Anda di halaman 1dari 131

PENGARUH TATA NILAI PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA

PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT


BALIMBINGAN PTPN IV DALAM RANGKA
SPIN-OFF

TESIS

OLEH

SULHANI NURUL ‘AINI


127032038/IKM

PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

Universitas Sumatera Utara


PENGARUH TATA NILAI PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA
PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT
BALIMBINGAN PTPN IV DALAM RANGKA
SPIN-OFF

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat


untuk Memperoleh Gelar Magister Kesehatan (M.Kes)
dalam Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi Administrasi Rumah Sakit
pada Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara

OLEH

SULHANI NURUL ‘AINI


127032038/IKM

PROGRAM STUDI S2 ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

Universitas Sumatera Utara


Judul Tesis : PENGARUH TATA NILAI PERUSAHAAN
TERHADAP KINERJA PERAWAT RUANG
RAWAT INAP RUMAH SAKIT BALIMBNGAN
PTPN IV DALAM RANGKA SPIN-OFF
Nama Mahasiswa : Sulhani Nurul ‘Aini
Nomor Induk Mahasiswa : 127032038
Program Studi : S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Minat Studi : Administrasi Rumah Sakit

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Prof. Dr. Ritha F Dalimunthe, S.E, M.Si) (Siti Zahara Nasution, SKp.M.N.S)
Ketua Anggota

Dekan

(Dr.Drs. Surya Utama, M.S)

Tanggal Lulus : 14 Agustus 2014

Universitas Sumatera Utara


Telah Diuji
Pada Tanggal : 14 Agustus 2014

PANITIA PENGUJI TESIS

Ketua : Prof. Dr. Ritha F Dalimunthe, S.E, M.Si


Anggota : 1. Siti Zahara Nasution, SKp.M.N.S
2. Drs. Amru Nasution, M.Kes
3. dr Heldy BZ, M.P.H

Universitas Sumatera Utara


PERNYATAAN

PENGARUH TATA NILAI PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA


PERAWAT RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT
BALIMBINGAN PTPN IV DALAM RANGKA
SPIN-OFF

TESIS

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam tesis ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan disuatu perguruan tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam
naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Medan, Agustus 2014

Sulhani Nurul ‘Aini


127032038/IKM

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Rumah Sakit Balimbingan sebagai salah satu rumah sakit milik


PT.Perkebunan Nusantara IV memiliki tata nilai perusahaan yang terdiri dari
profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent. Tata nilai yang dianut
oleh individu akan menjadi perilaku yang mempengaruhi kinerja organisasi. Salah
satu masalah yang dihadapi oleh Rumah Sakit Balimbingan dalam upaya menjadi
rumah sakit yang berorientasi profit adalah masalah kinerja perawat yang belum
dapat dikategorikan seluruhnya baik.
Penilaian ini bertujuan menganalisis pengaruh tata nilai perusahaan (terdiri
dari profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent) terhadap kinerja
perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan tahun 2014. Jenis penelitian
adalah survey eksplanatori, dengan jumlah populasi sama dengan jumlah sampel
yaitu seluruh perawat ruang rawat inap yang berjumlah 72 orang. Data diperoleh
melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi logistic berganda.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara
profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent terhadap kinerja perawat
ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV. Innovative merupakan
variabel yang paling dominan berpengaruh.
Disarankan untuk melakukan pengawasan dan bimbingan secara terus-
menerus dari atasan terhadap seluruh unit kerja agar kinerja perawat dapat
ditingkatkan. Pemberian apresiasi dan reward dapat merangsang innovative yang
sangat diperlukan dalam persaingan organisasi rumah sakit.

Kata Kunci : Rumah Sakit, Perawat, Tata Nilai Perusahaan, Kinerja

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

Balimbingan Hospital as one of the hospitals owned by PT PTPN IV has a


corporate value system which is composed of professionalism, respect, innovative,
discipline, and excellent. Values embraced by individuals would be behavior that
affects the performance of the organization. One of the problems faced by
Balimbingan Hospital in an effort to become a for-profit hospital nurses are
performance problems that can not be categorized entirely good.
This research aims to analyze the influence of corporate value system
(composed of professionalism, respect, innovative, discipline, and excellent) on the
performance of nurse-patient room Balimbingan Hospital in 2014. Kind of research
is an explanatory survey, with a population equal to the number of samples that all
nurses inpatient room numbered 72 people. Data were obtained through
questionnaires and analyzed by multiple logistic regression.
The results showed significant effect of professionalism, respect, innovative,
discipline, and the excellent performance of the nurse-patient room Balimbingan
Hospital PTPN IV. Innovative is the most dominant variable.
It is advisable to conduct surveillance and continuous guidance from
supervisors on all work units so that nurse performance can be improved. Giving
appreciation and rewards can stimulate innovative indispensable in hospital
organization competition.

Keywords: Hospitals, Nurses, Corporate Value, Performance

Universitas Sumatera Utara


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas

segala karunia dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan tesis

ini yang berjudul “Pengaruh Tata Nilai Perusahaan Terhadap Kinerja Perawat

Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan PT. Perkebunan Nusantara IV

Dalam Rangka Spin-Off tahun 2014”.

Tesis ini merupakan salah satu persyaratan akademik untuk menyelesaikan

pendidikan Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat minat studi Administrasi

Rumah Sakit, pada Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.

Penulis menyadari bahwa tulisan ini tidak dapat terlaksana dengan baik tanpa

bantuan, dukungan, bimbingan dan kerjasama dari berbagai pihak. Oleh karena itu

pada kesempatan yang baik ini izinkan penulis untuk mengucapkan terimakasih yang

tidak terhingga kepada yang terhormat:

1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, M.Sc (CTM), Sp.A (K) selaku Rektor

Universitas Sumatera Utara.

2. Dr. Drs. Surya Utama, M.S. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, USU

yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Pendidikan

pada Program S2.

3. Dr. Ir. Evawany Aritonang, M.Si Selaku Sekretaris Program Studi S2 Ilmu

Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, USU.

Universitas Sumatera Utara


4. Prof. Dr. Ritha F Dalimunthe, S.E, M.Si selaku Ketua Komisi Pembimbing yang

penuh perhatian, kesabaran, ketelitian dalam memberikan bimbingan dan arahan

serta meluangkan waktu sejak proposal hingga selesai tesis ini.

5. Siti Zahara Nasution, Skp. MNS selaku anggota komisi pembimbing yang penuh

perhatian, kesabaran, ketelitian dalam memberikan bimbingan dan arahan serta

meluangkan waktu sejak penyusunan proposal hingga selesai tesis ini.

6. Drs. Amru Nasution, M.Kes selaku penguji I yang telah memberikan masukan

dan saran demi kesempurnaan tesis ini.

7. dr Heldy BZ, M.P.H selaku penguji II yang telah memberikan masukan dan saran

demi kesempurnaan tesis ini.

8. Seluruh dosen dan staff dilingkungan Program Studi S2 Ilmu Kesehatan

Masyarakat Minat Studi Administrasi Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan

Masyarakat, Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan ilmu yang

sangat berarti selama penulis mengikuti pendidikan.

9. Ir. Andi Wibisono selaku Direktur SDM/Umum PT. Perkebunan Nusantara IV

yang telah memberikan izin kepada penulis sehingga penulis dapat mengikuti

pendidikan pada program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat.

10. dr. Gunawan selaku manajer Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV yang telah

memberi izin untuk melakukan penelitian dan seluruh staf rumah sakit yang telah

membantu saya dalam melakukan penelitian ini.

Universitas Sumatera Utara


11. Ucapan terima kasih kepada suami tercinta, orang yang paling istimewa dr. H.

Gunawan atas cinta, dukungan, kesabaran, dan pengertiannya sehingga penulis

dapat menyelesaikan pendidikan.

12. Ucapan terimakasih kepada ayahanda Alm. Drs. Ahmad Suparmin, pemberi

semangat yang tak terlupakan dan kepada ibunda Damsiah Lubis atas kasih

sayang, perhatian dan doanya.

13. Ucapan terimakasih kepada sumber inspirasi, kedua permata hati : Rizki Amalia

Putri dan Harjuna Muhammad. Semoga perjuangan mama menjadi isnpirasi bagi

perjuangan yang lebih besar untuk ananda ke depan.

14. Ucapan terima kasih kepada kakanda Dr. Dra. Ir. Chairani Hanum, MS dan

adinda Dyah Karunia Sari, SP yang telah membantu saya menyelesaikan tugas

akhir ini.

15. Ucapan terima kasih juga penulis ucapkan kepada teman-teman kelas ARS A

angkatan 2012 program studi S2 ilmu kesehatan masyarakat Universitas

Sumatera Utara yang selama ini sering memberi semangat menjaga

keharmonisan, kekompakan, demi kelancaran perkuliahan sampai tugas akhir

selesai dan memberi dukungan kepada penulis agar bisa menyelesaikan

pendidikan tepat waktu.

Universitas Sumatera Utara


Hanya Tuhan yang senantiasa dapat memberikan balasan atas kebaikan yang

telah diperbuat. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih terdapat banyak kekurangan

dan kelemahan, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis

harapkan demi kesempurnaan tesis ini.

Medan, September 2014


Penulis

Sulhani Nurul Aini


127032038/IKM

Universitas Sumatera Utara


RIWAYAT HIDUP

Sulhani Nurul’Aini dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di Laras. Anak

keempat dari 5 (lima) bersaudara, dari pasangan ayahanda Ahmad Suparmin (Alm)

dan ibunda Damsiah Lubis. Menikah dengan dr. H. Gunawan dan dikaruniai seorang

puteri dan seorang putera.

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dimulai tahun 1970 – 1976 di SD Negeri No.

3 Laras. Pendidikan SMP pada tahun 1976 – 1979 di SMP YAPENKAMA Dolok

Ilir, Pendidikan SMA tahun 1979 – 1982 di SMA Negeri 3 Medan, dan Pendidikan

S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran USU pada tahun 1982 – 1989 dan tahun 2012

sampai dengan sekarang mengikuti program Pendidikan Magister Ilmu Kesehatan

Masyarakat, Minat Studi Administrasi Rumah Sakit, Fakultas Kesehatan Masyarakat,

Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sejak tahun 1989 – 1993 bekerja sebagai dokter honor Rumah Sakit Laras,

PTP VII. Tahun 1993 – 1996 bekerja sebagai dokter PTT di Puskesmas Pematang

Bandar, Kabupaten Simalungun; tahun 1999 – 2003 bekerja sebagai dokter honor di

Rumah Sakit Balimbingan, PTP Nusantara IV; tahun 2003 – 2006 bekerja sebagai

dokter umum (Asisten Kesehatan) di Rumah Sakit Balimbingan PTP Nusantara IV.

Pada tahun 2006 – 2010 bertugas sebagai dokter umum (Asisten Kesehatan) di

Rumah Sakit Pabatu, PTP Nusantara IV; tahun 2010 – 2011 bertugas sebagai dokter

umum (Asisten Kesehatan) di Rumah Sakit Balimbingan PTP Nusantara IV, dan

sejak tahun 2011 sampai sekarang sebagai Pj. Kepala Dinas Medis Rumah Sakit

Pabatu yang berkedudukan di Poliklinik Pusat PTP Nusantara IV Medan.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRAK........................................................................................................ i
ABSTRACT ..................................................................................................... ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iii
RIWAYAT HIDUP .......................................................................................... vii
DAFTAR ISI .................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ x
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xiii

BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2. Perumusan Masalah ................................................................ 6
1.3. Tujuan Penelitian .................................................................... 6
1.4. Hipotesis ................................................................................ 7
1.5. Manfaat Penelitian .................................................................. 7

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ................................................................... 8


2.1. Nilai Budaya ........................................................................... 8
2.1.1. Definisi Nilai Budaya .................................................. 8
2.1.2. Kategori Nilai Budaya ................................................. 9
2.1.3. Karakteristik Tata Nilai PTPN IV ................................ 11
2.2. Kinerja Perawat ...................................................................... 14
2.2.1. Definisi ....................................................................... 14
2.2.2. Indikator Kinerja ......................................................... 17
2.2.3. Penilaian Kinerja ......................................................... 18
2.3. Rumah Sakit ........................................................................... 23
2.3.1. Definisi ....................................................................... 23
2.3.2. Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit .......................... 23
2.3.3. Uraian Tugas Perawat Pelaksana ................................. 24
2.4. Spin-Off .................................................................................. 27
2.5. Landasan Teori ....................................................................... 28
2.6. Kerangka Konsep ................................................................... 31

BAB 3. METODE PENELITIAN ................................................................ 32


3.1. Jenis Penelitian ....................................................................... 32
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................. 32
3.3. Populasi dan Sampel ............................................................... 32
3.4. Metode Pengumpulan Data ..................................................... 33
3.5. Variabel dan Definisi Operasional .......................................... 37

Universitas Sumatera Utara


3.6. Aspek Pengukuran .................................................................. 39
3.7. Metode Analisis Data ............................................................. 42
3.7.1. Analisis Univariat........................................................ 42
3.7.2. Analisis Bivariat .......................................................... 43
3.7.3. Analisis Multivariat ..................................................... 43

BAB 4. HASIL PENELITIAN ..................................................................... 44


4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian .................................................... 44
4.2. Dekripsi Karakteristik Responden ........................................... 48
4.3. Tata Nilai Perusahaan di Rumah Sakit Balimbingan ............... 49
4.3.1. Professionalism ........................................................... 50
4.3.2. Respect ....................................................................... 51
4.3.3. Innovative ................................................................... 53
4.3.4. Discipline .................................................................... 54
4.3.5. Excellent ..................................................................... 56
4.4. Kinerja Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Balimbingan ........................................................................... 57
4.5. Hasil Analisis Statistik ............................................................ 59

BAB 5. PEMBAHASAN ............................................................................... 63


5.1. Kinerja Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Balimbingan ........................................................................... 63
5.2. Pengaruh Tata Nilai Profesionalism terhadap Kinerja Perawat
Pelaksana Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan ....... 64
5.3. Pengaruh Tata Nilai Respect terhadap Kinerja Perawat Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV .................... 66
5.4. Pengaruh Tata Nilai Innovative terhadap Kinerja Perawat
Ruang rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV........... 67
5.5. Pengaruh Tata Nilai Discipline terhadap Kinerja Perawat
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan ........................ 69
5.6. Pengaruh Tata Nilai Excellence terhadap Kinerja Perawat
Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV ......... 70
5.7. Keterbatasan Penelitian........................................................... 72

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 73


6.1. Kesimpulan ............................................................................ 73
6.2. Saran ...................................................................................... 73

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 75

LAMPIRAN ..................................................................................................... 79

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR TABEL

No. Judul Halaman

2.1. Nilai Terminal dan Instrumental dalam Roceach Value Survey ............. 10

3.1. Jumlah Perawat Pelaksanan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit


Balimbingan PTPN IV ......................................................................... 33

3.2. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner Tata Nilai Perusahaan
Tahun 2014 .......................................................................................... 35

3.3. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner Kinerja Perawat Tahun
2014 ..................................................................................................... 36

3.4. Nama Variabel, Cara dan Alat Ukur, Kriteria Penilaian Indikator, dan
Kategori Variabel ................................................................................. 39

4.1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Karakteristik di Ruang


Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .............................. 49

4.2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Professionalism di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan
Tahun 2014 .......................................................................................... 50

4.3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Profesionalism di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .................... 51

4.4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Respect di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .. 52

4.5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Respect di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014................................ 53

4.6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Innovative di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun
2014 ..................................................................................................... 54

4.7. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Innovative di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 ........................... 54

Universitas Sumatera Utara


4.8. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai
Discipline di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014............................ 55

4.9. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Discipline di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014............................ 55

4.10. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Excellent di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun
2014 ..................................................................................................... 56

4.11. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Excellent di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 ............................. 57

4.12. Distribusi Frekuensi Reponden Berdasarkan Penilaian Kinerja


Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan
Tahun 2014 .......................................................................................... 58

4.13. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Kinerja di


Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 ................................................ 59

4.14. Distribusi Tata Nilai Profesionalism terhadap Kinerja Perawat Ruang


Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .............................. 60

4.15. Distribusi Tata Nilai Respect terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014......................................... 60

4.16. Distribusi Tata Nilai Innovative terhadap Kinerja Perawat Ruang


Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .............................. 60

4.17. Distribusi Tata Nilai Discipline terhadap Kinerja Perawat Ruang


Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014 .............................. 61

4.18. Distribusi Tata Nilai Excellent terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014......................................... 61

4.19. Hasil Uji Koefisien Korelasi ................................................................. 62

4.20. Hasil Uji Logistik Berganda Antara Variabel Independen terhadap


Tingkat Kinerja Perawat Pelaksana Rumah Sakit Balimbingan ............. 62

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR GAMBAR

No. Judul Halaman

2.1. Kerangka Konsep Penelitian................................................................. 31

4.1. Struktur Organisasi Rumah Sakit Balimbingan ..................................... 47

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul Halaman

1. Kuesioner Penelitian ................................................................................. 79

2. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas ............................................................. 83

3. RAW Data Jawaban Responden ................................................................ 93

4. Hasil Penelitian ......................................................................................... 97

5. Surat Izin Penelitian .................................................................................. 112

6. Surat Selesai Penelitian ............................................................................. 113

Universitas Sumatera Utara


ABSTRAK

Rumah Sakit Balimbingan sebagai salah satu rumah sakit milik


PT.Perkebunan Nusantara IV memiliki tata nilai perusahaan yang terdiri dari
profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent. Tata nilai yang dianut
oleh individu akan menjadi perilaku yang mempengaruhi kinerja organisasi. Salah
satu masalah yang dihadapi oleh Rumah Sakit Balimbingan dalam upaya menjadi
rumah sakit yang berorientasi profit adalah masalah kinerja perawat yang belum
dapat dikategorikan seluruhnya baik.
Penilaian ini bertujuan menganalisis pengaruh tata nilai perusahaan (terdiri
dari profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent) terhadap kinerja
perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan tahun 2014. Jenis penelitian
adalah survey eksplanatori, dengan jumlah populasi sama dengan jumlah sampel
yaitu seluruh perawat ruang rawat inap yang berjumlah 72 orang. Data diperoleh
melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi logistic berganda.
Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara
profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent terhadap kinerja perawat
ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV. Innovative merupakan
variabel yang paling dominan berpengaruh.
Disarankan untuk melakukan pengawasan dan bimbingan secara terus-
menerus dari atasan terhadap seluruh unit kerja agar kinerja perawat dapat
ditingkatkan. Pemberian apresiasi dan reward dapat merangsang innovative yang
sangat diperlukan dalam persaingan organisasi rumah sakit.

Kata Kunci : Rumah Sakit, Perawat, Tata Nilai Perusahaan, Kinerja

Universitas Sumatera Utara


ABSTRACT

Balimbingan Hospital as one of the hospitals owned by PT PTPN IV has a


corporate value system which is composed of professionalism, respect, innovative,
discipline, and excellent. Values embraced by individuals would be behavior that
affects the performance of the organization. One of the problems faced by
Balimbingan Hospital in an effort to become a for-profit hospital nurses are
performance problems that can not be categorized entirely good.
This research aims to analyze the influence of corporate value system
(composed of professionalism, respect, innovative, discipline, and excellent) on the
performance of nurse-patient room Balimbingan Hospital in 2014. Kind of research
is an explanatory survey, with a population equal to the number of samples that all
nurses inpatient room numbered 72 people. Data were obtained through
questionnaires and analyzed by multiple logistic regression.
The results showed significant effect of professionalism, respect, innovative,
discipline, and the excellent performance of the nurse-patient room Balimbingan
Hospital PTPN IV. Innovative is the most dominant variable.
It is advisable to conduct surveillance and continuous guidance from
supervisors on all work units so that nurse performance can be improved. Giving
appreciation and rewards can stimulate innovative indispensable in hospital
organization competition.

Keywords: Hospitals, Nurses, Corporate Value, Performance

Universitas Sumatera Utara


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat

inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Sebagai institusi pelayanan kesehatan bagi

masyarakat, rumah sakit dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh

perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan

sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang

lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang

setinggi - tingginya. (Undang-Undang No.44 RI, 2009).

Rumah sakit di Indonesia pada awalnya dibangun oleh dua institusi. Pertama

adalah pemerintah dengan maksud untuk menyediakan pelayanan kesehatan bagi

masyarakat umum terutama yang tidak mampu. Kedua adalah institusi keagamaan

yang membangun rumah sakit nirlaba untuk melayani masyarakat miskin dalam

rangka penyebaran agama. Hal yang menarik akhir-akhir ini adalah adanya perubahan

orientasi pemerintah tentang manajemen rumah sakit yang mulai berorientasi

ekonomis. Dengan demikian, saat ini rumah sakit mulai memainkan peran ganda,

yaitu tetap melakukan pelayanan publik sekaligus memperoleh penghasilan (laba)

atas operasionalisasi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Universitas Sumatera Utara


Mengingat adanya dinamika internal (perkembangan peran) dan tuntutan

eksternal yang semakin berkembang, rumah sakit dihadapkan pada upaya

penyesuaian diri untuk merespons dinamika tersebut serta berintegrasi dengan potensi

internal dalam melakukan tugas yang semakin kompleks. Upaya ini harus dilakukan

jika suatu organisasi hendak mempertahankan kinerjanya sekaligus memperoleh dana

yang memadai bagi kelangsungan organisasi. Untuk itu, rumah sakit tidak dapat

mengabaikan sumber daya manusia yang dimiliki termasuk perhatian atas kepuasan

kerjanya. Pengabaian atas tata nilai dapat berdampak pada kinerja organisasi juga

kualitas pelayanan kesehatan. (Muluk, 1999).

