggunkan peralatan-peralatan mekanik sederhana sedikit demi
sedikit memudar. Penggunaan komputer dalam suatu sistem otomasi akan menjadi lebih

4
praktis karena dalam sebuah komputer terdapat milliaran komputasi dalam beberapa milli
detik, ringkas karena sebuah PC memiliki ukuran yang relatif kecil dan memberikan fungsi
yang lebih baik daripada pengendali mekanis.

2.3 Elemen Dasar Sistem Otomasi

Terdapat tiga elemen dasar yang menjadi syarat mutlak bagi sistem otomasi, yaitu power,
program of instruction, kontrol sistem yang kesemuanya untuk mendukung proses dari sistem
otomasi tersebut.

1. Power

Power atau bisa dikatakan sumber energi dari sistem otomasi berfungsi untuk menggerakan
semua komponen dari sistem otomasi. Sumber energi bisa menggunakan energi listrik,
baterai, ataupun Accu, semuanya tergantung dari tipe sistem otomasi itu sendiri.

2. Program of instruction

Proses kerja dari sistem otomasi mutlak memerlukan sistem kontrol baik menggunakan
mekanis, elektronik ataupun komputer. Untuk program instruksi / perintah pada sistem
kontrol mekanis maupun rangkaian elektronik tidak menggunakan bahasa pemrograman
dalam arti sesungguhnya, karena sifatnya yang analog. Untuk sistem kontrol yang
menggunakan komputer dan keluarganya (PLC maupun mikrokontroler) bahasa
pemrograman merupakan hal yang wajib ada.

Bahasa pemrograman seperti yang dilukiskan dalam gambar berikut akan memberikan
perintah pada manipulator dengan perantara driver sebagai penguat. Perintah seperti “out”,
“outport” ,”out32” sebenarnya hanya memberikan perintah untuk sekian millidetik berupa
arus pada manipulator yang kemudian akan diperkuat.

Translasi/kompilasi bahasa (seperti Pascal, C, Basic, Fortran), memberi fasilitas pada


programer untuk mengimplementasikan program aplikasi. Daerah ini merupakan antarmuka
antara pengguna dengan sistem. Translator atau kompiler untuk bahasa pemrograman tertentu
akan mengubah statemen-statemen dari pemrogram menjadi informasi yang dapat dimengerti
oleh komputer.

Instruksi komputer merupakan antarmuka antara perumusan perangkat lunak program


aplikasi dan perangkat keras komputer. Komputer menggunakan instruksi tersebut untuk
mendefinisikan urutan operasi yang akan dieksekusi. Penyajian Data membentuk antarmuka

5
antara program aplikasi dan komputer. Daerah irisan dari ketiga lingkaran menyatakan sistem
operasi. Sistem operasi ini yang akan mengkoor-dinasi

interaksi program, mengatur kerja dari perangkat lunak dan perangkat keras yang bervariasi,
serta operasi dari unit masukan/keluaran.

Komputer merupakan salah satu produk teknologi tinggi yang dapat melakukan hampir
semua pekerjaan diberbagai disiplin ilmu, tetapi komputer hanya akan merupakan barang
mati tanpa adanya bahasa pemrograman untuk menggambarkan apa yang kita kerjakan,
sistem bilangan untuk mendukung komputasi, dan matematika untuk menggambarkan
prosedur komputasi yang kita kerjakan.

3. Sistem kontrol

Sistem kontrol merupakan bagian penting dalam sistem otomasi. Apabila suatu sistem
otomasi dikatakan layaknya semua organ tubuh manusia seutuhnya maka sistem kontrol
merupakan bagian otak / pikiran, yang mengatur dari keseluruhan gerak tubuh. Sistem
kontrol dapat tersusun dari komputer, rangkaian elektronik sederhana, peralatan mekanik.
Hanya saja penggunaan rangkaian elektronik, perlatan meknik mulai ditinggalkan dan lebih
mengedepankan sistem kontrol dengan penggunaan komputer dan keluarganya (PLC,
mikrokontroller)

Sistem kontrol sederhana dapat ditemukan dari berbagai macam peralatan yang kita jumpai,
diantaranya

- Setiap toilet memiliki mekanisme kontrol untuk mengisi ulang tangki air dengan pengisian
sesuai dengan kapasitas dari tangki tersebut. Mekanisme sistem kontrol tersebut
menggunakan peralatan mekanis yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sistem
otomasi.

- AC atau air conditioner merupakan sistem otomasi yang menggunakan sistem kontrol
mikroelektronik atau yang sering disebut komputer sederhana.

