Anda di halaman 1dari 6

1

Pedoman Kurikulum TKQ Taman Kanak-


Kanak Al Qur’an Lingkungan Kementerian
Agama
2

Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar pada level TK Al Qur’an yang biasa disingkat
dengan TKQ seyogyanya pengelola lembaga pendidikan berpegang kepada kurikulum. Salah
satu acuan kurikulum yang disarankan untuk di pergunakan adalah kurikulum keluaran
Kementerian Agama Republik Indonesia. Yang dimuat dalam buku berjudul Pedoman
Kurikulum Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ) dan Taman Pendidikan Al Qur’an
(TPA/TPQ) yang dicetak oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat
Jenderal Pendidikan Islam.

Struktur Kurikulum Taman Kanak-Kanak Al Qur’an


Struktur Kurikulum Taman Kanak-kanak Alquran meliputi substansi pembelajaran yang
ditempuh pada satu jenjang pendidikan selama dua tahun atau empat semester. Struktur
Kurikulum disusun berdasarkan kompetensi lulusan dengan ketentuan seperti dibawah ini :
Kurikulum TKQ memuat tujuh (7) materi pokok dan muatan lokal.
Materi pokok adalah
1. dasar pembelajaran Alquran,
2. Hafalan Bacaan sholat,
3. Hafalan surah pendek
4. Latihan dan Praktek Sholat,
5. Doa dan Adab Harian
6. Tahsinul Kitabah
7. Pengenalan dasar dinul Islam
Materi muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler yang mengembangkan kompetensi diri santri
sesuai dengan kebutuhan, ciri khas, potensi daerah masing-masing seperti :
1. Senam santri
2. Nasyid
3. English Kids
4. Al Arabiyyah lil aulad, dan sebagainya.

Adapun aplikasi dalam pembelajarannya adalah sebagai berikut :

TK Level A TK Level B
(1 TAHUN/12 BULAN) (1 TAHUN/12 BULAN)
Materi Pokok Materi Pokok
1. Dasar Pembelajaran Alquran (Buku 1. Dasar Pembelajaran Alquran
Panduan) (Buku Panduan)
2. Hafalan Bacaan Sholat 2. Hafalan Bacaan Sholat
3. Hafalan surat Pendek 3. Hafalan surat Pendek
4. Praktik Sholat 4. Praktik Sholat
3

5. Doa dan Adab Harian 5. Doa dan Adab Harian


6. Tahsinul Kitabah 6. Tahsinul Kitabah
III. Materi Lokal III. Materi Lokal
Disesuaikan dengan ciri kebutuhan, ciri khas Disesuaikan dengan ciri kebutuhan, ciri
dan potensi daerah/Unit khas dan potensi daerah/Unit
 Pembelajaran pada TKQ dilakukan dengan pendekatan pembiasaan dengan kolaborasi
pendekatan yang bervariasi
 Jam pembelajaran untuk setiap materi dialokasikan sebaimana tertera pada matriks dan
muatan kurikulum
 Alokasi waktu untuk satu jam pembelajaran adalah 30 menit
 Pertemuan tatap muka perhari adalah 4 jam pembelajaran (120 menit)
 Hari efektif satu minggu adalah 4-5 hari pembelajaran
 Minggu efektif dalam satu tahun pembelajaran adalah 38-40 minggu (200 hari, 800 jam
pelajaran)

Ruang lingkup Bahan pembelajaran. Pembelajaran Al Qur’an


1. Pembelajaran Alquran adalah bimbingan pembelajaran alquran tingkat dasar yang
dimulai dari penguasaan bacaan buku panduan dan pembelajaran alquran mulai juz 1
2. Bahan bimbingan dasar pembelajaran Alquran tersebut diselesaikan oleh santri TK
Alquran selambat lambatnya dalam waktu 1 tahun pada Level A atau Level B
3. Metodologi pengajaran didasarkan pada petunjuk yang sudah dipolakan sedemikian rupa.
Prinsip-prinsip pengajarannya ialah bacaaan secara langsung (tanpa dieja/diurai), tatap
muka langsung, (musyafahah) CBSA, asistensi, modul, dan fun is learning dimana
pembelajaran tersebut didesain dengan pendekatan yang variatif.
4. Dalam pembelajaran. Hendaknya ustadz atau ustadzah memperhatikan perkembangan
psikologis dan karakteristik anak, dengan mengacu prinsip “BELAJAR MELALUI
PERMAINAN” dan “BERMAIN SERAYA BELAJAR”. Dengan begitu tercipta suasana
belajar yang nyaman
5. Dalam pemberian dasar bacaan yang tepat dan baik, pengajar TKQ hendaknya senantiasa
menumbuhkan kecintaan santri pada Alquran, bukan hanya sekedar bagaimana anak
mampu membaca.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Hafalan Bacaan sholat


1. Bacaan sholat untuk anak TK Alquran diprioritaskan kepada bacaan sholat fardlu
termasuk bacaan atau doa setelah sholat
2. Dengan beragam bacaan dalam sholat disarankan guru TPQ bijaksana dan mengambil
langkah sebagai berikut :
4

