Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN INVESTASI

“MARGIN TRADING”

IRFAN NAUFAL ZUHRI

43115010292

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MEERCU BUANA

JAKARTA

2018
PENDAHULUAN

Margin dalam perdagangan forex merupakan uang jaminan yang disetorkan investor

kepada perusahaan pialang berjangka, agar investor bisa melakukan transaksi melalui

perusahaan pialang berjangka tersebut. Dalam UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan

Berjangka Komoditi, margin didefinisikan sebagai sejumlah uang atau surat berharga yang

harus ditempatkan nasabah kepada pialang berjangka, pialang berjangka kepada anggota

kliring berjangka, atau anggota kliring berjangka kepada lembaga kliring berjangka, untuk

menjamin pelaksanaan transaksi kontrak berjangka. Margin disetorkan untuk setiap amanat

nasabah yang ditempatkan kepada pialang berjangka. Hal itu bertujuan sebagai jaminan

pelaksanaan transaksi kontrak berjangka yang dibuat berdasarkan amanat tadi.

Secara umum investor membeli sekuritas dengan harga penuh dan beberapa waktu

kemudian menjualnya dengan harapan memperoleh laba. Investor juga bisa menggunakan

berbagai strategi investasi, baik yang spekulatif mau pun konservatif karena peluang -

peluang hasil yang ditimbulkannya. Diantara strategi tersebut adalah berdagang batas, atau

disebut Margin Trading. Strategi yang akan dipilih disesuaikan dengan tujuan investasi,

keadaan keuangan. horison waktu investasi, dan seberapa jauh toleransi dalam menghadapi

resiko.

Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai Margin Trading. Semoga

makalah ini bermanfaat sebagai penunjang pembelajaran mata kuliah Manajemen Investasi.
MARGIN TRADING

Pengertian

Adalah strategi membeli sekuritas dengan sebagian memakai dana pinjaman. Dengan

demikian investor mngurangi penggunaan equity dalam suatu investasi dan karena itu dapat

memperbesar hasil.

Istilah margin menyangkut jumlah equity atau pinjaman dalam suatu investasi. Jika

investor menggunakan 75% margin, berarti 75% dari investasi dibelanjai dengan equity

sedang sisanya 25% dengan dana pinjaman. M.T biasanya memberikan peningkatan hasil,

walau juga mengandung risiko tinggi. Salah satu risiko adalah apabila saham yang

bersangkutan. Tidak berprestasi seperti yang diharapkan (harga turun) Jika ini terjadi, MT

berapapun tidak bisa menyelamatkan, karena MT hanya bisa memperbesar (margin) hasil dan

bukan membuat (produce) hasil.

Contoh :

Dana Rp 5 juta akan di investasikan dengan membeli 100 saham @ Rp 500 p/lbr. karena

diprediksi harga saham tsb. akan naik. Jika dilakukan MT 50% akan diperoleh saham 100

saham hanya dengan Rp 2,5 juta dari dana sendiri, sisanya Rp 2,5 juta dapat digunakan untuk

membeli lagi 100 saham perusahaan yang sama atau investasi lain.

Keduanya akan memberi laba yang lebih besar dari kenaikan harga saham.

Dampak Margin Trading pada hasil Saham :

Tanpa MT Dengan Margin Trading


100 equity 80% 65% 50%
Jumlah saham 100 100 100 100

Rp 50 dibeli
Pengeluaran 5.000 5.000 5.000 5.000

investasi (Rp)
- Dana Pinjaman 0 1.000 1.750 2.500
Equity dalam 5.000 4.000 3.250 2.500

investasi
A. Posisi Investor jika :

harga naik Rp 80/saham


- Nilai saham 8.000 8.000 8.000 8.000

- Pengeluaran 5.000 5.000 5.000 5.000

investasi

Capital gain 3.000 3.000 3.000 3.000

Hasil equity 60% 75% 92,3% 120%

investor (capital

gain/equity)

B. Posisi Investor jika :

harga turun Rp 20/saham


- Nilai saham 2.000 2.000 2.000 2.000
- Pengeluaran 5.000 5.000 5.000 5.000

investasi
Capital loss 3.000 3.000 3.000 3.000
Hasil equity (60%) (75%) (92,3%) (120%)

investor(capital

loss/equity)

Dari tabel diatas, ternyata MT mengandung 3 fase, yaitu :

1. Harga saham akan berubah naika atau turun, apapun posisi pembiayaannya

2. Makin rendah jumlah equity investor, makin besar tingkat hasil yang diperoleh

investor jika harga saham naik

3. Risiko kerugian juga makin besar (dengan tingkat yang sama) jika harga saham turun
Dalam MT, besarnya pengembangan hasil tergantung dari perilaku harga saham yg

diperdagangkan dan besarnya margin yang digunakan. Makin kecil margin dan makin besar

perubahan harga saham, makin besar hasil investor.

