Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PPKN

CARA MENGATASI GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA

Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran PPKN Yang Diampu Oleh


Bapak H. Agus Mahfud S.Pd, M.Pd

Disusun Oleh :
Nama : Faisal Kurniawan
NIT : 16.012.10404
Kelas : XII – A

YAYASAN PENDIDIKAN MIFTAHUL HUDA


“ SMK PELAYARAN TAYU ”
TAHUN 2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah


melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah PPKN tentang Globalisasi yang berjudul “Cara
Mengatasi Globalisasi Terhadap Budaya” ini dengan baik.
Saya menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena
saya pun masih dalam tahap belajar. Oleh karena itu saya mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini di
kemudian hari. Semoga Makalah ini memberikan manfaat yang besar bagi kita
semua. Aamiin.

Tayu, 14 Januari 2019


Penulis

Faisal Kurniawan

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................ i
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 2
1.3 Tujuan ............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Globalisasi................................................................... 3
2.2 Pengertian Perubahan Budaya....................................................... 3
2.3 Konsep Dan Globalisasi Budaya ................................................... 4
2.4 Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa .......................... 5
2.5 Menyikapi Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa ........ 8
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan .................................................................................. 10
3.2 Saran ............................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Globalisasi adalah kata yang sangat sering kita ucap atau kita dengar.
Mengapa demikian? Karena setiap hari kita selalu besahabat dengan
teknologi. Teknologi itu sering dapat berupa ponsel atau telepon genggam.
Kita tidak dapat terhindar dari kata teknologi, karena era modern ini sudah
banyak manusia yang menggunakan teknologi. Bahkan, sekarang sudah ada
teknologi yang lebih canggih yaitu internet. Dari internet ini, semua lapisan
masyarakat dapat mengakses berbagai macam informasi. Informasi itu
tentunya bukan dari dalam negeri saja, tetapi informasi tentang masyarakat
luar negeri.
Informasi dari luar inilah yang harus kita waspadai pengaruhnya bagi
masyarakat. Karena banyak budaya-budaya luar yang semestinya tidak ditiru
malah menjadi ikut membudaya dalam masyarakat Indonesia. Dalam
Indonesia sendiri, sudah banyak budaya-budaya luar yang sudah merusak atau
membawa dampak negatif yang besar. Dampak ini dialami banyak oleh para
kaum remaja. Mengapa saya katakana demikian? Karena remaja sekarang
banyak mencontoh pakaian orang-orang barat yang tidak sesuai dengan
kebudayaan Indonesia. Maka dari itu kita sebagai orang muslim harus
menyikapi dengan baik cara berpakaian dari orang-orang barat. Karena sering
kita lihat pakaian yang sudah ditiru remaja sekarang yaitu pakaian yang
mengumbar aurat.
Oleh karena itu, pengaruh globalisasi terhadapa budaya bangsa harus kita
antisipasi. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa pengaruhnya bukan yang
negative saja. Pengaruh positif dapat kita saring sebagai bahan pembelajaran.
Pengaruh positif tentu saja bias mendatangkan manfaat.

iv
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah globalisasi itu?
2. Apakah yang dimaksud dengan perubahan budaya?
3. Apakah yang dimaksud dengan konsep & globalisasi budaya?
4. Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
5. Bagaimanakah upaya kita untuk menyikapi pengaruh globalisasi,
khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia ?

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan dari makalah ini adalah untuk menjadi bahan diskusi,
wacana dan lain-lain yang dapat bermanfaat. Selain itu, memberikan informasi
tentang apa sebenarnya globalisasi itu. Tujuannya yang lain, yaitu untuk
mengetahui bagaimanakah perubahan budaya itu terjadi.
Tapi yang paling utama, untuk menyampaikan kepada pembaca tentang
pengaruh budaya bangsa Indonesia.

