Anda di halaman 1dari 29

PROPOSAL

PROMOSI KESEHATAN MASYARAKAT RUMAH SAKIT

Dosen Pembimbing :

Disusun Oleh :

1. Windi Mega Lestari P27820117043


2. Ika Aprilia Damayanti P27820117044
3. Erwina Nur Arifa P27820117049
4. Rizcha Noviyanti P27820117051
5. Ayu Anggraeni P27820117059
6. Makkatul Hikmah P27820117062
7. Firdayanti Nur Aini P27820117068
8. Pratiwi Mawardani P27820117074
9. Linda Dwi Prastiwi P27820117076

II REGULER B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA

PRODI DIII KEPERAWATAN SOETOMO

TAHUN AJARAN

2017/2018
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan merupakan kebutuhan yang mendasar bagi masyarakat Indonesia
bahkan masyarakat dunia, selain sandang, pangan dan papan. Kesehatan yang
berkualitas adalah kesehatan yang memenuhi standar,baik dari lingkungan yang
sehat,tenaga kesehatan yang profesional,maupun sarana kesehatan yang Dalam
mewujudkan keinginan bersama, maka berbagai upaya telah dilakukan, baik upaya
yang dilakukan suatu kelompok masyarakat, maupun upaya yang dilakukan
pemerintah. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan bagi seluruh golongan
masyarakat, tentunya Dinas Kesehatan harus memliki mutu pelayanan yang
baik,terutama kemudahan untuk dijangkau dari semua aspek lokasi, dan lapisan
golongan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut maka Dinas Kesehatan
harus melakukan peningkatan, pemerataan, dan perluasan jangkaun pelayanan
kesehatan.

Pelaksanaan Program Promosi Kesehatan khususnya di Rumah Sakit


memerlukan kerjasama dari beberpa pihak terkait diantaranya petugas kesehatan
rumah sakit,direktur rumah sakit,pasien maupun para pengunjung rumah sakit.
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan
nasional. Dalam konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia tahun 1948 disepakati antara
lain bahwa diperolehnya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya adalah hak
yang fundamental bagi setiap orang tanpa membedakan ras, agama, politik yang
dianut dan tingkat sosial ekonominya. Program pembangunan kesehatan yang
dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara
cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang
akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu
diperlukan adanya reformasi di bidang kesehatan untuk mengatasi ketimpangan
hasil pembangunan kesehatan antar daerah dan antar golongan, derajat kesehatan
yang masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga dan kurangnya
kemandirian dalam pembangunan kesehatan.
1.2 Rumusan Masalah
Makalah ini dibuat dengan rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana proposal dalam kegiatan promosi kesehatan?


2. Apa latar belakang PKMRS ?
3. Apa pengertian PKMRS ?
4. Apa tujuan diadakan PKMRS?
5. Bagaimana pengelolaan PKMRS ?
6. Bagaimana pengkajian PKMRS ?
7. Bagaimana perencanaan PKMRS?
8. Bagaimana pemantaun dan penilaian dari PKMRS?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Tujuan umum
Makalah ini disusun untuk mengetahui penjelasan mengenai pedoman
pelaksanaan promosi kesehatan pada desa siaga.
2. Tujuan khusus
1. Mengetahui tentang bagaimana proposal yang benar dalam kegiatan
PKMRS.
2. Mengetahui apa latar belakang dari diadakannya PKMRS ?
3. Mengetahui pengertian PKMRS.
4. Mengetahui tujuan PKMRS.
5. Mengetahui pengelolaan PKMRS.
6. Mengetahui pengkajian dalam PKMRS.
7. Mengetahui perencanaan dalam PKMRS.
8. Mengetahui pemantauan dan penilaian dalam PKMRS.
1.4 Manfaat Penulisan
1. Bagi Penulis
Penulis mampu menambah pengetahuan mengenai pedoman pelaksanaan
promosi kesehatan pada masyarakat rumah sakit.
2. Bagi Pembaca
Sebagai sumber informasi mengenai pedoman pelaksanaan promosi kesehatan
pada masyarakat rumah sakit.
3. Bagi Pelayanan Kesehatan
Dapat mengaplikasikan teori keperawatan promosi kesehatan mengenai
pedoman pelaksanaan promosi kesehatan pada masyarakat rumah sakit.
BAB 2