Peran ganda ini tampaknya juga harus dilakoni oleh Rumah Sakit

Balimbingan PTPN IV yang menurut Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang

rumah sakit, meminta agar organisasi kesehatan yang bergerak dibawah naungan

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus mengganti statusnya. Status yang

dimaksud adalah dari sebuah unit usaha BUMN menjadi anak perusahaan yang

memiliki badan hukum sendiri. Meminjam bahasa korporasi, praktik menjadikan unit

usaha rumah sakit milik PTPN IV menjadi anak perusahaan ini lazim disebut spin-off.

Rumah sakit berbentuk unit usaha BUMN memberikan karakteristik tersendiri yang

hampir sama dengan rumah sakit milik pemerintah. Karakteristik yang dimaksud

terletak khususnya pada anggaran, pengadaan, dan penggajian karyawan

(Adikusumo, 2003).

Penggajian karyawan Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV (termasuk tenaga

perawat) akan tetap diberikan setiap bulan sekalipun jumlah pelayanan yang

Universitas Sumatera Utara


diberikan tidak mencapai target, misalnya perawat di kelas II yang melayani 20 orang

pasien setiap hari di bayar sama dengan perawat di kelas I yang jumlah pasiennya

paling banyak 5 orang setiap hari. Hal ini tidak mungkin terjadi bila rumah sakit ini

menerapkan spin-off karena meskipun investasi dan gaji pegawai di tanggung oleh

PTPN IV, Rumah Sakit Balimbingan harus menutupi biaya operasionalnya dari

kegiatan pelayanan kesehatan.

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV adalah salah satu dari 3 (tiga) rumah

sakit di jajaran PT Perkebunan Nusantara IV, terletak di kecamatan Tanah Jawa

kabupaten Simalungun dengan jarak 17 (tujuh belas) kilometer dari kota

Pematangsiantar, merupakan rumah sakit terbesar dan rujukan pertama bagi rumah

sakit lainnya di jajaran rumah sakit se-PTPN IV. Fungsi utama Rumah Sakit

Balimbingan adalah melayani kesehatan karyawan dan pensiunan karyawan PTPN IV

beserta batihnya , dan sebagai fungsi sosial lainnya. Rumah Sakit Balimbingan PTPN

IV juga melayani masyarakat umum serta karyawan dari perusahaan swasta maupun

BUMN lainnya, yang disebut sebagai pihak ketiga (Profil Rumah Sakit Balimbingan

PTPN IV, 2014).

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan 4 (empat) orang dokter yang

bertugas di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV (Januari, 2014) tentang masalah

mendasar yang dihadapi Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV dapat diketahui yaitu :

(1) secara umum para responden menyampaikan bahwa kualitas kinerja perawat

merupakan salah satu masalah di rumah sakit, dan (2) hasil kuesioner yang diberikan,

Universitas Sumatera Utara


didapat 25% dokter menyatakan kinerja perawat ruang rawat inap dapat

dikategorikan kurang baik dan 50% kinerja perawat masuk kategori sedang.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Manajer Rumah Sakit Balimbingan

PTPN IV (Januari, 2014) dapat diketahui bahwa berbagai upaya telah dilakukan oleh

pihak rumah sakitkhususnya maupun dari perusahaan PTPN IV untuk meningkatkan

mutu pelayanan di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV. Upaya yang dilakukan antara

lain adalah mengadakan pelatihan untuk para perawat meliputi penyegaran asuhan

keperawatan, keterampilan keperawatan, etika dan spiritual.

Tujuan pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan rumah sakit

berorientasi profit, dan didukung dengan persiapan akreditasi versi 2012, dan

menyiapkan rumah sakit kelas C, serta perbaikan sarana fisik ruang rawat inap kelas I

hingga kelas III. Adapun jenis pelayanan yang ditambah dengan membangun ruang

ICU yang sudah direalisasikan pada tahun 2014.

Hasil pengamatan penulis (Januari, 2014) tentang operan pasien baik antar

shift I, II dan III sering mengalami keterlambatan 15 sampai 30 menit. Hal ini

menyebabkan operan pasien tidak dapat dilakukan di depan pasien langsung dan

hanya dilakukan di nurse station yang berakibat kurang fokusnya pelaksanaan operan

dan berdampak kinerja yang kurang baik.

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV dalam rangka spin-off harus

menciptakan budaya organisasi yang mendukung visi dan misi, serta memiliki tata

nilai yang dianut oleh karyawan (termasuk tenaga medis dan paramedis). Tata nilai

perusahaan atau corporate value merupakan kumpulan nilai yang dipercaya sebagai

Universitas Sumatera Utara


kekuatan dalam mengintegrasikan sistem, struktur, proses, dan strategi dalam

mencapai tujuan perusahaan jangka panjang. Untuk keberhasilan suatu perusahaan

maka tata nilai merupakan pegangan yang wajib dipatuhi oleh seluruh komponen

perusahaan tersebut karena merupakan inti (core value) dari budaya organisasi

tersebut (Indonesian quality award, 2013).

Berdasarkan hasil survey pendahuluan pada bulan Januari 2014 tentang tata

nilai yang dianut oleh 20 orang perawat ruang inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN

IV diperoleh data 80% (16 orang) menggunakan nilai profesionalism dalam bekerja,

70% (14 orang) merasa telah melakukan nilai respect, 25% (5 orang) melakukan nilai

innovative, 90% (18 orang) menyukai kedisplinan dan hanya 10% (2 orang) yang

berani menyatakan excellent dalam melakukan pekerjaannya.

Penampilan hasil karya personil baik kuantitas maupun kualitas, dalam suatu

organisasi digambarkan melalui kinerja. Kinerja sebuah organisasi dipercaya erat

kaitannya dengan nilai-nilai yang dianut oleh individu dalam organisasi. Penampilan

hasil karya tidak terbatas kepada personel yang memangku jabatan fungsional

maupun struktural, tetapi juga kepada keseluruhan jajaran personil di dalam

organisasi (Ilyas, 2001).

Keberadaan perawat dalam pelayanan kesehatan merupakan posisi kunci,

dikarenakan 40 – 50% pelayanan rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan dan

hampir semua pelayanan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit baik di rumah

sakit maupun tatanan pelayanan kesehatan lain dilakukan oleh perawat. Perawat

merupakan tenaga paramedis yang menjadi ujung tombak pelayanan dalam sebuah

Universitas Sumatera Utara


organisasi rumah sakit dan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan.

(Depkes, 2005).

Nilai dasar organisasi bila menjadi norma personal maupun kelompok, maka

akan berpengaruh terhadap kualitas, kuantitas dan prestasi kinerja. Menurut Widodo

(2005), kinerja individu dan kinerja organisasi memiliki keterkaitan yang sangat erat.

Pencapaian tujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki

oleh organisasi yang digerakkan oleh sekelompok orang yang berperan aktif sebagai

pelaku dalam pencapaian tujuan organisasi tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, sangatlah penting untuk menganalisis pengaruh

tata nilai profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent terhadap

kinerja perawat ruang rawat inap di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV. Penelitian

ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen rumah sakit dalam rangka spin off.

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang diambil dalam penelitian ini yaitu apakah tata nilai

perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit

Balimbingan PTPN IV ?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tata nilai perusahaan

terhadap kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

Universitas Sumatera Utara


1.4. Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah tata nilai perusahaan mempunyai pengaruh

terhadap kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

1.5. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti :

Sebagai wahana pembanding antara teori yang didapat dibangku kuliah dengan

penerapannya di lapangan, khususnya penerapan administrasi rumah sakit yang

berkelanjutan.

2. Bagi Program Magister Kesehatan Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera

Utara :

Sebagai bahan masukan di dalam pengembangan wawasan dan menambah ilmu

pengetahuan, khususnya tentang budaya organisasi dan implikasinya terhadap

kinerja.

3. Bagi Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV :

Sebagai bahan masukan bagi pihak Rumah Sakit Balimbingan di dalam menyikapi

fenomena terkait kinerja perawat dalam rangka menghadapi spin-off.

4. Bagi Peneliti Lanjutan :

Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya.

Universitas Sumatera Utara


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Nilai Budaya

2.1.1. Definisi Nilai Budaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2010), nilai-nilai budaya

merupakan nilai – nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, ruang

lingkup organisasi, lingkungan masyarakat yang mengakar pada suatu kebiasaan,

kepercayaan (believe), simbol – simbol dengan karakteristik tertentu yang dapat

dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan perilaku dan tanggapan atas apa yang akan

terjadi atau sedang terjadi. Nilai – nilai budaya akan tampak pada simbol, slogan,

moto, visi atau sesuatu yang nampak sebagai acuan pokok moto suatu lingkungan

atau organisasi. Ada 3 (tiga) hal yang terkait dengan nilai – nilai budaya ini yaitu :

1. Simbol – simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata ( jelas)

2. Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut.

3. Kepercayaan yang tertahan (believe system) yang mengakar dan menjadi acuan

dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).

Menurut Driyarkara (1966) nilai adalah hakekat suatu hal yang menyebabkan

hal itu pantas dikejar oleh manusia. Sedangkan Fraenkel (1977) menyatakan nilai

adalah konsep yang bersifat abstrak tentang apa yang dipikirkan seseorang untuk

dianggap penting oleh seseorang, biasanya mengacun pada estetika (keindahan), etika

pola perilaku dan logika benar salah atau keadilan justice (value is any idea, about

Universitas Sumatera Utara


what someone thinkis important in life). Kuntjaraningrat (1992) menyebutkan sistem

nilai budaya terdiri dari konsep – konsep yang hidup dalam alam pikiran sebagian

besar kelurga masyarakat, mengenai hal – hal yang harus mereka anggap bernilai

dalam hidup.

2.1.2. Kategori Nilai Budaya

Nilai adalah keyakinan dasar akan segala sesuatu yang dianggap baik dan

benar. Robbin dan Judge (2009) membagi nilai menjadi 2 (dua) yaitu nilai

instrumental (instrumental values) dan nilai terminal (terminal values). Nilai

instrumental adalah nilai – nilai yang diamati dalam berperilaku untuk mencapai

suatu tujuan tertentu. Sedangkan nilai terminal adalah nilai – nilai dari suatu tujuan

yang dianggap baik dan ingin dicapai.

Allport (1964) berupaya untuk mengkategorikan nilai pada 6 (enam) tipe nilai,

yaitu :

1. Teoritis : menganggap sangat penting penemuan kebenaran lewat suatu

pendekatan kritis dan rasional

2. Ekonomis : menekankan kegunaan dan yang praktis.

3. Estetis : menaruh nilai tertinggi pada bentuk dan keserasian.

4. Sosial : memberikan nilai tertinggi pada kecintaan akan orang – orang.

5. Politis : menaruh tekanan pada diperolehnya kekuasaan dan pengaruh

6. Religius : peduli akan kesatuan pengalaman dan pemahaman mengenai cosmos

sebagai keseluruhan.

Universitas Sumatera Utara


Pada organisasi yang menggunakan nilai ini, ditemukan bahwa orang – orang

dalam kedudukan kerja yang berlainan secara berlainan pula menganggap pentingnya

keenam nilai itu. Tidaklah mengherankan apabila pemimpin religius menaruh nilai –

nilai religius sebagai paling penting dan nilai – nilai ekonomi kurang penting. Nilai

ekonomi, dipihak lain dijumpai sebagai paling penting bagi eksekutif pembelian.

Survei nilai Roceach (Milton Roceach) oleh Winardi (2014) menciptakan

RVS (Roceach Value Survey), terdiri atas perangkat nilai dengan tiap peringkat berisi

dengan 18 (delapan belas) butir nilai individu. Satu perangkat yang disebut nilai

terminal, merujuk ke keadaan akhir eksistensi yang sangat diinginkan. Inilah tujuan –

tujuan yang ingin dicapai seseorang selama hayatnya. Perangkat yang lain disibut

nilai intrumental merujuk ke modus perilaku yang lebih disukai, atau cara – cara

mencapai nilai terminal.

Tabel 2.1. Nilai Terminal dan Instrumental dalam Roceach Value Survey

Nilai Terminal Nilai Instrumental


1. Suatu hidup nyaman 1. Ambisisus
2. Suatu hidup menggairahkan 2. Berpikiran luas
3. Rasa berprestasi 3. Capable (mampu, efektif)
4. Suatu dunia yang indah 4. Riang
5. Kesamaan 5. Bersih
6. Keamanan keluarga 6. Berani
7. Kemerdekaan 7. Memaafkan
8. Kebahagian 8. Membantu
9. Harmoni batin 9. Jujur
10. Cinta dewasa 10. Imajinatif
11. Keamanan nasional 11. Bebas
12. Kesenangan 12. Intelektual
13. Keselamatan 13. Logis
14. Hormat pada diri sendiri 14. Mencintai

Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.1. (Lanjutan)

Nilai Terminal Nilai Instrumental


15. Pengakuan sosial 15. Patuh
16. Pershabatan sejati 16. Sopan
17. Kebijaksanaan 17. Tanggung jawab
18. Dunia yang damai 18. Kendali diri
Sumber : Stephan Robbin (1993)

Menurut Majer (2006), nilai – nilai inti di organisasi tidak akan berarti bila

hanya tertulis tanpa dihayati oleh seluruh anggota organisasi. Meskipun tidak ada

batasan jumlah nilai yang dianut suatu organisasi, namun mempunyai terlalu banyak

nilai sama seperti mengabdi terlalu banyak tuan. Nilai – nilai yang dipegang teguh

oleh anggota organisasi akan membentuk keyakinan dan sikap anggota yang akan

menentukan bagaimana mereka berperilaku.

2.1.3. Karakteristik Tata Nilai PTPN IV

PT. Perkebunan Nusantara IV telah membangun suatu tata nilai (values) yang

mencakup hal-hal yang menggugah kayawan untuk memberikan kontribusi positif

kepada perusahaan, dengan demikian hubungan antar karyawan maupun dengan

stakeholders, merupakan hal yang harus dijunjung tinggi atau dipedomani oleh

seluruh karyawan dalam melaksanakan kegiatan berbisnis (PTPN IV, 2009), yang

terdiri dari :

2.1.3.1. Professionalism

Perusahaan selalu menjalankan usaha secara cerdas dan bertanggung jawab melalui

SDM yang memiliki kompetensi dan beretika untuk mencapai hasil terbaik.

Universitas Sumatera Utara


Contoh sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai professionalism adalah :

1. Berupaya untuk selalu mencapai hasil terbaik.

2. Belajar terus-menerus untuk meningkatkan kapabilitas, konsisten memberikan

kinerja yang terbaik untuk perusahaan.

3. Cepat tanggap dalam mengantisipasi dan memcahkan masalah.

2.1.3.2. Respect

1. Saling menghargai atasan, rekan sekerja dan bawahan guna menciptakan kondisi

kerja yang kondusif.

2. Senantiasa memperlakukan individu, team dan unit kerja lain sebagai bagian

yang penting dalam organisasi.

3. Senantiasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar perusahaan.

Contoh sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai respect adalah :

1. Memperlakukan sesama anggota team dengan hormat tanpa membedakan fungsi

dan posisi.

2. Menghormati lingkungan dan masyarkat sekitarnya sebagi bagian yang penting

untuk keberhasilan perusahaan melalui program CSR.

2.1.3.3. Innovative

Perusahaan menumbuhkembangkan personil dalam organisasi untuk

berkreasi dan menghasilkan inovasi – inovasi baru, sehingga perusahaan dapat

tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.

Universitas Sumatera Utara


Contoh sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai innovative adalah :

1. Perusahaan memberikan apresiasi dan reward kepada personil PTPN IV yang

menghasilkan inovasi baru.

2. Berusaha menemukan cara-cara baru dalam kegaitan proses produksi melalui

bench mark dan dengan melibatkan lembaga-lembaga penelitian.

3. Melakukan prediksi masa depan secara proaktif dan berupaya menemukan dan

mengenal setiap faktor, baik positif maupun negatif, yang dapat mempengaruhi

kelangsungan perusahaan.

4. Selalu melakukan perbaikan-perbaikan secara berkelanjutan.

5. Memanfaatkan IPTEK untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pengelolaan

sumber daya.

6. Mengambil inisiatif untuk memanfaatkan berbagai peluang dalam menciptakan

hal-hal baru secara kreatif.

2.1.3.4. Discipline

1. Patuh dan taat serat lebih mengutamakan kepentingan perusahaan di atas

kepentingan pribadi dengan mempedomani ketentuan yang ada.

2. Taat azas terhadap aturan – aturan yang berlaku sehingga tata kelola perusahaan

yang baik (GCG) dapat dilaksanakan.

Contoh sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai discipline adalah :

Universitas Sumatera Utara


a. Disiplin dalam menggunakan anggaran, penerapan SPO dan tata kelola

perusahaan berdasarkan GCG.

b. Menggunakan alat – alat secara optimal termasuk pemanfaatan alat pelindung

diri yang disediakan perusahan.

2.1.3.5. Excellence

Perusahaan selalu memperlihatkan gairah keunggulan dan berusaha keras

untuk hasil yang optimal sehingga tercapai kepuasan stakeholders. Contoh sikap

dan perilaku yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai excellence adalah :

1. Konsisten menunjukan kinerja yang lebih baik.

2. Memberikan penghargaan pada personil dan unit – unit kerja yang unggul.

2.2. Kinerja Perawat

2.2.1. Definisi

Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja (job performance)

sumber daya manusia, untuk itu setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan

kinerja pegawai dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Budaya

organisasi yang tumbuh dan terpelihara dengan baik akan mampu memacu organisasi

ke arah perkembangan yang lebih baik. Disisi lain, kemampuan pemimpin dalam

menggerakkan dan memberdayakankan pegawainya akan mempengaruhi kinerja.

Istilah kinerja dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau

prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Prestasi kerja pada umumnya

Universitas Sumatera Utara


dipengaruhi oleh kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesungguhan kerja dari

tenaga kerja yang bersangkutan (Aditama, 2003).

Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitas maupun

kualitas dalam suatu organisasi. Kinerja dapat merupakan penampilan individu

maupun kerja kelompok personel. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada

personel yang memangku jabatan fungsional maupun struktural, tetapi juga kepada

keseluruhan jajaran personel di dalam organisasi (Ilyas, 2001).

Deskripsi dari kinerja menyangkut tiga komponen penting, yaitu: tujuan,

ukuran dan penilaian. Penentuan tujuan dari setiap unit organisasi merupakan strategi

untuk meningkatkan kinerja. Tujuan ini akan memberi arah dan memengaruhi

bagaimana seharusnya perilaku kerja yang diharapkan organisasi terhadap setiap

personel. Walaupun demikian, penentuan tujuan saja tidaklah cukup, sebab itu

dibutuhkan ukuran, apakah seseorang telah mencapai kinerja yang diharapkan. Untuk

kuantitatif dan kualitatif standar kinerja untuk setiap tugas dan jabatan memegang

peranan penting (Ilyas, 2001).

Kinerja keperawatan atau praktik keperawatan menggambarkan aktivitas yang

diberikan kepada klien melalui pelaksanaan asuhan keperawatan untuk mencapai

tujuan layanan kesehatan sesuai dengan tugas dan wewenang perawat dengan

memenuhi ketentuan kode etik, standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan,

standar pelayanan, dan standar prosedur operational. Kinerja dalam keperawatan

merupakan hasil karya dari perawat dalam bentuk tindakan atau praktek yang mudah

Universitas Sumatera Utara


diamati atau dinilai. Kinerja keperawatan mencerminkan kemampuan perawat untuk

mengimplementasikan proses asuhan keperawatan (Ilyas, 2002).

Ada beberapa pendekatan yang dilakukan dalam menilai prestasi kerja (As’ad,

2003) yaitu :

a. Subjective Procedure

Prosedur ini meliputi penilaian ataupun pertimbangan-pertimbangan terhadap

kecakapan kerja yang dilakukan oleh superior (atasan), sub ordinates (bawahannya),

peers (kelompok kerja), rekan-rekan sekerja, outside observer (para observer dari

luar) dan self (diri sendiri). Prosedur ini sangat bergantung pada opini manusia, maka

prosedur memiliki kesalahan-kesalahan disebabkan oleh manusia (human error),

yaitu:

1. Tipe Liniency, terjadi kalau peninilai cenderung memberikan nilai yang tinggi

kepada bawahannya.