v
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Globalisasi


Globalisasi berasal dari kata globe yang artinya dunia. Globalisasi artinya
proses mendunia atau menuju dunia. Globalisasi adalah sebuah istilah yang
memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar
bangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdangangan, investasi,
perjalanan, budaya popular dan bentuk interaksi yang lain sehingga batas-
batas suatu Negara menjadi biasa.
Dalam globalisasi, orang-orang, wilayah-wilayah dan Negara-negara
saling berhubungan dan saling bergantung. Hal itu, berarti setiap fenomena,
baik itu perubahan atau integrasi social budaya, merupakan hal yang tidak
terlepas dari perubahan atau integrasi di bagian lain dari dunia ini.
Globalisasi merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan
segala macam aspek kehidupan ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh
dan lebih besar dalam kehidupan internasional. Globalisasi terjadi karena
perkembangan yang pesat di bidang komunikasi, teknologi informasi, dan
arus transportasi. Arus globalisasi tidak dapat kita bending karena itu harus
kita ikuti dan kita tangkap sebagai peluang. Dan yang harus kita hindari
dalam arus globalisasi adalah sikap asal meniru terhadap perubahan, namun
hendaknya sikap meniru dan mengambil sebuah nilai selalu diseleksi terlebih
dahulu agar sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

2.2 Pengertian Perubahan Budaya


Perubahan budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur
kebudayaan karena unsur-unsur kebudayaan itu sudah tidak cocok lagi bagi
kehidupan masyarakat. Perubahan kebudayaan terjadi karena adanya
perubahan pola berpikir masyarakat yang menjadi pendukung kebudayaan.
Perubahan kebudayaan dapat diartikan sebagai adnya ketidaksesuaian di
antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga terjadi keadaan yang
tidak serasi fungsinya dalam kehidupan sosial. Perubahan kebudayaan ini

vi
jauh lebih luas daripada perubahan social karena perubahan budaya
menyangkut banyak aspek, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi,
berorganisasi bahkan juga filsafat.

2.3 Konsep Dan Globalisasi Budaya


Dalam pranata Wikipedia, didapatkan arti dari pada budaya sebagai
berikut: ” budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu
buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia”.
Sedangkan para ahli mengemukakan pendapatnya masing-masing mengenai
budaya. Menurut Edwar B. Taylor: ” Kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks,yang didalamnya mengandung kepercayaan,kesenian ,moral,
hukum, adat istiadat, dan kemampuan- kemampuan lain yang didapat seorang
sebagai anggota masyarakat ”. Sementara itu Selo Soemardjan dan Seelaiman
Soemardi , menurut mereka ” kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan
cipta masyarakat”. Dalam definisi globalisasi menurut beberapa ahli, salah
satunya adalah Jan Aart Scholte mengatakan globalisasi adalah: ”serangkaian
proses dimana relasi sosial menjadi relatif terlepas dari wilayah geografis”.
Sementara bila mana menilik definisi budaya diatas, maka bisa diartikan
bahwa globalisasi budaya adalah : ”serangkaian proses dimana relasi akal dan
budi manusia relatif terlepas dari wilayah geografis”.
Hal ini memunculkan jalinan situasi yang integratif antara akal dan budi
manusia disuatu belahan bumi yang satu dengan yang lainnya. Sementara itu
dalam pandangan hiperglobalis mereka berpendapat tentang definisi
globalisasi budaya adalah: “homogenization of the wold under the uauspices
of American popular culture or Western consumerism in general “. Ini berarti
bahwa globalisasi budaya adalah proses homogenisasi dunia dibawah bantuan
budaya popular Amerika atau paham komsumsi budaya barat pada umumnya.
Definisi hiperglobalis tersebut, jika bisa disamakan
dengan keanekaragaman istilah globalisasi pada umumnya, yang salah
satunya adalah Westernisasi. Dimana ada penyebaran budaya barat terutama
kebudayaan Amerika. Namu, jika dilihat lebih lanjut, definisi dari

