Anda di halaman 1dari 32

MAKALAH TUTORIAL I KEHAMILAN

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah

Dosen Pengampu : Ns. Kartika Wijayanti M.Kep

Disusun oleh :

1. Sulistiani (17.0601.0048) 6. Khurotun A (17.0601.0053)


2. Ayu R (17.0601.0049) 7. Rahayu D.A (17.0601.0054)
3. Amartia P.L (17.0601.0050) 8. Metias P (17.0601.0055)
4. Mela P (17.0601.0051) 9. Dananto B (17.0601.0056)
5. Evi S (17.0601.0052) 10. Siti Z (17.0601.0057)

PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2018
Daftar Isi

Daftar Isi .................................................................................................................................................. i

Kasus ....................................................................................................................................................... 1

A. Step 1 (mencari kata-kata sulit).......................................................................................................... 1

B. Step 2 (menjawab kata-kata sulit) ...................................................................................................... 1

C. Step 3 (Pertanyaan sesuai kasus) ........................................................................................................ 2

D. Step 4 (Menjawab pertanyaan step 3) ................................................................................................ 3

E. Step 5 Merumuskan LO atau tujuan belajar ....................................................................................... 5

F. Step 6 Mencari jawaban dari rumusan tujuan belajar berdasarkan sumber ........................................ 6

G. Asuhan Keperawatan Terkait Kasus ................................................................................................ 25

Daftar Pustaka ....................................................................................................................................... 28

i
Kasus

Seorang wanita (Ny.Zaenab) umur 23 tahun ,G1P0A0,datang ke poli kandungan dengan


keluhan mual dan muntah pada pagi hari, pengkajian didapatkan: BB turun sebanyak 2kg dari
sebelum hamil, klien pucat dan lemas,Hb 10gr/dl, TD 100/70 MmHg. Klien mengatakan HPHT
1 Juni 2018. Pwrawat melakukan pemeriksaan kehamilan, termasuk melakukan pemeriksaan
Leopold. Pada pemeriksaan didapatkan hasil bahwa TFU berada 3 jari diatas sympisis pubis.
Klien juga mengatakan belum tahu tentang makanan yang harus di konsumsi selama
kehamilan,apa saja pantangan makanan selama kehamilan. Selama ini klien malas makan
sehingga asal makanan masuk, itu sudah cukup menurut klien.

A. Step 1 (mencari kata-kata sulit)

1. Ayu Reptiana : simpisis pubis


2. Rahayu dwi Astuti : mual
3. Amartia Putri L : pucat
4. Evi Sulistyawati : pemeriksaan Leoplod
5. Sulistyani : pantangan
6. Metias Prabowo : TFU
7. Siti Zulaekah : Hb
8. Khurotun Akhyun : HPHT
9. Mela Patmawati : G1P0A0
10. Dananto Bakhtiar : muntah
11. Sulistyani : poli kandungan

B. Step 2 (menjawab kata-kata sulit)

1. Simpisis bupis : gejala yang menyebabkan ketidaknyamanan didaerah pelvis (Evi


Sulistyawati)
Simpisis bupis : sendi kartilagus yang menyatukan bagian kiri dan kanan bagian depan
panggul (Amartia Putri L)
2. Mual : perasaan tidak nyaman sebelum terjadi muntah (Sulisyani)

1
Mual : sensasi tidak nyaman yang disertai dorongan untuk muntah ( Ayu Reptiana)
3. Pucat : kondisi dimana tbuh kekurangan O2 (Mela Patmawati)
Pucat : kondisi yang menggambarkan wajah seseorang yang tidak sehat dan tampak
kekuningan ( Rahayu Dwi A)
4. Pemeriksaan Leopold : pemeriksaan palpasi yang dilakukan untuk memeriksa
kehamilan ibu (Dananto Bakhtiar)
Pemeriksaan Leopold : terdapat 4 tahap pemeriksaan Leopold(Amartia Putri L)
5. Pantangan : tidak melakukan sesuatu dalam kehidupan baik untuk jangka panjang atau
pendek (Metias Prabowo)
6. TFU : untuk mengetahui berapa usia kehamilan pada ibu ( Khurotun Akhyun)
7. Hb : metaloprotein didalam sel darah merah (Ayu Reptiana)
Hb : protein dalam darah yang berisi zat besi ( Rahayu Dwi A)
8. HPHT : kepanjangan dari hari pertama haid terakhir (Siti Zulaekah)
HPHT : untuk menghitung usia janin dan usia HPL (Mela Patmawati)
9. G1P0A0 : G1 yaitu kehamilan pertama kali (Sulistyani)
P0 yaitu belum pernah melahirkan (Evi Sulistyawati)
A0 yaitu abortus atau belum pernah keguguran (Amartia Putri L)
10. Muntah : Kondisi pada saat isi perut keluar secara paksa melewati mulut (Evi
Sulistyawati)
Muntah: respon yang terjadi setelah terjadinya mual (Siti Zulaekah)
11. Poli Kandungan : Tempat pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kandungan dan
organ wanita (Dananto Bakhtiar)
Poli kandungan : Poliklinik yang membantu pasien dengan kasus yang berhubungan
dengan penyakit kandungan (Rahayu Dwi A)

C. Step 3 (Pertanyaan sesuai kasus)

1) Apa yang menyebabkan ibu hamil dalam kasus tersebut mual muntah? (Ayu Reptiana)
2) Mengapa klien pada kasus tersebut BB nya menurun? (Sulistyani)
3) Berdasarkan TFU, berapa usia kehamilan tersebut? ( Amartia Putri Lamsari)
4) Mengapa Hb pada ibu hamil tersebut hanya 10 gr/dl ? (Metias Prabowo)
5) Apa diit yang sesuai pada ibu hamil tersebut? (Rahayu Dwi A)
6) Bagaimana cara meningkatkan nafsu makan pada ibu tersebut? (Khurotun Akhyun)
7) Bagaimana adaptasi pada kehamilan yang pertama pada ibu ini? (Evi Sulistyawati)

