Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA SISTEM INTEGUMEN DENGAN CANDIDIASIS

Kasus

Tn.G asli Surabaya berumur 57 tahun dibawa oleh istrinya ke RSUA tanggal 18
Maret 2016, dengan keluhan nyeri hebat seperti terbakar dimulut, permukaan
lidah memerah dan ada bercak-bercak putih seperti beludru sejak 9 hari yang lalu,
mulut terasa kering karena produksi saliva yang kurang. Dan sudah 6 hari Tn.G
tidak nafsu makan, dan badannya panas. Klien mengatakan bahwa klien sedang
mengkonsumsi obat dalam jangka panjang sudah 4 bulan karena untuk terapi
penyakitnya leukima akut. Pada pengkajian ditemukan data status mental klien
compos mentis. Hasil pemeriksaan TTV didapatkan data TD: 130/80 mmHg, N:
92 x/menit, S: 39,4 oC dan RR: 19x/menit dan BB klien turun 7 kg dari BB awal
(65kg) TB 178 cm Klien terdiagnosa mengalami candidiasis oral akut:
kandidiasis pseudomembranosus.

I. Pengkajian
1. Anamnesa
1) Keluhan utama
Klien merasakan nyeri hebat seperti terbakar dimulut.
2) Riwayat kesehatan
(1) Riwayat kesehatan sekarang
Klien mengeluh nyeri hebat di multnya seperti tebakar, terdapat
bercak putih di permukaan lidah seperti beludru sejak 9 hari yang
lalu, akhirnya tanggal 18 maret 2016 klien dibawa ke RSUA oleh
istrinya. Selama 9 hari selama keluhan timbul klien belum pernah
periksa, dan saat ini klien masih mengkonsumsi obat
kostikosteroid sudah jalan 4 bulan karena terapi penyakit leukemia
akut
(2) Riwayat penyakit dahulu
Klien menderita penyakit leukima akut, dan sampai sekarang klien
masih mengkonsumsi obat terapi dan sudah jalan 4 bulan
(3) Riwayat penyakit keluarga
Tidak ada keluarga yang pernah menderita penyakit seperti ini
atau penyakit kulit lainnya
3) Riwayat nutrisi
Klien mengatakan sudah sudah 6 hari tidak nafsu makan, mulutnya
terasa kering
4) Riwayat pertumbuhan
BB sebelum sakit 65 kg
BB saat sakit 58 kg
5) Riwayat kesehatan atau social
Klien sering gosok gigi dan cuci mulut, namun semenjak muncul
bercak putih dimulutnya klien jarang merawat mulut dan giginya,
karena mulutnya terasa nyeri hebat
2. Pemeriksaan fisik
1) TTV: TD: 130/80 mmHg, N: 92 x/menit, S: 39,4 oC dan RR:
19x/menit
2) ROS (Review Of System) :
B1 (Breathing): normal
B2 (Blood): normal
B3 (Brain): normal
B4 (Bladder): normal
B5 (Bowel): timbul rasa nyeri hebat disekitar mulut, nafsu makan
klien menurun.
IMT = BB: TB (m)2
= 58 : (1.78)2
= 18,3 (normal IMT 18,5-22,9 kg/m2)
B6 (Bone): normal
II. Analisa data

