Anda di halaman 1dari 12

Sekarang saya akan membahas gelombang gempa. Apa sih gelombang gempa itu?

Apa saja macam-


macam gelombang gempa? Ow ya gelombang primer dan gelombang sekunder itu apa? Terus ini nih
yang pasti pada gak nyangka, saya juga akan membahas gelombang cinta. Penasaran? Emang gelombang
cinta apasih? yang pasti bukan nama tanaman atau getaran jiwa ya. hehehe.

Gelombang Gempa yang akan kita bahas adalah gelombang-gelombang yang menjalar di bumi, baik yang
merambat di dalam bumi maupun di permukaan. Biasanya gelombang ini lebih sering diakibatkan gempa
tektonik. Gelombang gempa dibedakan menjadi 2 yaitu Body wave dan Surface wave.

1. Body wave

Body wave adalah gelombang yang merambat di interior bumi. Terdiri dari:

a.) Gelombang Primer / P-wave

Gelombang Primer

Gelombang Primer

Ciri-cirinya:

Gelombang yang pertama kali dicatat seismograf

Gelombang longitudinal, yaitu gelombang yang arah gerak partikelnya searah dengan arah rambatan.

Kecepatan 330 m/s di udara, 1450 m/s di air dan 5000 m/s di granit.

Bisa merambat di segala jenis medium ( padat, cair, gas )

Relatif paling "lembut" dibandingkan dengan gelombang yang lain.

Amplitudo kecil

b.) Gelombang Sekunder / S-wave

Gelombang Sekunder

Gelombang Sekunder

Ciri-cirinya:

Gelombang Transversal, yaitu gelombang yang arah gerak partikelnya tegak lurus dengan arah rambatan.
Kecepatan 60 % dari P-wave (artinya lebih lambat).

Hanya bisa merambat di medium padat saja.

Efek kerusakan lebih besar dari gelombang Primer.

Amplitudo lebih besar dari gelombang Primer

2. Surface Wave

Surface wave adalah gelombang yang merambat di permukaan bumi. Terdiri dari:

a.) Gelombang Cinta / Love wave

Gelombang Cinta

Gelombang Cinta

Gelombang Tranversal, arah gerak partikelnya tegak lurus dengan araah rambatan.

Kecepatan 70 % dari Gelombang Sekunder

Paling merusak, terutama di daerah dekat epicentrum

Getaran yang dirasakan manusia pertama kali

Ditemukan oleh A.E.H Love pada 1911

b.) Rayleigh wave

Geombang Rayleigh

Geombang Rayleigh

Gerakan eliptik retrograde/ ground roll ( tanah memutar kebelakang ), tapi secara umum gelombangnya
merambat ke depan, analoginya seperti gelombang laut.

Sedikit lebih cepat dari Love wave (90% dari kecepatan Gelombang Sekunder)

Ditemukan oleh Lord Rayleigh tahun 1885.


GEO WEBCLASS

Rumus Hitung Episentrum Gempa

agnassetiawan

7 years ago

images

Episentrum gempa adalah gelombang gempa yang berada di permukaan bumi yang kemudian menyebar
ke berbagai arah. Untuk menghitung jarak episentrum gempa dapat menggunakan rumus sederhana
berikut:

1. METODE EPISENTRAL

Episentral ialah jarak episentrum atau pusat gempa di stasiun pencatat gempa. Untuk menentukan
episentrum dengan menggunakan metode episentral diperlukan minimal tiga stasiun pengamat yang
mencatat kejadian gempa, sehingga dapat dihitung jarak episentral masing-masing stasiun. Untuk
menghitung jarak episentral digunakan rumus LASKA, yaitu:

Delta = ((S-P) – 1’) X 1.000 Kilometer)

Delta = jarak episentral dari stasiun pengamat dalam satuan kilometer

S-P = selisih waktu pencatatan antara gelombang sekunder dan gelombang primer (dalam menit)

1’ = 1 menit

Contoh:
Berdasarkan tiga buah stasiun pengamatan (A, B dan C) tercatat getaran gempa sebagai berikut:

Stasiun A

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 28.25

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 30.40

Stasiun B

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 30.15

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 33.45

Stasiun C

Gelombang P pertama tercatat pukul 2: 32.15

Gelombang S pertama tercatat pukul 2: 36.15

Untuk menentukan jarak episentral masing-masing stasiun:

Delta A
((2. 30’ 40’’ – 2. 28’ 25’’) – 1’) X 1.000 km

= (2’ 15’’ – 1’) X 1.000 km

= 1’ 15’’ X 1.000 km (karena 1’ = 60’’ maka (1 X 1.000) + (15/60 X 1.000))

= 1.250 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun A berjarak 1.250 km.

