Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN

SOLIDA

PERCOBAAN 3

PENGARUH UKURAN PARTIKEL PADA FLUIDITAS GRANUL

Oleh:

Kelompok 7

Muhammad Aldi Setiawan NIM. F.16.021

Septri Desi NIM. F.16.035

Shofia Rahmi NIM. F.16.036

Sofiya Maulida NIM. F.16.037

Synthia Sifra Lorenza NIM. F.16.038

PROGRAM STUDI FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA

BANJARMASIN

2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1

A. Latar Belakang .............................................................................................1


B. Tujuan Praktikum .........................................................................................1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................2

A. Pengaruh Ukuran Partikel Pada Fluiditas Granul ........................................2


B. Deskripsi Bahan Praktikum .........................................................................6
BAB III METODE PRAKTIKUM ..........................................................................8

A. Alat dan Bahan .............................................................................................8


B. Formulasi .....................................................................................................8
C. Prosedur Kerja ..............................................................................................8
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN` ..............................................................10

A. Hasil ...........................................................................................................10
B. Pembahasan ................................................................................................13
BAB V KESIMPULAN .........................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................17

JAWABAN PERTANYAAN ................................................................................18


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tablet adalah bentuk sediaan yang paling banyak beredar karena secara
fisik stabil, mudah dibuat, lebih menjamin kestabilan bahan aktif dibandingkan
bentuk cair, mudah dikemas, praktis, mudah digunakan, homogen, dan
reprodusibel. Massa tablet harus mengalir dengan lancar agar dapat menjamin
homogenitas dan reprodusibilitas Sediaan dan harus dapat terkompresi dengan
baik agar diperoleh tablet yang kuat, kompak, dan stabil selama penyimpanan
dan distribusi. Metode granulasi banyak dipilih dengan tujuan memperbaiki
sifat alir dan kompresibilitas massa tablet.
Granulasi adalah pembentukan partikel-partikel besar dengan
mekanisme pengikatan tertentu. Granul dapat diproses lebih lanjut menjadi
bentuk sediaan granul terbagi, kapsul, maupun tablet. Berbagai proses
granulasi telah dikembangkan, dari metode konvensional seperti slugging dan
granulasi dengan bahan pengikat musilago amili hingga embentukan granul
dengan peralatan terkini seperti spray dry dan freeze dry. Pada pengujian
granul parameter yang diamati adalah: uji homogenitas, uji sifat alir, uji
kompresibilitas granul, dan uji distribusi ukuran granul.
Fluiditas/sifat alir serbuk merupakan faktor kritik dalam produksi obat
sediaan padat. Hal ini karena sifat alir serbuk berpengaruh pada peningkatan
reprodusibilitas pengisian ruang kompresi pada pembuatan tablet dan kapsul ,
sehingga menyebabkan keseragaman bobot sediaan lebih baik, demikian pula
efek farmakologinya.
Waktu alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari sejumlah
granul melalui lubang corong yang diukur adalah sejumlah zat yang mengalir
dalam suatu waktu tertentu. Sudut diam merupakan sudut tetap yang terjadi
antara timbunan partikel bentuk kerucut dengan bidang horizontal. Jika
sejumlah granul atau serbuk dituang ke dalam alat pengukur, besar kecilnya
sudut diam dipengaruhi oleh bentuk ukuran dan kelembaban serbuk. Bila sudut
diam lebih kecil atau sama dengan 30° menunjukkan bahwa serbuk dapat
mengalir bebas, bila sudut lebih besar atau sama dengan 40° biasanya daya
mengalirnya kurang baik (Lachman et al, 1994). Uji Kompresibilitas Granul
(Penentuan volume spesifik, berat jenis nyata dan berat jenis mampat.
Pengukuran sifat alir dengan metode pengetapan/tapping terhadap sejumlah
serbuk dengan menggunakan alat volumeter/mechanical tapping device.
Pengetapan dilakukan dengan mengamati perubahan volume sebelum
pengetapan (Vo) dan volume setelah konstan (Vt). (Sulaiman,2007).