2
8) Kapan HPL janin tersebut? (Siti Zulaekah)
9) Hb tidak normal, apakah bisa melahirkan secara normal? (Mela Patmawati)
10) Apa pantangan makan pada ibu hamil tersebut? (Dananto Bakhtiar)
11) Diagnose keperawatan apa yng mungkin muncul pada kasus tersebut? (Evi
Sulistyawati)
12) Apakah tensi 100/70 MmHg normal pada ibu hamil? ( Ayu Reptiana)
13) Edukasi apa yang baik diberikan kepada ibu hamil tentang kurangnya pemahaman gizi
yang baik? (Sulistyani)
14) Apakah masih normal pada usia hamil tersebut mual dan muntah? (Amartia Putri L)
15) Berapa Hb normal pada ibu hamil? ( Metias Prabowo)
16) Apa adaptasi fisiologis dalam kehamilan? (Rahayu Dwi A)
17) Pengkajian apa saja yang dikaji pada ibi hamil tersebut? (Khurotun Akhyun)
18) Rencana tindakan yang sesuai dengan kondisi ibu hamil tersebut? (Mela Patmawati)
19) Apa yang harus diwaspadai pada ibu hamil tersebut? (Rahayu Dwi A)
20) Bagaimana peran keluarga dalam mendampingi ibu hamil? (Dananto Bakhtiar)

D. Step 4 (Menjawab pertanyaan step 3)

1) - Sulis : Karena adanya peningkatan hormon esterogen, sensitifitas terhadap bau


meningkat

- Amartia : karena tingginya hormon

2) - Mela : BB turun karena asupan makanan kurang , mual muntah, HB turun

Sulis : Kurangnya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dan kurangnya
makanan bergizi dengan jumlah yang cukup

3) - Ayu : 12 minggu (3 bulan)

4) - tutik : kurangnya asupan nutrisi, dehidrasi, terlalu banyak aktivitas fisik, perdarahan

- Akyun : kurangnya zat besi

5) - Evi : konsumsi tinggi serat, protein, susu yang mengandung tinggi kalsium

- Amartia : konsumsi asam folat, zat besi


- Zulaikah : yoghurt, kacang merah, dan brokoli, ayam dan telur

3
6) - Sulis : Dengan memilih makanan yang disukai

- Ayu : memenuhi kebutuhan serat ibu, konsumsi sup yang rendah lemak, sayur
dan buah
- Zulaikah : memberi edukasi kepada ibu untuk mengatur pola makan sedikit tapi
sering

7) - Metias : tidak menerima kehamilan, merasa tidak nyaman

- Sulis : penyesuaian terhadap kehamilan

8) - Akyun : 08-maret-2019

9) - Tutik : Bisa tergantung kondisi ibu saat akan melahirkan, namun jika saat akan
melahirkan HB rendah beresiko terjadi pendarahan

10) - Metias : tape, makanan setengah matang, sushi, daging berlemak, mangga muda

- Tutik : durian, hati, ikan yang mengandung merkuri, sayur mentah


- Amartia : nanas, pepaya muda, anggur
- Mela : Es krim

11) - Mela : Muntah b/d kehamilan

- Akyun : resiko jatuh


- Amartia : nutrisi kurang dari kebutuhan b/d muntah
- Metias : gangguan citra diri b/d perubahan penampilan sekunder

12) - Evi ; Normal karena kehamilan pertama diusia yang masih muda

13) - Dananto : memberi edukasi jumlah nutrisi yang edukuat, jumlah kalori yang
diperlukan ibu hamil perhari yaitu 2500 kalori

14) - Metias : masih karena masih trimester pertama

15) - Dananto : Hb normal 12-14 gr/dl

16) - Amartia : kenaikan BB, adanya topeng kehamilan

- Sulis : cenderung malas, lebih sensitif, minta perhatian lebih


- Mela : posisi tubuh, hypertropi

4
- Evi : tingginya kadar progesteron, meningkatnya kolesterol darah,saliva lebih
asam

17) - Sulis : pengkajian psikososial, pengkajian KDM

- Ayu : pemeriksaan fisik head to toe

18) - Amartia : pantau kadar Hb, tentukan frekuensi mual muntah

- Metias : timbang BB, kaji suhu, turgor kulit, memran mukosa, TD


- Akyun : imunisasi TT, konsumsi zat besi
- Mela : tingkatkan konsep diri tanpa penilaian pola, .....

19) - Metias : pendarahan, mual dan muntah, tingkat aktivitas bayi dirahim secara
signifikan menurun

- Zulaikah : mengalami sakit perut saat hamil muda, sakit kepala berat, anemia,
kejang, keputihan saat hamil berlebih

20) - Sulis : selalu memberi dukuangn pada masa-masa kehamilan

- Tutik : memeberikan perhatian dan kasih sayang lenih


- Amartia ; selalu mengingatkan dietnya

E. Step 5 Merumuskan LO atau tujuan belajar

Mahasiswa dapat memahami :

1) adaptasi fisiologis dan psikologis dalam kehamilan


2) Pengkajian pada pasien antenatal
3) Diagnosa yang mungkin muncul pada pasien antenatal
4) Intervensi (NIC) pada pasien antenatal

