Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.A

Kunjungan ke-1

Tanggal 23 Juli 2015

I. Latar Belakang

a. Karakteristik Keluarga

Keluarga sebagai sistem sosial merupakan kelompok terkecil dari masyarakat. Didalam
menentukan masalah pada suatu keluarga maka diperlukan beberapa unsur yang sangat terkait
dalam melakukan proses keperawatan. Unsur-unsur yang dimaksudkan dalam proses
keperawatan ini meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi. Setiap tahap-tahap dari proses keperawatan sangatlah penting
dalam membantu mengatasi masalah kesehatan keluarga secara akurat.

Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses perawatan, mengingat


pengkajian sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data yang ada pada
keluarga. Sebelum melakukan pengkajian pada keluarga Tn “A”, terlebih dahulu perawat
membina hubungan saling percaya dengan seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah
(Tn”A” dan Ny ”F” ) untuk memudahkan perawat dalam mengumpulkan data secara akurat
baik yang adaptif maupun yang maladaptive sehingga dengan hasil pendataan yang akurat
mampu memudahkan perawat dalam menentukan masalah yang ada dalam diri klien/anggota
keluarga.

Setelah itu perawat menjelaskan tujuan dari kunjungan pertama ini yaitu untuk
mengidentifikasi masalah kesehatan yang ada didalam keluarga baik yang dirasakan secara
pasti/disadari maupun masalah kesehatan yang masih beresiko ataupun masalah yang akan
berpotensial terjadi. Kemudian perawat juga membuat kontrak waktu yang telah disepakati
bersama antara perawat dan anggota keluarga untuk melakukan pengkajian keluarga yaitu
selama 2 x seminggu.
b. Data yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut

1. Data Demografi

Nama kepala keluarga dan anggota keluarga

No Nama Hub. L/P Umur Pendidika Pekerjaan


Keluarga n
2 Ny “F” Istri P 39 Tahun SMA IRT

3 An “P” Anak P 11 Tahun SMP Siswa

Belum -
4 An “N” Anak P 3 Tahun
sekolah

2. Waktu dan tempat yang disepakati keluarga untuk pertemuan-pertemuan berikutnya: Di


rumah sendiri
3. Komposisi keluarga
4. Masalah kesehatan yang dialami setiap anggota keluarga: Tidak ada
5. Masalah Keperawatan: Belum ada

II. Proses Keperawatan

a. Diagnosa Keperawatan: Belum ada


b. Tujuan Umum

Setelah melakukan interaksi dan bertatap muka dengan keluarga selama 30 menit
diharapkan keluarga dapat membina hubungan saling percaya dengan mahasiswa secara
teurapetik

a. Tujuan Khusus

Keluarga diharapkan dapat membina saling percaya dengan cara:

1. Mampu menyebutkan nama kepala keluarga dan anggota keluarga lainnya


2. Mampu menyebutkan kembali nama mahasiswa
3. Menerima jabat tangan mahasiswa
4. Mampu menyebutkan masalah kesehatan yang sering dialami anggota keluarga
5. Mampu menyebutkan komposisi keluarga
6. Menunjukkan sikap terbuka kepada mahasiswa, ditandai dengan menatap mata
mahasiswa dan menunjukkan respon menerima mahasiswa secara verbal dan non
verbal
7. Mampu menetapkan waktu kunjungan yang tepat untuk pertemuan berikutnya.