Delta B

= (( 2. 33’ 45’’ – 2. 30’ 15’’) – 1’) X 1.000 km

= (3’ 30’’ – 1’) X 1.000 km

=2’ 30’’ X 1.000 km

(2 X 1.000) + (30/60 X 1.000)

= 2.500 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun B berjarak 2.500 km

Delta C
= ((2. 36’ 15’’ – 2. 32’ 15’’) – 1’) X 1.000 km

= (4’ – 1’) X 1.000 km

= 3’ X 1.000 km

= 3.000 km

Artinya jarak episentrum gempa yang tercatat dari stasiun C berjarak 3.000 km

Sesar

Di geologi, Sesar ( patahan ) adalah fraktur planar atau diskontinuitas dalam volume batuan, di mana
telah ada perpindahan signifikan sebagai akibat dari gerakan massa batuan. Sesar-Sesar berukuran besar
di kerak bumi merupakan hasil dari aksi gaya lempeng tektonik , dengan yang terbesar membentuk
batas-batas antara lempeng, seperti zona subduksi atau sesar transform. Energi yang dilepaskan
menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif yang merupakan penyebab utama gempa bumi.
Menurut ilmu geofisika, sesar (Patahan) terjadi ketika batuan mengalami tekanan dan suhu yang rendah
sehingga sifatnya menjadi britlle (rapuh).

Bidang Sesar adalah bidang yang mewakili permukaan fraktur pada patahan. Sebuah jejak sesar (fault
trace) atau garis sesar ( fault line) adalah perpotongan dari bidang sesar dengan permukaan tanah.
Sebuah jejak sesar biasa diplot pada peta geologi untuk mewakili suatu patahan.[1][2]

Karena Sesar biasanya tidak berdiri tunggal atau sendiri, ahli geologi menggunakan istilah zona sesar
ketika mengacu pada zona deformasi yang kompleks terkait dengan bidang sesar.

Dua buah sesar bersandingan non-vertikal biasa disebut hanging wall dan footwall. Berdasarkan definisi,
Hanging wall terjadi di atas bidang sesar dan footwall terjadi di bawah bidang sesar.[3] Terminologi ini
datang dari dunia pertambangan: ketika mereka sedang bekerja di tubuh mineral berbentuk tabular,
penambang berdiri di atas footwall di bawah kakinya dan dengan hanging wall berada di atas mereka.[4]

Mekanisme Sesar Sunting

Sesar Normal berumur Trias hingga Jura Bawah ,Formasi Blue Anchor, Somerset, Inggris, dengan
beberapa sesar normal kecil di hanging wall nya

Karena gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa meluncur atau mengalir melewati satu sama lain
dengan mudah dan kadang-kadang semua gerakan berhenti. Ketika ini terjadi, stres menumpuk di
bebatuan dan saat mencapai tingkat yang melebihi ambang ketegangan, energi potensial akumulasi
didisipasikan oleh pelepasan ketegangan, yang difokuskan ke sebuah bidang sepanjang di mana gerakan
relatif tersebut ditampung - Sesar. Tegangan terjadi secara akumulatif atau instan, tergantung pada
reologi dari batuan; kerak bawah dan mantel yang ductile mengakumulasi deformasi secara bertahap
melalui gaya geser, sedangkan kerak atas yang brittle bereaksi dengan fraktur - lepasan tegangan seketika
- menyebabkan gerakan sepanjang sesar. Sebuah sesar dalam batuan ductile juga dapat lepas seketika
ketika laju regangan terlalu besar. Energi yang dilepaskan oleh lepasan tegangan-seketika menyebabkan
gempa bumi, fenomena umum di sepanjang batas transform

Slip, heave, throw Sunting

Sebuah Sesar di the Grands Causses di Bédarieux, Perancis. Sisi kiri bergerak ke bawah relatif terhadap
sisi kanan

Slip didefinisikan sebagai gerakan relatif dari fitur geologi yang hadir di kedua sisi bidang sesar, dan
adalah vektor perpindahan. sense of slip didefinisikan sebagai gerakan relatif dari batuan di setiap sisi
sesar sehubungan dengan sisi lain.[5] Dalam mengukur pemisahan horizontal atau vertikal, throw dari
sesar adalah komponen vertikal pemisahan dip dan heave dari sesar adalah komponen horisontal,
seperti .[6]