2. Tipe Strictness, terjadi kalau penilai cenderung memberikan nilai yang rendah

kepada bawahannya.

3. Tipe Central Tendency, terjadi apabila orang yang dinilai enggan memberikan

nilai yang tinggi kepada bawahannya.

4. Halo Effect Error, kesalahan kesan umum dari si penilai karena pengaruh

pengalamannya sebelumnya.

5. Personal Bias, adalah bentuk kesalahan karena adanya prasangka-prasangka baik

kearah positif maupun kearah negatif.

Universitas Sumatera Utara


b. Direct Measures

Metode ini tidak seperti metode terdahulu dimana evaluator diminta

pertimbangannya terhadap perilaku kerja pegawai bawahannya. Ada dua (2) tipe

evaluasi ini, yaitu :

1. Berhubungan dengan produksi, yaitu menyangkut unit-unit yang diproduksi dan

kualitas produk.

2. Berhubungan dengan personal information (informasi individu), yaitu meliputi

absensi, ketepatan datang, keluhan-keluhan daripegawai, waktu yang

dipergunakan untuk mempelajari pekerjaan dan sebagainya.

c. Profiency Testing

Merupakan pendekatan lain dalam mengevaluasi kecakapan pegawai. Dalam

hal ini pegawai yang di uji diminta untuk memerankan pekerjaan seperti keadaan

yang sesungguhnya.

2.2.2. Indikator Kinerja

Ukuran secara kualitatif dan kuantitatif yang menunjukkan tingkatan

pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan adalah merupakan sesuatu

yang dapat dihitung serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat bahwa

kinerja setiap hari dalam perusahaan dan perseorangan terus mengalami peningkatan

sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kinerja pegawai adalah mempengaruhi

seberapa banyak kontribusi kepada organisasi antara lain termasuk Mathis dan

Jackson (2002) :

Universitas Sumatera Utara


a. Kuantitas Kerja. Standar ini dilakukan dengan cara membandingkan antara

besarnya volume kerja yang seharusnya (standar kerja norma) dengan

kemampuan sebenarnya.

b. Kualitas Kerja. Standar ini menekankan pada mutu kerja yang dihasilkan

dibandingkan volume kerja.

c. Pemanfaatan Waktu, yaitu penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan

kebijaksanaan perusahaan.

d. Tingkat Kehadiran. Asumsi yang digunakan dalam standar ini adalah jika

kehadiran pegawai di bawah standar kerja yang ditetapkan maka pegawai

tersebut tidak akan mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi

perusahaan.

e. Kerjasama. Keterlibatan seluruh pegawai dalam mencapai target yang ditetapkan

akan mempengaruhi keberhasilan bagian yang diawasi. Kerjasama antara

pegawai dapat ditingkatkan apabila pimpinan mampu memotivasi pegawai

dengan baik

2.2.3. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah salah satu tugas penting untuk dilakukan oleh

seorang manajer atau pimpinan. Walaupun demikian, pelaksanaan kinerja yang

objektif bukanlah tugas yang sederhana. Penilaian harus dihindarkan adanya “like

dan dislike”, dari penilai, agar objektifitas penilai dapat terjaga. Kegiatan penilaian

ini adalah penting, karena dapat digunakan untuk memperbaiki keputusan-keputusan

personalia dan memberikan uman balik kepada pegawai tentang kinerja pegawai

Universitas Sumatera Utara


tersebut. Menurut Mathis dan Jackson (2002) bahwa “Penilaian kinerja dapat

dilaksanakan oleh siapa saja yang mengerti benar tentang penilaian kinerja pegawai

secara individual”. Kemungkinannya antara lain adalah : 1) Para atasan yang menilai

bawahannya. 2) Bawahan yang menilai atasannya. 3) Anggota kelompok menilai satu

sama sama lain. 4) Penilaian pegawai sendiri. 5) Penilaian dengan multisumber, dan

6) Sumber-sumber dari luar.

Menurut Dessler (2007) ada lima faktor dalam penilaian kinerja yang popular,

yaitu :

a. Prestasi pekerjaan, meliputi : akurasi, ketelitian, keterampilan, dan penerimaan

keluaran.

b. Kuantitas pekerjaan, meliput : volume keluaran dan kontribusi.

c. Kepemimpinan yang diperlukan, meliputi : membutuhkan saran, arahan atau

perbaikan.

d. Kedisplinan, meliputi : kehadiran, sanksi, regulasi, dapat dipercaya/ diandalkan

dan ketepatan waktu.

e. Komunikasi, meliputi : hubungan antar pegawai maupun dengan pimpinan,

media komunikasi.

Penilaian kinerja dapat menjadi sumber informasi utama dan umpan balik

untuk pegawai, yang merupakan kunci pengembangan bagi pegawai di masa

mendatang. Di saat atasan mengidentifikasi kelemahan, potensi dan kebutuhan

pelatihan melalui umpan balik penilaian kinerja, mereka dapat memberitahukan

pegawai mengenai kemajuan pegawai tersebut, mendiskusikan keterampilan apa yang

Universitas Sumatera Utara


perlu mereka kembangkan dan melaksanakan perencanaan pengembangan (Mathis

dan Jackson, 2002).

Menurut Dessler (2007), penilaian kinerja (performance appraisal) pada

dasarnya merupakan faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi yang efektif

dan efisien. Pegawai menginginkan dan memerlukan umpan balik berkenaan dengan

prestasi karyawan tersebut dan penilaian menyediakan kesempatan untuk

memberikan kesempatan untuk meninjau kemajuan pegawai, dan untuk menyusun

rencana peningkatan kinerja.

Nursalam (2008) menyatakan bahwa menilai kualitas pelayanan keperawatan

kepada klien digunakan standar praktik keperawatan yang merupakan pedoman bagi

perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Standar praktek keperawatan telah

di jabarkan oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) (2004) yang mengacu

dalam tahapan proses keperawatan yang meliputi: (1) Pengkajian; (2) Diagnosa

keperawatan; (3) Perencanaan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi.

a. Pengkajian Keperawatan

Perawat mengumpulkan data tentang status kesehatan klien secara sistematis,

menyeluruh, akurat, singkat, dan berkesinambungan. Kriteria pengkajian

keperawatan, meliputi:

1. Pengumpulan data dilakukan dengan cara anamnesa, observasi, pemeriksaan fisik

serta dari pemeriksaan penunjang.

2. Sumber data adalah klien, keluarga, atau orang yang terkait, tim kesehatan, rekam

medis, dan catatan lain.

Universitas Sumatera Utara


3. Data yang dikumpulkan, difokuskan untuk mengidentifikasi : status kesehatan

klien masa lalu, status kesehatan klien saat ini, status biologis-psikologis-sosial-

spiritual, respon terhadap terapi, harapan terhadap tingkat kesehatan yang optimal

dan resiko-resiko tinggi masalah.

b. Diagnosa Keperawatan

Perawat menganalisa data pengkajian untuk merumuskan dignosa

keperawatan. Adapun kriteria proses :

1. Proses diagnosa terdiri dari analisa, interpretasi data, identikasi masalah klien, dan

perumusan diagnose keperawatan.

2. Diagnosa keperawatan terdiri dari: masalah (P), Penyebab (E), dan tanda atau

gejala (S), atau terdiri dari masalah dan penyebab (PE)

3. Bekerjasama dengan klien, dan petugas kesehatan lain untuk memvalidasi

diagnosa keperawatan.

4. Melakukan pengkajian ulang dan merevisi diagnosa berdasarkan data terbaru.

c. Perencanaan Keperawatan

Perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah

dan meningkatkan kesehatan klien. Kriteria prosesnya, meliputi :

1. Perencanaan terdiri dari penetapan prioritas masalah, tujuan, dan rencana tindakan

keperawatan.

2. Bekerjasama dengan klien dalam menyusun rencana tindakan keperawatan.

3. Perencanaan bersifat individual sesuai dengan kondisi atau kebutuhan klien.

4. Mendokumentasi rencana keperawatan.

Universitas Sumatera Utara


d. Implementasi

Perawat mengimplementasikan tindakan yang telah diidentifikasi dalam

rencana asuhan keperawatan. Kriteria proses, meliputi :

1. Bekerja sama dengan klien dalam pelaksanaan tindakan keperawatan

2. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain.

3. Melakukan tindakan keperawatan untuk mengatasi kesehatan klien.

4. Memberikan pendidikan pada klien dan keluarga mengenai konsep keterampilan

asuhan diri serta membantu klien memodifikasi lingkungan yang digunakan.

5. Mengkaji ulang dan merevisi pelaksanaan tindakan keperawatan berdasarkan

respon klien.

e. Evaluasi Keperawatan

Perawat mengevaluasi kemajuan klien terhadap tindakan keperawatan dalam

pencapaian tujuan dan merevisi data dasar dan perencanaan. Adapun kriteria

prosesnya :

1. Menyusun perencanaan evaluasi hasil dari intervensi secara komprehensif, tepat

waktu dan terus menerus.

2. Menggunakan data dasar dan respon klien dalam mengukut perkembangan ke

arah pencapaian tujuan.

3. Memvalidasi dan menganalisa data baru dengan teman sejawat.

4. Bekerja sama dengan klien keluarga untuk memodifikasi rencana asuhan

keperawatan.

5. Mendokumentasi hasil evaluasi dan memodifikasi perencanaan.

Universitas Sumatera Utara


2.3. Rumah Sakit

2.3.1. Definisi

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang

rumah sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang

menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Rumah sakit juga merupakan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan

yaitu setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta bertujuan

untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Upaya kesehatan

dilakukan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif),

pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan

(rehabilitatif) yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu serta berkesinambungan

(Siregar, 2004).

2.3.2. Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit

Profesi perawat merupakan salah satu profesi luhur bidang kesehatan.

Pengertian pelayanan perawat sesuai WHO Expert Committee on Nursing (1982)

adalah gabungan dari ilmu kesehatan dan seni melayani/merawat (care), suatu

gabungan humanistic dari ilmu pengetahuan, filosofi keperawatan, kegiatan klinik,

komunikasi, dan ilmu social. Pelayanan perawat adalah suatu bentuk pelayanan

professional yang merupakan bagian integral dan pelayanan kesehatan yang

didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, yang mencakup biopsikososial dan

spiritual yang unik dan komprehensif serta ditujukan kepada individu, keluarga, dan

Universitas Sumatera Utara


masyarakat baik sakit maupun sehat yang meliputi peningkatan derajat

kesehatan/pencegahan penyakit, pengobatan, penyembuhan penyakit, dan pemulihan

kesehatan (Depkes RI, 2004).

Willan dalam buku Hospital Management yang dikutip oleh Aditama (2003)

menyebutkan bahwa Nursing Department di rumah sakit mempunyai beberapa tugas

seperti :

a. Memberikan pelayanan keperawatan pada pasien, baik untuk kesembuhan,

maupun pemulihan status fisik dan mentalnya.

b. Memberikan pelayanan lain bagi kenyamanan dan kemanan pasien, seperti

penataan tempat tidur, dan lain-lain.

c. Melakukan tugas-tugas administrasi.

d. Meyelenggarakan pendidikan keperawatan berkelanjutan.

e. Melakukan berbagai penelitian/riset untuk senantiasa meningkatkan mutu

pelayanan rumah sakit

f. Berpartisipasi aktif dalam program pendidikan bagi para calon perawat.

2.3.3. Uraian Tugas Perawat Pelaksana

Menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan

Republik Indonesia (1999), perawat pelaksana di ruang rawat inap bertanggungjawab

dan turut melaksanakan tiap langkah dalam proses keperawatan sesuai dengan

kompetensinya. Uaraian tugas perawat pelaksana diruang rawat sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara


2.3.3.1. Persyaratan

a. Pendidikan : Berijazah pendidikan formal keperawatan/kebidanan dari semua

jenjang pendidikan yang disahkan oleh pemerintah/yang

berwenang.

b. Kondisi fisik : Sehat jasmani dan rohani.

2.3.3.2. Tanggung Jawab

Dalam melaksanakan tugasnya, perawat pelaksana di ruang rawat

bertanggung jawab kepada Kepala Ruangan/Kepala Instalasi terhadap hal-hal sebagai

berikut :

1. Kebenaran dan ketepatan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai standar.

2. Kebenaran dan ketepatan dalam mendokumentasikan pelaksanaan asuhan

keperawatan/ kegiatan lain yang dilakukan.

2.3.3.3.Wewenang

Perawat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya di ruang rawat mempunyai

wewenang sebagai berikut :

1. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.

2. Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien/keluarga pasien sesuai

kemampuan dan batas kewenangannya.

2.3.3.4. Uraian Tugas

1. Memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkungannya.

2. Menerima pasien baru sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Universitas Sumatera Utara


3. Memelihara peralatan keperawatan dan medis nagar selalu dalam keadaan siap

pakai.

4. Melakukan pengkajian keperawatan dan menentukan diagnosa keperawatan,

sesuai batas kewenangannya.

5. Menyusun rencana keperawatan sesuai dengan kemampuannya.

6. Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien sesuai kebutuhan dan batas

kemampuannya, antara lain :

a. Melaksanakan tindakan pengobatan sesuai program pengobatan

b. Memberi penyuluhan kepada pasien dan keluarganya mengenai penyakitnya.

7. Melatih/membantu pasien untuk melakukan latihan gerak.

8. Melakukan tindakan darurat kepada pasien (antara lain panas tinggi, kolaps,

pendaran, keracunan, henti nafas dan henti jantung), sesuai protap yang berlaku.

Selanjutnya segera melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada dokter

ruang rawat/dokter jaga.

9. Melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan sesuai batas kemampuannya.

10. Mengobservasi kondisi pasien, selanjutnya melakukan tindakan yang tepat

berdasarkan hasil observasi tersebut, sesuai batas kemampuannya.

11. Berperanserta dengan anggota tim kesehatan dalam membahas kasus dan upaya

meningkatkan mutu asuhan keperawatan.

12. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari libur secara bergilir sesuai jadwal

dinas.

13. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh kepala ruang rawat.

Universitas Sumatera Utara


14. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keperawatan, antara lain

melalui pertemuan ilmiah dan penataran atas izin/persetujuan atasan.

15. Melaksanakan sistem pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan yang tepat

dan benar sesuai Standar Asuhan Keperawatan.

16. Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara lisan maupun

tertulis pada saat penggantian dinas.

17. Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarganya sesuai

keadaan dan kebutuhan pasien mengenai :

a. Program diet

b. Pengobatan yang perlu dilanjutkam dan cara penggunaannya.

c. Pentingnya pemeriksaan ulang di rumah sakit, puskesmas atau institusi

kesehatan ini.

d. Cara hidup sehat, seperti pengaturan istirahat, makanan bergizi atau bahan

pengganti sesuai dengan keadaan sosial ekonomi.

18. Melatih pasien menggunakan alat bantu yang dibutuhkan.

19. Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan keperawatan di rumah, misalnya

merawat luka dan melatih anggota gerak.

2.4. Spin-Off

Spin off adalah merupakan salah satu cara “pemisahan” usaha (c.q. pada

perseroan terbatas atau PT) di samping split off (pemecahan). Dalam perspektif UU

No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan), pemisahan -

Universitas Sumatera Utara


spin off atau split off - adalah merupakan salah satu bentuk perubahan status

perusahaan sebagaimana dimaksud pasal 163 UU Ketenagakerjaan.

Spin off (atau yang sering disebut pemisahan tidak murni) merupakan

pemisahan – unit - usaha yang mengakibatkan sebagian aktiva dan passiva suatu

perseroan terbatas (perseroan) beralih karena hukum kepada satu perseroan atau

lebih, di mana perseroan yang melakukan pemisahan tersebut masih tetap ada/eksis

(UU No. 40 RI, Tahun 2007).

Sebagaimana disebutkan, bahwa pada kasus spin off, sebagian aktiva dan

passiva suatu perseroan beralih karena hukum kepada suatu perseroan baru

(perseroan yang memisahkan diri), maka demikian itu, entity dan pemegang saham

(owners) pada perseroan yang melakukan pemisahan tersebut adalah juga menjadi

entity dan owners di perseroan – baru - yang memisahkan diri. Dengan demikian,

hubungan hukum di perseroan yang memisahkan diri merupakan lanjutan dari

perseroan yang melakukan pemisahan. Demikian juga, hubungan kerja para karyawan

di perseroan yang memisahkan diri adalah lanjutan dari hubungan kerja pada

perseroan yang melakukan pemisahan. Artinya, hubungan kerja karyawan di

perseroan yang melakukan pemisahan berlanjut di perseroan yang memisahkan diri.

2.5. Landasan Teori

Nilai adalah keyakinan dasar bahwa suatu modus perilaku atau keadaan akhir

eksistensi yang khas, lebih disukai secara pribadi atau sosial dibandingkan modus

perilaku atau keadaan akhir yang berlawanan. Nilai mengandung suatu unsur

Universitas Sumatera Utara


pertimbangan dalam arti, nilai mengemban gagasan seorang individu mengenai apa

yang benar, baik atau diinginkan.

Mengetahui nilai dalam suatu organisasi amatlah penting, karena nilai

meletakkan dasar untuk memahami sikap, motivasi dan persepsi individu. Sikap dan

perilaku individu yng dibentuk oleh nilai sangat mempengaruhi kinerja organisasi.

Tata nilai yang terdiri dari profesioalism, respect, innovative, discipline, dan excellent

merupakan suatu nilai yang menjadi pedoman perilaku dalam kegiatan bekerja bagi

seluruh karyawan PTPN IV, termasuk karyawan di Rumah Sakit Balimbingan PTPN

IV.

Pada suatu organisasi, interaksi individu dengan lingkungan membentuk

perilaku dan kinerja individu tersebut. Kinerja yang dihasilkan bisa merupakan

kinerja jangka panjang yang positif dan peningkatan kemampuan personal, namun

sebaliknya dapat juga mengakibatkan memburuknya kinerja jangka panjang dan

penurunan kemampuan personal.

Menurut Robbins (2001), tata nilai organisasi mempengaruhi kinerja dan

kepuasan karyawan. Persepsi subjektif karyawan secara keseluruhan terhadap

organisasi didasarkan pada beberapa faktor seperti derajat toleransi resiko, tekanan

atau perhatian tim serta dukungan masyarakat. Persepsi keseluruhan ini (persepsi baik

atau tidak baik) membentuk suatu budaya organisasi atau kepribadian, yang

kemudian mempengaruhi kinerja dan kepuasan karyawan.

Universitas Sumatera Utara


Penilaian kinerja pada pekerja yang bekerja secara kelompok adalah penilaian

dengan pendekatan perilaku (Robbins,2001). Demikian pula penilaian kinerja pada

perawat, yang dalam bekerjanya dilaksanakan sebagai kelompok kerja.

Nursalam (2008) menyatakan bahwa menilai kualitas pelayanan keperawatan

kepada klien digunakan standar praktik keperawatan yang merupakan pedoman bagi

perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Standar praktek keperawatan telah

di jabarkan oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) (2004) yang mengacu

dalam tahapan proses keperawatan yang meliputi: (1) Pengkajian; (2) Diagnosa

keperawatan; (3) Perencanaan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi.

Asuhan keperawatan adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang dapat

menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Menghadapi spin-off, keunggulan

pelayanan rumah sakit sangat diharapkan untuk mendukung pendapatan guna

kelangsungan organisasi tersebut.

Universitas Sumatera Utara


2.6. Kerangka Konsep

Gambaran yang lebih jelas dan terarah akan alur penelitian ini digambarkan

dalm kerangka konsep sebagai berikut ini :

Variabel Independen Variabel Dependen

Nilai : Kinerja Perawat :


a. Profesionalism a. Pengkajian Keperawatan
b. Respect b. Diagnosa Keperawatan
c. Innovative c. Perencanaan Keperawatan
d. Discipline d. Implementasi
e. Excellent e. Evaluasi Keperawatan

Gambar 2.1. Kerangka Konsep Penelitian

Sumber : PTPN IV (2009) dan Depkes RI (2004) Diolah

Universitas Sumatera Utara


BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey explanatori (explanatory

research), yaitu suatu penelitaian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal

antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis, dalam hal ini untuk mengetahui

pengaruh tata nilai perusahaan yang terdiri dari profesionalism, respect, innovative,

discipline dan excellent terhadap kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit

Balimbingan PTPN IV.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV. Waktu

penelitian dilaksanakan mulai dari Bulan Januari sampai dengan Bulan Juni Tahun

2014.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang rawat inap di

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV tahun 2014 sebanyak 72 orang. Selanjutnya,

seluruh perawat di ruang rawat inap tersebut dijadikan sampel dalam penelitian ini

(total sampling).