 Dapat menentukan pilihan salah satu versi bacaan dengan kebiasaan masyarakat
lingkungan tapi tetap berpegang pada dalil yang bisa dipertanggungjawabkan
 Pada tahap tertentu hendaknya santri dikenalkan dengan bacaan versi lain sebagai
pengetahuan dan selanjutnya dapat ditargetkan sebagai materi hafalan
 Hendaknya mampu bersikap arif dan bijaksana dengan tidak terjebak pada potensi
perpecahan umat.
3. Proses pembelajaran hafalan bacaan sholat dilakukan melalui pendekatan yang bervariasi
baik secara klasikal, individual maupun kelompok. Dengan mengindahkan bacaan sesuai
kaidah tajwid
4. Pembelajaran hafalan bacaan sholat didukung dengan monitoring kartu hafalan individual
santri dengan pelaksanaan fleksibel tetapi tetap terprogram untuk setiap santri.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Hafalan Surat Pendek


1. Surat pendek yang dimaksud adalah sejumlah surah yang terdapat dalam juz 30 atau juz
amma
2. Target surat pendek untuk santri TKQ sebanyak 13 surat ditempuh dalam 24 bulan pada
level A dan B
3. Metode yang dipakai fun is learning
4. Untuk dimonitor perkembangan hafalan santri dengan kartu.

Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Latihan Praktik Sholat dan Amalan Ibadah Sholat
1. Yang dimaksud latihan sholat adalah latihan pembiasaan mengerjakan kaifiyat sholat
(sholat fardhu) secara benar, baik gerakan maupun bacaan termasuk didalamnya tata cara
wudhu dan azan yang dilakukan melalui bimbingan dan pengawasan ustadz atau ustadzah
2. Yang dimaksud amalan ibadah sholat adalah praktek sholat secara utuh yang dilakukan
pada waktu sholat. Dan sebaiknya diprogramkan setiap hari secara berjamaah pada jam
TKQ. Untuk sholat dirumah bisa disediakan buku monitoring sholat fardhu. Buku ini
juga bisa digunakan sebagai motivasi bahan santri munaqosyah, khususnya praktek sholat
(beserta wudhu)
3. Dalam pelaksanaannya, ustadz ustadzah dituntut keteladanan secara mudawamah atau
konsisten. Ketika dirumah dituntut keteladanan atau uswah dari kedua orang tua atau wali
serta lingkungan rumah.
4. Proses pembelajaran praktek solat dilakukan secara bertahap baik gerakan maupun
bacaan sholat sehingga dapat dikuasai secara untuh dalam empat semester.
5. Dalam upaya motivasi akan pentingnya salat dengan kemasan bervariatif seperti cerita,
nyanyian, lomba peragaa sholat, ta’aruf dari masjid ke masjid. Dan kegiatan ekstrakuler
lainnya.
5

Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Doa dan adab harian.


1. Doa dan adab harian yang dimaksud adalah sejumlah doa harian yang harus dikuasai oleh
santri selama empat semester.
2. Target doa dan adab harian yang ditentukan sebanyak 20 macam, yang dasar
pemilihannya berpijak pada pilihan doa yang relatif mudah dihafal serta berhubungan
dengan kehidupan sehari hari.
3. Proses pembelajaran pada adab dan doa harian dengan pendekatan yang bervariasi baik
secara klasikal, individual maupun kelompok yang diberikan secara bervariasi, seperti
tanya jawab, permainan, penugasan dan yang lain dalam rangka belajar yang
menyenangkan. Dalam prosesnya bisa dengan pembiasaan kegiatan sehari hari.
4. Pembelajaran adab dan doa harian didukung dengan monitoring kartu hafalan individual
santri dengan pelaksanaan fleksibel tetapi tetap terprogram untuk setiap santri.
5. Ruang lingkup Bahan Pembelajaran. Doa dan adab harian.

Ruang Lingkup Bahan Pembelajaran. Tahsinul Kitabah


1. Tahsinul kitabah disini adalah bahan pengajaran tata cara menulis angka dan huruf
alquran guna memberikan pengantar atau persiapan motorik halus yang dipadukan
dengan ketrampilan serta bakat santri berkreasi melalui tulisan.
2. Materi dan Teknis pembelajaran tahsinul kitabah disesuaikan dengan taraf kemampuan
dan perkembangan santri
3. Proses pembelajaran melalui pendekatan klasikal, kelompok, dan individual secara
bervariasi. Misalnya mewarnai, lomba menulis cepat, menulis dengan berbagai variasi
alat. Tentunya dengan pelaksanaan yang menyenangkan dan tujuan yang jelas.

Ruang lingkup bahan pembelajaran. Pengenalan dasar-dasar dinul Islam


1. Mengenalkan konsep dasar keislaman yang terdiri dari aqidah, syariah dan akhlaq secara
sederhana sesuai dengan tahap perkembangan anak melalui pembiasaan
2. Proses ini dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi terhadap keseluruhan materi
pokok melalui pendekatan yang bervariasi.

Muatan Lokal
Adalah materi tambahan atau penunjang yang sifatnya memberikan penguatan pada materi
pokok yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang memungkinkan untuk
dapat diselenggarakan di lingkungan Taman kanak – kanak alquran yang bersangkutan. Sebagai
alternatif muatan lokal yang sesuai dan menarik minat santri antara lain :
1. Nasyid
2. Senam santri
3. Al Arabiyyah lil aulad
4. English for kids. dan yang lain
6

Matriks Program Pengajaran TK Alquran


berikut bagan matriks program pengajaran Taman Kanak Kanak Alquran untuk level A

Sumber :

Pedoman Kurikulum Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA/TKQ) dan Taman Pendidikan Al


Qur’an (TPA/TPQ) yang dicetak oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI tahun 2013.