Anda di halaman 1dari 9

MANAJEMEN INVESTASI

“MARKET VALUE ADDED”

Agus Kurniawan 43115010282


Ennorio Armani 43115010325
Fitriani 43115010376
Irfan Naufal Zuhri 43115010292

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MEERCU BUANA

JAKARTA

2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ............................................................................................................1

A. ANALISIS MARKET VALUE ADDED (MVA) ............................................3

1. Pengertian Market Value Added (MVA) .......................................................... 3

2. Perhitungan Market Value Added (MVA)........................................................ 5

3. Manfaat Market Value Added (MVA) .............................................................. 6

4. Kelebihan dan Kelemahan Market Value Added (MVA) .............................. 7

B. Contoh Kasus ....................................................................................................8

2
A. ANALISIS MARKET VALUE ADDED (MVA)

1. Pengertian Market Value Added (MVA)

Tujuan utama manajemen keuangan perusahaan adalah memaksimumkan

kemakmuran bagi para pemegang sahamnya. Tujuan ini jelas bermanfaat bagi

para pegang saham biasa, dan itu juga menjamin bahwa sumberdaya yang terbatas

dialokasikan secara efesien. Kemakmuran bagi para pemegang saham dapat

dimaksimumkan dengan memaksimumkan perbedaan antara nilai pasar ekuitas

dengan jumlah modal ekuitas yang dipasok oleh para investor kepada perusahaan.

Perbedaan ini disebut sebagai nilai tambah pasar atau Market Value Added. MVA

digunakan untuk mengukur seluruh pengaruh kinerja manajerial sejak perusahaan

berdiri hingga sekarang. MVA yang dihasilkan oleh kinerja manajerial sepanjang

umur perusahaan yang di-present value-kan (Mirza&Imbuh,1999).

Menurut Sartono (2001: 103) tujuan utama perusahaan adalah

memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Selain memberi manfaat bagi

pemegang saham, tujuan ini juga menjamin sumber daya perusahaan yang langka

dialokasikan secara efesien dan memberi manfaat ekonomi. Kemakmuran

pemegang saham dimaksimalkan dengan memaksimalkan kenaikan nilai pasar

dari modal perusahaan di atas nilai modal yang disetor pemegang saham.

Kenaikan ini disebut Market Value Added (MVA).

Young & O’Byrne (2001:26) menyatakan bahwa Market Value Added

(MVA) adalah perbedaan antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan

3
utang) dan modal keseluruhan yang diinvestasikan dalam perusahaan. MVA

secara teknis diperoleh dengan cara mengalikan selisih antara harga pasar per

lembar saham (stock price per share) dan nilai buku per lembar saham (book

value per share). Nilai pasar adalah nilai perusahaan. Yakni jumlah nilai pasar

dari semua tuntutan modal terhadap perusahaan oleh pasar modal pada tanggal

tertentu. MVA meningkat hanya jika modal yang diinvestasikan mendapatkan

angka pengembalian lebih besar dari pada biaya modal. Semakin besar MVA,

semakin baik. MVA yang positif berarti menunjukkan pihak manajemen telah

mampu meningkatkan kekakyaan pemegang saham dan MVA yang negatif

mengakibatkan berkurangnya nilai modal pemegang saham, MVA yang negatif

berarti nilai dari investasi yang dijalankan manajemen kurang dari modal yang

diserahkan kepada perusahaan oleh pasar modal, yang berarti bahwa kekayaan

telah dimusnahkan. Jika MVA sama dengan 0 maka perusahaan tidak

meningkatkan kekayaan bagi pemegang saham. Sehingga memaksimalkan nilai

MVA seharusnya menjadi tujuan utama perusahaan dalam meningkatkan

kekayaan pemegang saham (Young, 2001:27).

Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kesejahteraan pemegang

saham yang dilakukan dengan memaksimalkan selisih antara market value of

equity dan jumlah yang ditanamkan investor kedalam perusahaan. Selisih tersebut

disebut sebagai Market Value Added (MVA). MVA digunakan untuk mengukur

seluruh pengaruh kinerja manajerial sejak perusahaan berdiri hingga sekarang.

MVA yang dihasilkan oleh kinerja manajerial sepanjang umur perusahaan yang

dipresent value-kan (Mirza & Imbuh, 1999). Nilai tambah pasar MVA dari sebuah

4
perusahaan merupakan hasil dari selisih nilai pasar perusahaan dikurangi oleh

komponen biaya yang telah dikeluarkan perusahaan untuk modal investasinya.

Nilai pasar perusahaan ditandai dengan perolehan besarnya nilai perusahaan yang

dihargai pada pasar saham, yang merupakan pengali antara harga saham dan

jumlah saham yang tersedia.

2. Perhitungan Market Value Added (MVA)

Menurut Brigham (Terjemahan, 2006 : 6)

MVA = nilai pasar dari saham – ekuitas modal yang diberikan pemegang

saham.

= (saham beredar) x (harga saham) – total ekuitas saham biasa.

