Anda di halaman 1dari 30

PANDUAN PEMBELAJARAN

MODUL SENI BUDAYA/SENI MUSIK


SMPN 2 DUMAI
KELAS VII

2011

SYARLI ASEP.S.SN
1. SENI MUSIK

Setiap manusia memiliki kecendrungan untuk menyukai


musik. Apakah rasa suka itu karena faktor genetik
(mungkin karena orang tuanya adalah seorang musisi),
atau semata-mata karena lingkungan sekitarnya suka
menghidupkan lagu-lagu lewat kaset atau compact disk
(CD) atau bisa juga karena sering menonton sebuah konser
musik.

Kesukaan se-seorang terhadap musik juga bervariasi


praktisinya. Ada yang bisa mengolah suaranya / bernyanyi,
ada yang hanya bisa memainkan alat musik, ada yang bisa
menciptakan lagu saja, dan paling rendah hanya bisa
mendengarkan musik saja. Artinya musik bukanlah hal
yang asing bagi setiap orang, apalagi pelajar.

Dalam musik banyak sekali aliran/genre yang bisa


dikonsumsi oleh masyarakat. Mulai dari yang paling
romantis sampai pada aliran musik yang sangat keras. Dari
musik yang memiliki vokal sampai kepada musik yang
hanya suara alat musik saja.

Pada kelas ini kita berusaha untuk mengenal apa yang


menyebabkan musik tersebut terbentuk, kenapa ada
alunan irama yang begitu indah, apa kekuatan setiap
musisi hingga dapat menghasilkan karya musik yang
sangat monumental. Modul yang sedang kita pegang ini
akan mencoba menuntun kita kearah pemahaman musikal
yang lebih baik.

Pengertian seni musik:

Adalah suatu cabang seni abstrak yang terbentuk dari bunyian


teratur yang di wujudkan kedalam media suara dan alat
(instrument).

Keteraturan bunyi disebut juga dengan NADA. NADA memiliki


waktu, yang disimbolkan dengan NOT.

Semua not berada dalam sebuah garis yang disebut dengan


GARIS PARA NADA

2
NADA juga memiliki tingkatan yang disebut dengan INTERVAL.
Sehingga nada itu tidak hanya satu, tapi lebih kurang 12 nada.

A. NOTASI/ NOT/ TITI NADA

Not terdiri dari beberapa bagian,

a. Kepala

b. Tongkat

c. Bendera

Nilai notasi yang sering dipakai adalah:

BER NILAI 4 KETUKAN


BER NILAI 2 KETUKAN

BER NILAI 1/2 KETUKAN


BER NILAI 1 KETUKAN

BER NILAI 1/4 KETUKAN

3
LATIHAN PERTAMA

Tuliskan bentuk not diatas kedalam kolom ini sampai ujung kolom dengan
menggunakan pensil

4
B. GARIS PARA NADA

Notasi diatas tidak akan dapat kita pahami sebagai


simbol musik kalau belum kita letakan paa garis para nada.

Garis para nada memiliki jarak yang sama, ini sesuai


dengan keteraturan bunyi tadi. Garis para nada berjumlah 5.
Namun dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan bermusik
kita sebagai seorang seniman intelektual. Jarak antara garis
dengan garis disebut spasi. Digari-garis tersebut terdapat
nada-nada, spasi yang terdapat dalam garis para nada juga
terdapat nada-nada.

Mari kita perhatikan garis para nada dibawah ini :

Garis para nada ini hukumnya wajib kita hafal, agar disaat
kita ingin mengekspresikan diri melalui musik, tidak ada
kendala. Sebab di garis ini lah pokok perkara dalam bermusik.
Setiap seniman musik yang berilmu tidak ada yang tidak
menghafal garis yang hanya berjumlah 5 buah ini.

Untuk hafalan yang pertama adalah Membaca Garis Dari


Bawah Keatas !!,

Garis yang paling bawah adalah garis 1 (pertama), diatasnya


garis ke 2 (dua), diatasnya lagi garis ke 3 (tiga), diatas garis
ketiga adalah garis ke 4 (empat) lalu yang terkhir atau garis
paling atas adalah garis ke 5 (lima).

