Anda di halaman 1dari 6

KASIAT KELOR SECARA MISTIS DAN ILMIAH

KELOR, pohon bertuah. Itulah pendapat sebagian masyarakat


mengenai tanaman jenis perdu ini. Konon, Kelor mengandung
kekuatan magis, anatara lain :
1. Batangnya dapat dipakai untuk melunturkan kesaktian (black magic)
seseorang. "Caranya, pukul si empunya jimat dengan ranting Kelor. Pasti
kesaktiannya luntur," ujar sumber yang mengaku cukup berpengalaman
menghadapi penjahat yang memiliki ilmu hitam. Adanya kandungan
magis itu menyebabkan batang pohon Kelor sering diburu orang untuk
dijadikan jimat.
2. Galih Kelor "Paling bagus batang memiliki teras hitam yang disebut
"galih kelor" karena bisa dijadikan pelengkap ilmu kanuragan. Pemegang
jimat ini bisa kebal senjata tajam," lanjut dia. Namun, kata dia, jimat dari
batang Kelor tidak baik bagi orang pemarah dan bertempramen panas.
3. Tanaman Kelor : Jika ditanam di lingkungan rumah /pekarangan
rumah.dapat menangkal hal2 negatif seperti santet, guna2 dsb.
4. Dalam hal mistis bisa digunakan sebagai penangkal ilmu hitam, guna-
guna, santet, teluh, dan sejenisnya. Cara menggunakanya bisa dengan
hanya meletakanya di depan pintu rumah
5. Manfaat lain dari tanaman Kelor, kata dia, bisa dipakai mengobati orang
kejang-kejang kesurupan. Biasanya itu terjadi karena diganggu roh jahat.
Cara mengobatinya dengan mengambil daun Kelor, lalu diremas dan
dibalurkan di semua persendian sang pasien.

Karakteristik Daun Kelor

Di Jawa, secara tradisional, Menurut beberapa sumber, tanaman Kelor memang


bisa dijadikan bahan obat, karena mengandung minyak terbang. Bijinya yang
berminyak mengandung myrosine, emulsine, alkaloida pahit tak beracun, serta
vitamin A,B1,B2 dan C pada sel-sel tertentu. Sevara farmakologis kandungan
kimia pohon Kelor memiliki efek anti-inflamasi, anti-piretik dan anti skorbut.
Perbandingan gram, daun kelor mengandung:
1. 7 x vitamin C pada jeruk
2. 4 x calcium pada susu
3. 4 x vitamin A pada wortel
4. 2 x protein pada susu
5. 3 x potasium pada pisang

MANFAAT DAUN KELOR SECARA ILMIAH


1. Secara tradisional pengobatan pemanfaatan akar, daun dan biji Kelor sebagai
obat, dianggap manjur untuk beberapa jenis penyakit antara lain:
1. Kurap (Herpes) Luka Bernanah. Cara pengobatan: Tumbuk daun Kelor
dengan kapur lalu
balurkan pada kurap atau luka.

2. Kurang Nafsu Makan, epilepsi, histeri, sariawan, sulit buang air kecil, badan
lemah, sakit kuning, rematik serta pegal linu. Cara pengobatan: Rebus akar
kelor sebanyak 1 jari dengan 2gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu saring.
Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing ½ gelas.

3. Beri-Beri dan Udim. Cara pengobatan: Giling akar kelor, akar pepaya, dan
kulit lawan atau cengkih masing-masing 1 jari. Tambahkan air, peras, dan
saring. Bagi air saringan menjadi 2 bagian yang sama. Minum air hasil
saringan sebanyak 2 kali sehari.

4. Biduran dan Alergi. Cara pengobatan: Rebus 3 tangkai daun kelor, 1 siung
bawang merah,serta adas dan pulasari secukupnya dalam 3 gelas air sampai
tersisa 2 gelas. Saring lalu minum air rebusan dua kali sehari masing-masing
satu gelas.
5. Rabun Mata. Cara pengobatan: Tumbuk 3 tangkai daun kelor sampai halus,
lalu seduh denga 1 cangkir air masak dan saring. Tambahkan madu
secukupnya pada air hasil saringan tadi, lalu aduk sampai merata. Minum
sebelum tidur.