5
F. Step 6 Mencari jawaban dari rumusan tujuan belajar berdasarkan sumber

1) Adaptasi fisiologis dan psikologis kehamilan

Trimester I

Fisiologis Psikologis

Sistem tubuh Bentuk perubahan Bentuk perubahan

Uterus Uterus akan membesar pada bulan-bulan Pada trimester ini, ibu
pertama dibawah pengaruh estrigen dan hamil cenderung
progesteron. Perubahan ini pada dasarnya mengalami perasaan
disebabkan oleh adanya : (1) peningkatan tidak enak, seperti
vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah. kekecewaan,
(2) hiperplasia (produksi serabut otot dan penolakan, kecemasan,
jaringan fibroelastis baru) yang sudah ada kesedihan, dan merasa
dan (3) perkembangan desidua. benci akan
kehamilannya. Hal ini
Serviks Serviks uteri pada kehamilan juga
disebabkan oleh
mengalami perubahan karena hormon
permulaan peningkatan
estrogen. Jika korpus uteri mengandung
hormon progesteron
lebih banyak jaringan otot, maka serviks
dan estrogen yang
lebih banyak mengandung jaringan ikat.
menyebabkan ibu
Akibat kadar estrogen meningkat dan
mengalami mual dan
dengan adanya hipervaskularisasi serta
muntah, dan
meningkatnya suplai darah maka
mempengaruhi
konsistensi serviks menjadi lunakyang
perasaan ibu. Pada
disebut tanda goodell. Selama minggu
masa ini ibu juga
awal kehamilan, peningkatan aliran darah
berusaha meyakinkan
uterus dan limfe mengakibatkan eodema
bahwa dirinya memang
dan kongesti panggul. Akibanya uterus,
mengalami kehamilan.
serviks dan itmus lunak secara progresif
Pada masa ini juga
dan serviks menjadi kebiruan (tanda
cenderung terjadi
chadwick, tanda kemungkinan hamil)
penurunan libido
perlunakan itmus menyebabkan antefleksi

6
Fisiologis Psikologis

Sistem tubuh Bentuk perubahan Bentuk perubahan

uterus berlenihan selama tiga bulan sehingga diperlukan


pertama kehamilan. komunikasi yang jujur
dan terbuka antara
Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat
suami dan istri.
korpus luteum graviditatum, korpus uteum
graviditatisberdiameter kira-kira 3 cm,
kemudian dia mengecil setelah plasenta
terbentuk. Korpus luteum ini
mengeluarkan hormon estrogen dan
progesteron.

Vagina dan Akibat pengaruh hormon estrogen, vagina


Vulva dan vulva mengalami perubahan pula.
Sampai minggu ke-8 terjadi
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina
dan vulva tampak lebih merah, agak
kebiruan (lividae) tanda ini disebut tanda
chadwick . warna portio pun tampak
lividae.

Kulit Pada kulit dinding perut akan mengalami


perubahan warna menjadi kemerahan,
kusam dan kadang-kadang juga akan
mengenai daerah buah dada dan paha.
Perubahan ini dikenal dengan istilah striae
gravidarum.

Payudara Pada awal kehamilan perempuan akan


merasakan payudaranya menjadi lebih
lunak. Setelah bulan kedua payudara akan
bertambah ukurannya dan vena-vena
dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting

7
Fisiologis Psikologis

Sistem tubuh Bentuk perubahan Bentuk perubahan

payudara akan lebih besar kehitaman dan


tegak

Sistem Selama terjadinya kehamilan,


Respirasi sirkumferensia torak akan bertambah ± 6
cm, tetapi tidak mencukupi penurunan
kapasitas residu fungsional & volume
residu paru-paru karena pengaruh
diafragma yang naik ± 4 cm selama
kehamilan.

Kardiovaskular a. Curah jantung meningkat

b. Tekanan darah menurun pada


trimester pertama ini karena pengaruh
hormon progesteron sehingga otot polos
berelaksasi.

Metabolisme Pada masa hamil, ibu memerlukan asupan


zat besi tambahan zat besi, tetapi pada trimester
pertama tidak terlalu banyak.

Sirkulasi Saat ini volume plasma meningkat (mulai


usia kehamilan 10 minggu). Selain itu,
volume darah merah, sel darah putih, dan
trombosit juga meningkat pada masa ini.

8
Trimester II

Fisiologis Psikologis

Sistem Tubuh Bentuk perubahan Bentuk Perubahan

uterus Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri Pada trimester ini, ibu
sama sekali diisi oleh ruang amnion yang hamil merasa mulai
terisi janin dan istimus menjadi bagian menerima kehamilan
korpus uteri. Bentuk uterus menjadi bulat dan menerima
dan berangsur-angsur berbentuk lonjong keberadaan bayinya
seperti telur, ukurannya kira-kira sebesar karena pada masa ini
kepala bayi atau tinju orang dewasa. ibu mulai dapat
merasakan gerakan
Serviks Konsistensi menjadi lunak dan kelenjar-
janinnya. Pada periode
kelenjar di serviks akan berfungsi lebih
ini, libido ibu
dan akan mengeluarkan sekresi lebih
meningkat dan ibu
banyak.
sudah tidak merasa
lelah dan tidak
nyaman seperti pada

Ovarium dan Korpus luteum mulai mnghasilkan trimestrt pertama.

plasenta estrogen dan progesteron dan setelah


plasenta terbentuk menjadi sumber utama
kedua hormon. Plasenta membentuk
steroid, human chorionic gonadotropin (
HCG ), Human Placenta Lactgogen ( HPL
) atau Human Chorionic
Somatomammothropin ( HCS ), dan
Human Chorionic Thyrotropin ( HCT
). Jadi pada masa ini plasenta mulai
menggantikan fungsi korpus luteum.

