Anda di halaman 1dari 9

PERAWATAN MESIN KAPAL

PENGERTIAN PERAWATAN DAN TUJUAN PERAWATAN


Perawatan adalah kombinasi dari semua tindakan yang dilakukan dalam rangka
mempertahankan atau mengembalikan suatu kondisi yang dapat diterima dan berfungsi seperti
sediakala atau paling tidak mendekati sehingga kegiatan produksinya dapat berjalan dengan lancar
(mesin dan peralatannya paling tidak mencapai umur ekonomisnya dan menghindari kemacetan serta
kerusakan sekecil mungkin) sehingga pabrik/kapal dapat tetap beroperasi secara efektif, efisien,
produktif, dan tepat waktu sesuai dengan yang telah direncanakan, (Maimun, 2004).
Menurut Suharto, (1991) perawatan adalah suatu usaha untuk memelihara keawetan dan
kesempurnaan dari suatu perlengkapan, dimana perlengkapan tersebut harus selalu dalam keadaan
baik dan siap pakai. Sedangkan menurut Ardiyos (1996), perawatan adalah suatu usaha untuk
memelihara keawetan dan kesempurnaan dari alat perlengkapan , agar alat perlengkapan tersebut
selalu berada dalam keadaan baik, benar, dan siap pakai
TUJUAN PERAWATAN MOTOR / MESIN
Adapun tujuan perawatan adalah sebagai berikut :
1. Memperpanjang masa pakai barang ( motor/mesin )
2. Menjamin kesiapan peralatan kerja
3. Menjamin keselamatan kerja
4. Menjamin kesiapan alat bila sewaktu – waktu diperlukan
5. Biaya diperendah untuk memperoleh keberuntungan.
6. Biaya diperendah untuk memperoleh kuntungan.
PENTINGNYA PERAWATAN
Kemajuan penelitian di bidang teknik telah melahirkan motor diesel modern yang
eksistensinya semakin diperlukan disegala bidang, terutama bidang – bidang yang memerlukan
tenaga penggerak besar (V. L Maleev, ME. Dr. A.M dan Bambang Priambodo, 1986). Eksistensi
motor diesel ini dapat dipertahankan sampai batas waktu yang ditetapkan apabila dirawat secara
seksama.
JENIS KEGIATAN PERAWATAN
Pekerjaan pemeliharaan agar efektif harus dilakukan secara menyeluruh dan teratur. Perlu
suatu jadwal terperinci mengenai bagian-bagian mesin induk, agar memudahkan dalam pelaksanaan
kegiatan perawatan. Jarak dan waktu (interval) dalam melakukan perawatan hanya merupakan
standar umum.
Perawatan mesin terbagi dalam jarak dan waktu (interval). Adapun jenis pemeliharaan
tersebut meliputi :
1. Perawatan harian
2. Perawatan periodik
3. Perawatan berkala

PERAWATAN HARIAN
1. Pemeriksaan tangki harian bahan bakar
Pemeriksaan ini untuk mengetahui jumlah pemakaian bahan bakar dan kemungkinan
terdapatnya kebocoran pada tangki. Tangki ini harus dikontrol setiap hari untuk membuang air atau
kotoran yang mengendap di dasar tangki
Isi tangki tidak boleh kurang dari ukuran yang ditentukan, agar kotoran tidak terbawa masuk
kedalam mesin. Untuk mengetahui kapasitas tangki dapat dilihat pada sisi tangki pada gelas
penduga. Untuk membuang kotoran atau air yang mengendap dapat dilakukan pada bagian bawah
tangki.
2. Pemeriksaan keadaan minyak pelumas
Beberapa tujuan pelumasan adalah sebagai berikut
a. Mengurangi keausan pada benda yang bergerak atau saling bergesekan
b. Mendinginkan permukaan dengan membawa pergi panas yang dibangkitkan oleh
gesekan
c. Membersihkan permukaan dengan mencuci bersih butiran logam yang dihasilkan dari gesekan
Agar tujuan pelumasan dapat tercapai, pemeriksaan minyak pelumas ini perlu di lakukan.
Keadaan minyak pelumas pada bagian-bagian yang dilumasi perlu diperiksa setiap harinya.
Penambahan minyak pelumas perlu dilakukan apabila ada kekurangan, dan dilakukan penggantian
apabila keadaan minyak pelumas tidak sesuai lagi dengan standar yang ditetapkan.
3. Pemeriksaan sirkulasi air pendingin
Menurut Soejanto (1982), pendinginan dimaksudkan untuk menjaga agar suhu dari dari
bagian motor tidak terlalu tinggi, akibat pembakaran bahan bakar atau gesekan dari bagian-bagian
yang bergerak antara satu dengan yang lainnya.
Agar terjadi pendinginan yang baik, air pendingin harus dapat kontak langsung terhadap
permukaan-permukaan yang didinginkan. Kontak ini dapat terganggu bila ada yang menghalangi,
misalnya :
a. Karat, lumpur,garam, kotoran-kotoran dan lainnya
b. Gelembung udara.