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.1. Jumlah Perawat Pelaksanan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit
Balimbingan PTPN IV

No Nama Ruang Rawat Jumlah Perawat


Pelaksana
1 Melati 6
2 Mawar 7
3 Teratai 7
4 Bougenville 6
5 Nusa Indah (jiwa) 6
6 Kemuning 8
7 Flamboyan 6
8 Dahlia 6
9 Anggrek 7
10 Cempaka 6
11 Kenanga (Kebidanan) 7
Jumlah 72
Sumber : Kantor Kepala Perawatan Rumah Sakit Balimbingan, bulan Januari 2014

3.4. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data

sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari responden (perawat yang

bertugas di ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV) secara langsung

melalui wawancara serta berpedoman pada kuesioner yang telah disusun. Data

sekunder adalah data yang diperoleh melalui pencatatan dari dokumen Rumah Sakit

Balimbingan PTPN IV. Data tentang jumlah perawat, pengkajian keperawatan,

diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi dan evaluasi

keperawatan diperoleh dari bagian kepegawaian Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

Universitas Sumatera Utara


3.4.1. Uji Validitas dan Reabilitas

Instrumen penelitian yang baik harus valid dan reliabel (Sugiyono, 2001).

Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa

yang hendak diukur. Uji validitas terhadap kuesioner yang telah dipersiapkan

dilakukan dengan formula Pearson “product moment”, yang rumusnya sebagai

berikut :

� ( ∑�� ) − ( ∑�∑� )
�=
{[N∑� 2 − (∑�)2 ]. [N∑� 2 − (∑�)2 ]}

x = skor tiap-tiap variabel

y = skor total tiap responden

N = jumlah responden

Uji reliabilitas ialah uji untuk mengetahui sejauhmana konsistensi hasil

penelitian jika kegiatan tersebut dilakukan berulang-ulang. Uji reliabilitas terhadap

kuesioner yang telah dipersiapkan dilakukan dengan rumus Alpha, yaitu uji untuk

instrumen bukan tes yang skor butirnya bukan 1 dan 0 (Arikunto, 2005), dengan

rumus sebagai berikut :

� ∑�� 2
�11 = � � �1 − �
�−1 �� 2

Keterangan :

�11 = reliabilitas instrumen

k = jumlah butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑�� 2 = jumlah varians butir

Universitas Sumatera Utara


�� 2 = varians total

Uji validitas dan reabilitas dilakukan dilakukan pada 20 orang responden di

Rumah Sakit Pabatu PTPN IV, dengan asumsi bahwa Rumah Sakit Pabatu dan

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV mempunyai uraian tugas keperawatan yang

sama, serta sama-sama memiliki Tata Nilai PTPN IV.

Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor yang didapat dari setiap

butir pertanyaan dengan skor total untuk tiap variabel dengan bantuan komputer

melaloui program SPSS for windows versi 17.0. Nilai r tabel pada jumlah data (n) =

20 dengan taraf signifikan 0,05 adalah 0,444. Seluruh r hitung yang didapat berada

lebih besar dari nilai r tabel sehingga seluruh butir pertanyaan berstatus valid dan

dapat digunakan dalam penelitian.

Hasil uji reabilitas didapat nilai Aplha tiap variabel seluruhnya diatas nilai r

atebbl (0,4444) sehingga dapat dikatakan keseluruhan butir kuesioner berstatus

reliable dan dapat dipergunakan dalam penelitian. Hasil uji validitas dan reaabilitas

dapat dilihat pada Tabel 3.2 dan 3.3.

Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner Tata Nilai Perusahaan
Tahun 2014

Nomor Total Pearson


Variabel Status Alpha Status
Pertanyaan Correlation
Prefesionalisme (P) 1 0.915 Valid 0.789 Reliabel
2 0.477 Valid
3 0.915 Valid
4 0.915 Valid
5 0.474 Valid
6 0.621 Valid
Respect (R) 1 0.553 Valid 0.778 Reliabel

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.2. (Lanjutan)

Nomor Total Pearson


Variabel Status Alpha Status
Pertanyaan Correlation
2 0.446 Valid
3 0.877 Valid
4 0.924 Valid
5 0.524 Valid
6 0.887 Valid
Innovative (I) 1 0.473 Valid 0.788 Reliabel
2 0.872 Valid
3 0.827 Valid
4 0.823 Valid
5 0.681 Valid
6 0.840 Valid
Disiplin (D) 1 0.887 Valid 0.788 Reliabel
2 0.695 Valid
3 0.851 Valid
4 0.865 Valid
5 0.695 Valid
6 0.532 Valid
Excellent (E) 1 0.935 Valid 0.820 Reliabel
2 0.980 Valid
3 0.921 Valid
4 0.953 Valid
5 0.946 Valid
6 0.888 Valid

Tabel 3.3. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Kuesioner Kinerja Perawat
Tahun 2014

Total P.
Variabel No Status Alpha Status
Correlation
Pengkajian Keperawatan (PK) 1 0.950 Valid 0.815 Reliabel
2 0.954 Valid
3 0.954 Valid
4 0.950 Valid
5 0.950 Valid
6 0.661 Valid
Diagnosis Keperawatan (DK) 1 0.672 Valid 0.790 Reliabel
2 0.672 Valid
3 0.871 Valid

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.3. (Lanjutan)

Total P.
Variabel No Status Alpha Status
Correlation
4 0.871 Valid
5 0.871 Valid
6 0.599 Valid
Perencanaan Keperawatan (PR) 1 0.983 Valid 0.815 Reliabel
2 0.983 Valid
3 0.541 Valid
4 0.983 Valid
5 0.983 Valid
6 0.983 Valid
Implementasi Keperawatan 1 0.946 Valid 0.807 Reliabel
(IM)
2 0.946 Valid
3 0.946 Valid
4 0.946 Valid
5 0.604 Valid
6 0.604 Valid
Evaluasi Keperawatan (EK) 1 0.929 Valid 0.804 Reliabel
2 0.624 Valid
3 0.929 Valid
4 0.929 Valid
5 0.624 Valid
6 0.929 Valid

3.5. Variabel dan Definisi Operasional

Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas dan variabel terikat.

Adapun definisi operasional dari variabel penelitian ini adalah :

1. Nilai adalah prinsip atau norma - norma yang dirasa benar sehingga menjadi dasar

perawat di ruang rawat inap dari Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV untuk

berperilaku dalam memberikan pelayanan kepada pasien rawat inap.

Universitas Sumatera Utara


a. Profesionalism yaitu perilaku perawat dalam melaksanakan pekerjaan

pelayanan keperawatan dari awal hingga akhir pekerjaan sesuai dengan

aturan kerja dengan menyadari segala akibat dari tindakan yang dilakukan.

b. Respect adalah perilaku perawat dalam menghargai atasan, rekan sekerja,

bawahan guna menciptakan kondisi kerja yang kondusif, serta tidak

membedakan pelayanan pasien pada golongan tertentu.

c. Innovative adalah perilaku perawat dalam kemampuan mengubah sesuatu

yang sudah ada menjadi lebih baik dilihat dari sisi fungsi, keindahan,

tambahan kemampuan, waktu dan biaya.

d. Discipline adalah perilaku perawat dalam menerapkan SPO (Standard

Prosedure Operational) dan penggunaan anggaran yang efektif.

e. Excellent adalah perilaku perawat dalam melakukan pelayanan yang unggul

dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil maksimal.

2. Kinerja perawat adalah aktivitas yang diberikan perawat di ruang rawat inap

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV kepada pasien melalui pelaksanaan asuhan

keperawatan untuk mencapai tujuan layanan kesehatan sesuai dengan tugas dan

wewenang perawat.

a. Pengkajian keperawatan adalah tindakan yang menunjukkan kemampuan dari

perawat yang bertugas di ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN

IV untuk mengumpulkan data mengenai status kesehatan pasien rawat inap

secara menyeluruh, akurat dan singkat.

Universitas Sumatera Utara


b. Diagnosa keperawatan adalah kemampuan dari perawat yang bertugas di

ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV dalam menganalisis

data pengkajian untuk merumuskan diagnosis keperawatan.

c. Perencanaan keperawatan adalah tindakan yang dilakukan perawat yang

bertugas di ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV membuat

rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan

kesehatan pasien rawat inap.

d. Implementasi adalah pengimplementasian tindakan yang telah diidentifikasi

dalam rencana asuhan keperawatan kepada pasien rawat inap oleh perawat

yang bertugas di ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

e. Evaluasi keperawatan adalah kemampuan perawat yang bertugas di ruang

rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV dalam mengevaluasi

kemajuan pasien rawat inap terhadap tindakan keperawatan dalam pencapaian

tujuan, dan merevisi data dasar dan perencanaan.

3.6. Aspek Pengukuran

Tabel 3.4. Nama Variabel, Cara dan Alat Ukur, Kriteria Penilaian Indikator,
dan Kategori Variabel

Jlh Alternatif Bobot Skala


No Variabel Kategori
Pertanyaan Jawaban Nilai Ukur
1 Profesionalism 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 2 14-18)
kadang b. Kurang baik
Ordinal
c. Tidak 1 (Skor10-13 )
pernah c. Tidak baik
(Skor 6-9 )

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.4. (Lanjutan)

Jlh Alternatif Bobot Skala


No Variabel Kategori
Pertanyaan Jawaban Nilai Ukur
2 Respect 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
3 Innovative 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
4 Discipline 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
5 Excellent 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
6 Pengkajian 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
Keperawatan b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
7 Diagnosa 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
Keperawatan b. Kadang- 2 14-18)
kadang
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )

Universitas Sumatera Utara


Tabel 3.4. (Lanjutan)

Jlh Alternatif Bobot Skala


No Variabel Kategori
Pertanyaan Jawaban Nilai Ukur
8 Perencanaan 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
Keperawatan b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
9 Implementasi 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )
10 Evaluasi 6 a. Selalu 3 a. Baik (Skor
Keperawatan b. Kadang- 14-18)
kadang 2
c. Tidak 1 b. Kurang baik Ordinal
pernah (Skor10-13 )
c. Tidak baik
(Skor 6-9 )

Skala pengukuran variabel independen (nilai), yaitu profesioanalism, respect,

innovative, discipline, dan excellent, dalam penelitian ini berdasarkan pada jawaban

yang diperoleh dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Jumlah

pertanyaan untuk variabel independen masing-masing berjumlah 6 item. Pertanyaan

yang diajukan dengan alternatif jawaban “Selalu (bobot 3)”, “Kadang-kadang (bobot

2)” dan “Tidak pernah (bobot 1) kemudian dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu:

1. Baik : jika total nilai yang diperoleh 70 – 90.

2. Kurang baik : jika total nilai yang diperoleh 50 – 69.

3. Tidak Baik : jika total nilai yang diperoleh 30 – 49.

Universitas Sumatera Utara


Skala pengukuran variabel dependen (kinerja perawat), yaitu pengkajian

keperawatan, diagnoa keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi dan

evaluasi keperawatan, dalam penelitian ini berdasarkan pada jawaban yang diperoleh

dari responden terhadap semua pertanyaan yang diberikan. Jumlah pertanyaan untuk

variabel dependen masing-masing berjumlah 6 item. Pernyataan yang diajukan

dengan alternatif jawaban “Selalu (bobot 3)”, “Kadang-kadang (bobot 2)” dan “Tidak

Pernah (bobot 1), dan dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu:

1. Baik : jika total nilai yang diperoleh 70 – 90

2. Kurang baik : jika total nilai yang diperoleh 50 – 69

3. Tidak Baik : jika total nilai yang diperoleh 30 – 49

3.7. Metode Analisis Data

Analisis data dimulai dengan pengolahan data secara manual untuk editing,

coding dan tabulating. Selanjutnya analisis data dilanjutkan dengan analisis data

univariat, bivariat dan multivariat.

3.7.1. Analisis Univariat

Analisis data secara univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran

distribusi frekuensi responden. Analisis ini digunakan untuk memperoleh gambaran

pada masing-masing variabel independen yang meliputi nilai, yaitu profesionalism,

respect, innovative, discipline, dan excellent, serta kinerja perawat yaitu pengkajian

keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi dan

evaluasi keperawatan.

Universitas Sumatera Utara


3.7.2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat dilakukan untuk menguji ada tidaknya hubungan nilai

(profesionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent) dengan kinerja perawat

yaitu pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,

implementasi dan evaluasi keperawatan. Adapun uji yang digunakan adalah uji chi

square pada tingkat kepercayaan 95% (p <0,05).

3.7.3. Analisis Multivariat

Analisis multivariat dengan menggunakan regresi logistik dilakukan terhadap

variabel penelitian. Rumus umum regresi logistik dalam penelitian ini adalah :

1
�=
1 + � −(�+� � 1 +�� 2 +�� 3 +�� 4 +�� 5 )

Dimana p adalah peluang untuk kinerja perawat, a-f adalah konstanta variabel,

e adalah konstanta napier (logaritma) = 2,72 dan x1-x5 adalah variabel independen

dalam penelitian ini (Soedigdo, 2006).

Universitas Sumatera Utara


BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV terletak di kecamatan Tanah Jawa

kabupaten Simalungun yang berjarak ±20 km dari kota Pematangsiantar, berada ±300

meter di atas permukaan laut sehingga udaranya sedang dan berdiri di atas tanah

seluas ±21 ha.

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV merupakan salah satu dari 3 (tiga) rumah

sakit di jajaran PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) selain Rumah Sakit Laras dan

Rumah Sakit Pabatu, di bawah koordinasi Direktur SDM & umum yang

berkedudukan di jalan Letjend Soeprapto No.2 Medan. Rumah sakit ini didirikan

pada tahun 1926 oleh HVA (Belanda), dinasionalkan berdasarkan Undang – Undang

No.86 tahun 1958. Berdasarkan peraturan pemerintah No.19 tahun 1959 berubah

nama menjadi Perusahaan Perkebunan Negara Sumut-III, pada tahun 1963 berubah

nama menjadi PPN Antan VI dan pada tahun 1969 kembali berubah nama menjadi

PNP VIII sampai tahun 1970.

Pada tanggal 1 Agustus 1974 berubah nama menjadi PTP VIII sampai dengan

10 Maret 1996. Selanjutnya, sejak tahun 1996 sesuai dengan kebijakan pemerintah

tentang restrukturisasi BUMN, PT Perkebunan VIII bersama dengan PT Perkebunan

VII dan PT Perkebunan VI dilebur menjadi PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)

Universitas Sumatera Utara


tepatnya pada tanggal 11 Maret 1996, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.9 tahun

1996. (Profil Rumah Sakit Balimbingan, 2014).

Sarana dan prasarana yang tersedia di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV

terdiri dari instalasi rawat jalan ( yang terdiri dari : klinik dokter umum, UGD, klinik

gigi, klinik penyakit dalam, klinik kebidanan dan kandungan/PKBRS, klinik

penyakit anak, klinik bedah, klinik mata, klinik paru, klinik THT, klinik syaraf, dan

klinik penyakit jiwa. Tersedia juga 1 (satu) klinik kamar operasi, 11 (sebelas) ruang

rawat inap yang mempunyai 120 tempat tidur serta 7 (tujuh) jenis instalasi penunjang

terdiri dari laboraturium, instalasi farmasi, radiologi, instalasi gizi, rekam medis,

loundry dan fisiotherapic.

Operasional rumah sakit didukung oleh 17 (tujuh belas) orang tenaga medis

baik sebagai tenaga karyawan tetap maupun tenaga honor dengan kualifikasi 10

(sepuluh) orang dokter spesialis, 6 (enam) orang dokter umum, dan 1 (orang) dokter

gigi. Tenaga kerja yang lain terdiri dari 85 (delapan puluh lima) orang tenaga

paramedis, dan 52 (lima puluh dua) orang tenaga penunjang medis dan tenaga non-

medis.

Visi Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV adalah menjadi rumah sakit

terkemuka dalam pelayanan kesehatan di PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) dan

tingkat nasional. Untuk mewujudkan visi tersebut unit Rumah Sakit Balimbingan

PTPN IV mengemban misi sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara


a. Sembuh, sehat menuju peningkatan produktivitas pekerja.

b. Mengupayakan kesembuhan dan pemulihan kesehatan secara optimal melalui

prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan secara etik dan

profesional.

c. Mengembangkan jangkauan pelayanan rumah sakit yang bukan hanya pasien

kebun saja, juga mampu memberikan pelayanan yang prima kepada pasien

umum.

d. Meningkatkan dan mempertahankan Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV sebagai

rumah sakit terbaik di tingkat perusahaan serta menyelenggarakan kegiatan

keluarga berencana berskala nasional.

Universitas Sumatera Utara


STRUKTUR ORGANISASI
RUMAH SAKIT BALIMBINGAN

MANAJER
RUMAH SAKIT

STAF MEDIS KOMITE


KOMITE MEDIK Ka. DINAS MEDIS
FUNGSIONAL KEPERAWATAN

ASISTEN ASISTEN MEDIS ASISTEN ASISTEN TATA ASISTEN SDM


PENUNJANG MEDIS KEPERAWATAN USAHA (1 Orang) & UMUM

INSTALASI INSTALASI RAWAT Bag. PENYUSUTAN & BAGIAN PERENCANAAN


PEMELIHARAAN INSTALASI IGD R. MAWAR EVALUASI ANGGARAN/ dan EVALUASI DIKLAT /
SMF BEDAH JALAN
AKTIVA HUMAS

R. TERATAI
INSTALASI KESEHATAN BAGIAN
INSTALASI SANITASI & INSTALASI LAB. BAGIAN UMUM /
SMF NON BEDAH GIGI dan MULUT PERBENDAHARAAN KAS/
PENGOLAHAN LIMBAH SEKRETARIS
BANK

R. NUSA INDAH

INSTALASI KAMAR BAG. AKUNTANSI/TATA BUKU/ BAGIAN KEAMANAN DAN


INSTALASI FARMASI INSTALASI FARMASI BEDAH R. BOUGENVILLE TATA UPAH /PRODUKSI JASA KETERTIBAN/SECURITY

R. KEMUNING
INSTALASI BAGIAN SEKRETARIS/
INSTALASI REKAM
INSTALASI RADIOLOGI REHABILITASI MEDIS EKSPEDISI
MEDIK

R. FLAMBOYAN

OBGYN KEBIDANAN Bag. Transportasi / Teknik Lapangan / Dobi /


INSTALASI GIZI R. DAHLIA / Office Boy Dapur

R. MELATI

INSTALASI HCU Bag. Finansial/


Gudang Finansial
R. ANGGREK

R. CEMPAKA
BAGIAN VERIFIKASi

R. KENANGA

Gambar 4.1.Struktur Organisasi Rumah Sakit Balimbingan

Sumber : Kantor Administrasi/Tata Usaha Rumah Sakit Balimbingan (2014)

Universitas Sumatera Utara


4.2. Deskripsi Karakteristik Responden

Karakteristik perawat pelaksana ruang rawat inap Rumah sakit Balimbingan

PTPN IV sebagai responden meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status

kepegawaian dan masa kerja. Pengelompokan responden berdasarkan umur

menunjukkan bahwa umur responden berkisar antara 22 hingga 56 tahun. Kelompok

umur responden tertinggi adalah pada kisaran 22-30 tahun yaitu sebanyak 25 orang

(34.8%).

Pengelompokan responden berdasarkan jenis kelamin menggambarkan

umumnya perawat pelaksana Rumah Sakit Balimbingan berjenis kelamin perempuan

(88,09 %), sedangkan perawat laki-laki berjumlah 8 orang (11,1%). Tingkat

pendidikan responden sebagian besar adalah tingkat D3 keperawatan sebanyak

69,4%, tamatan SPK 27,8% dan sarjana sebanyak 2,8%.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 46 orang (63.9%)

responden merupakan pegawai tetap dan 26 orang (63.1%) sisanya merupakan

pegawai honorer. Masa kerja responden di Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV

dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori. Masa kerja terendah adalah 3 (tiga) tahun

dan masa kerja tertinggi adalah 33 (tiga puluh tiga) tahun jumlah responden

terbanyak adalah pada kategori masa kerja selama 3 – 13 tahun yaitu sebanyak 42

orang (58.13%).

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Karakteristik di Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Jumlah
No. Karakteristik
Orang Persentase (%)
1 Umur
22 – 30 tahun 25 34.8
31 – 40 tahun 17 23.5
41 – 50 tahun 19 26.4
51 – 56 tahun 11 15.3
2 Jenis kelamin
Perempuan 64 88.9
Laki-laki 8 11.1
3 Tingkat pendidikan
Sarjana (S1) 2 2.8
D-III Keperawatan 50 69.4
SPK 20 27.8
4 Status kepegawaian
Tetap 46 63.9
Honorer 26 36.1
5 Masa kerja
3 – 13 tahun 42 58.3
14 – 23 tahun 8 11.1
24 – 33 tahun 22 30.6
Jumlah 72 100
Sumber : Hasil penelitian (diolah)

4.3. Tata Nilai Perusahaan di Rumah Sakit Balimbingan

Tata nilai PT Perkebunan Nusantara IV yang menjadi pedoman perilaku

seluruh karyawan PTPN IV, termasuk karyawan Rumah Sakit Balimbingan yang

terdiri dari Profesionalism, Respect, Innovative, Discipline, dan Excellent. Dari hasil

jawaban yang disebar kepada 72 (tujuh puluh dua) responden (perawat pelaksana

ruang rawat inap Rumah Sakit balimbingan) dapat diketahui gambaran indikator dari

masing-masing variabel dalam penelitian ini.