Payudara/ Terjadi perubahan – perubahan antara lain:


mammae adanya rasa kesemutan, danya nyeri tekan
,payudara membesar secara bertahap

9
Fisiologis Psikologis

Sistem Tubuh Bentuk perubahan Bentuk Perubahan

karena peningkatan pertumbuhan jaringan


alveolar dan suplai darah ,puting susu
lebih menonjol dan mengeras, areola
tumbuh lebih gelap. Selain itu pada usia
kehamilan 12 minggu ke atas puting susu
mulai mengeluarkan cairan berwarna putih
agak jernik bernama colostrum.

Kulit Stiae gravidarum ,yaitu tanda regangan


yang dibentuk akibat serabut – serabut
elastik dari lapisan kulit terdalam terpisah
dan putus. Hal ini mengakibatkan pruritus
atau rasa gatal

Sistem 1. Konstipasi yang disebbkan oleh


Pencernaan hormon estrogen yang semakin meningkat

2. Perut kembung yang disebabkan karena


adnya tekanan uterusyang membesar
dalam rongga perutyang mendesak organ –
organ pencernaan ke arah atas dan lateral.

3. Wasir yang disebabkan oleh konstipasi


dan naiknya tekanan vena – vena di bawah
uterus

4.Panas perut (heart burn) yang terjadi


akibat aliran balik asam gastrik ke dalam
esophagus bagian bawah.

Sistem Wanita hamil sering mengaami sesak


Respirasi nafas karena penurunan tekanan CO2.

10
Fisiologis Psikologis

Sistem Tubuh Bentuk perubahan Bentuk Perubahan

Sistem Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit


kardiovaskuler demi sedikit naik kembali pada tekanan
darah sebelum aterm. Terjadi peningkatan
volume darah sekitar 30 % - 50% diatas
tingkat biasanya karena adanya retensi
garam dan air yang disebabkan sekresi
aldosteron dari adrenal oleh esterogen.
Peningkatan volume dam curah jantung
juga menimbulkan perubahn hasil
auskultasi. Bunyi spliting S1 dan S2 lebih
jelas terdengar. S3 lebih jelas terdengar
setelah minggu ke – 20 gestasi. Antar
minggu ke 14 dan 20 denyut meningkat
perlahan mencapaiu 10 sampaij 15 kali
permenit kemudian menetap sampai aterm

Sistem Vaskularisasi meningkat


perkemihan membuatvmukosa kandung kemih menjadi
mudah luka dan berdarah. Pembesaran
kandung kemih menimbulkan rasa ingin
berkemih walaupun kemih hanya berisi
seikit utine.

Sistem Mobilitas sendi berkurang terutama pada


Muskuloskletal daerah siku dan pergelangan tangan,terjadi
penambahan berat badan sehingga bahu
lebih tertarik kebelakang dan tulang
belakang lebih melengkung, sendi tulang
belakang lebih lentur. Sehingga ibu hamil
terlihat seperti penderita lordosis. Sering
juga ibu hamil mengeluh mengalamiKram

11
Fisiologis Psikologis

Sistem Tubuh Bentuk perubahan Bentuk Perubahan

pada kaki yang terjadi akibat tekanan dari


rahim pada pembuluh darah utama menuju
kaki membuat darah mengalir kembali ke
arah kaki, menyebabkan terjadinya kram.
Untuk mengurangi keluhan urutlah bagian
yang kram tadi atau berjalan bisa membuat
lebih nyaman

Trimester III

Fisiologis Psikologis

Sistem
Bentuk perubahan Bentuk perubahan
Reproduksi

Uterus Kontraksi perut Braxton-Hicks atau Pada trimester akhir


kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di ini, ibu hamil mulai
bagian perut yang ringan, tidak teratur, merasa takut dan
dan akan hilang bila ibu hamil duduk atau waspada. Hal ini
istirahat. karena ibu
memikirkan keadaan
Serviks Serviks uteri pada kehamilan juga
bayinya, perkiraan
mengalami perubahan karena hormon
waktu bayinya akan
estrogen. Akibat kadar estrogen yang
lahir. Sementara ibu
meningkat dan dengan adanya
juga takut berpisah
hipervaskularisasi, maka konsistensi
dengan bayinya dan
serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih
kehilangan perhatian
banyak mengandung jaringan ikat yang
khusus yang diterima
terdiri atas kolagen.

12
Fisiologis Psikologis

Sistem
Bentuk perubahan Bentuk perubahan
Reproduksi

Ovarium selama hamil. Oleh


sebab itu, saat ini ibu
Vagina dan Vagina dan vulva akibat hormon estrogen
sangat memerlukan
vulva juga mengalami perubahan. Adanya
dukungan dari suami,
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina
keluarga dan petugas
dan vula tampak lebih merah dan agak
kesehatan. Masa ini
kebiru-biruan (livide). Warna porsio
juga sangat perlu
tampak livide. Pembuluh-pembuluh darah
dipersiapkan secara
alat genetalia interna akan membesar
aktif sehingga
Payudara Keluarnya cairan dari payudara, yaitu persalinan dapat
colostrum, merupakan makanan bayi ditangani secara
pertama yang kaya akan protein. optimal.
Biasanya, pada trimester ini, ibu hamil
akan merasakan hal itu, yakni keluarnya
colostrum.

Perubahan Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5


metabolik kg, penambahan BB dari mulai awal
kehamilan sampai akhir kehamilan adalah
11-12 kg.

Kardiovaskular a. Curah jantung meningkat 30-50%


selama kejamilan, dan terjadi peningkatan
maksimal pada trimester ini,

b. Pada masa ini, tekanan darah tetap


berada pada kisaran sesuai dengan
tekanan darah.

