Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

PERAWATAN DAN PERBAIKAN

JUDUL LAPORAN : SMPS

KELAS/GROUP : TT 5B / KELOMPOK 2

NAMA : DINI ASYIFA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2019
I. Pengertian SMPS
Switch-Mode Power Supply (SMPS) adalah jenis Power Supply
yang langsung menyearahkan (rectify) dan menyaring (filter) tegangan
Input AC untuk mendapatkan tegangan DC. Tegangan DC tersebut
kemudian di-switch ON dan OFF pada frekuensi tinggi dengan sirkuit
frekuensi tinggi sehingga menghasilkan arus AC yang dapat melewati
Transformator Frekuensi Tinggi.

Gambar 1. SMPS pada Monitoring Tabung/CRT.

Pada SMPS ini, power factor correction diletakkan pada bagian output dari
rectifier dengan menggunakan Boost converter. Boost converter bekerja pada
kondisi tidak kontinyu, karena dalam kondisi tidak kontinyu tidak muncul arus
balik (IRR) pada komponen diode dari boost converter, sehinga diode yang lebih
murah dapat digunakan. Selain itu pada kondisi tidak kontinyu mengakibatkan rugi
I2R rendah dan ripple arus yang rendah mengakibatkan rugi inti di inductor rendah.
Boost converter ini dihubungkan seri dengan buck conveter untuk
supply beban 24 V/ 60 W. Boost converter sebagai power factor correction
(PFC) di desain menghasilkan tegangan output sebesar 50 V dan arus 3 A.
Sedangkan buck converter di desain menghasilkan tegangan keluran 24 V
dengan arus 2,5 A.
II. Prinsip – prinsip Kerja dalam SMPS
a. Penyearah
Tegangan keluaran dari trafo masih berupa pulsa-pulsa
frekwensi tinggi dan kemudian dirubah menjadi tegangan dc
menggunakan diode penyearah dan filter elco.
b. Konverter
Merubah tegangan dc menjadi tegangan keluaran yang
sesuai dengan kebutuhan.
c. Regulasi
Membuat agar besarnya tegangan keluaran stabil terhadap
perubahan tegangan masukan dan perubahan beban.
d. Isolasi
Mengisolasi bagian sekunder dari bagian primer, dengan
tujuan agar chasis bagian sekunder kalau dipegang tidak timbul
bahaya kena sengatan listrik.
e. Proteksi
Mampu melindungi peralatan dari tegangan keluaran yang
over dan melindungi power supply dari kerusakan jika terjadi suatu
kesalahan.
III. Diagram blok SMPS
Dari uraian prinsip – prinsip kerjadalam SMPS seperti diatas, kita dapat
membuat diagram blok SMPS seperti dibawah ini:

Gambar 3.1 Diagram Blok SMPS

a. Bagian Penyearah : Disini tegangan masukan dari listrik ac 220v


disearahkan menjadi tegangan dc menggunakan diode bridge dan 3
buah elco filter besar yaitu sebuah elco 480V680UF dan 2 buah elco
250V2200UF.
b. Bagian Pencacah: Tegangan masukan dc dicacah dengan
menggunakan “power switch on-off ” sehingga menghasilkan
tegangan pulsa-pulsa dc dengan frekwensi tinggi. SMPS mesin las
Inverter umumnya bekerja pada frekwensi sekitar 50Hz hingga
60Hz. Sebagai power switch dapat menggunakan IC K2611,
IRFZ24N dan IRF9Z24N.
c. SMPS Controller driver : sebagai pembangkit pulsa PWM (Pulse
Wave Modulation). Sebagai sinyal drive untuk pencacah digunakan
IC PC 817 yang berisi rangkaian osilator dan PWM sebagai
pembangkit pulsa-pulsa PWM. Ada rangkaian SMPS yang tidak
menggunakan SMPS controller driver, dalam hal ini transistor
power switching dibuat agar dapat bekerja dengan cara “ber-osilasi
sendiri”
d. Trafo switching : Tegangan dc yang telah dicacah mempunyai
karakteristik seperti tegangan ac sehingga dapat dilewatkan sebuah
trafo atau induktor untuk dinaikkan ataupun diturunkan
tegangannya. Pada rangkaian ini menggunakan trafo E25 15:15
e. Penyearahan dan filtering tegangan keluaran : Tegangan keluaran
dari trafo masih berupa pulsa-pulsa frekwensi tinggi dan kemudian
dirubah menjadi tegangan dc menggunakan diode penyearah dan
filter elco.
f. Loop umpan balik : untuk membuat tegangan keluaran agar stabil.
Sirkit loop umpan balik dari tegangan keluaran B+ ke bagian primer
digunakan untuk mengendalikan PWM.
g. Rangkaian komparator atau pembanding : sebagai “error detektor”.
Sebuah sirkit komparator pada bagian sekunder dipakai untuk
mendeteksi jika terjadi perubahan tegangan keluaran B+.
Komparator bekerja dengan cara membandingkan tegangan
keluaran B+ dengan sebuah tegangan “referensi” (biasanya berupa
tegangan diode zener 6.8v). Output komparator berupa arus yang
kemudian diumpan balikkan ke bagian primer melalui sebuah photo
coupler. Kopling menggunakan photocouler bertujuan untuk meng-
isolagi ground bagian primer yang menyetrum jika dipegang (HOT
chasis) dengan ground bagian sekunder (COLD chasis).

IV. Keuntungan SMPS


Power supply yang melakukan konversi daya melalui komponen-
komponen yang bersifat rendah rugi-daya-nya (low loss components)
seperti kapasitor, induktor, dan transformator dan yang memakai
switch-switch yang selalu dalam kondisi on atau off.

Keuntungan menggunakan power supply switching adalah konversi


daya yang dapat dilakukan dengan kebocoran daya yang minimal,
artinya efisiensinya tinggi. Seperti contoh di atas, efisiensinya mencapai
80%, artinya daya output adalah 80% dari daya input. Jika inputnya 100
watt, maka outputnya 80 watt. SMPS lainnya dapat mencapai efisiensi
hingga 91%.

V. Kelemahan SMPS
SMPS juga memiliki beberapa kelemahan jika dibandungkan dengan power
supply linear yaitu :
1. Karena menggunakan komponen lebih banyak, jika terjadi kegagalan

akan mempengaruhi banyak komponen. misalnya: SMPS tersambar


petir.
2. Dengan banyaknya tipe rangkaian yang digunakan dalam desain SMPS
seperti osilator, umpan balik/ feedback, proteksi, startup dll maka ketika
terjadi masalah dapat menyebabkan komplikasi yang menyulitkan
dalam troubleshooting dan memperbaiki SMPS.
3. Beberapa suku cadang harganya mahal dan susah dicari di pasaran
misalnya: FET power, IC power dan trafo switch mode.
4. Interferensi elektromagnetik (Electromagnetik interference/ EMI) yang
dibangkitkan oleh SMPS, jika tidak dilindungi dengan baik dapat
menyebabkan komputer atau perangkat lain terkena
masalah intermittent.
5. Tegangan induksi yang kuat dapat kembali ke jaringan sehingga
mengganggu sumber tegangan bagi perangkat lain yang letaknya
berdekatan.

VI. Penggunaan SMPS


Saat ini, SMPS sudah banyak digunakan dipiranti elektronik karena
memiliki sistem proteksi dan efisiensi yang baik.Contoh
penggunaannya adalah digunakan pada VCD Player, TV dan tape
recorder bahkan pada handphone.

VII. Kesimpulan
SMPS merupakan sebuah tipe atau jenis power supply yang sudah
banyak digunakan saat ini. Power supply jenis ini memiliki efisiensi
sangat besar, hingga 91%. Pada dasarnya, power supply jenis ini
emnggunakan komponen utama berupa transformator switching dan
rangkaian PWM serta terdapat rangkaian protektor.

Beri Nilai