B. Tujuan Praktikum
Tujuan percobaan ini untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel pada
fluiditas granul
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengaruh Ukuran Partikel Pada Fluiditas Granul


Granulasi basah adalah proses menambahkan cairan pada suatu serbuk
atau campuran serbuk alam suatu wadah yang dilengkapi dengan pengadukan
yang akan menghasilkan granul (Siregar, 2008). Dalam proses granulasi basah
zat berkhasiat, pengisi dan penghancur dicampur homogen,lalu dibasahi
dengan larutan pengikat, bila perlu ditambahkan pewarna. Diayak menjadi
granul dan dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40-50°C. Proses
pengeringan diperlukan oleh seluruh cara granulasi basah untuk
menghilangkan pelarut yang dipakai pada pembentukan gumpalan gumpalan
dan untuk mengurangi kelembaban sampai pada tingkat yang optimum. Setelah
kering diayak lagi untuk memperoleh granul dengan ukuran yang diperlukan.
Untuk meningkatkan granulasi secara efisien, tujuan granulasi benar benar
dipahami. Alasan granulasi yang paling umum adalah agar bahan memiliki
sifat alir yang baik sehingga mesin tablet dan alat pengisi kapsul terisi dengan
baik dan dapat dipertahankan bobot tablet atau kapsul yang seragam, agar
kepadatan serbuk meningkat dan agar penyebaran ukuran pertikel berubah,
sehingga daya ikat pada pemampatan dapat diperbaiki.
Prinsip dari metode granulasi basah adalah membasahi masa tablet
dengan larutan pengikat teretentu sampai mendapat tingkat kebasahan tertentu
pula, kemudian masa basah tersebut digranulasi. Metode ini membentuk granul
dengan cara mengikat serbuk dengan suatu perekat sebagai pengganti
pengompakan, tehnik ini membutuhkan larutan, suspensi atau bubur yang
mengandung pengikat yang biasanya ditambahkan ke campuran serbuk atau
dapat juga bahan tersebut dimasukan kering ke dalam campuran serbuk dan
cairan dimasukan terpisah. Cairan yang ditambahkan memiliki peranan yang
cukup penting dimana jembatan cair yang terbentuk di antara partikel dan
kekuatan ikatannya akan meningkat bila jumlah cairan yang ditambahkan
meningkat, gaya tegangan permukaan dan tekanan kapiler paling penting pada
awal pembentukan granul, bila cairan sudah ditambahkan pencampuran
dilanjutkan sampai tercapai dispersi yang merata dan semua bahan pengikat
sudah bekerja, jika sudah diperoleh massa basah atau lembab maka massa
dilewatkan pada ayakan dan diberi tekanan dengan alat penggiling atau
oscillating granulator tujuannya agar terbentuk granul sehingga luas permukaan
meningkat dan proses pengeringan menjadi lebih cepat, setelah pengeringan
granul diayak kembali ukuran ayakan tergantung pada alat penghancur yang
digunakan dan ukuran tablet yang akan dibuat (Ansel, 2005).
Uji sifat alir bertujuan untuk mengetahui sifat alir dari granul yang
dinyatakan dalam kecepatan alirnya, sifat alir memiliki peranan penting dalam
pembuatan tablet yaitu berkaitan dengan keseragaman bobot dan dosis, granul
dengan sifat alir baik akan mudah mengisi lubang matris dengan volume yang
tetap, sehingga tidak terjadi perbedaan bobot dan dosisnya dapat seragam.
Pengukuran sifat alir dapat dilakukan melalui 2 macam metode, yaitu metode
langsung dan metode tidak langsung, metode langsung yang digunakan pada
praktikum kali ini adalah metode corong, dengan menuangkan sebanyak 100 g
granul ke dalam corong yang telah ditutup bagian bawahnya, pengisian melalui
bagian tepi corong untuk menghindari adanya gaya tekan yang dapat
memadatkan granul dan mempengaruhi sifat alirnya. Uji sifat alir granul
dilakukan dengan menguji kecepatan alir suatu campuran granul. Kecepatan
alir merupakan metode pengukuran yang sangat sederhana dan dapat langsung
diketahui kecepatan atau waktu yang dibutuhkan sejumlah serbuk untuk
mengalir. Uji pengukuran sifat alir secara tidak langsung dapat dilakukan
dengan uji sudut diam. Sudut diam merupakan sudut yang dapat dibentuk oleh
sejumlah serbuk setelah serbuk diberi perlakuan (Sulaiman, 2007).
Uji sudut diam merupakan salah satu metode untuk mengevaluasi
fluiditas granul secara tidak langsung, menggunakan alat silinder tetap dengan
penyangga dengan cara memasukan sejumlah granul ke dalam silinder dalam
keadaan lubang bagian bawah ditutup kemudian setelah pengisian selesai
penutup dibuka dan granul dibiarkan mengalir. Sudut diam yang diukur
merupakan tinggi gundukan granul yang terdapat di atas penyangga dibagi
dengan diameter penyangga. Nilai sudut diam dapat menggambarkan seberapa
baik fluiditas granul yang diukur, dimana jika granul memiliki fluiditas yang
kurang baik maka akan sulit mengalir melalui lubang di bagian dasar silinder
sehingga akan membentuk gundukan yang tinggi di atas penyangga.
Sebaliknya jika granul memiliki fluiditas baik akan lebih mudah mengalir
melalui lubang silinder sehingga gundukan yang tersisa di atas penyangga tidak
terlalu banyak.