PERAWATAN PERIODIK
1. Perawatan setiap 50-250 jam kerja
Perawatan periodik adalah perawatan yang dilakukan menurut batas waktu yang ditentukan,
dan biasanya mengikuti petunjuk dari buku manual. Perawatan periodik ini biasanya dilakukan setiap
50-250 jam kerja. Adapun jenis-jenis perawatan periodik adalah sebagai berikut :
a. Membersihkan saringan bahan bakar.
b. Membersihkan elemen saringan minyak pelumas
c. Penggantian minyak pelumas
d. Pemeriksaan air pendingin
2. Perawatan setiap 500-1000 jam kerja
Pemeriksaan dan perawatan yang dilakukan antara lain :
a. Mengganti elemen saringan bahan bakar
b. Mengganti elemen saringan oli
c. Periksa clearence katup kepala silinder.

PERAWATAN BERKALA
Perawatan berkala adalah perawatan yang dilakukan secara teratur atau rutin diantaranya
adalah :
a. Memeriksa minyak pelumas setiap kali sebelum mesin start
b. Gantilah minyak pelumas sesudah dipakai 250 jam kerja, kecuali mesin yang masih baru
atau selesai direparasi besar-besaran (over haul), penggantian minyak pelumas dilakukan
setelah 60 jam pertama.

Penggantian minyak pelumas dilakukan dangan terlebih dahulu membuang minyak pelumas
yang lama dengan jalan membuka baut pembuangnya pada waktu motor masih panas atau setelah
motor berhenti bekerja. Disamping itu minyak pelumas juga harus dikeluarkan dari dalam saringan
dan pendingin minyak pelumas. Apabila diperlukan ganti kertas saringannya.

PERAWATAN SISTEM PELUMASAN


Buanglah minyak pelumas setiap 600 jam dan bersihkan bak tersebut dengan menggunakan
pompa minyak, sampai benar-benar bersih, kemudian isi minyak pelumas kembali sesuai dengan
ukuran yang telah ditentukan. Pada saat mengganti kertas saringan minyak lumas seperti telah
diterangkan diatas.
Tekanan minyak pelumas, apabila tekanan minyak pelumas tidak dapat mencapai bilangan
yang diisyaratkan oleh pabrik pembutannya, matikanlah mesin dan lakukanlah pengecekan seperti
hal dibawah ini :
1. Mengecek isi minyak pelumas didalam bak, apakah isi minyak pelumas didalam bak cukup atau
tidak .
2. Mengecek apakah terjadi kerusakan pada pipa, alat pengukur tekanan minyak pelumasnya atau
tidak
3. Mengecek apakah terjadi kebocoran minyak pelumas dari saluran-salurannya atau tidak
4. Mengecek apakah pompa minyak pelumas bekerja dengan baik atau tidak
5. Mengecak apakah alat pengatur tekanan minyak pelumas bekerja dengan baik atau tidak
6. Mengecek pegas tekanan minyak pelumas apakah masih berfungsi dengan normal atau tidak.

PERAWATAN SISTEM BAHAN BAKAR


1. Saringan bahan bakar
Bersihkan saringan dari debu, air atau endapan lainnya setiap 250 jam kerja, gantilah elemen
saringan dengan yang baru setiap 1.000 jam kerja, saringan pipa isap pompa bahan bakar, dimana
saringan tersebut harus dibersihkan setiap 250 jam.
2. Pembuangan udara
Pembuangan udara didalam bahan bakar sangat mengganggu kelancaran dan menyebabkan
mesin susah untuk distar. Oleh karena itu, udara harus dikeluarkan dari saluran bahan bakar,
terutama apabila terasa ada gejala gangguan.