(ulangi mengingatnya agar tidak lupa !!)

5
Setelah kita menghafal 5 (lima) buah garis para nada tadi,
maka langkah selanjutnya kita juga mesti mengingat jarak
antara garis dengan garis atau SPASI.

Antara Garis ke 1 dengan garis ke 2, disebut spasi ke 1

Antara garis ke 2 dengan garis ke 3 disebut spasi ke 2

Antara garis ke 3 dengan garis ke4 disebut spasi ke 3

Antara garis ke 4 dengan garis ke 5 disebut spasi ke 4

Demikianlah jumlah garis dan spasi yang terdapat dalam


garis para nada yang terdiri dari 5 (lima) buah garis dan 4
(emapat) spasi.

(tidak usah terburu-buru memahaminya, kalau ragu ulangi


menghitungnya kembali, dan kalau masih tetap ragu, silahkan
acung kan tangan, tanyakan pada guru yang bersangkutan…
sebab ini merupakan dasar dari pada proses pembelajaran
seni musik yang sesungguhnya)

6
C. TANDA KUNCI

Tanda kunci merupakan hal yang sangat penting dalam


membuat/memainkan sebuah karya musik yang berkualitas.
Apa bila tidak ada tanda kunci maka akan sulit kita
mellihat/membaca nada-nada yang terdapat pada garis para
nada. Tanda kunci yang sudah di sepakati secara
internasional adalah

a. Kunci G

b. Kunci F

c. Kunci C

d. Kunci perkusi / alat pukul

7
Secara umum, 4 buah tanda kunci diatas adalah yang selalu
dipakai oleh setiap musisi atau seniman yang ada di dunia,
artinya yang sudah menjadi kesepakatan internasional
(konvensional).

Silahkan kembali ingat yang sering kita ucapkan saat main


gitar bersama kawan-kawan, kita sering sebut kunci A,
Aminor, kunci Cis, Kunci D, D minor, dan banyak lainnya.
Bahkan yang sangat menggelikan ada istilah kunci tegak…..

Perlahan namun pasti kita akan coba buka tabir gelap yang
sudah merecoki pikiran kita dengan istilah musik yang tidak
dipakai oleh orang awam.

KEGUNAAN MASING-MASING TANDA KUNCI

Tanda kunci ini sudah mulai dipakai sekitar tahun 1750


sampai sekarang. Masing-masing tanda kunci ini memiliki
fungsi yang berbeda. Untuk alat-alat yang melodis (biola,
flute, trumpet, oboe, saxophone,pianika, rekorder) diterapkan
pemakaian kunci G.

Untuk alat-alat yang bersuara berat/ bass seperti contra


bass, cello, trombone, tuba, gitar elektrik bass dipakai kunci
F.

Untuk alat-alat yang sedang dipakai kunci C, seperti Biola


alto. Untuk piano dan gitar akustik dipakai dua buah tanda
kunci yaitu kunci G dan kunci F. Alat-alat perkusi tetap
memakai tanda kunci khusus seperti no 4 diatas.

Setelah kita mengetahui nama, bentuk dan fungsi tanda


kunci tersebut, maka kita selama proses pembelajaran
ditingkat SLTA ini hanya akan menggunakan 2 buah tanda
kunci, yaitu kunci G dan F.

8
D. MENULISKAN DAN MENENTUKAN NADA-NADA DIGARIS
PARA NADA DENGAN MEMAKAI KUNCI G

Setelah kita mengenal unsur-unsur terjadinya suatu musik (


NOT,GARIS PARA NADA, TANDA KUNCI), maka mari
sekarang kita praktekkan teori tersebut.

Apa bila garis para nada masih dalam keadaan seperti ini

Maka kita belum dapat menetukan nada-nada yang ada,


sebab mesti kita tuliskan tanda kunci sebagai pengikat nada-
nada yang ada. Perhatikan cara pembuatan tanda kunci G
garis para nada dibawah ini.

Tanda kunci G ini di buat berawal dari garis ke 2, ini


menandakan bahwa nada ke 2 adalah nada G. nada ke 2 ini
tidak akan berubah nama nadanya yaitu nada G. satu garis
yang urutan kedua ini, berapa pun panjangnya tetap nadanya
G.

