Anda di halaman 1dari 4

Nama : Silvi Ari Sintya

NIM : 14C11218

Kelas : A tk. V/8

Kaya Ohtsa (Ilmu Penyakit Dalam) cabang dari AYURVEDA

Ulkus peptikum (tukak lambung)

Ulkus peptikum atau yang sering disebut dengan tukak lambung merupakan keadaan
dimana kontinuitas mukosa lambung terputus dan meluas sampai di bawah epitel (fry.2005).
Ulkus peptikum dapat di temukan pada setiap bagian saluran cerna yang terkena getah asam
lambung, yaitu esofagus, lambung, duodenum, jejenum, dan setelah tindakan
gastroandterostomi.(aziz,2008). Ulkus peptikum merupakan ulkus kronik yang secara khas
bersifat soliter dan timbul karna pajanan sekresi lambung yang asam. Ulkus peptikum sering
disebut sebagai ulkus lambung, duodenal atau esofageal. Etiologi ulkus peptikum kurang
dipahami, meskipun bakteri gram negative H. pylori telah sangat diyakini sebagai faktor
penyebab. Diketahui bahwa ulkus peptikum terjadi hanya pada area GI yang terpajan pada
asam hidroklorida dan pepsin. Penyebab umum dari ulserasi peptikum adalah ketidak
seimbangan antara kecepatan sekresi cairan lambung dan derajat perlindungan yang di
berikan oleh sawar mukosa gastro duodenal dan netralisasi asam lambung oleh cairan.
Gejala-gejala ulkus seperti nyeri, sirosis (nyeri uluhati), muntah, konstipasi dan
perdarahan dapat hilang selama beberapa hari, minggu atau beberapa bulan. Sasaran
penatalaksanaan ulkus peptikum adalah untuk mengatasi keasaman lambung. Beberapa
metode digunakan untuk mengontrol keasaman lambung termasuk penurunan Stres dan
Istirahat, Pasien memerlukan bantuan dalam mengidentifikasi situasi yang penuh stres atau
melelahkan. Gaya hidup terburu-buru dan jadwa tidak teratur dapat memperberat gejala dan
mempengaruhi keteraturan pola makan dan pemberian obat dalam lingkungan yang rileks.
Penghentian Merokok, dalam hal ini penelitian telah menunjukkan bahwa merokok
menurunkan sekresi bikarbonat dari pancreas ke dalam duodenum. Akibatnya, keasaman
duodenum lebih tinggi bila seseorang merokok. Modifikasi Diet, Tujuan diet untuk pasien
ulkus peptikum adalah untuk menghindari sekresi asam yang berlebihan dan hipermotilitas
saluran GI. Hal ini dapat diminimalkan dengan menghindari suhu ekstrem dan stimulasi
berlebihan makan ekstrak, alkohol, dan kopi. Selain itu, upaya dibuat untuk menetralisasi
asam dengan makan tiga kali sehari makanan biasa. Obat-obatan, Saat ini obat-obatan yang
paling sering digunakan dalam pengobatan ulkus mencakup antagonis reseptor histamin
(antagonis reseptor H₂), yang menurunkan sekresi asam lambung; inhibitor pompa proton,
yang juga menurunkan sekresi asam; agen sitoprotektif, yang melindungi sel mukosa dari
asam; antasida, antikolinergis, yang menghambat sekresi asam atau kombinasi antibiotik
dengan garam bismut untuk menekan bakteri H. pylori. Pembedahan, pembedahan biasanya
dianjurkan untuk pasien dengan ulkus yang tidak sembuh (yang gagal sembuh setelah 12
sampai 16 minggu pengobatan medis), hemoragi yang mengancam hidup, perforasi, atau
obstruksi. Prosedur pembedahan mencakup vagotomi, vagotomi dengan piloroplasti, atau
Biilroth I atau II.
Dalam pengobatan ayurveda penyakit disebabkan karena tidak seimbangnya unsur-
unsur yang ada di dalam tubuh yang dikenal dengan unsur Tri Dhosa. Tri dosha berasal dari
kata Sangsekertha (India kuno), yang berakar dari kata Tri dan Dosha. Tri artinya tiga dan
Dosha yang asal katanya Dhus, Dhus berarti melemahkan, atau merusak yang lain atau bisa
juga diterjemahkan merusak keseimbangan dan keharmonisan badan. Tubuh menjadi lemah
akibat berubahnya atau rusaknya keseimbangan sehingga Raga yang semula sehat menjadi
sakit. Tri dosha terdiri dari: Vatta (angin atau udara atau akasa), Pitta (Empedu atau panas