PEMBAHASAN

2.1. Proposal Kegiatan Promosi Kesehatan

PROPOSAL

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

RUMAH SAKIT HARAPAN KITA BANGKALAN

TAHUN 2019
DINAS KESEHATAN KOTA BANGKALAN

RUMAH SAKIT HARAPAN KITA

TAHUN 2019

PROPOSAL

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

RUMAH SAKIT HARAPAN KITA

KOTA BANGKALAN

TAHUN 2019

I. LATAR BELAKANG
Seiring dengan adanya perkembangan berbagai penyakit dalam kehidupan di
masyarakat khususnya di lingkungan rumah sakit,maka tingkat pengetahuan
masyarakat akan kesehatan harus lebih diperhatikan. Kurangnya pengetahuan
masyarakat akan pentingnya perilaku hidup sehat dan tenaga kesehatan yang kurang
meningkatkan kinerja secara profesional mengakibatkan penurunan kualitas
kesehatan, oleh karena itu kita sebagai petugas kesehatan termotivasi untuk
mengadakan Promosi Kesehatan, guna memberikan pengetahuan tentang kesehatan
kepada masyarakat maupun kepada sesama tenaga kesehatan.

Dengan pelaksanaan Promosi Kesehatan di lingkungan rumah sakit ini,


masyarakat diharap dapat memperoleh informasi tentang kesehatan melalui
penyuluhan-penyuluhan dari petugas kesehatan dalam hal pentingnya penggunaan
masker di ruang-ruang menular, penyediaan sarana cuci tangan untuk pengunjung
maupun tenaga kesehatan dan penyediaan tempat sampah medis bagi tenaga
kesehatan.

Untuk keadaan Rumah Sakit Harapan Kita sendiri bisa dikatakan kurang baik,
seperti kurangnya kesadaran pengunjung untuk melakukan perlindungan diri yaitu
pemakaian masker di ruang-ruang menular,kurang memadainya sarana cuci tangan di
bagian bagian rumah sakit,dan kurang memadainya jumlah tempat sampah medis
yang digunakan tenaga kesehatan
Oleh karena itu, kami sebagai petugas kesehatan berupaya untuk
meningkatkan pengetahuan pengunjung rumah sakit dan tenaga kesehatan serta
memperbaiki fasilitas kesehatan di rumah sakit.Melalui kegiatan Promosi Kesehatan
yang akan dilaksanakan selama satu tahun kedepan dengan tiga jenis kegiatan
penyuluhan mengenai pemberian masker,pembangunan fasilitas cuci tangan dan
penyediaan tempat sampah medis,kami berharap dapat menambah wawasan dan
memperbaiki kualitas kesehatan warga rumah sakit.Kegiatan ini dilakukan setiap
empat bulan sekali dengan disertai evaluasi pada setiap kegiatan Promosi Kesehatan
yang telah dilaksanakan untuk mengukur tingkat keberhasilan dari Promosi
Kesehatan.

II. TUJUAN
A. Tujuan Umum :
Meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat Rumah Sakit
Harapan Kita Bangkalan, baik pengunjung maupun tenaga kesehatan rumah sakit.

B. Tujuan Khusus :

1. Meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan pentingnya pemberian


masker pada ruang-ruang menular.
2. Meningkatkan sarana kesehatan yaitu penyediaan tempat cuci tangan baik
handwash maupun handrub.
3. Meningkatkan sarana kesehatan yaitu memperbanyak tempat sampah medis
untuk tenaga kesehatan.

II. TEMA
Tema Kegiatan Promosi Kesehatan tahun 2019 adalah “RUMAH SAKIT
BERKUALITAS UNTUK MASYARAKAT CERDAS”.

III. SASARAN
Masyarakat di Rumah Sakit Harapan Kita Bangkalan.Dengan jumlah
pengunjung rumah sakit sekitar 200 orang dan untuk tenaga kesehatan
rumah sakit.
IV. PESERTA

Peserta kegiatan promosi kesehatan tahun 2019 adalah semua pengunjung


rumah sakit dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Harapan Kita Bangkalan.
VI. RANCANGAN ACARA

1. Penyuluhan promosi kesehatan di RS tahun 2019 di laksanakan selama 1 tahun


kedepan, dimulai bulan Januari- Desember 2019
2. Promosi kesehatan masyarakat rumah sakit dilakukan dengan memberikan
penyuluhan kesehatan kepada masyarakat rumah sakit yaitu pengunjung dan tenaga
kesehatan.Rincian susunan acara untuk acara ini terlampir (Lampiran III)

VII. PELAKSANAAN

Promosi Kesehatan akan dilaksanakan pada:

Lokasi : Rumah Sakit Harapan Kita Bangkalan

Waktu : Tanggal 25 Januari 2019 - 25 Desember 2019.