9
LATIHAN KEDUA

Tuliskan bentuk tanda kunci G kedalam kolom ini sampai ujung kolom dengan
menggunakan pensil

10
Apabila kita telah dapat menentukan nada ke 2 dari garis
para nada yang memakai tanda kunci G ini adalah ber-nada G,
maka nada selanjutnya akan dengan mudah kita tentukan.

Sebelumnya kita akan tuliskan nada-nada yang ada.

C–D–E–F–G–A–B–C

Kesepakatan ilmuan musik menyatakan bahwa urutan nada-


nada hanya yang ada diatas. Jadi kita tidak memakai abjad
Indonesia yang jumlah nya 26 buah. Dalam musik kita sudah
dibatasi hanya dengan 7 buah nada (nada C terakhir adalah
pengulangan dari siklus nada-nada. Jadi kalau kita teruskan
setelah C, adalah D-E….. dan seterusnya)

(boleh diam sejenak untuk memahami, apa bila sudah paham


silahkan lanjukan….)

Tadi kita telah dapat menentukan nada ke 2 dari garis para


nada yang ada tanda kunci G adalah nada G, yang mesti kita
ingat adalah nada G, maka nada-nada selanjutnya adalah :

F
D
B
G
E

11
Nada-nada diatas adalah nada-nada yang terdapat pada GARIS
saja, yaitu :

Garis ke 1 nadanya adalah E

Garis ke 2 nadanya adalah G

Garis ke 3 nadanya adalah B

Garis ke 4 nadanya adalah D

Garis ke 5 nadanya adalah F

12
Nada-nada tersebut akan tetap selamanya disana, artinya
nada-nada tersebut tidak akan berubah.

Untuk lebih memahami tentang nada-nada tersebut, marilah


kita mengingat nada-nada itu satu persatu dengan
memasukan bentuk notasi yang telah ada.

LATIHAN KE TIGA:

Silahkan anda tulis nama nada dibawah ini, apakah nadanya E-G-B-D-F pada
persegi disamping kanan:

13
Namun itu belum kita tentukan nada-nada yang ada pada
SPASI.

Mari kita perhatikan nada-nada yang ada pada spasi:

E
C
A
F

Nada-nada yang terdapat pada spasi adalah :

Spasi ke 1 nadanya adalah F

Spasi ke 2 nadnya adalah A

Spasi ke 3 nadanya adalah C

Spasi ke 4 nadanya adalah E

Maka dapat kita simpulkan bahwa nada-nada yang ada


dalam garis para nada dengan tanda kunci G dimulai dari
garis pertama sampai garis kelima digabungkan dengan nada-
nada spasi adalah :

E-F-G-A-B-C-D-E-F

14
Ilmu Harmoni : Pengertian dan
Dasar Ilmu Harmoni Dalam
Musik

Ilmu harmoni secara sederhana dapat diartikan sebagai ilmu yang


mempelajari harmoni. Harmoni adalah keselarasan. Dalam teori
musik, ilmu harmoni adalah ilmu yang mempelajari
tentangkeselarasan bunyi dalam musik.
Dalam beberapa bahasa, harmoni disebut armonía (Spanyol & Italia),
harmonie (Perancis dan Jerman), zusammenklang (Jerman).