vii
hiperglobalis tidak bisa terlepas dari pada sifat-sifat yang cenderumg
mengandung pikiran ekonomi,berorientasi ekonomi.
Hal itu jelas dapat dilihat dan dinilai dari penekanan paham konsumsi
terhadap budaya Barat pada umumnya. Jadi bisa juga diartikan bahwa,
budaya barat adalah budaya yang diperjualbelikan, sementara masyarakat
dunia pada umumnya adalah konsumen yang menikmati. Sehingga munculah
kondisi dimana istilah Westernisasi digunaklan sebagai simbolis terhadap
sifat konsumerisme tersebut. Baik itu konsumsi terhadap bentuk
pemerintahan atau sistim politik, mekanisme pasar atau paham ekonomi ,
bahkan hingga bentuk celana jeans atau kebudayaan.

2.4 Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa


Unsur-unsur kebudayaan yang dipengaruhi oleh globalisasi menyebabkan
terjadinya perubahan sosial budaya maupun perilaku suatu masyarakat.
Unsur-unsur kebudayaan tersebut antara lain sistem religi, organisasi
masyarakat, pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan teknologi.
Contoh perubahan unsur kebudayaan dari sistem teknologi yaitu,
penyalahgunaan handphone dan internet untuk hal-hal menyimpang. Contoh
yang lain dari pengaruh globalisasi yaitu hilangnya budaya asli suatu daerah
atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa
nasionalisme dan patriotisme,hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong
royong,kehilangan kepercayaan diri, dan gaya hidup kebarat-baratan.
Selain itu saat ini masyarakat sedang mengalami serbuan yang hebat dari
berbagai produk pornografi berupa tabloid, majalah, buku bacaan di media
cetak, televisi, radio, dan terutama adalah peredaran bebas VCD. Baik yang
datang dari luar negeri maupun yang diproduksi sendiri. Walaupun media
pernografi bukan barang baru bagi Indonesia, namun tidak pernah dalam
skala seluas sekarang. Bahkan beberapa orang asing menganggap Indonesia
sebagai ”surga pornografi” karena sangat mudahnya mendapat produk-produk
pornografi dan harganya pun murah. Dan contoh lain misal kita berjalan-jalan
di mall atau di tempat publik sangat mudah menemui wanita Indonesia yang
berpakaian serba minim dan mengumbar aurat. Dimana budaya itu sangat

viii
bertentangan dengan dengan norma yang ada di Indonesia. Belum lagi
maraknya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini. Terbukti dengan
adanya video porno yang pemerannya adalah orang-orang Indonesia.
Di sini pemerintah dituntut untuk bersikap aktif tidak masa bodoh melihat
perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Menghimbau dan kalau
perlu melarang berbagai sepak terjang masyarakat yabg berperilaku yang
tidak semestinya. Misalnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono
menyarankan agar televisi tidak merayakan goyang erotis denga puser atau
perut kelihatan. Ternyata dampaknya cukup terasa, banyak televisi yang tidak
menayangkan artis yang berpakaian minim.
Nilai Budaya yang mulai memudar lainnya adalah Budaya tari-tarian. Tari
Indonesia sangatlah beraneka ragam, setiap daerah memiliki ciri tersendiri
dalam pembawannya. Beragam jenis gerak dan gerik telah tercipta dan
menjadikan suatu kesatuan seni yang terlihat indah dan harmonis. Lenggak-
lenggok khas wanita Indonesia dan gagah pembawaan penari laki-laki.
Contoh-contoh tarian dari Indonesia adalah tari pendet, tari ramayana, tari
kecak, tari jaipong, tari piring, tari saman dan masih banyak lagi. Sangat
banyak rupa, gerakan dan cara membawakannya. Itulah budaya yang dapat
kita banggakan sebagai warga Indonesia.
Dari banyaknya pilihan tari yang ada, banyak yang tidak mengetahuinya
atau bahkan sampai mereka bertanya ‘apakah itu merupakan tarian
Indonesia?’ suatu pertanyan yang cukup miris di dengarnya. Dengan
kemajuan berbagai media informasi dan dengan mudahnya untuk di akses,
masih banyak yang tidak mengetahui budaya tari sendiri. Padahal manfaat
dari teknologi sendiri adalah untuk mempermudah manusia untuk mencari
informasi.
Namun tarian yang mereka ketahui saat ini adalah tari-tari ‘Dance’ yang
pembawaanya sangat ‘energic’ dan gerakannya yang terlihat begitu cepat.
Wanita Indonesia digambarkan sebagai peribadi yang lembut dan penuh
dengan kehalusan, akan terlihat kurang baik jika harus meniru tari-tarian yang
dicontohkan orang barat itu. Cobalah untuk membuat dirimu mencintai tari-
tarian tradisional. Jangan lihat dari satu sisi saja, tapi lihatlah dari berbagai