Menurut Warsono (2003:47)

MVA = Nilai pasar ekuitas – Modal ekuitas yang dipasok

Menurut Zaky dan Ary (2002:143)

MVA = Market Value of Equity (MVE) – Book Value of Equity (BVE)

MVE = Shares Outstanding x Stockprice

BE = Shares Outstanding x nominal value of share

Kusnan (2007:30), MVA diperoleh dengan menghitung nilai perusahaan

(company/enterprise value), penjumlahan harga pasar seluruh saham, surat utang

dan surat berharga lainnya yang dimaksudkan untuk mobilitasi capital, dikurangi

5
nilai buku (book value) atau modal yang diinvestaskan. MVA merupakan net

present value dari seluruh EVA yang akan datang.

Melani (2007:44) menerangkan MVA merupakan selisih antara nilai

perusahaan (enterprise value) yang merupakan nilai saham beredar ditambah

dengan utang dan jumlah modal (capital) yang ditanamkan. Capital merupakan

modal sendiri dan utang setelah penyesuaian (adjustment) penyesuaian dilakukan

untuk merefleksikan kondisi ekonomi baik atas hasil usaha (laba) maupun modal,

penyesuaian yang dilakukan, misalnya kelebihan kas dikeluarkan dari modal,

amortisasi goodwill ditambahkan dikeluarkan dari modal, biaya bunga

dikeluarkan dalam menghitung laba usaha.\

Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka formula untuk mendapatkan nilai

MVA dapat ditulis sebagai berikut :

MVA = Nilai Pasar Equity – Modal Ekuitas yang Disetor Pemegang Saham

= (Jumlah Saham Beredar) (Harga Saham) – Total Nilai Ekuitas

3. Manfaat Market Value Added (MVA)

Manfaat dari Market Value Added yang dapat diaplikasikan pada

perusahaan, yaitu:

1) Sebagai alat untuk mengukur seluruh pengaruh kinerja manajerial sejak

perusahaan berdiri hingga sekarang.

6
2) Suatu ukuran yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dalam

memaksimalkan kekayaan pemegang saham dengan mengalokasikan

sumber-sumber yang sesuai.

3) Sebagai alat mengukur nilai tambah dari perusahaan guna meningkatkan

kesejahteraan bagi pemegang saham.

4) Dengan MVA investor dapat melakukan tindakan antisipasi sebelum

mengambil keputusan investasi.

5) indikator yang dapat mengukur seberapa besar kekayaan perusahaan yang

telah diciptakan untuk investornya atau MVA menyatakan seberapa besar

kemakmuran yang telah dicapai.

4. Kelebihan dan Kelemahan Market Value Added (MVA)

Kelebihan Market Value Added (MVA) menurut Zaky dan Ary

(2002:139), MVA merupakan ukuran tunggal dan dapat berdiri sendiri yang tidak

membutuhkan analisis trend maupun norma industry sehingga bagi pihak

manajemen dan penyedia dana akan lebih mudah dalam menilai kinerja

perusahaan. Sedangakan kelemahan MVA adalah, MVA hanya dapat

diaplikasikan pada perusahaan yang sudah go public saja.

7
B. Contoh Kasus

PT Serba Jaya memiliki market value of equity sebesar Rp 250.000.000 dan nilai

modal yang disetor adalah Rp 20.000.000. Maka MVA PT Serba Jaya adalah

Rp 250.000.000 – Rp 20.000.000 = Rp 230.000.000

Contoh lain perhitungan MVA adalah sebagai berikut :

PT SERBA JAYA

MARKET VALUE ADDED (MVA)

(Rp.000.000)

2017 2018

Perhitungan MVA

Harga Per Lembar Saham 35 42

Jumlah Saham Beredar (juta) 55 55

Market Value of Equity 1,925 2,310

Nilai Nominal Per Lembar Saham 25 27

Book Value of Equity 1,375 1,485

MVA 550 825

MVA PT SERBA JAYA tahun 2017 adalah Rp 550.000.000 dan tahun 2018

adalah sebesar Rp 825.000.000. hal tersebut menunjukkan bahwa dampak dari

tindakan manajerial sejak perusahaan berdiri meningkat dari tahun 2017 sampai

tahun 2018, masing masing sebesar Rp 550.000.000 dan Rp 825.000.000

8
DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaky & Legowo, Ary. 2002. Asosiasi Antara EVA (Economic Value

Added), MVA (Market Value Added) dan Rasio Profitabilitas Terhadap

Harga Saham. Tema, Vol III. September.

Brigham, Eugene F dan Houston. 2006. Fundamental of FinancialManagement:

Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Kusnan M, Djawahir. 2007. Mengukur Kekayaan Perusahaan. SWA26/XXIIV168

Desember, hal 30.

Meilany, Stefanus. 2006. Tak Henti Memperkenalkan EVA. SWA 25XXII/30

November-10 Desember, hal 33.

Melani K. Hardiman. 2007. Para Pencetak Kekayaan di Pasar Modal.

SWA26/XXIII/6-17 Desember, hal 44

Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Ketiga. Cetakan

Pertama. Jilid Satu. Malang: Bayu Media.

Wiagustini, Ni Luh Putu. 2014. Manajemen Keuangan. Bali: Udayanan

University Press

Young, S David & Stephen F O’Byrne. 2001. EVA dan Manajemen Berdasarkan

Nilai Panduan Praktis Untuk Implementasi. Jakarta: Salemba Empat.

http://blog.stie-mce.ac.id/sriati/2012/12/24/eva-dan-mva/ (diakses tanggal 30

September 2016)