No. Data Etiologi MK


1 DS: Kortikosteroid Nyeri akut (00132)
Klien mengeluh mulutnya nyeri (antibiotic tidak Domain 12.
seperti terbakar terkontrol) Comfort
DO: ↓ Class 1. Physical
- Ditemukan adanya bercak Imunodefisiensi Comfort
putih pada permukaan ↓
mukosa mulut dan lidah candida albican
- Skala nyeri: ↓
P (Provoke) : nyeri timbul Gg keseimbangan
setelah adanya bercak flora normal dimulut
putih dimulut ↓
Q (Quality): nyeri seperti Sekresi saliva ↓
terbakar dan sangat tajam, ↓
skala 8 (1-10) Jamur tumbuh tak
R (Radition atau relief): terkontrol
nyeri di sekitar mulut dan ↓
terkadang samping ke System imun ↓
tenggorokan ↓
S (Severity atau tanda dan Timbul lesih, bercak
gejala): jika dibuat makan merah dan plak putih
akan terasa nyeri ↓
Nyeri akut
2 DS: Kortikosteroid Hipertermi (00007)
Klien mengatakan badannya (antibiotic tidak Domain 11.
terasa panas terkontrol) Safety/protection
DO: ↓ Class 6.
Suhu tubuh: 39,4 oC Imunodefisiensi Thermoregulation

candida albican

Gg keseimbangan
flora normal dimulut

Proses peradangan

↑ hormone
prostaglandin,
bradikinin.
Histamine

Suhu tubuh ↑

Hipertermi

3 DS: Kortikosteroid Ketidakseimbangan


Klien mengatakan bahwa sudah 4 (antibiotic tidak nutrisi: kurang dari
hari tidak nafsu makan terkontrol) kebutuhan tubuh
DO: ↓ (00002)
BB sebelum sakit 65 kg Imunodefisiensi Domain 2.
BB saat sakit 58 kg ↓ Nutrition
candida albican Class 1. Ingestion

Gg keseimbangan
flora normal dimulut

Sekresi saliva ↓

Jamur tumbuh tak
terkontrol

System imun ↓

Timbul lesi, bercak
merah dan plak putih

Nyeri disekitar
mulut sampai
tenggorokan

Nafsu makan ↓

Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh

III. Diagnosa keperawatan


1) Nyeri akut berhubungan dengan proses infeksi jamur
2) Hipertermi berhubungan dengan proses peradangan dan infeksi
3) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan nafsu makan yang menurun
IV. Intervensi keperawatan
1) Nyeri akut (00132) berhubungan dengan proses infeksi jamur

NOC NIC
Tujuan: Pain management (1400)
Setelah dilakukan perwatan 1x24 jam 1. Kaji nyeri secara
klien melaporkan nyeri berkurang atau komprehensif meliputi
hilang. lokasi, karakteristik,onset,
Kriteria hasil: frekuensi, kualitas, intensitas
Pain control (1605) atau beratnya nyeri dan
Pain level (2102) faktor presipitasi
1. Nyeri terkontrol yang dilihat 2. Pbservasi ekspresi klien
dari indicator: secara non verbal agar
1) Klien menuliskan gejala mengetahui tingkat nyeri
nyeri berkurang ( skala 1- 3. Kolaborasi pemebrian
10) analgesic sesuai advis dokter
2) Klien dapat menjelaskan dan monitoring respon klien
faktor penyebab nyeri 4. Kaji pengetahuan dan
3) Klien dapat mengetahui perasaan klien menegnali
intervensi yang dilakukan nyerinya
untuk mengurangi nyeri 5. Ajak klien untuk mengkaji
(farmaka dan non farmaka) faktor yang dapat
4) Klien melaporkan memperburuk nyeri
perubahan gejala nyeri 6. Kaji dampak nyeri tyerhadap
yang terkontrol pada tim kualitas hidup klien (ADL)
medis 7. Control faktor lingkungan
5) Klien mengetahui onset yang dapat mempengaruhi
nyeri ketidaknyamanan klien
2. Level nyeri 8. Ajarkan tekinik
1) Laporan nyeri nonfarmakologi (relakasai,
2) Durasi nyeri terapi music, distraksi, terapi
3) Ekspresi wajah klien aktivitas, masase)
9. Observasi respon klien
setelah dilakukan tindakan
pengontrol nyer