B. Deskripsi Bahan Praktikum


1. Parasetamol (FI III, 1979)
Asetaminofen mengandung tidak kurang dari 98,0% dantidak
lebih dari 101,0% C8H9NO2, dihitung terhadap zat yang telah
dikeringkan
Nama Resmi : Acetaminophenum
Nama Lain : Acetaminofen
Pemerian : Hablur atau serbuk hablur putih, tidak
berbau, rasa pahit
Kelarutan : Larut dalam 70 bagian air,dalam7 bagian
etanol (95%) P, dalam13 bagian aseton P,
dalam 40 bagian gliserol P dan dalam 9
bagian propilenglikol P, larut dalam
larutan alkali hidroksida
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Khasiat dan penggunaan : Analgetikum, antipiretikum
BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Busur
b. Corong kecil
c. Tap density tester
2. Bahan
Granul obat parasetamol

B. Formulasi
Granul obat parasetamol 27,15 gram

C. Prosedur Kerja
1. Pengamatan Sudut Diam
Timbang granul, masukkan secara pelan-pelan lewat corong bagian atas dan
sementara bagian bawah ditutup

Buka penutupnya

Biarkan serbuk mengalir keluar

Ukur tinggi dan hitung waktu kerucut yang terbentuk

Ulangi percobaan sebanyak tiga kali

2. Uji Pengetapan
Tuangkan granul secara pelan-pelan ke dalam gelas ukur dan catat sebagai Vo

Pasang gelas ukur pada alat dan hidupkan alat

Catat perubahan volume setelah (Vt) dengan waktu 5 menit, 10 menit, dan 15
menit dengan speed 250 dan ketukan 1220

Catat berat granul
BAB 4

HASIL

1. Untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel pada fluiditas granul


A. Uji Penetapan
(Vo−Vt)
Rumus : T% = x 100%
Vo

Keterangan :
Vo = Volume awal
Vt = Volume setelah penetapan
(70−56 ml)
- Menit ke- 5 = x 100%
70 ml
14
= 70 x 100%

= 0,2

(70−54 ml)
- Menit ke- 10 =
70 ml
16
= 70 𝑥 100%

= 0,2285

(70−52 ml)
- Menit ke- 15 =
70 ml
18
=70 x 100%

= 0,2571
B. Uji sudut diam
No Laju alir Sudut diam
1. 3 detik 40°
2. 3 detik 40°
3. 3 detik 40°
Gambar 4.1 Sampel Granul Gambar 4.2 Jolting Volumeter