Beberapa Pengertian Ilmu Harmoni


 Ilmu harmoni adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara
not/nada yang satu dengan nada yang lain pada saat didengarkan
secara bersama-sama, sering digambarkan sebagai dimensi vertikal
di dalam teori musik dimana melodi (cantus firmus atau
counterpoint) disebut sebagai dimensi horisontal.
 Ilmu harmoni adalah ilmu yang mengajarkan cara
mengkombinasikan atau menggabungkan not-not (nada-nada)
secara simultan (serentak atau bersamaan) untuk menghasilkan
akor (chord) dan mempelajari juga penggunaan akor secara berturut-
turut untuk mendapatkan progresi atau pergerakan akor.
 Ilmu harmoni adalah salah satu cabang teori musik yang
mempelajari cara menyusun suatu rangkaian not-not (nada-nada)
menjadi rangkaian akor, agar bunyi dalam musik menjadi selaras
dan enak didengar.
Dalam ilmu harmoni diajarkan tentang penggunaan nada secara
bersamaan sehingga menghasilkan akor yang sesuai dalam suatu
rangkaian atau jalinan pergerakan (progresi) pada suatu lagu,
sehingga secara keseluruhan lagu tersebut akan terdengar sebagai
musik yang selaras dan indah.
Sesuai dengan pengertian ilmu harmoni yang pertama di atas, dalam
musik barat, harmoni mengacu kepada aspek musik secara vertikal,
yaitu perpaduan beberapa nada dalam satu hitungan/ketukan secara
serentak/bersamaan. Hal ini harus dibedakan dengan ide atau
gagasan dalam musik yaitu melodi atau garis melodi lagu. Melodi
lagu disebut juga sebagai aspek horisontal di dalam musik.

15
Teori Ilmu Harmoni Dasar
Ada beberapa hal dasar yang perlu diketahui dalam ilmu harmoni.
Yang terutama adalah tonal system (sistem tonal) trisuara atau
triad. Jika kita menyusun tiga nada yang masing-masing berjarak
terts (terts besar (Major Third/M3) atau terts kecil (Minor Third/m3))
dari nada alasnya/nada rootnya atau kemudian sering disebut
sebagai nada bas, maka akan diperoleh akor yang disebut trisuara
atau triad. Konsep ini adalah konsep dasar pembentukan akor dalam
ilmu harmoni klasik.
Seorang komposer berpeluang juga untuk membentuk kemungkinan
kombinasi tidak berdasarkan susunan interval terts diatas. Seorang
komposer kontemporer saat ini membentuk struktur susunan nada
dalam sistem tonalnya pada interval kwart (Perfect Fourth/P4 dan
Augmented Fourth/A4), interval kwint (Perfect Fifth/P5 dan
Diminished Fifth/d5), interval second (Major Second/M2 dan Minor
Second/m2) dan lain sebagainya.
Sebagai landasan dalam tradisi musik yang diwariskan dari musik
barat, maka akor dalam tangga nada diatonis atau tangga nada
mayor yang disusun berdasarkan sistem tonal trisuara atau triad
akan membentuk akor mayor, akor minor, akor augmented dan akor
diminished. Masing-masing akor memiliki fungsi sesuai dengan jenis
dan posisinya pada tangga nada diatonis atau tangga nada mayor.
Untuk selanjutnya, akan saya bahas secara lebih mendalam tentang
pengertian akor berdasarkan fungsinya dalam satu tangga nada
diatonis/mayor pada topik ilmu harmoni.

Tangga nada dasar adalah tangga nada dengan nada dasar 1 (baca: do)
= C. Kenapa tangga nada ini disebut dasar, karena pada tangga nada ini
tidak ada kres/mol. Dan dari tangga nada inilah semua perhitungan
kres/mol dimulai.

Tangga nada 1=C bila ditulis menjadi : C-D-E-F-G-A-B-ke C lagi (kayak


lagunya Kuburan). Dengan menulis tangga nada yg ditulis "do sama
dengan" bisa diartikan sebagai tangga nada mayor. Kalau tangga nada
minor ditulis bukan dengan "do sama dengan", melainkan umumnya "la
sama dengan".

Di setiap tangga nada mayor berlaku sebuh hukum yang namanya


hukum jarak yaitu : tu-tu-nga-tu-tu-tu-nga (ini kata guru gw waktu smp)

16
artinya: satu-satu-setengah-satu-satu-satu-setengah. Dari mana jarak
satu atau setengah ini. Bila dijabarkan yang tutungatututunga tadi
menjadi : jarak C ke D = 1, D ke E = 1, E ke F = 1/2, F ke G = 1, G ke A =
1, A ke B = 1, dan B ke C lagi = 1/2. jadi yang berjarak setengah di
tangga nada ini adalah dari E ke F dan B ke C.