TEKNIK PERAWATAN MOTOR INDUK


Perawatan motor induk adalah kegiatan untuk mencegah dan menanggulangi kerusakan.
Tujuannya agar motor dapat beroperasi secara terus menerus tanpa mengalami gangguan ataupun
kerusakan, serta untuk memperpanjang umur pakai motor.
Menurut Wiranto A. dan Koiche, Tsuda (1983), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam teknik perawatan motor antara lain :
1. Berpikir sebelum bertindak
Sebelum melakukan suatu perawatan dan perbaikan, sebaiknya perhatikan gejala atau tanda–
tanda kerusakan dengan teliti. Jangan tergesa–gesa atau ceroboh, tetapi harus direncanakan
terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan.
2. Pencegahan masuknya kotoran
Sebagai kepala kamar mesin (KKM), perwira serta anak buah kapal (ABK) mesin apabila
melakukan suatu pembongkaran mesin maka kebersihan adalah faktor utama yang sangat perlu
diperhatikan.
3. Bagian–bagian mesin diperlakukan dengan hati – hati
Dalam melakukan suatu pembongkaran atau perbaikan suatu mesin yang paling pokok perlu
diperhatikan adalah penggunaan kunci–kunci sesuai dengan fungsinya. Hal ini dimaksudkan agar
dalam melakukan pembongkaran atau perbaikan tidak akan menimbulkan kerusakan pada
komponen mesin yang dibongkar.
4. Pekerjaan yang sempurna
Pada saat melakukan kegiatan perawatan atau perbaikan, gunakanlah peralatan sesuai dengan
fungsinya tidak merusak dan tidak mencelakakan serta pekerjaan dapat selesai denganmudah,
cepat dan sempurna.
Perawatan dan Perbaikan Mesin
Suatu aktifitas dan perbaikan mesin yang perlu dilaksanakan terhadap seluruh obyek
baik teknis, meliputi seluruh material atau benda yang bergerak atau tidak bergerak
sehingga material tersebut dapat dipakai dan berfungsi dengan baik serta selalu
memenuhi persyaratan Standar Internasional dan non teknis. Meliputi manajemen
dan sumber daya manusia agar dapat berfungsi dengan baik.

Kegiatan yang diperlukan untuk mempertahankan manajemen dan material sampai


pada suatu tingkat kondisi tertentu.

Segala macam kegiatan yang ditunjukan untuk menjaga agar kapal selalu berada
dalam kondisi baik laik laut dan dapat dioperasikan untuk pengangkutan laut pada
setiap saat degan kemampuan diatas kondisi minimum tertentu

Tujuan Perawatan Dan Perbaikan Mesin


A. Mengoptimalkan daya dan hasil material sesuai fungsi dan manfaatnya.
B. Mencegah terjadinya kerusakan berat serta mendadak
C. Mencegah turunya efisiensi
D. Mengurangi pengangguran waktu yang berarti menambah hari - hari kerja kapal
E. Mengurangi jumlah perbaikan dan waktu perbaikan saat kapal dok tahunan
F. Menambah pengetahuan awak kapal dan mendidik agar mempunyai tanggung
jawab kerja

Metode Perawatan Dan Perbaikan

 Sistem Perawatan Terencana ( Planel Maintenance Sistem )

Adalah rencana perawatan pada mesin dan permesinan bantu secara berkala baik
harian, tiga harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, dan seterusnya
atau berdasarkan jam kerja mesin / permesinan

 Sistem Perawatan Insidentil

Adalah perawatan / perbaikan yang dilakukan diluar jadwal yang telah tersusun,
dikarenakan adanya kerusakan atau tidak optimalnya bagian - bagian mesin /
permesinan.
Cata Kerja, Konstruksi Dan Penataan Permesinan

 Cara kerja permesinan harus berdasarkan buku panduan mesin itu sendiri,
walaupun secara umum mungkin sama, namun tetap mesin mempunyai
karakter masing - masing.
 Konstruksi dan penataan permesinan harus sesuai dengan kondisi/situasi
ruang mesin, keseimbangan besarnya kapal dengan tenaga mesin dan
ketersediaan tempat dikamar mesin

Persiapan Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan

1. Metode perawatan termasuk metode rutin / terjadwal atau insidentil


2. Jenis kerusakan / perawatan yang akan dilakukan
3. Keadaan material yang akan dilaksanakan perawatan / perbaikan
4. Ketersediaan suku cadang
5. Ketersediaan waktu pelaksanaan
6. Koordinasi dengan departemen lain, dan dengan pihak manajemen

Perawatan Motor Induk

1. Disesuaikan dengan jumlah jam kerja material dan metode perawatan


2. Lakukan perawatan, pemeriksaan, pengukuran, perbaikan, atau penggantian
material sesuai jam kerja
3. Dari pengecekan fisik, dapat diambil keputusan material yang dirawat,
diperbaiki, atau diganti walau jam kerja belum terpenuhi / belum waktunya.
4. Pelaksanaan Perawatan dan Perbaikan :