III. Implementasi Tindakan Keperawatan

a. Metode
 Wawancara/Tanya jawab
 Observasi
 Diskusi
b. Media dan Alat: Belum ada

IV. Kriteria evaluasi

a. Kriteria struktur
 Interaksi mahasiswa dan keluarga berlangsung sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan yaitu 30 menit
 Mahasiswa dapat bertemu dengan keluarga minimal 2 anggota keluarga
b. Kriteria proses
 Selama interaksi tidak ada penyimpangan dari tujuan yang telah ditentukan
 Keluarga menunjukkan sikap terbuka dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan oleh mahasiswa.
c. Kriteria hasil
 Mahasiswa dan keluarga dapat saling mengenal dan sudah terbina hubungan saling
percaya
 Dengan kesepakatan bersama dapat menentukan pertemuan selanjutnya.
LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn”A”

Kunjungan ke-2

Tanggal 25 juli 2015

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga

Keluarga sebagai sistem sosial merupakan kelompok terkecil dari masyarakat. Didalam
menentukan masalah pada suatu keluarga maka diperlukan beberapa unsur yang sangat terkait
dalam melakukan proses keperawatan. Unsur-unsur yang dimaksudkan dalam proses
keperawatan ini meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi, dan evaluasi. Setiap tahap-tahap dari proses keperawatan sangatlah penting
dalam membantu mengatasi masalah kesehatan keluarga secara akurat.

Pengkajian merupakan tahapan terpenting dalam proses perawatan, mengingat pengkajian


sebagai awal bagi keluarga untuk mengidentifikasi data-data yang ada pada keluarga.

Dalam kunjungan kedua, kali ini mahasiswa akan melakukan pengkajian yang meliputi
pengkajian fisik, struktur keluarga, fungsi keluarga, koping keluarga, dan harapan keluarga.

b. Data yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut

No Pemeriksan Tn. A Ny. F An. P An. N

Fisik
1. Kepala Simetris, Simetris, Simetris, Simetris, rambut
rambut rambut rambut berwarna hitam,
berwarna berwarna berwarna tidak ada
hitam, tidak hitam, tidak hitam, tidak ketombe.
ada ketombe. ada ketombe. ada ketombe.
2. Leher leher tidak leher tidak leher tidak leher tidak
nampak adanya nampak nampak nampak adanya
peningkatan adanya adanya peningkatan
tekanan vena peningkatan peningkatan tekanan vena
jugularis dan tekanan vena tekanan vena jugularis dan
arteri carotis, jugularis dan jugularis dan arteri carotis,
tidak teraba arteri carotis, arteri carotis, tidak teraba
adanya tidak teraba tidak teraba adanya
pembesaran adanya adanya pembesaran
kelenjar tiroid pembesaran pembesaran kelenjar tiroid
(struma). kelenjar tiroid kelenjar tiroid (struma).
(struma). (struma).
3. Mata Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva Konjungtiva
tidak terlihat tidak terlihat tidak terlihat tidak terlihat
anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak anemis, tidak
ada katarak, ada katarak, ada katarak, ada katarak,
penglihatan penglihatan penglihatan penglihatan
jelas jelas jelas jelas