atau teja) dan Kapha (Lendir atau air atau apah atau pertiwi). Didalam tubuh yang sehat
ketiga unsur ini selalu ada, karena sangat berperanan penting dalam aktifitas tubuh. Keadaan
sehat ataupun normal, jika ketiga unsur Tri dosha ini selalu berada dalam keadaan seimbang.
Apabila terganggu oleh berbagai sebab baik yang berasal dari badan diri sendiri maupun dari
luar tubuh, penyembuhannya yaitu dengan mengembalikan keseimbangan ketiga unsur
tersebut seperti keadaan semula.
Dalam hal ini ulkus peptikum disebabkan karena ketidakseimbangan Dosha Pitta.
Pitta adalah sebuah kekuatan yang diciptakan oleh interaksi dinamis antara air dan api. Pitta
Berfungsi sebagai pembakar atau mencerna atau bertugas mengontrol dan bertanggung jawab
terhadap semua metabolisme fisika-kimia didalam tubuh. Area kerjanya pada daerah
pencernaan, menyerap makanan, pada hati dan limfa sebagai pemberi warna makanan, pada
jantung pemberi keinginan dan kerinduan dan pada mata pemberi warna dan bentuk objek
serta pada kulit sebagai pemberi panas atau pelumas dari cahaya. Ditandai dengan ensim
meningkat, lapar, tubuh terasa ringan. Gangguan-ganggan unsur pada pitta ini biasanya akibat
dari makan tidak teratur, puasa, asam, asin, pedas, panas, banyak lemak, hasil permentasi
tuak/arak/tape, buah yang rasanya asam. Mengakibatkan suhu tubuh tidak setabil, kekuatan
mencerna serta metabolisme terganggu, kurang bergairah, bisa juga terasa terbakar pada
organ tubuh, sakit seperti diisap dan terasa panas. Penyakit karena panas (pitta): ini akan
muncul bila teja atau agni atau api atau panas dalam tubuh mendominasi. Obatnya bisa
berupa ramuan yang memiliki sifat tis (kapha) atau mendinginkan yaitu tanaman obat yang
memiliki rasa pahit dan dan nyem, Contoh ramuan: siapkan akar kliki jarak digerus halus lalu
diisi dengan sedikit asam ireng (lunak tanek), sedikit temutis, semua ramuan itu dilumatkan
untuk diambil airnya, lalu diminum sebagai loloh. Ampas atau sisa saringan bisa ditambah
dengan bawang merah dan sedikit adas untuk dipakai boreh disekitar bawah perut (sisikan),
Bisa juga menggunakan resep lain berupa daun miana cemeng sekitar 15 lembar direbus lalu
ditambahkan dengan 1 sendok minyak kelapa tanusan lalu diminum 3x sehari. Ramuan lain
bisa juga kelapa gading muda (kuhud nyuh gading) dipotong ujungnya sampai ketemu airnya,
lalu dipanaskan/dipanggang pada bara api, setelah panas airnya dicampurkan dengan telor
ayam kampung lalu diminum dalam keadaan hangat-hangat, dagingnya kelapa muda tersebut
juga dimakan. Untuk boreh bisa dibikinkan dengan ramuan dari daun liligundi diulek pakai
lulur ditambah sedikit minyak kelapa lalu dipanaskan (didadah) untuk dipakai boreh atau
lulur. Atau bisa juga dengan memakai daun sembung dicampur dengan buah pisang batu,
asam ireng (lunak tanek), 2 iris isen (laos), semua bahan tersebut dilumatkan halus bisa
tambahkan sedikit air, diperas lalu diminum 3xsehari masing-masing satu glass.
Disamping itu, pengobatan ayurveda ini menekankan adanya keseimbangan sistem
organ-organ tubuh. Dalam keadaan tertentu racun terus meningkat dalam tubuh kita dan
menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, sehingga kita harus mengeluarkannya dari dalam
tubuh kita. Pembersihan racun dari dalam tubuh kita dapat dilakukan dengan berbagai cara:
B – Balancing, mensuplai nutrisi yang seimbang ke dalam tubuh. Nutrisi yang dibutuhkan
dalam tubuh dapat kita penuhi dengan pola makan yang baik yaitu 4 sehat 5 sempurna.
Nutrisi yang seimbang sangat dibutuhkan sel tubuh untuk terus beraktivitas, seperti vitamin,
mineral, serat (fiber) dan zat gizi lain yang dibutuhkan oleh tubuh kita untuk melancarkan,