VIII. KEPANITIAAN

1. Panitia penyelenggara adalah pihak perawat dari Rumah Sakit Harapan Kita
Bangkalan

2. Susunan Kepanitiaan (terlampir).

XI. RENCANA ANGGARAN DANA

Sumber anggaran serta anggaran yang dibutuhkan untuk masing-masing


kegiatan akan diuraikan rencana keuangan (terlampir).

IX. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat untuk dipergunakan seperlunya dan
semoga Allah SWT selalu memberkati setiap apa yang kita kerjakan. Atas
perhatian dan bantuan segenap pihak, kami ucapkan terima kasih.

Direktur RS Harapan Kita

Bangkalan
Wiwin Nur Arifa
NIM.P27820116074
Lampiran I

SUSUNAN PANITIA

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN


RUMAH SAKIT HARAPAN KITA

BANGKALAN

P27820117043
Ketua Windi Mega Lestari

P27820117044
Sekretaris Makkatul Hikmah

Bendahara Rizcha Noviyanti P27820117051

Sie Acara Ayu Anggraeni


P27820117059

Sie Konsumsi Ika Aprilia Damayanti P27820117062

Sie Pengadaaan
P27820117068
Dana Firdayanti Nur Aini

Sie Humas P27820117074


Pratiwi Mawardani

P27820117076
Sie Dokumentasi Linda Dwi Prastiwi
Lampiran II

PERENCANAAN ANGGARAN DANA

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN

RUMAH SAKIT HARAPAN KITA

BANGKALAN

Anggaran dana yang diperlukan untuk

I. RENCANA PEMASUKAN
Rumah Sakit Harapan Kita Rp.11.000.000’-

II. PENGELUARAN
1. Transportasi Rp 1.500.000
2. Konsumsi Peserta
55 KK = 220 orang (Roti)

220 orang x 5.000 x 3 Rp. 3.300.000

3. Konsumsi Panitia
9 orang x 5000 x 3 Rp. 135.000

5. Banner (3m x 1m)


60.000 x 3 Rp. 180.000
6. Leaflet
100 x 1000 x 3 Rp. 300.000
7. Masker
20 box x Rp 20.000 Rp 400.000
8. Tempat sampah medis
20 x Rp 150.000 RP 3.000.000
9. Hand sanitizer
20 x Rp 35.000 Rp 700.000
10. Dana lain-lain Rp. 1.000.000
+
TOTAL Rp.10.515.000,-

Ketua Panitia Bendahara

Windi Mega Lestari Rizcha Noviyanti

NIM. P27820117043 NIM. P27820117051

Direktur RS Harapan Kita


Erwina Nur Arifa

NIM. P27820117049

Lampiran III

DAFTAR SUSUNAN ACARA

KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN


RUMAH SAKIT HARAPAN KITA BANGKALAN

Jam Acara Penanggung Jawab

Januari, 2019

07.30-08.00 Registrasi Ika

08.00-08.30 Pembukaan Rizcha, Ayu

08.30-09.00 Sambutan-sambutan Windi

Penyampaian Materi“” Meka,Linda,Firda,


09.00-11.00
dan Pratiwi
Tanya jawab

11.00-11.30 Penutupan Rizcha , Ayu

Juni,2019

07.30-08.00 Registrasi Rizcha, Ayu

08.00-08.30 Pembukaan Ika

Penyampaian Materi “”
Meka,Linda,Firda,
09.00-11.00 dan
Pratiwi
Tanya jawab

11.00-11.30 Penutupan Ika

Desember, 2019

07.30-08.00 Registrasi Meka,Linda

08.00-08.30 Pembukaan Firda

Penyampaian Materi “”
Ayu, Pratiwi, Rizcha,
09.00-11.00 dan
Ika
Tanya jawab

11.00-11.30 Penutupan Firda


2.2 Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS)

2.2.1. Latar Belakang PKMRS

Pertimbangan di adakannyua Promosi Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS)


menimbang :

1. Bahwa rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan


pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi promotif, preventif,
kuratif, dan rehabilitatif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang
Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
2. Bahwa Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1426/ Menkes/SK/XII/2006
tentang Petunjuk Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit perlu disesuaikan
dengan perubahan peraturan perundang-undangan bidang kesehatan
khususnya Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, dan
huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk
Teknis Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Promosi kesehatan di rumah sakit merupakan upaya untuk memberdayakan


pasien, masyarakat pengunjung, dan petugas agar tahu, mau, dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan
intitusi kesehatan ber-PHBS.