Sesar mikro (Diameter koin 18 mm)

Vektor slip dapat dinilai secara kualitatif dengan mempelajari lipatan seret dari strata di kedua sisi sesar.
Arah dan besarnya heave dan throw dapat diukur hanya dengan mencari titik perpotongan yang sama
pada kedua sisi sesar (disebut Piercing point). Dalam praktiknya, biasanya hanya mungkin untuk
menemukan arah slip sesar, dan perkiraan vektor dari throw dan heave.
Jenis sesar Sunting

Berdasarkan arah perlepasannya, sesar digolongkan menjnadi tiga:

sesar mendatar (strike-slip), di mana offset dominan horisontal, sejajar dengan jejak sesar.

sesar menaik turun (dip-slip), offset is di mana offset dominan vertikall, tegak lurus dengan jejak sesar.

sesar miring (oblique-slip), Kombinasi Strike-slip dan dip-slip

Berdasarkan arah gerak relatif hanging wall terhadap foot wall:

sesar turun/norma; ; bila hanging wall relatif turun

sesar naik : bila hanging wall relatif naik

Berdasarkan ada tidaknya gerak rotasi:

sesar translasi : bila masing-masing blok tidak terjadi gerak rotasi

sesar rotasi : bila ada gerak rotasi blok terhadap blok yang lain

Sesar normal Sunting

Dikenal juga sebagai sesar gravitasi, merujuk kepada gravitasi sebagai daya utama yang menggerakannya.
Ia juga dikenal sebagai sesar ekstensi sebab ia memanjangkan perlapisan, atau menipis kerak bumi.

Sesar normal yang mempunyai satah yang menjadi datar di bagian dalam bumi dikenali sebagai sesar
listrik. Sesar listrik ini juga dikaitkan dengan sesar tumbuh (growth fault), di mana pengendapan dan
pergerakan sesar berlaku serentak.

Satah sesar normal menjadi datar ke dalam bumi, sama seperti yang berlaku ke atas sesar sungkup. Pada
permukaan bumi, sesar normal juga jarang sekali berlaku secara bersendirian, tetapi bercabang.

zona subduksi indonesia


Dalam geologi , subduksi adalah proses yang terjadi pada batas konvergen di mana satu lempeng
tektonik bergerak di bawah lempeng tektonik lain, tenggelam ke mantel Bumi , sebagai berkumpul
piring. Sebuah zona subduksi adalah area di bumi di mana dua lempeng tektonik bergerak ke arah satu
sama lain dan subduksi terjadi. Zona subduksi terjadi ketika lempeng samudra bertabrakan dengan
lempeng benua, dan menelusup ke bawah lempeng benua tersebut ke dalam astenosfer. Lempeng
litosfer samudra mengalami subduksi karena memiliki densitas yang lebih tinggi. Lempeng ini kemudian
mencair dan menjadi magma. Tingkat subduksi biasanya diukur dalam sentimeter per tahun, dengan
rata-rata konvergensi yang kira-kira 2 sampai 8 cm per tahun (sekitar tingkat kuku tumbuh) .

Penjelasan mengenai kerak benua dan kerak samudra:

a) Kerak benua mempunyai lapisan lebih tebal dibandingkan kerak samudra. Lapisan atas pada kerak ini
adalah berupa batuan granit, sedangkan lapisan dibawahnya berupa batuan basalt yang lebih rapat.
Lapisan-lapisan ini menurut peristiwa geologi terbentuk pada berbagai zaman melalui berbagai macam
proses. Batuan yang paling tua ditemukan pada perisai prokambium. Batuan yang lebih muda terbentuk
selama zaman-zaman pembentukan gunung.

b) Kerak samudra merupakan sedimen yang mempunyai ketebalan 800 meter. Kerak samudra yang
dibentuk letusan gunung api sepanjang celah-celah bawah laut disebut pematang tengah samudra.
Umurnya kurang dari 200 juta tahun. Secara geologis lebih muda dibandingkan dengan kerak benua yang
berumur 3,8 miliar tahun.

Zona subduksi melibatkan lempeng samudera geser di bawah baik pelat kontinental atau lain lempeng
samudera (yaitu, lempeng subduksi selalu samudera sedangkan Lempeng subduksi mungkin atau
mungkin tidak kelautan). zona subduksi sering dicatat untuk suku mereka yang tinggi vulkanisme , gempa
bumi , dan bangunan gunung . Hal ini karena proses subduksi mengakibatkan meleleh dari mantel yang
menghasilkan busur vulkanik sebagai batuan yang relatif ringan secara paksa terendam.