Sistem respirasi Karena adanya perubahan hormonal yang


memengaruhi aliran darah ke paru-paru,
pada kehamilan 33-36 minggu, banyak

13
Fisiologis Psikologis

Sistem
Bentuk perubahan Bentuk perubahan
Reproduksi

ibu hamil akan merasa susah bernapas.


Ini juga didukung oleh adanya tekanan
rahim yang membesar yang berada di
bawah diafragma (yang membatasi perut
dan dada). Setelah kepala bayi turun
kerongga panggul ini biasanya 2-3
minggu sebelum persalinan pada ibu yang
baru pertama kali hamil akan merasakan
lega dan bernapas lebih mudah, dan rasa
panas diperut biasanya juga ikut hilang,
karena berkurangnya tekanan bagian
tubuh bayi dibawah diafragma / tulang
iga ibu.

Pencernaan Konstipasi Pada trimester ini sering


terjadi konstipasi karena tekanan rahim
yang membesar kearah usus selain
perubahan hormon progesteron

Perkemihan Sering kencing Pembesaran rahim ketika


kepala bayi turun ke rongga panggul akan
makin menekan kandungan kencing ibu
hamil.

Endokrin Pada akhir kehamilan terjadi Penurunan


kadar hormon progesteron dan terjadi
peningkatan hormon oksitosin.

Muskuloskeletal Sakit bagian tubuh belakang Sakit pada


bagian tubuh belakang (punggung-
pinggang), karena meningkatnya beban
berat dari bayi dalam kandungan yang

14
Fisiologis Psikologis

Sistem
Bentuk perubahan Bentuk perubahan
Reproduksi

dapat mempengaruhi postur tubuh


sehingga menyebabkan tekanan ke arah
tulang belakang

Persyarafan Bengkak Perut dan bayi yang kian


membesar selama kehamilan akan
meningkatkan tekanan pada daerah kaki
dan pergelangan kaki ibu hamil, dan
kadang membuat tangan membengkak.
Ini disebut edema, yang disebabkan oleh
perubahan hormonal yang menyebabkan
retensi cairan.

Kekebalan Cairan vagina Peningkatan cairan vagina


selama kehamilan adalah normal. Cairan
biasanya jernih. Pada awal kehamilan,
cairan ini biasanya agak kental,
sedangkan pada saat mendekati
persalinan cairan tersebut akan lebih cair.

(Kusmiyati,2009.)

(Fairus, Martini. 2011)

2) Pengkajian pada pasien antenatal


1. Aktivitas dan Istirahat
a. Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8 – 12 minggu) kembali pada
tingkat pra kehamilan selama setengah kehamilan terakhir.
b. Denyut nadi dapat meningkat 10 – 15 DPM.

15
c. Murmur sistolik pendek dapat terjadi sampai dengan peningkatan volume episode
singkope.
d. Varises
e. Sedikit edema ekstremitas bawah/tangan mungkin ada (terutama pada trisemester
akhir)

2. Integritas Ego
Menunjukkan perubahan persepsi diri

3. Eliminasi
a. Perubahan pada konsistensi / frekuensi defekasi
b. Peningkatan frekuensi perkemihan
c. Urinalisis: Peningkatan berat jenis
d. Hemoroid

4. Makanan/Cairan
a. Mual dan muntah, terutama trisemester pertama; nyeri ulu hati umum terjadi
b. Penambahan berat badan: 2 sampai 4 lb trisemester pertama, trisemester kedua dan
ketiga masing-masing 11 – 12 lb.
c. Membran mukosa kering: hipertropi jaringan gusi dapat terjadi mudah berdarah
d. Hb dan Ht rendah mungkin ditemui (anemia fisiologis)
e. Sedikit edema dependen
f. Sedikit glikosuria mungkin ada
g. Diastasis recti (separasi otot rektus) dapat terjadi pada akhir kehamilan.

5. Nyeri dan Kenyamanan


Kram kaki; nyeri tekan dan bengkak pada payudara; kontraksi Braxton Hicks terlihat
setelah 28 minggu; nyeri punggung.

6. Pernapasan
a. Hidung tersumbat; mukosa lebih merah daripada normal
b. Frekuensi pernapasan dapat meningkat terhadap ukuran/tinggi; pernapasan torakal.

16
7. Keamanan
a. Suhu tubuh 98 – 99,5 ºF (36,1 – 37,6 ºC)
b. Irama Jantung Janin (IJJ) terdengar dengan Doptone (mulai 10 – 12 minggu) atau
fetoskop (17 - 20 minggu)
c. Gerakan janin terasa pada pemeriksaan setelah 20 minggu. Sensasi gerakan janin pada
abdomen diantara 16 dan 20 minggu.
d. Ballottement ada pada bulan keempat dan kelima.

8. Seksualitas
a. Penghentian menstruasi
b. Perubahan respon /aktivitas seksual
c. Leukosa mungkin ada.
d. Peningkatan progresif pada uterus mis: Fundus ada di atas simfisis pubis (pada 10 –
12 minggu) pada umbilikolis (pada 20 – 30 minggu) agak ke bawah kartilago ensiform
(pada 36 minggu)
e. Perubahan payudara: pembesaran jaringan adiposa, peningkatan vaskularitas lunak
bila dipalpasi, peningkatan diameter dan pigmentasi jaringan arcolar, hipertrofi
tberkel montgemery, sensasi kesemutan (trisemester pertama dan ketiga);
kemungkinan strial gravidarum kolostrum dapat tampak setelah 12 minggu
f. Perubahan pigmentasi: kloasma, linea nigra, palmar eritema, spicler nevi, strial
gravidarum.
g. Tanda-tanda Goodell, Hegar Schdwick positif.