Universitas Sumatera Utara


4.3.1. Profesionalism

Jawaban responden atas pertanyaan pada variabel profesionalism dapat

diliahat pada tabel 4.2. Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa sebanyak 24

responden (33,3%) menyatakan bahwa meningkatkan profesionalism adalah dengan

terus menerus belajar. Sebanyak 19 orang (26,4%) responden menyatakan sering

menggunakan etika keperawatan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Untuk

pernyataan melakukan pelayanan darurat sesuai batas kewenangannya, sebanyak 16

orang (22,2%) menyatakan sering dan 32 orang (44,4%) menjawab tidak pernah.

Pernyataan menghargai hak pasien sebanyak 8 orang (11,1%) responden menjawab

sering dan 39 orang (54,2%) tidak pernah menghargai hak pasien. Merahasiakan

tentang pasien ada 13 orang (18,1%) menyatakan sering dan perilaku berkolaborasi

dengan tenaga kesehatan lainnya sebanyak 49 orang (68,1%) menyatakan tidak

pernah.

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Professionalism di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan
Tahun 2014

Kriteria
Jumlah
No Indikator T K S
f % f % f % f %
1 Meningkatkan kemapuan
31 43.1 17 23.6 24 33.3 72 100
profesionalisme secara terus menerus
2 Menggunakan etika keperawatan dalam
43 59.7 10 13.9 19 26.4 72 100
memberikan pelayanan
3 Melakukan pelayanan darurat sebagai
tugas kemanusiaan sesuai dengan batas 32 44.4 24 33.3 16 22.2 72 100
kewenangan

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.2. (Lajutan)

Kriteria
Jumlah
No Indikator T K S
f % f % f % f %
4 Menghargai hak pasien 39 54.2 25 34.7 8 11.1 72 100
5 Merahasiakan segala sesuatu yang
diketahui tentang pasien kecuali jika
39 54.2 20 27.8 13 18.1 72 100
dimintai keterangan oleh pihak yang
berwenang
6 Berkolaborasi dengan tenaga medis dan
tenaga kesehatan lainnya dalam 49 68.1 19 26.4 4 5.6 72 100
memberikan pelayanan kepada pasien

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel tata nilai

profesionalism, perilaku profesionalisme di Rumah Sakit Balimbingan sebanyak 8

orang (11,1%) termasuk dalam kategori baik dan hanya 26 orang (36,1%) yang

kurang baik dan 38 orang (52,8%) termasuk kategori tidak baik.

Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Profesionalism di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

No. Profesionalism Frekuensi Persentase (%)


1. Baik 8 11.1
2. Kurang baik 26 36.1
3. Tidak baik 38 52.8
Jumlah 72 100
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

4.3.2. Respect

Jawaban responden atas pernyataan tata nilai respect dapat dilihat pada tabel

4.4 sebagai berikut.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai
Respect di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kriteria
Jumlah
No Indikator T K S
f % f % f % f %
1 Menyapa pasien sebelum
27 37.5 15 20.8 30 41.7 72 100
memberikan pelayanan
2 Mendoakan pasien untuk
37 51.4 16 22.2 19 26.4 72 100
kesembuhannya
3 Memfasilitasi pasien untuk
25 34.7 27 37.5 20 27.8 72 100
beribadah sesuai dengan agamanya
4 Menegur teman sejawat yang
35 48.6 28 38.9 9 12.5 72 100
merokok di dalam ruangan
5 Ikut kegiatan posyandu di
32 44.4 23 31.9 17 23.6 72 100
lingkungan rumah sakit
6 Ikut memberantas jentik-jentik DBD 47 65.3 20 27.8 5 6.9 72 100
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Berdasarkan tabel 4.4 didapat bahwa sebanyak 30 orang (41,7%) perawat

masih berperilaku sering untuk menyapa pasien sebelum memberikan pelayanan

sebanyak 19 orang (26,4%) responden sering mendoakan pasiennya. 25 orang

responden (34,7%) menjawab tidak pernah memfasilitasi pasiennya untuk beribadah

sesuai agamanya. Sebanyak 35 orang (48,6%) responden menjawab tidak pernah

menegur teman sejawatnya yang merokok di dalam ruangan. Kemudian untuk

jawaban keikutsertaan dalam kegiatan posyandu di lingkungan rumah sakit sebanyak

32 orang (44,4%) menyatakan tidak pernah dan untuk kegiatan memberantas jentik-

jentik hanya 7 orang yang sering ikut berperan.

Berdasarkan perhitungan yang sering digunakan untuk mengukur variabel tata

nilai respect, penerapan nilai respect di Rumah Sakit Balimbingan dinyatakan dalam

kategori baik sebanyak 37 orang (51.4%) dan sisanya kurang baik (48.6%).

Universitas Sumatera Utara


Distribusi responden berdasarkan kategori tata nilai profesional dapat dilihat

pada tabel 4.5.

Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Respect di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

No. Respect Frekuensi Persentase (%)


1. Baik 11 15,3
2. Kurang baik 33 45,8
3. Tidak baik 28 38,9
Jumlah 72 100
Sumber : lampiran 5 (diolah)

4.3.3. Innovative

Berdasarkan hasil jawaban responden untuk tata nilai innovative sebanyak 31

orang (43,1%) tidak pernah memberikan ide (pendapat) dalam pertemuan berkala

sebanyak 43 orang (59,7%) responden tidak pernah berjanji untuk memberikan

perawatan sebaik mungkin. Kemudian sebanyak 29 orang (40,3%) tidak pernah

belajar dari kesalahan. Responden yang menjawab tidak pernah mendukung adanya

perubahan dalam layanan kesehatan sebanyak 37 orang (51,4%) membuat pendekatan

yang berbeda untuk penyakit yang sama hanya dilakukan oleh 5 orang responden

(6,9%). Jawaban responden atas pertanyaan pada variabel tata nilai innovative dapat

dilihat pada tabel 4.6.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai
Innovative di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kriteria
Jumlah
No Indikator T K S
f % f % f % f %
1 Memberikan curah pendapat (ide) dalam
31 43.1 14 19.4 27 37.5 72 100
pertemuan berkala
2 Berjanji memberikan perawatan kepada
43 59.7 10 13.9 19 26.4 72 100
pasien sebaik mungkin
3 Belajar dari kesalahan 29 40.3 25 34.7 18 25.6 72 100
4 Mendukung adanya perubahan dalam
37 51.4 25 34.7 10 13.9 72 100
layanan kesehatan
5 Memberikan info kesehatan kepada
35 48.6 22 30.6 15 20.8 72 100
pasien sebelum memulai kerja
6 Membuat pendekatan yang berbeda
50 69.4 17 23.6 5 6.9 72 100
untuk penyakit yang sama
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel tata nilai

innovative, penerapan tata nilai innovative di Rumah Sakit Balimbingan dinyatakan

ke dalam kategori baik sebanyak 9 orang (12,5%), 31 orang (43,1%) kurang baik, dan

32 orang (44,4%) yang tidak baik. Distribusi responden berdasarkan kategeri tata

nilai innovative dapat dilihat pada tabel 4.7.

Tabel 4.7. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Innovative di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

No. Innovative Frekuensi Persentase (%)


1. Baik 9 12.5
2. Kurang baik 31 43.1
3. Tidak baik 32 44.4
Jumlah 72 100
Sumber : lampiran 5 (diolah)

4.3.3. Discipline

Pernyataan untuk melaksanakan operan tepat waktu sebanyak 22 orang

(30,6%) menjawab sering, 28 orang (38,9%) menjawab tidak pernah melakukan

Universitas Sumatera Utara


operan tepat waktu. Pendokumentasian laporan operan sebanyak 40 orang (55,6%)

menjawab tidak pernah membuat dokumentasi laporan operan. Sebanyak 31 orang

(43,1%) tidak pernah mengobservasi keadaan pasien secara rutin. Pelaksanaan

pendokumentasian segera setelah melakukan tindakan sebanyak 6 orang (8,3%)

menjawab sering sebanyak 42 orang (58,3%) responden masih belum menggunakan

alat pelindung diri dan sebanyak 50 orang (69,4%) responden yang mengevaluasi

setiap tindakan yang diberikan kepada pasien. Jawaban responden atas pertanyaan

pada variabel discipline dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.8. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Discipline di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kriteria
Jumlah
No Indikator T K S
f % f % f % f %
1 Melaksanakan operan tepat waktu 28 38.9 22 30.6 22 30.6 72 100
2 Mendokumentasikan laporan operan 40 55.6 10 13.9 22 30.6 72 100
3 Memantau dan mengobservasi 31 43.1 22 30.6 19 26.4 72 100
keadaan pasien secara rutin
4 Melaksanakan pendokumentsian 41 56.9 25 34.7 6 8.3 72 100
segera setelah melakukan tindakan
5 Menggunakan alat pelindung diri 42 58.3 20 27.8 10 13.9 72 100
6 Mengevaluasi setiap tindakan yang 50 69.4 20 27.8 2 2.0 72 100
dilakukan kepada pasien
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori tata nilai discipline dapat

dilihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.9. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Discipline di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

No. Discipline Frekuensi Persentase (%)


1. Baik 10 13,9
2. Kurang baik 17 23,6
3. Tidak baik 45 62,5
Jumlah 72 100
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Universitas Sumatera Utara


Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk variabel tata nilai discipline

di Rumah Sakit Balimbingan penerapan tata nilai discipline masuk kategori baik

sebanyak 10 orang (13,9%), kurang baik 17 orang (23,6%), dan tidak baik 45 orang

(62,5%).

4.3.4. Excellent

Berdasarkan Tabel 4.8 diketahui bahwa sebanyak 36 orang (50%) responden

menjawab tidak ramah kepada pasien. Sebanyak 48 orang (66,7%) responden

menjawab tidak pernah memperhatikan keluhan pasien. Sedangkan pernyataan

menjelaskan kepada pasien/keluarga setiap tindakan yang akan dilakukan sebanyak

37 orang (51,4%) responden menjawab tidak pernah. Untuk memberikan pelayanan

pasien tepat waktu kepada pasien terdapat sebanyak 50 orang (69,4%) responden

menjawab tidak pernah. Komitmen untuk kepuasan pelanggan sebanyak 9 orang

(12,5%) responden telah berkomitmen, sedangkan pernyataan memberikan pelayanan

dengan harapan memberi nilai tambah pada perusahaan sebanyak 54 orang (75%)

responden menjawab tidak pernah. Jawaban responden berdasarkan penilaian tata

nilai excellent dapat dilihat pada tabel 4.10.

Tabel 4.10. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Penilaian Tata Nilai


Excellent di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kriteria
Jumlah
No Indikator TD K S
f % f % f % f %
1 Ramah kepada pasien 36 50 22 30.6 14 19.4 72 100
2 Memperhatikan keluhan pasien 48 66.7 5 6.9 19 26.4 72 100
3 Menjelaskan kepada pasien/keluarga 37 51.4 20 27.8 15 20.8 72 100
setiap tindakan yang akan dilakukan

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.10. (Lanjutan)

Kriteria
Jumlah
No Indikator TD K S
f % f % f % f %
4 Melayani pasien dengan tepat waktu 50 69.4 16 22.2 6 8.3 72 100
5 Berkomitmen untuk kepuasan 49 68.1 14 19.4 9 12.5 72 100
pelanggan
6 Memberikan pelayanan dengan harapan 54 75.0 12 16.7 6 8.3 72 100
memberi nilai tambah pada perusahaan

Distribusi frekuensi responden berdasarkan kategori tata nilai excellent dapat

dilihat pada tabel 4.11.

Tabel 4.11. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Kategori Tata Nilai


Excellent di Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

No. Excellent Frekuensi Persentase (%)


1. Baik 6 8,3
2. Kurang baik 18 25
3. Tidak baik 48 66,7
Jumlah 72 100
Sumber : lampiran 5 (diolah)

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk variabel tata nilai excellent di

Rumah Sakit Balimbingan penerapan tata nilai excellent masuk kategori baik

sebanyak 40 orang (55.6%) dan hanya 32 orang (44.4%) yang termasuk dalam

kategori kurang baik.

4.4. Kinerja Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan

Kinerja responden diukur melalui asuhan keperawatan dengan indikator

asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian keperawatan, diagnosis

keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi dan evaluasi keperawatan.

Universitas Sumatera Utara


Jawaban responden berdasarkan kategori tiap indikator untuk variabel kinerja dapat

dilihat pada Tabel 4.12 .

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan pengkajian

keperawatan dengan kategori tidak baik sebanyak 42 orang (58,3%). Pada diagnosis

keperawatan terdapat 42 orang (58,3%) dalam kategori tidak baik. Terdapat 11 orang

(15,3%) yang termasuk kategori baik pada perencanaan keperawatan. Pada

implementasi terdapat 9 orang (12,5%) yang termasuk kategori baik dan terdapat 9

orang (12,5%) yang tergolong kategori baik pada evaluasi keperawatan.

Berdasarkan perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja

yang dinilai dari asuhan keperawatan (pengkajian keperawatan, diagnosis

keperawatan, perencanaan keperawatan, implementasi), maka hasil penelitian

menunjukkan bahwa responden dengan kategori tidak baik sebanyak 40 orang

(55,6%).

Tabel 4.12. Distribusi Frekuensi Reponden Berdasarkan Penilaian Kinerja


Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan
Tahun 2014

Jumlah
No. Kinerja
f Persentase (%)
1 Pengkajian keperawatan
Baik 8 11.1
Kurang baik 22 30.6
Tidak baik 42 58.3
2 Diagnosis keperawatan
Baik 7 9.7
Kurang baik 23 31.9
Tidak baik 42 58.3

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.12. (Lanjutan)

Jumlah
No. Kinerja
f Persentase (%)
3 Perencanaan keperawatan
Baik 11 15.3
Kurang baik 26 36.1
Tidak baik 35 48.6
4 Implementasi
Baik 9 12.5
Kurang baik 25 34.7
Tidak baik 38 52.8
5 Evaluasi keperawatan
Baik 9 12.5
Kurang baik 28 38.9
Tidak baik 35 48.6
Jumlah 72 100
Sumber : lampiran 5 (diolah)

Tabel 4.13. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Kinerja di


Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Jumlah
No. Kinerja
f Persentase (%)
1 Baik 0 0
2 Kurang baik 32 44.4
3 Tidak baik 40 55.6
Jumlah 72 100
Sumber : lampiran 5 (diolah)

4.5. Hasil Analisis Statistik

Hipotesis yang menyatakan bahwa tata nilai yang terdiri dari profesionalism,

respect, innovative, discipline, dan excellent berpengaruh terhadap kinerja perawat

ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV dilakukan pengujian dengan uji

regresi logistic dengan bantuan komputer yang menganalisa secara bersama-sama 5

variabel independen terhadap 1 variabel dependen (kinerja perawat).

Universitas Sumatera Utara


Hasil uji bivariat terhadap masing-masing variabel independen dengan

variabel dependen menunjukkan angka signifikan pada seluruh variabel tata nilai

dimana p<0,05. Hasil uji parsial masing-masing variabel dapat dilihat pada tabel

sebagai berikut :

Tabel 4.14. Distribusi Tata Nilai Profesionalism terhadap Kinerja Perawat


Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kinerja Perawat
Total P
Profesionalism Kurang Baik Tidak baik X2
Value
f % f % f %
Baik 5 62,5 3 37,5 8 100
Kurang baik 16 61,5 10 38,5 26 100
7.829 0,020
Tidak baik 11 28,9 27 71,1 38 100
Jumlah 32 40 72
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Tabel 4.15. Distribusi Tata Nilai Respect terhadap Kinerja Perawat Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kinerja Perawat
Total P
Respect Kurang Baik Tidak baik X2
Value
f % f % f %
Baik 6 54,5 5 45,5 11 100
Kurang baik 20 60,6 13 39,4 33 100
Tidak baik 6 21,4 22 78,6 28 100 9.953 0,007
Jumlah 32 40 72 100
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Tabel 4.16. Distribusi Tata Nilai Innovative terhadap Kinerja Perawat Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kinerja Perawat
Total P
Innovative Kurang Baik Tidak baik X2
Value
f % f % f %
Baik 8 88,9 1 88,9 9 100
Kurang baik 17 54,8 14 45,2 31 100
15.158 0,001
Tidak baik 7 21,9 25 78,1 32 100
Jumlah 32 40 72 100
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.17. Distribusi Tata Nilai Discipline terhadap Kinerja Perawat Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kinerja Perawat
Total P
Discipline Kurang Baik Tidak baik X2
Value
f % f % f %
Baik 6 60,0 4 40,0 10 100
Kurang baik 11 64,7 6 35,3 17 100
76.056 0,048
Tidak baik 15 33,3 30 66,7 45 100
Jumlah 32 40 75
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Tabel 4.18. Distribusi Tata Nilai Excellent terhadap Kinerja Perawat Ruang
Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan Tahun 2014

Kinerja Perawat
Total P
Excellent X2
Kurang Baik Tidak baik Value
f % f % f %
Baik 5 83,3 1 16,7 6 100
Kurang baik 11 61,1 7 38,9 18 100
8.100 0,017
Tidak baik 16 33,3 32 66,7 48 100
Jumlah 32 72
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Hasil uji multivariat dimana variabel tata nilai diuji secara serentak dengan

variabel kinerja, ditunjukkan dengan nilai Nagelkerke R Square (Sopiyudin, 2011).

Nilai Nagelkerke R Square pada uji ini sebesar 0,509 yang berarti variabelitas

variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen adalah sebesar

50,9% sedangkan sisanya sebesar 49,1% dijelaskan oleh variabel lain di luar model

penelitian.

Universitas Sumatera Utara


Tabel 4.19. Hasil Uji Koefisien Korelasi

Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square


1 64,503a ,380 ,509
a. Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed by less than
,001.
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Pada Tabel 4.20 terlihat bahwa nilai Exp (B) yang didapat seluruhnya bernilai

positif yang menunjukkan bahwa variabel independen mempunyai hubungan yang

searah (positif) terhadap variabel dependen, dengan kata lain dapat ditafsirkan secara

teoritis bahwa kinerja perawat pelaksana akan meningkat menjadi lebih baik apabila

terjadi peningkatan tata nilai profesionalism, respect, innovative, discipline dan

excellent.

Tabel 4.20. Hasil Uji Logistik Berganda Antara Variabel Independen terhadap
Tingkat Kinerja Perawat Pelaksana Rumah Sakit Balimbingan

B S.E. Wald df Sig. Exp(B)


Step 1a PROF ,657 ,452 2,114 1 ,146 1,929
RESP ,399 ,495 ,651 1 ,420 1,491
INNO 1,702 ,547 9,659 1 ,002 5,483
DISC 1,014 ,447 5,162 1 ,023 2,758
EXCE 1,157 ,522 4,914 1 ,027 3,180
Constant -8,086 1,812 19,909 1 ,000 ,000
a. Variable(s) entered on step 1: PROF, RESP, INNO, DISC, EXCE.
Sumber : Lampiran 5 (diolah)

Universitas Sumatera Utara


BAB 5

PEMBAHASAN

5.1. Kinerja Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan

Menurut Ali (2002) dan Mulati (2006), kinerja perawat merupakan aplikasi

kemampuan atau pembelajaran yang telah diterima selama menyelesaikan program

pendidikan keperawatan untuk memberikan pelayanan dan bertanggung jawab dalam

peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit serta pelayanan terhadap pasien.

Hasil perhitungan yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja yang terdiri dari

pengkajian keperawatan, diagnosis keperawatan, impelementasi keperawatan,

perencanaan keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan

kinerja perawat pelaksana Rumah sakit Balimbingan PTPN IV masih jauh dari baik.

Hal ini terlihat dari hasil keseluruhan yaitu sebanyak 40 orang (55,6%) perawat ruang

rawat inap mempunyai kinerja tidak baik dan sebanyak 32 orang (44,4%) mempunyai

kinerja kurang baik.

Kinerja responden sesuai uraian diatas merupakan masalah manajemen

sumber daya manusia yang harus dicermati secara serius, karena menurut Widodo

(2005) kinerja individu (individual performance) dan kinerja organisasi (organization

performance) memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tercapainya tujuan organisasi

tidak terlepas dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang digerakkan oleh

sekelompok orang yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan

organisasi tersebut.

Universitas Sumatera Utara


Kinerja responden yang masih jauh dari angka standar minimum yang

ditetapkan Depkes RI dalam pencapaian minimal adalah 75% kinerja perawat baik

dalam memberikan asuhan keperawatan dipengaruhi tata nilai perusahaan serta

berbagai aspek kondisi organisasi rumah sakit tempat responden bekerja, seperti

sumber daya kepemimpinan, imbalan struktur, motivasi dan desain pekerjaan yang

seluruhnya tidak termasuk dalam penelitian ini.