ix
sisi bahwa banyak nilai positif jika kita lebih memilih dan menyukai tarian
dari Indonesia. Jangan takut dianggap sebagai orang yang tidak ‘Modern’
hanya karena lebih memilih untuk mempertahankan budaya tari Indonesia.
Tapi harusnya orang yang masih mempertahankan budaya inilah yang
dibanggakan. Di zaman sekarang sudah sangat jarang ditemui anak-anak
muda yang ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya. Hanya beberapa
saja, yang masih melestarikannya dan kebanyakan mereka adalah anak muda
yang tinggal di pedesaan.
Permainan Tradisional pun tidak luput dari dampak globalisasi. Dengan
kemajuan teknologi yang modern, anak-anak lebih senang bermain dengan
alat-alat canggih dibandingkan bermain dengan permainan tradisional atau
teman sebayanya. Dampak yang terjadi dari kedekatan anak-anak terhadap
teknologi cukup menjadi masalah yang panjang. Anak-anak yang sering
bergaul dengan alat-alat kesukaanya seperti Laptop, PSP, Robot canggih dan
sebagainya. Akan mempengaruhi Psikologis dalam kehidupannya. Anak ini
akan cenderung tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, tidak percaya diri
dalam bergaul dengan teman sebaya dan akan mengalami dampak kecanduan
jika terlalu sering menggunakan permainan-permainan canggih tersebut.
Dalam kehidupan sehari-haripun pengaruh globalisasi sudah cukup
terlihat. Budaya gotong-royong antar sesama rupanya kini mulai memudar.
Saat ini kebanyakan orang lebih memilih untuk hidup secara individual atau
hidup masing-masing tanpa memperdulikan orang terdekatnya disekitarnya.
Padahal budaya gotong-royong dalam bermasyarakat sangat dibutuhkan,
selain manfaatnya untuk memperingan melakukan suatu pekerjaan, juga dapat
mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.
Jika budaya ini hilang, bagaimana cara untuk mempererat kesatuan antar
sesama. Perselisihan akan sering terjadi karena keegoisan masing-masing
yang lebih mementingkan diri sendiri tanpa peduli terhadap orang lain.
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup sendiri dan
membutuhkan peran orang lain. Peran sebagai saudara bersama inilah yang
dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

x
2.5 Menyikapi Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa
Arus globalisasi sangat kuat maka harus diantisipasi dengan bijaksana.
Dengan demikian dapat diadakan untuk memperkecil dampak negatif serta
memperkaya wawasan, sehingga mewakili kesiapan menerima dampak
positif. Hal yang paling dikhawatirkan atas derasnya arus globalisasi adalah
memudarkan kepribadian bangsa atau jati diri bangsa. Upaya-upaya
pembangunan jati diri bangsa Indonesia, termasuk didalamnya penghargaan
nilai budaya dan bahasa, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan dan cinta
tanah air yang dirasakan semakin memudar dapat disebabkan oleh beberapa
faktor.Dalam kenyataannya didalam struktur masyarakat terjadi ketimpangan
sosial, baik dilihat dari status maupun tingkat pendapatan. Kesenjangan sosial
yang semakin melebar itu menyebabkan orang kehilangan harga diri. Budaya
lokal yang lebih sesuai dengan karakter bangsa semakin sulit dicernakan
sementara itu budaya global lebih mudah merasuk.
Ada juga beberapa cara untuk menyikapi pengaruh globalisasi terhadap
budaya bangsa, antara lain:
1. Memberi Pendidikan Kebudayaan
Jati diri bangsa dan kepribadian bangsa akan diukur oleh perilaku-
perilaku individu dalam masyarakat. Kita hindari nilai kepribadian yang
dapat merusak identitas dan jati diri bangsa, antara lain sebagai berikut :
a. Perilaku ketergantungan pada narkoba
b. Perilaku seks bebas
c. Perilaku premanisme
d. Perilaku hedonis
Adapun pendidikan kebangsaan dapat diberikan melalui :
a. Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia
b. Program muatan lokal
Yang dimaksud muatan lokal adalah program pendidikan
yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan
alam, sosial, budaya dan kebutuhan daerah yang perlu diajari oleh
murid. Dalam hal ini kurikulum akan memberi perhatian serius