- Robot assembly contoh sistem otomasi yang menggunakan klntrol sistem komputer atau
keluarganya. Sistem control tersebut akan memberikan pengaturan pada gerakan-gerakan
tertentu untuk menyusun suatu peralatan pada industri.

6
2.4 Alasan Perlunya Sistem otomasi

Di era sekarang ini khususnya menghadapi tantangan masyarakat ekonomi asean atau
MEA kebanyakan para pelaku Industri manufaktur berkembang di Indonesia lebih
mengedepankan lingkungan kerja yang lebih cepat , hemat biaya, dan semakin inovatif.
Untuk itu, penggunaan otomatisasi Industri yang semakin maju menjadi pilihan utama.

Sementara itu, perkembangan otomatisasi industri sendiri telah menciptakan berbagai


terobosan untuk mesin pabrik yang beroperasi secara digital dan sudah tersambung secara
keseluruhan dengan penggunaan sistem sensor serta piranti lunak lainnya yang terbilang
canggih. Dengan adanya Otomatisasi Industri, mesin-mesin pabrik tersebut mampu untuk
beroperasi sendiri dan menciptakan interaksi secara dinamis dengan mesin lainnya.

dengan alasan untuk meningkatkan efektifitas pekerjaan pabrik, penggunaan


otomatisasi ini mempermudah berbagai pekerjaan yang cukup rumit dan kompleks bila
dikerjakan oleh manusia. Tak hanya sampai disitu otomatisasi mesin juga mampu mendeteksi
awal kerusakan mesin serta langsung memberikan tanggapan apabila terjadi gangguan ketika
melakukan proses produksi pada suatu pabrik. berkat aliran data yang terus diperbaharui
secara berkala, akan menghasilkan informasi terkini tentang mengenai kinerja pabrik.

Dan satu lagi yang tak kalah penting dari penggunaan otomatisasi Industri yaitu
mampu untuk memberikan tanggapan yang lebih cepat terhadap permintaan pasar yang
dinamis, cepat, akurat, dan pastinya dengan biaya yang lebih efisien.

Perusahaan melaksanakan proyek-proyek di otomatisasi dan CIM untuk berbagai


alasan yang baik. Beberapa alasan penting untuk mengotomatisasi meliputi:

1. Peningkatan produktivitas.

Otomatisasi operasi manufaktur memegang janji peningkatan produktivitas tenaga


kerja. Ini berarti output yang lebih besar per jam input tenaga kerja. Tingkat produksi yang
lebih tinggi (output per jam) yang dicapai dengan otomatisasi dibandingkan dengan operasi
manual yang sesuai.

2. Tingginya biaya tenaga kerja.

Tren di masyarakat industri dunia telah menuju biaya tenaga kerja yang terus
meningkat. Akibatnya, investasi yang lebih tinggi dalam peralatan otomatis telah menjadi
ekonomis dapat dibenarkan untuk menggantikan operasi manual. Tingginya biaya tenaga

7
kerja memaksa para pemimpin bisnis untuk menggantikan mesin untuk tenaga manusia.
Karena mesin dapat menghasilkan pada tingkat output yang lebih tinggi, penggunaan hasil
otomatisasi dalam biaya yang lebih rendah per unit produk.

3. Kekurangan tenaga kerja.

Di banyak negara maju telah terjadi kekurangan tenaga kerja umum. Jerman Barat,
misalnya, telah dipaksa untuk mengimpor tenaga kerja untuk meningkatkan pasokan tenaga
kerja sendiri. Kekurangan tenaga kerja juga merangsang pengembangan otomatisasi sebagai
pengganti tenaga kerja.

4. Trend tenaga kerja terhadap sektor jasa.

Tren ini telah terutama terjadi di Amerika Serikat. Pada tulisan ini (1986), proporsi
angkatan kerja yang bekerja di bidang manufaktur berdiri di sekitar 20%. Pada tahun 1947,
persentase ini adalah 30%. Pada tahun 2000, beberapa perkiraan menempatkan angka
serendah 2% [7] *. Tentu saja, otomatisasi pekerjaan produksi telah menyebabkan beberapa
pergeseran ini. Namun, ada juga kekuatan sosial dan kelembagaan yang bertanggung jawab
untuk tren. Pertumbuhan lapangan kerja pemerintah di tingkat federal, negara bagian, dan
lokal tingkat telah dikonsumsi bagian tertentu dari pasar tenaga kerja yang dinyatakan
mungkin telah pergi ke manufaktur. Juga, telah ada kecenderungan orang untuk melihat
pekerjaan pabrik sebagai membosankan, merendahkan, dan kotor. Pandangan ini telah
menyebabkan mereka untuk mencari pekerjaan di sektor jasa ekonomi (pemerintah, asuransi,
jasa pribadi, hukum, penjualan, dll).