Tulisan ini berikutnya akan membahas hasil penelitian mengapa fenomena

determinan kinerja responden, khususnya tentang pengaruh tata nilai perusahaan yang

terdiri dari professionalism, respect, innovative, discipline, dan excellent terhadap

kinerja perawat ruang rawat inap rumah sakit balimbingan PTTPN IV.

5.2. Pengaruh Tata Nilai Profesionalism terhadap Kinerja Perawat Pelaksana


Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Balimbingan

Profesional adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain

terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem. Menurut Depkes (2002)

perawat professional adalah perawat yang bertanggung jawab dan berwenang

memberikan pelayanan keperawatan secara mandiri atau berkolaborasi dengan tenaga

kesehatan lain sesuai dengan kewenangannya.

Hasil uji partial variabel profesional terhadap kinerja menunjukkan angka

signifikansi sebesar 0.02 yang berarti penerapan tata nilai professional berpengaruh

terhadap tingkat kinerja perawat pelaksana ruang rawat inap. Secara teoritis

kontribusi aspek professionalism terhadap tingkat kinerja responden (nilai ExP (B))

sebesar 1,929.

Universitas Sumatera Utara


Rendahnya perilaku kolaborasi dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan

lain dalam memberikan pelayanan kesehatan perlu dicermati. Berdasarkan Kamus

Heritage Amerika (2000) kolaborasi adalah bekerja sama khususnya dalam

penggabungan pemikiran. Kolaborasi secara umum memiliki pengertian yang

didasari beberapa prinsip yaitu kerjasama, kebersamaan, berbagi tugas, kesetaraan,

tanggung jawab, dan tanggung gugat. Kolaborasi meliputi suatu pertukaran

pandangan atas ide yang memberikan perspektif kepada seluruh kolaborator, apapun

bentuk dan tempatnya. Kolaborasi merupakan proses kompleks yang membutuhkan

sharing pengetahuan yang direncakan dan menjadi tanggung jawab bersama untuk

merawat pasien. Kerjasama dan kesetaraan adalah esensi dasar dari kolaborasi yang

dilakukan.

Kolaborasi praktik yang belum terlaksana ini disebabkan belum adanya rasa

saling menghargai atas apa yang telah diterapkan dalam pelanannya masing-masing.

Seperti halnya ketidakmampuan perawat mempertahankan argumennya jika terjadi

ketidaksamaan pendapat dengan profesi dokter misalnya. Seharusnya sebagai seorang

tenaga kesehatan perawat harus selalu dapat mempertahankan argumennya dengan

berpedoman pada standar asuhan keperawatan dan pengetahuan yang dimiliki.

Dominasi kekuasaan dimana tenaga profesi dokter yang seharusnya

melaksanakan pekerjaannya tetapi dikerjakan oleh perawat. Sehingga yang terjadi

adalah dokter membuat keputusan dan perawat sebagai pelaksana keputusan itu,

merupakan salah satu penghambat penerpan kolaborasi. Komunikasi yang tidak

efektif juga menghambat penerapan kolaborasi.

Universitas Sumatera Utara


Perusahaan membuat komitmen antara pemimpin (structural) dan fungsional

(profesi kesehatan) dimana pemimpin dapat mengadopsi manajemen kesehatan dan

mensosialisasikan serta dapat diterapkan pada pelayanan. Komunikasi juga

menumbuhkan kolaborasi yang efektif dan bentuk pelayanan kesehatan. Catatan

pasien menjadi sumber utama komunikasi yang secara terbuka dapat dipahami

sebagai pemberi informasi disiplin profesi untuk pengambila suatu keputusan.

Menurut Paryanto (2006) komunikasi lisan via telepon juga dapat dilakukan

melalui operator rumah sakit untuk mempercepat komunikasi perawat maupun dokter

dalam kolaborasi pelayanan kesehatan.

5.3. Pengaruh Tata Nilai Respect terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat Inap
Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV

Pada Tabel 4.15 menunjukkan bahwa tata nilai respect berpengaruh terhadap

kinerja dengan angka signifikansi sebesar 0,007. Hal ini menunjukkan bahwa

penerapan tata nilai respect yang dikembangan manajemen Rumah Sakit Balimbingan

berpengaruh terhadap tingkat kinerja perawat ruang rawat inap. Secara teoritis

kontribusi tata nilai respect terhadap tingkat kinerja (nilai exp (B)) adalah sebesar

1,491.

Buku Budaya Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (IV) Persero salah satu

pengertian respect adalah senantiasa peduli terhadap lingkungan dan masyarakat

sekitar perusahaan. Penilaian yang harus dimiliki oleh karyawan PTPN IV untuk

mengaktualisasikan nilai respect adalah menghormati lingkungan dan masyarakat

Universitas Sumatera Utara


sekitar sebagai bagian yang penting untuk keberhasilan perusahaan melaui program

CSR.

Respect adalah salah satu bentuk pemuasan kebutuhan sosial. Menurut

Siagian (2004) nilai sosial sangat perlu dikembangkan dan dipupuk dalam kehidupan

karena akan memperlancar segala usaha mencapai tujuan bersama. Hubungan sosial

tidak terbatas berada dilingkungan dalam rumah sakit saja tetapi juga lingkungan di

luar rumah sakit.

Rendahnya jumlah responden yang sering ikut memberantas jentik-jentik

DBD perlu dicermati dengan sosialisasi ulang tata nilai respect. Sedangkan jumlah

responden yang berani menegur teman sejawat yang merokok di ruangan perlu diatasi

dengan kebijakan yang mengatur larangan merokok di dalam ruangan atau langkah

lain seperti ruangan khusus untuk merokok (smooking room) dan program

penanaman pohon.

5.4. Pengaruh Tata Nilai Innovative terhadap Kinerja Perawat Ruang rawat
Inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV

Hasil uji parsial menunjukkan bahwa inovasi berpengaruh terhadap kinerja

responden dengan taraf siginifikansi sebesar 0,01 (< 0,05). Kontribusi tata nilai

innovative terhadap tingkat kinerja responden (nilai exp (B)) sebesar 5,483. Variabel

innovative adalah urutan tertinggi yang memberikan kontribusi terhadap kinerja

perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan.

Hasil penelitian ini berbeda dengan yang dilakukan Zuliani (2006) bahwa

penerapan budaya inovasi yang dikembangkan manajemen RS Sri Pamela diprediksi

Universitas Sumatera Utara


tidak berpengaruh terhadap tingkat kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap.

Masih menurut Zuliani (2006), pernyataan Robbins mengenai organisasi yang

innovative yang mendorong dan menghargai eksperimen tidak dapat seluruhnya

diberlakukan oleh organisasi rumah sakit terlebih kepada perawat pelaksana di ruang

rawat inap. Perawat pelaksana di ruang rawat inap merupakan front liner yang

melakukan pekerjaannya sesuai dengan uraian tugas yang telah diberlakukan, dengan

kesempatan yang sangat terbatas untuk bereksperimen terutama dalam melaksanakan

asuhan keperawatan.

Pergeseran paradigma pelayanan jasa dari tangible mengarah ke intangible

menuntut peran inovasi sebagai suatu keunggulan kompetitif yang dimiliki organisasi

(Ardiwansyah Nanggong). Menurut Sivunen et al (2013) yang dikutip oleh

Ardiwansyah Nanggong, bahwa pengembangan produk baru dengan pendekatan

industri berubah menjadi pengembangan inovasi jasa yang mengedepankan

kapabilitas pengetahuan dan ide. Selanjutnya menurut Dotzel et al masih dalam

Ardiwansyah Nanggong mengemukakan bahwa inovasi jasa-jasa akan berdampak

pada kepuasan konsumen, nilai perusahaan, dan resiko perusahaan. Vargo dan Lusak

(2004) dalam Ardiwansyah Nanggong menambahkan bahwa dalam pengembangan

inovasi menekankan penciptaan nilai dimana terdapat keterlibatan konseumen selama

proses inovasi. Berdasarkan hal itu perlu kiranya meletakkan dasar bagaimana suatu

inovasi juasa menjadi keunggulan kompetetif baru dalam ranah pemasaran di tangan

perubahan lingkungan termasuk spin-off.

Universitas Sumatera Utara


Selanjutnya untuk menumbuhkembangkan tatanilai inovatif dalam organisasi,

manajemen Rumah Sakit Balimbingan dapat memberikan apresiasi dan reward

kepada karyawan yang menghasilkan inovasi baru.

5.5. Pengaruh Tata Nilai Discipline terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Balimbingan

Hasil uji partisial variabel discipline mempunyai pengaruh terhadap kinerja

responden dengan taraf signifikasnsi sebesar 0,048 (<0,05). Hasil ini menunjukkan

bahwa perilaku discipline berpengaruh terhadap ikinerja perawat. Kontribusi

pengaruh discipline terhadap tingkat kinerja responden (nilai exp (B)) sebesar 2,758.

Discipline dalam kamus lengkap bahasa Indonesia diartikan latihan basic dan

watak supaya menaati tata tertib, kepatuhan kepada aturan. Disiplin kerja adalah

kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-

norma sosial yang berlaku. Dengan disiplin kerja yang baik pada diri keryawan, maka

akan semiakin tinggi prestsi kerja yang akan dicapainya. Sedangkan menurut

J. Riavianto dalam buku Produktivitas dan Manusia Indonesia mengartikan disiplin

kerja adalah ketaatan melaksananan aturan yang diwajibkan atau yang diterapkan

oleh organisasi agar setiap tenaga kerja dapat melaksanakan pekerjaan secara tertib

dan lancar. Disiplin kerja yang diterapkan dalam organisasi dimaksudkan agar semua

karyawan yang ada didalamnya bersedia dengan sukarela menaati seluruh peraturan

yang berlaku sehingga dapat menjadi modal utama untuk mencapai tujuan organiasi.

Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 45 orang responden (62,5%)

termasuk dalam kategori tidak disiplin. Pekerjaan mengevaluasi setiap tindakan yang

Universitas Sumatera Utara


dilakukan dijawab oleh kurang dari 50 orang responden. Hal ini tentu saja

mencerminkan kurangnya rasa tanggung jawab seorang terhadap tugas-tugas yang

diberikan kepadanya. Kurangnya rasa tanggung jawab ini tentu saja menurunkan

gairah kerja, semangat bekerja dan tidak terwujudnya tujuan organisasi.

Berdasarkan hal diatas, fungsi pengawasan dari manajemen sangat dibutuhkan

untuk memperbaiki disiplin kerja karena dalam pengawasan melekat, ini berarti

atasan harus aktif dan langsung mengawasi perilaku, moral, sikap, gairah kerja dan

prestasi kerja bawahannya (Turino, 2014). Perubahan sanksi hukum juga berperan

penting dalam memeliharan kedisiplinan pegawai, karena dengan sanksi hukuman,

pegawai akan semakin takut untuk melanggar peraturan-peraturan organisasi. Berat

ringannya sanksi hukuman yang akan diterapkan ikut mempengaruhi baik buruknya

kedisplinan pegawai. Sanksi hukuman harus diterapkan berdasarkan pertimbangan

yang logis, masuk akal dan diinformasikan secara jelas kepada semua pegawai.

Sanksi hukuman juga sebaiknya jangan terlalu berat atau ringan supaya hukuman itu

tetap mendidik pegawai untuk mengubah perilakunya.

5.6. Pengaruh Tata Nilai Excellence terhadap Kinerja Perawat Ruang Rawat
Inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV

Hasil uji bivariate menunjukkan bahwa secara parsial variable excellence

mempunyai pengaruh terhadap kinerja dengan taraf signifikansi sebesar 0.017

(< 0.05) hal ini berarti penerapan tata nilai excellence yang dikembangkan

manajemen Rumah Sakit Balimbingan berpengaruh terhadap tingkat kinerja perawat

Universitas Sumatera Utara


ruang rawat inap. Kontribusi tata nilai excellence terhadap tingkat kinerja responden

sebesar (nilai Exponen (B) 3.180.

Menurut Kamus Bahasa Inggris-Bahasa Indonesia pengertian excellence

adalah unggul, mutu yang baik sekali. Sesuai dengan visi Rumah Sakit Balimbingan

menjadi rumah sakit terkemuka dalam pelayanan kesehatan di PT Perkebunan

Nusantara IV (PERSERO) dan tingkat nasional mernunjukkan komitmen manajemen

Rumah Sakit Balimbingan untuk unggul dengan menggutamakan kepuasan

pelanggan. Menurut Mangkusasono (2007), unggul berhubungan dengan bagaimana

perusahaan membangun komitmen mewujudkan dan memenangkan hati pelanggan,

memenangkan persaingan dan membangun kekuatan perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Momeni et all (2012), dalam International

Journal of Bussiness and Social Sains yang berjudul The Relationship beetwen

Organizational Culture and Organizational Commitment in Staff Department of

General Prosecutors of Tehran menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan

antara semua komponen budaya organisasi termasuk adaptasi, keterlibatan,

penyesuaian, misi, dan komitmen organisasi. Menurut Stone seperti yang dikutip

Suryana Sumandri bahwa tingkat komitmen yang tinggi akan menghasilkan loyalitas

yang tinggi, menumbuhkan kerjasama, kewibawaan, keterlibatan psikologi dan

merasakan suatu kesatuan yang bersifat integral dengan organisasi.

Kurangnya komitmen terhadap kepuasan pelanggan ini dapat dicermati

dengan mensosialisasikan kembali visi, misi, dan tujuan rumah sakit dalam

pertemuan berkala baik formal maupun informal. Hal ini akan membuat gaung visi,

misi, rumah sakit dan komitmen manajemen akan focus padavisi yang diutuju.

Universitas Sumatera Utara


Harapannya keedepan seluruh karyawan dapat memiliki komitmen yang kuat untuk

unggul dan tentunya akan menghantarkan rumah sakit Balimbingan mencapai tujuan

yang diharapkan.

5.7. Keterbatasan Penelitian

Penulis menyadari dalam melakukan penelitian ini memiliki berbagai

kekurangan diantaranya :

1. Penelitian ini menggunakan rancangan desain analitik dengan pendekatan cross

sectional (potong lintang) yang memiliki keterbatasan yaitu dalam hal untuk

melihat perubahan yang terjadi dengan berjalannnya waktu karena pengamatan

subjek penelitian hanya dilakukan satu kali saja pada saat penelitian, sedangkan

pengaruh antara variabel-variabel terhadap kinerja bukanlah hubungan yang

sederhana karena manusia tidak selalu menunjukkan perilaku yang konsisten,

bukan hanya Karena faktor-faktor lingkungan yang selalu berubah akan tetapi

juga karena perkembangaan ilmu pengetahuan yang semakin pesat.

2. Waktu yang relatif singkat untuk melakukan penelitian dimana kuosioner

dibagikan pada jam dinas responden dan tertunda karena cuti dan libur sesudah

dinas malam.

3. Penelitian kinerja perawat belum mencakup semua aspek kinerja.

4. Penelitian ini hanya dilakukan di Rumah Sakit Balimbingan. Penelitian terhadap

dua rumah sakit lainnya dijajaran PT Perkebunan Nusantara IV akan lebih

menggambarkan implementasi tata nilai perusahaan pada rumah sakit diseluruh

PT Perkebunan Nusantara IV.

Universitas Sumatera Utara


BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, analisis serta pembahasan maka dapat ditarik

kesimpulan sebagai berikut :

1. Tata nilai perusahaan yang terdiri dari profesionalism, respect, innovative,

discipine, dan excellent berpengaruh terhadap kinerja perawat ruang rawat inap

Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

2. Adapun variabel tata nilai yang paling besar pengaruhnya terhadap kinerja adalah

innovative dengan indikator tertinggi memberikan curah pendapat (ide) dalam

pertemuan berkala.

3. Kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV termasuk

kategori tidak baik.

6.2. Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata nilai perusahaan berpengaruh

terhadap kinerja perawat ruang rawat inap Rumah Sakit Balimbingan PTPN IV.

Peningkatan implementasi tata nilai perusahaan akan meningkatkan pula tingkat

kinerja perawat. Manajemen Rumah Sakit Balimbingan disarankan untuk

meningkatkan upaya implementasi tata nilai perusahaan sebagai perilaku bekerja

antara lain :

Universitas Sumatera Utara


1. Meningkatkan implementasi tata nilai innovative yang menurut hasil penelitian

paling berpengaruh terhadap kinerja perawat. Upaya ini dapat dilakukan dengan

memberikan keleluasaan kepada perawat untuk ikut serta memberikan curah

pendapat (ide) dalam pertemuan berkala.

2. Meningkatkan implementasi tata nilai excellence dengan tetap memperhatikan

keluhan pasien dan membuat kebijakan untuk prosedur yang tepat menjelaskan

kepada pasien/keluarga setiap tindakan yang akan dilakukan.

3. Tata nilai profesionalism dapat ditumbuhkembangkan dengan meningkatkan

kemampuan profesionalism secara terus menerus dan menggunakan etika

keperawatan dalam melakukan pelayanan kesehatan.

4. Meningkatkan implementasi tata nilai discipline yakni dengan melaksanakn

operan tepat waktu dan mendokumentasikan setiap laporan operan.

5. Tata nilai respect dapat ditingkatkan dengan melanjutkan kebiasaan menyapa

pasien sebelum memberikan pelayanan dan tetap memfasilitasi pasien untuk

beribadah sesuai dengan agamanya.

Universitas Sumatera Utara


DAFTAR PUSTAKA

Adikusumo, S. 2003. Manajemen Rumah Sakit. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Aditama, T.Y. 2003. Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Edisi II. Universitas
Indonesia. Jakarta.

Allport, G.W. 1964. Pattern and Growth in Personality. Holt Rinehart and Winston.
New York.

As’ad, M. 2003. Psikologi Industri. Liberty. Yogyakarta.

Chatab, N. 2009. Mengawal Rancangan Pilihan Organisasi Organization Theory,


Design & Structured Networks. Alfabeta,CV. Bandung.

Dahlan, M,S., 2011. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan: Deskriptif, Bivariat,
dan Multivariat, Dilengkapi Aplikasi dengan menggunakan SPSS.Salemba
Medika. Jakarta.

Depkes RI. 2004. Rancangan pedoman pengembangan sistem jenjang karir


Profesional perawat. Direktorat Keperawatan dan Keteknisan Medis. Jakarta.

_________. 2005 Kerangka kerja dan kuisioner penelitian kondisi kerja perawat.
Jakarta.

Dessler, G. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Alih bahasa: Eli Tanya.
Penyunting Bahasa: Budi Supriyanto. Indeks. Jakarta.

Djunaidi, T. 2014. Hubungan Kedisiplinan Terhadap Kinerja Pegawai. Jakarta.

Driyarkara, S.J. 1966.. Filsafat Manusia. Kanisius. Yogyakarta.

Ellis dan Hartley, 2012. Noursing in Today’s World: trends, issues & management.
Illustration: Tomm Scalera. Library of Congress Cataloging in Publicatin
Data. China.

Fraenkel, J.R. 1977. How to teach about values and religious. Robert. E. Krieger
Publishing Co. Inc. Florida.

Handoko, T.H. 2001. Manajemen dan Sumber Daya Manusia, (2nd ed.).BPEF UGM.
Yogyakarta.

Universitas Sumatera Utara


Ilyas. 2001. Teori, Penilaian dan Penelitian Kinerja. Cetakan Kedua. Jakarta: Pusat
Kajian Ekonomi Kesehatan FKM-UI.

Indonesian quality award, 2013. Diakses pada laman


http://www.indonesianqualityaward.org/articles/72-values-sumber-kekuatan-
perusahan.html. pada 2 April pukul 19:00.

Koentjaraningrat. 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Dian Rakyat,Jakarta.

Listiani. 2005. Pengaruh Kuat Lemahnya Budaya Organisasi Terhadap Kinerja


Pegawai (Suatu Kajian Terhadap Teori Budaya Organisasi Robbins). Jurnal
Ilmu Administrasi, 2, 154-165.

Mangkusasono, H., 2007. Culture = Values In Action, di dalam buku Corporate


Culture, Challenge to Excellence, editor: Moeljono, D., Jakarta: PT Elex
Media Komputindo.

Mathis dan Jackson. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Salemba Empat.
Jakarta.

Meyer, J.P. 2006, Organizational commitment: Evidence of career stage effects.


Journal of Business Research, 26, 49-61.

Momeni dan Marjani.2013. The Relationship beetwen Organizational Culture and


Organizational Commitment in Staff Department of General Prosecutors of
Tehran. Islamic azad University, 3 ; 13. Tehran, Iran.

Muluk, K. 1999. Budaya Organisasi Pelayanan Publik kasus Rumah Sakit X di


Malang http://publik.brawijaya.ac.id/?hlm=jedlist&ed=983379600
&edid=1110372571 Diakses tanggal 26 April 2014.