Pembersihan, pemeriksaa, pengukuran, penganalisaan, penggantian material atau


pengecekan fisik
Tahap pertama : Top Overhaul yang meliputi material, kepala silinder, penekan katup
lengkap, batang pendorong, katup isap dan buang, katup udara berjalan.
Tahap Kedua : Major Overhaul, yang meliputi torak dan ring torak, batang torak,
poros engkol, poros nok dll
Perawatan Diesel Generator

1. Secara umum sama dengan perawatan motor induk


2. Penggantian filter dan lub oil

Perawatan Ketel Uap

 Ketel uap adalah tabung / bejana air yang dipanaskan dan menghasilkan uap
panas yang bertekanan dan mampu menjadi sumber tenaga untuk
menggerakan pesawat uap
 Ketel Uap dibagi menjadi dua jenis yaitu :

Ketel Pipa Api : Ketel dengan pemanas didalam pipa dan air yanf dipanaskan diluar
pipa
Ketel Pipa Air : Ketel dengan air yang dipanaskan berada didalam pipa dan api yang
memanaskan berada diluar pipa

 Ketel uap menjadi pesawat bantu apabila motor induk menggunakan mesin
diesel. Namum menjadi pesawat utama / Ketel Uap Induk, bila ketel uap
menjadi penggerak utama dan juga menjadi pesawat bantu
 Apendasi ketel pipa api dan pipa air adalah sama, hanya pada ketel pipa air
ada katup uap tekanan lanjut. Kesamaan itu antara lain :

1. Katup uap utama


2. Katup Keamanan
3. Katup cerat udara
4. Katup pengisian air ketel
5. Katup kontrol permukaan air ketel 2 set dll

 Perawatan Ketel Uap yang Utama :


1. Perawatan pompa pengisian air ketel uap
2. Perawatan pengatur BBM
3. Perawatan bak penampung air pengisian ketel uap
4. Perawatan pompa air kondensat uap bekas
5. Perawatan sistem pipa uap, pipa air, pipa BBM, pipa udara dll

Perawatan pada Mesin Bantu

 Pesawat - pesawat bantu yang dimaksud adalah seluruh permesinan, pesawat


- pesawat penggerak, peralatan - peralatan dalam sistem yang berfungsi
pengganti pesawat yang semuanya berfungsi penunjang pengoperasian kapal.

 Pesawat / Mesin Bantu tersebut :

-Kompresor Udara Penjalan :


Untuk memproduksi udara bertekanan 8 atm - 30 atm yang digunakan untuk
menggerakan motor induk maupun motor bantu dan katup pneumatik lainya
dibutuhkan perawatan sebagai berikut :

1. Periksa, kalibrasi low Pressure dan High Pressure Manometers, agar tetap
dalam kondisi baik
2. Perawatan dan perbaikan sesuai jam kerja dan material harus betul
diperhatikan secara periodis
3. Pastikan LP dan HP valve dalam keadaan baik yaitu pada bagian spring dan
yang lainya harus dalam kondisi baik
4. Bersihkan air cooler secara berkala
5. Penceratan udara sebelum dan sesudah menjalankan kompressor

-Pompa Air Laut dan Pendingin Motor Induk


-Purifier
-OWS
Perawatan Pipa - Pipa

 Perawatan pipa meliputi kondisi pipa yang sudah berkarat harus di ganti atau
di las agar tidak bocor, kondisi sambungan atau plands harus menggunakan
packing sesuai jenis - jenis pipanya.
 Pipa juga harus di cat agar tidak mudah berkarat
 Warna - warna cat pipa di Engine Room antara lain :

Cat Merah = BBM ( Bahan Bakar Minyak )


Cat Hijau Tua = Air laut
Cat Abu-abu = Udara / Angin
Cat Biru = Air tawar
Cat Kuning = Oil / Pelumas
Cat Hitam = Air got / bilge
Perawatan Poros Baling - baling :

1. Intermediet saft ( Bantalan Penerus Saft ) harus berpendingin yang cukup atau
normal dengan menggunakan pelumas oil atau gemuk dll
2. Baut - baut bantalan penerus saft diperiksa dan dikencangkan secara periode
3. pipa - pipa air pendingin di stern tube di periksa agar bekerja dengan baik

Perawatan Mesin - Mesin Deck

Mesin Deck Meliputi :

1. Crane Kargo / Mesin kontrol


2. Mesin Jangkar / Anchor windlass
3. Mooring winch