6.Beberapa sumber di masyarakat tradisional menyebutkan bahwa akar Kelor


sangat baik untuk pengobatan malaria, mengurangi rasa sakit, penurun
tekanan darah tinggi, dan sebagainya. Sedang daunnya untuk penurun
tekanan darah tinggi, diare, diabetes melitus (kencing manis),

Manfaat utama daun kelor secara Ilmiah dan Mistis adalah:

1. Mencegah Santet dan Mengusir Jin


2. Meningkatkan ketahanan alamiah tubuh
3. Menyegarkan mata dan otak
4. Meningkatkan metabolisme tubuh
5. Meningkatkan stuktur sel tubuh
6. Meningkatkan serum kolesterol alamiah
7. Mengurangi kerutan dan garis-garis pada kulit
8. Meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal
9. Memperindah kulit
10.Meningkatkan energi
11.Memudahkan pencernaan
12.Antioksidan
13.Memelihara sistem imunitas tubuh
14.Meningkatkan sistem sirkulasi yang menyehatkan
15.Bersifat anti-peradangan
16.Memberi perasaan sehat secara menyeluruh
17.Mendukung kadar gula normal tubuh
Penjernih Air

Sejak beberapa tahun silam, pemanfaatan biji Kelor telah dikembangkan di


Indonesia, antara lain melalui Program United Nations Development
Programme (UNDP) bekerjasama dengan ITB. Melalui program tersebut, biji
Kelor diolah menjadi bahan pengendap/koagulator untuk penjernihan air secara
cepat, murah dan aman. Karena kandungan senyawa pada serbuk biji Kelor
memiliki sifat anti mikroba, khususnya terhadap bakteri, maka bakteri Coli yang
terdapat di dalam air yang dijernihkan juga bakal tereduksi atau mati.

Menurut hasil pengujian oleh tim ahli dari UNDP, untuk pengolahan air minum
di kawasan pantai atau rawa tidak membutuhkan banyak biji Kelor. Cukup 2-3
pohon dewasa selama setahun dengan keluarga sebanyak 6-8 orang, dengan
perhitungan kebutuhan air sekitar 20 liter/hari/ jiwa.

Di beberapa negara, pemanfaatanKelor juga mulai dikembangkan untuk bahan


pembuatan kosmetik dan bahan bakar terbarukan. Terbetik informasi, beberapa
tahun silam, ada investor Jepang berniat membuka perkebunan Kelor di Musi
Banyuasin untuk bahan baku industri di negara Sakura. Sementara di beberapa
negara di Benua Afrika, Kelor telah menjadi komoditas yang menjanjikan
peluang bisnis yang menggiurkan. (SERASI diolah dari berbagai sumber).

Membuat Bahan Penjernih Air dari Serbuk Biji Tanaman Kelor

1. Biarkan biji Kelor matang/tua di pohon, dan baru dipanen setelah benar-benar
setelah kering. Pisahkan sayap bijinya yang ringan serta kulit bijinya sehingga
meninggalkan biji yang putih. Bila terlalu kering di pohon, polong biji akan
pecah dan bijinya dapat melayang "terbang" ke mana-mana.

2. Biji yang sudah tak berkulit itu kemudian dihancurkan dan ditumbuk sampai
halus sehingga menjadi bubuk biji Kelor (Moringa). Jumlah bubuk biji moringa
atau kelor yang diperlukan untuk pembersihan air bagi keperluan rumah tangga
sangat tergantung pada seberapa jauh kotoran yang terdapat di dalamnya.

3. Untuk menjernihkan air sebanyak 20 liter (1 jeriken), perlu bubuk biji Kelor
sebanyak 2 gram atau kira-kira 2 sendok teh (5 mililiter). Tambahkan sedikit air
bersih ke dalam bubuk biji sehingga menjadi pasta. Lalu, letakkan pasta itu ke
dalam botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu cup (200 ml) lagi air
bersih, lalu kocok selama lima menit hingga campur sempurna. Dengan cara
tersebut, terjadilah proses aktivitasi senyawa kimia yang terdapat dalam bubuk
biji kelor.

4. Saringlah larutan yang telah tercampur dengan koagulan biji kelor itu melalui
kain kasa dan filtratnya dimasukkan ke dalam air 20 liter (jeriken) yang telah
disiapkan sebelumnya, dan kemudian diaduk secara pelan-pelan selama 10-15
menit. Selama pengadukan, butiran biji yang telah dilarutkan akan mengikat dan
menggumpalkan partikel-partikel padatan dalam air beserta mikroba dan
kuman-kuman penyakit yang terdapat di dalamnya sehingga membentuk
gumpalan yang lebih besar yang akan mudah tenggelam mengendap ke dasar
air. Setelah satu jam, air bersihnya dapat diisap keluar untuk keperluan
keluarga.

Catatan:
Menurut hasil penelitian, proses penjernihan dan pembersihan air dengan serbuk
biji Kelor mampu memproduksi bakteri secara luar biasa, yaitu sebanyak 90-
99,9% yang melekat pada partikel-partikel padat, sekaligus menjernihkan air,
yang relatif aman (untuk kondisi serba keterbatasan) serta dapat digunakan
sebagai air minum masyarakat setempat.

Namun beberapa mikroba patogen masih berpeluang tetap berada di dalam air
yang tidak sempat terendapkan, khususnya bila air awalnya telah tercemar
secara berat. Karena itu, sangat ideal bagi kebutuhan air minum perlu dilakukan
pemurnian lebih lanjut, baik dengan cara memasak atau dengan penyaringan
dengan cara filtrasi pasir yang sederhana.