Kalau tangga nada mayor rumusnya tu-tu-nga-tu-tu-tu-nga, kalau yang


minor rumusnya: tu-nga-tu-tu-nga-tu-tu. Sehingga di tangga nada dasar
minornya adalah : A-B-C-D-E-F-G-A

Gimana penerapan soal jarak di alat musik? Kalau di gitar jarak dari
satu fret ke fret berikutnya adalah setengah. Jadi kalau mau naikin
satu nada tinggal digeser aja 2 fret. Kalau di orgen, keyboard, atau
piano jarak setengah adalah jarak dari tuts putih ke tuts hitam
sesudah/sebelumnya, namun bila di antara 2 tuts putih tidak ada tuts
hitam (B ke C dan E ke F) maka dihitung sebagai satu jarak.

Sekarang tangga nada kres/mol


Kres digunakan untuk menaikkan nada setengah, kalau mol digunakan
untuk menurunkan nada setengah. Contoh C# adalah C naik setengah.
Nada C# ini sama dengan Db, karena Db adalah nada D turun setengah.
Karena jarak C ke D adalah satu, maka C#=Db.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tangga nada kres ada 7 mulai
dari tangga nada 1# sampai 7#. Rumusnya adalah: untuk menentukan
nada dasar tangga nada 1# diambil dari nada kelima tangga nada dasar.
UNtuk menentukan nada dasar tangga nada 2# diambil dari nada kelima
tangga nada 1#, dst. Sehingga bila diurutkan menjadi :

Tangga nada dasar : C-D-E-F-G-A-B-C


Tangga nada 1# : G-A-B-C-D-E-F#-G
Untuk menentukan nada-nadanya pake rumus tutungatututunga di atas.
Uraiannya : G ke A =1, A ke B = 1, B ke C = 1/2, C ke D = 1, D ke E = 1, E
ke F# = 1, dan F# ke G = 1/2.

Sehingga bila diteruskan menjadi :


Tangga nada 2# : D-E-F#-G-A-B-C#-D
Tangga nada 3# : A-B-C#-D-E-F#-G#-A
Tangga nada 4# : E-F#-G#-A-B-C#-D#-E
Tangga nada 5# : B-C#-D#-E-F#-G#-A#-B
Tangga nada 6# : F#-G#-A#-B-C#-D#-E#-F#
Tangga nada 7# : C#-D#-E#-F#-G#-A#-B#-C#
Terhenti sampai 7# gan, karena semua nadanya udah jadi #, sebenernya
masih bisa dilanjutin, cuma nanti ada nada yang ## (dobel kres).

Sedangkan untuk tangga nada mol rumusnya nada dasar diambil dari
nada keempat tangga nada sebelumnya, dan rumus urutannya seperti di

17
atas juga (tutungatututunga). Sehingga urutannya begini:
Tangga nada dasar : C-D-E-F-G-A-B-C
Tangga nada 1b : F-G-A-Bb-C-D-E-F
Tangga nada 2b : Bb-C-D-Eb-F-G-A-Bb
Tangga nada 3b : Eb-F-G-Ab-Bb-C-D-Eb
Tangga nada 4b : Ab-Bb-C-Db-Eb-F-G-Ab
Tangga nada 5b : Db-Eb-F-Gb-Ab-Bb-C-Db
Tangga nada 6b : Gb-Ab-Bb-Cb-Db-Eb-F-Gb
Tangga nada 7b : Cb-Db-Eb-Fb-Gb-Ab-Bb-Cb

18
Teori musik
Teori musik merupakan cabang ilmu yang menjelaskan unsur-unsur musik.
Cabang ilmu ini mencakup pengembangan dan penerapan metode untuk
menganalisis maupun menggubah musik, dan keterkaitan antara notasi
musik dan pembawaan musik.

Hal-hal yang dipelajari dalam teori musik mencakup


misalnya suara, nada, notasi, ritme, melodi, Kontrapun Musik, harmoni, Bentuk
Musik,Teori Mencipta Lagu, dlsb.

Suara
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan
bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam musik,
gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang
gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya. Aspek-
aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala (Inggris: pitch,
yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada),intensitas, dan timbre (warna
bunyi).