Potensi Hasil pada Margin Trading :

% Perubahan % Perubahan Hasil Uang Investor

Harga Saham dengan Margin sbb. :


90% 75% 50% 25% 10%
20% 22,2% 26,6% 40% 80% 200%
50% 55,6 66,7 100 200 500
75% 83,3 100,0 150 300 750
100% 111,1 133,3 200 400 1.000
120% 222,2 266,6 400 800 2.000

Tetapi bila harga saham tuurn, kerugiannya juga berlipat, karena itu transaksi ini berisiko

cukup tinggi

Untuk melakukan MT diperlukan pinjaman yang disebut Margin Loan yang

dikenakan suku bunga tertentu tergantung pasar. Dalam transaksi margin dibentuk margin

account pada kantor broker atau di bank. Account dibuka dengan dana minimum berupa

equity dalam bentuk uang tunai atau saham. Apabila transaksi margin dilakukan maka terjadi

hal-hal sbb. :

a. Investor mengambil margin loan yg dibebani bunga

b. Broker menahan saham yang dibeli sebagai jaminan

c. Margin loan dapat diperoleh dari broker atau bank (melalui broker)

d. Investor dikenai komisi dan pajak transfer

Persyaratan Margin
 Bank Sentral biasanya menetapkan Persyaratan Margin (Margin Requirement=M/R)

berupa jumlah equity minimum untuk transaksi margin.

 Investor dapat melakukan transaksi melebihi equity minimum; misal minimum M/R

untuk saham 50%, tetapi investor dapat membeli saham dengan mempergunakan

margin 75%

 Brokerhouse dan bursa dapat menetapkan M/R yang lebih ketat dari pada B.I, untuk

membatasi ekses trading dan perlindungan kredit bagi broker.

 M/R terdiri dari 2 jenis utama, yaitu :

1. Margin Awal (initial margin)

2. Margin Pemeliharaan (maintenance margin)

Perhitungan Margin Trading

Perhitungan hasil dari margin dilakukan dengan menggunakan 2 rumus, yaitu :

1. Rumus Margin Dasar

2. Rumus Hasil Modal yang Ditanam.

1. Rumus Margin Dasar

Besarnya margin dalam suatu transaksi selalu diukur relatif terhadap jumlah equity.

Diperlukan 2 informasi untuk menyelesaikan rumus ini, yaitu :

a. Nilai pasar dari sekuritas yang di margin

b. Jumlah uang yang dipinjam atau margin loan, yang disebut Saldo Debet (debt

balance)

Persamaan rumus margin :

Margin (%) = Nilai Sekuritas - Saldo Debet

Nilai Sekuritas = (S-D):S


Contoh :

Investor hendak membeli 100 saham @ Rp 4.000 per saham dengan menggunakan 70%

margin; yang berarti dana bersumber dari :

- 70% equity

- 30% margin loan.

Investor akan pinjam 30% x Rp 400.000 = Rp 120.000 yang merupakan saldo debet dan

sisanya Rp 400.000 - 120.000 = Rp 280.000 merupakan equity dari investor

a. Tingkat margin :

Margin (%) = ( S - D ) : S

= (Rp 400.000 - 120.000) : 400.000

= 70%

b. Jika harga saham naik menjadi Rp 6.500 :

Margin (%) = ( S - D ) : S

= (Rp 650.000 - 120.000) : 650.000

= 81,5%

c. Jika harga saham turun menjadi Rp 3.000 :

Margin (%) = ( S - D ) : S

= (Rp 300.000 - 120.000) : 300.000

= 60%

Dalam hal ini terjadi restricted/pengketatan account, karena tingkat margin turun dibawah

initial margin yang berlaku

2. Rumus Hasil Modal yang Ditanam


Margin Trading biasanya menyangkut periode investasi pendek (kurang dari setahun).

