Anda di halaman 1dari 3

E.

PEMERIKSAAN PSIKIATRI
1. Kesan umum : Seorang Perempuan, sesuai usia, tak tampak sakit
jiwa perawatan diri cukup baik
2. Kesadaran : Compos mentis
3. Orientasi : O/W/T/S baik, baik, baik, baik
4. Sikap : Kooperatif
5. Tingkah laku : Normoaktif
6. Proses pikir
a. Bentuk pikir : Realistik
b. Isi pikir : Preokupasi
c. Progesi pikir : Koheren
7. Persepsi : Halusinasi auditori (-), Halusinasi visual (-)
8. Roman muka : Tegang
9. Afek : Appropiate
10. Mood : Cemas, depresif
11. Perhatian : Mudah ditarik Mudah Dicantum
12. Hubungan jiwa : Baik
13. Insight : Baik

F. SINDROM
1. Sindrom:
a. Isi pikir preokupasi
b. Roman muka tegang
c. Mood cemas dan depresif

G. DIAGNOSIS BANDING
1. Mixed anxietay-depresif disorder
2. General anxiety disorder
3. Depresi ringan dengan gejala somatik
H. DIAGNOSIS MULTI AKSIAL
Axis I : Mixed anxietay-depresif disorder

Axis II : Ciri Kepribadian Cemas

Axis III : Penyakit neoplasma

Axis IV : Masalah dengan primary support group

Axis V : GAF 70-61 (Beberapa gejala ringan dan menetap,


disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum masih baik)
I. PENATALAKSANAAN

1. Farmakologi
a. Clobazam 1x10 mg
b. Sertalin 1x25 mg
c. Alprazolame 1x0,5 mg
2. Non Farmakologi
a. Psikoterapi
1) Terapi berorientasi keluarga
Mengkomunikasikan kepada pasien, apabila ada masalah
jangan dipikirkan sendiri, hendaknya bercerita kepada keluarga dan
meminta saran dari keluarga. Keluarga harus mendengarkan
masalah dan hal yang sedang dirasa oleh pasien. Hal ini jiga
berperan dalam menjaga keharmonisan keluarga.
2) Sosioterapi
Meminta keluarga untuk memberikan penjelasan kepada
orang-orang disekitar rumah ataupun saudaranya agar menganggap
gangguan jiwa sama dengan gangguan kesehatan yang lain dan
tidak perlu diberi stigma yang negatif.
3. Edukasi
1) Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien tentang sakit yang
diderita, pencetus, rencana pengobatan, dan prognosis.
2) Menjelaskan kepada pasien pentingnya minum obat secara teratur
dan sesuai anjuran.
3) Menjelaskan kepada keluarga seberapa penting peran keluarga dalam
kesembuhan pasien.