9. Integritas Sosial
a. Bingung/meragukan perubahan peran yang dintisipasi.
b. Tahap maturasi/perkembangan bervariasi dan dapat mundur dengan stressor
kehamilan
c. Respons anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan mendukung sampai
disfungsional.

10. Penyuluhan/Pembelajaran

17
Harapan individu terhadap kehamilan, persalinan/melahirkan tergantung pada usia,
tingkat pengetahuan, pengalaman paritas, keinginan terhadap anak, stabilitas
ekonomik.

11. Pemeriksaan Diagnostik


a. DL menunjukkan anemia, hemoglobinipatis (mis: sel sabit)
b. golongan darah: ABO DAN Rh untuk mengidentifikasi resiko terhadap
inkompatibilitas
c. Usap vagina/rectal: tes untuk Neisseria gonorrhea, Chlamydia
d. Tes serologi: menentukan adanya sefilis (RPR: Rapid Plasma Reagen)
e. Penyakit Hubungan Kelamin lain (PHS) seperti diindikasikan oleh kutil vagina,
lesi, rabas abnormal.
f. Skrining: terhadap HIV, hepatitis, tuberculosis
g. Papanicolaow Smear: mengidentifikasi neoplasia, herpes simpleks tipe 2
h. Urinalisis: skin untuk kondisi media (mis: pemastian kehamilan infeksi, diabetes
penyakit ginjal)
i. Ter serum/urin untuk gadadotropin karionik manusia (HCG) positif
j. Titer rubella > a : a O menunjukkan imunitas
k. Tes sonografi: ada janin setelah gestasi 8 minggu
l. Skin glukosa serum / 1 jam tes glukosa: < 140 jam mg/dl (biasanya dilakukan
antara 24 sampai 28 minggu. Evaluasi selanjutnya dari folus pengkajian dilakukan
pada setiap kunjungan prenatal.

3) Diagnosa yang muncul pada pasien antenatal dan intervensinya


1. Trisemester I
a. Nutrisi; Perubahan , kurang dari kebutuhan tubuh, resiko tinggi terhadap b/d mual
muntah
Tujuan:
a. Mengikuti diet yang dianjurkan
b. Mengkonsumsi suplemen zat besi/vitamin sesuai resep.

Tindakan:

1) Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dulu atau sekarang dengan


menggunakan batasan 24 jam. Perhatikan kondisi rambut, kuku, dan kulit.

18
Rasional: Kesejahteraan janin/ibu tergantung pada nutrisi selama kehamilan
sebagaimana selama 2 tahun sebelum kehamilan
2) Dapatkan riwayat kesehatan: catat usia (khususnya kurang dari 17 tahun atau
lebih dari 35 tahun).
Rasional: Remaja dapat cenderung malnutrisi/anemia dan klien lansia
mungkin cenderung obesitas atau DM
3) Berikan informasi tertulis dan verbal yang tepat tentang diet.
Rasional: Materi referensi yang dapat dipelajari di rumah, meningkatkan
kemungkinan klien memilih diet seimbang
4) Timbang berat badan, pastikan berat badan pregravid biasanya.
Rasional: Ketidakadekuatan penambahan BB prenatal dan atau di bawah berat
badan normal masa kehamilan, meningkatkan resiko retardasi –
pertumbuhan intraurine (IUGR) pada janin dengan berat badan lahir
rendah
5) Pantau kadar hemoglobin (Hb) / Ht.
Rasional: Mengidentifikasi adanya anemia dan potensial penurunan kapasitas
pembawa oksigen ibu
b. Resiko kekurangan volume cairan b/d muntah
Tujuan:
a. Klien mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setiap hari
Tindakan:
1) Auskultrasi denyut jantung janin
Rasional: Adanya denyut jantung memastikan adanya janin bukan mola
hidatidosa
2) Tentukan frekuensi/beratnya mual atau muntah
Rasional: Memberikan data berkenaan dengan semua kondisi. Peningkatan
kadar Hormon Gonadotropin Korionik (HCG), perubahan
matabolisme karbohidrat dan penurunan motilitas gastric
memperberat mual dan muntah pada trisemester pertama.
3) Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain. (Misalnya uklus,
peptikum, gastritis, kolesistisis)
Rasional: Membantu dalam mengenyampingkan penyebab lain. Untuk
mengatasi masalah khusus dalam mengidentifikasi intervensi

19
4) Kaji suhu dan turgor kulit, membran mukosa, TD, suhu, masukan haluaran dan
berat jenis urine.
Rasional: Indikator dalam membantu untuk mengevaluasi tingkat/kebutuhan
hidrasi
5) Anjurkan peningkatan masukan minuman bikarbonat makan enam kali sehari
dengan jumlah yang sedikit dan makanan tinggi karbohidrat
Rasional: Membantu dalam meminimalkan mual/muntah dengan menurunkan
keasaman lambung.

c. Diagnosa: Kurang pengetahuan b/d kurang pemahaman terhadap kehamilan.