5. Keselamatan.

Dengan mengotomatisasi operasi dan mentransfer operator dari partisipasi aktif peran
pengawasan. pekerjaan dibuat lebih aman. Keamanan fisik dan kesejahteraan pekerja telah
menjadi tujuan nasional dengan diberlakukannya Undang-Undang Keselamatan dan
Kesehatan 1970 (OSHA). Hal ini juga memberikan dorongan untuk otomatisasi.

6. Tingginya biaya bahan baku.

Tingginya biaya bahan baku dalam hasil manufaktur di kebutuhan untuk lebih efisien
dalam menggunakan bahan-bahan. Pengurangan memo adalah salah satu manfaat dari
otomatisasi.

8
7. Peningkatan kualitas produk.

Operasi otomatis tidak hanya memproduksi komponen dengan tarif lebih cepat
daripada rekan-rekan pengguna mereka, tetapi mereka menghasilkan bagian dengan
konsistensi yang lebih besar dan kesesuaian dengan spesifikasi kualitas.

8. Mengurangi lead time manufaktur.

Untuk alasan yang akan kita kaji dalam bab-bab selanjutnya, otomatisasi
memungkinkan produsen untuk mengurangi waktu antara pesanan pelanggan dan pengiriman
produk. Hal ini memberikan produsen keunggulan kompetitif dalam mempromosikan layanan
pelanggan yang baik

9. Pengurangan persediaan-proses.

Menyimpan persediaan besar bekerja-di-proses merupakan biaya yang signifikan ke


pabrik karena hubungan modal. Dalam proses persediaan ~ tidak ada nilainya. Ini melayani
tidak ada keperluan stok bahan baku atau persediaan produk jadi. Dengan demikian, itu
adalah untuk keuntungan produsen `s untuk mengurangi kerja-in-progress ke minimum.
Otomasi cenderung untuk mencapai tujuan ini dengan mengurangi waktu yang dihabiskan
workpart di pabrik.

10. Biaya tinggi tidak mengotomatisasi.

Sebuah keuntungan kompetitif yang signifikan diperoleh dengan mengotomatisasi


pabrik. Keuntungannya tidak dapat dengan mudah menunjukkan pada formulir otorisasi
proyek perusahaan. Manfaat otomatisasi sering muncul dengan cara yang tidak berwujud dan
tak terduga, seperti peningkatan kualitas, penjualan yang lebih tinggi, hubungan kerja yang
lebih baik, dan citra perusahaan yang lebih baik. Perusahaan yang tidak mengotomatisasi
cenderung menemukan diri mereka pada kerugian kompetitif dengan pelanggan mereka,
karyawan, dan masyarakat umum.

Semua faktor ini bertindak bersama-sama untuk membuat otomatisasi produksi


alternatif yang layak dan menarik untuk metode manual pembuatan.

2.5 Jenis Otomasi

sistem produksi otomatis dapat diklasifikasi dengan cara terbaik menjadi tiga
jenis dasar:

9
A. Fixed automation
B. Programmable automation
C. Flexible automation

Fixed automation (otomasi tetap) adalah sistem di mana urutan pengolahan


(atau perakitan) operasi ditetapkan oleh susunan peralatan, Operasi di urutan biasanya
sederhana. Ini adalah integrasi dan koordinasi dari banyak operasi tersebut ke dalam
satu set peralatan yang membuat sistem menjadi rumit. Fitur khas otomasi tetap
adalah :

 Investasi awal yang tinggi untuk instalasi yang custom-engineered


 Laju produksi yang tinggi
 Relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasi perubahan produk

Pembenaran ekonomi untuk otomasi tetap ditemukan dalam produk dengan


tingkat permintaan dan volume yang sangat tinggi . Biaya awal yang tinggi peralatan
dapat tersebar pada jumlah unit yang sangat besar, sehingga membuat biaya/unit
menarik dibandingkan dengan metode produksialternatif lain. Contoh otomasi tetap
termasuk garis mekanik perakitan (mulai sekitar tahun 1913 – produk bergerak
sepanjang konveyor mekanik, (namun workstation di sepanjang line/jalur
dioperasikan secara manual) dan transfer line mekanik (dimulai sekitar 1924).