Pada gambar diatas dapat diketahui bahwa arus konveksi dari bagian mantel telah mendorong lempeng
samudra secara vertikal sehingga lempeng samudra melengkung ke atas dan bagian puncaknya patah.
Pada lokasi itu, kemudian terbentuk pegunungan bawah laut atau punggung bawah laut (mid oceanic
ridge). Bagian puncak yang patah disusupi magma dari bawah sehingga membentuk jalur gunung api
bawah laut. Beberapa jalur gunung api bawah laut itu makin lama makin bertambah tinggi dan
puncaknya menyembul diatas permukaan laut sehingga membentuk pulau-pulau gunung api.

Lempeng samudra yang patah, mengikuti arus konveksi, yaitu sebagian bergeser ke kiri dan sebagian
bergeser ke kanan. Lempeng samudra yang bergeser tersebut akhirnya menumbuk lempeng benua dan
menunjam ke bawah yang membentuk zona subduksi. Karena menunjam ke bawah, lempeng samudera
yang semula padat dan keras menjadi luluh atau lebur, sebab semakin masuk ke dalam bumi suhunya
semakin tinggi. Lempeng samudra yang luluh tersebut berubah menjadi dua bentuk, yaitu massa cair
dan gas yang menjadi sumber tenaga.

Di daerah subduksi, makin lama jumlah luluhan lempeng samudra makin bertambah banyak sehingga
terkumpullah massa cair dalam jumlah yang besar dan juga tertumpuk energi yang makin lama makin
besar dan kuat. Tumpukan energi yang besar itu akhirnya akan mampu melepaskan diri dengan
menjebol lapisan kulit bumi diatasnya. Akibat desakan arus konveksi ke atas mengakibatkan kulit bumi
retak dan membelah (divergensi). Kemudian, masing-masing belahan bergeser ke kiri dan ke kanan
secara horizontal tersebut bertumbukan dengan pecahan kerak bumi lainnya.

Pada zona konvergensi ini, lempeng samudra (yang lebih berat) akan menyulap ke dalam (subduksi) akan
terangkat ke atas (overridge), melengkung, dan terpatah-patah (dislokasi), gerakan yang timbul pada saat
itu disebut gempa dislokasi atau gempa tektonik

Zona subduksi menandai situs konvektif downwelling dari bumi litosfer (yang kerak rapuh ditambah
bagian atas mantel atas). zona subduksi ada di batas lempeng konvergen di mana satu piring dari litosfer
samudera menyatu dengan plat lain. Turun-akan slab - tepi terkemuka dari subduksi lempeng-dikalahkan
oleh mutakhir dari pelat lain. Slab tenggelam pada sudut sekitar 25 sampai 45 derajat ke permukaan
bumi. Pada kedalaman sekitar 80-120 km, basal pelat samudra dikonversi menjadi batu metamorf
disebut eclogite . Pada titik ini, kepadatan meningkat litosfer samudra dan dilakukan ke dalam mantel
oleh arus konvektif downwelling. Hal ini pada zona subduksi bahwa bumi lithosfer, kerak samudera ,
sedimen lapisan, dan beberapa terjebak air didaur ulang ke dalam mantel. Bumi adalah satu-satunya
planet di mana subduksi diketahui terjadi. Tanpa subduksi, lempeng tektonik tidak bisa eksis.

Subsidi sendimen biasanya kaya hydrous mineral dan tanah liat. Selama transisi dari basal ke eclogite,
bahan-bahan hydrous rusak, memproduksi jumlah berlebihan dari air, yang padakanan yang begitu besar
dan suhu ada sebagai fluida superkritis . Air superkritis, yang panas dan lebih ringan dibandingkan
dengan batuan sekitarnya, naik ke atasnya mantel mana menurunkan tekanan dalam (dan dengan
demikian suhu leleh) batuan mantel ke titik lebur yang sebenarnya, menghasilkan magma. Magma ini,
pada gilirannya, meningkat, karena mereka kurang padat dari batuan mantel. Mantel magma ini yang
diturunkan (yang basaltik dalam komposisi) dapat terus meningkat, akhirnya ke permukaan bumi,
mengakibatkan letusan gunung berapi. Dari lava meletus tergantung pada sejauh mana yang diturunkan
basalt mantel (a) berinteraksi dengan (mencair) kerak bumi dan / atau (b) mengalami kristalisasi
fraksional.