Nanggong, A. 2014. Inovasi Jasa Sebagai Keunggulan Kompetitif. Makalah Inovasi


Jasa. Yogyakarta.

Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan, Ed. 2.
Salemba Medika.

Paryanto, A.T. 2006. Analisis Pengaruh Faktor Kolaborasi Perawat. UNDIP.


Semarang.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia. 2004. Kode Etik Keperawatan, Jakarta.

PTPN IV. 2009. Job competency Profile PT. Perkebunan Nusantara IV.

Universitas Sumatera Utara


Revianto, J. 1985. Produktivitas dan Manusia Indonesia. Lembaga Siup. Jakarta.

Robbins, S.P. 1993. Perilaku Manusia: konsep kontroversi dan aplikasi,


P.T Prenhallindo. Jakarta.

Robbin dan Judge. 2008. Perilaku Organisasi, Edisi Duabelas.. Salemba Empat.
Jakarta.
Siagian, S.P., 2012. Teori Pengembangan Organisasi.Ed.1, Cet.7. Bumi Aksara.
Jakarta.

Siregar, C.J.P. 2004. Farmasi Rumah Sakit Teori dan Penerapan. Cetakan I. Penerbit
EGC. Jakarta.

Stone, 1998. Human Resource Management, Third Edition. Brisbane ; John Willey &
Sons Australia, Ltd.

Sudigdo, S. 2006, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis, Sagung Seto. Jakarta.

Sumantri, S. 2011. Kinerja Anggota POLRI Apa, Bagaimana, dan Cara


Pengembangannya. Jurnal Sespimpol, 3-6.

Swansburg, R.C., 1996. Management and Leadership for Nurse Managers. Jones &
Bartlett Publisher. Australia.

Undang-undang. No 13 Republik Indonesia Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

,No. 40 Republik Indonesia Tahun 2009 Tentang Perseroan Terbatas.

,No. 44 Republik Indonesia Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit.

Widodo, J. 2005. Membangun Birokrasi Berbasis Kinerja. Malang: Bayumedia


Publishing.

Winardi. 2004. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. PT. Raja Grafindo
Persada. Jakarta.

Wirawan. 2007. Budaya dan Iklim Organisasi, Teori, Aplikasi dan Penelitian.
Salemba. Jakarta.

Wirda dan Azra. 2007. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan
Politeknik Negeri Padang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 2, 22-48.

Universitas Sumatera Utara


Zebua, J. 2010. Pengaruh Budaya Organisasi & Insentif terhadap Kinerja Staf Rekam
Medik Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan tahun 2008. Pasca
Sarjana USU.

Zuliani, N. 2008 . Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Perawat Ruang


Rawat Inap Di Rumah sakit Sri Pamela Tebing Tinggi, Tesis, Sekolah Pasca
Sarjana USU.

Universitas Sumatera Utara


lampiran 1. Kuesioner Penelitian

PENGARUH TATA NILAI PERUSAHAAN TERHADAP KINERJA


PERAWAT RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BALIMBINGAN
PTPN IV DALAM RANGKA SPIN OFF

Nomor Responden :............ Tanggal :..............................2014


Nama Responden :......................................
A. Karakteristik Perawat
1. Umur : .............(Tahun)

2. Jenis Kelamin :
1. Laki-Laki
2. Perempuan

3. Pendidikan :
1. Sarjana (S1)
2. Diii – Keperawatan
3. Spk

4. Status Perkawinan :
1. Kawin
2. Belum Kawin

5. Masa Kerja : .........Tahun

6. Ruangan : ……………………………….

7. Status Kepegawaian :
1. Tetap
2. Honorer

Panduan Pengisian Kuesioner :


1. Identitas responden akan dirahasiakan
2. Semua data yang dikumpulkan dari kuesioner ini semata hanya digunakan untuk
penelitian. Tidak terkait dengan jabatan maupun kepangkatan
3. Kami sangat mengharapka partisipasi responden untuk mengisi kuesioner
sehingga menghasilkan penelitian yang valid
4. Pilihlah jawaban dengan cara memberikan tanda silang (x) pada pilihaan yang
dianggap paling benar
5. sebagai keterangan s menyatak pilihan sering, k menyatakan pilihan kadang-
kadang, dan t menyatakan pilihan tidak pernah

Universitas Sumatera Utara


Tata Nilai

Jawaban
No. Pernyataan Tata Nilai
S K T
A. Profesionalisme
1. Saya meningkatkan kemampuan profesionalisme secara terus
menerus
2. Saya menggunakan etika keperawatan dalam memberikan
pelayanan
3. Saya melakukan pelayanan darurat sebagai tugas kemanusiaan
sesuai dengan batas kewenangan
4. Saya menghargai hak pasien
5. Saya merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang
pasien kecuali jika dimintai keterangan oleh pihak yang
berwenang
6. Saya berkolaborasi dengan tenaga medis dan tenaga kesehatan
lainnya dalam memberikan pelayanan kepada pasien
B Respect
1. Saya menyapa pasien sebelum memberikan pelayanan
2. Saya mendokan pasien untuk kesembuhannya
3. Saya memfasilitasi pasien untuk beribadah sesuai dengan
agamanya
4. Saya menegur teman sejawat yang merokok di dalam ruangan
5. Saya ikut kegiatan posyandu di lingkungan sekitar rumah
sakit
6. Saya ikut memberantas jentik – jentik dbd
C. Innovative
1. Saya memberikan curah pendapat (ide) dalam pertemuan
berkala
2. Saya berjanji memberikan perawatan kepada pasien sebaik
mungkin
3. Saya belajar dari kesalahan
4. Saya mendukung adanya perubahan dalam layanan kesehatan
5. Saya memberi info kesehatan kepada pasien sebelum memulai
bekerja
6. Saya membuat pendekatan yang berbeda untuk penyakit yang
sama
D Discipline
1. Saya menanyakan keluhan pasien
2. Saya mengukur tanda – tanda vital pasien
3. Saya membantu pasien untuk memperoleh rasa nyaman

Universitas Sumatera Utara


4. Saya memberikan tindakan yang tepat untuk memenuhi
kebutuhan pasien
5. Saya membantu pasien untuk menolong dirinya
6. Saya mengevaluasi setiap tindakan yang dilakukan kepada
pasien
E. Excellent
1. Saya berkomitmen untuk kepuasan pelanggan
2. Saya ramah kepada pasien
3. Saya menjelaskan kepada pasien/keluarga setiap tindakan
yang akan dilakukan
4. Saya melayani pasien dengan tepat waktu
5. Saya menjaga kesehatan dengan berolahraga teratur
6. Saya memberikan pelayanan dengan harapan memberi nilai
tambah pada perusahaan

Asuhan Keparawatan

Jawaban
No. Pelaksanaan Proses Keperawatan
S K T
A. Pengkajian keperawatan
1. Melakukan pengukuran tanda-tanda vital untuk
memperoleh infoormasi tentang status kesehatan pasien
2. Melibatkan pasien/keluarga dalam proses wawancara
asuhan keperawatan
3. Melengkapi format catatan pasien (buku status pasien)
sesuai keterangan pasien
4. Melakukan pengkajian kebutuhan psikologi setiap pasien
5. Melakukan pengkajian kebutuhan spiritual pasien
6. Melakukan pengkajian kebutuhan sosial pasien
B. Diagnosisi keperawatan
1. Menggunakan hasil pemeriksaan laboratorium dan
sejenisnya yang tercatat dalam rekam medis pasien
2. Menganalisis data lebih lanjut untuk merumuskan
diagnosis keparawatan
3. Menganalisis masalah keperawatan yang mencerminkan
masalah penyakit, tanda, dan gejala
4. Diagnosisi keperawatan yang dibuat mengacu kepada
standar asuhan keperawatan
5. Merumuskan diagnosis keperawatan yang aktual
6. Merumuskan diagnosis keparawatan yang resiko/potensial

Universitas Sumatera Utara


C. Perencanaan keperawatan
1. Membuat rencana keperawatan berdasarkan urutan
prioritas
2. Menerapkan proiritas masalah pada respons dan tingkat
pemenuhan kebutuhan pasien
3. Menyusun rencana keperawatan yang sesuai dengan
kebutuhan pasien
4. Membuat rencana tentang hasil yang diharapkan/tujuan
yang realistis bagi pasien
5. Bekerjasama dengan tim kesehatan lain dalam
merencanakan tindakan keperawatan
6. Mendokumentasikan rencana keperawatan
D. Implementasi
1. Menerapkan komunikasi tarapeutik saat berinteraksi
dengan pasien dan keluarga
2. Melakukan koordinasi dengan anggota kesehatan lain
dalam melakukan asuhan keperawatan
3. Memberikan pendidikan kesehatan yang diperlukan pasien
selama dirawat
4. Memberikan dukungan kepada pasien dalam perubahan
perilaku hidup sehat
5. Mengamati respons pasien terhadap tindakan keperawatan
yang diterima pasien
6. Merawat pasien dengan tetrap memperhatikan kenyamanan
dan keleluasaan pribadi pasien
E. Evaluasi keperawatan
1. Melakukan evaluasi efektivitas tindakan keperawatan
untuk mengatasi masalah sesuai dengan yang diharapkan
2. Melakukan perubahan/modifikasi terhadap rencana
tindakan sesuai dengan perubahan kebutuhan pasien
3. Mencatat tindakan keperawatan yang dilaksanakan pada
format yang tersedia
4. Bekerjasama dengan klient dan keluarga untuk
memodifikasi rencana asuhan keperawatan
5.menganalisis data baru dengan teman sejawat
6. Mendokumentasikan hasil evaluasi

Universitas Sumatera Utara


Lampiran 2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Corre lations

P1 P2 P3 P4 P5 P6 JLHP
P1 Pearson Correlation 1 .289 1.000** 1.000** .312 .377 .915**
Sig. (2-tailed) .216 .000 .000 .180 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
P2 Pearson Correlation .289 1 .289 .289 .051 .264 .477*
Sig. (2-tailed) .216 .216 .216 .832 .260 .034
N 20 20 20 20 20 20 20
P3 Pearson Correlation 1.000** .289 1 1.000** .312 .377 .915**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .000 .180 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
P4 Pearson Correlation 1.000** .289 1.000** 1 .312 .377 .915**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .000 .180 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
P5 Pearson Correlation .312 .051 .312 .312 1 .176 .474*
Sig. (2-tailed) .180 .832 .180 .180 .459 .035
N 20 20 20 20 20 20 20
P6 Pearson Correlation .377 .264 .377 .377 .176 1 .621**
Sig. (2-tailed) .102 .260 .102 .102 .459 .003
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHP Pearson Correlation .915** .477* .915** .915** .474* .621** 1
Sig. (2-tailed) .000 .034 .000 .000 .035 .003
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.789 7

Universitas Sumatera Utara


Correl ations

R1 R2 R3 R4 R5 R6 JLHR
R1 Pearson Correlation 1 .033 .240 .321 .264 .377 .553*
Sig. (2-tailed) .892 .309 .168 .260 .102 .011
N 20 20 20 20 20 20 20
R2 Pearson Correlation .033 1 .363 .334 .025 .273 .446*
Sig. (2-tailed) .892 .116 .150 .917 .244 .049
N 20 20 20 20 20 20 20
R3 Pearson Correlation .240 .363 1 .957** .315 .823** .877**
Sig. (2-tailed) .309 .116 .000 .176 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
R4 Pearson Correlation .321 .334 .957** 1 .317 .953** .924**
Sig. (2-tailed) .168 .150 .000 .174 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
R5 Pearson Correlation .264 .025 .315 .317 1 .289 .524*
Sig. (2-tailed) .260 .917 .176 .174 .216 .018
N 20 20 20 20 20 20 20
R6 Pearson Correlation .377 .273 .823** .953** .289 1 .887**
Sig. (2-tailed) .102 .244 .000 .000 .216 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHR Pearson Correlation .553* .446* .877** .924** .524* .887** 1
Sig. (2-tailed) .011 .049 .000 .000 .018 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
*. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.778 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

I1 I2 I3 I4 I5 I6 JLHI
I1 Pearson Correlation 1 .139 .016 .264 .304 .377 .473*
Sig. (2-tailed) .558 .945 .260 .193 .102 .035
N 20 20 20 20 20 20 20
I2 Pearson Correlation .139 1 .923** .642** .604** .629** .872**
Sig. (2-tailed) .558 .000 .002 .005 .003 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
I3 Pearson Correlation .016 .923** 1 .642** .597** .556* .827**
Sig. (2-tailed) .945 .000 .002 .005 .011 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
I4 Pearson Correlation .264 .642** .642** 1 .271 .908** .823**
Sig. (2-tailed) .260 .002 .002 .249 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
I5 Pearson Correlation .304 .604** .597** .271 1 .332 .681**
Sig. (2-tailed) .193 .005 .005 .249 .153 .001
N 20 20 20 20 20 20 20
I6 Pearson Correlation .377 .629** .556* .908** .332 1 .840**
Sig. (2-tailed) .102 .003 .011 .000 .153 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHI Pearson Correlation .473* .872** .827** .823** .681** .840** 1
Sig. (2-tailed) .035 .000 .000 .000 .001 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
*. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed).
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.788 7

Universitas Sumatera Utara


Correl ations

D1 D2 D3 D4 D5 D6 JLHD
D1 Pearson Correlation 1 .355 .908** .953** .355 .377 .887**
Sig. (2-tailed) .125 .000 .000 .125 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
D2 Pearson Correlation .355 1 .421 .341 1.000** .213 .695**
Sig. (2-tailed) .125 .064 .142 .000 .368 .001
N 20 20 20 20 20 20 20
D3 Pearson Correlation .908** .421 1 .945** .421 .154 .851**
Sig. (2-tailed) .000 .064 .000 .064 .516 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
D4 Pearson Correlation .953** .341 .945** 1 .341 .284 .865**
Sig. (2-tailed) .000 .142 .000 .142 .225 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
D5 Pearson Correlation .355 1.000** .421 .341 1 .213 .695**
Sig. (2-tailed) .125 .000 .064 .142 .368 .001
N 20 20 20 20 20 20 20
D6 Pearson Correlation .377 .213 .154 .284 .213 1 .532*
Sig. (2-tailed) .102 .368 .516 .225 .368 .016
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHD Pearson Correlation .887** .695** .851** .865** .695** .532* 1
Sig. (2-tailed) .000 .001 .000 .000 .001 .016
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.788 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

E1 E2 E3 E4 E5 E6 JLHE
E1 Pearson Correlation 1 .900** .794** .923** .900** .744** .935**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
E2 Pearson Correlation .900** 1 .912** .921** .905** .873** .980**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
E3 Pearson Correlation .794** .912** 1 .817** .813** .845** .921**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
E4 Pearson Correlation .923** .921** .817** 1 .921** .769** .953**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
E5 Pearson Correlation .900** .905** .813** .921** 1 .771** .946**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
E6 Pearson Correlation .744** .873** .845** .769** .771** 1 .888**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHE Pearson Correlation .935** .980** .921** .953** .946** .888** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.820 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

PK 1 PK 2 PK 3 PK 4 PK 5 PK 6 JLHPK
PK 1 Pearson Correlation 1 .953** .953** .897** .897** .451* .950**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .046 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PK 2 Pearson Correlation .953** 1 1.000** .852** .852** .510* .954**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .022 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PK 3 Pearson Correlation .953** 1.000** 1 .852** .852** .510* .954**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .022 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PK 4 Pearson Correlation .897** .852** .852** 1 1.000** .552* .950**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .012 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PK 5 Pearson Correlation .897** .852** .852** 1.000** 1 .552* .950**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .012 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PK 6 Pearson Correlation .451* .510* .510* .552* .552* 1 .661**
Sig. (2-tailed) .046 .022 .022 .012 .012 .002
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHPK Pearson Correlation .950** .954** .954** .950** .950** .661** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .002
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.815 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

DK 1 DK 2 DK 3 DK 4 DK 5 DK 6 JLHDK
DK 1 Pearson Correlation 1 1.000** .289 .289 .289 .264 .672**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .216 .216 .260 .001
N 20 20 20 20 20 20 20
DK 2 Pearson Correlation 1.000** 1 .289 .289 .289 .264 .672**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .216 .216 .260 .001
N 20 20 20 20 20 20 20
DK 3 Pearson Correlation .289 .289 1 1.000** 1.000** .377 .871**
Sig. (2-tailed) .216 .216 .000 .000 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
DK 4 Pearson Correlation .289 .289 1.000** 1 1.000** .377 .871**
Sig. (2-tailed) .216 .216 .000 .000 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
DK 5 Pearson Correlation .289 .289 1.000** 1.000** 1 .377 .871**
Sig. (2-tailed) .216 .216 .000 .000 .102 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
DK 6 Pearson Correlation .264 .264 .377 .377 .377 1 .599**
Sig. (2-tailed) .260 .260 .102 .102 .102 .005
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHDK Pearson Correlation .672** .672** .871** .871** .871** .599** 1
Sig. (2-tailed) .001 .001 .000 .000 .000 .005
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.790 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

PR1 PR2 PR3 PR4 PR5 PR6 JLHPR


PR1 Pearson Correlation 1 1.000** .377 1.000** 1.000** 1.000** .983**
Sig. (2-tailed) .000 .102 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PR2 Pearson Correlation 1.000** 1 .377 1.000** 1.000** 1.000** .983**
Sig. (2-tailed) .000 .102 .000 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PR3 Pearson Correlation .377 .377 1 .377 .377 .377 .541*
Sig. (2-tailed) .102 .102 .102 .102 .102 .014
N 20 20 20 20 20 20 20
PR4 Pearson Correlation 1.000** 1.000** .377 1 1.000** 1.000** .983**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .102 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PR5 Pearson Correlation 1.000** 1.000** .377 1.000** 1 1.000** .983**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .102 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
PR6 Pearson Correlation 1.000** 1.000** .377 1.000** 1.000** 1 .983**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .102 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHPR Pearson Correlation .983** .983** .541* .983** .983** .983** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .014 .000 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is s ignificant at the 0.05 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.815 7

Universitas Sumatera Utara


Correl ations

IM1 IM2 IM3 IM4 IM5 IM6 JLHIM


IM1 Pearson Correlation 1 1.000** 1.000** 1.000** .312 .312 .946**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .180 .180 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
IM2 Pearson Correlation 1.000** 1 1.000** 1.000** .312 .312 .946**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .180 .180 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
IM3 Pearson Correlation 1.000** 1.000** 1 1.000** .312 .312 .946**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .180 .180 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
IM4 Pearson Correlation 1.000** 1.000** 1.000** 1 .312 .312 .946**
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .180 .180 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
IM5 Pearson Correlation .312 .312 .312 .312 1 1.000** .604**
Sig. (2-tailed) .180 .180 .180 .180 .000 .005
N 20 20 20 20 20 20 20
IM6 Pearson Correlation .312 .312 .312 .312 1.000** 1 .604**
Sig. (2-tailed) .180 .180 .180 .180 .000 .005
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHIM Pearson Correlation .946** .946** .946** .946** .604** .604** 1
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .005 .005
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is s ignificant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.807 7

Universitas Sumatera Utara


Corre lations

EK 1 EK 2 EK 3 EK 4 EK 5 EK 6 JLHEK
EK 1 Pearson Correlation 1 .289 1.000** 1.000** .289 1.000** .929**
Sig. (2-tailed) .216 .000 .000 .216 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
EK 2 Pearson Correlation .289 1 .289 .289 1.000** .289 .624**
Sig. (2-tailed) .216 .216 .216 .000 .216 .003
N 20 20 20 20 20 20 20
EK 3 Pearson Correlation 1.000** .289 1 1.000** .289 1.000** .929**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .000 .216 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
EK 4 Pearson Correlation 1.000** .289 1.000** 1 .289 1.000** .929**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .000 .216 .000 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
EK 5 Pearson Correlation .289 1.000** .289 .289 1 .289 .624**
Sig. (2-tailed) .216 .000 .216 .216 .216 .003
N 20 20 20 20 20 20 20
EK 6 Pearson Correlation 1.000** .289 1.000** 1.000** .289 1 .929**
Sig. (2-tailed) .000 .216 .000 .000 .216 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
JLHEK Pearson Correlation .929** .624** .929** .929** .624** .929** 1
Sig. (2-tailed) .000 .003 .000 .000 .003 .000
N 20 20 20 20 20 20 20
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
.804 7