4. Telinga Simetris, Simetris, Simetris, Simetris,


keadaan keadaan keadaan keadaan bersih,
bersih,Fungsi bersih, Fungsi bersih, Fungsi
pendengaran pendengaran Fungsi pendengaran
baik baik pendengaran baik
baik
5. Hidung Simetris,keadaa Simetris,kead Simetris,kead Simetris,keadaa
n bersih,Tidak aan aan n bersih,Tidak
ada kelainan bersih,Tidak bersih,Tidak ada kelainan
yang ada kelainan ada kelainan yang ditemukan
ditemukan yang yang
ditemukan ditemukan
6. Mulut Mukosa mulut Mukosa Mukosa Mukosa mulut
lembab, mulut mulut lemb, lembab,
keadaan lembab,keada keadaan keadaan
bersih,Tidak an bersih,Tidak bersih,Tidak ada
ada kelainan bersih,Tidak ada kelainan kelainan
ada kelainan
7. Dada Pergerakan Pergerakan Pergerakan Pergerakan dada
dada terlihat dada terlihat dada terlihat terlihat simetris,
simetris, suara simetris, simetris, suara jantung S1
jantung S1 dan suara jantung suara jantung dan S2
S2 S1 dan S2 S1 dan S2 tunggal,tidak
tunggal,tidak tunggal,tidak tunggal,tidak terdapat
terdapat terdapat terdapat palpitasi, suara
palpitasi, suara palpitasi, palpitasi, mur-mur (-),
mur-mur (-), suara mur- suara mur- ronchi (-),
ronchi (-), mur (-), mur (-), wheezing (-)
wheezing(-) ronchi (-), ronchi (-),
wheezing(-) wheezing (-)
8. Abdomen Pada Pada Pada Pada
pemeriksaan pemeriksaan pemeriksaan pemeriksaan
abdomen tidak abdomen abdomen abdomen tidak
didapatkan tidak tidak didapatkan
adanya didapatkan didapatkan adanya
pembesaran adanya adanya pembesaran
hepar, tidak pembesaran pembesaran hepar, tidak
kembung, hepar, tidak hepar, tidak kembung,
pergerakan kembung, kembung, pergerakan
peristaltik usus pergerakan pergerakan peristaltik usus
10x/mnt, tidak peristaltik peristaltik 15x/mnt, tidak
ada bekas luka usus 10x/mnt, usus 15x/mnt, ada bekas luka
operasi tidak ada tidak ada operasi
bekas luka bekas luka
operasi operasi
9. TTV TD : 110/80 TD :120/80 N: 90 x/mnt N: 100 x/mnt
mmHg mmHg,
T: 360C T: 36,5OC
N : 78x/m, N : 80x/m,
RR: 26x/m RR: 30x/m
0 0
T : 36 C T : 36,5 C

RR: 20x/m RR: 20x/m

c. Struktur keluarga
 Pola komunikasi

Jam istirahat sebagai media komunikasi. Komunikasi terjalin baik dan tidak ada
hambatan dalam komunikasi antara anggota keluarga. Bahasa yang digunakan bahasa
daerah (melayu)

 Struktur kekuatan keluarga

Tn. A berperan sebagai pengambil keputusan dalam keluarga dan Ny. F sebagai
pengatur dan pengelola keuangan keluarga.

 Struktur peran

Tn. A beperan sebagai KK dan pengambil keputusan sedangkan Ny. F berfungsi


sebagaimana perannya masing-masing.

 Nilai-nilai keluarga

Keluarga mempercayai sarana kesehatan seperti Pustu dan Pusesmas untuk membantu
menyelesaikan masalah kesehatan yang dialami.

d. Fungsi keluarga
 Fungsi afektif
Diantara anggota keluarga terdapat rasa saling memiliki, saling membantu dan
menikmati hasil jerih payah dalam kebersamaan.

 Fungsi sosialisasi

Hubungan dalam keluarga terjalin baik dan juga interaksi. Anggota keluarga belajar
disiplin misalnya disiplin dalam jam makan, norma, budaya yang diterapkan adalah
Melayu.

 Fungsi perawatan kesehatan, keyakinan-keyakinan, nilai-nilai, dan perilaku keluarga.


 Kemampuan keluarga mengenal masalah

Keluarga tidak mengetahui manfaat dan kerugian mengenai imunisasi.

 Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan kesehatan yang tepat.

Keluarga tidak mengerti manfaat imunisasi dan kerugian apabila anak tidak di
imunisasi.

 Kemampuan keluarga merawat anggota yang sakit

Keluarga tidak mengerti bahwa yang terjadi pada anak termasuk masalah sehingga
tidak mengetahui prognosa yang ditimbulkan dari gangguan tersebut. Keluarga tidak
mengetahui pencegahan. Sikap keluarga biasa saja karena dianggap bukan masalah.

 Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat.

Menurut keluarga lingkungan terpelihara maka enak dilihat dan jauh dari penyakit.
Pengetahuan tentang kesehatan lingkungan terbatas pada hal umum seperti air minum
harus dimasak, rumah dan pekarangan dibersihkan. Keluarga mendukung upaya
hygiene sanitasi tetapi tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

 Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas/pelayanan kesehatan di masyarakat.