Tujuan:
a. Klien menunjukkan perilaku perawatan diri sendiri
Tindakan:
i. Buat hubungan saling percaya antara perawat – klien
Rasional: Memberikan informasi dan meningkatkan hubungan saling percaya
ii. Klarifikasi kesalah pahaman
Rasioal: Ketakutan biasanya timbul dari kesalah pahaman informasi dan dapat
mengganggu pembelajaran selanjutnya.
iii. Tentukan derajat motivasi untuk belajar.
Rasional: Klien dapat mengalami kesulitan dalam belajar tersebut jelas.
iv. Pertahankan sikap terbuka terhadap keyakinan pasangan
Rasional: Penerimaan penting untuk mengembangkan dan mempertahankan
hubungan.
v. Jelaskan rutinitas kunjungan kantor dan rasional dari intervensi
Rasional: Menguatkan hubungan antara pengkajian kesehatan dan hasil positif
ibu/bayi.

d. Cedera; resti terhadap janin


Tujuan:
a. Klien menunjukkan prilaku yang meningkatkan kesehatan diri sendiri dan janin.
Tindakan:
1. Trimester I
i. Diskusikan pentingnya kesejahteraan ibu

20
Rasional: Kesejahteraan janin secara langsung berhubungan dengan
kesejahteraan ibu, khususnya selama trisemester pertama.
ii. Anjurkan klien untuk melakukan latihan secukupnya
Rasional: Karena aktivitas keras dapat menurunkan aliran darah ke uterus.
Takikardia sementara, kemungkinan hiperkemia janin.
iii. Anjurkan klien untuk melakukan hubungan seks yang lebih aman seperti
pemakaian kondom
Rasional: Untuk mengurangi terjadinya penyakit hubungan seksual.
iv. Catat masukan protein
Rasional: Masukan protein penting untuk perkembangan jaringan otak janin
v. Berikan informasi untuk menghindari kontak dengan orang yang diketahui
mengalami infeksi Rubella
Rasional: Pemajanan dapat mempunyai efek negative pada perkembangan
janin, khususnya pada trimester I
vi. Anjurkan penghentian penggunaan tembakau
Rasional: Merokok mempengaruhi sirkulasi plasenta
2. Trimester II
1. Diagnosa; Gangguan citra tubuh b/d persepsi perubahan biotik
Tujuan:
a. Klien mengungkapkan penerimaan/adaptasi bertahap untuk mengubah
konsep diri.
Tindakan:
1) Kaji sikap terhadap kehamilan
Rasional: Pada trisemester II perubahan bentuk tubuh telah tampak efek-
efek yang tampak, kloasma, strial, jerawat, perubahan emosi

2) Berikan informasi tentang kenormalan perubahan


Rasional:Informasi dapat membantu klien memahami/menerima apa yang
terjadi
3) Anjurkan gaya dan sumber-sumber yang tersedia dari pakaian saat hamil
Rasional: Situasi menandakan kebutuhan akan pakaian yang akan
meningkatkan penampilan klien untuk kerja dan melakukan
aktivitas yang menyenangkan
2. Diagnosa: kep. Pola pernapasan, ketidakefektifan.

21
Tujuan:
a. Klien melaporkan penurunan frekuensi/beratnya keluhan.
Tindakan:
1) Kaji status pernapasan
Rasional: Menentukan luas/beratnya masalah yang terjadi pada kira-kira 60
% klien prenatal, meskipun kapasitas vital meningkat. Fungsi
pernapasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada
inspirasi. Berkurang oleh pembesaran ulkus.
2) Anjurkan sering istirahat
Rasional: Menurunkan kemungkinan gejala-gejala pernapasan yang
disebabkan kelebihan
3) Anjurkan menggunakan posisi semi fowler untuk duduk
Rasional: Pengubahan posisi tegak meningkatkan ekspansi paru.
4) Kaji Ht / Hb
Rasional: Peningkatan kadar plasma pada gestas minggu ke 24-32
mengencerkan kadar Hb. Mengakibatkan kemungkinan anemia
dan menurunkan kapasitas pembawa O2.
3. Diagnosa; Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar)
Tujuan:
1. Klien mendemonstrasikan perilaku perawatan diri yang mengakibatkan
kesejahteraan.
Tindakan:
1) Tinjau ulang perubahan yang diharapkan selama trisemester II
Rasional: Pertanyaan timbul sesuai perubahan baru yang terjadi tanpa
memperhatikan apakah perubahan diharapkan atau tidak.
2) Lakukan / lanjutkan program penyuluhan
Rasional: Pengulangan menguatkan penyuluhan dan bila klien belum
melihat sebelumnya, informasi bermanfaat pada saat ini.
3) Identifikasi kemungkinan resiko kesehatan individu
Rasional: Membantu mengingatkan / informasi untuk klien tentang
potensial situasi resiko tinggi.
4) Diskusikan adanya obat-obatan yang mungkin diperlukan untuk
mengontrol atau mengatasi masalah medis

22
Rasional: Membantu dalam memilih tindakan karena kebutuhan harus
ditekankan pada kemungkinan efek berbahaya pada janin.

3. Trimester III
1. Diagnosa keperawatan Kenyamanan
Tujuan:
a. Klien melakukan aktivitas perawatan diri dengan tepat untuk mengurangi
ketidaknyamanan
Tindakan:
1) Kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan. Klien dan metode untuk
mengatasinya
Rasional: Data dasar terbaru untuk merencanakan perawatan
2) Kaji status pernapasan klien
Rasional: Penurunan kapasitas pernapasan saat uterus menekan
diafragma, mengakibatkan dispnea. Khususnya pada
multigravida yang tidak mengalami kelegaan dengan ikatan
antara ibu dan bayi dalam kandungan
3) Perhatikan adanya keluhan ketegangan pada punggung dan perubahan
cara jalan, anjurkan memakai sepatu hak rendah
Rasional: Lordososis dan regangan otot disebabkan oleh pengaruh
hormon pada sambungan pelvis dan perpindahan pusat
gravitasi sesuai dengan pembesaran uterus.