PHBS di Pelayanan Kesehatan khususnya di rumah sakit sangat diperlukan


sebagai salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit, infeksi nosokomial dan
mewujudkan Institusi Kesehatan yang sehat. Oleh karena itu, sudah seharusnya semua
pihak ikut rnemelihara, menjaga dan mendukung terwujudnya Institusi Kesehatan Sehat.
Dalam mengembangkan promosi kesehatan rumah sakit, beberapa prinsip dasar
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Promosi kesehatan di rumah sakit dikhususkan untuk individu-individu


yangsedang memerlukan pengobatan dan/atau perawatan di rumah sakit.
Disamping itu, promosi kesehatan di rumah sakit juga ditujukan
kepada pengunjung rumah sakit, baik pasien rawat jalan, maupun keluarga
pasienyang mengantar atau menemani pasien di rumah sakit. Keluarga pasien
juga perlu diperhatikan dalam promosi kesehatan di rumah sakit, karena
keluarga pasien diharapkan dapat membantu atau menunjang proses penyembuhan dan
pemulihan keluarganya yang sakit (pasien).
2. Promosi kesehatan di rumah sakit pada prinsipnya adalah pengembangan
pengertian atau pemahaman pasien dan keluarganya terhadap masalah
kesehatan atau penyakit yang dideritanya. Pasien dan keluarganya harus
mengetahui hal-hal yang terkait dengan penyakit yang dideritanya
seperti:penyebab penyakit tersebut, cara penularan penyakit (bila penyakit
menular),cara pencegahannya, proses pengobatan yang tepat dan sebagainya.
Apabila pasien atau keluarga pasien memahami penyakit yang dideritanya,
diharapkanakan membantu mempercepat proses penyembuhan, dan tidak akan
terserang oleh penyakit yang sama.
3. Promosi kesehatan di rumah sakit juga mempunyai prinsip pemberdayaan
pasien dan keluarganya dalam kesehatan. Hal ini dimaksudkan, apabila pasien
sudah sembuh dan kembali ke rumahnya, mereka mampu melakukan upaya-upaya
preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan) kesehatannya,utamanya
terkait dengan penyakit yang telah dialami.
4. Promosi kesehatan di rumah sakit pada prinsipnya adalah penerapan
“proses belajar” kesehatan di rumah sakit. Artinya semua pengunjung rumah
sakit,baik pasien maupun keluarga pasien memperoleh pengalaman atau
“pembelajaran” dari rumah sakit, bukan saja melalui informasi atau nasihat-
nasihat dari para petugas rumah sakit, tetapi juga dari apa yang
dialami,didengar, dan dilihat di rumah sakit. Penampilan rumah sakit yang
bersih,nyaman, aman, dan teduh, serta penampilan para petugas rumah
sakit,terutama dokter dan perawat, yang bersih dan rapi, ramah, murah senyum,
dansebagainya, rumah sakit yang membelajarkan pasien atau keluarga
pasiententang kesehatan.

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKMRS) adalah upaya rumah sakit untuk
meningkatkan kemampuan pasien, klien, dan kelmpok-kelompok masyarakat, agar
pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya, klien dan
kelompok kelompok masyarakat dapat mandiri dan meningkatkan kesehatan, mencegah
masalah-masalah kesehatan, dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat, melalui pembelajaan dari, oleh, untuk, dan bersama mereka, sesuai sosial
budaya mereka, serta didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

Promosi kesehatan rumah sakit seyogyanya menciptakan kesan rumah sakit


tersebut menjadi tempat yang menyenangkan, tempat untuk beramah tamah, dan
sebagainya. Untuk mengubah kesan tersebut seyogyanya bentuk atau pola promosi
kesehatan dapatdiklasifikasikan menjadi:

Pemberian contoh: Tahap pertama yang diperlukan untuk mengubah kesan rumah
sakit yang menyeramkan tersebut adalah dengan menampilkan bangunan fisik
danfasilitas rumah sakit itu antara lain sebagai berikut:

1. Bangunan dan lingkungan rumah sakit yang bersih dan rapi. Cat bangunanrumah
sakit tidak harus putih seperti biasanya atau pada umumnya.Ruangan atau
kamar perawatan dapat menggunakan cat yang warna-warni.dan terdapat
handrub disetiap ruangan
2. Kamar mandi dan WC harus bersih dan tidak menimbulkan bau tidak enak,
tetapi justru berbau wangi. Air bersih seharusnya mengalir dengan lancar dan
cukup sebagai sarana untuk kebersihan kamar mandi dan WC.
3. Tersedianya tempat sampah dimana-mana, baik di luar ruangan maupun didalam
ruangan, rumah sakit yang kurang menyediakan tempat sampahyang cukup, berarti tidak
menjadikan rumah sakit itu kondusif untuk berperilaku bersih bagi pasien dan
pengunjung lainnya.
4. Tersedianya taman hidup atau kebun di sekitar rumah sakit. Taman yang indah
atau kebun bunga di rumah sakit dapat menghilangkan kesan yang kering, sakit,
yang kurang ramah, dan formal seperti perkantoran. Taman di rumah sakit akan
menimbulkan kesan yang sejuk, sehat, senyum, danramah.
5. Petugas atau karyawan rumah sakit sangat penting untuk menimbulkankesan
kesehatan, kebersihan, dan kesan keramah tamahan. Oleh sebab itu,kebersihan
dan cara berpakaian petugas rumah sakit, terutama dokter dan perawat yang
secara langsung berkontak dengan pasien adalah perlu dijaga dan dipertahankan supaya
tetap bersih dan rapi.

2.2.2. Pengertian PKMRS

Promosi Kesehatan di rumah sakit adalah program-program kesehatan


yang dirancang untuk membawa perbaikan di dalam masyarakat maupun dalam
organisasi dan lingkungannya sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu,
untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial
masyarakat harus mampu mengenal, mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya,
serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya.

Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) adalah upaya Rumah Sakit untuk
meningkatkan kemampuan pasien, klien dan kelompok masyarakat sehingga
pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya,
mandiri dalam meningkatkan kesehatan, mencegah masalah kesehatan, dan
mengembangkan upaya kesehatan melalui pembelajaran sesuai sosial budaya
masing-masing.
2.2.3. Tujuan PKMRS
Sasaran promosi kesehatan di rumah sakit bukan hanya orang sakit atau
pasien dan keluarga pasien saja, tetapi juga rumah sakit. Oleh sebab itu, promosi
kesehatan di rumah sakit mempunyai bermacam-macam tujuan sesuai dengan
sasaran yaitu tujuan bagi pasien, keluarga pasien, dan tujuan bagi rumah sakit.

a) Bagi Pasien
- Mempercepat kesembuhan dan pemulihan pasien.
- Mencegah terserangnya penyakit yang sama atau mencegah
kekambuhan penyakit.
- Mencegah terjadinya penularan penyakit kepada orang lain, terutama
keluarganya.
- Menyebarluaskan pengalaman tentang proses penyenbuhan kepada
orang lain, sehingga orang lain dapat belajar dari pasien tersebut.
- Mengembangkan perilaku pemanfaatan fasilitas kesehatan (health
seeking behavior)
- Promosi kesehatan terhadap pasien dengan memberikan pengetahuan
yang benar tentang penyakit, terutama cara penyembuhan maka pasien
akan mencari penyembuhan dengan tepat.

a. Bagi Keluarga
- Membantu mempercepat proses penyembuhan.
- Keluarga tidak terserang atau tertular penyakit
- Membantu agar tidak menularkan penyakitnya ke orang lain.

b. Bagi Rumah Sakit


Menurut Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo (2010) berpendapat bahwa
promosi kesehatan di rumah sakit mempunyai keuntungan bagi rumah sakit
itu sendiri , antara lain :
- Meningkatkan mutu pelayanan
- Meningkatkan citra rumah sakit.
- Meningkatkan angka hunian rumah sakit (BOR)
2.2.4. Pengelolaan PKMRS