xi
tentang pembelajaran yang perlu ditonjolkan di suatu daerah
antara lain :
1) Adanya pelajaran bahasa daerah
2) Masuknya pelajaran kesenian daerah
3) Budidaya industri di suatu daerah
2. Pelestarian Budaya Bangsa
Keragaman budaya merupakan sesuatu yang menjadi cir khas nilai-
nilai kemanusiaan. Bahkan apabila ada upaya untuk meninggalkan ciri
khas tersebut tentu akan mendapat penolakan masyarakat. Untuk itu
perlu adanya dukungan terhadap upaya-upaya yang mengarah pada
pelestarian budaya bangsa.
3. Pemberdayaan Organisasi Kepemudaan
Generasi muda memiliki potensi berupa daya serap yang tinggi dan
sarat akan kritikan. Generasi muda memiliki kepentingan yang sangat
besar dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Generasi mudalah
yang paling menentukan kehidupan suatu bangsa, pada hari ini dan hari
esok.

xii
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari uraian dan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
dampak globalisasi kenyataannya sangat berpengaruh terhadap perilaku dan
budaya masyarakat Indonesia dimana fenomena peng- globalan dunia harus
disikapi dengan arif dan positif thinking karena globalisasi dan modernisasi
sangat diperlukan dan bermanfaat bagi kemajuan. Namun kita tidak boleh
lengah dan terlena, karena era keterbukaan dan kebebasan itu juga
menimbulkan pengaruh negatif yang akan merusak budaya bangsa. Menolak
globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu berarti menghambat kemajuan
ilmu pengetahwan dan teknologi. Akan tetapi perlu kecerdasan dalam
menyaring efek globalisasi. Akses kemajuan tehnologi informatka dan
komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai pelestari dan pengembang nilai-nilai
budaya lokal.Jati diri daerah harus terus tertanam dijiwa masyarskat
Indonesia, serta harus terus, meningkatkan nilai-nilai keagamaaan.

3.2 Saran
Sebagai generasi yang pandai, harusnya kita mampu dan siap untuk
menghadapi pengaruh globalisasi. Pengaruh negatif atau positif itu tergantung
individu yang mengartikan sendiri. Sebagai pribadi yang unggul dan cerdas
pasti akan tahu apa yang akan dilakukan dengan memanfaatkan globalisasi
ini. Karena banyak juga yang di dapat dari globalisasi jika kita mampu
memanfaatkannya dengan baik, hasil yang kita dapatkan akan baik juga.
Begitupun sebaliknya, jika kita memanfaatkan dengan tidak baik, hasil yang
di dapat juga tidak akan baik.
Apapun boleh kita manfaatkan selama berpengaruh baik terhadap diri kita,
orang lain, bangsa, dan tentunya juga Negara. Apalagi untuk memajukan
budaya bangsa, itu merupakan suatu tindakan yang mulia dan sangat berjasa
untuk sebuah negara.

xiii
DAFTAR PUSTAKA

http://samada04.blogspot.com/2017/01/makalah-cara-mengatasi-globalisasi.html

xiv