Diatas zona subduksi, gunung berapi yang ada di rantai panjang disebut busur vulkanik . Gunung api yang
ada di sepanjang busur cenderung menghasilkan letusan berbahaya karena mereka kaya dalam air (dari
pelat dan sedimen) dan cenderung menjadi sangat eksplosif. Krakatau, Nevado del Ruiz, dan Gunung
Vesuvius merupakan contoh gunung berapi busur. Busur juga diketahui terkait dengan logam mulia
seperti emas, perak dan tembaga - lagi diyakini dibawa oleh air dan terkonsentrasi di sekitar gunung
berapi tuan rumah mereka di batu disebut "bijih".

Panas dari inti bumi yang disampaikan kepada mantel menyebabkan mantel untuk convect banyak cara
yang mendidih convects air dalam panci di atas kompor. Mantel di batas inti-naik sementara tenggelam
mantel mantel dingin, menyebabkan sel konveksi terbentuk. Pada titik di mana dua ke bawah bergerak
convecting sel bertemu (dingin mantel sinking), konveksi dapat terjadi, memaksa kerak samudera di
bawah ini baik benua atau kerak samudera lainnya. kerak Continental cenderung untuk
mengesampingkan kerak samudera karena terdiri dari granit padat kurang dibandingkan dengan basalt
dari kerak samudera.

Zona subduksi adalah penting karena beberapa alasan:

1. Zona subduksi Fisika: Penenggelaman litosfer mantel adalah kekuatan terkuat (tetapi bukan satu-
satunya) yang diperlukan untuk mendorong gerakan piring dan modus dominan konveksi mantel .

2. Zona subduksi Kimia: The subduksi pelat dingin tenggelam di zona subduksi rilis air ke dalam mantel
atasnya, menyebabkan mantel leleh dan fraksionasi unsur antara permukaan dan waduk mantel dalam,
menghasilkan busur pulau dan kerak benua .

3. Subduksi zona subduksi campuran sedimen, kerak samudera, dan mantel litosfer dengan mantel dari
pelat utama untuk menghasilkan cairan, calc-alkaline series mencair, deposito bijih, dan kerak benua.

Zona subduksi juga telah dianggap sebagai mungkin lokasi pembuangan untuk limbah nuklir, di mana
tindakan itu akan membawa bahan ke dalam planet mantel , aman jauh dari kemungkinan pengaruh
terhadap kemanusiaan atau lingkungan permukaan, tetapi metode pembuangan saat ini dilarang oleh
kesepakatan internasional .

Di Indonesia terlihat di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda. Lempeng
samudra dan benua yang dimaksud adalah Lempeng Australia yg menunjam ke bawah Lempeng Eurasia
(Eropa dan Asia, di mana Indonesia bagian barat termasuk di dalam-nya). Pada gambar diatas,
subduction zone ditandai dengan simbol segitiga. Segitiga yang "menghadap" ke arah Indonesia
maksudnya adalah menggambarkan Lempeng Australia yang masuk menunjam ke bawah Lempeng
Eurasia. Bisa di-liat bahwa pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda adalah jalur
subduction. Artinya sepanjang daerah itu adalah daerah rawan gempa.

Keterkaitan subduction zona dengan gempa yaitu jalur gempa di dunia (atau istilah-nya adalah benioff
zone) akan mengikuti jalur subduction karena memang gempa adalah salah satu produk dari jalur
tersebut selain jalur gunung api dan juga semua hasil tambang bumi jadi kesimpulan umum dari
subduction zone tadi adalah bukan hanya menghasilkan gempa tetapi juga bisa memberikan fenomena
alam yang menakjubkan dan kekayaan hasil bumi yg menguntungkan secara ekonomi.

Lempeng samudra yang menunjam tadi akan bergesekan dengan lempeng benua. Selama dia
menunjam, dua lempeng ini mempunyai daya elastic. Pada saat daya elastis-nya sudah melewati batas,
maka dia akan melepaskan energi berupa gempa. Jika dianalogikan dengan penggaris adalah ketika si
penggaris tadi sudah tidak bisa mempertahankan kelengkungannya dan patah.

Gambar penampang dari subduction zone terletak di samping kiri . Trench adalah palung, titik
pertemuan lempeng samudra dan lempeng benua, magma generation terbentuk karena suhu dan
tekanan tinggi akibat gesekan dua lempeng ini yang akhirnya membuat batuan di kedalaman itu meleleh
dan karena suhu tekanan tinggi pula magma ini berusaha naik ke atas permukaan bumi melalui gunung
api.