Gambar 4.3 Uji Pengepakan Gambar 4.4 Pengamatan sudut diam


BAB IV

PEMBAHASAN

Penentuan sifat alir bahan granul diantaranya dapat dilakukan dengan cara
melakukan pengukuran sudut diam dan waktu alir. Sudut diam adalah sudut
maksimum yang dibentuk permukaan serbuk dengan permukaan horizontal atau
keadaan datar. Bila sudut diam lebih kecil atau sama dengan 30 derajat biasanya
menunjukan bahwa bahan dapat mengalir bebas, bila sudutnya lebih besar atau
sama dengan 40 derajat biasanya daya mengalirnya kurang baik (Banker and
Anderson, 1986)

Sudut diam yang terbentuk oleh tumpukan serbuk ini biasa digunakan
adalah corong. Selain sudut diam, waktu alir dapat digunakan untuk menentukan
sifat alir granul. Waktu alir adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengalir dalam
suatu tertentu. Semakin baik sifat alirnya makan akan semakin cepat waktu yang
diperlukan untuk mengalirkan sejumlah granul.

Uji sifat alir menurut Aulton, lieberman dan Lachman yang dimaksudkan
adalah granul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir. Dengan cara penutup
corong dibuka sehimgga granul keluar dan di tampung pada bidang datar. Waktu
alir tersebut nantinya dicatat dan sudut diamnya dihitung dengan mengukur
diameter dan tinggi tumpukan granul yang kelur dari mulut corong. Menurut
referensi yang di dapat, waktu alir dipersyaratkan dengan sudut diam tidak lebih
dari 30 derajat, akan tetapi referensi lain juga ada menyebutkan ideal sudut diam
yang baik adalah kurang dari 40 derajat. Pada hasil ini yang kami dapatkan adalah
sudutnya tidak lebih dari 40 derajat.

Pada praktikum kali ini kami melakukan praktik mengukur paramater


sudut diam. Caranya yaitu dengan meletakkan granul yang sudah dibuat, granul
yang kami dapat 27,15 gram maka untuk menguji kecepatan alir yang bagian
bawahnya ditutup. Maka granul-granul tadi yang di dalam corong akan keluar
dan kecepatan alirannya dengan menghitung waktu yang diperlukan oleh sejumlah
serbuk untuk turun melalui corong alat penguji dengan stopwatch dari mulai
dibukanya tutup bagian bawah hingga semua massa granul-granul mengalir keluar
dari corong. Setelah itu timbunan granul tadi dapat digunakan untuk menghitung
sudut istirahat. Yaitu diameter rata-rata timbunan gram dan tinggi puncak
timbunan granul diukur. Idealnya untuk 100 gram granul waktu alirannya tidak
boleh dari 10 detik.

Pada pengujian praktikan mendapatkan data untuk waktu uji alir adalah
selama 3 detik dalam 3 kali pengujian, ini artinya granul yang dihasilkan memiliki
kecepatan alir rata-rata 9,05 gram/detik. Hasil tersebut menunjukan aliran granul
baik karena kecepatan > 4 gram/detik. Setelah pengerjaan waktu alir maka bisa
mengukur sudut diam dengan mengamati kerucut yang terbentuk ( h cm ) di atas
alas yang datar dengan diameter tertentu ( d cm ). Pada data ini kami tidak
mendapatkan data karena tidak ada instruktur untuk mencari nilainya, akan tetapi
praktikan mendapatkan sudut diam 40 derajat sebanyak 3 kali pengujian, menurut
referensi yang kami dapat sudut yang didapat sudut diam yang cukup baik.

Pada praktikum waktu yang sama, setelah melakukan pengujian sudut


diam dan laju alir, praktikan menguji pengetapaan, konsepnya ialah menggunakan
alat ( Tap density tester ) yang didasarkan pada penataan kembali partikel
penyusunan dalam suatu wadah yang diberi getaran mekanik ( hentakan/ketukan )
dalam jumlah dan waktu tertentu. Dilakukannya dengan cara mengisi gelas ukur
berskala dengan granul melalui dinding gelas ukur ( 100 ml ) sebagai Vo ( nilai
awal ), kemudian diberi getaran 3 kali perlakuan dengan waktu yang berbeda,
yaitu menit 5,10,15 dan setiap 5 menit ketukan yang diatur sebanyak 12250
ketukan.