Universitas Sumatera Utara


Lampiran 3. RAW Data Jawaban Responden

TATA NILAI
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 3 1 2 2 2 2 1 2 3 2 1 1 2 3 1 1 1 1 2 3 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1
2 2 1 1 1 1 1 3 2 3 2 3 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 3 1 1 1
3 3 3 3 2 2 2 3 2 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 3 2 1 1 3 2
4 2 1 3 1 1 1 2 1 2 1 3 1 1 3 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 1 1 3 1
5 3 2 1 1 3 2 1 3 3 2 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 2 2 1 3 2 2 2 1
6 2 1 1 1 3 1 3 1 2 2 2 2 1 1 3 1 1 3 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 1 1
7 1 3 2 2 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 2 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1
8 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 3 3 2 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1
9 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 2 1 2 3 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1
01 1 1 1 1 1 2 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 2
11 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 3 1 2 2 1 1 3 1 1 2 3 1
12 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 2 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1
13 2 1 1 1 1 1 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1
14 1 1 2 1 1 1 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 3 3 2 1 1 1 3 1 1 3
15 3 3 3 3 1 1 3 2 1 1 3 2 3 3 3 2 2 2 1 1 2 1 1 2 2 3 1 1 1 1
16 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 3 1 2 1 3 1 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1
17 1 1 1 3 1 1 1 3 2 2 2 1 3 2 1 1 3 2 1 2 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2
18 1 1 3 1 1 3 3 1 2 2 1 1 2 1 1 1 3 1 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 3 1
19 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1
20 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1
21 1 1 1 1 1 1 3 1 3 3 2 1 3 1 3 3 2 1 3 3 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1
22 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 3 1 1 2 1 1 3 2 3 3 3 3 1 1 1 2 1 1 1
23 1 1 1 3 1 1 3 1 1 2 3 1 3 1 1 2 3 1 2 1 3 1 1 1 3 3 3 3 2 1
24 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1
25 3 1 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1
26 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1
27 3 1 1 2 3 1 3 1 1 2 3 2 3 1 1 2 3 2 1 1 1 1 1 3 3 1 2 2 2 2
28 1 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 1 2 3 2 1 1 1 1 1 2 1 2 2 1 1 1 1 1
29 3 3 3 3 2 1 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 3 2 1 1 3 1 1 1 3 3 3 2 2 2
30 1 1 3 1 1 3 3 2 1 1 3 2 3 2 1 1 3 2 3 3 3 2 2 2 2 1 3 1 1 1
31 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 3 1 2 1 2 1 3 1 3 3 3 2 2 2 3 2 1 1 3 2
32 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 3 1
33 3 2 3 2 3 2 3 1 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 2 3 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1
34 3 2 1 1 3 2 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1
35 2 1 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 3 3 3 3 2 1 2 3 1 1 1 1
36 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1 1 3 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2

Universitas Sumatera Utara


37 3 1 2 2 2 2 1 3 2 2 2 1 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2
38 2 3 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1
39 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1
40 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1 3 3 3 2 2 2 2 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1
41 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 1 1 2 1 3 1 1 1 3 2 1 1 3 2 3 3 3 3 1 1
42 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 3 2 1 1 3 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3
43 2 1 1 1 1 1 3 1 1 2 3 2 2 1 1 1 3 1 1 3 2 2 2 1 1 1 1 3 1 1
44 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 3
45 2 3 2 3 1 1 1 2 1 1 2 2 3 1 2 2 1 1 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1
46 1 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1
47 3 1 1 2 3 2 2 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 3 2 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1
48 1 2 2 2 1 1 3 2 1 1 3 2 3 1 3 3 2 1 2 1 1 1 3 1 1 3 2 2 2 1
49 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 3 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1
50 3 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 1 2 3 1 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 3
51 2 1 3 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3 1 1
52 3 2 1 1 3 2 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 2 1 2 3 1 1 1 1 1 1 3 1 1 3
53 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 3 1 1 1 1
54 1 3 2 2 2 1 3 1 3 3 2 1 3 1 1 2 3 2 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1
55 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 3 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1
56 2 3 1 1 1 1 3 1 1 2 3 1 3 2 3 2 3 2 3 1 2 2 2 2 1 3 2 2 2 1
57 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
58 3 1 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1 2 1 2 1 3 1 3 3 3 2 2 2 2 1 1 1 1 1
59 1 1 2 1 1 2 1 1 3 1 1 3 1 3 2 2 2 1 2 1 3 1 1 1 3 3 3 2 2 2
60 3 1 1 2 3 1 2 3 1 2 1 1 3 1 2 2 2 2 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 1 1
61 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 3 1 1 1 1 2 1 1 1 3 1 3 2 1 1 3 2
62 3 1 1 2 3 2 3 2 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1 1 3 2 2 2 1 2 1 1 1 3 1
63 1 2 2 2 1 1 2 1 2 1 3 1 3 3 3 3 2 1 3 1 2 2 1 1 1 3 2 2 2 1
64 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1 1 3 1 2 2 1 2 3 1 1 1 1 3 1 1 2 1 1
65 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 3 1 2 2 2 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 1 1 1
66 2 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 1 1 1 2
67 3 2 1 1 3 2 1 2 2 3 3 1 1 1 2 1 1 1 3 1 2 2 1 1 3 3 3 2 2 2
68 2 1 1 1 3 1 3 3 3 3 2 1 3 3 3 3 1 1 2 3 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1
69 1 3 2 2 2 1 1 1 3 1 1 3 1 1 1 1 1 3 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1
70 1 1 2 2 1 1 3 1 1 2 1 2 3 1 3 3 2 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1
71 2 3 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 1 2 1 1 2 2 2 3 2 3 1 1
72 1 1 2 1 1 1 3 2 3 1 2 3 3 1 1 2 3 1 3 3 3 2 2 2 1 1 1 1 1 3

Universitas Sumatera Utara


ASUHAN KEPERAWATAN
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30
1 3 1 2 2 1 1 1 1 3 2 1 1 3 1 1 2 3 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1
2 2 3 1 1 1 1 3 1 3 3 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2
3 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 2 3 3 3 3 1 1 1 1 2 1 2 1
4 1 1 1 3 1 1 3 1 1 2 3 1 3 3 3 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 3 2 2 2 1
5 1 1 3 1 1 3 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 3 1 1 2 3 2 3 1 2 2 2 2
6 2 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1
7 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1
8 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 1 1
9 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3
10 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 2 3 2
11 2 1 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 1 1 1 3 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1
12 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 3 1 1 2 3 2 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 2
13 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 3 3 2 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1
14 3 2 1 1 3 2 3 3 3 2 2 2 2 1 3 1 1 1 3 1 1 2 3 2 2 1 3 1 1 1
15 2 1 1 1 3 1 2 1 3 1 1 1 3 2 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 3 2 1 1 3 2
16 1 3 2 2 2 1 3 2 1 1 3 2 2 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 3 1
17 3 1 2 2 1 1 2 1 1 1 3 1 1 3 1 1 1 1 3 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 1
18 2 3 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 1 1 2 1 3 1 1 1 3 1 2 2 1 1
19 1 1 1 1 1 2 3 1 2 2 1 1 2 3 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2 2 3 1 1 1 1
20 3 3 3 2 2 2 2 3 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1
21 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 3 3 2 1 1 3 2 2 2 1 3 1 3 3 2 1
22 1 1 3 1 1 3 3 3 3 2 2 2 1 1 2 1 1 3 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 3
23 2 3 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 3 1 1 2 3 1 2 3 1 1 1 1 3 1 1 2 3 1
24 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1
25 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 3 3 3 3 2 1 3 1 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1
26 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1 3
27 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 3 1 1 2 3 2 3 1 1 2 3 1 3 1 1 2 3 2
28 2 1 1 1 1 1 3 1 1 2 3 2 1 2 3 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1
29 3 3 3 2 2 2 1 1 3 1 1 1 3 2 3 2 3 2 3 3 3 3 2 1 3 2 3 2 3 2
30 2 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 1 1 3 2 1 1 3 1 1 3 3 2 1 1 3 2
31 3 2 1 1 3 2 3 3 3 2 2 2 2 1 2 1 3 1 3 1 1 2 3 2 2 1 2 1 3 1
32 2 1 1 1 3 1 2 1 3 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1
33 1 3 2 2 2 1 2 3 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 1 2 2 2 2
34 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 2 3 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2 2 3 1 1 1 1
35 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1
36 1 1 1 1 1 2 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 1 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 2 1
37 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 2 2 1 3 2 2 2 1
38 2 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2 2 3 1 1 1 1 3 1 2 2 2 2

Universitas Sumatera Utara


39 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 1
40 1 1 2 1 1 1 2 1 3 1 1 1 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 1 1 1 2 1 1 1
41 3 3 3 3 1 1 3 2 1 1 3 2 2 1 3 1 1 1 1 3 2 2 2 1 3 3 3 3 1 1
42 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 3 1 3 2 1 1 3 2 3 1 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3
43 1 1 1 3 1 1 1 3 2 2 2 1 2 1 1 1 3 1 2 1 1 1 1 1 3 1 1 2 3 2
44 1 1 3 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1
45 2 3 1 1 1 1 2 3 1 1 1 1 3 1 2 2 1 1 2 3 2 3 1 1 1 2 1 1 2 2
46 1 1 2 1 1 1 2 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 2 2 2
47 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1 3 1 1 2 3 2 2 1 3 1 1 1
48 1 3 2 2 2 1 2 1 1 1 3 1 3 1 3 3 2 1 1 2 2 2 1 1 3 2 1 1 3 2
49 1 1 1 3 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 3 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 3 1
50 1 1 3 1 1 3 3 1 1 1 1 1 3 1 1 2 3 1 3 3 3 2 2 2 1 3 2 2 2 1
51 1 1 1 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 3 1 2 2 1 1
52 1 1 3 1 1 3 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 2 1 3 2 1 1 3 2 2 3 1 1 1 1
53 2 3 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1
54 1 1 2 1 1 1 3 3 3 3 2 1 3 1 1 2 3 2 1 3 2 2 2 1 3 1 3 3 2 1
55 1 1 1 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 2 3 2 1 1 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2
56 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 2 3 1 1 1 1 3 1 1 2 3 1
57 3 1 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1 3 2 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1
58 2 1 1 1 1 1 3 3 3 2 2 2 2 1 2 1 3 1 3 1 3 3 2 1 3 3 3 3 2 1
59 3 3 3 2 2 2 2 1 3 1 1 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 2 1 1 3 1 1 3
60 2 1 3 1 1 1 3 2 1 1 3 2 3 1 2 2 2 2 3 1 1 2 3 1 2 3 1 1 1 1
61 3 2 1 1 3 2 2 1 1 1 3 1 2 3 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1
62 2 1 1 1 3 1 1 3 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 3 1 1 2 3 2 3 2 1 1 3 2
63 1 3 2 2 2 1 3 1 2 2 1 1 3 3 3 3 2 1 1 2 2 2 1 1 2 1 2 1 3 1
64 3 1 2 2 1 1 2 3 1 1 1 1 1 3 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 2 2 2 1
65 2 3 1 1 1 1 2 1 1 1 3 1 3 1 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 2 2
66 1 1 1 1 1 2 1 3 2 2 2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1
67 3 3 3 2 2 2 3 1 2 2 1 1 1 1 2 1 1 1 3 2 1 1 3 2 1 1 2 1 1 1
68 2 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 1 3 3 3 3 1 1 2 1 1 1 3 1 3 3 3 3 2 1
69 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 2 2 2 1 1 1 3 1 1 3
70 1 1 2 1 1 1 3 1 3 3 2 1 1 1 1 2 1 2 1 1 2 2 1 1 3 1 1 2 1 2
71 3 3 3 3 1 1 1 1 2 1 1 3 1 2 2 2 1 1 2 3 1 1 1 1 1 2 1 2 1 1
72 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 2 2 1 1 2 1 1 1 3 2 3 1 2 3

Universitas Sumatera Utara


Lampiran 4. Hasil Penelitian

prof1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 31 43,1 43,1 43,1
Kadang-kadang 17 23,6 23,6 66,7
Selalu 24 33,3 33,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

prof2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 43 59,7 59,7 59,7
Kadang-kadang 10 13,9 13,9 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

prof3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 32 44,4 44,4 44,4
Kadang-kadang 24 33,3 33,3 77,8
Selalu 16 22,2 22,2 100,0
Total 72 100,0 100,0

prof4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 39 54,2 54,2 54,2
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 88,9
Selalu 8 11,1 11,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

prof5
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent Percent
Valid Tidak pernah 39 54,2 54,2 54,2
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 81,9
Selalu 13 18,1 18,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


prof6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 49 68,1 68,1 68,1
Kadang-kadang 19 26,4 26,4 94,4
Selalu 4 5,6 5,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

PROFESIONALISM
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 38 52,8 52,8 52,8
Kurang baik (Skor 10-
26 36,1 36,1 88,9
13)
Baik (Skor 14-18) 8 11,1 11,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

resp1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 27 37,5 37,5 37,5
Kadang-kadang 15 20,8 20,8 58,3
Selalu 30 41,7 41,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

resp2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 37 51,4 51,4 51,4
Kadang-kadang 16 22,2 22,2 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

resp3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 25 34,7 34,7 34,7
Kadang-kadang 27 37,5 37,5 72,2
Selalu 20 27,8 27,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


resp4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 35 48,6 48,6 48,6
Kadang-kadang 28 38,9 38,9 87,5
Selalu 9 12,5 12,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

resp5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 32 44,4 44,4 44,4
Kadang-kadang 23 31,9 31,9 76,4
Selalu 17 23,6 23,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

resp6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 47 65,3 65,3 65,3
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 93,1
Selalu 5 6,9 6,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

RESPECT
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 28 38,9 38,9 38,9
Kurang baik (Skor 10-
33 45,8 45,8 84,7
13)
Baik (Skor 14-18) 11 15,3 15,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

inno1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 31 43,1 43,1 43,1
Kadang-kadang 14 19,4 19,4 62,5
Selalu 27 37,5 37,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


inno2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 43 59,7 59,7 59,7
Kadang-kadang 10 13,9 13,9 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

inno3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 29 40,3 40,3 40,3
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

inno4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 37 51,4 51,4 51,4
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 86,1
Selalu 10 13,9 13,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

inno5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 35 48,6 48,6 48,6
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 79,2
Selalu 15 20,8 20,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

inno6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 50 69,4 69,4 69,4
Kadang-kadang 17 23,6 23,6 93,1
Selalu 5 6,9 6,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


INNOVATIVE
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 32 44,4 44,4 44,4
Kurang baik (Skor 10-
31 43,1 43,1 87,5
13)
Baik (Skor 14-18) 9 12,5 12,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

disc1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 28 38,9 38,9 38,9
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 69,4
Selalu 22 30,6 30,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

disc2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 40 55,6 55,6 55,6
Kadang-kadang 10 13,9 13,9 69,4
Selalu 22 30,6 30,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

disc3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 31 43,1 43,1 43,1
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

disc4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 41 56,9 56,9 56,9
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 91,7
Selalu 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


disc5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 42 58,3 58,3 58,3
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 86,1
Selalu 10 13,9 13,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

disc6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 50 69,4 69,4 69,4
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 97,2
Selalu 2 2,8 2,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

DISCIPLINE
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 45 62,5 62,5 62,5
Kurang baik (Skor 10-
17 23,6 23,6 86,1
13)
Baik (Skor 14-18) 10 13,9 13,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

exce1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 36 50,0 50,0 50,0
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 80,6
Selalu 14 19,4 19,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

exce2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 48 66,7 66,7 66,7
Kadang-kadang 5 6,9 6,9 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


exce3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 37 51,4 51,4 51,4
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 79,2
Selalu 15 20,8 20,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

exce4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 50 69,4 69,4 69,4
Kadang-kadang 16 22,2 22,2 91,7
Selalu 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

exce5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 49 68,1 68,1 68,1
Kadang-kadang 14 19,4 19,4 87,5
Selalu 9 12,5 12,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

exce6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 54 75,0 75,0 75,0
Kadang-kadang 12 16,7 16,7 91,7
Selalu 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

EXCELLENT
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 48 66,7 66,7 66,7
Kurang baik (Skor 10-
18 25,0 25,0 91,7
13)
Baik (Skor 14-18) 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


TATA NILAI
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 30-
37 51,4 51,4 51,4
49)
Kurang baik (Skor 50-
35 48,6 48,6 100,0
69)
Total 72 100,0 100,0

kaji1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 33 45,8 45,8 45,8
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

kaji2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 46 63,9 63,9 63,9
Kadang-kadang 3 4,2 4,2 68,1
Selalu 23 31,9 31,9 100,0
Total 72 100,0 100,0

kaji3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 33 45,8 45,8 45,8
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

kaji4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 45 62,5 62,5 62,5
Kadang-kadang 20 27,8 27,8 90,3
Selalu 7 9,7 9,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


kaji5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 50 69,4 69,4 69,4
Kadang-kadang 16 22,2 22,2 91,7
Selalu 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

kaji6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 50 69,4 69,4 69,4
Kadang-kadang 15 20,8 20,8 90,3
Selalu 7 9,7 9,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 42 58,3 58,3 58,3
Kurang baik (Skor 10-
22 30,6 30,6 88,9
13)
Baik (Skor 14-18) 8 11,1 11,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

diag1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 28 38,9 38,9 38,9
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 69,4
Selalu 22 30,6 30,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

diag2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 45 62,5 62,5 62,5
Kadang-kadang 5 6,9 6,9 69,4
Selalu 22 30,6 30,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


diag3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 32 44,4 44,4 44,4
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

diag4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 44 61,1 61,1 61,1
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 91,7
Selalu 6 8,3 8,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

diag5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 42 58,3 58,3 58,3
Kadang-kadang 19 26,4 26,4 84,7
Selalu 11 15,3 15,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

diag6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 53 73,6 73,6 73,6
Kadang-kadang 15 20,8 20,8 94,4
Selalu 4 5,6 5,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

Diagnosa Keperawatan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 42 58,3 58,3 58,3
Kurang baik (Skor 10-
23 31,9 31,9 90,3
13)
Baik (Skor 14-18) 7 9,7 9,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


renc1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 28 38,9 38,9 38,9
Kadang-kadang 15 20,8 20,8 59,7
Selalu 29 40,3 40,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

renc2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 42 58,3 58,3 58,3
Kadang-kadang 12 16,7 16,7 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

renc3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 31 43,1 43,1 43,1
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 73,6
Selalu 19 26,4 26,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

renc4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 38 52,8 52,8 52,8
Kadang-kadang 26 36,1 36,1 88,9
Selalu 8 11,1 11,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

renc5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 38 52,8 52,8 52,8
Kadang-kadang 19 26,4 26,4 79,2
Selalu 15 20,8 20,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


renc6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 47 65,3 65,3 65,3
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 94,4
Selalu 4 5,6 5,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

Perencanaan Keperawatan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 35 48,6 48,6 48,6
Kurang baik (Skor 10-
26 36,1 36,1 84,7
13)
Baik (Skor 14-18) 11 15,3 15,3 100,0
Total 72 100,0 100,0

impl1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 30 41,7 41,7 41,7
Kadang-kadang 16 22,2 22,2 63,9
Selalu 26 36,1 36,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

impl2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 44 61,1 61,1 61,1
Kadang-kadang 10 13,9 13,9 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

impl3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 32 44,4 44,4 44,4
Kadang-kadang 22 30,6 30,6 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


impl4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 40 55,6 55,6 55,6
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 90,3
Selalu 7 9,7 9,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

impl5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 39 54,2 54,2 54,2
Kadang-kadang 18 25,0 25,0 79,2
Selalu 15 20,8 20,8 100,0
Total 72 100,0 100,0

impl6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 47 65,3 65,3 65,3
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 94,4
Selalu 4 5,6 5,6 100,0
Total 72 100,0 100,0

Implementasi
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 38 52,8 52,8 52,8
Kurang baik (Skor 10-
25 34,7 34,7 87,5
13)
Baik (Skor 14-18) 9 12,5 12,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

eva1
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 32 44,4 44,4 44,4
Kadang-kadang 13 18,1 18,1 62,5
Selalu 27 37,5 37,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


eva2
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 43 59,7 59,7 59,7
Kadang-kadang 13 18,1 18,1 77,8
Selalu 16 22,2 22,2 100,0
Total 72 100,0 100,0

eva3
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 29 40,3 40,3 40,3
Kadang-kadang 25 34,7 34,7 75,0
Selalu 18 25,0 25,0 100,0
Total 72 100,0 100,0

eva4
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 41 56,9 56,9 56,9
Kadang-kadang 23 31,9 31,9 88,9
Selalu 8 11,1 11,1 100,0
Total 72 100,0 100,0

eva5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 37 51,4 51,4 51,4
Kadang-kadang 21 29,2 29,2 80,6
Selalu 14 19,4 19,4 100,0
Total 72 100,0 100,0

eva6
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Tidak pernah 47 65,3 65,3 65,3
Kadang-kadang 18 25,0 25,0 90,3
Selalu 7 9,7 9,7 100,0
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara


Evaluasi Keperawatan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 6-9) 35 48,6 48,6 48,6
Kurang baik (Skor 10-
28 38,9 38,9 87,5
13)
Baik (Skor 14-18) 9 12,5 12,5 100,0
Total 72 100,0 100,0

Kinerja Perawat
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Tidak baik (Skor 30-
40 55,6 55,6 55,6
49)
Kurang baik (Skor 50-
32 44,4 44,4 100,0
69)
Total 72 100,0 100,0

Universitas Sumatera Utara