Promosi Kesehatan di Rumah Sakit (PKRS) adalah upaya rumah sakit untuk
meningkatkan kemampuan pasien, klien, dan kelmpok-kelompok masyarakat, agar
pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembuhan dan rehabilitasinya, klien dan
kelompokkelompok masyarakat dapat mandiri dan meningkatkan kesehatan, mencegah
masalah-masalah kesehatan, dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya
masyarakat, melalui pembelajaan dari, oleh, untuk, dan bersama mereka, sesuai sosial
budaya mereka, serta didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

Promosi kesehatan rumah sakitseyogyanya menciptakan kesan rumah sakit tersebut


menjadi tempat yangmenyenangkan, tempat untuk beramah tamah, dan sebagainya.
Untuk mengubahkesan tersebut seyogyanya bentuk atau pola promosi kesehatan
dapatdiklasifikasikan menjadi:

Pemberian contoh: Tahap pertama yang diperlukan untuk mengubah kesan rumah
sakit yang menyeramkan tersebut adalah dengan menampilkan bangunan fisik
danfasilitas rumah sakit itu antara lain sebagai berikut:

1. Bangunan dan lingkungan rumah sakit yang bersih dan rapi. Cat bangunanrumah
sakit tidak harus putih seperti biasanya atau pada umumnya.Ruangan atau
kamar perawatan dapat menggunakan cat yang warna-warni.dan terdapat
handrub disetiap ruangan
2. Kamar mandi dan WC harus bersih dan tidak menimbulkan bau tidak enak,
tetapi justru berbau wangi. Air bersih seharusnya mengalir denganlancar dan
cukup sebagai sarana untuk kebersihan kamar mandi dan WC.
3. Tersedianya tempat sampah dimana-mana, baik di luar ruangan maupun didalam
ruangan, rumah sakit yang kurang menyediakan tempat sampahyang cukup, berarti tidak
menjadikan rumah sakit itu kondusif untuk berperilaku bersih bagi pasien dan
pengunjung lainnya.
4. Tersedianya taman hidup atau kebun di sekitar rumah sakit. Taman yangindah
atau kebun bunga di rumah sakit dapat menghilangkan kesan yangkering, sakit,
yang kurang ramah, dan formal seperti perkantoran. Tamandi rumah sakit akan
menimbulkan kesan yang sejuk, sehat, senyum, danramah.
5. Petugas atau karyawan rumah sakit sangat penting untuk menimbulkankesan
kesehatan, kebersihan, dan kesan keramahtamahan. Oleh sebab itu,kebersihan
dan cara berpakaian petugas rumah sakit, terutama dokter danperawat yang secara
langsung berkontak dengan pasien adalah perlu dijaga dan dipertahankan supaya tetap
bersih dan rapi.

2.2.5. Pengkajian

Pengkajian komunitas merupakan suatu proses; merupakan upaya untuk dapat


mengenal masyarakat. Warga masyarakat merupakan mitra dan berkontribusi terhadap
keseluruhan proses. Tujuan keperawatan dalam mengkaji komunitas adalah
mengidentifikasi faktor-faktor (baik positif maupun negatif) yang mempengaruhi
kesehatan warga masyarakat agar dapat mengembangkan startegi promosi kesehatan.
Hancock dan Minkler (1997), mengemukakan bahwa bagi profesional kesehatan yang
peduli tentang membangun masyarakat yang sehat, ada dua alasan dalam melakukan
pengkajian kesehatan komunitas, yaitu sebagai informasi yang dibutuhkan untuk
perubahan dan sebagai pemberdayaan.

Menurut Nola J. Pander, PHD, RN, FAAN dalam buku Health Promotion In Nursing
practice, pengkaajian kesehatan dalam tahap promosi kesehatan meliputi pengkajian
individu, keluarga dan masyarakat