2) Hipertermi (00007) berhubungan dengan proses peradangan dan


infeksi

NOC NIC
Tujuan: Hyperthermia treatment (3786)
Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor TTV
keperawatan 1x14 jam pengaturan 2. Menjauhkan pasien dari
suhu tubuh pasien normal. sumber panas
Kriteria hasil: 3. Menggunakan metode
1. Domain 2 kelas 1 penghilang panas dari luar
thermoregulation (0800) (kompres pasien dileher,
1) Penuruna temperature dada, ketiak, lipatan paha)
suhu 4. Tingkatkan hidrasi oral
2) Dehidrasi 5. Monitor hasil laboratorium
3) Perubahan warna kulit 6. Monitor urin output
4) RR
5) nadi
3) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (00002)
berhubungan dengan nafsu makan yang menurun

NOC NIC
Tujuan: Oral health restoration (1730)
Setelah dilakukan tindakan asuhan 1. Monitor kondisi mulut pasien
keperawatan 3x24 jam diharapkan (misalnya, bibir, lidah,
kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi mukosa membrane, gigi, gusi,
secara seimbang. dan peralatan gigi) termasuk
Kriteria hasil: karakter kelainan (misalnya,
Domain-physiologic helath (II) ukuran, warna, dan lokasi lesi
Class-tissue integrity (L) internal atau eksternal atau
Oral Health (1100) peradangan, dan tanda-tanda
1. Lesi mukosa oral (4) lain dari infeksi)
2. Nyeri (4) 2. Monitor perubahan dalam
3. Bau mulut (5) rasa, menelan, kualitas suara,
Domain-physiologic helath (II) kenyamanan
Class-digestion & nutrition (K) 3. Tentukian frekuensi yang
Nutritional status (1004) diperlukan untuk perawatan
1. Pemasukan nutrisi (5) mulut, dorong pasien atau
2. Pemasukan makanan (5) keluarga pasien untuk
3. Pemasukan cairan (5) memathu jadwal jadwal atau
4. Energy (5) membantu dengan perawatan
5. Rasio berat badan (5) mulut, yang diperlukan
6. Hidrasi (5) 4. Anjurkan pasien untuk
menggunakan sikat gigi
lembut atau sekali pakai
5. Berikan kumur untuk pasien
(misalnya, anestesi,
effervescent, garam, coasting,
antijamur, anti bakteri atau
solusi)
6. Berikan obat (misalnya
analgesic, anestesi,
antimikrobadan agen
inflamasi), jika diperlukan
pakai spons
7. Anjurkan pasien untuk
menghindari produk
kebersihan mulut yang
mengandung gliserin, alcohol,
atau agen pengeringan yang
lainnya
8. Diskusikan pentingnya
asupan gizi yang memadai
(misalnya, makanan yang
mengandung tinggi vit.c)
Eating disorders management (1030)
1. Diskusi dengan tim untuk
menetapkan target berat badan
jika berat badan tidak sesuai
usianya
2. Berunding dengan ahli gizi untuk
menentukan asupan kalori harian
yang diperlukan untuk mencapai
dan/atau mempertahankan target
berat badan
3. Ajarkan dan memperkuat konsep
gizi yang baik dengan paien
4. Timbang secara rutin
5. Pantau asupan kalori harian
6. Dorong pasien untuk memnatau
sendiri aupan makanan sehari-hari
dan berat badan
V. Evaluasi
1. Klien mengatakan nyerniya berkurang dibuktikan dengan skala yang
awalnya 8 menjadi 4
2. Suhu badan klien normal (36,5-37,5 oC)
3. Klien dapat memenuhi asupan makannnya, dibuktikan dengan BB
klien meningkat seperti sebelum sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, Gloria M dkk. 2013. Nursing Intervetion Classification (NIC) Ed.6.


Amerika: Libarary of Congress Cataloging in publication data

Herdman, T.H & Kamitsuru, S.2014. Nursing diagnoses definition and


classification 2015-2017.Oxford: Wiley Blackwell

Moorhead,Sue dkk. 2013. Nursing Outcome Classification (NOC) Ed.5.Amerika:


Libarary of Congress Cataloging in publication data