4) Perhatikan keluhan frekuensi BAK dan tekanan pada daerah kandung


kemih
Rasional: Pemberian uterus trisemester III menurunkan kapasitas
kandung kemih, mengakibatkan sering berkemih
2. Cedera; resiko tinggi terhadap ibu
Tujuan:
a. Klien mengungkapkan pemahaman tentang ennin-faktor resiko individu
yang potensial
Tindakan:
1) Pantau TTV, periksa hipertensi

23
Rasional: Berbagai derajat masalah kardiovaskular terjadi pada detensi
natrium/air secara negative mempengaruhi ginjal sirkulasi
uterus, dan fungsi ssp
2) Dapatkan kultur vagina
Rasional: Infeksi vaginal atau PHS yang tidak diobati menciptakan
ketidaknyamanan berat pada klien
3) Tinjau ulang kebutuhan terhadap kelahiran
Rasional: Mencegah infeksi neonatus selama proses kelahiran
4) Dapatkan Hb/Ht pada gestasi minggu ke 28
Rasional: Mendeteksi anemia dengan hipoksemia/anoksia potensial
pada klien dan janin
5) Berikan pengawasan ketat dan terus-menerus terhadap klien diabetik
Rasional: Wanita paling cenderung terhadap terhadap masalah
trisemester III yang berhubungan dengan asupsi plasenta,
ISK, lahir mati, penuaan plasenta dan ketoasidosis
3. Perubahan pola eliminasi urine
Tujuan:
a. Klien mengungkapkan pemahaman tentang kondisi
Tindakan:
1) Berikan info tentang perubahan berkemih
Rasional: Membantu klien memahami perubahan fisiologi dari frekuensi
berkemih.

2) Anjurkan pada klien untuk melakukan posisi miring kiri saat tidur
Rasional: Meningkatkan perfusi ginjal memobilisasi bagian yang
mengalami oedema.
3) Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak atau supine
Rasional: Posisi ini memungkinkan terjadinya sindrom vena kava dan
menurunkan aliran ke vena
4) Berikan info tentang bahaya menggunakan diuretik
Rasional: Kehilangan atau pembatasan natrimn dapat sangat
menurunkan regulator ennin-angiotensin-aklosteron dari
kadar cairan, mengakibatkan dehidrasi.

24
G. Asuhan Keperawatan Terkait Kasus

1. Pengkajian
Nama Inisial Klien : Ny.Z
Umur : 23 th
Jenis Kelamin : Wanita
2. Analisa data

No Data Subyektif Data Obyektif


1. - Klien mengeluh mual dan muntah - G1P0A0
- Klien mengatakan HPHT pada 1 Juni 2018 - Berat badan sebanyak 2kg dari berat
- Klien mengatakan belum tahu tntang badan sebelum hamil
makanan yang harus dikonsumsi selama - Klien tampak pucat dan lemas
kehamilan dan pantangan apa saja selama - Hb : 10gr/dL
kehamilan - TD : 100/70 mmHg

3. Rencana Keperawatan

No Diagnosa NOC NIC


1. Setelah dilakukan tindakan O:
keperawatan selama 1 x 24 1. Monitor mual dan muntah

jam klien mampu beradaptasi 2. Identifikasi perubahan


nafsu makan dan aktifitas
dengan kriteria hasil :
akhir-akhir ini
1. Perilaku patuh : diet
yang disarankan
N : Tentukan jenis nutrisi
- Berpartisippasi
yang dibutuhkan untuk
dalam memenuhi persyaratan gizi
menentukan ibu hamil
tujuan diet
yang bisa E : Berikan informasi
dicapai dengan mengenai gizi yang baik
profesional untuk ibu hamil

kesehatan. 1-
C : Kolaborasi dengan ahli
>3
gizi mengenai diit yang tepat
- Memilih
untuk ibu hamil
makanan dan

25
cairan yang
sesuai dengan
diet yang
ditentukan 1-
>4
- Memilih porsi
yang sesuai
dengan diet
yang
ditentukan 1->
4
- Mengikuti
rekomendasi
antara selingan
makanan dan
minuman 1->4
- Rencana
strategi untuk
situasi yang
mempengaruhi
asupan
makanan dan
cairan. 1->3
2. Pengetahuan : diet
yang disarankan
- Diet yang
dianjurkan 1->
4
- Manfaat diet
yyang
dianjurkan 1->
4

26
- Makanan yang
tidak
diperbolehkan
dalam diet 1-
>3
- Interpretasi
informasi gizi
pada label
makanan 1->4

27
Daftar Pustaka

Aprianawati dan Sulistyorini. 2003. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kecemasan Ibu

Hamil Menghadapi Kelahiran Anak.http://skripsistikes.files.wordpress.com/2009/08/56.pdf.


Diakses tanggal 25 April 2010.

Ayu Mandriwati, Gusti. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan Berbasis Kompetensi. Jakarta: EGC

Bobak. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC: Jakarta.

Doenges. E. Marillin. (2001). Rencana Keperawatan Maternal/bayi. Edisi 2. EGC: Jakarta

Fairus, Martini. 2011. Fisiologi Kebidanan. Sewon, Bantul, Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Farrer, H. 2001. Perawatan Maternitas. Edisi 2. EGC: Jakarta.

Kusmiyati, Yuni, Heni Puji Wahyuningsih Dan Sujiyatini. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Yogyakarta:

Fitramaya.

Manuaba. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan

Bidan. EGC : Jakarta.

Raden. 2010. Proses persalinan. http://radenbeletz.com/proses-kehamilan.html. Diakses tanggal 25

April 2010.

Salmah at all (2006). Asuhan kebidanan antenatal care. EGC: Jakarta

Sarwono Prawirohardjo/Editor Ketua, Abdul Bari Saifuddin. Ilmu Kebidanan, Edisi Keempat,
Cetakan

Ketiga. Jakarta: Pt. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2016.

Siwi Walyani, Elisabeth. 2015. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta:

PUSTAKABARUPRESS.

28