Nada
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau
tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi nada
tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua nada disebut
sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nadayang berbeda-beda.
Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor, tangga nada minor,
dan tangga nada pentatonik. Nada dasarsuatu karya musik menentukan
frekuensi tiap nada dalam karya tersebut. Nada dalam teori musik diatonis
barat diidentifikasikan menjadi 12 nada yang masing-masing diberi nama yaitu
nada C,D,E,F,G,A dan B. Serta nada-nada kromatis yaitu Cis/Des, Dis/Es,
Fis/Ges, Gis/As, dan Ais/Bes.

Ritme
Ritme adalah pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian
kelompok ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan
dalam birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
Nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan
pembedaan durasi).

Notasi
Notasi musik merupakan penggambaran tertulis atas musik. Dalam notasi
balok, tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme)

19
digambarkan secara horisontal. Kedua unsur tersebut membentuk paranada, di
samping petunjuk-petunjuk nada dasar, tempo,dinamika, dan sebagainya.

Melodi
Melodi adalah serangkaian nada dalam waktu. Rangkaian tersebut dapat
dibunyikan sendirian, yaitu tanpa iringan, atau dapat merupakan bagian dari
rangkaian akord dalam waktu (biasanya merupakan rangkaian nada tertinggi
dalam akord-akord tersebut).

Melodi terbentuk dari sebuah rangkaian nada secara horisontal. Unit terkecil
dari melodi adalah Motif. Motif adalah tiga nada atau lebih yang memiliki
maksud atau makna musikal. Gabungan dari Motif adalah Semi Frase, dan
gabungan dari Semi Frase adalah Frase (Kalimat). Sebuah Melodi yang paling
umum biasanya terdiri dari dua Semi Frase yaitu kalimat tanya (Antisiden) dan
kalimat jawab (Konsekuen).

Harmoni
Harmoni secara umum dapat dikatakan sebagai kejadian dua atau lebih nada
dengan tinggi berbeda dibunyikan bersamaan, walaupun harmoni juga dapat
terjadi bila nada-nada tersebut dibunyikan berurutan (seperti dalam arpeggio).
Harmoni yang terdiri dari tiga atau lebih nada yang dibunyikan bersamaan
biasanya disebut akord.

RINGKASAN MATERI PEMBELAJARAN


SENI MUSIK

SENI MUSIK
Seni musik adalah seni yang disampaikan melalui media suara
manusia atau suara alat musik.

Teknik vokal
Teknik vokal adalah cara orang (manusia) menghasilkan suara yang
baik, merdu dan indah sesuai keinginan pencipta lagu.Hal – hal yang
diperhatika dalam teknik volal adalah; Intonasi, adalah teknik
vokal yang berhubungan ketepatan nada (pitch) sehingga suara
jernih dan nyaring serta enak didengar. Dalam hal ini syarat-syarat
yang diperlukan adalah ; pendengaran yang baik, kontrol
pernafasan, dan rasa musikal. Artikulasi, adalah pengucapan

20
atau pengeluaran nada yang jelas, atau teknik untuk memproduksi
suara yang baik dalam mengucapkan suara yang jelas, nyaring dan
merdu sehingga terdengar indah. Factor yang yang diperhatikan
dalam hal ini adalah;sikap badan, dan posisi mulut.
Pernafasan, adlah proses pengambilan, penyimpanan dan
pengeluaran udara kembali. Pernafasan dalam bernyanyi ada tiga,
yaitu pernafasan dada, pernafasan perut dan pernafan
diafragma.Pernafasan yang baik digunakan dalm menyanyi adalah
menggunakan diafragma, karena dapat menghasilkan suara murni
dengan nafas yang panjang serta memperkecil ketegangan pada
dada, bahu, dan leher. Pembawaan, adalah kemampuan penyanyi
menyesuaikan dengan isi dan jiwa lagu yang hendak ditampilkan
komponis. Tangga nadaTangga nada adalah susunan nada yang
diatur menurut tinggi rendahnya sesuai jarak tertentu.Tangga
nada mayor berawal dari nada do dan berpola interval (jarak) ;1 - 1 -
½ - 1 - 1 - 1 - ½ .Tangga nada minorberawal dari nada la dan
berpola interval (jarak) ;1 - ½ - 1 - 1 - ½ - 1 - 1 Susunan nada
sebuah tangganada pada paranada:

c–d–e–f–g- a - b - c c - d - e- f – g - a - b -c

g – a – b – c – d – e - fis – g f - g - a – bes – c – d – e –f

d – e – fis -g – a – b – cis- d

bes–c–d-es–f–g–a-Bes

a – b -cis – d – e – fis – gis – a es – f – g- as – bes – c – d – es

e – fis -gis- a – b -cis -dis- e as – bes – c -des -es – f – g- as

b -cis – dis – e – fis -gis – ais - b

des- es- f -ges-as -bes -c – des

fis – gis – ais- b -cis – dis-eis- fis

ges-as–bes-ces-des-es–f–ges

cis – dis – eis – fis-gis-ais-bis - cis

21
ces-des-es–fes-ges-as – bes- ces

PADUAN SUARA
Paduan suara adalah penyajian musik vokal oleh 15 orang atau lebih
yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang
utuh dan dapat menampakkan jiwa lagu yang dibawakan.Beberapa
jenis paduan suara; 1) Akapella, adalah bentuk penyajian paduan
suara tanpa iringan musik.2) Unisono, adalah paduan suara dimana
seluruh jenis suara menyanyikan nada yang sama. ( not yang sama
)3) Dll. SUARA MANUSIA.Wilayah suara manusia terbatas
baik tinggi maupun rendahnya yang disebut ambitus suara. Ambitus
suara manusia dikelompokkan seperti berikut;1) Suara anak-anak
dibagi 2, yaitu; Suara tinggi dengan ambitus …… c’ - f ‘’
Suara rendah dengan ambitus ……. a - d ‘’2) Suara
dewasa wanita dibagi 3, yaitu; Sopran dengan
ambitus …… c ‘ - a ‘‘ Mezzo sopran dengan
ambitus…… a - f ‘‘ Alto dengan
ambitus …… f - d ‘‘3) Suara dewasa pria dibagi 3,
yaitu; Tenor dengan ambitus … c - a ‘
Bariton dengan ambitus …… A - f ‘ Bass dengan
ambitus ……… F - d ‘ Pemimpin paduan
suara.Pemimpin paduan suara disebut dirigen /conductor,
yang memimpin dengan mempergunakan pola gerakan tangan,
gerakan tubuh, dan ekspresi wajah yang terangkum dalam ungkapan
yang imajinatif. Pola gerakan tersebut adalah ; Birama
2/4 birama 3/4 birama 4/4 birama
6/8Dalam prakteknya tanda birama ditulis satu kali saja, yaitu di
depan para nada yang pertama. Juga ditulis dengan lambang yang
lain yaitu seperti; huruf C yang berarti birama 4/4

danhuruf C yang berarti birama 2/4. Contoh yang lain


adalah apabila dirigen meminta paduan suara untuk mengecilkan
suaranya, maka ia memberikan isyarat dengan gerakan tubuh yang
condong ke depan. Dalam menyanyi tentu menemukan berbagai
ketinggian nada, karenanya rongga resonansi kita telah dilengkapi
oleh Allah, misalnya ;Untuk menyanyikan nada / suara tinggi
digunakan rongga resonansi di kepala, Untuk menyanyikan nada
rendah digunakan rongga dada. Beberapa tanda dinamik yang
biasa kita gunakan antara lain, Con bravura : berarti gagah
perkasa pada lagu Indonesia Raya Con Fuoco : berarti dengan
berapi-api Con brio: berarti dengan semangat