Setiap kali hentakan selesai, maka praktikan mengamati penurunan granul


yang terjadi sebagai nilai Vt. Tujuannya ialah pengisian granul lewat dinding
untuk menghindari adanya rongga/celah sehingga volume granul tepat. Setelah
hentakan pada menit ke 5 diberikan hentakan/ketukan dilanjtukan pada waktu
menit ke 10 dan menit ke 15. Pada pengerjaan ini praktikan mendapatkan data Vo
( 70ml ), Vt 5 = 56, Vt 10 = 54, Vt = 52. Seharusnya secara teori
penghentakan/ketukan itu diberikan sampai dilanjutkan terus menerus volume
granul tidak mengalami penurunan (konstan), dari data yang praktikan dapat
menilai hal ini menunjukan bahwa sifat alir granul terpengaruhi lagi oleh getaran.
Selisih setiap Vt danVo lalu dibandingkan dengan volume awal granul sehingga
akan didapatkan persen pengetapan yang di sebut dengan indeks tap T, yang
dituliskan dalam modul praktikum. Pada data ini praktikan tidak dapat
menentukan nilai karakteristik laju alir serbuk dengan pengujian pengetapan,
karena ada data-data dan nilai yang belum di ketahui, dan juga keterbatasan
kemampuan praktikan dalam mempelajari teori.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi yang dapat kami simpulkan atas
ketidaksempurnaan pengujian sifat alir ialah pada pengukuran sudut diam
praktikan tidak menggunakan penggaris busur melainkan dengan sebuah aplikasi,
hal ini mempengaruhi ke akuratan dalam penilaian sudut diam. Pada saat
pengujian juga tidak ada klem untuk menahan corong agar terhindar dari gerakan
atau getaran yang dapat mempengaruhi kecepatan waktu laju alirnya. Selain itu
faktor kemampuan praktikan dalam hal mengamati pengerjaan untuk
mendapatkan nilai dan data.
BAB V

KESIMPULAN

Pada praktikum ini, praktikan menyimpulkan hasil dari pengerjaan sesuai


dengan teori, nilai yang didapatkan dan kualitas granul yang cukup baik. Maka ini
berbanding lurus dengan kualitas pembuatan tablet nantinya. Akan tetapi
pengujian ini tidak bisa memastikan buruk atau baiknya kualitas tablet karena
granul belum teruji dengan pengujian yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan RI.


Jakarta
Aulton, E.M., and Summers, M., 2002, Granulation, in Aulton, M.,
nd
Pharmaceutics The science of Dosage Form Design, 2 Edition, 365,
Churchil Livingstone, Spain.
Ansel, Howard C. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi ed.IV. Jakarta: UI
Press
Banker, S.G., and Anderson, R.N., 1986, Tablet In Lachman, L. Lieberman, The
Theory and Practice of Industrial Pharmacy, 3 rd ed., Lea and Febiger,
Philadelphia. 643-704.
Siregar, Charles J.P. 2008. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet : Dasar-Dasar
Praktis. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran, EGC.
Sulaiman, T.N. Saifullah. 2007. Teknologi dan Formulasi Sediaan
Tablet.Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada
JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa yang dimaksud dengan sudut diam?


Jawab:
Sudut diam adalah sudut yang dibentuk oleh tumpukan serbuk terhadap bidang
datar setelah serbuk tersebut mengalir secara bebas melalui celah sempit.
Semakin kecil sudut diam maka semakin mudah serbuk tersebut mengalir.

2. Jelaskan metode yang dapat mengukur sudut diam!


Jawab:
Timbang bahan (granul), masukkan secara pelan-pelan lewat bagian atas,
sementara bagian bawah ditutup. Buka penutupnya dan biarkan bahan keluar.
Ukur sudut kerucut yang terbentuk.

Anda mungkin juga menyukai