menyeimbangkan sistem hormonal serta keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
A – Activating, mengaktifkan sel tubuh untuk mengoptimalkan penyerapan nutrisi dalam
tubuh. Dengan meningkatkan pemasukan nutrisi ke dalam sel tubuh dan sel darah, membantu
regenerasi sel darah merah dan meningkatkan kadar oksigen dalam darah, menghambat
proses oksidasi dan menstimulasi regenerasi sel organ tubuh untuk berkerja secara optimal.
D-Defending, meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Dengan merangsang sel tubuh untuk
membentuk antibodi dalam membantu mempertahankan tubuh dari bahaya radikal bebas dan
juga turut berperan dalam menjaga kesehatan.
Pengobatan terhadap suatu penyakit juga berfokus pada gaya hidup dan rutinitas
sehari – hari dari seorang individu. Beberpa hal yang menyangkut kesehatan seperti pola
hidup sehat. Ada banyak pola hidup sehat yang perlu diperhatikan. Diantaranya
memperhatikan pola makan, olah raga, istirahat dan gaya hidup. Karena mencegah lebih baik
daripada mengobati. Tips pola hidup sehat dengan membuat perubahan kecil, mengambil
langkah-langkah lebih lanjut, konsumsi buah untuk makanan sehari-hari, minum air yang
cukup, aktivitas fisik (olah raga). Sebenarnya, gerakan sederhana yang dilakukan sudah
cukup. Bahkan kegiatan sehari-hari seperti tugas, berkebun dan berjalan dapat
dimaksimalkan.
Jenis terapi yang dapat digunakan seperti penyeimbangan dengan teknik pemijatan
mengunakan minyak dengan ramuan herbal yang dibuat secara traditional dari berbagai
ramuan yang memiliki efek hangat yang mampu menstimulasi keseimbangan unsur Pitha
(api), Kapha (Angin) dan Vatta (Air) yang ada di dalam tubuh. Melakukan aktivitas gerak
yoga, dengan tujuan agar mau keluar keringat. Dengan bergerak, detak jantung akan
meningkat dan menyebabkan keluarnya toxin tubuh berupa keringat atau toxin lainnya, akan
lebih mudah masuk kesaluran pembuangan (urine , feces), sehingga badan akan merasa agak
ringan, badan lebih fleksible, dan lebih bertenaga. Therapy Akupuntur juga dapat digunakan
untuk menanggulangi gejala dari ulkus peptikum. Penusukan titik akupunktur akan
memberikan efek pada tempat perangsangan maupun di tempat yang jauh dari tempat
perangsangan melalui jalur persarafan (saraf tepi dan pusat), neurohumoral dan meridian.
Jarum yang digunakan adalah jarum akupunktur yang sekali pakai untuk menghindari infeksi
dan penularan penyakit. Rangsangan akupuntur merengsang sistem imun tubuh membentuk
reaksi antigen-antibody yang membuat sistem saraf memberi feed back dengan
dikeluarkannya suatu hormon. Akupunktur relatif tidak menimbulkan efek samping. Efek
samping akupunktur sangat minimal. Efek samping yang jarang terjadi adalah hematom
(bengkak ringan) terjadi hanya dibawah 5%, dan nyeri di tempat penusukan (tergantung dari
sensitifitas seseorang). Untuk hasil yang optimal, akupunktur umumnya dilakukan 2 kali
seminggu (tergantung keadaan penyakit) sampai mencapai hasil yang diinginkan. Pengobatan
dengan tenaga Prana, Kesadaran manusialah yang melakukan “Transformasi Fourier”
(sebuah konsep matematika yang dapat memetakan semua proses fisik di alam dalam bentuk
frekuensi dan amplituda serta kelipatannya) agar dapat mewujudkan informasi tersebut ke
dalam ruang dan waktu. Penjabaran lebih lanjut model ini adalah kesadaran manusia
(pikiran) dapat mengambil semua getaran yang ada di alam. Kemudian melalui proses
transformasi tenaga prana, abstraksi dapat diwujudkan ke dalam ruang dan waktu. Karena
pikiran dan perasaan kita adalah pemicu dan pengarah energi, maka kita harus membiasakan
diri untuk berpikir dan berperasaan positif; penuh cinta kasih, kebahagiaan. Bahkan bukan
hanya pada saat penyembuhan, tetapi setiap saat, setiap detik dalam hidup kita.