Keluarga tahu keberadaan puskesmas, poliklinik atau posyandu. Selama ini keluarga
tidak memanfaatkan sarana tersebut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

e. Koping keluarga
 Koping eksternal keluarga
 Koping internal keluarga
f. Harapan keluarga

Semoga anak-anaknya sehat dan baik – baik saja.

g. Masalah Keperawatan keluargaa: Belum ada

2. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan: Belum ada
b. Tujuan Umum

Setelah melakukan pengkajian selama 30 menit diharapkan keluarga dapat mengenal


masalah kesehatan yang ada dalam keluarga

a. Tujuan Khusus

Keluarga diharapkan dapat mengenal masalah kesehatan yang ada dalam keluarga
dengan cara:

1. Keluarga dapat mengidentifikasi pola komunikasi dalam keluarga


2. Keluarga dapat mengidentifikasi struktur keluarga, fungsi keluarga, koping keluarga, dan
harapan keluarga terhadap asuhan keperawatan.
3. Keluarga dapat mengidentifikasi dengan tepat anggota keluarga yang mengalami
gangguan pada kesehatanya

3. Implementasi Tindakan Keperawatan


1. Metode
 Wawancara/Tanya jawab
 Observasi
 Diskusi
2. Media dan Alat
 Format pengkajian keluarga
 Spigmomanometer
 Stetoskop
 Alat tulis
3. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria struktur
 Interaksi mahasiswa dan keluarga berlangsung sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan yaitu 30 menit
 Mahasiswa dapat bertemu dengan keluarga minimal 2 anggota keluarga
b. Kriteria proses
 Selama interaksi tidak ada penyimpangan dari tujuan yang telah ditentukan
 Keluarga menunjukkan sikap terbuka dan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
diberikan oleh mahasiswa.
c. Kriteria hasil
 Pengkajian keluarga dapat terselesaikan sekitar 75%
 Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan yang ada atau terjadi didalam keluarga

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn “A”

Kunjungan ke-3

Tanggal 27 Januari 2013

1. Latar Belakang
a. Karakteristik Keluarga

Setelah melakukan kunjungan sebanyak 2 kali maka ditemukan masalah


ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya imunisasi dan apa bahayanya bila anak tidak
dilakukan imunisasi. Hal ini didukung dari pernyataan dari Ny “F” yang mengatakan
bahwa merasa cemas apabila anaknya sakit.

Kunjungan ketiga kali ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tentang
pentingnya manfaat imunisasi sehingga menambah pengetahuan Ibu.

b. Data yang Perlu Dikaji Lebih Lanjut


 Pemahaman keluarga tentang imunisasi
 Kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi
c. Masalah Keperawatan keluarga
 Kecemasan keluarga Tn. A (kesehatan anaknya).
4. Proses Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan
Cemas Tingkat Ringan (kesehatan anaknya) pada keluarga Tn. A berhubungan dengan
ketidaktahuan keluarga mengenal masalah.

b. Tujuan Umum

Setelah melakukan intervensi selama 45 menit diharapkan keluarga mampu mengetahui


tentang pentingnya imunisasi.

c. Tujuan Khusus

Keluarga mampu mengenal masalah imunisasi dengan:

 Keluarga mengerti dan mampu menjelaskan kembali tentang arti, tujuan dari
imunisasi.
 Keluarga mampu menyebutkan pentingnya atau manfaat imunisasi.

5. Implementasi Tindakan Keperawatan


a. Metode
 Diskusi
 Tanya jawab
 Observasi
b. Media
 Leafleat
 Clipchart
6. Kriteria Evaluasi
a. Kriteria struktur
 Interaksi mahasiswa dan keluarga berlangsung sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan yaitu 45 menit
 Mahasiswa dapat bertemu dengan keluarga minimal 2 anggota keluarga
b. Kriteria proses
 Selama interaksi tidak ada penyimpangan dari tujuan yang telah ditentukan
 Keluarga menunjukkan sikap terbuka dalam menyimak penjelasan dari mahasiswa
serta mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa.
c. Kriteria hasil
 Keluarga mampu menjawab pertanyaan dari mahasiswa sekitar 80%
 Keluarga mampu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya makanan bergizi ibu
hamil dan perawatan setelah nifas.
RESUME KELUARGA Tn.“S”

1. PENGKAJIAN

Keluarga Bapak S adalah keluarga inti, di mana dalam 1 rumah hanya ada Tn. S (Kepala
Keluarga) dan ibu R (istri).Sekarng mereka sudah memiliki rumah sendiri.