Dalam programmable automation (otomasi mampu program), peralatan


produksi dirancang dengan kemampuan untuk mengubah urutan operasi untuk
mengakomodasi konfigurasi produk yang berbeda. Urutan operasi dikontrol oleh
program, yang merupakan satu set instruksi kode sehingga sistem dapat membaca dan
menafsirkannya. Program baru dapat disiapkan dan dimasukkan ke peralatan untuk
menghasilkan produk baru. Beberapa fitur yang menjadi ciri otomasi mampu program
meliputi :

10
 Investasi yang tinggi untuk instalasi peralatan multi guna
 Laju produksi yang relatif rendah dibandingkan fixed otomation
 Fleksible untuk menghadapi perubahan konfigurasi produk
 Paling cocok untuk produksi batch

Sistem produksi otomatis yang mampu program digunakan dalam produksi


volume rendah dan menengah. Part atau produk biasanya dibuat dalam batch. Untuk
menghasilkan setiap batch baru dari produk yang berbeda, sistem harus diprogram
ulang dengan set instruksi mesin yang sesuai dengan produk baru. Setup fisik mesin
juga harus berubah : perkakas harus dimuat, Fixtures harus melekat pada meja mesin,
dan setting mesin yang diperlukan harus dimasukkan. Prosedur ini membutuhkan
waktu peralihan. Akibatnya, siklus khusus untuk produk yang diberikan mencakup
periode selama setup dan pemrograman ulang yang terjadi, diikuti dengan periode di
mana batch diproduksi. Contoh otomasi mampu program termasuk peralatan mesin
dikontrol secara numerik (prototipe pertama kali ditunjukkan pada tahun 1952) dan
robot industri (aplikasi awal sekitar 1961), meskipun teknologi ini berakar dalam
mesin tenun Jacquard (1801).

merupakan perpanjangan dari otomasi mampu program. Konsep otomasi


fleksibel telah dikembangkan hanya selama 15 atau 20 tahun terakhir, dan prinsip-
prinsip masih berkembang. Sebuah sistem otomatis yang fleksibel adalah salah satu
yang mampu menghasilkan berbagai produk (atau part) dengan hampir tidak ada
waktu yang hilang untuk menunggu dari satu produk ke yang berikutnya. Tidak ada
waktu produksi hilang saat memprogram ulang sistem dan mengubah setup fisik
(perkakas, fixtures, pengaturan mesin). Akibatnya, sistem dapat menghasilkan
berbagai kombinasi dan jadwal produk, bukan membutuhkan bahwa mereka dibuat
dalam batch terpisah. Fitur otomasi fleksibel dapat diringkas sebagai berikut :

 Investasi tinggi untuk membuat sistem yang direkayasa secara kustom


 Produksi yang berkelanjutan bagi berbagai variabel produk
 Laju produksi medium
 Fleksibilitas untuk menghadapi variasi desain produk

11
Fitur penting yang membedakan otomatisasi fleksibel dari otomatisasi
diprogram adalah:

o kemampuan untuk mengubah program bagian tanpa kehilangan


waktu produksi, dan
o kemampuan untuk berubah selama setup fisik, lagi tanpa
kehilangan waktu produksi.

Fitur-fitur ini memungkinkan sistem produksi otomatis untuk melanjutkan


produksi tanpa downtime antara batch yang merupakan karakteristik dari otomatisasi
diprogram. Mengubah program bagian ini umumnya dicapai dengan menyiapkan
program off-line pada sistem komputer dan elektronik transmisi program untuk sistem
produksi otomatis. Oleh karena itu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan
pemrograman untuk pekerjaan berikutnya tidak mengganggu produksi pada pekerjaan
saat ini. Kemajuan teknologi sistem komputer sebagian besar bertanggung jawab
untuk ini kemampuan pemrograman dalam otomasi fleksibel. Mengubah pengaturan
fisik antara panci dicapai dengan membuat pergantian off-line dan kemudian pindah
ke tempat yang sekaligus sebagai bagian berikutnya datang ke posisi untuk diproses.
Penggunaan perlengkapan palet yang memegang bagian dan mentransfer ke posisi di
tempat kerja adalah salah satu cara menerapkan pendekatan ini. Untuk pendekatan ini
berhasil, berbagai panci yang dapat dibuat pada sistem produksi yang fleksibel
otomatis biasanya lebih terbatas daripada sistem dikendalikan oleh otomatisasi
diprogram. Contoh otomatisasi fleksibel adalah sistem manufaktur yang fleksibel
untuk melakukan operasi permesinan yang tanggal kembali ke 1960-an.

Posisi relatif dari tiga jenis otomatisasi untuk volume produksi yang berbeda
dan varietas produk digambarkan dalam Gambar 1.1.