Investor menggunakan sebagian dana sendiri, sisanya memakai dana pinjaman. Oleh karena

itu, dalam menilai hasilnya, perhitungan tingkat laba hanya menyangkut bagian dana milik

investor sendiri (equity). Dengan menggunakan dana dari hasil berjalan (dividen) atau bunga,

maupun bunga atas margin loan, diperoleh hasil modal yang ditanam (return on invested

capital = ROIC) sbb. :

Return on Invested Capital /ROIC = (a -b)+(p-q):r

dimana :

a = Penghasilan berjalan yang diterima

b = Pembayaran bunga atas margin loan

p = Nilai pasar sekuritas pada penjualan

q = Nilai pasar sekuritas pada pembelian

r = Jumlah modal sendiri yang diinvestasikan

Contoh :

 Investor akan membeli 100 saham @ Rp 5.000 persaham, karena diprediksi 6 bulan

mendatang harga saham akan naik menjadi Rp 7.500 persaham

 Saham ini memberti dividen Rp 200 per saham (dengan holding period 6 bulan, investor

hanya menerima dividen Rp 100 p/saham)

 Investor membeli saham dengan 50% margin danme mbayar bunga 10% untuk margin

loan. Jadi investor akan menaruh equity Rp 500.000 dengan harapan nilainya naik

menjadi Rp 750.000 dalam 6 bulan.


 Karena investor menggunakan margin loan 50% = Rp 250.000 dengan bunga 10%

selama 6 bulan , maka beban bunga investor adalah Rp 250.000 x 10% x 6/12 = Rp

12.500

ROIC yang diharapkan = (Rp 10.000 - 12.500) + Rp 750.000 - 500.000)

250.000

= Rp 247.500 / 250.000 x 100%

= 99 %

ROIC sebesar 99% tersebut diperoleh selama holding period 6 bulan. Jika ingin

dibandingkan dengan alternatif investasi, maka harus dihitung tahunan, sehingga menjadi

99% x 2 = 198 %

Penggunaan Margin Trading

Margin Trading dapat digunakan dalam berbagai cara, terutama :

1. Memperbesar Hasil Transaksi

2. Laba Piramidasi

3. Memperbesar Penghasilan Berjalan

1. Memperbesar Hasil Transaksi

Investor yang akan meningkatkan capital gain dari suatu transaksi mendapatkan

sekuritas yang memberikan harapan kenaikan harga, lalu melakukan margin pada atau diatas)

tingkat initial margin untuk memaksimalkan sumber investasinya sejauh mungkin.

Contoh :

Investor yang memiliki modal Rp 4.000 dan Initial M/R saham 50%, menemukan saham

dengan harga Rp 20 persaham, tetapi diyakini akan naik menjadi Rp 30 dalam 6 bulan.
Investor memutuskan untuk melakukan Margin Trading sampai batas initial margin. Investor

dapat meminjam Rp 4.000 lagi untuk menambah jumlah investasinya menjadi Rp 8.000.

2. Laba Piramidasi

Bila Investor tetap menahan sekuritas yang harganya naik, akan diperoleh apa yang

disebut laba diatas kertas (paper profit) artinya investor telah mendapatkan laba dari

transaksinya, tetapi belum menjual sekuritas yang bersangkutan. Piramidasi (pyramiding)

menggunakan paper profit dalam margin account untuk sebagain atau sepenuhnya

membelanjai pembelian tambahan sekuritas. Paper profit tersebut telah menimbulkan

kelebihan margin, yang berarti terdapat lebih banyak equity dalam margin account.

Contoh :

Suatu margin account memuat sekuritas seharga Rp 60.000 dan saldo kredit Rp 20.000

sehingga berada pada tingkat margin 66 2/3%. Jika M/R hanya 50% maka account tsb.

mengandung kelebihan margin. Dengan piramidasi, kelebihan margin ini digunakan untuk

membeli tambahan sekuritas sedemikian rupa asalkan margin account tetap sama atau diatas

M/R.

3. Memperbesar Penghasilan Berjalan

Teknik ini paling jarang digunakan dalam margin trading dan bisa dilakukan bila

biaya bunga margin loan relatif rendah dan bila penghasilan berjalan berupa dividen atau

bunga cukup tinggi.

Contoh :

Investor yang memiliki equity Rp 2.000 bisa menggunakan margin 50%, sehingga dapat

meminjam Rp 2.000 agar dapat membeli 100 saham @ Rp 40 persaham. Bunga margin loan

6% dan dividen tahunan sebesar Rp 3,20 persaham.


SUMBER : repository.binus.ac.id/content/F0354/F035452568.