a. Pengkajian individu
Pengkajian pada individu merupakan pengkajian yang menyeluruh. Penilaian
yang meliputi tentang pengukuran kesehatan, keyakinan kesehatan dan
perilaku sehat. Komponen penilaian kesehatan berfokus pada pola fungsi
kesehatan, evaluasi kebugaran fisik, penilaian pada nutrisi, penilaian hidup
terhadap stres, penilaian kesehatan spiritual, penilaian terhadap dukungan
sosial, keeyakinan pada kesehatannya, penilaian gaya hidup
b. Pengkajian keluarga
Pengkajian keluarga merupakan pengkajian pada individu. Hal ini sangat
penting untuk merencanakan perubahan perilaku kesehatan. Keluarga
merupakan unit yang dalam menilai dan mengintervensi pada promosi
kesehatan karena keluarga juga mempunyai tanggung jawab utama untuk
pengembangan diri, peduli dan merawat anggota keluarga, menyediakan
sumber daya sosial dan fisik, mempromosikan kesehatan pada individu dan
tetap menjaga kesatuan keluarga
c. Pengkajian masyarakat
Pengkajian masyarakat merupakan suatu proses analisa dan menentukan
kebutuhan, peluang dan sumber daya yang terlibat dalam menilai aksi
program kesehatan masyarakat. Salah satu pendekatan masyarakat adalah
mengumpulkan informasi tentang subsistem komunitas dan hubungan
mereka yang meliputi nilai-nilai, kebudayaan, politik, pendidikan, rekreasi,
transportasi, agama, komunikasi dan media, kesejahteraan, ekonomi, usaha
dan tenaga kerja, kehidupan sosial serta keselamatan dan perlindungan.

2.2.6. Perencanaan

Perencanaan merupakan salah satu faktor pemungkin (enabling factor) dari


implementasi kebijakan menurut Burke et al (2012). Dalam konteks implementasi
kebijakan, Burke et al (2012) menjelaskan lebih jauh bahwa perencanaan yang
sistematis dan terukur merupakan hal penting dalam implementasi. Perencanaan
memapaparkan secara jelas tujuan dari program, tugas spesifik yang terkait dengan
implementasi, tanggung jawab setiap individu untuk menyelesaikan tugas tersebut,
serta perencanaan waktunya. Perencanaan harus memaparkan secara jelas masukan
(input), luaran (output), dan dampak (outcome) dalam sebuah proses implementasi dan
hubungan antara satu dengan yang lainnya. Secara umum, perencanaan dibagi menjadi
dua: strategis dan operasional. Menurut Thomas (2005), salah satu alat penting sebagai
pegangan implementasi di semua organisasi adalah perencanaan strategis. Perencanaan
strategis membantu sebuah organisasi fokus, terhadap visi dan misinya. Ada sepuluh
langkah perencanaan strategis, yaitu:
1) Persiapan perencanaan
2) Klarifikasi mandat dan ruang lingkup kerja
3) Analisis lingkungan eksternal
4) Analisis lingkungan internal
5) Identifikasi isu strategis
6) Penentuan tujuan strategis
7) Penentuan cara pencapaian tujuan strategis
8) Identifikasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
strategis
9) Gambaran rencana internal capacity building
10) Menghitung biaya.

2.2.7. Pemantauan dan Penilaian PKMRS

Pamantauan dan penilaian dilakukan berdasarkan standar promosi kesehatan di rumah


sakit. Pemantauan dilakukan terhadap perkembangan dari masukan (input), proses, dan
keluaran (output). Evaluasi dilakukan terhadap dampak dari PKRS yang telah
diselenggrakan.

a. Indikator masukan (input)


Masukan yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumberdaya
manusia, sarana atau peralatan, dan dana.
b. Indikator proses
Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan PKRS yang meliputi PKRS untuk
pasien, PKRS untuk klien sehat, dan PKRS di luar gedung.
c. Indikator keluaran (output)
Keluaran yang dipantau adalah keluaran dari kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan baik secara umum maupun secara khusus.
d. Indikator dampak
Indikator dampak mengacu kepada tujuan dilaksanakan PKRS yaitu berubahnya
pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien rumah sakit, serta terpeliharanya
lingkungan rumah sakit dan diimanfaatkannya dengan baik semua pelayanan
yang disediakan rumah sakit. Oleh sebab itu kondisi ini sebaiknya dinilai setelah
PKRS berjalan beberapa lama yaitu melalui upaya evaluasi.
Indikator Keberhasilan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit

Indikator keberhasilan perlu dirumuskan untuk keperluan pemantauan dan evaluasi


PKRS (Kemenkes, 2010). indikator keberhasilan mencakup indikator masukan (input),
indikator proses, indikator (output), dan indikator dampak.