Latar Belakang Budaya Tn. S dan Ibu. R berasal dari suku Mks. Tempat tinggal keluarga rata-rata
berasal dari suku Bugis-Makassar. Keluarga cukup mampu memanfaatkan pelayanan dan
praktek kesehatan namun kadang-kadang malas. Dalam hal bertetangga, keluarga ini memiliki
hubungan yang baik dengan tetangga sekitarnya. Mereka sering berkumpul dengan tetangga
sekitar dan saling membantu dalam banyak hal.

Dalam komunikasi keluarga, pola komunikasi yang digunakan adalah pola komunikasi terbuka.
Setiap anggota keluarga bebas menyampaikan keluhannya. Bila ada masalah mereka selalu
mengkomunikasikan bersama. Menurut ibu, semua anggota keluarga memiliki ikatan yang
kuat dan saling menyayangi. Pemegang keputusan keluarga adalah bapak. Namun sebelum
mengambil keputusan, bapak terlebih dahulu mendiskusikannya kepada ibu. Bila ada sesuatu
yang sangat penting dan bapak tidak ada di rumah, biasanya ibu mengambil keputusan.
Setelah bapak pulang ibu baru mengkomunikasikannya bersama bapak.

Dalam hal peran, peran formal bapak adalah sebagai pencari nafkah. Sdangkan Ibu berperan
sebagai pengatur rumah tangga seperti memasak, mengurus anak, mengatur keuangan
keluarga. Ibu juga berperan sebagai perawat keluarga, merawat dan mengasuh anggota
keluarga lainnya. Menurut ibu, bapak biasa membantu jika ibu melakukan pekerjaan rumah
tangga. Selain itu, semua anggota keluarga berperan dalam menjaga kesehatan keluarga.

Adapun nilai-nilai yang dianut keluarga adalah menghormati orang yang lebih tua, menghormati
tamu, dan saling menghargai satu sama lain. Yang berperan sebagai pencari nafkah adalah
suami, Orangtua menyadari adanya kebutuhan-kebutuhan pada setiap anggota keluarga,
seperti kebutuhan terhadap makanan, perhatian, kasih saying, pendidikan, bermain bersama
anak-anak, nonton bersama keluarga yang lain. Semua anggota keluarga merasa akrab dengan
yang lain.

Keluarga mengontrol prilaku anak dalam hal menghormati/menghargai orang lain. Setiap anggota
keluarga saling memberi dan menerima cinta dan kasih sayang, menghormati orang yang
lebih tua. Melaksanakan peran masing-masing dan membesarkan anak secara bersama-sama.
Menurut ibu, sampai sekarang belum ada masalah besar hal membesarkan anak, walaupun
tidak ada media hiburan yang disediakan ibu.

Keluarga biasa menggunakan fasilitas kesehatan apabila mereka merasa perlu, misalnya jika istri
sakit. Pada Pengkajian tanggal 30 Januari 2013 ditemukan bahwa ibu belum mengetahui
makanan bergizi bagi ibu hamil, tanda – tanda pasti sebelum persalinan dan perwatan setelah
persalianan.

Diperoleh masalah keperawatan yakni: ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya makanan


bergizi BUMIL dan perawatan setelah persalinan.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Ketidaktahuan keluarga tentang pentingnya makanan bergizi BUMIL b/d ketidakmampuan


keluarga mengenal masalah kesehatan.
2. Cemas tingkat ringan ( menjelang persalinan dan perawatan setelah nifas ) berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga menhgenal masalah.