22
Cressendo ( ) artinya semakin lama makin keras

Decressendo ( ) berarti berangsur-angsur


melunak/ lembut Stakkkato berarti dinyanyikan terputus-
putus, seperti suara bola pingpong yang dijatuhkan ke
lantai..Fermata berarti dinyanyikan panjang (
dipanjangkan ), sesuai kehendak penyanyi/ dirigen. - ppp =
pianissimo possible artinya selunak-lunaknya - pp =
panissimo artinya lunak sekali - p =
piano artinya lunak- mp = mezzo
piano artinya agak lunak.- fff = fortissimo
possible artinya sekeras-kerasnya- ff =
fortissimo artinya keras sekali- f =
forte artinya keras- mf = mezzo
forte artinya agak keras ALAT MUSIK Alat musik antara lain
dapat digolongkan menurut fungsinya, yaitu;a) Alat musik melodis,
yaitu alat musik yang dapat memainkan satu nada dalam satu
waktu, contoh ; suling, recorder. Terompet, saxophone, biola, cello,
rebab, dllb) Alat musik harmonis, yaitu alat musik yang dapat
memainkan banyak nada dalam satu waktu, contoh; gitar, piano,
harmonica, pianika organ, akordeon, dllc) Alat musik ritmis, yaitu
alat musik yang tidak bernada, yang dapat memberikan warna, sifat,
suasana tertentu pada musik, contoh; rings bell, drum, kastanyet,
wood block, maracas, tambur, tamburin, gendang, dll

23
Unsur-Unsur Teknik Vocal
SENI ADALAH Ungkapan perasaan seseorang yang
:
dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada,
syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat
mempengaruhi perasaan orang lain.

TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik


dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah,
merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :

1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang


baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara
sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan
dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan
keperluan.

Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :

Pernafasan Dada:
cocok untuk nada-nada rendah,
penyanyi mudah lelah.

Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok


digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.

Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling


cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang
digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai
power dan stabilitas vocal yang baik.

1. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang


baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai
dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
2. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang
sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang
penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.

24
3. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara
dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut
bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
4. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu
dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar
teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah
kalimat lagu.
5. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan
merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan
profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
6. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus
dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :

Pendengaran yang baik

Kontrol pernafasan

Rasa musical.

NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap


detiknya.

SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) :

1. PITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.


2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang
harus dibunyikan.
4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu


dijangkau oleh seseorang.

Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau


nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi
sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.

DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.

25
STACCATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :

1. Suara Wanita Dewasa ;

Sopran (suara tinggi wanita)

Messo Sopran (suara sedang wanita)

Alto (suara rendah wanita)

1. Suara Pria Dewasa :

Tenor (suara tinggi pria)

Bariton (suara sedang pria)

Bas (suara rendah pria)

1. Suara Anak-anak :

Tinggi

Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah


nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada
yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang


mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :

1. Bersifat riang gembira


2. Bersemangat
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
4. Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :

1. Kurang bersemangat.
2. Bersifat sedih

26
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
4. Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .

Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang


banyak berkembang di Indonesia.

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar,


Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia
Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan,


Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang


mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D
– Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada


yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi
mempunyai tinggi nada yang sama.

Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan,


pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya
seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada


sebuah lagu. Contoh birama :

2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri


15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara
menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa
lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :

1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan


menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang
menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh :

27
Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis
anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara
sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2,
dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan
suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh :
Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3
suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara
yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita,
dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang bertugas secara


langsung memimpin dan memberi aba-aba langsung kepada
sebuah kelompok musik atau Paduan Suara.

Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :

1. memiliki sifat kepemimpinan


2. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
3. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
4. simpatik
5. menguasai cara latihan yang efektif
6. memiliki daya imajinasi yang baik
7. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras,


lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh
Tanda Dinamik :

1. f : forte = keras

2. ff : fortissimo = sangat keras

3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin

4. mf : mezzo forte = setemgah keras

5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut

28
6. p : piano = lembut

7. pp : pianissimo = sangat lembut

8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin

9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

- Diminuendo (dim) : melembut

- Perdendosi : melembut sampai hilang

- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang

- Calando : mengurangi keras

- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun

- Cresscendo : berangsur-angsur keras

- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan


cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan.
A.TANDA TEMPO CEPAT :

1. Allegro : cepat

2. Allegratto : agak cepat

3. Allegrissimo : lebih cepat

4. Presto : cepat sekali

5. Presstissimo : secepat-cepatnya

6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG :

1. Moderato : sedang

29
2. Allegro moderato : cepatnya sedang

3. Andante : perlahan-lahan

4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT :

1. Largo : lambat

2. Largissimo : lebih lambat

3. Largeto : agak lambat

4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan

5. Grave : sangat lambat sedih

6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan


menurut selera.

30