a. Indikator Masukan
Masukan yang perlu diperhatikan adalah yang berupa komitmen, sumber daya
manusia, sarana/peralatan, dan dana. Oleh karena itu, indikator masukan ini
dapat mencakup :
1) Ada/tidaknya komitmen direksi yang tercermin dalam rencana umum
PKMRS.
2) Ada/tidaknya komitmen seluruh jajaran yang tercermin dalam rencana
operasional PKMRS.
3) Ada/tidaknya unit dan petugas Rumah Sakit yang ditunjuk sebagai
koordinator PKMRS dan mengacu kepada standar.
4) Ada/tidaknya petugas koordinator PKMRS dan petugas – petugas lain
yang sudah dilatih.
5) Ada/tidaknya sarana dan peralatan promosi kesehatan yang mengacu
pada standar.
6) Ada/tidaknya dana yang mencukupi untuk penyelenggaraan PKMRS.
b. Indikator Proses
Proses yang dipantau adalah proses pelaksanaan PKMRS yang meliputi PKMRS
untuk pasien (Rawat Inap, Rawat Jalan, Pelayanan Penunjang), PKRS untuk klien
sehat dan PKMRS diluar gedung RS. Indikator yang digunakan disini meliputi :
1) Sudah/belum dilaksanakannya kegiatan (pemasangan poster, konseling
dan lain-lain) dan atau frekuensinya.
2) Kondisi media komunikasi yang digunakan (poster, leaflet, giant banner,
spanduk, neon box, dan lain-lain) yaitu masih bagus atau sudah rusak.
c. Indikator Dampak
Indikator dampak mengacu pada tujuan dilaksanakannya PKMRS, yaitu
berubahnya pengetahuan, sikap dan perilaku pasien/klien Rumah Sakit serta
terpeliharanya lingkungan Rumah Sakit dan dimanfaatkannya dengan baik
semua pelayanan yang disediakan Rumah Sakit. Oleh sebab itu kondisi ini
sebaiknya dinilai setelah PKMRS berjalan beberapa lama, yaitu melalui upaya
evaluasi. Kondisi lingkungan dapat dinilai melalui observasi, dan kondisi
pemanfaatan pelayanan dapat dinilai dari pengolahan terhadap catatan/data
pasien/ klien Rumah Sakit. Sedangkan kondisi pengetahuan, sikap, perilaku
pasien/ klien hanya dapat diketahui dengan menilai diri pasien/klien tersebut.
Oleh karena itu data untuk indikator ini biasanya didapat melalui survei. Survei
pasien/klien yang berada di Rumah Sakit maupun mereka yang tidak berada di
Rumah Sakit tetapi pernah menggunakan Rumah Sakit. Penyuluhan merupakan
suatu sistem pendidikan di luar sekolah yang berfungsi untuk menjembatani
kesenjangan antara praktik yang biasa dijalankan dengan pengetahuan dan
teknologi yang selalu berkembang menjadi kebutuhan.
BAB 3
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Konsep advokasi pada promosi kesehatan mengacu pada upaya pendekatan


pada orang lain yang dianggap memiliki pengaruh terhadap keberhasilan suatu
program atau kegiatan yang dilaksanakan. karena itu, yang menjadi sasaran advokasi
adalah para pemimpin atau pengambil kebijakan (policy maker)atau pembuat
keputusan (decision maker) baik di institusi pemerintah ataupun swasta. Untuk
mewujudkan pelaksanaan Promosi Kesehatan pada Masyarakat Rumah Sakit,maka
dilaksanakan penyuluhan-penyuluhan yang bertujuan agar masyarakat rumah sakit
baik pengunjung maupun tenaga kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan
tentang kesehatan dan dapat meningkatkan kinerja sesuai standart demi
mewujudkan hidup sehat yang sesungguhnya.

3.2. Saran
Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kami selaku
penyusun memohon agar pembaca bersedia memberikan kritik yang
membangun demi perbaikan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Mansjoer, Arif, dkk. 1999.Kapita Selekta Kedokteran. Edisi 3. Jilid 1.Jakarta: Media
Aesculapius

Syahaceh. 2008. “ Advokasi Dalam Promkes”. (online),


(https://syehaceh.wordpress.com/2008/05/13/advokasi-dalam-promkes/,
diakses pada tanggal 16 November 2018 : pukul 20:00 WIB).

Gustin. 2012. “Advokasi Dalam Promosi Kesehatan”. (online),


(http://gustin74.blogspot.co.id/2012/10/advokasi-dalam-promosi-
kesehatan.html, diakses tanggal 15 November 2018 : pukul 20:45 WIB).