Manufaktur terintegrasi komputer

Komputer telah memiliki dan terus memiliki dampak yang dramatis pada
perkembangan teknologi otomatisasi produksi. Hampir semua sistem produksi
modem dilaksanakan hari ini menggunakan sistem komputer. Istilah Komputer
manufaktur terintegrasi (CIM) telah diciptakan untuk menunjukkan penggunaan
meluas dari komputer untuk merancang produk, rencana produksi, mengendalikan
operasi, dan melakukan berbagai fungsi terkait bisnis yang diperlukan dalam sebuah

12
perusahaan manufaktur. CAD / CAM (computer–aided desain dan manufaktur
dibantu komputer) adalah istilah lain yang digunakan hampir sinonim dengan CIM.

GAMBAR 1.1 Tiga jenis otomatisasi produksi sebagai fungsi volume


produksi dan variasi produk.

Mari kita mencoba untuk mendefinisikan hubungan antara otomatisasi dan


CIM dengan mengembangkan sebuah model konseptual manufaktur. Dalam sebuah
perusahaan manufaktur, kegiatan fisik yang berkaitan dengan produksi yang terjadi di
pabrik dapat dibedakan dari kegiatan pemrosesan informasi, seperti desain produk dan
perencanaan produksi, yang biasanya terjadi di lingkungan kantor. Kegiatan fisik
yang mencakup semua proses manufaktur, perakitan, penanganan material, dan
inspeksi yang dilakukan pada produk. Operasi ini datang dalam kontak langsung
dengan produk selama pembuatan. Mereka menyentuh produk. Hubungan antara
aktivitas fisik dan kegiatan pemrosesan informasi dalam model kami digambarkan
pada Gambar 1.2. Bahan baku mengalir dalam salah satu ujung pabrik dan produk
jadi mengalir keluar ujung lainnya. Kegiatan fisik (pengolahan, penanganan, dll)
terjadi di dalam pabrik. Fungsi pemrosesan informasi membentuk cincin yang
mengelilingi pabrik, menyediakan data dan pengetahuan yang diperlukan untuk
menghasilkan produk berhasil. Fungsi ini pemrosesan informasi meliputi (1) kegiatan
bisnis tertentu (misalnya, pemasaran dan penjualan, order entry. Tagihan pelanggan,
dll), (2) desain produk, (3) perencanaan manufaktur, dan (4) pengendalian
manufaktur. Keempat fungsi membentuk siklus peristiwa yang harus menyertai
kegiatan produksi fisik tapi tidak secara langsung menyentuh produk.

13
Sekarang perhatikan perbedaan antara otomatisasi dan CIM. Otomasi
berkaitan dengan kegiatan fisik di bidang manufaktur. Sistem produksi otomatis yang
dirancang untuk mencapai pengolahan, perakitan, penanganan material, dan kegiatan
inspeksi dengan sedikit atau tanpa partisipasi manusia. Sebagai perbandingan,
manufaktur komputer terpadu yang bersangkutan lebih dengan fungsi pemrosesan
informasi yang diperlukan untuk mendukung operasi produksi. CIM melibatkan
penggunaan sistem komputer untuk melakukan empat jenis fungsi pemrosesan
informasi. Sama seperti otomatisasi berkaitan dengan kegiatan fisik, CIM berkaitan
dengan mengotomatisasi kegiatan pemrosesan informasi di bidang manufaktur.
Aplikasi berkembang sistem komputer di bidang manufaktur yang memimpin kita
menuju pabrik komputer otomatis di masa depan.

GAMBAR 1.2 Model manufaktur, menunjukkan (e) pabrik sebagai pipa


pengolahan di mana kegiatan produksi fisik yang dilakukan, dan (b) kegiatan
pemrosesan informasi yang mendukung manufaktur sebagai cincin yang mengelilingi
pabrik.

14
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Dalam industri manufaktur sistem otomasi adalah suatu sistem otomatis dalam suatu
perancangan atau pembuatan suatu produk, sehingga dalam pembuatan suatu produk tersebut
mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas serta waktu produksi dengan biaya pembuatan
menjadi lebih rendah (efisiensi).

4.2 Saran

Dalam pembuatan makalah ini masih banyak sekali kekurangan sehingga penulis
mengharapkan kritik dan saran guna menyempurnakan makalah ini.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://rekadayaupaya.wordpress.com/2013/06/24/1-1-automation-defined-2/
http://sinauotomasi.blogspot.com/2015/01/pengertian-otomasi-industri.html
https://www.pustakanasional.com/teknik-industri/otomasi-sistem-produksi/
http://supportazg.com/2018/07/18/pentingnya-otomasi-industri/

16